Lazismu Sleman, Berdayakan Umat Dari Mustahik Menjadi Muzakki 

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) Kabupaten Sleman pada Rabu, 19 November 2025 bertempat di The Westlake Resto, Bedog, Jl. Ringroad Barat, Baturan Trihanggo Gamping Sleman, melaksanakan program optimalisasi peran LazisMu dalam pemberdayaan Umat, berkolaborasi dengan PT Lancar Laju Barokah, UAD dan Bank BPD D.I. Yogyakarta. Syinta Brata, S.Si. (Ketua LazisMu) Kabupaten Sleman dalam pengantarnya menyampaikan  bahwa salah satu program optimalisasi gerakan yang dilakukan LazisMu Kabupaten Sleman ialah berupaya memberdayakan umat dari Mustahik menjadi Muzakki, dari Penerima menjadi Pemberi dari Tangan di bawah menjadi tangan di atas. “Hari ini kami menghadirkan narasumber utama owner PT Lancar Laju Barokah, yang memiliki produk ayam halal bersertifikat. Kami juga menghadirkan para pelaku usaha yang tergabung di Kantor Layanan LazisMu (KKL) Kabupaten Sleman,  Insyaa Allah kolaborasi ini mencapai hasil optimal”, harapnya. Acara berlangsung dari pukul 10.00 pagi hingga menjelang Ashar. Sambutan dan paparan materi disampaikan sebelum sebelum ISHOMA serta diskusi antara para pelaku usaha dan owner PT Lancar Laju Barokah dilakukan setelah ISHOMA sampai menjelang Ashar. Antusiasme luar biasa dari peserta. Alan Dahlan, owner PT Lancar Laju Barokah menekankan pentingnya jaringan dalam setiap usaha. Bagaimana membuka peluang usaha baru, visibilitas pengenalan produk, sumberdaya dan dukungan, kredibilitas, motivasi, serta tantangan dan hambatan, “Setiap pelaku usaha pasti mengalami tantangan dan hambata. Untuk itu PT Lancar Laju Barokah memberikan pendampingan dan berusaha mencarikan solusinya yang efektif.” pungkasnya. Rep M.A. Sanusi, MEK PCM Berbah). Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah PDM Sleman “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, Launching Muhammadiyah Sleman Expo #1  (MSE #1)  

‎ Sleman, Pdmsleman.Or.id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 pada Selasa, 18 November, di Sleman City Hall angkat tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Acara berlangsung meriah dihadiri ratusan Pengurus PDM, Cabang, Ranting, Organisasi otonom dan Amal Usaha Muhammadiyah se Sleman dengan rangkaian kegiatan, penampilan seni, serta peluncuran program Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE #1) . ‎‎Ketua PDM Sleman, Harjaka, dalam sambutannya menegaskan kembali prinsip dasar gerakan Muhammadiyah.“Aqidah Muhammadiyah tauhid menuju akhirat serta menekankan pentingnya pemurnian akidah dan penguatan spiritualitas di tengah dinamika masyarakat”. ‎‎Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi Muhammadiyah bagi pembangunan. Ia menyebut Muhammadiyah telah berperan nyata dalam bidang pendidikan, ekonomi, dakwah, sosial, dan kesehatan, khususnya bagi masyarakat Sleman. ‎‎‎‎Rangkaian acara juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni dan budaya, antara lain Tari Saman dari SMA Muhammadiyah 1 Sleman, pembacaan puisi oleh siswa SD Muhammadiyah Sleman, tilawah dari santri MBS Prambanan, penampilan paduan suara Gita Aisyiyah Sleman, serta atraksi dari Padepokan Tapak Suci. ‎‎Pada momen tersebut, PDM Sleman resmi meluncurkan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1, yang akan digelar pada 9-11 Januari 2026 di Sleman City Hall. Expo ini menjadi bagian dari rangkaian Milad Muhammadiyah dan bertujuan memperkuat sinergi gerakan ekonomi, sosial, dan dakwah serta lebih memperkenalkan Muhammadiyah khususnya di Muhammadiyah Sleman. ‎‎ Acara dilanjutkan dengan Penyerahan Piagam Penghargaan dalam dua kategori utama: pengembangan amal usaha dan pemberdayaan cabang serta ranting. Penerima Penghargaan Kategori Pengembangan Amal Usaha: Penerima Penghargaan Kategori Pemberdayaan Cabang dan Ranting Terbaik: Penyerahan penghargaan ini menjadi pengakuan atas kerja keras di tingkat bawah yang menjadi vital bagi kelangsungan persyarikatan. H. Cahyono, S.Ag, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, dalam tausiyahnya menekankan bahwa “  pentingnya penguatan ideologi persyarikatan di tengah derasnya arus informasi dan  mengajak hadirin untuk bersyukur atas usia Muhammadiyah yang semakin matang di 113 tahun adalah sebuah angka yang membuktikan kekuatan dan daya tahan persyarikatan dan Muhammadiyah tidak menunjukkan tanda-tanda surut, melainkan terus berkembang, bertambah kuat, dan memberikan manfaat yang semakin luas”. ‎ ‎Rep  Totok Yudho P  Sekretariat Kantor PDM Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Mensejahterakan Bangsa Adalah Amanat Konstitusi, Bukan Sekadar Kata-kata

Bandung, Pdmsleman.Or.Id  Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa upaya memajukan kesejahteraan bangsa merupakan kewajiban konstitusional bagi seluruh penyelenggara negara.  Dalam pidato utamanya pada Milad ke-113 Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Bandung pada Selasa (18/11), Haedar Nashir menyoroti bahwa kesejahteraan bukanlah sekadar kata-kata normatif, melainkan amanat UUD 1945 yang harus diwujudkan dalam dunia nyata. Haedar Nashir menjelaskan bahwa pemilihan tema Milad, “Memajukan Kesejahteraan Bangsa,” adalah bentuk implementasi nyata dari perintah konstitusi, yakni memajukan kesejahteraan umum. Menurutnya, perintah ini memiliki kekuatan yang sangat kuat dan otoritatif. “Dalam pikiran kami bahwa ikhtiar untuk membangun kesejahteraan bangsa sebagai implementasi dari perintah konstitusi, yakni memajukan kesejahteraan umum… bahwa perintah konstitusi itu bukan normatif yang sebenarnya punya kekuatan otoritatif yang kuat.” Ia menekankan bahwa kata-kata dalam Pembukaan dan butir-butir UUD 1945 adalah pantulan dari jiwa, cita-cita, dan hasil perjuangan para pendiri bangsa, yang kemudian menjadi dasar negara. Oleh karena itu, kata-kata tersebut tidak boleh dibiarkan lepas sekadar kata tanpa kekuatan yang mengikat. Kewajiban Konstitusional di Semua TingkatHaedar Nashir menegaskan bahwa amanat konstitusi untuk mewujudkan kesejahteraan harus menjadi kewajiban konstitusional bagi seluruh penyelenggara negara. Kewajiban ini berlaku mulai dari pusat hingga ke daerah (provinsi, kota, dan kabupaten). Pewujudannya harus dilakukan dalam dunia nyata dan kehidupan sehari-hari masyarakat, bukan hanya dalam retorika, termasuk retorika di media sosial yang mudah diucapkan. Menurutnya, perbuatan nyata jauh lebih sahih dan kokoh ketimbang kata-kata.Haedar menjelaskan bahwa kesejahteraan memiliki dua dimensi yang harus dicapai secara seimbang:Pertama, dimensi materi (lahiriah), yaitu Dimensi ini merujuk pada kecukupan materi dan kemakmuran, yang kerap diidentikkan dengan kelimpahan ekonomi.Kedua, dimensi non-materi, yaitu dimensi ini mencakup aspek-aspek sosial dan spiritual, seperti makna hidup, karakter diri, relasi sosial, dan keamanan sosial. Meskipun merujuk pada kajian global yang menempatkan Indonesia pada peringkat tinggi dalam indeks kebahagiaan (yang parameternya didominasi dimensi non-materi), Haedar Nashir menegaskan bahwa hal itu tidak cukup. Ia menegaskan bahwa aspek ekonomi juga tetap penting.Karenanya, Haedar Nashir mendesak agar dilakukan akselerasi usaha-usaha untuk memajukan bangsa, khususnya di bidang ekonomi, guna mengatasi ketidakseimbangan sosial yang masih nyata di hadapan bangsa. Ia menyambut baik political will dari pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto yang memiliki azam kuat untuk ekonomi yang berbasis pada kerakyatan. Program-program seperti Koperasi Desa Merah Putih harus dikawal serius, diiringi akselerasi UMKM, dan penguatan kedaulatan pangan. Haedar Nashir menutup dengan optimisme bahwa jika pemerintah dan seluruh kekuatan rakyat bekerja maksimal, maka kesejahteraan bangsa akan segera hadir.  Dalam Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah kali ini memberikan anugerah Muhammadiyah Award 2025 untuk Yendra Fahmi sebagai Pengusaha Dermawan Kolaboratif, serta peluncuran E-KTAM sebagai upaya mempermudah masyarakat yang ingin bergabung menjadi anggota Muhammadiyah.

Loading

Tiga Hal Yang Membuat Amal Manusia Bangkrut

Moyudan, Pdmsleman.Mu.or.Id Forum Koordinasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah ( FK PRM) Sumbersari kembali menggelar pengajian rutin Ahad Pahing, kali ini berlangsung pada Ahad ( 15/11/2025 ) bertempat di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman.  Pada pengajian tersebut menghadirkan Ustadz Imam Triyono, S.Ag dengan mengambil tema amal shaleh. Di awal tausihnya imam mengutarakan bahwa amal shaleh manusia dapat digambarkan sebagai bukit, apabila tidak bisa bisa menjaga bukit tersebut bisa longsor. Selain itu amal shaleh dalam kehidupan bagaikan tabungan, yang bisa bertambah dan berkurang.” Untuk menjaga dan mempertahankan amal shaleh tersebut tergantung kepada kita sebagai pemiliknya.” Tandanya.  Lebih lanjut Imam menambahkan untuk menjaga agar amal shaleh tidak habis atau bangkrut harus menghindari tiga hal yaitu riya’ atau suka pamer, meremehkan orang lain dan merasa amalnya sudah cukup. “Riya’ dapat diartikan  menduakan Allah dengan yang lain.” Tandasnya. “Sedangkan perbuatan merendahkan orang lain itu larangan Allah, yang ditegaskan dalam Al Qur’an Surat Al  Hujrat ayat 11, yang artinya Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengilok-olok kaum yang lain, karena boleh jadi mereka yang diperolok-olokan lebih baik dari mereka yang mengolok-olok.” Sambungnya.  Imam pun menambahkan bahwa  syarat untuk menghindari bangkrutnya amal shaleh dapat melakukan dia hal yaitu tidak sombong dan apabila diejek dibalas dengan doa.  Rep Sugiyanto PRM Sombangan Raya) Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

ENAM RIBU PESERTA IKUTI JALAN SEHAT MILAD MUHAMMADIYAH KE-113 DI BERBAH

Berbah, Pdmsleman.Or.IdMentari pagi ceria Ahad, 16 November 2025 menyinari sepanjang dua kilometer peserta ikuti jalan sehat dalam rangka semarak Milad Muhammadiyah ke-113 yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiah (PCA) Kapanewon Berebah. Yel yang dikumandangkan Ketua PCM Berbah, Ahmad Muhajir Hanifi: “Wedhus-wedhus sapi” membahana di lapangan Kadisono Tegaltirto Berbah disambut gegap gempita enam ribuan peserta jalan sehat yang merupakan puncak kegiatan memperingati 113 tahun Muhammadiyah yang berdiri pada tanggal 18 November 1912. Disampaikan pula oleh Muhajir bahwa 300-an doorproize semuanya berasal dari sponsor, tidak ada yang diambilkan dari uang infak pendaftaran.“Seperti seekor sapi sumbangan dari H. Midun dari Tlogowono. Juga enam kambing, sepeda, kompor gas, meja belajar dan lain-lain semua dari sponsor”, jelasnya.Kegiatan yang dilakukan diawali dengan khitanan ceria, pengajian umum, lomba voli, paduan suara, administrasi kemasjidan, donor darah, dan puncaknya jalan sehat.“Mari kita ber-Muhammadiyah dengan menyenangkan, menyehatkan, mensejahterakan, dan membahagiakan” ajaknya. Panewu Berbah, Djaka Sumarsono, A.P.,M.Si. dalam sambutannya menegaskan bahwa Muhammadiyah secara nyata telah berjasa dalam mendidik bangsa antara lain dengan mendirikan lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tingggi, mengintegrasikan nilai Islam dan pengetahan modern serta membentuk akhlak mulia.“Hanya ucapan luar biasa dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua warga Muhammadiyah Berbah”, pungkasnya. Yang disambut riuh ribuan peserta. Nampak hadir Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sleman Guntur Yoga Purnawan, S.T. dan juga Mbah Wanto. Menurut keterangan Sih Widiono, salah seorang panitia, kegiatan ini juga disemarakkan oleh para UMKM se-Kapanewon Berbah yang memadati seluruh pinggir lapangan. Juga dimeriahkan oleh penampilan seni perwakilan siswa dari PAUD, SD, SMP dan SMK Muhammadiyah se-Kapanewon Berbah.“Muhammadiyah tidak anti seni, melainkan melihat seni sebagai sarana dakwah ”, tuturnya. Doorprize utama berupa seekor sapi dimenangkan oleh Ibu Nurjannah warga RT04 RW13 Tegaltirto. (M.A. Sanusi, MEK PCM Berbah).

Loading