Bersinergi untuk Mewujudkan Sleman Berkemajuan

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Ahad 8 September 2024 bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Sleman berlangsung  rapat kerja (raker) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sleman. Rapat kerja ini diselenggarakan bertepatan dengan 1 tahun usia kepengurusan PCM dan PCA Sleman.  Dalam raker kali ini mengambil tema “Bersinergi untuk Mewujudkan Sleman Berkemajuan” . Rapat Kerja dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Aisyiyah kabupaten Sleman,  Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sleman beserta organisasi otonomnya (PCA, PCPM, PCNA, HW dan Tapak Suci), ketua dan anggota majelis, ketua dan sekretaris PRM dan PRA, Pimpinan amal usaha yang terdiri dari 17 kepala sekolah dari tingkat TK, SD, SMP dan SMK/SMA, serta Lazismu. Amin Surahmat S.Pd. dalam sambutannya sebagai tuan rumah (Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Sleman) menyampaikan rasa hormat dan bangganyanya karena bisa berkontribusi dalam raker kali ini. Amin berharap raker kali ini dapat menghasilkan putusan dan program kerja yang lebih baik kedepannya. Ketua PCM Sleman Zahrul Mufrodi dalam sambutannya menyampaikan bahwa rapat kerja ini memberikan ruang untuk bersama-sama mengevaluasi pelaksanaan program kerja yang telah berjalan sekaligus merencanakan program kerja kedepannya.  Raker kali ini dapat digunakan juga membangun semangat baru dengan sinergitas yang lebih baik lagi.  Disampaikan juga geliat Muhammadiyah di lingkup kapanewon Sleman ini dengan sedang dalam proses pendirian klinik Pratama Aisyiyah Panggeran  dan rencana pembangunan gedung dakwah Muhammadiyah di Kapanewon Sleman. Raker dibuka oleh ketua PDM Sleman H. Harjaka S.Pd. S.Ag. MA yang dalam tausiyahnya berpesan untuk tetap menjaga 5 prinsip berkemajuan dalam Muhammadiyah, yaitu tetap berpegang teguh kepada tauhid dan tidak gemar menambah amalan-amalan yang tidak jelas landasannya dalam Al Qur’an dan Sunnah. ” Hanya karena selera atau pesanan, kemudian dicarikan dasar hukumnya yang cocok atau dicocok-cocokkan,” terangnya. Setelah pembukaan acara dilanjutkan secara terpisah antara PCM dan PCA yaitu dengan pemaparan program kerja yang sudah dilakukan setahun lalu dan rencana kedepannya oleh masing-masing majelis dan masukan atau tanggapan dari Ranting-ranting. Reportase  H. Ashari SIP, PCM Sleman, MPI PDM Sleman

Loading

Sosialisasi Wakaf PDM Sleman: Meningkatkan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat

Sleman, Pdmsleman.Or.Id PDM Sleman melalui Majelis Pemberdayaan Wakaf PDM Sleman mengadakan acara sosialisasi wakaf di Aula Lantai 3 Sekretariat Daerah Pemkab Sleman pada Sabtu 7 September 2024. Ketua MPW Majelis Pemberdayaan Wakaf PDM Sleman, H. R. Agung Nugraha, S.Ag. MA, menyampaikan bahwa “sosialisasi wakaf ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya wakaf dan bagaimana cara mengelolanya dengan baik”. Bupati Sleman, Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa “wakaf adalah salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi”. Dalam acara ini, beberapa materi disampaikan oleh narasumber, antara lain Dr. Yuli Utami, S.Ag, M.Ec, yang membahas tentang wakaf di Muhammadiyah. Muhammad Sulthoni, Lc, MA, membahas tentang fiqh, regulasi wakaf, dan SIMAM. Prof. Dr. H. Dudung Abdurrahman dan Fahmi Medias, SE.I, MSI, membahas tentang model wakaf Muhammadiyah. Peserta acara ini terdiri dari Ketua PDM Sleman, Anggota Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman, Ketua PCM se Kabupaten Sleman, Ketua dan Sekretaris MPW PCM Se Kabupaten Sleman, Ketua PDA Kabupaten Sleman, dan Ketua PCA Se-Kabupaten Sleman. Dengan adanya acara ini, diharapkan masyarakat dan warga persyarikatan di Kabupaten Sleman dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam pengelolaan wakaf, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Materi Sosialisasi Reportase  Bahari AW MPW PCM Turi Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

SD Muh Girikerto Turi Terima Kunjungan Dari Kupang (NTT)

Turi, Pdmsleman.Or.Id Rabu 4 September 2024 SD Muh Girikerto Turi Sleman DIY menjadi tuan rumah bagi tim visitasi dari Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Acara kunjungan ini berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi, tim Tagana, kalurahan Girikerto, tim Siaga masyarakat, dan sekolah. Kepala Sekolah SD Muh Girikerto, R. Ahmad Zaenudin, S.Ag., menyampaikan sambutan selamat datang kepada tim visitasi. “Kami merasa senang dan bangga bahwa sekolah SD Muh Girikerto bisa dikunjungi dari saudara jauh dari Kabupaten Kupang NTT,” kata Zaen. Dalam acara tersebut, paparan materi yang diberikan oleh ibu Siti Endarti, S.Pd., salah satu guru SD Muh Girikerto, sangat menarik dan lugas. Penyampaian yang jelas membuat tim visitasi penasaran dan mengajukan beberapa pertanyaan. Perwakilan Kepala sekolah dataran tinggi dan dataran rendah, dari Yayasan Tanpa Batas, menanyakan tentang sekolah sehat dari Kepala Dinas Kesehatan. Kepala Dinas Kabupaten Kupang juga menanyakan tentang perlakuan seperti apa yang dilakukan terhadap 1 anak yang belum lancar membaca dari 27 anak yang ada dalam diskusi. Akhir pertemuan, Semi SH, ketua rombongan/kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah & BP4D Kabupaten Kupang, menyampaikan bahwa “pertemuan atau silaturahmi tidak cukup di sini/sekarang saja namun akan kita jalin terus untuk saling belajar”. Ia juga mengalungkan kain slayer produksi kupang dan kain tersebut tidak boleh untuk digunting sebagai tanda bahwa persaudaraan kita tetap utuh dan solid.

Loading

29.475 KM Jantera Dakwah Sosial Relawan AmbulanMU Sleman

Turi, Pdmsleman.Or.Id Sebanyak 70 relawan AmbulanMU se-Sleman menghadiri acara Upgrading dengan tema “Dakwah Sosial Melalui AmbulanMU” di Embung Kaliaji, Wonokerto, Turi, Sleman Jum’at Sabtu 06-07 September 2024. Acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar relawan dan meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukan dakwah sosial. “Acara ini merupakan wujud komitmen kami untuk meningkatkan kemampuan relawan dalam melakukan dakwah sosial,” kata Ketua Panitia, Nathan Saputra. “Kami berharap acara ini dapat mempererat tali silaturahmi antar relawan dan meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukan dakwah sosial.” Dalam acara ini, relawan AmbulanMU Sleman juga melaporkan hasil kerja mereka selama bulan lalu. “Kami telah menangani 879 pasien, 46 jenazah, dan 48 kegiatan sosial,” kata Ketua FORPAM, Bp Darojat Nur Ahmad. “Kami juga telah menempuh jarak sejauh 29.475 kilometer dalam melakukan dakwah sosial.” Acara ini dibuka secara simbolik oleh PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) dengan meluncurkan api unggun. Materi pertama disampaikan oleh Dr Ghojali, AI Islam & Kemuhammadiyahan dan sejarah dakwah sosial. Beliau menjelaskan tentang prinsip humanis, liberasi, dan transedensi dalam melakukan dakwah sosial. Materi kedua disampaikan oleh LRB (Lembaga Resiliansi Bencana) PDM Sleman dengan materi potensi bencana Gempa megathrust. M. Fauzan Yakhsya S.Hum menjelaskan tentang pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Acara ini dihadiri oleh beberapa undangan, termasuk PWM DIY Dr Ghojali Nur Ahmad, MPKS PWM Zainal Arifin, MPKS PDM Sleman Suparlan, PCM – PCA Turi, Forkom Kapanewon Turi, Muspika Kalurahan Wonokerto, PMI, Ortom, dan KOKAM. Dengan adanya acara ini, diharapkan relawan AmbulanMU Sleman dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukan dakwah sosial dan mempererat tali silaturahmi antar relawan. “Dakwah Sosial Melalui AmbulanMU” merupakan tema yang tepat untuk acara ini, karena menggambarkan komitmen relawan AmbulanMU Sleman dalam melakukan dakwah sosial dan membantu masyarakat. Reportase Juang Mahron Ambulanmu Tempel Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Workshop Pembelajaran Berbasis Litnum dan PCK di SMP Muhammadiyah 1 Tempel

Tempel. Pdmsleman.Or.Id Bertempat di aula SMP Muhammadiyah 1 Tempel Sleman Yogyakarta pada Jum’at 30/8 telah sukses digelar workshop peningkatan kompetensi bagi guru. Adapun tema workshop peningkatan kompetensi yakni “Pembelajaran berbasis literasi numerasi dan Pedagogical Content Knowledge (PCK) untuk peningkatan mutu satuan Pendidikan”. Acara ini diikuti sebanyak 40 peserta baik dari guru SMP Muhammadiyah 1 Tempel dan diikuti oleh guru mitra sekolah dari SD Negeri dan SD Muhammadiyah sekitar.Dalam sambutannya kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 Tempel, Wahdan Arifudin, S.Pd menyampaikan bahwa :“Dengan workshop ini diharapkan kita memiliki pemahaman yang sama dalam pembelajaran berbasis litnum atau literasi numerasi serta dengan PCK (Pedagogical Content Knowledge). Hal ini sesuai dengan assessment yang diadakan skala nasional berupa AKM (Assesmen Kompetensi Minimal) yang akan dilaksanakan tanggal 9 September 2024 serta adanya PISA (Program for International Student Assesment) bagi sekolah ter-sampling. Dalam hal ini SMP Muhammadiyah 1 Tempel juga menjadi sampel pelaksanaan PISA pada tahun 2025 yang akan datang”Yulia Rachmawati, M.Pd dari BKS (Badan Kerjasama Sekolah) SMP Muhammadiyah se-Sleman selaku pemateri menyampaikan pentingnya pelaksanaan literasi numerasi dan PCK bagi guru-guru terlebih di era digital dan Kurikulum Merdeka ini. Adapun poin-poin materi disampaikan sebagai berikut:• Dapat dikatakan sukses Literasi apabila anak-anak dapat membaca, memahami, dan melakukan apa yang mereka lihat dan baca di kehidupan sehari-hari mereka di masyarakat.• Dapat dikatakan sukses Numerasi apabila anak-anak melakukan pemahaman, analisis, dan pengimplementasi. Dapat menggunakan ketrampilan menghitung dalam masalah disehari hari, jika sukses numerasi akan menciptakan anak-anak yang Solutif dalam kehidupan sehari-hari atau dikatakan anak-anak menjadi lebih Aplikatif di lingkungan masyarakat.• Saat ini pemerintah sedang gencar gencarnya terus menciptakan generasi muda yang berkompeten dengan mewajibkan program Literasi dan Numerasi kepada anak-anak di Indonesia serta selalu menerapkan profil pelajar Pancasila.• Komponen Literasi :1. Konten ( Informasi/Sastra)2. Proses Kognitif3. Konteks ( Personal, Saintifik, dan Sosial Budaya) Mengevaluasi takarannya lebih tinggi daripada memahami, jadi era ini guru harus membiarkan anak menyampaikan kritik yang mereka ingin sampaikan kepada orang lain namun diarahkan dengan mengkritik dengan Bahasa yang benar dan cara penyampaian yang tepat, lalu anak juga harus berani memberikan solutif atas kritik yang ia sampaikan.• Komponen Numerasi :d. Konten (Aljabar, Bilangan, Geometri, Pengukuran, Data dan Ketidakpastian) dalam hal numerasi ini tidak harus guru matematika yang menyampaikan semua mata pelajaran harusnya ada konten yang berkaitan dengan numerasi .e. Proses Kognitif ( Pemahaman, Penerapan,Penalaran)f. Konteks ( Personal, Saintifik, dan Sosial Budaya)• Banyak permasalahan yang dialami SD/SMP saat ini seperti anak-anak yang sudah lulus SD belum bisa membaca dan menulis dengan lancar, ini sebabkan beberapa faqktor seperti Fase Pondasi mereka belum tercapai. Jadi untuk anak bisa mengikuti pembelajaran di fase berikutnya maka Wajib menyelesaikan fase sebelumnya agar anak memiliki modalitas yang kuat dalam mengikuti kurikulum yang ada. Salah satu cara untuk mencapai itu bisa dengan cara sekolah menyediakan buku penghubung antara wali murid dan pihak sekolah jadi aka nada keterhubungan antar keduanya untuk bisa saling membantu untuk anak menyelesaikan fase sebelumnya dan terus bisa mengikuti fase-fase selanjutnya. Materi 2 “Penggunaan Pedagogical Content Knowledge dalam pembelajaran”• Point-point penting guru dalam memulai kelas dan pembelajaran yang mengesankan bisa dikatakan sebagai berikut : Reportase H Wahdan A SMPM 1 Tempel

Loading

Profil PRM Wonokerto 2 -Penilaian PRM Wonokerto 2 Turi Oleh Tim Asesor LPCRPM PWM DIY

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah Wonokerto 2 Turi menyambut kunjungan Tim Asesor LPCRPM PWM DIY pada Ahad, 01 September 2024. Tim Asesor yang hadir terdiri dari Rahmad Khairul dari LPCRPM PMW DIY, Dwi Bagus Irawan dari MPKS PWM DIY, dan Afia Nuriska dari PWA DIY yang akan melakukan penilaian Ranting Unggul tahun 2024. Penilaian Cabang dan Ranting unggul merupakan upaya untuk memastikan bahwa semua Cabang dan Ranting memiliki dokumentasi yang lengkap dan akurat, sehingga dapat memudahkan penilaian dan evaluasi di masa depan. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars ‘Aisyiyah. Dilanjutkan dengan sambutan, pemaparan profil PRM Wonokerto 2 dan pemeriksaan borang dengan kriteria penilaian meliputi aspek organisasi, administrasi, fisik, pelaksanaan program dan portofolio/ pilot project. Selain aspek tersebut, turut dinilai program yang diunggulkan atau keunikan dari sebuah Ranting yang dapat ditiru, dimodifikasi atau diterapkan di Ranting-Ranting lain. Sarno, Ketua PRM Wonokerto 2, menyampaikan bahwa “ bersyukur bahwa PRM Wonokerto 2 diajukan menjadi salah satu Ranting yang dinilai serta berharap adanya penilaian dapat mengetahui sejauh mana tingkat kesesuaian Ranting dengan kaidah Persyarikatan”.   Hal tersebut diamini oleh Rahmad Khairul selaku perwakilan dari Tim Asesor, yang menyampaikan bahwa “ adanya berbagai macam persiapan administrasi dan dokumentasi tidak hanya dilakukan untuk menghadapi penilaian Ranting Unggul atau hanya untuk mencari juara dan lebih dari itu adalah untuk menyesuaikan dengan kaidah Persyarikatan kemudian menerapkannya secara berkelanjutan” tutupnya. Reportase Anton Kurniawan PRM Wonokerto 2 Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Wakaf Uang Dan Wakaf Melalui Uang

Pakem, Pdmsleman.Or.Id Wakaf uang adalah perbuatan mewakafkan harta berupa uang yang disetorkan melalui Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang. (LKS-PWU) dimana dananya tetap di bank sebagai dana abadi. Uang tersebut dikembangkan oleh Bank (bersama Nadzir) dan hasilnya yang ditasharufkan untuk kemaslahatan umat baik bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi maupun sosial. “ Disamping itu, ada juga nomenklatur wakaf melalui uang, dimana seseorang mewakafkan uang kepada Nadzir untuk langsung dimanfaatkan untuk keperluan wakaf, seperti pembelian tanah, pembelian material untuk bangunan dan semacamnya yang bersifat jangka panjang” . Hal tersebut disampaikan oleh R. Agung Nugraha ketika mensosialisasikan platform WAKAFMU, salah satu program Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman dalam rangkaian kunsiroh bertempat di SMP Muhammadiyah Pakem. Untuk memasifkan WAKAFMU tersebut, pada kesempatan ini secara simbolis diserahkan poster peraga sosialisasi oleh PDM Sleman kepada tiga cabang. PDM Sleman melaksanakan Kunjungan Silaturahmi (Kunsiroh) pada tanggal 31 Agustus 2024 dengan sasaran dan audien PCM Pakem, PCM Ngaglik dan PCM Turi lengkap dengan organisasi otonom dan Amal Usaha yang ada di tiga cabang tersebut.  Sebagai pemateri, H. Nasirun, selaku wakil ketua PDM yang membidangi Majelis Pendayagunaan Wakaf, LazisMu dan LPCRM, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan kunjungan ke 6 dari tujuh putaran yang direncanakan. Titik tekan yang disampakan antara lain : Optimalisasi dan penguatan Cabang, ranting dan ortom,  Pengamanan asset wakaf Muhammadiyah termasuk masjid Muhammadiyah didalamnya, Pengadaan tanah dan pembangunan gedung PDM, Pembentukan Korp Muballigh Mujammadiyah di setiap cabang, Sikap Muhammadiyah Sleman terkait maraknya Minuman keras, hingga posisi Muhammadiyah Sleman dalam Pemilihan Kepala Daerah. Reportase  (RAN) Editor  Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Muhammadiyah Sleman Sambut Tim Asesor Penilaian Cabang Unggulan 2024

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Sabtu 31 Agustus 2024  Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman  bertempat di Gedung PDM Sleman  menyambut kedatangan Tim Asesor Penilaian Cabang Unggulan Tahun 2024 di beberapa cabang Muhammadiyah di wilayah Sleman. Cabang-cabang yang dinilai adalah Muhammadiyah Minggir, Gamping, dan Kalasan, serta Pimpinan Ranting Wonokerto 2 Turi, Nogotirto Gamping, Masjid Al Barokah Pakem, Al Hikmah Sleman, dan Baiturrahman Depok. Penilaian ini akan dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus hingga 1 September 2024. Dr. Yayan Suryana, Wakil Ketua PWM DIY, menyampaikan bahwa penilaian ini merupakan bentuk ikhtiar Muhammadiyah dalam mendata kekuatan dakwah Muhammadiyah di tingkat cabang. “Dengan penilaian ini, kita dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan dakwah Muhammadiyah di setiap cabang, sehingga kita dapat memotivasi generasi muda untuk berdakwah dengan lebih baik,” ujarnya. Dalam sambutannya, DR. Ikhwan Ahada Ketua PWM DIY menekankan pentingnya perluasan ladang dakwah Muhammadiyah. “Muhammadiyah akan tetap eksis jika semua organ dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, kita perlu terus meningkatkan kualitas dakwah kita dan memperluas jangkauan kita,” katanya. Penilaian ini juga bertujuan untuk memotivasi cabang-cabang Muhammadiyah untuk meningkatkan kinerja dan kualitas dakwah mereka. Dengan demikian, diharapkan Muhammadiyah dapat terus menjadi organisasi dakwah yang efektif dan efisien dalam menyebarkan ajaran Islam. Dalam kesempatan ini, Tim Asesor Penilaian Cabang Unggulan juga akan melakukan penilaian terhadap dokumentasi berdirinya cabang dan ranting Muhammadiyah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua cabang dan ranting memiliki dokumentasi yang lengkap dan akurat, sehingga dapat memudahkan penilaian dan evaluasi di masa depan. Nampak hadir pula dari PWM dr. Faesol beserta team, PDM Sleman hadir H. Sudarto, H. Nasirun dan Drs. H. Hadi Supanan. , Ketua Hj. Hanik R dan Jajaran PDA Sleman Dengan adanya penilaian ini, diharapkan Muhammadiyah dapat terus meningkatkan kualitas dakwahnya dan menjadi organisasi dakwah yang lebih kuat dan efektif.   Reportase  M. Ridwan,  SE PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading