Meriah, Pembukaan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE#1)

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto MM memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1 yang digelar pada Jumat hingga Ahad, 9–11 Januari 2026, di Sleman City Hall. Menurutnya, Muhammadiyah selama ini memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Susmiarto menegaskan bahwa kontribusi Muhammadiyah di Kabupaten Sleman telah dirasakan secara nyata oleh pemerintah daerah maupun masyarakat. Salah satu sektor yang paling menonjol adalah pendidikan. Ia menyebut, keberadaan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan merupakan bagian dari layanan dasar yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Peran Muhammadiyah itu sangat besar, terutama di bidang pendidikan. Ini adalah layanan dasar yang sangat menentukan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sleman,” ujar Susmiarto saat memberikan sambutan dalam rangkaian pembukaan MSE #1. Selain pendidikan, Susmiarto juga menyoroti kontribusi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di sektor kesehatan. Melalui rumah sakit, klinik, serta berbagai program edukasi kesehatan, Muhammadiyah dinilai ikut membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat. “Di bidang kesehatan, peran Muhammadiyah juga sangat jelas. Melalui rumah sakit dan layanan-layanan edukasi kesehatan, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ikut berperan membangun kesadaran masyarakat untuk hidup sehat,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Susmiarto juga mendorong Muhammadiyah untuk terus mengembangkan dakwah di sektor ekonomi. Menurutnya, penyelenggaraan Muhammadiyah Sleman Expo menjadi contoh konkret bagaimana organisasi kemasyarakatan dapat berkontribusi langsung dalam penguatan ekonomi umat, khususnya di tingkat akar rumput. “Dengan adanya expo ini, Muhammadiyah terlibat aktif sampai di level ranting, bersinergi dengan binaan-binaan dari pemerintah maupun organisasi lain. Atas kontribusi tersebut, saya menyampaikan terima kasih,” ungkapnya. Muhammadiyah Sleman Expo #1 sendiri tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran produk, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi bagi Ranting, Cabang, dan Amal Usaha Muhammadiyah di Sleman. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas tentang gerakan sosial-keagamaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan. Ketua PDM Sleman Harjaka menyampaikan bahwa MSE #1 merupakan sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk melihat secara langsung gerakan Muhammadiyah di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga keagamaan. Sementara itu, Ketua PWM DIY Muhammad Ikhwan Ahada, yang secara resmi membuka acara, menilai pelaksanaan expo di pusat perbelanjaan sebagai langkah berani dan kontekstual. Menurutnya, MSE #1 mencerminkan dakwah Muhammadiyah yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan selaras dengan semangat Muhammadiyah berkemajuan. Ketua Panitia Eko Sumardianto melaporkan bahwa Muhammadiyah Sleman Expo #1 diikuti oleh 52 peserta, yang terdiri dari unsur persyarikatan, amal usaha, dan pelaku UMKM. Melalui MSE #1, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap kolaborasi antara Muhammadiyah dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara spiritual, sosial, dan ekonomi. Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

MPI PDM Sleman Awali 2026 Gelar Koordinasi Pelatihan Penguatan Literasi Media Sosial untuk Syiar Sekolah Muhammadiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman mengawali tahun 2026 dengan langkah strategis melalui penguatan literasi media sosial bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah. Komitmen tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi dan koordinasi program Pengabdian Masyarakat bersama akademisi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (8/1/2026). Pertemuan yang berlangsung pukul 16.00 hingga 18.00 WIB itu bertempat di Kantor PDM Sleman, yang berlokasi di utara RS PKU Muhammadiyah Sleman. Agenda utama kegiatan adalah menerima silaturahmi Dyah Titis Kusuma Wardani, S.E., MIDEC., Ph.D. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMY Yogyakarta, sekaligus membahas sinergi program penguatan literasi media sosial sebagai sarana syiar sekolah SMK dan SMU Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Ketua MPI PDM Sleman, Arief Hartanto, menyampaikan bahwa era digital menuntut institusi pendidikan Muhammadiyah untuk lebih adaptif dan cakap dalam memanfaatkan media sosial secara positif dan bertanggung jawab. Menurutnya, media sosial bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga wahana dakwah dan branding sekolah. “Media sosial harus dimaknai sebagai ruang syiar yang mencerahkan. Sekolah Muhammadiyah perlu memiliki narasi yang kuat, beretika, dan edukatif agar nilai-nilai Islam berkemajuan dapat tersampaikan secara luas,” ujar Arief Hartanto dalam sambutannya. Dyah Titis Kusuma Wardani, Ph.D. menjelaskan bahwa program Pengabdian Masyarakat FEB UMY dirancang untuk memperkuat kapasitas guru dan pengelola sekolah dalam mengelola konten media sosial. Fokus utamanya adalah literasi digital, manajemen konten, serta pemahaman etika bermedia. “Kami ingin membantu sekolah Muhammadiyah agar mampu mengelola media sosial secara profesional, tidak sekadar aktif, tetapi juga berdampak dan sesuai dengan nilai persyarikatan,” jelas Dyah Titis. Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran MPI PDM Sleman, antara lain H. Wahdan Arifudin, S.Pd., Dr. Sutipyo R., Pamuji Subeksti, S.Si., M. Afifudin, S.Pd., H. Ashari, SIP., serta Hj. Rr. Afiati Fatimah, M.Pd. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan terkait kondisi riil pengelolaan media sosial di sekolah Muhammadiyah Sleman. Dr. Sutipyo R. menekankan pentingnya literasi media sebagai bagian dari dakwah kultural Muhammadiyah dan penguatan literasi media sosial sejalan dengan semangat Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sementara itu, H. Wahdan Arifudin menambahkan bahwa sinergi antara MPI PDM Sleman dan UMY merupakan bentuk nyata kolaborasi amal usaha Muhammadiyah. “Ini langkah awal yang baik di tahun 2026 untuk memperkuat citra sekolah Muhammadiyah melalui media yang digandrungi generasi muda,” katanya. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi pijakan awal pelaksanaan program pendampingan literasi media sosial yang berkelanjutan, guna mendukung syiar pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Rep  Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Muhammadiyah Sleman Expo #1 Siap Digelar, Hadirkan UMKM, Layanan Persyarikatan, dan Doorprize Umroh

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman bersama Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sleman akan menggelar Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1 pada * 9–11 Januari 2026. Kegiatan akbar ini rencananya dilaksanakan di Sleman City Hall , sebagai ajang sinergi dakwah, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Mengusung tema “Sukseskan & Meriahkan Muhammadiyah Sleman Expo #1” , kegiatan ini dirancang sebagai ruang temu seluruh potensi persyarikatan, mulai dari amal usaha, organisasi otonom, hingga pelaku UMKM binaan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Expo ini diharapkan menjadi etalase kontribusi nyata Muhammadiyah bagi masyarakat, sekaligus penggerak ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan. Ketua panitia Eko Sumardiyanto ditemui Rabu 7 Januari 2025 disela rapat persiapan Panitia menyampaikan bahwa MSE #1 tidak hanya berorientasi pada pameran, tetapi juga menjadi media edukasi dan literasi publik tentang peran Muhammadiyah dalam berbagai bidang. “Expo ini menjadi momentum konsolidasi potensi persyarikatan, memperkuat jejaring UMKM, serta memperluas dakwah pencerahan melalui pendekatan yang membumi,” ujarnya. Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhi berbagai stan pameran yang menampilkan produk UMKM, layanan kesehatan, pendidikan, filantropi, serta program-program unggulan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sleman. Selain itu, expo juga diharapkan menjadi ruang promosi kreatif bagi pelaku usaha lokal agar mampu naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas. Daya tarik utama Muhammadiyah Sleman Expo #1 adalah doorprize utama berupa Umroh , yang dipersembahkan bagi pengunjung beruntung. Selain itu, panitia juga menyiapkan doorprize menarik lainnya, seperti sepeda listrik dan sepeda gunung . Untuk mendapatkan kesempatan tersebut, pengunjung cukup melakukan scan barcode di lokasi pameran, yang sekaligus berfungsi sebagai tiket masuk dan kupon undian doorprize. Pemilihan Sleman City Hall sebagai lokasi kegiatan dinilai strategis karena mudah diakses masyarakat serta memiliki fasilitas representatif untuk penyelenggaraan event berskala besar. Panitia menargetkan ribuan pengunjung dari berbagai kalangan, baik warga Muhammadiyah maupun masyarakat umum. Melalui Muhammadiyah Sleman Expo #1, PDM dan PDA Sleman berharap terbangun semangat kolaborasi lintas sektor serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gerakan dakwah sosial-ekonomi Muhammadiyah. Expo ini juga menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat kemandirian umat, sejalan dengan nilai-nilai Islam berkemajuan yang menjadi ruh gerakan Muhammadiyah. Panitia mengajak seluruh warga Sleman dan sekitarnya untuk hadir dan memeriahkan Muhammadiyah Sleman Expo, sekaligus berpartisipasi dalam mendukung produk lokal dan program persyarikatan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.  #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman, Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Senam Bahagia Muhammadiyah–‘Aisyiyah Meriahkan Muhammadiyah Sleman Expo #1

Rangkaian kegiatan Muhammadiyah Sleman Expo #1 yang digelar pada 9–11 Januari 2026 semakin semarak dengan pelaksanaan Senam Bahagia Muhammadiyah–‘Aisyiyah. Kegiatan ini akan berlangsung pada Ahad, 11 Januari 2026, bertempat di Lapangan Denggung, Sleman, mulai pukul 06.30 WIB hingga selesai. Senam massal ini terbuka untuk warga Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, serta masyarakat umum yang ingin memulai hari dengan aktivitas sehat dan penuh keceriaan. Kegiatan senam tersebut merupakan kolaborasi antara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sleman sebagai bagian dari upaya membumikan gaya hidup sehat di tengah masyarakat. Mengusung tema kebugaran jasmani dan kebahagiaan bersama, senam ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi lintas amal usaha dan organisasi otonom Muhammadiyah. Panitia menyampaikan bahwa Senam Bahagia Muhammadiyah–‘Aisyiyah tidak hanya berorientasi pada aktivitas fisik, tetapi juga menjadi sarana membangun semangat kolektif dan optimisme warga persyarikatan. Hal ini sejalan dengan tagline kegiatan, yakni “‘Aisyiyah Bahagia | Bugar ‘Aisyiyah | Bugar Muhammadiyah”, yang menekankan pentingnya kesehatan sebagai fondasi dakwah dan pengabdian sosial. “Menambah daya tarik peserta, panitia telah menyiapkan berbagai doorprize menarik dengan konsep full door prize. Beragam hadiah disediakan, mulai dari peralatan rumah tangga, perlengkapan elektronik, hingga hadiah utama berupa sepeda motor.  Ditargetkan 6000 peserta akan memenuhi lapangan Denggung”  tutur  Eko Sumardiyanto OC Panitia. Pelaksanaan senam pada pagi hari dipilih agar peserta dapat merasakan manfaat kebugaran secara optimal, sekaligus memanfaatkan suasana Lapangan Denggung yang luas dan representatif. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pembuka yang energik sebelum masyarakat mengunjungi berbagai stan dan agenda lain dalam Muhammadiyah Sleman Expo #1. Muhammadiyah Sleman Expo #1 sendiri merupakan ajang pameran dan temu warga persyarikatan yang menampilkan potensi amal usaha Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, serta berbagai komunitas pendukung di Kabupaten Sleman. Expo ini diharapkan menjadi media syiar, edukasi, dan penguatan jejaring sosial-keumatan. Dengan digelarnya Senam Bahagia Muhammadiyah–‘Aisyiyah, panitia berharap pesan hidup sehat, bahagia, dan produktif dapat tersampaikan secara luas. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam mendorong masyarakat yang tidak hanya kuat secara spiritual dan intelektual, tetapi juga sehat secara fisik. Masyarakat pun diajak untuk hadir dan meramaikan kegiatan ini sebagai bagian dari semangat kebersamaan dalam Muhammadiyah Sleman Expo #1.  #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman,

Loading

 Muhammadiyah Sleman Expo #1 Hadirkan Lomba Gobag Sodor untuk Siswa SD dan MI

Dalam rangka memeriahkan gelaran Muhammadiyah Sleman Expo #1, panitia menghadirkan kegiatan edukatif dan rekreatif berupa Lomba Gobag Sodor yang diperuntukkan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Ahad, 11 Januari 2026, bertempat di Atrium Shinta, Sleman City Hall, mulai pukul 14.30 hingga 17.30 WIB. Lomba Gobag Sodor ini menjadi salah satu agenda unggulan dalam Muhammadiyah Sleman Expo #1 yang berlangsung selama tiga hari, yakni 9–11 Januari 2026. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini dirancang untuk menghidupkan kembali permainan tradisional di kalangan pelajar sekaligus menanamkan nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, dan kerja sama tim sejak usia dini. Panitia menyampaikan bahwa peserta lomba dibatasi maksimal 16 tim, dengan ketentuan setiap sekolah hanya diperkenankan mengirimkan satu tim, yang merupakan tim putri dari masing-masing SD atau MI Muhammadiyah. Setiap tim terdiri atas maksimal delapan orang pemain dan satu orang ofisial, sehingga kompetisi dapat berlangsung efektif dan terorganisasi dengan baik. Menariknya, lomba ini tidak dipungut biaya pendaftaran alias gratis. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif dari sekolah-sekolah Muhammadiyah di seluruh wilayah Kabupaten Sleman tanpa terkendala faktor biaya. “Kami ingin lomba ini menjadi ruang kegembiraan dan pembelajaran, bukan sekadar persaingan,” tutur Irfan Yanuar panitia lomba. Dalam pelaksanaannya, panitia akan menetapkan empat tim terbaik sebagai juara, yakni juara 1, 2, 3, dan 4. Para pemenang nantinya akan memperoleh apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan kemampuan yang ditampilkan selama pertandingan. Lomba ini juga diharapkan menjadi sarana pembinaan bakat dan minat siswa di bidang olahraga tradisional. Selain nilai kompetisi, Gobag Sodor dipilih karena sarat dengan filosofi kebersamaan dan strategi. Permainan ini menuntut kekompakan, kecepatan berpikir, serta kejujuran dalam bermain, yang sejalan dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang terus dikembangkan di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Panitia mengajak seluruh SD dan MI Muhammadiyah di Sleman untuk segera mendaftarkan timnya. Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan dengan menghubungi Kang Irfan Yanuar melalui nomor 0819-0333-3812. #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman,

Loading

Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE#1) Tahun 2026, “Meningkatkan Sinergi dan Inovasi Amal Usaha Muhammadiyah untuk Sleman Maju dan Berdaya Saing”.

 Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman akan menggelar Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE#1) Tahun 2026 pada 9–11 Januari 2026 bertempat di Sleman City hall Sleman. Kegiatan ini dirancang sebagai ajang strategis untuk mempertemukan masyarakat dengan berbagai inovasi, peluang usaha, serta nilai-nilai pemberdayaan yang dikembangkan oleh Muhammadiyah di Sleman . Expo perdana tersebut mengusung tema “Meningkatkan Sinergi dan Inovasi Amal Usaha Muhammadiyah untuk Sleman Maju dan Berdaya Saing”. Tema ini menegaskan komitmen Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang tidak hanya bergerak di bidang dakwah, tetapi juga berperan aktif dalam penguatan ekonomi, pendidikan, dan sosial budaya masyarakat Sleman . Menurut Ketua Panitia H. Nasirun S.AP Ketua SC “ MSE#1 bertujuan mempererat koordinasi dan kolaborasi antar pimpinan cabang, ranting, serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Selain itu, expo ini diharapkan mampu meningkatkan citra dan peran Muhammadiyah di Kabupaten Sleman sekaligus menjadi wadah promosi berbagai amal usaha kepada masyarakat umum” . Menurut Eko Sumardiyanto Ketua OC Panitia MSE 1 “ Beragam kegiatan akan memeriahkan MSE#1 2026, mulai dari pameran potensi cabang dan ranting, pendidikan, UMKM, hingga business exposure. Agenda lainnya meliputi tabligh akbar, seminar pendidikan, ekonomi dan bisnis, pagelaran seni budaya, gathering komunitas, serta olahraga dan perlombaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat” . Target audiens expo ini cukup luas, mencakup masyarakat Sleman dan sekitarnya, pelaku UMKM, akademisi, pelajar dan mahasiswa, Amal Usaha Muhammadiyah, mitra strategis, sponsor, hingga dinas pemerintahan terkait. Bahkan, kegiatan ini juga dibuka untuk wisatawan mancanegara yang berada di wilayah Sleman dan sekitarnya . Pelaksanaan kegiatan akan dipusatkan di area SCH Denggung, dengan rangkaian agenda yang tersebar selama tiga hari. Hari pertama diisi dengan pembukaan expo, kunjungan stand, pentas kreasi pendidikan, talkshow ekonomi, hingga pagelaran seni budaya. Hari kedua menghadirkan pengajian akbar, talkshow pendidikan, serta pentas seni pelajar. Sementara hari ketiga diisi dengan senam bersama, pentas seni kreatif, talkshow UMKM digital, gathering komunitas, dan penutupan expo . Selain menjadi ruang promosi dan edukasi, MSE#1 2026 juga menawarkan manfaat bagi sponsor dan mitra, antara lain brand exposure melalui berbagai media promosi, peluang networking dengan ribuan pengunjung, serta kontribusi dalam membangun citra positif melalui dukungan terhadap kegiatan pemberdayaan masyarakat . Melalui Muhammadiyah Sleman Expo #1, PDM Sleman optimistis dapat menghadirkan langkah konkret dalam mendorong kemandirian ekonomi dan memperkuat peran Muhammadiyah sebagai motor penggerak kemajuan masyarakat di Kabupaten Sleman . Melalui Muhammadiyah Sleman Expo #1, PDM Sleman berharap dapat menghadirkan ruang kolaborasi, inspirasi, dan inovasi yang berdampak nyata bagi kemajuan Sleman yang berdaya saing, sejalan dengan nilai-nilai dakwah dan tajdid Muhammadiyah. Rep  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PCM Gamping Ajak PRM dan PRA Ikuti Rihlah Edukatif ke Blimbingrejo

Gampig, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gamping mengajak seluruh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) se Cabang untuk mengikuti Rihlah Edukatif ke PRM Blimbingrejo, Jepara, Sabtu-Ahad (3-4/1/2026). Selain PRM dan PRA kegiatan kunjungan belajar tersebut juga diikuti PCA, PCPM, HW Kwarcab, Kokam, KL Lazismu Gamping, dan Takmir Masjid Ar Rahman Baturan (Juara 1 Masjid Unggul se Cabang tahun 2025). Jumlah total 50 orang. Menggunakan big bus berangkat dari Kantor PCM Gamping hari Sabtu malam. “Tujuannya adalah belajar bagaimana pengelolaan pengajian di Blimbingrejo sehingga bisa dihadiri lebih dari 1.000 jama’ah,” jelas Ketua PCM Gamping, Muhaimin. Pengajian dengan jama’ah lebih dari 1.000 orang tersebut dilaksanakan pada Ahad Pertama tiap bulan. Rombongan juga mengikuti Kajian Ahad Pagi pada tanggal 4 Januari, dimulai pukul 05.30 hingga 07.00, pagi itu diisi Ustadz Dr. Syakir Jamaluddin, M.A., Majelis Tabligh PP Muhammadiyah. Blimbingrejo adalah satu kelurahan di Kecamatan Nalumsari. Jumlah warga di desa sekitar 8.000 orang. “Jumlah warga Muhammadiyah tidak sampai separohnya. Mungkin sekitar 3.000 orang,” papar Edi Purwanto, Ketua PRM Blimbingrejo. Lebih lanjut ia mengatakan, rantingnya memiliki 9 kelompok jama’ah (mereka juga menyebutnya sebagai anak ranting). Di kelompok-kelompok tersebut pembinaan jama’ah dilaksanakan secara intensif. “Tiap Ahad Pagi kelompok-kelompok tadi mengadakan pengajian rutin,” katanya. Pembinaan melalui kelompok kecil menuai hasil positif, terbukti para jama’ah dari kelompok kecil dengan ringan hadir dalam pengajian tiap bulan dengan cakupan satu Ranting. Ketika dimulai tahun 2018 langsung dihadiri sekitar 900 jama’ah. Menurut Edi, pengajian tiap bulan tersebut seluruhnya dilaksanakan oleh Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Blimbingrejo, baik dari persiapan, pelaksanaan, hingga usai pelaksanaan. Infaq masuk seluruhnya dikelola PRPM. “Di Blimbingrejo jumlah angkatan muda Muhammadiyah (PRPM, PRNA, dan IPM) mencapai 300 orang,” ungkapnya. Pernah satu saat, kata Edi, Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah (Jamaluddin Ahmad) minta para angkatan muda dikumpulkan dalam waktu singkat. “Karena sudah biasa dikumpulkan, mereka bisa kumpul dalam jumlah 100-an. Pak Jamal sangat kagum ketika itu,” katanya datar. Peserta rihlah dari PCM Gamping mengakui sangat kagum dengan penjelasan tersebut dan bertekad menerapkan ilmu yang diterima untuk diterapkan di tempat masing-masing sesuai dengan karakter Rantingnya. Ketika ditanya tentang penyediaan konsumsi (pagi itu kebetulan nasi bungkus) dengan jumlah lebih dari 1.000 bungkus/boks, Edi menjelaskan, bahwa semuanya ditangani angkatan muda Muhammadiyah setempat. Dalam praktiknya mengajak jama’ah tiap-tiap kelompok memberikan supportnya. “Sehingga semua menjadi ringan,” tuturnya. (*) Dikirim: Heru Prasetya (Sekretaris PCM Gamping)

Loading