Rapat Kerja dan Capacity Building Muhammadiyah Daerah Sleman, Menghadirkan Kemakmuran Untuk Semua,

Ambarawa,  Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman di awal tahun 2025 terus bergerak dengan berbagai kegiatan, diantaranya dengan diadakan Rapat kerja dan Capacity Building untuk para Pimpinan, Ketua Majelis/Lembaga PDM Kab. Sleman pada 11 – 12 Jan 2025 di Bandungan Semarang JawabTengah dengan mengangkat tema  “Menghadirkan Kemakmuran Untuk Semua”. Sekitar 48 peserta pengurus PDM dengan balutan batik Muhammadiyah hadir dalam kegiatan ini dengan agenda  utama laporan program kerja tahun 2023-2024 serta menyiapkan program kerja tahun 2025 serta kegiatan outbond guna membangun kebersamaan sesama pengurus. Diawali dengan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah yang membahana di  VRotel de Bandungan Resort menambah semangat para peserta untuk terus berkhidmat dalam kegiatan berMuhammadiyah. Dalam Pidato Iftitah Pembukaan Rakerda kali ini H.  Harjaka M.Pd selaku  Ketua PDM sleman menyampaikan bahwa “ tujuan Rakerda PDM Sleman yang rencana akan digelar rutin tiap  setahun sekali adalah untuk memperlancar kegiatan kepengurusan PDM serta  untuk antisipasi agar di waktu Musda bisa lancar”. Kemudian juga kembali ditekankan kembali pesan dari pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan bahwa “ warga Muhammadiyah harus mempunyai sifat “ nyapaan, yakni menjadi pribadi gapyak yang saling menyapa, enthengan dalam artian  bukan joyo endo atau  menghindar dari tugas,  serta bersifat lomanan atau dermawan”. Kegiatan Rakerda kali ini juga menghadirkan tamu  H. Welli Sakti Pasaribu ST Ketua PCM Rawamangun Jakarta Timur yang merupakan  pemenang Lomba LPCR PP. Muhammadiyah 2024 yang menyampaikan pengalam inspiratifnya mengelola cabang di Rawamangun , “pimpinan di PCM  dibuat secara Profesional dan  harus sesuai ketentuan sebagai  digariskan dalam keputusan Tarjih HPT PP Muhammadiyah serta dibangun dengan semangat yang sama namun menggunakan strategi  yang berbeda dengan menyesuaikan geografis setiap daerah maupun cabang dan dengan mengedepankan proses regenerasi ”. Arief Hartanto SE  MPI PDM Sleman

Loading

Milad 112 Muhammadiyah Sleman, Dahlan Rais “ Muhammadiyah Bukan Buih dan Diterima Karena Memberi Manfaat”.

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah di usianya yang ke 112 tahun terus berkembang dengan berbagai AUM yang memberikan kontribusi untuk peradaban. Milad ke 112 Muhammadiyah 2024 kali ini dengan mengangkat tema “Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua”. Peringatan tahun ini dipadukan dengan sidang Tanwir Muhammadiyah yang akan berlangsung di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur pada 4-6 Desember 2024. “ Di usianya Muhammadiyah yang lebih dari satu abad lebih ini harus kita syukuri karena tidak banyak organisasi yang bisa bertahan seperti ini, rahasia usia panjang Muhammadiyah, bukankah buih yang tidak bernilai akan lenyap sedangkan  yang bermanfaat akan tetap berada di muka bumi, Muhammadiyah bisa diterima   karena memberi manfaat”. Sebagaimana dalam QS. Ar-Ra’d Ayat 17 اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَسَالَتْ اَوْدِيَةٌ ۢ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَّابِيًا ۗوَمِمَّا يُوْقِدُوْنَ عَلَيْهِ فِى النَّارِ ابْتِغَاۤءَ حِلْيَةٍ اَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِّثْلُهٗ ۗ كَذٰلِكَ يَضْرِبُ اللّٰهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ ەۗ فَاَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاۤءً ۚوَاَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِى الْاَرْضِۗ كَذٰلِكَ يَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ ۗ Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah ia (air) di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti (buih arus) itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang batil. Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan. Demkian disampaikan oleh Drs. H. Ahmad Dahlan Rais, M.Hum Ketua PP. Muhammadiyah dalam  Tasyakuran Milad Ke-112 Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada Ahad malam 17 Nov 2024. Sementara Ketua PDM Sleman H. Harjaka M.Ag menuturkan selama 2 periode ini PDM Sleman mendapatkan prestasi di tingkst nasional dan semua ini berkat kekompakan warga Muhammadiyah se Sleman. Doa kita semua atas musibah meninggalnya karena kecelakaan lantas yang menimpa saudara kita Kolonel Santoso  KOKAM  yang ikhlas dan jujur semoga almarhum diberikan husnul khotimah. H. Koesno Wibowo ST, M.SI PJS Bupati  Sleman yang juga kader Muhammadiyah di Ranting, Cabang dan Daerah ini menyampaikan selamat Milad Muhammadiyah 112, “ peran nyata Muhammadiyah berkontribusi dalam sinergi   dengan Pemerintah Kabupaten Sleman  yakni senantiasa menebarkan nilai Islam utama dalam memperkokoh umat Muslim yang berkemajuan dan Islam wasathiyah  telah menjadi fondasi mewujudkan Sleman yang maju, aman dan semokratis”. Muhammadiyah diharapkan dapat bersama mengawal Pemilukada Sleman 2024 yang bermartabat.          Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman kali itu dipenuhi ratusan warga Muhammadiyah yang terdiri dari Anggota PDM, PDA, Ketua dan Sekr PCM dan PCA , PRM dan PRA, Ketua Majelis dan Lembaga PDM dan PDA , Kepala Sekolah SD, SMP, SMK dan SMA serta Ketua dan Sekretaris Ortom Daerah. Acara juga semakin meriah dengan penampilan seni tari dan musik dari siswa SD Muhammadiyah Sleman yang menjadikan perayaan Milad kali ini lebih berwarna. Reportase  Arief Hartanto SE, MPI PDM Sleman.

Loading

Pernyataan Sikap Bersama MUI, PDM dan PCNU Sleman Atas Banyaknya Toko Yang Memperjualbelikan Minuman Keras Di Kabupaten Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Maraknya peredaran minuman keras di Kabupaten Sleman semakin mengkhawatirkan. Di banyak tempat berdiri toko-toko yang memperjualbelikan minuman keras. Bukan hanya di perkotaan, namun sampai di perkampungan. Ironisnya, beberapa toko berdiri di dekat masjid atau sekolahan yang jelas melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sleman Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol serta Pelarangan Minuman Oplosan juncto Peraturan Bupati Sleman Nomor 10 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pengendalian Dan Pengawasan Minuman Beralkohol Serta Pelarangan Minuman Oplosan. Untuk membeli minuman keras juga tidak harus datang langsung ke toko,namun bisa menggunakan jasa pesan dan antar atau kirim secara online. Pembelinya pun bukan hanya orang dewasa namun banyak juga anak di bawah umur. Akibatnya, daya rusaknya sangat masif dan tidak terkendali. Hal ini disikapi Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Pimpinan DaerahMuhammadiyah Kabupaten Sleman, dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sleman, menyampaikan sikap sebagaimana terlampir dalam pernyataan Sikap Bersama Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sleman, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman Dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sleman Atas Banyaknya Toko Yang Memperjualbelikan Minuman Keras Di Kabupaten Sleman pada 24 September 2024. Pernyataan ini ditanda tangai oleh Ketua MUI Kabupaten Sleman Dr KH Akhmad Fatah MA, Ketua PDM Sleman H. Harjaka, S.Pd., S. Ag.,MA dan KH Sidiq Pramono, S.Ag, M.SI Ketua PCNU Sleman. Berikut Pernyataan selengkapnya

Loading

Ikuti, Live Kajian Hari Bermuhamadiyah PDM Sleman

LIVE STREAMINGKAJIAN HARI BERMUHAMMADIYAH PDM KABUPATEN SLEMAN 🗓 Jumat, 20 September 2024⏰ 13.00 – Selesai🎙 Prof. Dr. Ir. Sukamta, S.T., M.T., IPM Subscribe + Nyalakan Lonceng nggih 🔔

Loading

Museum Muhammadiyah, Merawat Dan Merekonstruksi Sejarah Dari Muhammadiyah Untuk Indonesia

Bantul, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah menggelar acara Museum Muhammadiyah Talk’s  “Museum Muhammadiyah dari Muhammadiyah untuk Indonesia”  yang dilaksanakan pada Kamis, 19 September 2024 Waktu 14.00 – 18.00 WIB di Museum Muhammadiyah Tamanan Banguntapan Bantul Yogyakarta yang berada di kompleks Kampus UAD. Dalam kali ini hadir berbagai kalangan seperti Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Lembaga Budaya, Seni dan Olahraga PP ’Aisyiyah, Majelis PAUD Dikdasmen PP ‘Aisyiyah. Majelis Pustaka dan Informasi PWM DIY, Rektor UAD, H. Azman Latif Ketua Pembina Harian UAD ,Lembaga Seni dan Budaya PWM DIY, Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kabupaten Kota se Yogyakarta, Forkom Museum Bantul, Dinas Kebudayaan DIY dan Bantul,   para pemerhati museum. Museum Muhammadiyah didirikan untuk merekam jejak langkah dengan melestarikan tinggalan sejarah yang disajikan dalam peragaan komunikatif dan edukatif agar dapat menuai hikmah bersama. Berbekal nilai luhur dan pengalaman sejarah Muhammadiyah pengunjung diharapkan dapat membentangkan cakrawala wawasan ke depan dengan lebih bijaksana dan berpartisipasi dalam gerak sejarah Muhammadiyah berikutnya. MPI PDM Sleman hadir dalam kesempatan ini diwakili oleh Arief Hartanto dan DR. Sutipyo R S.Ag hadir diantara ratusan peserta yang memenuhi ruang Amphiteater Museum Muhammadiyah sore itu. Dalam sambutannya kepala Museum Muhammadiyah  Affan Kurniawan ST MT  yang juga Ketua MPI PWM DIY menuturkan sebagaimana tema acara ini “ MuseumMu didirikan guna merawat dan merekonstruksi sejarah Muhammadiyah agar menjadi memori kolektif umat Islam Indonesia dan bangsa Indonesia, sekaligus  Museum Muhammadiyah sebagai tempat penelitian, edukasi dan pariwisata”. Museum ini berdiri pada 14 November 2022 dengan berbagai perjuangannya terutama di masa Covid dan akhirnya bisa dibangun salah satunya untuk menyambut pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah di Solo. Peran Museum Muhammadiyah menurut Prof. Muclhas MT  Rektor UAD sekaligus Ketua MPI PP Muhammadiyah yang dalam sambutannya mengutarakan bahwa “ fungsi museum Muhammadiyah ini  sebagai sarana untuk memberikan informasidan tafsir yang benar tentang Muhammadiyah,  karena selama ini mengalami salah tafsir tentang sejarah Muhammadiyah”. Di lantai 1 museum berisi kiprahnya pendirian Muhammadiyah dan berdirinya negara dimana dari awal kemerdekaan  Muhammadiyah  turut mengantarkan ke kemerdekaan Indonesia. Muhammadiyah memang tidak terlalu kaya dengan artefak, di museum ini dibuat dengan pendekatan sebagai museum gerakan persyarikatan Muhammadiyah dengan banyak definisi gerakan Muhammadiyah didalamnya. Ke depan museum diharapkan bisa menjadi satu sarana pendidikan yang menarik bagi anak muda, hal ini ditandai dengan adanya lokasi instagramable spot, dan terungkap juga dalam koleksinya bahwa Aisyiyah menjadi gerakan perempuan pertama yang melakukan konggres pertama perempuan di Indonesia. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian venue lantai 3, 4 museim Muhammadiyah yang berisi perjuangan Muhammadiyah di masa kini dan tantangan ke depan. Acara berikutnya dilanjutkan dengan diskusi tentang Museum bersama narasumber Widiyastuti, S.S., M.Hum, dari MPI PP Muhammadiyah dan Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A dan Ria Putri Palupijati. Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A menuturkan bahwa “ Museum Muhammadiyah menjadi anak bungsu dari 42 Museum yang ada di Yogyakarta, namun memiliki resources sumber daya manusia handal untuk pengelolaan dan materinya serta pangsa pasar yang jelas  apalagi Yogyakarta menjadi ibukota dan tempat kelahiran Muhammadiyah, ini merupakan potensi yang sangat besar”. Selain itu penting untuk meningkatkan kualitas museum itu melalui penyampaian pesan yang terkandung dalam benda koleksi di museum, melalui para edukator inilah informasi serta nilai-nilai berharga dari setiap objek dapat dipahami dan diteladani oleh pengunjung dan juga dengan pendekatan yang lebih menyenangkan. Reportase   Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading