PCM Wiradesa Studi Tiru ke PCM Gamping

Gamping, Pdmsleman.Mu.Or.Id Sebanyak 50 anggota Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, melakukan kunjungan studi tiru di PCM Gamping, Sleman, Ahad 7 Desember 2025. Mereka diterima keluarga besar Muhammadiyah Gamping di Aula PCM setempat, Jalan Patukan Raya. Ketua PCM Gamping, Muhaimin, dalam sambutannya menyampaikan ungkapan kegembiraan atas kunjungan warga persyarikatan di kawasan pantai utara Jawa tersebut. “Semoga bisa mempererat tali ukhuwah di antara kita sesama warga Muhammadiyah,” katanya. Ia juga berharap, dari pertemuan tersebut, dua Cabang bisa saling belajar dan memberi inspirasi program kerja. Sedangkan Ketua PCM Wiradesa, Abdul Basit Amin, mengungkapkan bahwa maksud kunjungan tersebut memang diniati untuk bersilaturahmi dan belajar. “Tiba giliran nantinya adalah PCM Gamping bersilaturahmi ke Wiradesa,” harapnya. Kemudian PCM Gamping menampilkan video profil berdurasi sekitar enam menit. Setelahnya adalah pemaparan program oleh Heru Prasetya, Sekretaris. Dengan gaya yang santai dan penuh humor, Heru mengajak audiensi untuk memekikkan yel-yel Ranting Itu Penting Cabang Harus Berkembang.   Selanjutnya paparan profil dan program Cabang disampaikan melalui power point. Program itu antara lain Pesantren Modern Muhammadiyah Green School (MGS) Yogyakarta, Muhammadiyah Agribisnis Center (MAC), Panti Asuhan Abudzar Al Ghifari, Pengajian Rutin Taman Surga, Toko Besi Surya, Usaha Layanan Parkir, dan kegiatan lain mengikut hari-hari besar Islam termasuk dalam rangka Milad Muhammadiyah. “Dari lima kelurahan di Gamping, ada 11 PRM. Bahkan ada satu kelurahan dengan 4 Ranting,” jelas Heru. Sedangkan amal usaha pendidikan adalah 22 TK ABA, 8 SD, 3 SMP, 1 SMK, dan 1 SLB. “Ada juga kampus Unisa dan Rumah Sakit PKU Gamping,” tambahnya. Acara berlangsung penuh kekeluargaan dan dikemas secara sederhana namun tetap khitmat. Usai dialog ditutup dengan penyerahan cendera mata. Rep Heru Prasetyo PSM Gamping Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Sholat Ghaib dan Donasi untuk Korban Banjir Bandang Sumatera SD Muhammadiyah Girikerto Turi  

 Turi, Pdmsleman.Or.Id SD Muhammadiyah Girikerto kembali menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial kepada para peserta didik hal ini nampak dalam bentuk solidaritas untuk membantu saudara–saudara yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Hal ini juga menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan materi, tetapi juga menanamkan semangat empati dan solidaritas sejak dini kepada seluruh peserta didik. Hal ini nampak pada Jumat, 5 Desember 2025dimana sekolah menggelar kegiatan bertajuk “Mugiker Peduli – Aksi Donasi”  dalam suasana penuh keharuan dan kekhidmatan. Sejak pagi hari para siswa, guru, komite sekolah, orang tua/wali murid, serta sejumlah tokoh masyarakat hadir memadati halaman sekolah. Aksi donasi dibuka dengan pelaksanaan shalat dhuha berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan shalat gaib yang dipimpin langsung oleh Kepala SD Muhammadiyah Girikerto, R. Ahmad Zaenudin, S.Ag. “Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera,” ujar Zaenudin Lebih lanjut aksi donasi ini sekaligus menjadi pembelajaran karakter bagi anak-anak. “Kami ingin melatih pribadi masing-masing anak agar memiliki empati terhadap orang lain. Mereka harus tumbuh sebagai generasi yang peduli, bukan hanya cerdas secara akademik,” tambahnya. Para guru juga turut memberikan pendampingan agar para siswa memahami makna berbagi, pentingnya membantu sesama, serta ketabahan dalam menghadapi bencana. Setelah rangkaian ibadah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengumpulan donasi. Para siswa dengan antusias memasukkan sumbangan ke dalam kotak donasi yang telah disediakan dan selanjutnya akan disalurkan melalui Lazismu Turi. Aksi sosial “Mugiker Peduli” menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu, melainkan juga ruang untuk menumbuhkan karakter mulia generasi masa depan. Semangat kolaborasi, kepedulian, dan persaudaraan yang terbentuk dalam kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas untuk terus memperkuat budaya berbagi dan tolong-menolong, terutama saat musibah dan bencana melanda. Dengan semangat kebersamaan inilah SD Muhammadiyah Girikerto berharap kontribusi kecil yang diberikan dapat meringankan beban saudara di Sumatera dan menjadi ladang amal bagi semua pihak yang terlibat. Arief Hartanto  

Loading

Pengajian Rutin Ahad Pon PCA Tempel Milad 113 Muhammadiyah, Angkat Tema Empat Kunci Kebahagiaan Dalam Hidup

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Tempel kembali menggelar pengajian rutin Ahad Pon pada Ahad, 7 Desember 2025 di Balai Desa Pondokrejo. Kegiatan yang berlangsung hikmad ini dihadiri oleh sekitar 360 jama’ah dari seluruh Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) se-Kecamatan Tempel. Acara diawali dengan pembacaan kalam Ilahi yang dibacakan oleh santri TPA Al Muttaqien Plotengan, atas nama Azalea, Annisa dan Haura. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Aisyiyah oleh Paduan Suara PRA Pondokrejo. Lurah Pondokrejo,  R Widayatma S.E. dalamsambutannya menyampaikan “ Saya mengucapkan selamat Milad Muhammadiyah ke-113. Saya merasa bahagia dan bangga dapat membersamai jamaah dalam majelis ilmu ini, serta berharap kegiatan pengajian seperti ini dapat terus memperkuat silaturahmi dan meningkatkan kualitas keimanan masyarakat”.. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Perwakilan Ketua PCA Tempel,  Siti Rofiah. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan terima kasih atas kehadiran jamaah dari seluruh PRA dan dukungan yang selalu diberikan pada setiap kegiatan PCA Tempel. Diinformasikan juga bahwa “ dalam rangka menyemarakkan Milad Muhammadiyah ke-113, PCA Tempel akan menyelenggarakan Pasar Murah Mu, sebuah kegiatan sosial yang diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau”. Memasuki inti acara, tausiah pengajian disampaikan oleh Ustadz Drs. H. Agus Triyanta, MA, MH, Ph.D. pembina Pondok Baitul Qowwam yang juga anggota PCM Muhammadiyah Tempel. Dalam ceramahnya  menguraikan tentang empat kunci kebahagiaan dalam hidup, yaitu: Ustadz Agus menekankan bahwa keempat hal tersebut merupakan anugerah besar yang patut disyukuri, dan umat Islam perlu terus berusaha meraih serta menjaganya. Pengajian rutin Ahad Pon ini berlangsung dengan penuh keteduhan dan diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi jamaah untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan peran sosial di masyarakat. Semarak Milad Muhammadiyah ke-113 pun semakin terasa melalui rangkaian kegiatan yang inspiratif dan bermanfaat. Rep : Pamuji Subekti S.SI  PCA Tempel MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Serbuk Rempah ‘MOEGI’ SMK Muhammadiyah Minggir Jadi Ikon Wirausaha Muda Sekolah

Minggir, Pdmsleman.Or.Id SMK Muhammadiyah Minggir mengukuhkan komitmennya dalam menciptakan wirausaha muda melalui program unggulan Direktorat SMK Kemendikdasmen RI dengan sukses menggelar Unjuk Aksi Produk Kewirausahaan, hal ini terungkap pada inovasi produk minuman serbuk rempah  “MOEGI,” yang mengusung kearifan lokal. Unjuk Aksi ini telah dilaksanakan dalam beberapa kesempatan strategi, menunjukkan konsistensi produk di mata publik dan pemangku kepentingan. 23 November 2025 dipamerkan dalam rangkaian Milad Muhammadiyah, dikemas bersamaan dengan Tabligh Akbar dan berhasil menarik perhatian lebih dari 800 pengunjung. 30 November 2025tampil di Kalurahan Sendangrejo, Minggir, bersama dengan berbagai UMKM, dan didampingi oleh Pimpinan Muhammadiyah, Forkompimcam Minggir, serta Lurah se-Minggir. Produk “MOEGI” yang dikembangkan siswa SMK Muhammadiyah Minggir mendapatkan berbagai positif dan apresiasi tinggi, baik dari tingkat lokal maupun pusat: “Saya sangat mengapresiasi produk siswa ini. MOEGI memiliki potensi besar dan bisa menjadi salah satu ikon kebanggaan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Minggir. Ini membuktikan bahwa kejuruan pendidikan mampu melahirkan produk yang berdaya saing.”H. Ngadimin, Ketua PCM Minggir Dukungan juga datang dari Jakarta yang dalam kesempatan terpisah, produk ini diapresiasi oleh Arif Jamali Muis, Staf Khusus Mendikdasmen RI , yang menyoroti keunggulan “MOEGI” sebagai produk kewirausahaan yang mengusung kearifan lokal . Edy Purwanto S.Pd Kepala SMK Muhammadiyah Minggir menyatakan bahwa kegiatan Unjuk Aksi ini bukan sekedar pameran, melainkan simulasi proses bisnis nyata, mulai dari produksi, branding , hingga pemasaran yang berkolabarasi dengan DUDI (Dunia Usaha Dunia Industry) dan hal ini sejalan dengan tujuan program Direktorat SMK untuk mempersiapkan lulusan yang siap menciptakan lapangan kerja sendiri.”   Ketua Tim Jaringan Usaha dan Kemitraan Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman Sri Wara Nusandari, SE MM di PLUT Sleman, pada pameran yang dilaksanakan tanggal 5 desember dan 12 desember 2025 yang akan datang juga memberikan penghargaan atas produk inovasi ini, berbagai varian seperti jahe original, jahe lemon, kunyit lemon, empon empon dan sebagainya SMK Muhammadiyah Minggir berlokasi di Sidorejo Sendangrejo Minggir  dan berkomitmen menjadi pusat pengembangan keterampilan dan kewirausahaan berbasis nilai-nilai lokal dan Islami, sesuai dengan Arah Direktorat SMK Kemendikdasmen RI. Rep Edy Poer SMKM Minggir Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Konsolidasi Organisasi Muhammadiyah Sleman Dorong Modernisasi Tata Kelola dan Transformasi Digital

Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Konsolidasi Organisasi yang diikuti oleh seluruh perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kabupaten Sleman. Kegiatan strategis ini dilaksanakan pada Sabtu, 6 Desember 2025 di Ruang Amphitheater E6 Lantai 5 Gedung K.H. Ibrahim Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), sebagai wadah koordinasi serta penguatan sinergi antarlevel kepemimpinan persyarikatan. Konsolidasi tersebut tidak hanya meneguhkan soliditas antara PDM, PCM, PRM, dan masjid-masjid Muhammadiyah di Sleman, namun juga menjadi forum penting dalam penyampaian arah kebijakan organisasi ke depan. Salah satu fokus utama kegiatan adalah percepatan modernisasi tata kelola organisasi melalui digitalisasi sistem dan pemanfaatan teknologi informasi. “Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan modernisasi tata kelola organisasi menuju Muhammadiyah yang lebih profesional dan unggul,” ungkap Ketua PDM Sleman, H. Harjaka, M.Pd., dalam sambutannya. Rangkaian materi konsolidasi dimulai dengan pemaparan tentang pelaksanaan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) 2026. Program berskala kabupaten itu direncanakan menjadi ruang kolaborasi, edukasi, dan pameran program strategis persyarikatan. Pemaparan sesi ini memberikan gambaran awal mengenai konsep kegiatan, tujuan penyelenggaraan, serta keterlibatan PCM, PRM, ortom, dan amal usaha dalam mendukung kesuksesan MSE 2026. Diharapkan pameran akbar tersebut mampu menjadi etalase kemajuan dakwah, pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Selanjutnya, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah memaparkan perkembangan inovasi teknologi melalui Aplikasi MASA (Manajemen Anggota dan Sistem Administrasi) serta E-KTM. Kedua fitur digital itu diproyeksikan memperkuat pendataan anggota secara akurat, integrasi data organisasi, dan optimalisasi administrasi persyarikatan. Kartu Tanda Muhammadiyah elektronik atau E-KTM juga diperkenalkan sebagai bentuk transformasi digital di bidang keanggotaan untuk mempermudah identifikasi anggota serta akses ke berbagai layanan Muhammadiyah berbasis data. Materi berikutnya disampaikan oleh Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pengembangan Masjid (LPCR PM) PDM Sleman yang mengenalkan tiga sistem digital untuk penguatan kinerja organisasi. Sistem tersebut meliputi SICARA, sebagai aplikasi pendataan dan pemetaan Cabang–Ranting secara nasional; NotulenMU, platform penyusunan arsip dan notulen rapat berbasis digital; serta SIMAM (Sistem Informasi Manajemen Masjid) yang memudahkan pencatatan kegiatan, inventaris, dan pengelolaan masjid Muhammadiyah secara modern dan efektif.  PDM Sleman memiliki harapan besar terhadap percepatan transformasi digital organisasi mulai 2026. Setiap PCM, PRM, dan masjid Muhammadiyah di Sleman ditargetkan menunjukkan peningkatan kualitas tata kelola, pelayanan jamaah, dan pelaporan kinerja yang lebih transparan, tertata, dan berkelanjutan. Kegiatan Konsolidasi Organisasi menjadi momentum penguatan gerakan, pemantapan struktur, dan kesiapan persyarikatan menghadapi tuntutan modernisasi organisasi dalam rangka mewujudkan Muhammadiyah Sleman yang unggul dan berkemajuan. Rep Totok SE PDM   Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

SMK Muhammadiyah 2 Turi Perkuat Semangat Wirausaha Siswa Lewat Unjuk Inovasi Kewirausahaan

Turi, Pdmsleman.Or.Id Komitmen SMK Muhammadiyah 2 Turi dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda Nampak dalam penyelenggaraan kegiatan Unjuk Inovasi Kewirausahaan. Program ini merupakan bagian dari Bantuan Pemerintah Program Proyek Kreatif Kewirausahaan yang bertujuan mendorong kreativitas serta kemandirian siswa dalam mengembangkan produk usaha berbasis inovasi. Rangkaian kegiatan digelar di dua lokasi berbeda. Acara pertama berlangsung di GOR Amongrogo pada 27–29 November 2025, dilanjutkan dengan kegiatan kedua di PLUT Sleman pada 5 Desember 2025. Panitia masih merencanakan agenda lanjutan yang akan diselenggarakan pada Jumat, 12 Desember 2025, dan diproyeksikan menjadi puncak perkenalan produk unggulan siswa kepada masyarakat yang lebih luas. Dalam gelaran tersebut, animo masyarakat terlihat sangat tinggi. Banyak pengunjung memadati area pameran untuk melihat langsung karya para siswa. Kehadiran publik yang besar ini menjadi bukti bahwa ide dan kreativitas peserta didik memiliki daya tarik sekaligus potensi pasar yang menjanjikan. Produk-produk unggulan yang dipamerkan di antaranya Shafamu Nata de Aloevera, Shafamu Sabun Cuci Piring, serta Wanitech Audio Amplifier. Ketiga produk ini mendapat perhatian besar karena dinilai memiliki keunikan dan peluang usaha yang dapat dikembangkan ke tahap produksi masal. Kepala SMK Muhammadiyah 2 Turi, Pamuji Subekti, S.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya wadah unjuk kemampuan, namun juga sarana pendidikan nyata untuk meningkatkan mental berwirausaha. “Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa karya siswa kita tidak kalah bersaing. Ini menjadi penyemangat besar bagi sekolah untuk terus mendampingi siswa dalam berinovasi,” ungkapnya di sela acara. Pelaksanaan kegiatan ini turut mendapat dukungan penuh dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, DUDIKA, serta Komunitas UKM Sembada. Kolaborasi tersebut tidak hanya bersifat pendampingan, tetapi juga memberi wawasan praktis mengenai standar produk yang layak masuk pasar serta strategi pengembangan usaha. Salah satu masukan konstruktif datang dari Sri Wara Nusandari, S.E., M.M., Ketua Tim Jaringan Usaha dan Kemitraan Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman. Ia menilai hasil karya siswa sangat inovatif dan mampu bersaing dari segi kreativitas. Khusus untuk produk minuman aloe vera, Sri Wara memberikan saran penambahan informasi berupa keterangan rasa dan tanggal produksi pada label kemasan agar nilai informatif dan kepercayaan konsumen meningkat. “Harapan kami, ke depan semakin banyak lulusan SMK Muhammadiyah 2 Turi yang menjadi wirausahawan sukses,” tuturnya penuh optimisme. Selain itu, dukungan juga disampaikan oleh Nining Sapitri, S.Hut  Konsultan PLUT KUMKM Sleman. Ia memberikan apresiasi khusus kepada produk Wanitech Audio Amplifier. Menurutnya, kualitas suara amplifier buatan siswa tersebut sangat baik dan memiliki nilai jual tinggi. Ia menegaskan bahwa Dinas Koperasi dan UKM siap membantu siswa untuk mengurus PIRT, sertifikat halal, hingga HAKI guna mempersiapkan legalitas produk menuju pasar yang lebih luas. Melalui kegiatan Unjuk Inovasi Kewirausahaan, SMK Muhammadiyah 2 Turi kembali mempertegas perannya sebagai sekolah yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga pada pembentukan generasi muda yang kreatif, produktif, dan siap bersaing di dunia usaha.

Loading

Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (MEBP) PDM Sleman Gelar Workshop Manajemen Retail Modern

Sleman,  Pdmsleman.Or.Id Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (MEBP) PDM Sleman menyelenggarakan Workshop Manajemen Retail Modern bertempat di Gedung Dekranasda Kabupaten Sleman pada Rabu (3/12), yang dihadiri para pelaku ritel dan praktisi usaha dari berbagai wilayah di DIY. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar penguatan kapasitas pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan dinamika persaingan ritel modern dan perkembangan teknologi.​ Acara diawali dengan sambutan Ketua Panitia, Arif Fajar Wibisono, S.E., M.Sc., yang menekankan pentingnya pemahaman manajemen ritel yang terstruktur, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan serta mendorong peserta untuk memanfaatkan forum workshop sebagai ruang belajar bersama dan membangun jaringan antarpelaku usaha.​ Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Ketua yang membidangi ekonomi, Drs. H. Irfan Haris, yang memberikan pengantar mengenai tantangan dan peluang sektor ritel di era digital. Irfan Haris menegaskan bahwa “ peningkatan kapasitas manajerial, penguasaan sistem, dan pembentukan mindset ritel yang profesional menjadi kunci agar usaha ritel mampu tumbuh berkelanjutan”.​ Ketua PDM Kabupaten Sleman, H. Harjaka, S.Ag., M.Ag., menyampaikan “ apresiasi kepada MEBP PDM Sleman atas inisiatif penyelenggaraan workshop yang selaras dengan agenda penguatan kemandirian ekonomi umat”. Harjaka sekaligus secara resmi membuka kegiatan workshop dan mengajak seluruh peserta untuk aktif berdiskusi serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di unit usaha masing-masing.​ Sesi materi diawali oleh Johan Satori selaku konsultan ritel dan trainer koperasi yang menyajikan topik ritel dasar, pembentukan mindset retail, serta tata kelola layout toko. Melalui materi ini, peserta diajak memahami prinsip dasar pengelolaan toko yang rapi, efektif, dan berorientasi pada pengalaman pelanggan.​ Pemateri berikutnya adalah Taefur Aziz dan Muzaki Al Amin yang mengulas manajemen retail modern dengan fokus pada penyusunan dan penerapan Standard Operating Procedure (SOP), strategi pricing, pengendalian shrinkage, serta sesi diskusi interaktif. Peserta mendapatkan gambaran praktis mengenai bagaimana sistem, harga, dan pengendalian kehilangan barang berpengaruh langsung pada kinerja dan keuntungan usaha ritel.​ Selama penyampaian materi, jalannya workshop didampingi oleh moderator sekaligus penanggung jawab acara, Ketua MEBP PDM Sleman, Rama Widia Sentot, S.E., M.Ek. Peran moderator memastikan alur materi berjalan sistematis, membuka ruang tanya jawab yang konstruktif, dan menghubungkan pengalaman praktisi dengan kebutuhan konkret peserta di lapangan.​ Melalui workshop ini, MEBP PDM Sleman berharap lahir pelaku ritel yang semakin profesional, adaptif terhadap sistem manajemen modern, dan memiliki jaringan kolaborasi yang kuat di tingkat kabupaten serta wilayah DIY. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekonomi lokal dan memberdayakan pelaku usaha ritel berbasis nilai-nilai keunggulan dan kemandirian. Rep : Rama WS, MEBP PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

MDMC Gerakkan Dukungan Nasional untuk Respons Siklon Seyar: 240 Relawan Diterjunkan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Yogyakarta, Pdmsleman.or.id Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah  29 November 2025 menggerakkan dukungan berskala nasional untuk merespon dampak Siklon Seyar yang memicu hujan ekstrem, banjir, dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 25 November 2025. Kejadian ini menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa, sehingga menuntut respons cepat dan terkoordinasi dari berbagai unsur MDMC di tingkat pusat maupun wilayah. Sebagai langkah awal, MDMC telah mengirimkan tim asistensi tanggap darurat sekaligus mengoordinasikan pengerahan tim-tim profesional MDMC se-Regional Sumatera dan MDMC se-Jawa. Pola penempatan dukungan ditata berdasarkan wilayah terdampak. Untuk mendukung respons di Sumatera Barat, dikerahkan MDMC dari provinsi-provinsi di Sumatera yang tidak terdampak langsung, yakni Sumatera Selatan, Riau, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, dan Jambi. Sementara itu, dukungan untuk Sumatera Utara difokuskan melalui penguatan tim dari MDMC Jawa Tengah dan MDMC Jawa Timur yang akan bertugas di wilayah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, hingga Langkat. Adapun untuk respon di Aceh, MDMC Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan MDMC Jawa Barat ditempatkan di wilayah Lhokseumawe dan Bireuen. Masing-masing MDMC wilayah pendukung tersebut ditugaskan mendirikan pos pelayanan dengan rincian 7 lokasi pos pelayanan di Sumatera Barat, 4 lokasi pos pelayanan di Suamatera utara dan 3 lokasi pos pelayanan di aceh, dan akaterus berkembang sesuai kenutuhan dan kecukupan sumberdaya. Pos pelayanan ini  menyediakan beberapa jenis layanan utama, antara lain layanan kesehatan, dukungan psikososial, penyediaan air bersih, hunian darurat, pendidikan darurat, serta distribusi bantuan permakanan dan logistik nonpangan. Pendekatan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan mendesak penyintas sekaligus menjaga keberlangsungan layanan dasar di lokasi terdampak. Pada kloter pertama, sedikitnya 240 personel relawan dikerahkan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kekuatan ini terdiri dari Tim Emergency Medical Team (EMT) MDMC yang berasal dari 13 RS Muhammadiyah–’Aisyiyah, tim psikososial, tim logistik, tim manajemen posko koordinasi dan data-informasi (datin), serta Tim SAR Muhammadiyah. Seluruhnya akan bersinergi dengan pemerintah daerah, lembaga penanggulangan bencana, dan jaringan kemanusiaan lainnya di lapangan. Masa penugasan relawan MDMC pada fase Tanggap Darurat Muhammadiyah ditetapkan hingga 5 Januari 2026, dan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di masing-masing daerah. Seluruh operasi darurat ini didukung sepenuhnya oleh Lazismu sebagai mitra filantropi Muhammadiyah. Melalui pengerahan kekuatan regional Sumatera dan dukungan lintas pulau dari DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk hadir bersama warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan respon yang cepat, terukur, dan berkelanjutan.  Source MDMC DIY

Loading

Kokurikuler SMP Muhammadiyah 2 Godean, Mengembangkan Kreativitas Mengolah Makanan

Godean, Pdmsleman.Or.Id SMP Muhammadiyah 2 Godean kembali menghadirkan kegiatan kokurikuler pada bulan November 2025 yang inspiratif.  Kali ini, sekolah mengadakan program Kokurikuler Kewirausahaan berupa memasak sebagai upaya mengembangkan kreativitas murid dalam mengolah makanan, melatih kemandirian dalam menyiapkan makanan sehat,  menumbuhkan sikap kerjasama, disiplin dan tanggung jawab.   Dalam kegiatan tersebut, siswa dibimbing untuk membuat berbagai produk kreatif, seperti makanan ringan, minuman segar, kerajinan tangan, serta produk ramah lingkungan. Guru pembimbing memberikan materi mulai dari pengenalan konsep wirausaha, pengelolaan modal, cara menentukan harga jual, hingga strategi pemasaran yang menarik. Anis Udiarti Lestari,S.Si selaku koordinator kokurikuler menyampaikan: “Pada kokurikuler ini kami mengambil tema Hidup Hemat dan Produktif, anak- anak berkreasi memasak menggunakan bahan dasar yang sederhana seperti tempe, tahu, pisang, singkong dan ubi. Bahan tersebut mereka olah menjadi berbagai jenis makanan seperti kolak, pisang aroma, nuget pisang, nuget tempe, tahu krispy dan lain-lain”. Salah satu momen paling meriah dari kegiatan ini adalah kegiatan memasak dari bahan mentah menjadi siap saji dan dinikmati bahkan ada yang menyajikan seperti warung dan café. Setiap kelas membuka stan di kelas masing-masing untuk memasarkan produk yang telah mereka buat. Suasana sekolah tampak ramai dimana guru-guru berkunjung ke tiap stand kelas masing-masing untuk mencicipi aneka masakan olahan yang variatif. Salah satu guru bu Diyah menyampaikan “Senang melihat anak- anak menjalin kerjasama” Sedangkan Staf kesiswaan Pak Danang menuturkan “Meriah, melatih anak kerjasama, menambah kekompakan antar siswa” Banyak murid yang mengaku senang karena bisa merasakan pengalaman membuat makanan dan minuman bahkan sampai melayani pengunjung dengan ramah, ibaratnya murid berlatih membuka usaha dan berjualan langsung. Diantaranya Zada murid kelas 9B menyampaikan “Menyenangkan, asyik, semua bisa diajak kerjasama, membuat kita disiplin” sedangkan Asta dari murid kelas 8B merasa  “Senang, meningkatkan kekompakan kelas” Kepala SMP Muhammadiyah 2 Godean Wahdan Arifudin, S.Pd juga menyampaikan bahwa program kokurikuler kewirausahaan berupa memasak ini merupakan bagian dari upaya sekolah menyiapkan generasi muda yang mandiri dan inovatif. “Kami ingin murid-murid tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kecakapan hidup, keberanian berinovasi, dan jiwa wirausaha yang positif,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan murid SMP Muhammadiyah 2 Godean mampu menumbuhkan karakter kreatif, ulet, jujur, dan bertanggung jawab. Sekolah menjadikan program ini sebagai kegiatan unggulan yang berkelanjutan dan terus dikembangkan setiap tahunnya.

Loading