Keikhlasan Hajah Amronah Mewakafkan Tanah Dan Rumah Senilai Rp. 7 M Untuk Muhammadiyah Berbah

Berbah, Pdmsleman.Or.id Ikrar wakaf Hajah Amronah Fadhil kepada H. Ahmad Muhajir Hanifi,SAg atas Nama Perserikatan Muhammadiyah dengan Ikrar Wakaf nomor : WT.2/200/2025 pada hari Senin 15 Desember 2025 atau 24 Jumadil akhir 1447 H dihadapan  Dulrohman SAg Pejabat Pembuat  Akte lkrar Wakaf (PPAIW) Kapanewon Berbah/ Kabupaten Sleman yang berdasarkan pasal 37 Peraturan Pemerintah nomor 42 tahun 2006 tentang pelaksanaan Undang Undang nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf diangkat menjadi Pejabat Pembuat Akte Ikrar wakaf (PPAIW) dengan dihadiri dan di saksikan oleh saksi  Herman Padiyanto,SE Pimpinan MPW PCM Berbah dan Parjino Karyawan KUA Berbah. Ikrar wakaf  berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Berbah, Sleman, Yogyakarta. Hadir dalam pembacaan ikrar wakaf  dari Majlis Pendayagunaan Wakaf (MPW)  Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Dr. Jarot Wahyudi,SH,MA, Winaryo, SH, M,Si, Dukuh Tegalsari Tegaltirto, Berbah Andi Herisanto, S.Pt. Ketua MPW PWM Dr. Jarot Wahyudi, SH, MA mengucspka terimakasih  kepada kepala KUA Berbah yang telah memfasilitasi ikrar niat baik ibu Hajah Amronah Fadhil. bahwa wakaf dari Hajah Amronah Fadhil  beralamat di Karangkajen, Brongtokusuman,  Mergangsan, Jogja adapun tanah  wakaf berlokasi di jalan Sampaan-Berbah padukuhan Tegalsari, Tegaltirto, Berbah, Sleman berupa tanah Sawah seluas 652m² yang diatasnya berdiri bangunan rumah baru dan wakaf produktif berupa tanah sawah seluas 745m². merupakan wakaf ke 4 kepada Nadzir Muhammadiyah. Wakaf ke empat ini senilai 7 Milyard. Diamanahkan kepada Perserikatan Muhammadiyah Cabang Berbah. Semoga kita semua bisa amanah memanfaatkan wakaf beliau Hajah Amronah. Sebagai nadzir kita wajib menjaga agar aset wakaf ini dikembangkan sesuai dengan Ikrar beliau. Wakaf tersebut akan diperuntukkan sebagai kantor Pimpinan Cabang Muhammadiyah Berbah, Gedung Da’wah Hajah Amronah Fadhil juga Kantor LazisMu Berbah, termasuk kegiatan Islam lainnya dan juga wakaf produktif berupa sawah. “semoga kita bisa menjalankan dengan  amanah dan memanfaatkan  secara maksimal.” Ketua PCM Berbah H. Ahmad Muhajir Hanifi, SAg mewakili Nadzir Perserikatan Muhammadiyah menerima wakaf  berupa sebidang tanah sawah yang diatasnya berdiri bangunan rumah tinggal yang baru  serta wakaf tanah sawah produktif di padukuhan Tegalsari, Tegaltirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Wakaf tersebut  akan dipergunakan sebagai Kantor PCM, dan Gedung Da’wah Hajah Amronah Fadhil. Semoga Hj. Amronah Fadhil beserta keluarga mendapatkan ganjaran pahala yang  tidak berhenti  senantiasa terus mengalir. “Semoga Allah memudahkan kami selaku wakil Nadzir untuk mengelola wakaf tersebut.” Selaku wakif pemberi wakaf Hajah Amronah Fadhil sangat bersyukur karena Allah memberikan jalan kebaikan dengan menggerakkan niat untuk mewakafkan semua miliknya. Semoga semua yang diwakafkan memberikan  manfaat kepada diri dan keluarga, dan juga bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat Islam dan warga besar Muhammadiyah. Lebih lanjut Hj. Amronah menyampaikan bahwa dirinya sudah tidak memiliki apa-apa karena semua sudah diwakafkan . Wakaf tanah ini merupakan yang terakhir. ” Bahkan rumah tinggal di Karangkajen sudah diwakafkan berapa waktu yang lalu.” Ungkap Hajah Amronah dengan senyum lembut dibayang keikhlasan yang teduh. Rep      : Kusnadi  Berbah Editor  : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pusat Studi Muhammadiyah Gelar Seminar Pendidikan: Pendidikan Bermutu untuk Semua, Ada Beasiswa bagi Guru Belum S1

Sleman, Pdmsleman.Mu.Or.Id Dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru serta mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan, telah diselenggarakan Seminar Pendidikan dan Sosialisasi Regulasi Guru dengan tema “Meningkatkan Profesionalisme Guru demi Terciptanya Pendidikan Bermutu untuk Semua” pada Senin, 15 Desember 2025 bertempat di Hotel Ramada by Wyndham Jl. Magelang KM 14 Sleman Yogyakarta Kegiatan ini diikuti oleh Dinas Pendidikan DIY, Kepala Sekolah, dan guru SMP dan SMA di Yogyakarta sejumlah 100 peserta. Seminar ini bertujuan memberikan sosialisasi regulasi guru untuk meningkatkan profesionalisme demi terciptanya pendidikan bermutu untuk semua khususnya guru dan kepalasekolah SMP SMA di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu juga memperkuat profesionalisme guru dalam meningkatkan mutu pendidikan sebagai fondasi utama tercapainya pembelajaran bermutu di sekolah. Tujuan lain adalah menjaring ide dan gagasan dari penggerak pendidikan di sekolah yang ada di Yogyakarta terkait peluang dan tantangan yang dihadapi dalam profesionalisme guru dan kepala sekolah dalam peningkatan mutu. Dalam sambutannya, Direktur Pusat Studi Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., MPA menyambut gembira karena dapat bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah khususnya Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru yakni tentang Kebijakan dan Peningkatan Profesionalisme Guru. “ Peningkatan profesionalisme menjadi tugas kita bersama karena kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru, jika guru berkualitas maka tentu pendidikan akan berkualitas maju. Mutu pendidikan terus kita perjuangkan walaupun pemerintah menghadapi dua tantangan sekaligus dalam pendidikan,yang pertama akses pendidikan yang merata dari Miangas sampai Pulau Rote, akses sarana prasarana dan yang kedua mutu pendidikan, hal ini menjadi penting dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru, ungkap Bachtiar Dwi Kurniawan. Sebagai nara sumber, dihadirkan staf khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Arif Jamali Muis, S.Pd, M.Pd memaparkan hal sangat penting terkait pendidikan agar bermutu yakni ‘guru harus kompeten dan sejahtera, tanpa itu maka proses pembelajaran, proses pendidikan itu tidak akan berjalan dengan baik, guru itu harus kompeten, hampir 90 persen program kementerian dikdasmen tahun 2025 ini untuk menunjang agar guru kompeten dan sedikit banyak agar guru sejahtera; pembelajaran mendalam, pelatihan guru, pelatihan stem dll semua itu agar guru-guru kompeten. Termasuk tahun 2026 ada beasiswa guru yang belum S1 dan D-4. Ada sekitar 150.000 guru se-Indonesia yang belum S1. Maka akan dibuka beasiswa jika mungkin bisa ditempuh 1 tahun maka yang bersangkutan  kira-kira bisa menyelesaikan S1. Dan diharapkan nantinya akan mendapat tunjangan sertifikasi, papar Arif Jamali Muis Berbagai kebijakan dan regulasi guru, termasuk standar kompetensi, pengembangan keprofesian berkelanjutan, serta implikasi regulasi terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Peserta diajak untuk memahami regulasi tidak hanya sebagai aturan atau beban administratif, tetapi sebagai instrumen untuk melindungi profesi guru dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Selanjutnya FGD/Forum Group Diskusi menghadirkan tiga nara sumber yaitu Fatur Rahman, M.Si dengan materi Profesionalisme dan kepemimpinan adaptif, membangun budaya kerja postitif di lingkungan sekolah, Paparan kedua oleh Nurwanto, S.Ag, M.A., M.Ed., Ph.D dengan materi Penguatan karakter dan etika profesi guru dari regulasi ke Implementasi. Paparan ketiga oleh Dr. H. Ridwan Furqoni, S.Pd. I, M.P.I. Praktisi, dan kepala sekolah menyampaikan materi tentang Membangun pendidikan berkeadilan. Fatur Rahman, M.Si, merupakan praktisi pendidikan dan Majelis Dikdasmen dan PNF PWM D.I. Yogyakarta menyampaikan kepada peserta siapkah kita menjadi bagian perubahan itu ? Bagaimana respon kita? Apakah bersikap resisten, cemas atau sekedar kepatuhan adminstratif saja? Diperlukan kepemimpinan adaptif yaitu kemampuan pemimpin sekolah untuk menavigasi perubahan, ketidakpastian dan kompleksitas dengan cara membantu warga sekolah untuk belajar, menyesuaikan diri dan menemukan solusi bersama bukan sekedar menerapkan aturan atau prosedur. Bagaimana kepemimpinan adaptif meningkatkan profesionalisme guru? Profesionalisme guru bukan hasil dari perintah/intruksi, bukan karena pengawasan ketat dan bukan dari insentif administrative, melainkan hasil dari focus pada identitas bukan sekedar target, kesadaran terhadap makna dan tujuan pendidikan serta kompetensi yang berkembang. Nurwanto, S.Ag, M.A., M.Ed, Ph.D dalam paparan kedua menyampaikan bahwa penerapan kebijakan beban kerja, kinerja, kesejahteraan dan karakter/etik ditentukan oleh kesiapan budaya, kepemimpinan etis, dan system sekolah disamping regulasi yang berorientasi mutu dan berkeadilan. Sedangkan Dr. H. Ridwan Furqoni, S.Pd. I, M.P.I. menyampaikan ketidakadilan/kesenjangan terhadap guru baik dalam status dan perlindungan kerja; perbedaan hak antara guru ASN dan honorer, GTY, GTT, perlindungan hokum, jenjang karir dll. Adapun solusi dalam membangun pendidikan berkeadilan diantaranya; peningkatan anggaran pendidikan, pemberlakuan keadilan bagi guru negeri dan swasta,peningkatan kompetensi guru, pendidikan agar tidak formalistic dan lebih subtantif dan bermakna serta perlindungan hokum bagi pendidik Acara diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan seputar implementasi regulasi di sekolah, tantangan yang dihadapi guru, serta solusi untuk menyelaraskan kebijakan dengan praktik pembelajaran di kelas. Hal ini menunjukkan antusiasme peserta dalam upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme sebagai pendidik. Melalui seminar dan sosialisasi ini, diharapkan para kepala sekolah dan guru mampu mengimplementasikan regulasi secara tepat dan berintegritas, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada mutu. Dengan demikian, upaya pendidikan bermutu untuk semua dapat terwujud secara berkelanjutan. Rep  H. Wahdan Arifudin S.Pd   SMPM 2 Godean MPI PDM Sleman

Loading

Muhammadiyah Perkuat Persaudaraan Bangsa Bantu Penyintas Bencana Aceh dan Sumatra

Muhammadiyah perkuat persaudaraan dan ukhuwah bangsa melalui konsolidasi gerakan nasional penghimpunan bantuan untuk penyintas bencana di Aceh, Sumatra Barat (Sumbar), dan Sumatra Utara (Sumut). Pada tahap awal ini aksi bantuan Muhammadiyah diberikan dalam bentuk respon tanggap darurat, yang leading sektornya adalah Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU). Setelah assessment awal dilakukan oleh MDMC, dilanjutkan menyusun peta lokasi terdampak dan kebutuhan penyintas, Muhammadiyah juga menerjunkan relawan kesehatan yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah. Pada tahap respon tanggap darurat ini Muhammadiyah telah menerjunkan ratusan relawan, serta bantuan kebutuhan pokok untuk para penyintas seperti obat-obatan, makanan siap saji, tenda, selimut, dan kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, Muhammadiyah juga memberikan bantuan intangible dengan penerjunan relawan dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) untuk memberikan layanan psikososial, serta relawan kesehatan dari Rumah Sakit Muhammadiyah-’Aisyiyah (RSMA) yang berasal dari Pulau Jawa dan Sumatra. Relawan yang diterjunkan menembus berbagai lokasi bencana yang terisolir di Aceh, Sumbar, dan Sumut itu berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Lampung, Bengkulu, dan lainnya yang dikoordinasi MDMC PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir yang berkunjung langsung ke Aceh, Sumut, dan Sumbar pada Selasa (15/12/2025) juga menyerahkan bantuan senilai Rp. 7,5 miliar untuk ketiga provinsi terdampak bencana itu. Jumlah tersebut merupakan hasil penghimpunan donasi yang dilakukan oleh Lazismu, dan donasi dari pengusaha sekaligus warga Muhammadiyah yang bernama Yendra Fahmi untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar. Warga Muhammadiyah Bergerak Satu Barisan Bantu Aceh dan Sumatra “Muhammadiyah terus mengonsolidasi gerakannya lewat MDMC, Lazismu, MPKU, dan mengerahkan seluruh apa yang kami miliki, berupa dana, tenaga, termasuk para sukarelawan dokter dan sukarelawan lainnya untuk penanggulangan kedaruratan bencana,” kata Haedar. Di tengah bencana seperti saat ini, lanjut Haedar, perbedaan pandangan dan pendapat adalah satu hal yang biasa muncul. Sebab bencana itu ada karena beberapa sebab – ada sebab manusia, ada pula hal-hal yang sifatnya metafisik. Sebagai orang beriman, lanjut Haedar diperlukan kesabaran dan ketabahan dalam berikhtiar. Haedar juga menegaskan dan mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk berada dalam satu barisan. “Tetapi, mohon bahwa semuanya hal itu kita satukan bersama untuk menanggulangi bencana dan derita saudara-saudara kita, ini jauh lebih diutamakan pada saat ini. Setelah ini, mari kita memperbaiki hal-hal yang kira-kira menjadi sebab dari bencana ini,” jelasnya. Setelah melihat situasi kerusakan di ketiga Provinsi, Haedar mendorong respon tanggap darurat dengan peralatan modern yang kompatibel, serta sistem manajemen penanganan bencana yang matang. Semua bantuan yang diberikan Muhammadiyah baik bantuan tangible maupun intangible tidak hanya diberikan kepada warga Muhammadiyah maupun umat Islam saja, tapi untuk semua penyintas tanpa terkecuali. Sebab standar penanganan kebencanaan MDMC memiliki tiga prinsip utama yaitu kemanusiaan global, imparsialitas dan netralitas, dan profesionalisme teknis yang sesuai dengan standar dari World Health Organization (WHO). Selain itu, landasan operasional Muhammadiyah untuk menangani bencana juga mengacu pada prinsip-prinsip yang ada di Fikih Kebencanaan yang merupakan produk pemikiran Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Muhammadiyah Berikan Pertolongan Berkelanjutan untuk Penyintas Bencana Muhammadiyah ketika memberikan bantuan tidak hanya datang, memberi, lalu pergi. Sebab dalam bingkai gerakan penanganan kebencanaan yang dimiliki Muhammadiyah menggunakan wawasan keberlanjutan. Ketika menanggapi sebuah bencana Muhammadiyah memiliki tahapan atau fokus kerja. Pada tahap awal ini, sebagaimana yang dijelaskan Ketua PP Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, respon yang diberikan adalah tanggap darurat. Respons tanggap darurat telah diberikan Muhammadiyah sejak Tanggal, 27 November 2025 dengan leading sektornya adalah MDMC, Lazismu, MPKU, Majelis Diktilitbang, MPKS, Majelis Tabligh dan LDK. Setelah masa tanggap darurat, respon selanjutnya adalah tahap transisi darurat ke pemulihan dengan melibatkan Majelis Dikdasmen, Lazismu, Diktilitbang, MPKS, serta Majelis Tabligh dan LDK. Kemudian pada tahap ketiga yaitu rehabilitasi dan rekonstruksi yang diberikan Muhammadiyah melalui Majelis Dikdasmen, Lazismu, MPM, Diktilitbang, MPKS, Majelis Tabligh dan LDK, serta Ortom dan LLHPB ‘Aisyiyah.

Loading

Risalah Islam Berkemajuan, Tegaskan Komitmen Memajukan Kesejahteraan Turi

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi kembali menggelar Kajian Ahad Kliwon yang berlangsung khidmat pada Ahad, 14 Desember 2025, bertepatan dengan 25 Rajab 1447 Hijriah. Kegiatan yang diikuti oleh jajaran pimpinan persyarikatan, pimpinan dan pegawai amal usaha Muhammadiyah, serta jamaah pengajian ini menghadirkan Dr. H. Gita Danu Pranata, MM sebagai narasumber utama. Kajian tersebut mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Turi dalam Perspektif Risalah Islam Berkemajuan.” Dalam kesempatan tersebut, Drs. Bambang Rahmanto selaku Ketua PCM Turi menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dari SD Muhammadiyah Balerante dan kepada jama’ah yang tetap bersemangat hadir meski dalam kondisi hujan. Ikhlas ora ikhlas Mangkat, Ikhlas ora ikhlas Rapat, Ikhlas ora ikhlas Semangat, Ikhlas ora ikhlas Infak, Gerimis sithik Ngaji, Rada greges² Ngaji, Ora duwe duit Ngaji, Donya akherat Mukti tutur Bambang mengutip dari Kyai Ahmad Dahlan. Disamping itu disampaikan perolehan donasi warga Muhammadiyah Turi untuk saudara kita yang terkena musibah di Sumatra sementra terkumpul Rp. 42.000.000 dan masih terus bertambah yang dikoordinir oleh Lazismu Turi untuk selankutnya ke Daerah. Dalam paparannya, Dr. Gita Danu menegaskan bahwa tema Milad ke-113 Muhammadiyah, yakni Memajukan Kesejahteraan Bangsa, bukan sekadar rangkaian kata yang indah, melainkan merupakan azzam dan peta jalan perjuangan persyarikatan. Menurutnya, Muhammadiyah sejak awal berdiri telah menjadikan kemajuan dan kesejahteraan sebagai karakter gerakan. “Tema ini bukan slogan, tetapi pedoman untuk bertindak dan bekerja nyata,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa usia Muhammadiyah yang telah melampaui satu abad justru menunjukkan organisasi ini semakin matang dan kokoh dalam perannya di tengah masyarakat. “Muhammadiyah semakin tua justru semakin kuat, semakin menunjukkan kiprahnya. Ini yang membedakan dengan banyak organisasi lain,” kata Gita Danu. Tema besar memajukan kesejahteraan bangsa, lanjutnya, sangat relevan jika diturunkan dalam konteks lokal, termasuk di PCM Turi. Ia menilai tidak ada pertentangan antara cita-cita nasional dan gerakan di tingkat cabang. “Memajukan kesejahteraan Turi adalah bagian dari memajukan kesejahteraan bangsa. Maju dan sejahtera adalah impian semua pihak, baik individu, amal usaha, pegawai, maupun warga persyarikatan,” jelasnya. Kajian ini memberi pemahaman utuh tentang nilai-nilai Muhammadiyah. Ia menilai Risalah Islam Berkemajuan menjadi panduan penting bagi pimpinan dan warga persyarikatan dalam menjalankan peran sosial dan keumatan. “Apa yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi kita saat ini, khususnya dalam mengelola amal usaha agar memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Dr. Gita Danu juga menyinggung pengakuan internasional terhadap Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan modern yang memiliki amal usaha kuat di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial ekonomi. Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari konsistensi Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam yang berkemajuan. “Muhammadiyah tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga diapresiasi di tingkat global,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Risalah Islam Berkemajuan bukanlah upaya memberi label baru pada Islam, melainkan penegasan bahwa ajaran Islam pada hakikatnya mendorong kemajuan. Gagasan ini, menurutnya, telah dicontohkan langsung oleh pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, yang menekankan pentingnya berpikir maju, berilmu, dan beramal nyata. Dalam risalah tersebut, Muhammadiyah telah merumuskan prinsip-prinsip dasar yang menjadi panduan warga dan pimpinan persyarikatan, mulai dari penguatan tauhid sebagai fondasi, hingga pengembangan amal usaha sebagai sarana mewujudkan kesejahteraan. “Jika umat belum maju dan sejahtera, berarti ada yang perlu dievaluasi dan diperbaiki dalam cara kita memahami dan mengamalkan Islam,” tegasnya. Kajian Ahad Kliwon PCM Turi ini diharapkan mampu membumikan Risalah Islam Berkemajuan secara konkret, tidak hanya dalam wacana, tetapi juga dalam praktik kehidupan bermasyarakat. Melalui sinergi antara pimpinan, amal usaha, dan jamaah, Muhammadiyah Turi optimistis dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang maju, berkeadaban, dan sejahtera. Rep & Editor Arief Hartanto   PCM Turi, MPI PDM Sleman

Loading

Donasi SD Muhammadiyah Pajangan 2 Gandu peduli Aceh dan Sumatera 

Berbah, Pdmsleman.Mu.Or.Id Bentuk kepedulian siswa guru karyawan beserta wali SD Muhammadiyah Pajangan 2 dengan mengumpulkan donasi sebesar Rp 3.000.000 untuk musibah  Banjir Bandang di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatra Barat.Donasi diserahkan melalui LazisMu  Berbah Kamis 11 Desember 2025 di  depan siswa, guru , karyawan dan wali murid SD  Muhammadiyah Pajangan 2, di Gandu, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Penyampaian donasi juga bertepatan dengan Festival Open School SD Muhammadiyah Pajangan 2 yang dihadiri pengawas SD Supriyati Basuki Rahayu. MPd,  dukuh Gandu. Babinsa, babinkamtibmas Sendangtirto, murid, guru, karyawan dan wali murid. Kepala Kantor LazisMu Berbah Saifu Rizal, SH yang didampingi ketua Pimpinan  Ranting Muhammadiyah  Sendangtirrto  H. Sujarwo,SPd memberikan apresiasi atas donasi kepedulian dari siswa , guru , karyawan serta wali murid SD Muhammadiyah Pajangan 2 dalam rangka membantu korban bencana banjir bandang di Aceh , Sumatera Utara dan Sumatra Barat. Nantinya akan dikirimkan kepada  korban bencana melalui LazisMu Berbah secara bersamaan.” Donasi yang diberikan akan sangat bermanfaat bagi para korban bencana. Semoga menjadi amal terus menerus  tidak terhenti. Semoga SD Muhammadiyah Pajangan 2 semakin diberkati membawa manfaat dan barokah buat semua.” Kepala sekolah SD Muhammadiyah Pajangan 2 Indriyani, SPd, MPd mengucapkan terimakasih kepada semua yang telah memberikan donasi yang sudah terkumpul dan sudah diserah kepada LazisMu Berbah untuk selanjutnya disampaikan kepada korban banjir bandang di Aceh Sumatera Utara, Sumatera Barat dan sekitarnya.Pengumpulan donasi dilakukan untuk mengenalkan siswa akan  rasa kepedulian kepada sesama yang terkena musibah. Karena peduli dan saling membantu merupakan sebagian dari ajaran Islam dan Perserikatan Muhammadiyah.“Harapannya dengan donasi ini menjadikan siswa semakin peduli sesama dalam situasi apapun.” Indriyani juga menyampakan bahwa kegiatan infak dan sodakah sudah menjadi kegiatan harian bagi siswa. Setiap hari siswa mengumpulkan infak yang dipergunakan ketika menjenguk   teman yang sakit atau keluarganya meninggal.Siswa, guru dan karyawan membiasakan melayat bila ada warga kampung yang ada disekitar sekolahan.” Semua diajak melayat bersama sama, sebagai bentuk kepedulian, penghormatan dan mempererat silaturrahmi.” Tutur Indri. Kegiatan terkait pembelajaran kepedulian sesama adalah setiap menjelang bulan suci Ramadhan siswa guru dan karyawan membagikan bingkisan sembako kepada warga  duafa yang berada di radius satu kilometer. Pada saat tersebut siswa dibagi menjadi beberapa kelompok didampingi guru dan karyawan menyerahkan langsung kepada kaum duafa yang sudah terdata melalui pemerintah setempat. Untuk program jelang Ramadhan yang lalu  membagikan 200 paket sembako.Harapannya jelang Ramadhan nanti akan lebih meningkat.” Kegiatan kecil sebagai  bentuk kepedulian kepada sesama semoga menjadi kenangan dan pembelajaran untuk lebih peduli kepada penderitaan orang lain.” Pungkas Indriyani yang tinggal di Bantengan jl. Kaliurang km 8. Kusnadi KIM Berbah Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Festival Open School SD Muhammadiyah Pajangan 2 Berbah Unjuk Talenta untuk Masa Depan Gemilang

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Festival Open School SD Muhammadiyah Pajangan 2 dan penyerahan donasi bencana  Aceh dan Sumatera sejumlah 3 juta rupiah melalui LAZISMU Berbah berlangsung di halaman SD Muhammadiyah Pajangan 2, Gandu Sendangtirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Kamis 11 Desember 2025. Kepala sekolah SD Muhammadiyah Pajangan 2, Indriyani, SPd, MPd mengucapkan terimakasih kepada tamu undangan dan para sponsor sehingga acara bisa berjalan sesuai yang diharapkan.Kegiatan Festival Open School merupakan hasil dari  kerja  keras, kerja cerdas dan kerjasama guru ,karyawan dan Komite sekolah.Terutama ibu ibu  atau emak emak yang hebat.Adapun maksud diadakan Kegiatan Festival Open School sebagai tempat mengekpresikan talenta siswa SD Muhammadiyah Pajangan 2. “Bahwa dengan adanya wadah unjuk ekspresi akan muncul talenta yang baik untuk bekal menapaki kehidupan di masa mendatang.” Tutur Indriyani. Selain itu Festival Open School juga menyelenggarakan berbagai lomba untuk jenjang  Taman Kanak Kanak (TK) di sekitar. Adapun lomba berupa Mewarnai, lomba Adzan, tahfidz Al Qur’an dan lainnya. Pemenang lomba akan mendapatkan apresiasi dari SD Muhammadiyah Pajangan 2 sebagai kenangan. Pengawas Korwil Berbah Supriyati Basuki Rahayu,SPd, MPd. Memberikan apresiasi atas diselenggarakannya festival Open School SD Muhammadiyah Pajangan 2, sebagai tempat mengembangkan bakat siswa.Kegiatan ini pastilah merupakan kolaborasi kerjasama yang solid antara pihak sekolah, komite,  POT serta dukungan pihak lainnya untuk kemajuan dan perkembangan SD Muhammadiyah Pajangan 2.Semoga kegiatan kegiatan  Festival Open School  yang baik  seperti ini akan bisa dilaksanakan pada tahun tahun  berikutnya. “Semoga kegiatan  berikutnya terselenggara akan lebih baik lagi.” Pimpinan Ranting Muhammadiyah Ranting Sendangtirto H.Sujarwo, SPd Mengucapkan terimakasih kepada guru, karyawan kamite, wali murid yang telah bekerja menyelenggarakan kegiatan festival  Open School untuk menampilkan bakat anak. Bahwa minat dan bakat anak harus dipupuk dikembangkan agar bisa menjadikan landasan kehidupan.” Dengan menekuni satu bakat yang dipupuk, dipelihara dan diyakini semoga akan bisa menjadi jalan rezeki yang bermanfaat.” Pesan Sujarwo. Lebih lanjut Sujarwo menyampaikan bahwa bersekolah di SD Muhammadiyah Pajangan 2 yang membekali siswa dengan dasar agama terutama membaca Al-Qur’an. Siswa akan bisa menghafal Al-Quran minimal satu juz. “Ketika anak bisa menghafal Al-Quran orangtuanya kelak akan ditempatkan di taman surga.” Tambahnya. Selain belajar agama tentunya pembelajaran umum  tidak ketinggalan. Ditambah lagi pelajaran ekstrakulikuler seperti pencak silat Tapak Suci, musik, drum band, seni budaya, angklug dan lainnya. Semua itu sebagai tambahan bekal  menyongsong masa depan yang baik.” Ketika anak sekolah di SD Muhammadiyah Pajangan 2 akan memperoleh dua manfaat. Manfaat di dunia serta manfaat di akherat.” REp Kusnadi KIM Berbah Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Imbas CRM Award PRM Margokaton dua kali dipanggil ke Kasihan

Seyegan, Pdmsleman.Or.Id PRM Margokaton Seyegan pada Rabu 9 Desember 2025 lalu mendapat kehormatan diundang dalam pengajian pimpinan di PRM Tirtonirmolo Barat untuk sharing tentang pengembangan dakwah Muhammadiyah di ranting. Ini merupakan kesempatan ke-2 PRM Margokaton diundang ke wilayah Cabang Kasihan Bantul. Sebelumnya PRM Margokaton juga diberi kesempatan untuk sharing tentang pengkaderan di PRM Tamantirto Selatan. Ketua PRM Tirtonirmolo Barat, yg juga ketua steering committee CRM Award VI LPCR PM PP Muhammadiyah, H. Sofriyanto, S.M, S.Pd., M.M. menilai PRM Margokaton termasuk salah satu Ranting Muhammadiyah yang berhasil membina dan mengembangkan jamaah dan warga Muhammadiyah khususnya di segmen generasi muda. Maka dalam kesempatan tersebut PRM Tirtonirmolo Barat mengundang Ketua PRM Margokaton untuk sharing bersama di kajian kader yang mengangkat tema : “Menggairahkan Angkatan Muda dalam Kegiatan Dakwah Ranting”. Ketua PRM MargokatonNurkhoirudin menyampaikan bahwa untuk menggaet angkatan muda dalam dakwah ranting perlu metode baru sesuai perkembangan zaman. “Kebutuhan dan preferensi (kecenderungan dan kesukaan) generasi muda saat ini telah berubah, sehingga metode pendekatan dakwah juga harus berubah,” jelasnya. Beberapa tips yang dapat menjadi alternatif untuk menarik minat angkatan muda agar aktif dalam kegiatan dakwah. Pertama, fasilitasi ruang kreasi. PRM perlu menyediakan kegiatan yang memberi kesempatan bagi angkatan muda untuk mengekspresikan ide, kreativitas, dan minatnya. “Kegiatan kreatif berbasis minat, teknologi, atau seni dapat menjadi pintu masuk yang efektif,” katanya. Kedua, dukungan pendanaan. Generasi muda lebih termotivasi ketika program yang mereka rancang mendapat dukungan konkret. “Dana operasional yang memadai dapat mendorong mereka merancang kegiatan yang inovatif dan berkelanjutan,” ungkapnya. Terakhir, Nurkhoirudin menjelaskan perlunya pengembangan kapasitas diri generasi muda melalui pelatihan formal dan nonformal. “Pembekalan melalui pelatihan kepemimpinan, dakwah digital, manajemen acara, keterampilan komunikasi, atau pelatihan teknis lainnya dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri anak-anak muda,” pungkasnya. Sudah waktunya generasi muda diberikan ruang untuk berekspresi dan mengembangkan kapasitas di berbagai ladang dakwah Muhammadiyah. Salah satu contoh nyata, dalam pengajian Ahad Kliwon 14 Desember yang akan datang, PRM Margokaton mengundang Ustadz Sholahuddin Zuhri. Dai muda yang banyak menginspirasi generasi muda lewat media sosial dan di berbagai daerah di Nusantara. Rep Enka Seyegan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Shodakoh Sampah Aisyiyah Betakan Berperan Dalam Kegiatan Sosial

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Shadakoh sampah merupakan suatu program dimana masyarakat mengumpulkan sampah yang bernilai ekonomis seperti plastik, kaleng, botol, kertas, dan lain-lain. pengumpulan barang tersebut dikelola oleh komunitas tertentu, dan hasilnya dijual untuk kepentingan sosial. Salah satu komunitas pengelola shadakoh sampah di Moyudan adalah Aisyiyah Betakan, Sumberrahayu, Moyudan Sleman. Kelompok tersebut sudah berdiri sejak tahun 2018, yang diketuai oleh Sita Winayah. Shadakoh sampah teesebut bermula dari sebuah keprihatinan, dimana banyak ibu-ibu di wilayah tersebut ada yang pinjam di bank plecit. Dari hal tersebut membuahkan suatu ide dari kelompok Aisyiyah, untuk dibentuk penglola shadakoh sampah, yang hasilnya digunakan untuk membantu yang memiliki pinjaman bank plecit. ” Disaat pengajian Ibu-ibu kami sampaikan rencana tersebut dan mendapatkan respon yang positif. ” Tutur Sita di rumshnya, Jum”at ( 12/12/2025 ). Lebih lanjut Ia mengutarakan bahwa dalam perkembangannya, hasil penjualan dari shadakoh sampah tersebut bisa digunakan untuk membantu warga yang sakit, biaya pengajian Ibu-ibu dan kegiatan sosial lainnya.” Bahkan untuk menanggulangi agar warga tidak terlibat pinjaman ke bank plecit atau rentenir, kami memberikan pinjaman ke warga tanpa bunga.” Sambungnya. Salah satu anggota Aisyiyah setempat Tri Sumiati menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebit Ibu-ibu atau keluarga sewaktu-waktu bisa mengumpulkan sampah anorganik di rumah sampah.” Selanjutnya kami pilah sesuai dengan jenisnya di hari Sabtu terakhir pada setiap bulannya.” Ungkap Tri. Tri, menambahkan bahwa anggota tidak terbatas, semua warga bisa mengumpulkan sampah rumah tangga. “Dengan demikisn semua warga bisa berkontribusi dalam membantu kegiatan sosial, walau berupa sampah.” Imbuhnya.Rep Sugiyanto Moyudan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Ektra Robotik SD Muhammadiyah Semoya Berbah Sonsong Generasi Emas Indonesia 

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Dunia digital menjadi hal yang harus dipelajari bila tidak mau ketinggalan tehnogi. Seperti yang dilakukan SD Muhammadiyah Semoya Berbah menggandeng pihak Codero untuk pengenalan teknologi Robotik.Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu 10 Desember 2025 berlangsung di Aula SD Muhammadiyah Semoya, Tegaltirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Kepala SD Muhammadiyah Rini Wiryastuti,SE  SPd, SD ,mengatakan meskipun SD Muhammadiyah Semoya  yang terletak dipinggiran kampung dekat kali ( sungai )  serta berdekatan dengan  kandang sapi, terapi  selalu berinovasi membuat program program  baru. Meskipun sekolah didesa namun program program nya tidak  kalah dengan sekolah yang ada  dikota. Pihak sekolah berusaha  mendatangkan nara sumber yang profesional dalam pembelajran ektrakurikuler .  Antara lain   mengundang nara sumber Robotika dengan tujuan memperkenalkan siswa  lebih memahami teknologi Robotika.  “Harapannya siswa memiliki pengetahuan tentang robot. Mengetahui cara merangkai,  membuat robot, merawat dan mengoperasikan.” Dipilihnya lembaga Codero sebagai mitra karena  Codero merupakan lembaga pelatihan yang berfokus kepada edukasi tehnogi sejak dini untuk anak dan remaja dengan spesifikasi dalam coding dan robotik. Kegiatan tersebut merupakan tambahan pengetahuan dalam pembelajaran ekstrakurikuler  dalam upaya mengembangkan bakat minat anak.“Harapannya siswa siswi  SD Muh Semoya  ke depan lebih bisa berkembang baik  ketrampilan, kemampuan  bakat minat nya dengan berbagai macam kegiatan seperti Robotika.” Lebih jauh juga merupakan  harapan siswa SD Muhammadiyah Semoya bisa berpresatasi dalam berbagai lomba baik lokal, nasional maupun internasinal.Meskipun  berada di perkampungan namun soal prestasi tidak diragukan.  Dengan deretan piala trophy yang di pajang di dalam lemari kaca sebagai  representasi kemampuan siswa. Dengan semangat slogan ” Sekolah Cerak Kandang Sapi Selalu Berprestasi. ” Pungkas Rini. Menurut guru Agama Islam Karmain,SPdi kegiatan pelatihan Robotika diharapkan siswa bisa mengenal dan memahami  teknologi digital, sehingga anak memiliki pengetahuan selain pelajaran pokok disekolah Nantinya diharapkan akan menjadi pelajaran ekstrakulikuler.” Sehingga anak bisa banyak pengetahuan yang di dapat ketika belajar di SD Muhammadiyah Semoya.” REp Kusnadi KIM Berbah Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading