Segar Ala Musela

Sleman, PDMSleman.Or.Id Dalam rangka Milad 76 SMP Muhammadiyah 1 Sleman (Musela), mengadakan jalan sehat yang merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang diadakan di sekolah. Acara jalan sehat yang berpusat di lapangan olahraga SMP Muhammadiyah 1 Sleman ini mencetak tiket sebanyak 4.000 dan dihadiri sebanyak 3.500 peserta dengan rute 3 Km pada Ahad 18 Februari 2024. Acara ini dihadiri oleh Bupati Kabupaten Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo sekaligus melakukan pelepasan peserta jalan sehat. Dalam sambutannya menyampaikan “selamat milad ke – 76 untuk SMP Muhammadiyah 1 Sleman, semoga tambah berkemajuan dan senantiasa mencetak lulusan–lulusan yang berprestasi dan bertaqwa dan menghimbau masyarakat umum untuk jangan ragu menitipkan anak di SMP Muhammadiyah 1 Sleman karena terbukti banyak lulusan yang dapat dipertanggungjawabkan keagamaannya”. Kustini juga menghimbau untuk warga Sleman bangga menggunakan produk dalam negeri terutama batik Parijoto. Hadir dalam acara tersebut Panewu Anom Kapanewon Sleman, PCM Sleman, Kepala Dukuh Panggeran, Kepala Sekolah SMK/SMA dan SD/MI mitra sekolah, dan seluruh guru, karyawan, peserta didik, wali murid, serta masyarakat umum. Tampak terbersit kegembiraan dan antusias peserta jalan sehat saat MC Devitri Rahmawati dan Irvan Yanuar Arifin mulai membagikan doorprize mulai dari  mesin cuci, televisi, kipas angin, mejikom, dan alat elektronik lainnya serta doorprize utama yaitu sepeda motor Yamaha. Dalam sambutannya kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 Sleman Bapak Amin Darojat, S.Pd.I menyampaikan “ dengan slogan “Musela Langkung Sae“ SMP Muhammadiyah 1 Sleman senantiasa melakukan perubahan – perubahan agar tetap menjadi sekolah yang mumpuni dalam mendidik siswa – siswa. “ Alhamdulillah acara jalan sehat ini dapat dilaksanakan dengan baik dan dimeriahkan oleh Damara de dan Fafa Vadesta. Kontributor : Wahyu Jati P  SMP Musela Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pengukuhan dan Serah Terima Jabatan PCNA Turi Periode 2022-2026

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pengukuhan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Turi digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi pada Ahad  18 Februari 2024. Acara tersebut dihadiri oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi, Pimpinan Cabang Aisyiyah Turi, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Sleman, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Turi, Mahasiswa UAD serta AUM seKapanewon Turi. Acara pelantikan ini diikuti oleh seluruh calon kepengurusan PCNA Turi yang telah disusun oleh formatur. Perwakilan dari PDNA Sleman yakni Mafrudlatun Nikmah, S.Pd selaku ketua 2 PDNA Sleman dan Meita Fitrianawati, M.Pd. selaku  ketua departeman PITD, secara resmi mengukuhkan seluruh anggota Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Turi dengan terlebih dahulu melakukan pembacaan surat keputusan pengukuhan. Dalam hal ini ditetapkan Dyah Harumming Kinanthi S.IP.,M.A. sebagai ketua Umum, Desy Dwi Susanti, S. Pd. Sebagai Sekretaris Umum, Erni Wulandari sebagai Bendahara Umum, dan para ketua departemen beserta jajaran anggotanya sebagai Struktural dalam PCNA Turi periode 2022-2026. “ Terdapat harapan besar seluruh anggota yang terganti dapat mengembangkan kreatifitas dan inovasi untuk kemaslahatan umat khususnya untuk generasi muda di Kapanewon Turi” kata Dyah selaku ketua. Keanggotaan PCNA Turi periode 2022-2026 yang dikukuhkan saat ini terdiri dari berbagai macam disiplin ilmu. Kepengurusan kali ini diharapkan dapat bertumbuh kembang dengan lebih baik, berkolaborasi dengan lebih mesra, menjalin komunikasi yang lebih baik lagi, sehingga dari segala keilmuan yang PCNA Turi saat ini miliki dalam saling bekerjasama dan bertukar informasi, saling bantu membantu, ingat mengingatkan untuk mencapai tujuan bersama. Setelah kegiatan pengukuhan selesai dijalankan dilanjutkan dengan serah Terima jabatan dari pengurus terdahulu. Besar harapan semoga para pengurus PCNA Turi periode 2022-2026 dapat mengemban amanah ini dengan baik dan kedepannya akan mengedepankan persatuan dan kekompakan. Ketua PCNA Turi periode sebelumnya Miftahul Janah, S. Pd. Menyampaikan , “ Alhamdulillah kami telah menyelesaikan amanah dan tugas dengan apik, sebelum kegiatan pengukuhan ini dilaksanakan telahmelakukan Laporan Pertanggung Jawaban selama periode yang diemban”. Acara dilanjutkan dengan pembahasan setiap departemen untuk menyusun program kerja selama periode mendatang baik meliputi proker jangka panjang maupun jangka  pendek. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan makan bersama yang disponsori penuh oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi. Reportase  Miftahul Janah, S. Pd. Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Baitul Arqam Purnasiswa, Kaderisasi Dan Penguatan Nilai Ideologi 132 Siswa SMP Muhammadiyah 3 Depok

Depok. Pdmsleman.Or.Id Keberadaan perguruan Muhammadiyah merupakan bagian ikhtiar persyarikatan dalam mencerdaskan anak bangsa sekaligus mencetak karakter unggul serta akhlakul karimah para peserta didik yang ada. Semenjak diinisiasi langsung oleh KH. Ahmad Dahlan pada 1912, sekolah-sekolah Muhammadiyah memiliki empat fungsi, yakni sebagai sarana pendidikan dan pencerdasan, pelayanan Masyarakat, dakwah amar ma’ruf nahi munkar, serta fungsi kaderisasi. Dalam menjalankan fungsi kaderisasi dan memperkuat nilai ideologi para siswa, SMP Muhammadiyah 3 Depok menyelenggarakan Baitul Arqam Purnasiswa pada Kamis-Jum’at, 15-16 Februari 2024 bertempat di Youth Center DIY yang diikuti oleh 132 siswa kelas IX. Kegiatan ini juga menjadi launching program kerja Baitul Arqam Purnasiswa sebagai program baru unggulan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Sleman yang langsung dibuka sekaligus oleh Ketua PDM Sleman,  Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A yang dalam amanatnya memberikan motivasi pada siswa, “ melalui sabda Rasulullah akan perintah untuk menjadi seorang berilmu, penuntut ilmu, penyimak ilmu atau pecinta ilmu”. Hal tersebut senada dengan pesan Sri Maryani, M.Pd. sebagai perwakilan Majelis Dikdasmen PDM Sleman untuk bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan perkaderan selama dua hari satu malam  tersebut yang berisi materi keIslaman, ke-Muhammadiyahan, leadership, Achiement Motivation Training (AMT) serta sarasehan bersama pimpinan Angkatan Muda Muhammadiyah di Kecamatan Depok. “BA Purnasiswa ini merupakan edisi perdana serta diharapkan kedepan dapat dilangsungkan pula pada siswa kelas IX SMP/MTs Muhammadiyah maupun kelas XII SMA/MA Muhammadiyah”, pungkas   Hendro Sucipto, M.Pd, Ketua MPKSDI PDM Sleman dalam sambutannya. Kontributor Hendro Sucipto, M.Pd, Ketua MPKSDI PDM Sleman Editor Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman

Loading

Azman Latif Mengapresiasi Usaha Relawan, Saksi, dan Pemilih

Sleman Ketua Tim Pemenangan Wilayah Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, MM untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Azman Latief memberikan apresiasi pada penyelenggaraan Pemilu serentak yang digelar pada Rabu (14/2). “Kami memberikan apresiasi kepada semua relawan, dan saksi yang telah berusaha dengan optimal untuk mendukung, dan menyukseskan pencalonan Ahmad Syauqi Soeratno mulai dari pencalonan sampai dengan pemilihan dengan berbagai usaha maksimal,” ujarnya. Azman menambahkan bahwa kerja kolektif dan gotong royong dari semua tingkatan menjadi energi positif untuk membawa aspirasi masyarakat. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para pemilih yang telah memberikan kepercayaan kepada Ahmad Syauqi Soeratno. Tentu kami memberikan apresiasi penyelenggara pemilu, baik KPU, Banwaslu dengan segenap perangkatnya di semua tingkatan terutama di TPS,” tambah Azman lagi. Sebagaimana release yang diterima redaksi pada Kamis pagi. Ahmad Syauqi Soeratno adalah calon anggota DPD RI dari DIY yang dikenal memiliki kedekatan dengan berbagai kalangan. Memiliki kompetensi dan jejak rekam yang bagus, Ahmad Syauqi Soeratno menjadi salah satu kandidat yang diharapkan banyak pihak mampu menyuarakan aspirasi warga DIY. “Setelah pemilihan, kita perlu menjaga suara yang didapatkan Ahmad Syauqi Soeratno sampai titik terakhir. Jaga kesehatan, mari bergadengan tangan bersama menjaga suara yang diamanahkan warga DIY, bersama para relawan dan saksi,” tutupnya. (fj)

Loading

Pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana SMK Muhammadiyah 2 Sleman

Sleman, Pdmsleman.or.id Sabtu  10 Februari 2024 tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Pelatihan Penguatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMK Muhammadiyah 2 Sleman yang beralamat di Jl. D. Ronggowarsito No. 2, Medari  Jetis, Caturharjo Sleman Kabupaten Sleman. Acara ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas dalam mitigasi kebencanaan, khususnya di lingkungan pendidikan. Sebanyak 50 peserta dari 18 sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA, turut hadir dalam acara tersebut. Tidak hanya itu, perwakilan dari Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Sleman, Majelis Pembinaan Kesehatan Umum Sleman, serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah (PCM dan PCA) Sleman juga ikut serta mendukung acara ini. “Pelatihan ini ditujukan untuk institusi sekolah, di mana tak jarang bencana terjadi saat jam sekolah berlangsung, Kami berharap peserta dapat melakukan rencana tindak lanjut agar seluruh sekolah yang terlibat dapat mengimplementasikan Satuan Pendidikan Aman Bencana dalam kegiatan di sekolah” kata Prof. Zahrul Mufrodi, ketua tim PKM UAD yang juga ketua PCM Sleman ini. Tim PKM UAD yang dipimpinnya, bersama dengan anggota tim Afan Kurniawan, S.T, M.T; Dholina Inang Pambudi, M.Pd; dan Oktomi Wijaya, S.KM, M.Sc, berkomitmen untuk menyelamatkan sesama dan semesta di tengah ancaman bencana melalui kegiatan ini. Selain penguatan kapasitas terkait mitigasi kebencanaan, pada acara tersebut juga disampaikan informasi terkait deteksi dan pencegahan kecelakaan yang memungkinkan terjadi pada saat proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, pelatihan ini bukan hanya sekadar memberikan pengetahuan tentang mitigasi bencana, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan selama kegiatan belajar mengajar. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mempersiapkan sekolah-sekolah untuk menghadapi bencana dengan lebih siap dan terkoordinasi. Dengan kerja sama antar lembaga dan pihak terkait, diharapkan upaya mitigasi bencana di lingkungan pendidikan dapat terus ditingkatkan untuk melindungi siswa, guru, dan masyarakat sekitar. Reportase  Arief Hartanto MPI PDM Sleman, Source Mahmudi K.

Loading

Aisyiyah Minggir, Membangun Organisasi Perempuan Mewujudkan Risalah Perempuan Berkemajuan Melalui Pelatihan Administrasi

Minggir, Pdmsleman.Or.Id Organisasi Aisyiyah, yang dikenal sebagai sebuah wadah perempuan berkemajuan, menegaskan tekadnya untuk menggerakkan organisasi melalui berbagai kegiatan sesuai dengan hasil musyawarah program Rapat kerja. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menggelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk Mewujudkan Risalah Perempuan Berkemajuan pada hari Jumat, 28 Rajab 1445 H, bertepatan dengan 9 Februari 2024, di SMP Muhammadiyah 2 Minggir. Hj. Ras Haryani, dalam laporan panitia, menyatakan bahwa “ acara ini diikuti oleh 52 anggota pimpinan dari cabang dan ranting. Tujuan dari pelatihan ini adalah agar anggota memahami tata aturan yang berlaku dalam organisasi Aisyiyah dan mengimplementasikannya dalam kegiatan organisasi”. Selanjutnya, Hj. Hanik Rosyada M.Pd Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman, memberikan motivasi kepada peserta bahwa anggota pimpinan Aisyiyah memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan melalui laporan. “ Mari kira bersama-sama membangun frekuensi dan persepsi yang sama dalam menjalankan administrasi organisasi sebagai salah satu indikator dari keteraturan organisasi”. Atika Nalattamma, wakil sekretaris Aisyiyah Sleman, menjelaskan secara rinci materi Kesekretariatan, termasuk tata aturan persuratan, logo, stempel, pengkodean, dan pengarsipan. Sementara itu, Dwi Putriyanti, Bendahara Aisyiyah Sleman, memaparkan materi Keuangan dengan cermat, termasuk contoh lembar keuangan dan cara membukukan serta melaporkan keuangan harian, bulanan, dan tahunan. Peserta pelatihan menunjukkan antusiasme yang tinggi, sehingga dialog dan interaksi berlangsung aktif hingga menjelang waktu Dhuhur. Kontributor  Hj. Hanik R M.Pd, PDA Sleman  Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pemkab Sleman Resmikan Gedung Baru SMP Muhammadiyah 2 Prambanan: Investasi Pendidikan untuk Generasi Unggul

Prambanan, Pdmsleman.Or.Id Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menggelar acara peresmian Gedung SMP Muhammadiyah 2 Prambanan pada Rabu, 7 Februari 2024 yang terletak di Jalan Raya Piyungan Prambanan Sumberharjo Prambanan Sleman ini yang merupakan bantuan pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Dalam sambutannya, Bupati Kustini menyampaikan “ rasa terima kasihnya kepada sekolah-sekolah di bawah Persyarikatan Muhammadiyah yang telah berperan aktif dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Sleman. Dia mengakui kontribusi besar mereka dalam mencerdaskan generasi muda”. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widayana, mengungkapkan harapannya bahwa pembangunan gedung baru ini akan memotivasi guru dan siswa untuk lebih berprestasi dalam mencapai cita-cita pendidikan mereka. Diharapkan semangat baru ini akan memperkuat upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini. Nampak hadir pula segenap jajaran Muspikap Prambanan, Lurah Sumberharjo, PCM PCA Prambanan, tokoh Muhammadiyah setempat, Ketua Dikdasmen PDM Sleman H. Surahmat. Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Prambanan, Dwi Wahyuningsih, menyatakan harapannya bahwa “ gedung baru ini akan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah mereka. Dengan semangat belajar yang ditingkatkan, ia berharap akan lahir generasi muda yang berkualitas, baik dalam aspek spiritual maupun akademis”. Peresmian gedung baru ini merupakan langkah penting dalam investasi pendidikan di Sleman. Melalui upaya bersama antara pemerintah dan lembaga pendidikan, diharapkan akan lahir generasi yang Tangguh dan berakhlak mulia.

Loading

Haedar Ungkap Nilai Inklusif dan Keteladanan Memaknai Isra Miraj

Buletinsleman.ComKetua Umum Pimpinan Pusat Haedar Nashir mengatakan, Isra miraj merupakan satu kesatuan dengan kerisalahan Nabi Muhammad membawa ajaran Islam. Yakni berislam yang damai, toleran, ukhuwah, dan menebar segala benih kebaikan sebagaimana risalah Nabi akhir zaman. “Jauhi hal-hal yang menimbulkan masalah dan kerusakan dalam kehidupan. Nabi diutus untuk menyempurnakan ahklak mulia dan menjadi rahmat bagi semesta alam,”tutur Haedar pada Kamis (8/2). Haedar juga mengungkapkan, bahwa dengan isra dan miraj juga kaum muslimin harus mengembangkan kecerdasan yang murni, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memanfaatkan segala potensi yang dianugerahkan Tuhan dalam memahami segala ciptaan-Nya, serta melahirkan peradaban yang utama bagi kehidupan di alam semesta ini. “Menjadi insan pembangun dan bukan insan perusak kehidupan. Jadilah pembelajar dan pemakmur kehidupan yang merahmati semesta. Nabi Muhammad hadir dengan risalahnya membangun al-Madinah al-Munawwarah, peradaban yang cerah-mencerahkan,” jelas Haedar.Selain itu, Isra miraj menurut Haedar memiliki nilai inklusif bagi kehidupan kemanusiaan dan semesta yang terjabarkan dalam tiga makna. Makna pertama, makna kekuasaan. Isra Miraj Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha mengandung pesan di atas pencapaian ketinggian ilmu manusia masih ada kekuatan ilahiyah.“Isra Miraj menunjukkan di balik kekuasaan manusia yang bersifat duniawi ada kekuasaan Allah, kekuasaan Tuhan yang bersifat ruhaniyah-ilahiyah atau divine power atau kekuasaan yang sakral,” tegas Haedar.Haedar menerangkan, siapapun baik itu manusia, sekelompok manusia, organisasi bahkan negara, lebih jauh lagi antar negara yang memiliki kekuasaan duniawi. “Jangan salah gunakan kekuasaan karena di balik kekuasaan duniawi ada divine power, ilahi, sakral Allah SWT,”tegas Haedar.Di atas langit masih ada langit, manusia seyogyanya dengan kekuatan yang dimiliki tetap rendah hati, tidak menyalahgunakan. Perang, penistaan, kezaliman dan segala kesewenangan terjadi karena ada kekuasaan manusia lepas dari kekuasaan ketuhanan. Kedua, diwajibkannya ibadah salat bagi Muslim dalam peristiwa Isra Miraj. Menurut Haedar, ibadah salat memiliki dua dimensi pesan, yakni hubungan manusia dengan Tuhan (habluminallah) dan manusia dengan manusia lainnya (habluminannas). “Salat dan ibadah dalam Islam punya dimensi habluminannas, memberi hubungan yang baik, damai dan manfaat bagi kehidupan. Sehingga, semakin banyak yang beribadah dengan baik semakin baik kehidupan antar manusia, baik dengan lingkungan dan alam,”papar Haedar. Haedar turut mengajak umat menjadikan Isra Miraj dengan buah dari salat membangun relasi kemanusiaan semakin baik, tapi juga relasi ketuhanan yang semakin dekat. Sehingga manusia semakin damai dengan langit dan semakin damai dengan bumi. “Artinya, bangun kehidupan yang lebih baik, adil, damai, tentram, aman, makmur serta hidup maju bersama, sehingga kehidupan menjadi penuh makna,” papar Haedar.Ketiga, dijalankannya dua risalah nabi setelah Isra Miraj. Dua risalah itu menyempurnakan ahlak beserta risalah Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Dua risalah ini mengandung makna Islam yang membangun peradaban sekaligus keadaban. Haedaar berpesan kepada umat dan pimpinan umat untuk meneladani Nabi dalam segala aspek kehidupan. Termasuk dalam berdakwah secara hikmah dan uswah hasanah disertai amaliah nyata yang mencerdaskan dan mencerahkan akal budi dan akhlak utama. “Jauhi hal-hal yang meresahkan, menebar kebencian, amarah, dan membawa perpecahan. Berbangsa pun mesti menebar kebaikan dan mencegah keburukan dengan cara-cara dakwah yang baik untuk menunjukkan teladan utama,”tegas Haedar. Jika berjuang menegakkan etika, lanjut Haedar, tampilkan dengan etika yang luhur. Agenda utama umat Islam Indonesia sebagai mayoritas justru dalam menampilkan akhlak mulia disertai keteladanan serta maju dalam berbagai aspek kehidupan sebagai Khaira Ummah. Maka itu, tokoh dan organisasi keagamaan harus bawa Islam betul-betul jadi rahmat semesta bukan hanya retorika dan ujaran, tapi dalam tindakan dan keteladanan. Umat beragama, tokoh agama dan organisasi-organisasi keagamaan harus bisa menunjukkan. “Sebagaimana Nabi Muhammad dengan uswah hasanah bahwa pilihan tentang kebenaran, tentang kebaikan dan tentang kepatutan hidup itu harus menjadi pancaran keberagamaan kita,” tutup Haedar.

Loading

Poskestren MBS: Wujud Amal Usaha Muhammadiyah di Bidang Kesehatan Bagi Seluruh Warga Pondok

MBS Sleman, Pdmsleman.Or.Id Poskestren atau Pos Kesehatan Pesantren merupakan amal usaha Muhammadiyah yang bergerak di bidang kesehatan. Melayani para santri dan warga pondok pesantren yang membutuhkan pemeriksaan dan perawatan. Poskestren MBS terbagi menjadi dua area, yaitu di asrama santri putra dan asrama putri. Kepala Bagian Kesehatan MBS, Ustadzah Vani Anindya, Amd. Kep bertugas dengan dibantu oleh dokter serta Santri Husada. Perekrutan Santri Husada sendiri dipilih langsung oleh IPM Bagian Kesehatan.  “Santri yang terpilih menjadi Santri Husada berasal dari IPM dan dikhususkan untuk santri kelas XI. Proses perekrutannya sendiri diserahkan langsung oleh kader IPM Bagian Kesehatan pada periode kepengurusan sebelumnya,” tutur Nikhayatun Ni’mah, Ketua Santri Husada, santriwati SMA MBS Prambanan Sleman, ketika diwawancarai. Poskestren memiliki program-program yang menunjang untuk kesehatan warga pondok pesantren. Seperti screening kesehatan dan aksi gizi untuk para santri rutin dilaksanakan oleh Puskesmas Prambanan. Sementara itu, Santri Husada membantu dalam hal pengkondisiannya. “Santri yang terpilih sebagai Santri Husada harus memiliki komitmen yang kuat. Kami harus sigap setiap waktu. Jika ada santri yang sakit di waktu malam hari, maka kami harus segera memberikan pertolongan dan membawanya ke poskestren untuk mendapatkan penanganan segera,” lanjut Nikha, sapaan akrab santriwati yang kini duduk di bangku kelas XI IPS 3 ini pada Kamis siang. Secara lebih lanjut, Nikha juga menegaskan bahwa santri yang memiliki keinginan untuk bergabung dengan Santri Husada, tidak terbatas pada latar belakang jurusan MIPA. Bagi teman-teman santri yang ingin menjadi bagian dari Santri Husada tetapi berada di jurusan IPS, tetap bisa bergabung, seperti dirinya yang sudah bergabung sejak bulan Juni 2023 hingga sekarang.             Apabila ada santri yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, maka dokter atau perawat yang bertugas akan memberikan rujukan ke rumah sakit yang telah menjalin kerja sama dengan pondok, seperti RS PDHI. Poskestren sendiri juga telah memiliki layanan ambulan sehingga lebih memudahkan akomodasi ketika butuh pelayanan segera ke rumah sakit. Sebagai wujud dari amal usaha Muhammadiyah, Poskestren MBS juga bekerja sama dengan bagian konseling At Tanwir. Jika terdapat santri yang mengalami masalah psikis, maka akan diarahkan untuk konseling di At Tanwir. Sebab masalah kesehatan santri tak selalu berkaitan dengan fisik, namun ada juga psikis. Permasalahan psikis yang dimaksud seperti kesulitan untuk beradaptasi di lingkungan pondok atau mengalami kesulitan belajar. Adanya Poskestren di pondok pesantren ini sangatlah membantu. Sehingga santri bisa segera mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang layak. Dokter dan perawatnya pun bekerja dengan profesional. Keberadaan Poskestren MBS membuat para orang tua/ wali santri tidak perlu was-was. Jika anak mereka sakit, maka bisa segera berobat ke Poskestren secara gratis. Tentunya dengan adanya amal usaha Muhammadiyah bagian kesehatan sangat diperlukan untuk selalu siap sedia melayani warga pondok pesantren. *YS* Kontributor: Yunia Susanti, S.T.P. dari SMP MBS Sleman Peserta Diklat Jurnalitik Berkemajuan 2024 Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading