Majelis Dikdasmen PNF PDM Sleman Digitalisasi Data Pegawai, Gelar Pelatihan Penggunaan SimpegMU

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Sabtu, 18 Januari 2025 bertempat di Ruang Amphitheater E8 Lantai 5 Gedung Djarnawi Hadikusuma Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Prodi Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penggunaan aplikasi Sistem Informasi dan Manajemen Pegawai Muhammadiyah (SIMPEGMu) bagi operator sekolah Muhammadiyah Daerah Sleman. Kegiatan ini dihadiri oleh Operator Sekolah Muhammadiyah Daerah Sleman dari jenjang SD/MI, SMP, dan SMA/K Muhammadiyah Daerah Sleman. Dalam ini kesempatan ini hadir untuk memberikan sambutan Drs. Ardani, M.A mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman sekaligus membuka kegiatan pelatihan tersebut, ” Kegiatan ini sejalan dengan Program besar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman untuk Digitalisasi Data Pegawai dan Aset pada sekolah/madrasah Muhammadiyah di Daerah Sleman” tuturnya. Dengan jumlah sekolah sebanyak 127 baik dari jenjang SD/MI, SMP, dan SMA/K tentu diperlukan data pegawai yang akurat dan akuntabel melalui aplikasi digital yang mumpuni sehingga data pegawai dapat diakses sewaktu-waktu untuk melaksanakan kebijakan Persyarikatan. Mewakili Ketua PDM Sleman A.S. Ardani, M.A juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang telah membuat aplikasi digital tersebut. Untuk menjamin pengelolaan data kepegawaian yang berkualitas dipaparkan oleh Ardani bahwa ada 3 pintu bagi pegawai sekolah/madrasah Muhammadiyah Daerah Sleman melalui proses: Pengangkatan, Pengembangan, dan Pensiun. Hadir juga pada kegiatan ini Kepala LPM UMY Dr. Ir. Gatot Supangat, MP yang memaparkan bahwa ” sejauh ini LPM UMY telah menjalin kerjasama yang cukup baik dengan PDM Sleman dengan tiga program untuk pengelolaan sistem kepegawaian yaitu: Sistem Informasi Penerimaan Pegawai Muhammadiyah (SIPPMu) dan Sistem Ujian Kompetensi Berbasis Web (UKBW) untuk mendukung proses rekruitmen pegawai dan SIMPEGMu yang saat ini sedang dilatihkan penggunaannya kepada operator sekolah oleh Tim yang dipimpin oleh Ir. Slamet Riyadi, S.T., M.Sc., Ph.D. dengan anggota Ir. Asroni, S.T., M.Eng. serta Cahya Damarjati, S.T. M. Eng., Ph.D. dan beberapa mahasiswa Prodi TI UMY. Dr. Ir. Gatot Supangat, MP. menyampaikan bahwa  UMY siap untuk memfasilitasi pengembangan Muhammadiyah dengan program kerjasamanya. Beberapa sistem ini sangat diperlukan dalam rangka konsentrasi penataan kepegawaian untuk membantu dalam hal admistrasi dan membantu untuk memenuhi standar minimal kualitas sekolah Muhammadiyah berkemajuan”. Dr. Ir. Gatot Supangat, MP. dalam hal ini juga memberikan pesan kepada seluruh peserta pelatihan bahwa sebagai warga Muhammadiyah harus memiliki prinsip “Gotong Royong Memberi” bukan “Gotong Royong Meminta” dalam hal kemanusiaan. Di akhir penyampaiannya beliau juga mohon maaf jika saat ini UMY belum dapat secara maksimal membantu sekolah-sekolah Muhammadiyah khususnya di Sleman. Beliau berharap semoga program kerjasama ini terus dapat diselenggarakan dengan baik agar UMY terus memiliki kesempatan untuk membantu mengabdi kepada umat melalui Bidang Pendidikan yang berkualitas. Reportase Fadhan Anwarodin Dikdasmen PNF PDM Editor Arief Hartanto SE, MPI PDM Sleman

Loading

PDM Sleman Terima Silaturahmi Kapolresta Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Kapolresta Bersilaturahmi dengan jajaran PDM,PDA serta Ortom tingkat Daerah acara dimulai dengan perkenalan Kapolresta yang pada intinya meminta sinergitas antara Polisi dengan Muhammadiyah. Kapolresta Sleman Kombes Pol. Edy Setyanto Erning Wibowo, SIK, M.H beserta jajaran pada Jum’at 17 Januari 2025 mengadakan silaturahmi ke Pengurus Daerah Muhammadiyah Sleman. “ Selain untuk mempererat Ukhuwah Islamiyah, Basarriah dan Uquah Watoniah juga menjalin kemitraan dengan tokoh agama, kunjungan silaturahmi ini juga untuk menjalin kerja sama tentang penyelenggaraan tugas serta memantapkan sinergitas dengan seluruh mitra dalam program-program yang bermanfaat bagi masyarakat”. Kapolresta Sleman juga meminta dukungan dan mohon doa agar diberi kelancaran dan kemudahan dalam melaksanakan tugas kedepannya dalam melanjutkan tugas Kapolresta sebelumnya yang sudah terjalin baik selama ini melalui program kerja merujuk pada program prioritas Kapolri dan kebijakan Kapolda DIY. H. Harjaka selalu Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman menyambut baik dengan Silaturahmi ini, “ kemudian kami jugamenitipkan masalah-masalah hukum yang selama ini telah terjadi salah satunya adalah kematian sdr Santoso anggota KOKAM Ngaglik beberapa waktu lalu”. Dalam diskusi Majelis Hukum dan HAM PDM Sleman Ari Wibowo menyampaikan bahwa permasalahan Miras, toko miras sudah buka kembali normal hal ini harus menjadi perhatian khusus Polresta Sleman. Sementara H. Abdul Kasri menyampaikan peran penting polisi dalam menjaga kenakalan remaja khususnya pelajar Muhammadiyah agar mendapat atensi yang cukup agar kenakalan remaja tidak semakin merajalela. Kesempatan itu juga dilakukan penyerahan dokumen surat Desakan kepada Polresta Sleman agar kasus alm. Santoso segera selesai. Hal ini sebagaimana terlampir dalam surat Desakan bahwa berdasarkan PERKAPOLRI No. 14 Tahun 2012 dalam melaksanakan tugas penegakan hukum, penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia mempunyai tugas, fungsi, dan wewenang di bidang penyidikan tindak pidana, yang dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel terhadap setiap perkara pidana guna terwujudnya supremasi hukum yang mencerminkan rasa keadilan; sebagaimana ketentuan PERKAPOLRI No. 6 Tahun 2019, oleh karenanya demi kepastian hukum dan ersapmaan di muka hukum (equality before the law). Lampiran Surat Desakan PDM Sleman

Loading

Muhammadiyah dan POLDA DIY Jalin Kerjasama untuk Yogyakarta yang Damai

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Sinergi dan kerjasama antara Muhammadiyah dengan kepolisian terus dikuatkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Hal itu ditunjukkan dengan silaturahim Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) dan Kepolisian Daerah (POLDA) DIY, pada Kamis (16/1) pagi, di Gedung Dakwah PWM DIY. Kedatangan POLDA DIY yang terdiri dari Irjen Pol Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H. (Kapolda), Kombes Pol Ihsan, S.I.K. (Kabid Humas), Kombes Pol Wachyu Tri Budi Sulistyono, S.I.K., M.H. (Dir. Intelkam), dan Kombes Pol Aditya Surya Dharma, S.I.K., M.M. (Kapolresta Yogyakarta) disambut langsung oleh Ketua PWM DIY Dr. M. Ikhwan Ahada, M.A. bersama jajaran wakil ketua, wakil sekretaris, bendahara, Ketua PW ‘Aisyiyah DIY, Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul ‘Aisyiyah. Dalam pertemuan yang ramah dan menggembirakan tersebut, Kapolda DIY menyampaikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sepanjang tahun 2024 berlangsung aman dan terkendali, terlepas dari berbagai dinamika yang terjadi. Apalagi di tahun tersebut, sangat banyak agenda-agenda nasional, seperti Pilpres dan Pileg Serentak bahkan sampai para calon presiden dan wakil presiden mengunjungi Yogyakarta. Dengan keberhasilan menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat di Yogyakarta, POLDA DIY berhasil masuk lima besar kategori wilayah tingkat Polda A di Kompolnas Awards 2024. “Saya sempat ditanya, apa saja kiatnya. Saya jawab silaturahmi. Mungkin itu jawaban yang menurut mereka lucu, tapi justru itu punya pesan mendalam. Meskipun punya 1000 program yang bagus, tapi tanpa silaturahmi ke masyarakat tidak akan bisa berjalan,” kata Suwondo. Kapolda juga berterima kasih kepada warga Muhammadiyah di DIY yang telah turut serta secara langsung maupun tak langsung menjaga situasi Kamtibmas Yogyakarta dengan kondusif di agenda apapun, termasuk pemilu dan pilkada. Tentunya, ini bukan tentang siapa yang hebat dalam menjaga keamanan, tetapi soal silaturahim yang dibangun dengan masyarakat dan direstui oleh Allah. Sebagai pelayan masyarakat, kepolisian mengucapkan terima kasih kepada warga Muhammadiyah sebagai ucapan syukur dan bangga atas kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Selain itu, POLDA dijadwalkan akan bertemu dengan seluruh Lurah di DIY, Sabtu (18/1). Pada pertemuan tersebut, Kapolda Suwondo Nainggolan berterima kasih kepada seluruh perangkat aparatur sipil serta komponen masyarakat atas kerjasamanya dalam menjaga keamanan di DIY. “Saya tekankan kepada masyarakat, keamanan di Yogyakarta itu investasi. Kalau tidak aman akan berat, karena sumber pendapatan Yogyakarta itu pendidikan dan pariwisata, sehingga keamanan adalah yang paling utama,” jelas Suwondo. Untuk tahun 2025 ini, POLDA DIY berencana menyusun mekanisme pelaporan masyarakat. Hal tersebut akan diuji coba dalam waktu dekat. “Kami berharap bisa jadi role model kepolisian se-Indonesia. Sekali lagi, mohon diingatkan ketika kami keluar dari jalur kebaikan. POLDA DIY siap jadi mitra strategis PWM DIY,” ujar Suwondo. Selanjutnya, Ketua PWM DIY Ikhwan Ahada menyambut baik kedatangan POLDA DIY pada kesempatan ini. Ia juga mengapresiasi kinerja kepolisian yang mampu menjaga keamanan masyarakat DIY sehingga lebih kondusif. “Kita berharap di tahun 2025, Pak Kapolda serta jajarannya dan kita semua mampu menjaga situasi kondisi ini agar kondusif, aman terkendali, dan kehidupan beragama menjadi pilar pokok semuanya. Insya Allah DIY menjadi damai, aman, nyaman, dan tentram,” harap Ikhwan. Terlebih, PWM DIY sudah dua kali sowan ke Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan hadir juga pada Anugerah Hamengkubuwono IX di Keraton. Kemudian pada Rakerwil di akhir tahun 2024 juga mengundang Paniradya Keistimewaan DIY untuk memberikan beberapa materi, salah satunya tentang pemanfaatan Dana Keistimewaan. “Kami belajar betul dengan Ngarsa Dalem, mendapatkan banyak wawasan mengenai peluang kerjasama program dengan Pemerintah DIY. Sebuah keharusan untuk menciptakan suasana mesra antara pemimpin, asykar penjaga (TNI dan Polri), serta tentu kami yang mewakili ulama bersama saudara kita Nahdlatul Ulama (dan ormas Islam lainnya). Ini menjadi tiga kekuatan yang jadi modal dasar luar biasa mahal bahkan tidak dihargai dengan rupiah,” tutur Ikhwan. Dengan akses kerjasama yang dibuka seluas-luasnya ini, Pemerintah DIY berharap para Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), bisa segera mengakses dana keistimewaan untuk membuat program pemberdayaan di desa-desa, dan diharapkan warga bisa kerasan di rumah untuk meningkatkan kesejahteraan. Bahkan dari PWM DIY sudah membuat tim bersama PTMA dan akan koordinasi dengan Paniradya Keistimewaan DIY. Tak hanya dengan Pemerintah Daerah, PWM DIY juga siap bekerja sama dengan POLDA DIY dalam berbagai program yang terkait. Seperti Ibu Memanggil untuk keharmonisan keluarga di DIY, bisa menggandeng ‘Aisyiyah. Lalu, Angkatan Muda Muhammadiyah bisa diberi “suntikan” dari POLDA DIY agar makin kuat semangat hubbul wathan atau cinta tanah air. “Insya Allah DIY bisa menginspirasi yang lain menjadi contoh dari baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur atau dalam bahasa Jawa adalah toto titi tentrem kertoraharjo gemah ripah loh jinawi,” tandas Ikhwan.

Loading

Pelantikan 19 Kepala Sekolah di Muhammadiyah Daerah Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Selasa 14 Januari 2025 bertempat di Aula Gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, dilaksanakan pelantikan dan serah terima jabatan Kepala Sekolah Muhammadiyah Daerah Sleman. Sebanyak 19 Kepala Sekolah dilantik pada kegiatan tersebut dengan rincian 7 KS Jenjang SMP dan 12 KS Jenjang SD/MI. Pelantikan diawali dengan Pembacaan SK Pemberhentian dengan hormat pegawai Sekolah Muhammadiyah Daerah Sleman dari Jabatannya sebagai Kepala Sekolah dan dilanjutkan dengan Pengangkatan Kepala Sekolah yang baru oleh Wakil Sekretaris PDM Sleman H. Sutriyanta, S.T., M.M dan dilanjutkan dengan prosesi pelantikan kepala sekolah yang dipimpin langsung oleh Ketua PDM Sleman H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., MA. Dalam kesempatan ini Pesan ketua PDM Sleman kepada para kepala sekolah yang dilantik “ dalam menjalankan amanah hendaknya dengan SMART yakni Santun, Mandiri, Aktif, Religius dan Tangguh”. Selamat mengemban amanah untuk para Kepala Sekolah, adapun daftarnya tersebut dapat disimak dalam lampiran berikut : Reportase M Ridwan, Fathan M, Wahdan AF

Loading

RS PKU Muhammadiyah Sleman Siap Layani Peserta BPJS

“Peserta BPJS Kesehatan dapat menikmati berbagai layanan medis lengkap, seperti rawat inap, rawat jalan, tindakan bedah, konsultasi spesialis, Layanan penunjang dan layanan gawat darurat di RS PKU Muhammadiyah Sleman, yang semuanya ditanggung oleh BPJS sesuai prosedur”..Info dan PendaftaranRS PKU Muhammadiyah Sleman📱 081 3333 15 119 atau klik tautan berikut : https://bit.ly/pendaftaranpkusleman📞 0274 7778610 call center 24 jam.📞 0274 5051015 Emergency Call 24 jam.web : pkusleman.com.E-Mail : rspkusleman@gmail.com.Ig : rspkusleman.Alamat : Jl. Magelang Km. 10,5 Sawahan Pandowoharjo Sleman DIYGoogle Map : https://bit.ly/pkuslmloc.Mohon Ulasan positif anda bisa langsung klik tautan berikut:https://bit.ly/ulasanrspkumuhsleman.Mohon Ulasan positif anda bisa langsung klik tautan berikuthttps://bit.ly/ulasanrspkumuhsleman

Loading

Sejak Awal Berdiri, Muhammadiyah Telah Miliki Etos Ekonomi yang Canggih

YOGYAKARTA, Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah sejak awal menunjukkan keterkaitan erat antara gerakan dakwahnya dengan kawasan-kawasan wirausaha di Indonesia. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, memaparkan sejarah panjang Muhammadiyah sebagai pelopor gerakan socio-enterprise di tanah air. Pemaparan Haedar ini disampaikan dalam acara “Talkshow dan Launching Buku Bangkitnya Kewirausahaan Sosial: Kisah Muhammadiyah” yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bekerja sama dengan Muhammadiyah di Museum Muhammadiyah, Kompleks Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Senin (13/01). “Pertumbuhan Muhammadiyah pada era KH Ahmad Dahlan tahun 1922, dengan berkembangnya ranting dan cabang di seluruh tanah air, itu rata-rata berkorelasi dengan kawasan-kawasan entrepreneur. Di Kotagede, Klaten, Solo, Surabaya, Banyuwangi, Semarang, Pekalongan, Garut, Tasikmalaya, Bandung, Jakarta, Padang Panjang, Makassar, sampai kawasan-kawasan lain itu rata-rata kawasan wirausaha,” ucap Haedar. Haedar melanjutkan, “Maka bisa kita tahu bahwa perkembangan awal Muhammadiyah itu cepat sekali. Sampai ke Aceh era tahun 1922, sudah berkembang. Tahun 1926, Muhammadiyah tiba di Merauke. Bisa bayangkan ketika itu perjalanan susah sekali. Juga dibawa oleh seorang ulama yang juga seorang wirausahawan. Jadi korelasinya di situ,” ujarnya. Lebih lanjut, Haedar menegaskan bahwa amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi dibangun dengan semangat kemandirian dan efisiensi. “Maka kalau lihat amal usaha kita itu semuanya mandiri. Di hampir semua kawasan, rata-rata kita memiliki 167 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah, 126 rumah sakit, 363 klinik di seluruh Indonesia, lembaga-lembaga sosial itu juga dibangun atas kemandirian,” tuturnya.Haedar juga memandang Muhammadiyah terbuka untuk bekerjasama dengan pihak manapun, termasuk pemerintah. “Bahwa ada kerjasama dengan pemerintah untuk beberapa tempat dan lokasi, itu bagian dari semangat pemerintah memandang Muhammadiyah sebagai mitra strategis untuk bangsa,” jelasnya.Haedar membeberkan dua pilar utama etos kerja di Muhammadiyah. “Ada dua nilai dalam etos kami. Pertama, ujrah, yaitu bagi lembaga-lembaga seperti sekolah, rumah sakit, perguruan tinggi, bagi mereka yang profesional, ya mendapatkan kompensasi sebagaimana mestinya. Ini semacam pahala dunia. Kedua, ajra atau pahala. Itulah yang membesarkan kami,” ungkapnya. Menjadi Organisasi yang Modern, Maju, dan Profesional Haedar Nashir menjelaskan bagaimana Muhammadiyah terus berkembang menjadi organisasi yang modern, profesional, dan relevan dengan tantangan zaman. Sejak menerima amanat sebagai Ketua Umum pada tahun 2015 di Muktamar Makassar, Haedar bersama jajaran kepemimpinan Muhammadiyah berkomitmen untuk memenuhi mandat yang berat. Mandat tersebut meliputi untuk menjadikan Muhammadiyah sebagai organisasi yang maju dan profesional, baik di dalam maupun luar negeri. Modal utama untuk mencapai visi tersebut, menurut Haedar, sangat mungkin terwujud mengingat di lingkungan Muhammadiyah telah tersedia sumber daya manusia yang mumpuni, amal usaha yang kokoh, dan infrastruktur organisasi yang tersebar luas. Dari mandat tersebut, langkah-langkah konkret menuju pelembagaan gerakan ekonomi telah dilakukan, termasuk pendirian Muhammadiyah Australia College di Melbourne dengan kemandirian penuh, hingga pembelian lahan 15 hektare. Muhammadiyah juga berhasil mendirikan kampus di Malaysia dan mulai menjajaki sektor lain, seperti tambang. “Dari situ terjadi konsolidasi, sehingga visi Muhammadiyah sebagai organisasi modern dan profesional dapat diterjemahkan ke dalam berbagai institusi usaha,” ungkap Haedar.Dalam konteks wirausaha, Haedar menekankan pentingnya keseimbangan antara keberlanjutan duniawi dan kesejahteraan akhirat. “Agama mengajarkan kita untuk mencari kebahagiaan di dunia, tetapi tidak melupakan kehidupan di akhirat. Berbuat baiklah di dunia sebagaimana Tuhan berbuat baik padamu, dan jangan sekali-kali merusak,” ujarnya. Prinsip Islam ini, lanjutnya, menjadi pedoman Muhammadiyah dalam mengelola berbagai bidang usaha, dengan fokus pada kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan.Haedar juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat kewirausahaan Muhammadiyah. Ia mengajak seluruh pihak untuk mendidik dan membekali anak-anak muda agar memiliki jiwa wirausaha yang tangguh dan berorientasi pada nilai-nilai Islam.

Loading

Milad Kelompok Bermain Aisyiyah Insan Muttaqin Dadapan Turi ke-19

Turi, Pdmsleman.Or.IdDalam rangka merayakan Milad ke-19 KB Aisyiyah Insan Muttaqin, serangkaian kegiatan menarik .“ Milad kali ini diharapkan dapat memperkuat komitmen PAUDPendidikan Anak Usia Dini dalam memberikan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak “ tutur Kepala PAUD Chairunisa S SE.Kegiatan dimulai dengan pengenalan yang bertujuan untuk memperkenalkan program-program unggulan kepada masyarakat. Selanjutnya, pada 10 Januari 2025, KB Aisyiyah Insan Muttaqin mengadakan kegiatan sosial dengan membagikan sembako kepada 35 warga di Dadapan. Kegiatan ini didukung oleh wali murid, dan sekolah, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar.Puncak perayaan Milad dilaksanakan pada 11 Januari 2025, di mana berbagai lomba diadakan untuk meramaikan suasana. Lomba menghias tumpeng menjadi salah satu kegiatan yang paling dinanti, diikuti oleh wali murid dan anak-anak dari berbagai kelas. Kelas Jeruk (2-3 tahun), Kelas Mangga (3-4 tahun), dan Kelas Pisang (4-5 tahun) bersaing dengan semangat untuk meraih piala dan hadiah hiburan. Kegiatan ini dihadiri oleh 64 wali murid, murid, kepala sekolah, pendidik, serta tim juri yang terdiri dari PCA Majelis PAUD Dasmen Cabang Turi, PCA Turi, dan PRA Ranting Wonokerto 1.Setiap kelas mendapatkan piala dan hadiah hiburan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk merayakan Milad, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antara wali murid, anak-anak, dan pihak sekolah. Dalam sambutannya, kepala sekolah menyampaikan harapan agar dengan pelaksanaan Milad ke-19 ini, lembaga dapat menjadi lebih baik, lebih solid, dan mampu memberikan kebermanfaatan yang lebih besar bagi warga sekitar.Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, KB Aisyiyah Insan Muttaqin berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pendidikan anak usia dini, serta berkontribusi positif bagi masyarakat. Semoga di usia yang ke-19 ini, lembaga ini semakin maju dan mampu mencetak generasi yang berakhlak mulia dan berprestasi. Reprotase n Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Hari Bermuhammadiyah Bersama PCM Moyudan

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyan ( PCM) Moyudan menggelar pengajian rutin yang diselenggarakan setiap Ahad Wage. Pada kali ini berlangsung pada Ahad ( 12/1/2025 ) bertempat di Pendopo Kalurahan, SumbersariSumbersari, Moyudan, Sleman.Pengajian diikuti oleh Lurah Sumbersari beserta Pamong dan staf. Hadir juga seluruh Pimpinan Muhammadiyah Ranting ( PRM) se Cabang Moyudan beserta Pimpinan Aisiyah ( PRA) Moyudan. Selain itu juga diikuti oleh kurang lebih 1.400 anggota Muhammadiyah.Ketua PCM Moyudan Abu Hanifah dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada seluruh hadirin yang yang telah hadir.” Kami sangat bahagia di hari ber Muhammadiyah PCM Moyudan hari ini, walau hujan yang hadir cukup banyak.” Ungkapnya.Selanjutnya Abu Hanifah juga menuturkan bahwa kegiatan di Pendopo Kalurahan Sumbersari sebuah perwujudan janji dari PCM kepada Pemerintah Kalurahan Sumbersari untuk menggunakan Pendopo Kalurahan untuk kegiatan Muhammadiyah. Pengajian rutin PCM juga merupakan ajang untuk silaturahim, juga sarana untuk menumbuh suburkan berdakwah amar makruf, nahi munkar. Ia pun juga menambahkan bahwa PCM Moyudan pada tahun 2025 mempunyai dua agenda besar. Yang pertama rencana pembangunan gedung dakwah Muhammadiyah Moyudan akan segera dimulai.” Insya allah di bulan Maret 2025 ini akan kami laksanakan peletakan baru pertamanya, untuk itu mohon dukungan dan doanya dari warga Muhammadiyah.” Imbuhnya.Sedangkan agenda kedua adalah akan dituliskannya buku sejarah Muhammadiyah di Moyudan.” Muhammadiyah di Moyudan yang sudah ada sejak tahun 1924 akan dibukukan. ” Dengan dibuat buku akan menjadi dokumen yang sangat penting bagi generasi yang akan datang.” Ungkap Abu. Prof.drh. H Agung Budiyanto, MP. Ph.D. dalam tausiahnya menyampaikan bahwa di jaman akhir manusia lebih mencintai dunia, akhirat dilupakan. Padahal 1 hari di akhirat sama dengan 1000 hari di dunia.” Untuk itu marilah kita menambah momentum untuk kepentingan akhirat dengan ikut pengajian dan menambah amal ibadah kita.” Ajak Agung.Selanjutnya Agung juga menambahkan bahwa saking cintanya kepada dunia sehingga manusia memilih cara jangka pendek atau instant. Saking cintanya kepada dunia, maka yang terjadi manusia sering melanggar akidah, untuk mendapatkan sesuatu secara instant.” Karena saking cintanya sama uang, maka korupsi banyak dilakukan karena cinta dunia semakin tidak bertepi.” Kata Agung.Barakah Allah merupakan ghaib yang harus diyakini seperti yang teetuang di dalam Alquran Surat Luqman ayat 34.” Sesungguhnya Allah hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat, dan Dialah yang menurunkan hujan, dan mengetahui yang ada di dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allsh Maha Mengetahui lagi Maha mrngenal “.Lebih jauh Agung juga menjrlaskan dan memotivasi warga Muhammadiyah untuk selalu meningkatkan amal ibadah dan menjauhi yang menjadi larangan. ” Muhammadiyah adalah organisasi modern yang mwngedapankan logika, jangan sampai logika mengalahkan keghaiban.” Pesan Agung. Reportase Sugiyanyo/ KIM – PCM Moyudan Editor Arief HArtanto MPI PDM Sleman

Loading