Berbah. Pdmsleman.Or.Id Sekolah Dasar Muhammadiyah (SDM ) Bulu menyelenggarakan kegiatan lomba mewarnai untuk anak Taman kanak-kanak (TK) wilayah DIY pada hari Senin 24 Februari 2025 bertempat di halaman SDM Bulu, Kampung Caren, Jogotirto, Berbah. Sleman , DIY. Lurah Jogotirto Mitha Mayasari, SPsi menyambut baik lomba mewarnai yang di adakan oleh SDM Bulu. Sebagai tempat ruang menuangkan kreatifitas seni bagi anak-anak TK.“Semoga acara berjalan lancar dan SDM Bulu senantiasa berkembang lebih baik dalam upaya ikut serta mencerdaskan anak bangsa”. Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jogotirto Sobiran, SPd memberikan apresiasi yang tinggi kepada panitia lomba mewarnai SDM Bulu yang telah bekerja keras untuk menyelenggarakan kegiatan lomba tingkat provinsi.“Semoga dengan upaya yang keras dan niat ikhlas menjadikan SDM Bulu menjadi SD unggulan” harap Sobiran Kepala SDM Bulu Endah Rahmawati, SPd,MPd menyampaikan bahwa diadakan lomba mewarnai tingkat TK se DIY selain memberi ruang ekspresi anak untuk menuangkan imajinasi dengan melakukan kegiatan mewarnai. Juga memberikan kebiasaan berlomba atau berkompetisi untuk anak “Harapannya nantinya anak terbiasa dalam dunia persaingan yang sehat dalam setiap tahapan kehidupan”Selain itu dalam kegiatan ini adalah untuk mengenalkan program sekolah SDM Bulu. Adapun program yang di SDM yg meliputi hapalan Al Qur’an, Qiroah. Sedangkan pelajaran ekstrakurikuler tari klasik dan modern, pencak silat Tapak Suci.“Dengan tambahan pelajaran itu semua nya siswa SDM Bulu menjadi generasi Islami yang lebih baik” ucap kepala sekolah SDM Bulu.Endah juga menyampaikan bahwa lomba mewarnai tingkat TK se DIY di ikuti 250 siswa memperebutkan trophy bupati Sleman.Selain mendapatkan trophy kejuaraan juara 1,2,3 dan harapan 1,2,3 mendapatkan uang pembinaan, sertifikat serta bingkisan goodiebag.Adapun daftar pemenang sebagai berikut.Juara 1 Nayarana TK ABA Masyithoh Piyungan Bantul.Juara 2. Chayra Nadifa Azalia TK ABA DadapanJuara 3. Aqilla Alfathunisa TK ABA Piyungan.Harapan 1. Amira Khairunnisa TK Darul ulumHarapan 2. Aiska Rusdi TK ABA Kleco Kotagede.Harapan 3. Rania Aulia Putri TK Negri Piyungan.“Selamat bagi para pemenang, semangat untuk yang belum meraih juara.Terus berlatih berkarya ” pungkas Endah. Reportase Kusnadi KIM Berbah Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Godean, Pdmsleman.Or.Id Dalam upaya memperkuat struktur dan mempererat hubungan antar anggota, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) menggelar kegiatan konsolidasi yang dihadiri oleh komandan-komandan cabang se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaharui visi dan misi KOKAM, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Acara yang diselenggarakan pada Selasa tanggal 25 Februari 2025 di Sego Welut Kang Dhe Godean ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari komandan cabang KOKAM serta sejumlah BPO KOKAM Daerah dan BPO KOKAM Wilayah DIY. Selama kegiatan, peserta diberikan materi terkait seragam dan atribut resmi KOKAM Nasional dan KOKAM DIY. Komandan Wilayah BPO KOKAM DIY dalam sambutannya menyampaikan pentingnya konsolidasi dalam menjaga keberlangsungan organisasi dan memperkuat peran aktif KOKAM secara internal maupun eksternal “Kegiatan konsolidasi ini merupakan langkah strategis untuk menyatukan perspektif dan memperkuat kekuatan internal kita dalam menjalankan tugas mulia Muhammadiyah. KOKAM harus terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan umat dan bangsa,” ujar Rizal Ismail, S.Kep., Ns Salah satu agenda utama kegiatan ini adalah menyampaikan sejarah KOKAM DIY, agar penerus dan anggota KOKAM DIY memahami bagaimana seragam dan atribut yang tertempel bukan hanya sekedar pakaian yang disandang saat tugas biar terlihat gagah, namun lebih jauh bahwa warna, corak seragam, bentuk dan lambang atribut mempunyai nilai yang harus tercermin dalam sikap dan perilaku setiap anggota KOKAM DIY. Demikian juga yang disampaikan oleh Senior Komandan KOKAM DIY Arifudin Nurrohman dan Darojat Noor Akhmad, menggaris bawahi bahwa seragam dan atribut bukan sekedar pakaian untuk bertugas tapi harus bisa mencerminkan pribadi KOKAM yang sesuai dengan ideologi persyarikatan Muhammadiyah. Dengan terlaksananya konsolidasi ini, diharapkan KOKAM semakin solid dan siap menghadapi tantangan ke depan, serta dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Muhammadiyah dan bangsa Indonesia. Reportase H. Darojat NA Senior KOKAM DIY Editor Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman
Tempel, Pdmsleman.Or.IdRamadhan ditunggu, karena Allah memberikan keistimewaan pada bulan ini. Ada tiga hal yang Allah akan berikan selama bulan Ramadhan, yaitu dosa diampuni, pahala yang dilipat gandakan dan derajat ditingkatkan. Barang siapa yang melakukan puasa Ramadhan karena iman dan mengharap ridla Allah, pasti diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.Sebuah hadits menyebutkan, pahala mengalir pada setiap langkah ke masjid untuk shalat fardhu dan langkah berikutnya dosanya diampuni. Dalam hadits qudsi juga disebutkan, setiap amal anak Adam akan dilipat gandakan, setiap kebaikan akan diganjar sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat, kecuali Puasa. Puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang mengganjarnya. Pada bulan Ramadhan pahala puasa itu dilipat gandakan yang jumlah kelipatannya hanya Allah yang tahu.Sahabat Ubai bin Ka’ab yang ditunjuk oleh Khalifah Umar bin Khaththab untuk menjadi imam shalat tharawih pernah ditanya oleh Khalifah Umar tentang makna taqwa. Ubai lantas balik bertanya: “Pernahkah anda berjalan di jalan yang banyak rintangan?”Khalifah menjawab: “Ya, saya pernah berjalan di tempat yang seperti itu”Ubai lanjut bertanya: “Apa yang Khalifah lakukan saat berjalan di tempat seperti itu?”Jawab Umar bin Khaththab:”Aku berjalan dengan sangat hati-hati agar kakiku tidak luka”Ubai bib Ka’ab melanjutkan: “Itulah taqwa”.Begitupun hakekat puasa dalam meraih ketaqwaan. Kita melaksanakannya dengan hati-hati agar puasa kita tidak sia-sia. Puasa yang sia-sia hanya memperoleh lapar dan dahaga saja, tanpa pahala”.Kehati-hatian dalam ucapan dan tindakan. Hal-hal yang makruh saja dihindari, apalagi hal yang haram. Sebuah hadits menyebutkan bahwa, “Apabila seseorang di antara kalian sedang pada hari sedang puasa, jika ada seseorang yang mencela atau mengajak berkelahi atau berdebat, katakanlah, “Aku sedang puasa”” MENENTUKAN KAPAN MULAI BERPUASA?Rasulullah bersabda, “Puasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah (berhenti puasa) karena melihat hilal. Karena itu, jika hilal itu tidak terlihat bagi kalian, sempurnakanlah hitungan bulan sya’ban tiga puluh hari”. Dalam hadis yang lain, “Karena itu jika hilal tersebut tertutup awan maka puasalah tiga puluh hari”.Dua cara menentukan awal dan akhir puasa, cara pertama menggunakan metode rukyat yaitu mengamati secara visual munculnya bulan baru. Pengamatan bisa menggunakan teropong. Pengamatan visual hanya bisa dideteksi bila bulan muncul dua derajat lebih di atas ufuk. Ufuk adalah garis cakrawala antara bumi dan langit.Cara lain menghitung awal atau akhir bulan dengan cara hisab. Hisab adalah cara penghitungan matematis berdasarkan ilmu falak. Ketelitian ilmu hisab pada jaman sekarang sudah sangat tinggi. Terjadinya gerhana dalam seratus tahun mendatang, waktunya, durasinya dalam satuan detik sudah bisa diramalkan dengan akurat. Dalam menghitung terjadinya hilal, perhitungan hisab tidak perlu menambah dua derajat. Begitu melewati ufuk seberapa pun kecilnya, bulan baru sudah bergulir. KALENDER HIJRIAH GLOBAL TUNGGAL (KHGT)Sebagian ulama memimpikan penyatuan kalender Islam yang berlaku untuk semua negara di belahan bumi mana pun juga. Selama ini kalender Islam menganut perhitungan bulan regional atau nasional. Pelaksanaan ibadah tahunan umat Islam berbeda-beda sesuai dengan penampakan bulan masing-masing wilayah atau negara. Akibatnya terjadi perbedaan mulai puasa atau satu Syawal di masing-masing negara. Bahkan dalam satu negara bisa perbedaan waktu antara golongan yang berbeda caranya. Dengan kesepakatan Kalender Hijriah Global Tunggal, maka diharapkan tidak ada lagi perbedaan diantara seluruh dunia.Disamping banyak sekali manfaat, penggunaan KHGT, juga mengakibatkan implikasi dalam kehidupan yang luas. Terjadi perubahan penentuan awal hari, yang selama ini saat Magrib, saat munculnya bulan, berubah menjadi tengah malam. Sebagai contoh, bayi yang lahir sebelum tengah malam di akhir Ramadhan perlu dikenakan zakat bila menganut KHGT, namun tidak dikenai zakat bila memakai kalender regional.Karena pengaruhnya yang sangat luas, banyak organisasi dan negara yang mempertimbangkan untuk tidak segera memberlakukan KHGT. Catatan dari ceramah Ust.Wildan Wahied tanggal 23 Pebruari 2025 Reportase H. Sadhono Hadi KIM Tempel gedung dakwah Muhammadiyah Karang gawang Mororejo Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Seyegan, Pdmsleman.Or.Id Sabtu, 22 Februari 2025 pagi acara Jalan Santai Milad SMK Muhammadiyah Seyegan berlangsung meriah dengan diiikuti sekitar 500 peserta yang memenuhi seputaran komplek SMK Muhammadiyah Seyegan. Kegiatan ini sendiri merupakan bentuk sosialisasi kegiatan, kiprah dan prestasi peserta didik siswa SMK Muhammadiyah Seyegan kepada masyarakat sekitar yang dirangkai dalam acara “Gebyar Milad HUT SMK Muhammadiyah Seyegan”. Selain itu juga untuk menjalin sillaturrahmi, menjaga kesehatan, dan menumbuhkan rasa kebersamaan, yang diundang siswa dan guru Olahraga SMP Muhammadiyah 1 Seyegan, SMP Negeri Seyegan, SMP Sultan Agung Seyegan, MTs Negeri Seyegan dan SMP Muhammadiyah Tempel. Nampak hadir tamu undangan seperti Arif Kurniawan, S.Ag.,M.H anggota DPRD Provinsi DIY, PCM Seyegan, PCA Seyegan, Panewu Seyegan, Polsek Seyegan, Lurah Margoagung, Dukuh Krapyak. Sambutan Kepala Sekolah M. Solichin M.Pdi menyampaikan rasa syukur bahwa pada hari ini kita dapat berkumpul bersama-sama untuk merayakan Milad SMK Muhammadiyah Seyegan dengan penuh semangat dan kebersamaan. “Jalan Santai sebagai salah satu rangkaian acara Milad SMK Muhammadiyah Seyegan dengan harapan kegiatan ini bisa mempererat tali silaturahmi, menjaga kesehatan, dan menumbuhkan rasa kebersamaan di antara kita semua”. Apresiasi antusiasme dan partisipasi seluruh peserta terutama adik-adik siswa kelas 9 SMP dan MTs sederajat yang hadir dengan penuh semangat. Di kesempatan tersebut juga terdapat berbagai stand pameran dari SMK Muhammadiyah Seyegan berupa stand servis motor ringan gratis dari teknisi siswa TBSM SMK Muhammadiyah Seyegan), stand konsultasi pembuatan web dengan teknisi siswa RPL SMK Muhammadiyah Seyegan dan stand Market Day (siswa-siswi SMK Muhammadiyah Seyegan). Sementara Arif Kurniawan S.Ag M.Hum memberi motivasi agar siswa lebih giat belajar dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. “Kompetisi kedepan semakin ketat maka harus membekali diri dengan keterampilan. Milad SMK Muhammadiyah Seyegan sebagai momentum mempersiapkan SDM handal. Dengan rangkaian kegiatan Milad SMK Muhammadiyah seperti jalan sehat, pemeriksaan kesehatan, baksos diharapkan masyarakat sekitar lebih mengenal lebih dekat”. Ratusan doorprize hiburan sebanyak 130 buah dan Doorprize Utama ada 6 yaitu; 3 buah kipas angin, 2 buah smartphone dan satu buah sepeda menambah semaraknya suasana jalan sehat ini.
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Istilah deep learning menjadi sangat popuer sejak disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI., Prof. Dr. Abdul Mu’ti. Sejak itu juga bermunculan spekulasi di kalangan masyarakat yang manyatakan bahwa deep learning merupakan kurikulum baru, hasil karya cipta menteri baru. Untuk memperjelas apa sebenarnya deep learning, maka Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Workshop. Workshop di adakan pada tanggal 17 Februari 2025 ini dihadiri oleh 300an guru Pendidikan Agama Islam dan pengawas PAI tingkat SMP se DIY. Untuk mengkaji pendeketan deep learning secara mendalam dihadirkan Arif Jamali Muis, M.Pd., sebagai Staf khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Acara ini juga dihadiri oleh Kakanwil Kemenag DIY, Dr. Ahmad Baheij, S.H., M.Hum. yang memberikan pembinaan kepada semua guru PAI. Kedua narasumber ini menegaskan bahwa deep learning bukan kurikulum baru sebagaimana dipersepsikan oleh masyarakat. Namun deep learning merupakan pendekatan dalam proses pembelajaran agar dihasilkan anak yang cerdas dan berkarakter. Dalam paparannya Arif Jamali mengatakan bahwa yang dimaksud dengan deep learning adalah pendekatan yang menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistik dan terpadu. Pembelajaran yang Berkesadaran yaitu pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri. Peserta didik memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan. Pembelajaran yang Bermakna yaitupeserta didik dapat menerapkan pengetahuannya ke dalam situasi nyata. Proses belajar peserta didik tidak hanya sebatas memahami informasi/ penguasaan konten, namun berorientasi pada kemampuan mengaplikasi pengetahuan. Pembelajaran yang Menggembirakan yaitu pembelajaran yang menggembirakan merupakan suasana belajar yang positif, menantang, menyenangkan, dan memotivasi. Rasa senang dalam belajar membantu peserta didik terhubung secara emosional, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan. Melalui pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, maka akan dihasilkan lulusan yang mempunyai delapan profil khusus, yaitu: 1) Keimanan dan Ketakwaanterhadap Tuhan YME yaitu Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan Tuhan serta menghayati nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. 2) Kewargaan yaitu individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dan norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab sosial, serta berkomitmen untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait keberlanjutan manusia dan lingkungan. 3) Penalaran Kritis, yaitu individu yang mampu berpikir secara logis, analitis, dan reflektif dalam memahami, mengevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah. 4) Kreativitas yaitu individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat. 5) Kolaborasi yaitu individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong royong untuk mencapai tujuan bersama melalui pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas. 6) Kemandirian yaitu individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat tanpa bergantung pada orang lain. 7) Kesehatan yaitu individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, kebiasaan hidup sehat, dan kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik, mental, dan sosial. 8) Komunikasi yaitu individu yang memiliki kemampuan komunikasi intrapribadi untuk melakukan refleksi dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi. Sementara kerangka kerja pendekatan deep learning adalah seperti pada diagram berikut ini: Arif Jamali menegaskan bahwa tugas guru adalah mencerahkan siswa, sehingga ketika dalam pembelajaran siswa akan mengatakan: “Wow Ngono Toh Caranya” (Wow begitu toh Caranya) “Wow Ngono Toh Caranya” itu memberi arti siswa tercerahkan… Disarikan oleh DR. Sutipyo Ru’iya PAI UAD, MPI PDM Sleman
Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Sabtu 22 Februari 2025 udara cerah mengiringi kegiatan pembinaan kesehatan Lansia Klinik Aisyiyah Moyudan. Kegiatan tersebut dikemas diawali Senam Lansia yang diikuti 65an orang dari lingkungan Muhammadiyah Moyudan dan sekitarnya, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan kesehatan dan kesejahteraan oleh DR Triwshyuni Sukesi,M.Kes. Dalam pembinaannya, kata dosen UAD yang mukim di Jakal itu, bahwa “Lansia harus punya semangat untuk mandiri dan tidak boleh merasa sebagai orang yang sudah tidak berguna di masyarakat”. Lansia adalah merupakan orang yang telah sukses berjuang pada masanya dan tetap harus semangat untuk hidup sehat, yang harus ditumbuhkan dari diri sendiri dengan menjalin komunikasi yang baik dalam komunitasnya, komunikasi yang baik ini yang akan membawa kebahagiaan di hari tua ini. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama MPKS PDM Sleman bekerjasama dengan Klinik Aisyiyah Moyudan. AS.Ardani Wakil PDM Sleman yang membidangi MPKS yang juga anggota BPH Klinik Aisyiyah dan Wahyu Purhantoro Ketua MPKS serta dr. Alfu Rafdi Direktur Klinik Aisyiyah Moyudan hadir dalam kegiatan ini. Dalam sambutannya, dokter yang berasal di Godean itu menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan dimasa yang akan datang setelah lebaran 1446 H kegiatan ini akan semakin diintensifkan. Reportase AS Ardani PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Cangkringan, Pdmsleman.Or.id Ahad 23 Februari 2025 bertempat di Komplek Muhammadiyah Islamic Centre Jetis Argomulyo, Cangkringan, Sleman berlangsung kegiatan bakti sosial pemeriksaan gigi gratis ini diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKG UMY) bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cangkringan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kepedulian yang mendalam terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan gigi dan mulut. Dalam era di mana kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi masih rendah, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan akses layanan kesehatan gigi secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui pemeriksaan gigi gratis, penyuluhan kesehatan gigi, dan pemberian alat kebersihan gigi, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari panitia, diikuti dengan pemeriksaan gigi yang dilakukan oleh tim Dental Resque FKG UMY. Sebanyak 107 orang mendaftar untuk mengikuti kegiatan ini, namun hanya 63 orang yang hadir dan mendapatkan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan berbagai masalah kesehatan gigi yang memerlukan perhatian, seperti scaling pada 25 orang, tambal gigi pada 12 orang, dan pencabutan gigi pada 5 orang. Selain itu, 11 orang mendapatkan edukasi kesehatan gigi, dan 3 orang menerima obat. Menurut Supriyanto, dari Lembaga Resiliensi Bencana Cabang Cangkringan “meskipun kegiatan ini berjalan dengan lancar, evaluasi menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan kesehatan gigi masih perlu ditingkatkan”. Banyak peserta yang belum rutin melakukan perawatan gigi secara berkala, yang menunjukkan perlunya upaya lebih lanjut dalam penyuluhan dan edukasi. Oleh karena itu, disarankan agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin, misalnya setahun sekali atau menjelang bulan Ramadhan, untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung berupa pemeriksaan gigi, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Pemberian alat kebersihan gigi seperti sikat gigi juga menjadi langkah penting dalam mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan gigi mereka. Reportase Supri semprit LRB PCM Cangkringan Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman