Museum Muhammadiyah, Merawat Dan Merekonstruksi Sejarah Dari Muhammadiyah Untuk Indonesia

Bantul, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah menggelar acara Museum Muhammadiyah Talk’s  “Museum Muhammadiyah dari Muhammadiyah untuk Indonesia”  yang dilaksanakan pada Kamis, 19 September 2024 Waktu 14.00 – 18.00 WIB di Museum Muhammadiyah Tamanan Banguntapan Bantul Yogyakarta yang berada di kompleks Kampus UAD. Dalam kali ini hadir berbagai kalangan seperti Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Lembaga Budaya, Seni dan Olahraga PP ’Aisyiyah, Majelis PAUD Dikdasmen PP ‘Aisyiyah. Majelis Pustaka dan Informasi PWM DIY, Rektor UAD, H. Azman Latif Ketua Pembina Harian UAD ,Lembaga Seni dan Budaya PWM DIY, Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kabupaten Kota se Yogyakarta, Forkom Museum Bantul, Dinas Kebudayaan DIY dan Bantul,   para pemerhati museum. Museum Muhammadiyah didirikan untuk merekam jejak langkah dengan melestarikan tinggalan sejarah yang disajikan dalam peragaan komunikatif dan edukatif agar dapat menuai hikmah bersama. Berbekal nilai luhur dan pengalaman sejarah Muhammadiyah pengunjung diharapkan dapat membentangkan cakrawala wawasan ke depan dengan lebih bijaksana dan berpartisipasi dalam gerak sejarah Muhammadiyah berikutnya. MPI PDM Sleman hadir dalam kesempatan ini diwakili oleh Arief Hartanto dan DR. Sutipyo R S.Ag hadir diantara ratusan peserta yang memenuhi ruang Amphiteater Museum Muhammadiyah sore itu. Dalam sambutannya kepala Museum Muhammadiyah  Affan Kurniawan ST MT  yang juga Ketua MPI PWM DIY menuturkan sebagaimana tema acara ini “ MuseumMu didirikan guna merawat dan merekonstruksi sejarah Muhammadiyah agar menjadi memori kolektif umat Islam Indonesia dan bangsa Indonesia, sekaligus  Museum Muhammadiyah sebagai tempat penelitian, edukasi dan pariwisata”. Museum ini berdiri pada 14 November 2022 dengan berbagai perjuangannya terutama di masa Covid dan akhirnya bisa dibangun salah satunya untuk menyambut pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah di Solo. Peran Museum Muhammadiyah menurut Prof. Muclhas MT  Rektor UAD sekaligus Ketua MPI PP Muhammadiyah yang dalam sambutannya mengutarakan bahwa “ fungsi museum Muhammadiyah ini  sebagai sarana untuk memberikan informasidan tafsir yang benar tentang Muhammadiyah,  karena selama ini mengalami salah tafsir tentang sejarah Muhammadiyah”. Di lantai 1 museum berisi kiprahnya pendirian Muhammadiyah dan berdirinya negara dimana dari awal kemerdekaan  Muhammadiyah  turut mengantarkan ke kemerdekaan Indonesia. Muhammadiyah memang tidak terlalu kaya dengan artefak, di museum ini dibuat dengan pendekatan sebagai museum gerakan persyarikatan Muhammadiyah dengan banyak definisi gerakan Muhammadiyah didalamnya. Ke depan museum diharapkan bisa menjadi satu sarana pendidikan yang menarik bagi anak muda, hal ini ditandai dengan adanya lokasi instagramable spot, dan terungkap juga dalam koleksinya bahwa Aisyiyah menjadi gerakan perempuan pertama yang melakukan konggres pertama perempuan di Indonesia. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian venue lantai 3, 4 museim Muhammadiyah yang berisi perjuangan Muhammadiyah di masa kini dan tantangan ke depan. Acara berikutnya dilanjutkan dengan diskusi tentang Museum bersama narasumber Widiyastuti, S.S., M.Hum, dari MPI PP Muhammadiyah dan Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A dan Ria Putri Palupijati. Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A menuturkan bahwa “ Museum Muhammadiyah menjadi anak bungsu dari 42 Museum yang ada di Yogyakarta, namun memiliki resources sumber daya manusia handal untuk pengelolaan dan materinya serta pangsa pasar yang jelas  apalagi Yogyakarta menjadi ibukota dan tempat kelahiran Muhammadiyah, ini merupakan potensi yang sangat besar”. Selain itu penting untuk meningkatkan kualitas museum itu melalui penyampaian pesan yang terkandung dalam benda koleksi di museum, melalui para edukator inilah informasi serta nilai-nilai berharga dari setiap objek dapat dipahami dan diteladani oleh pengunjung dan juga dengan pendekatan yang lebih menyenangkan. Reportase   Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

Pelayanan KB Gratis dalam Rangka Hari Kontrasepsi Sedunia di RS PKU Muhammadiyah Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia, RS PKU Muhammadiyah Sleman bekerjasama dengan BKKBN kabupaten Sleman melaksanaan pelayanan Keluarga Berencana (KB) IUD gratis pada hari Rabu, 18 September 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keluarga berencana dan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat dalam memperoleh layanan kontrasepsi. Pelayanan KB gratis ini akan diselenggarakan di RS PKU Muhammadiyah Sleman mulai pukul 08.00 hingga 12.30 WIB. Warga diundang untuk memanfaatkan kesempatan ini. Tim medis berkompeten akan siap memberikan konsultasi dan pelayanan secara profesional. Acara ini merupakan bagian dari komitmen RS PKU Muhammadiyah Sleman dalam mendukung program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat dalam merencanakan keluarga dengan lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup. Rep Ridwan W SE PDM Sleman

Loading

Apresiasi Kiprahnya Dalam Pemberdayaan Masyarakat, Pemkab Sleman Serahkan Bantuan Bangunan untuk Muhammadiyah Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pemerintah Kabupaten Sleman menyerahkan Bangunan Milik Daerah berupa bangunan gedung kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman. Penyerahan berupa kunci pintu bangunan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo kepada Ketua PDM Sleman, H. Harjaka di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Bupati Sleman, Rabu (18/9/2024). Plt. Kepala BKAD Sleman, Tina Hastani menuturkan bahwa penyerahan ini merupakan salah satu upaya Pemkab Sleman untuk mewujudkan visi Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera, berdayasaing, menghargai perbedaan, dan memiliki jiwa gotong royong. “ Hal ini juga dilakukan untuk menunaikan misi untuk meningkatkan kualitas SDM Sleman melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau,” ungkap Tina. “Bangunan yang diserahkan berlokasi di Padukuhan Paten, Kalurahan Tridadi, Sleman dengan luas ±100 m2 dengan luas tanah 282 m2,” tambahnya. Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo berterimakasih atas sumbangsih PDM Sleman yang telah ikut aktif berperan dalam menyukseskan pembangunan SDM di Kabupaten Sleman, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi massa terbesar di tanah air selama ini telah banyak membantu program pemerintah di bidang pendidikan dan kesehatan, termasuk di Kabupaten Sleman dengan mendirikan beberapa rumah sakit dan sekolah, mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK sampai dengan perguruan tinggi Muhammadiyah. Sebagaimana release yang diterima redaksi dari Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Sleman pada Rabu petang. “Diharapkan, dengan adanya penyerahan bangunan ini, Muhammadiyah semakin terbantu dan semakin memotivasi seluruh anggota keluarga Besar Muhammadiyah di Kabupaten Sleman untuk turut serta mempercepat terwujudnya visi misi Bupati Sleman, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan,” tambahnya. Ketua PDM Sleman, H. Harjaka menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan oleh Pemkab Sleman ini. Dirinya berharap, bangunan yang nantinya akan dipergunakan sebagai Kantor PDM Sleman ini dapat membantu Muhammadiyah dalam menyampaikan misi dakwahnya, serta dapat membantu Pemkab Sleman memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Loading

Revitalisasi Ideologi Muhammadiyah, Materi Baitul Arqom PCA Tempel

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Rangkaian kegiatan Baitul Arqam Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah dengan tema Penguatan Kepemimpinan ‘Aisyiyah Menuju Tempel Berkemajuan di Kaliurang, 14-15 September 2024 M dengan 98 peserta, terdiri dari berbagai utusan yakni 41 ‘Aisyiyah, 2 NA, 55 guru PAUD. Menurut Ervin Iswandayani S.Pd Sekretaris PCA Tempelsetelah pembukaan diisi tiga materi tentang keteladan Kepemimpinan Muslimah, Tuntunan Sholat dan Dakwah Digital serta hari kedua, diawali dengan rangkaian ibadah sholat tahajud, tadarus, sholat subuh, dan kajian ayat serta dilanjutkan dengan outbond. Sedangkan materi keempat tentang etos kerja dalam mengemban amanah dan Materi kelima tentang revitalisasi ideologi muhammadiyah. Drs. H. AS Ardani Pimpinan PDM Sleman dalam kesempatan tersebut menyampaikan Revitalisasi Ideologi Muhammadiyah berdasar pada Surat Ali ‘Imran ayat 104 dan 110 menjadi landasan bagi Muhammadiyah dalam merevitalisasi ideologinya. “ Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah, bertujuan menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. Aisyiyah adalah organisasi perempuan persyarikatan Muhammadiyah yang bersifat otonom dan memiliki wewenang untuk menyelenggarakan amal usaha. Seluruh anggotanya adalah anggota Muhammadiyah. Muhammadiyah melakukan usaha untuk mewujudkan cita-citanya dengan mendirikan amal usaha, menyusun dan membuat program, serta melaksanakan kegiatan organisasi yang telah diprogramkan. Amal Usaha Muhammadiyah adalah lembaga yang didirikan oleh Muhammadiyah/Aisyiyah, diatur dengan aturan Muhammadiyah, dan berfungsi sebagai media beramal, berusaha, dan kaderisasi. Semua aset menjadi milik persyarikatan. Fungsi Amal Usaha Muhammadiyah adalah sebagai tempat untuk Yanmas, media untuk berdakwah, media kaderisasi, dan pengembangan keilmuan. Hierarkhi/Tata Urutan Aturan Persyarikatan Muh/Aisyiyah adalah sebagai berikut: Revitalisasi Ideologi Muhammadiyah adalah cara atau serangkaian strategi untuk menggerakkan kembali/memacu pertumbuhan organisasi dengan cara melakukan perubahan, melaksanakan gerakan organisasi dengan menyeleraskan kondisi yang ada. Ideologi adalah ajaran yang secara sistematis dan menyeluruh membahas mengenai gagasan, cara mendapatkan keyakinan mengenai, dan kehidupan yang benar sesuai yang dicita-citakan. Ideologi berarti “keyakinan hidup”, yang mencakup pandangan hidup, tujuan hidup, dan cara yang digunakan untuk melaksanakan dan mencapai tujuan hidup. Adapun tujuan Revitalisasi Ideologi adalah: Dasar dan Sumber Ideologi Muhammadiyah terdapat pada: Masalah-masalah yang mendasari munculnya Revitalisasi Ideologi adalah: Pokok-Pokok Pikiran Ideologi Muhammadiyah adalah bias disarikan bahwa hidup manusia harus berdasarkan Tauhid (mengesakan) Alloh, beribadah, serta tunduk dan taat hanya kepada Alloh Swt. Hidup manusia itu bermasyarakat dan Hanya hukum Alloh yang sebenar-benarnyalah yang dijadikan sendi untuk membentuk pribadi dan mengatur ketertiban hidup Bersama (bermasyarakat) untuk mencapai kebahagiyaan hakiki di dunia dan akhirat. Berjuang menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam untuk mewujudkan Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya adalah wajib, sebagai ibadah kepada Alloh, berikhsan dan berishlah kepada manusia. Perjuangan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam, sehingga terwujud Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya hanya akan berhasil apabila mengikuti jejak (It-tiba’) perjuangan para Nabi, terutama Nabi besar Muhammad SAW. Perjuangan mewujudkan pokok-pokok pikiran tersebut hanya akan dapat dilaksanakan sebaik-baiknya dan berhasil bila dengan berorganisasi. Organisasi adalah satu-satunya alat dan cara perjuangan yang sebaik-baiknya. Editor   Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Penyerahan Prasasti Tanah Wakaf Muhammadiyah Masjid Uswatun Hasanah Pirak Bulus

Godean, Pdmsleman.Or.Id Ahad Pagi 15 September 2024 bertempat di Masjid Uswatun Hasanah Dusun Pirak Bulus Sidomulyo Godean Sleman telah diserahkan Prasasti Tanah Wakaf dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean oleh ketua PCM Godean Haris Darmawan kepada ketua takmir Masjid Uswatun Hasanah, Najib Mabruri, S.Hut. Wakaf Tanah seluas 330 m2 berasal dari jamaah dengan beli bareng-bareng seluas 119 m2, wakif Ibu Laila Muriyati seluas 118 m2 dan wakif Bapak Harjo Sujais seluas 93 m2. “Semoga menjadi amal jariyah dan bermanfaat bagi jamaah dan barokah pula bagi warga sehingga Masjid tidak hanya untuk jamaah sholat tapi juga untuk kemaslahatan warga jamaah” tandas Haris Darmawan dalam sambutannya. Acara dilanjutkan dengan pengajian  Maulid Nabi Muhammad oleh Ustadz drh. H. Agung Budiyanto, M.P. Ph.D bersama jamaah baik dari Pirak Bulus Sidomulyo dan juga dihadiri PCM PCA Godean, PRM PRA  Sidomulyo. Reportase  H. Wahdan Arifudin S.Pd  PCM Godean  MPI PDM Sleman

Loading

Baitul Arqam #1 PCM & PCA Gamping Resmi Dibuka, Peserta Bergembira

Gamping, Pdmsleman.Or.Id Baitul Arqam #1 Pimpinan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gamping dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Gamping resmi dibuka oleh Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman di Hotel Kana Kaliurang, Sleman, Sabtu (14/09). Acara perkaderan Muhammadiyah ini mendatangkan instruktur dan pemateri dari PDM Sleman. Sebanyak 110 lebih peserta mengikuti acara perkaderan ini yang diselenggarakan selama dua hari satu malam dengan lima materi pokok, yaitu 1) hakikat Islam: Peran Tauhid dalam kehidupan, 2) revitalisasi ideologi Muhammadiyah, 3) pengembangan cabang dan ranting berkemajuan, 4) tuntunan ibadah praktik sesuai HPT, dan 5) risalah islam berkemajuan dan risalah perempuan berkemajuan. Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gamping berharap Baitul Arqam #1 PCM PCA Gamping ini berjalan lancar dan semua bergembira. “Baitul Arqam ini harus menggembirakan dan semoga semua berjalan lancar”, ujar Muhaimin saat sambutan. Zuliani Rusida, Ketua PCA Gamping menganjurkan agar peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan di Baitul Arqam ini. “Baitul Arqom membentuk kader persyarikatan yang unggul dan militan,maka jangan sia2kan kesempatan ini untuk memperluas ilmu, memperdalam pemahaman dan mengimplementasikan dg amal nyata dlm gerakan dakwah berkemajuan yang lurus dan penuh keikhlasan.”, anjurnya. Reportase : Rizki Putri Ramadani (Ketua Pustaka, Informasi, dan Teknologi PCNA Gamping) Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Baitul Arqam PCA Tempel, Penguatan Kepemimpinan ‘Aisyiyah Menuju Tempel Berkemajuan

Tempel, PImpinan Cabang ‘Aisyiyah Tempel mengadakan Baitul Arqam (BA) dengan mengusung tema Penguatan Kepemimpinan ‘Aisyiyah Menuju Tempel Berkemajuan di Kaliurang, 14-15 September 2024 M. “Baitul Arqam ini diikuti oleh 98 peserta, 41 ‘Aisyiyah, 2 NA, 55 guru PAUD”, ungkap Banun Rohyatiningsih, S. Pd.SD, Ketua PCA Tempel sekaligus sebagai ketua penyelenggara dalam laporannya. Tak lupa juga ucapan terima kasih kepada PDM Sleman, PCM Tempel, PCA Tempel, Gramasurya, dan semua pihak yang telah membantu terlaksananya BA tambahnya. Samsul Alam ,  S.Ag, M.Si., selaku Ketua PCM Tempel dalam sambutannya memberikan semangat kepada peserta untuk mngikuti berbagai kegiatan BA dengan sungguh-sungguh. Dra Hanik Rosyada, M.Ag., Ketua PDA Sleman hadir memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi BA PCA Tempel menyampaikan “ Aisyiyah berperan dalam aktualisasi perempuan berkemajuan mencerahkan peradaban bangsa dan kepemimpinan” . Menurut Ervin Iswandayani S.Pd  kegiatan ini dalam rangkaian BA di hari pertama, setelah pembukaan diisi tiga materi tentang keteladan Kepemimpinan Muslimah oleh Ketua PDA Sleman , Tuntunan Sholat pemateri PDM Sleman dan Dakwah Digital bersama Arief Hartanto MPI PDM Sleman. Di hari kedua, diawali dengan rangkaian ibadah sholat tahajud, tadarus, sholat subuh, dan kajian ayat serta dilanjutkan dengan outbond. Setelah bersih diri, materi keempat dan kelima disampaikan. Materi keempat tentang etos kerja dalam mengemban amanah. Materi kelima tentang revitalisasi ideologi muhammadiyah. Rangkaian acara diakhiri dengan post test dan Penutupan Kegiatan BA. Kontributor : Pamuji Sri S, MPI PDM Sleman, Peserta BA PCA Tempel

Loading

Focus Grup Discussion (FGD) Dan Pembentukan BIKKSA PDA Sleman Dan 6 Cabang Aisyiyah  

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Aisyiyah Daerah Kabupaten Sleman melalui Majelis Tabligh dan Ketarjihan mengadakan kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) dan pembentukan BIKKSA (Biro Informasi dan Konsultasi Keluarga Sakinah ‘Aisyiyah). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 September 2024 M bertepatan pada tanggal 10 Rabiul Awal 1446 H bertempat di Aula PDM Sleman. Peserta dalam kegiatan ini adalah Majelis dan Lembaga yang ada di PDA Sleman, Ketua PCA dan Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) dari PCA Moyudan, PCA Gamping, PCA Berbah, PCA Sleman, PCA Turi dan PCA Kalasan.  Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Sleman, Dra. Hanik Rosyada, M. Ag. membuka kegiatan FGD dan pembentukan BIKKSA serta memberikan arahan dan motivasi. “ Keberadaan BIKKSA merupakan bentuk kepedulian, rasa empati, memberikan solusi dan mencerahkan. Merevitalisasi 2 BIKKSA yang sudah terbentuk dan membentuk BIKSSA baru di beberapa cabang Aisyiyah”. Kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan BIKKSA PDA dan terpilih Dra. Sri Sumiyarsi, S. Pd., M.Pd. sebagai ketua. Sedangkan kegiatan focus grup discussion (FGD) Cabang yang difasilitasi oleh Dra. Siti Aminah selaku Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan PDA Sleman dan Koordinator BIKKSA. Dalam FGD tersebut, enam cabang membuat kepengurusan BIKKSA yang nantinya akan diberikan SK dan dikukuhkan bersama pada bulan Desember 2024. Oleh Dewi Novitasari (MTK PDA Sleman) Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

LazisMu PDM Sleman Gelar Kegiatan Fundraising Strategies

Sleman, Pdmsleman.Or.Id LazisMu PDM Sleman menggelar kegiatan Fundraising Strategies pada Senin, 9 September 2024, bertempat di Café Soewaramoe SM Tower Malioboro di Ruang Meeting Lt.8, yang dihadiri oleh sekitar 50 peserta. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh ketua Kantor Layanan Lazismu (KLL) se-Kabupaten Sleman, serta dihadiri Lazismu Wilayah dan perwakilan MPI PDM Sleman. Acara dimulai dengan Shalat Isya’ di Musholla SM Tower dan santap malam di Café yang berada di lantai 8 Gedung SM Tower Malioboro. Pimpinan LazisMu Sleman, Syinta Brata, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan test ombak apakah para pengurus KLL Lazismu se-Sleman ingin maju dan berkembang. “Fundraising dalam penghimpunan zakat infak shodaqoh di Sleman sangat penting dan alhamdulillah tahun kemarin berhasil terkumpul dana sekitar Rp. 11 Milyard berdasarkan audit,” ujarnya. H. Nasirun, wakil ketua PDM Sleman, menekankan bahwa sinergi penghimpunan dan pengelolaan ZIS dengan pimpinan keberhasilannya tidak bisa dipisahkan. “Tingkat daerah dengan PDM jangan sampai terpisah, hal itu ibarat dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan, begitu juga dengan cabang dan ranting,” ujarnya. Kegiatan ini juga diisi dengan materi Fundraising Strategies “Fundraiser Hebat, Fundraiser Berstrategi” oleh Ronny Megas Soekamo, Supervisor Trainer Lazismu Jateng. Menurutnya, menjadi amil yang handal dan professional harus dibekali dengan ilmu dan mental serta mindset menjadi amil sebuah kebanggaan dan focus serta punya teknik komunikasi dalam efektif fundraising. Selain itu, materi Digital Marketing juga disampaikan oleh Yosep Andi Setyawan, Sekretaris HIPMI DPC Bantul, yang merupakan pakar pemasaran online handal serta membukakan wawasan mengenai digital marketing dalam pengelolaan Lazismu. Peserta sangat antusias dengan materi yang disampaikan dan akan ditindaklanjuti dengan kegiatan teknis secara lebih detail dan mendalam di bulan Oktober mendatang. “Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan para pengurus KLL Lazismu se-Sleman dalam menghimpun dan mengelola zakat infak shodaqoh,” ujar Brata kepada Arief Hartanto MPI PDM Sleman disela acara. Kegiatan Fundraising Strategies ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam meningkatkan kemampuan para pengurus KLL Lazismu se-Sleman dalam menghimpun dan mengelola zakat infak shodaqoh, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya zakat infak shodaqoh dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Reportase/Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading