Ngemplak, Pdmsleman.Or.Id Pengajian Hari BerMuhammadiyah Kabupaten Sleman dalam rangka milad Muhammadiyah ke 113 diselenggarakan pada Sabtu, 29/11/2025 di Auditorium Abdulkahar Muzakir Universitas Islam Indonesia. Ketua PDM Kabupaten Sleman H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A. menyampaikan bahwa Muhammadiyah selalu berjuang mensejahterakan masyarakat dengan semua amal usaha. Ketua PCM Ngemplak DR. Joko Santoso menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi antar lembaga dan warga, serta memperkuat basis keilmuan warga Muhammadiyah dan betapa gerakan Muhammadiyah yang dirintis oleh Kiai Ahmad Dahlan 113 terus kokoh berkembang dan bisa menjawab tantangan zaman. Sekda Kabupaten Sleman Drs. Sumiarto M.A. mengapresiasi peran aktif Muhammadiyah dalam membantu kesejahteraan masyarakat khususnya di kabupaten Sleman. “Kolaborasi pemerintah dalam Muhammadiyah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama dalam pembangunan rumah layak huni dan bantuan biaya pendidikan bisa ditingkatkan,” katanya. Pengajian yang dihadiri oleh warga Muhammadiyah, Aisyiyah, Ortom dan Pengawai AUM tersebut menghadirkan ust. H. Agus Andriyanto, Lc. Dengan tema memajukan Kesejahteraan Bangsa. Ust. Agus Andriyanto menyampaikan dalam tausiyahnya bahwa hidup harus selaras antara dunia dan akhirat. “Kesuksesan yang sebenarnya adalah bagaimana di akhirat dijauhkan dari api neraka, bukan hanya sejahtera di dunia semata. Meningkatkan kesejahteraan umat adalah tugas kita sebagai sesama muslim serta harus bisa memilih yang haram dan yang halal” katanya. Rangkaian Hari Bermuhammadiyah dimeriahkan Pentas Angklung dari SD Muhammadiyah Macanan, Tari menari, Tapak suci, dan pemeriksaan kesehatan gratis, serta pula disiarkan langsung melalui TV MU. Rep : Totok Sekretariat PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman
Depok,Pdmsleman.Or.Id SMP Muhammadiyah 1 Depok kembali menegaskan kualitas pembinaan dan mutu pendidikan melalui torehan enam medali pada ajang Olympicad VIII Tingkat Wilayah DIY, yang dilaksanakan pada 22–23 November 2025. Prestasi ini memperkuat posisi sekolah sebagai institusi yang konsisten mencetak peserta didik dan tenaga pendidik berprestasi. Pada cabang siswa, Syifa Annisa Putri meraih medali emas kategori Story Telling, disusul Afifa Fitriya (perunggu Desain Poster) dan M. Azka Dhanadyaksa (perunggu News Reading Inggris). Di cabang Film Indie, MSD Cinema Lab turut mempersembahkan medali perunggu melalui karya sinematik berkualitas yang digarap oleh enam peserta didik berbakat: Kholivah Purnia Arvita, Mochammad Fanni Shofiatul Azami, Alif Zhafirin Anwaruddin, Muhammad Dzaky Izzuddin, Ananda Nicolas, dan Rae Ayu Shima Ewo Rumbi. Di tingkat pendidik, Laili Isna Fatkhurrahmah, S.Pd., menyumbang emas Inovasi Belajar Guru, menunjukkan kreativitas dan profesionalisme tenaga pendidik dalam mengembangkan strategi pembelajaran inovatif. Prestasi juga diraih pimpinan sekolah, di mana Abidin Fuadi Nugroho, S.Pd.I., M.Pd., Kepala SMP Muhammadiyah 1 Depok, meraih medali perak pada kategori Best Practice Kepala Sekolah sebagai wujud kepemimpinan visioner yang berdampak pada peningkatan mutu sekolah. Dalam keterangannya, Abidin menyampaikan apresiasi terhadap guru dan pelatih:“Keberhasilan ini merupakan hasil kinerja kolektif seluruh warga sekolah. Para guru dan pelatih memainkan peran strategis dalam mengarahkan potensi siswa sehingga mampu bersaing di tingkat wilayah. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.” Enam medali Olympicad VIII menjadi bukti nyata bahwa kultur berprestasi, kepemimpinan berkemajuan, dan pembinaan berkelanjutan menjadi fondasi utama SMP Muhammadiyah 1 Depok dalam memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan dan persyarikatan. kontributor – nhc
Turi, Pdmsleman.Mu.or.id Kajian Sabtu Pagi 22 November 2025 Masjid Baiturrahim, Turi gelar pengajian Menata Hati, Menguatkan Tauhid Bersama Ustadz Ismail Hermana (Ketua Yayasan Bumi Mandiri Mandiri, Edukator Happy Umrah). Dalam kesempatan ini disampaikan bahwa Sayidul istighfar bermakna pengakuan bahwa Allah adalah Tuhanku, dan aku adalah makhluk-Mu. Manusia mengakui banyak dosa. Mungkin baju kita bersih, tapi bisa jadi hati kita belum bersih Bahkan ketika kita mati, kita dimandikan sampai bersih, dibungkus kain kafan yang bersih, tapi belum tentu rohani kita sudah bersih. Oleh karena itu, di satu sisi kita harus banyak memohon ampun, dan di sisi yang lain harus banyak berbuat kebaikan, baik ke Allah sang pencipta dan baik kepada sesama makhluk Allah. Suatu ketika seorang ayah bertanya kepada anaknya yang mash kecil “apa itu pantulan atau gema” Anaknya belum tahu, maka ayahnya pun menjelaskan bahwa gema adalah suara yang akan mengikuti dari suara kita keluarkan. Sang ayah pun membuktikan dengan mengajak anaknya ke suatu lembah, dan diteriakkan suara, maka bergemalah suara itu Demikianlah kehidupan, apa yang kita lakukan akan memantul, bergema dan diikuti dengan perbuatan lainnya Setiap kebaikan akan memancarkan kebaikan berikutnya, dan sebaliknya setiap keburukan akan bergema memancarkan dan munculkan keburukan lainnya. Untuk bisa melakukan kebaikan memang butuh perjuangan, namun jika mampu melakukannya akan berbuah kenikmatan. Ibarat sebuah pendakian, berat dalam perjalanannya namun jika sudah sampai puncaknya akan mendapatkan pemandangan yang luar biasa. Hidup adalah perjalanan spiritual, Ibarat buku, yang pada umumnya dinilai dari sampulnya. Begitulah hidup, yang juga ditentukan terutama oleh penutupnya (kematian) dengan Husnul khatimah Shalatlah di masjid sampai mati, jangan menunggu mati untuk dishalatkan di masjid. Sebagaimna dituturkan H. Agus Nugroho Setiawan, M.P. takmir masjid kepada redaksi pada Sabtu pagi. Godaan hidup sudah terjadi sejak jaman Nabi Adam as. Demikian juga dengan kita semua, banyak salah dan dosa kepada suami, istri, anak, orang tua, saudara, teman dan lainnya. Oleh karena itu, kita harus banyak memohon ampun kepada Allah antara lain dengan istighfar Rep H Agus Nugroho S PCM Turi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sleman melalui Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) sukses menggelar Seminar Panel bertajuk “Penguatan Kesadaran Hukum dan Akses Keadilan untuk Perempuan dan Anak”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 22 November 2025, di Pendopo Rumas Dinas Bupati Sleman ini, tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menjadi momen penting peluncuran sentra layanan hukum bagi masyarakat. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB tersebut, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan pakar hukum. Pembicara utama dalam seminar panel ini meliputi Endang Wihdatiningtyas, S.H. (Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY sekaligus eks komisioner Bawaslu RI), Dwi Retno Widati, S.T., S.H., MPA dari Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) DIY, serta Ari Wibowo, S.H.I., M.H. (Ketua MHH Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman dan Pakar Hukum Pidana FH UII). Materi “Perlindungan Hukum Bagi Perempuan dan Anak” yang disampaikan oleh Ari Wibowo, Ketua Majelis Hukum dan HAM (MHH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman & Dosen FH UII, menggarisbawahi “ urgensi perlindungan khusus karena perempuan dan anak dianggap sebagai kelompok rentan dengan keterbatasan fisik, mental, dan sosial, yang membutuhkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi”.. Landasan hukum perlindungan ini berakar pada konvensi internasional seperti CEDAW (Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan) dan CRC (Hak Anak). Di tingkat nasional, berbagai instansi seperti Kemen PPPA, Komnas Perempuan, KPAI, dan UPTD PPA memiliki peran . Materi ini secara rinci membahas tiga payung hukum utama di Indonesia yakni UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT: Mengatur kekerasan Fisik, Psikis, Seksual, dan Penelantaran dalam lingkup rumah tangga. Korban KDRT berhak atas perlindungan menyeluruh, layanan kesehatan, kerahasiaan identitas, pendampingan hukum dan sosial, serta dukungan spiritual. UU No. 12 Tahun 2022 tentang TPKS: Payung hukum yang melindungi korban kekerasan seksual dan mengidentifikasi sembilan jenis utama TPKS, termasuk pelecehan nonfisik dan kekerasan berbasis elektronik. Korban TPKS dijamin haknya atas perlindungan, layanan terpadu, kerahasiaan identitas, pendampingan, dan restitusi. UU No. 23 Tahun 2002 jo. UU No. 35 Tahun 2014 jo. UU No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak: Mendefinisikan anak sebagai individu di bawah 18 tahun (termasuk dalam kandungan). Undang-undang ini mengatur tindak pidana terhadap anak (fisik, psikis, eksploitasi, penelantaran) dan menjamin hak anak korban atas bantuan hukum dan pemulihan komprehensif. Penutup materi menekankan Peran Aktif Masyarakat sebagai tanggung jawab bersama dimana Masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kesadaran, melaporkan kasus kekerasan, memberikan dukungan psikologis dan sosial, serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak. Rep Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id SMK Muhammadiyah 1 Sleman kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Olympiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) tingkat DI Yogyakarta yang digelar pada Sabtu, 22 November 2025. Pada kompetisi bergengsi ini, sekolah berhasil membawa pulang dua medali sekaligus dari dua kategori berbeda. Pada cabang Dakwah Digital yang berlangsung di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Ma’ruf Rosyidi berhasil meraih Juara 1 dan menyumbangkan medali emas untuk sekolah. Penampilan Ma’ruf dinilai unggul dalam penyampaian pesan dakwah yang kreatif, komunikatif, dan sesuai perkembangan media digital. Sementara itu, pada cabang Film Indie yang dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, tim film yang yang diwakili oleh Dias, Zaki, dan Mukti berhasil meraih Juara 2 dan membawa pulang medali perak. Karya mereka dinilai kuat dalam sisi sinematografi, alur cerita, dan pesan moral yang disampaikan. Prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas siswa SMK Muhammadiyah 1 Sleman dalam dunia digital kreatif dan dakwah modern. Sekolah berharap keberhasilan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi dan berkarya. Rep Afifundin SMKM 1 Sleman
Yogyakarta. Pdmsleman.Or.Id Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi dibuka, Sabtu (22/11). Pembukaan berlangsung di Grha Ibnu Sina SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta yang dipimpin Ketua PWM DIY Muhammad Ikhwan Ahada. Sebanyak 1681 peserta sekolah/madrasah Muhammadiyah se-DIY turut berpartisipasi dalam agenda dua tahunan tersebut. Bersamaan dengan itu, mempertandingkan sebanyak 27 cabang lomba mulai dari bidang akademik, seni, keislaman, penelitian, hingga teknologi. Sebanyak lima lokasi tersebar untuk pelaksanaan OlympicAD DIY VIII, yaitu SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, dan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Ketua Panitia OlympicAD DIY VIII Sarjilah mengatakan, sejak awal, para pendahulu Muhammadiyah telah meletakkan fondasi perlombaan dalam dunia pendidikan melalui Congres Moerid pada tahun 1925. Tujuannya, memperkuat silaturahmi dan menanamkan budaya kompetisi yang sehat di kalangan pelajar Muhammadiyah. “Inilah tradisi besar yang diwariskan dan terus dijaga hingga kini. Dan hari ini, tradisi tersebut telah kita wujudkan dalam bentuk OlympicAD,” katanya. Menurutnya, OlympicAD telah berkembang menjadi kompetisi terbesar di lingkungan Persyarikatan. Kompetisi tersebut mencakup akademik, seni, olahraga, teknologi, hingga keislaman. “Yang melibatkan para siswa, guru, dan kepala sekolah,” ucapnya. Sarjilah menekankan, OlympicAD bukan sekadar ajang berkompetisi, tetapi menjadi ruang pemetaan potensi dan pembibitan talenta terbaik. “Yang kelak akan mewakili DIY ditingkat nasional di Makassar, Sulawesi Selatan pada Februari 2026 mendatang,” tuturnya. Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PWM DIY Achmad Muhamad menekankan, OlympicAD menjadi ajang silaturrahmi pelajar Muhammadiyah. “Bahwa OlympicAD kita bertanding dan berkompetisi, tapi satu hal yang jangan dilupakan, OlympicAD adalah ajang silaturrahmi,” tegasnya. Achmad menambahkan, OlympicAD juga menjadi ruang untuk meningkatkan semangat berprestasi pelajar Muhammadiyah dalam bidang akademik, seni, olahraga, dan keislaman secara kolektif. “Kita tidak hanya bersemangat untuk menjadi juara di DIY saja, tapi harus sampai ke Makassar. Kita berangkat bersama-sama untuk meraih juara umum,” ujarnya. Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY Tukiman mengapresiasi prestasi pelajar Muhammadiyah DIY sangat luar biasa. “Baik dari guru, kepala sekolah, maupun siswa-siswanya,” bebernya. Tukiman sangat optimis, prestasi gemilang pelajar Muhammadiyah dapat berkembang lebih baik lagi. “Dengan sistem yang sudah terbangun sangat luar biasa, akan menjadi inspirasi dan pengisi prestasi gemilang ke depannya,” jelasnya. Sementara, Ikhwan menyebut OlympicAD merupakan media anak-anak mengekspresikan kemampuan, pemahaman, daya nalar, sekaligus juga menjadi ruang mengamalkan. Menurutnya, hal ini berimplikasi pada tumbuhnya kepercayaan diri, terbentuknya karakter kompetitif yang sehat, serta meningkatnya motivasi belajar siswa. “OlympicAD tidak hanya cerdas cermat, adu kemampuan secara kognitif-akademis, tapi juga ada fahmil Qur’an, bagaimana memahami Al-Qur’an, tapi juga ada sains dalam bentuk praktek,” jelasnya. Ikhwan mendorong para peserta berkompetisi dengan sebaik-baiknya. Dengan outputnya, dapat meraih prestasi ditingkat nasional yang membanggakan. “Dengan #DIYIstimewaPWMDIYJuara, ini memberikan semangat agar pasca-OlympicAD VIII, anak-anak kita lahir para juara dalam OlympicAD tingkat nasional di Makassar nanti,” katanya. Ikhwan berharap, para peserta OlympicAD ini lahir menjadi kader-kader Dahlan muda yang berkemajuan. “Sebagai implementasi dari fastabiqul khayrat. Tidak sekadar perlombaan secara jasmani, tetapi berlomba apa yang dipahami menjadi amal harian, tapi memiliki dampak bagi agama, kemanusiaan, sosial, dan global,” tandasnya. Rep (Cris) Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Sleman. Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sleman melalui Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) sukses menggelar Seminar Panel bertajuk “Penguatan Kesadaran Hukum dan Akses Keadilan untuk Perempuan dan Anak”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 22 November 2025, di Pendopo Rumas Dinas Bupati Sleman ini, tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menjadi momen penting peluncuran sentra layanan hukum bagi masyarakat. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB tersebut, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan pakar hukum. Pembicara utama dalam seminar panel ini meliputi Endang Wihdatiningtyas, S.H. (Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY sekaligus eks komisioner Bawaslu RI), Dwi Retno Widati, S.T., S.H., MPA dari Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) DIY, serta Ari Wibowo, S.H.I., M.H. (Ketua MHH Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman dan Pakar Hukum Pidana FH UII). Seminar ini diikuti oleh kurang lebih 150 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai tingkatan organisasi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sleman, seperti BIKSA PCA, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Sleman, MHH PCA se-Sleman, LHKP PCM se-Sleman, hingga MKS PCA se-Kabupaten Sleman. Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Sleman, H. Harda Kiswoyo, dan turut dihadiri oleh Ketua PDA Sleman, Hj. Sunarti. Dalam kesempatan istimewa ini, Ketua PWA DIY, Endang Wihdatiningtyas, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi tonggak bersejarah bagi ‘Aisyiyah Sleman. “Dalam kesempatan kali ini Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah sekaligus melaunching Pos Bantuan Hukum (PosBakum) MHH PDA Sleman,” ujar Endang. Peluncuran PosBakum ini merupakan wujud nyata komitmen ‘Aisyiyah dalam memberikan akses keadilan dan pendampingan hukum, khususnya bagi kelompok rentan, yaitu perempuan dan anak. PosBakum MHH PDA Sleman diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan konsultasi dan bantuan hukum. Bupati Sleman, , dalam sambutannya, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif ‘Aisyiyah Sleman dalam menyelenggarakan seminar ini dan mendirikan PosBakum. Beliau menegaskan bahwa kegiatan yang bertujuan meningkatkan literasi hukum dan akses keadilan seperti ini perlu terus ditindaklanjuti dan dikembangkan. “Kegiatan seperti ini perlu terus ditindaklanjuti, terutama untuk Sleman. Diharapkan PosBakum ‘Aisyiyah Sleman bisa jadi pelopor pembentukan Masdarkum di masyarakat,” serta mendorong agar PosBakum ‘Aisyiyah Sleman dapat segera berkolaborasi erat dengan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Sleman. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus-kasus hukum yang melibatkan perempuan dan anak di wilayah Sleman. Dukungan terhadap langkah strategis ini juga datang dari Kanwil Kemenkumham DIY, yang disampaikan oleh Dwi Retno Widati, S.T., S.H., MPA. Dalam penyampaian materinya, Dwi Retno menyambut baik langkah progresif ‘Aisyiyah dan mengumumkan rencana kerja sama yang lebih luas di masa depan. “Kanwil Kemenkumham akan melakukan MoU dengan ‘Aisyiyah DIY dalam program-program kegiatan hukum, terutama berkolaborasi dengan PosBakum PWA DIY,” ungkap Dwi Retno. Kerja sama ini menandai pengakuan resmi dan dukungan institusional pemerintah terhadap peran strategis ‘Aisyiyah sebagai organisasi masyarakat yang aktif dalam penegakan dan penyuluhan hukum. PosBakum PWA DIY, melalui kolaborasi ini, akan memiliki jangkauan dan sumber daya yang lebih besar dalam memberikan pelayanan hukum gratis kepada masyarakat. Seminar panel ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan para peserta, memperkuat pemahaman mereka mengenai isu-isu hukum yang krusial, dan bagaimana peran aktif ‘Aisyiyah dapat menjadi solusi. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, dikoordinasikan dengan baik, sebagaimana disampaikan oleh Nur Uswatun Khasanah, S.E. dari PDA Sleman. Pelaksanaan seminar dan peluncuran PosBakum ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan kesadaran hukum di Kabupaten Sleman, menjamin bahwa setiap perempuan dan anak memiliki akses yang setara terhadap keadilan dan perlindungan hukum. Rep Nur Uswtun K SE PDA Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman.
Prambanan, Pdmsleman.Or.Id SD MBS untuk pertama kalinya menyelenggarakan Apel Akbar dan Pelantikan Organisasi Otonom (Ortom) pada bulan Oktober di halaman sekolah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen SD MBS dalam membina kader persyarikatan Muhammadiyah sejak dini. Acara tersebut tak hanya dihadiri oleh Pelantik dan Saksi Pelantik, tetapi turut hadir pula perwakilan wali murid dan seluruh siswa kelas 4 hingga kelas 6 yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Suasana apel berlangsung khidmat dan inspiratif. H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman selaku pembina apel menyampaikan pesan dari Ali bin Abi Thalib: “Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah, maka jadilah orang yang berilmu (Kun ‘Aliman)”. Dalam pesannya agar siswa SD MBS menjadi anak yang pintar dengan cara memperhatikan pelajaran, mencintai kegiatan sekolah, dan menaati tata tertib. Di akhir amanat, Harjaka menyampaikan nasihat berbahasa Jawa, “Padang rembulane, jembar kalangane,” yang berarti otak dan pikirannya masih luas serta perjalanan belajarnya masih panjang. Setelah pelaksanaan apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan tiga organisasi otonom (Ortom) di lingkungan SD MBS. Ketiga organisasi tersebut adalah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Junior, Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW), dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Cilik. Sebanyak 14 murid, terdiri atas 7 putri dan 7 putra, resmi dilantik sebagai pengurus IPM Junior. Ketua terpilih, Ananda Zahra Asysyifa Humairabersama jajaran pengurusnya dilantik oleh Ipinawati Alifia Maheswari dari PCIPM Kapanewon Prambanan. Ustazah Rizana Avida, S.T., S.Pd. selaku Kepala SD MBS serta H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A. selaku PDPM Kabupaten Sleman Sebanyak 20 murid, terdiri dari 10 putra dan 10 putri, dikukuhkan sebagai Dewan Pengenal HW SD MBS. Ananda Muhibba Mumtaz Muhammadi dipercaya sebagai Komandan Putra, sedangkan Ananda Aqila Najla Prameswari sebagai Komandan Putri. Pelantikan dilakukan oleh Ramanda Anna Yaskuri dari Kwartir Cabang HW Kapanewon Prambanan. H. Surakhmad, S.Pd. selaku Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Sleman, Ustaz Agus Yulianto selaku Dikdasmen PCM Kapanewon Prambanan, dr. H. Omar Indroyono selaku PCM Kapanewon Prambanan, serta Ustaz Rahmat Susanto, S.Pd. selaku Wapim I Bidang Pendidikan PPM MBS Yogyakartahadir sebagai saksi. Sebanyak 10 putra bergabung dalam pasukan KOKAM Cilik SD MBS.Komandan terpilih, Ananda Fathan Al Farabi bersama pasukan dilantik oleh Eko Priyantoro, S.Kom. dari PCM Kapanewon Prambanan. Prakasa Radya Sulendra, S.T. selaku PDPM Kabupaten Sleman dan Aiptu Yusup B.,S.H. selaku Ps. Panit Binmas Polsek Kapanewon Prambananhadir sebagai saksi. Salah satu momen istimewa dari kegiatan ini adalah pelantikan IPM Junior SD MBS yang menjadi IPM tingkat SD pertama di wilayah DIY. Usai pelantikan, dilaksanakan penandatanganan berita acara dan pembacaan ikrar oleh para pelantik dan pengurus ortom SD MBS, sebagaimana dituturkan Noviana Widyaningrum, S.Pd. pada Kamis 20 November 2025. Ustazah Rizana Avida, S.T., S.Pd., selaku Kepala SD MBS, menyampaikan bahwa kehadiran ortom di SD MBS merupakan wadah belajar berorganisasi dan pembentukan karakter kepemimpinan. “Melalui ortom, para siswa diajarkan tanggung jawab dan kedisiplinan agar mampu menjadi pionir teladan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya. Beliau juga berharap para pengurus ortom dapat menjadi kader Muhammadiyah yang cerdas secara intelektual dan kuat secara spiritual, sehingga siap mengemban amanah umat dan bangsa di masa depan. Rep : Noviana Widyaningrum, S.Pd. Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman.