NGAGLIK BERKEMAJUAN
![]()
NGAGLIK BERKEMAJUAN
![]()
GodeanMU MEDIA
![]()
Gampig, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gamping mengajak seluruh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) se Cabang untuk mengikuti Rihlah Edukatif ke PRM Blimbingrejo, Jepara, Sabtu-Ahad (3-4/1/2026). Selain PRM dan PRA kegiatan kunjungan belajar tersebut juga diikuti PCA, PCPM, HW Kwarcab, Kokam, KL Lazismu Gamping, dan Takmir Masjid Ar Rahman Baturan (Juara 1 Masjid Unggul se Cabang tahun 2025). Jumlah total 50 orang. Menggunakan big bus berangkat dari Kantor PCM Gamping hari Sabtu malam. “Tujuannya adalah belajar bagaimana pengelolaan pengajian di Blimbingrejo sehingga bisa dihadiri lebih dari 1.000 jama’ah,” jelas Ketua PCM Gamping, Muhaimin. Pengajian dengan jama’ah lebih dari 1.000 orang tersebut dilaksanakan pada Ahad Pertama tiap bulan. Rombongan juga mengikuti Kajian Ahad Pagi pada tanggal 4 Januari, dimulai pukul 05.30 hingga 07.00, pagi itu diisi Ustadz Dr. Syakir Jamaluddin, M.A., Majelis Tabligh PP Muhammadiyah. Blimbingrejo adalah satu kelurahan di Kecamatan Nalumsari. Jumlah warga di desa sekitar 8.000 orang. “Jumlah warga Muhammadiyah tidak sampai separohnya. Mungkin sekitar 3.000 orang,” papar Edi Purwanto, Ketua PRM Blimbingrejo. Lebih lanjut ia mengatakan, rantingnya memiliki 9 kelompok jama’ah (mereka juga menyebutnya sebagai anak ranting). Di kelompok-kelompok tersebut pembinaan jama’ah dilaksanakan secara intensif. “Tiap Ahad Pagi kelompok-kelompok tadi mengadakan pengajian rutin,” katanya. Pembinaan melalui kelompok kecil menuai hasil positif, terbukti para jama’ah dari kelompok kecil dengan ringan hadir dalam pengajian tiap bulan dengan cakupan satu Ranting. Ketika dimulai tahun 2018 langsung dihadiri sekitar 900 jama’ah. Menurut Edi, pengajian tiap bulan tersebut seluruhnya dilaksanakan oleh Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Blimbingrejo, baik dari persiapan, pelaksanaan, hingga usai pelaksanaan. Infaq masuk seluruhnya dikelola PRPM. “Di Blimbingrejo jumlah angkatan muda Muhammadiyah (PRPM, PRNA, dan IPM) mencapai 300 orang,” ungkapnya. Pernah satu saat, kata Edi, Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah (Jamaluddin Ahmad) minta para angkatan muda dikumpulkan dalam waktu singkat. “Karena sudah biasa dikumpulkan, mereka bisa kumpul dalam jumlah 100-an. Pak Jamal sangat kagum ketika itu,” katanya datar. Peserta rihlah dari PCM Gamping mengakui sangat kagum dengan penjelasan tersebut dan bertekad menerapkan ilmu yang diterima untuk diterapkan di tempat masing-masing sesuai dengan karakter Rantingnya. Ketika ditanya tentang penyediaan konsumsi (pagi itu kebetulan nasi bungkus) dengan jumlah lebih dari 1.000 bungkus/boks, Edi menjelaskan, bahwa semuanya ditangani angkatan muda Muhammadiyah setempat. Dalam praktiknya mengajak jama’ah tiap-tiap kelompok memberikan supportnya. “Sehingga semua menjadi ringan,” tuturnya. (*) Dikirim: Heru Prasetya (Sekretaris PCM Gamping)
![]()
![]()
Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Girikerto kembali menggelar kajian rutin yang diikuti jamaah dengan penuh antusias. Kajian ini dilaksanakan pada Ahad Legi, 4 Januari 2026, bertempat di Masjid Aisyah, Ponosaran, Girikerto, Kapanewon Turi. Sejak pagi, jamaah dari berbagai kalangan tampak memadati masjid untuk mengikuti pengajian yang sarat dengan pesan keimanan dan motivasi beramal. Kajian rutin kali ini menghadirkan Ustadz Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A, selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, Ustadz Harjaka menyampaikan materi berdasarkan Hadis Riwayat Imam Abu Dawud, yang menjelaskan tentang enam perkara yang kelak akan menjadi saksi bagi seseorang di hari kiamat. Ustadz Harjaka menjelaskan bahwa “ Rasulullah SAW menyampaikan, siapa saja yang mengerjakan salah satu dari enam perkara tersebut dengan sungguh-sungguh, maka amal itu akan menjadi saksi kebaikan di hadapan Allah SWT kelak. Enam perkara tersebut bukan hal yang berat, namun sering kali kurang diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari”. Perkara pertama adalah shalat yang dikerjakan dengan benar, baik dari segi tata cara, waktu, maupun kekhusyukannya. Ustadz Harjaka menyampaikan bahwa orang yang menjaga shalat akan mendapatkan sepuluh keutamaan, lima di dunia dan lima di akhirat. Lima keutamaan di dunia antara lain wajah yang bercahaya karena wudhu, hati yang bersinar dan sabar, badan yang sehat, rezeki yang lancar, serta mendapatkan rahmat Allah SWT. Sedangkan lima keutamaan di akhirat adalah mendapatkan ridha Allah, perlindungan di alam kubur, timbangan amal yang berat, menjadi penghalang panasnya api neraka, dan memperoleh kenikmatan surga. Perkara kedua adalah menunaikan zakat, termasuk di dalamnya infak dan sedekah. Ustadz Harjaka menekankan bahwa harta yang dimiliki sejatinya hanyalah titipan dari Allah SWT. Besar kecilnya zakat, infak, dan sedekah disesuaikan dengan banyaknya harta yang dititipkan. Ia mengibaratkan zakat seperti burung, burung kecil akan bertelur kecil, dan burung besar akan bertelur besar, sesuai dengan kemampuannya. Perkara ketiga adalah menjaga silaturahmi. Menurut Ustadz Harjaka, silaturahmi bukan sekadar berkunjung, tetapi menyambung dan menjaga tali persaudaraan. Ia mengingatkan jamaah agar tidak mudah terpecah belah, menghindari rasa iri dan dengki, terlebih kepada saudara sendiri. Persatuan dan kebersamaan menjadi kunci kuatnya umat. Perkara keempat adalah memegang amanah dengan baik. Amanah dari Allah memiliki banyak bentuk, seperti anak, harta, jabatan, dan tanggung jawab lainnya. Ustadz Harjaka menyoroti kondisi saat ini, di mana banyak orang belum mampu mengemban amanah dengan benar. Ia menegaskan bahwa amanah paling penting adalah nyawa atau ruh yang diberikan Allah, yang harus digunakan untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat. Perkara kelima adalah menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Rasulullah SAW berpesan agar rezeki yang diperoleh digunakan dengan bijak dan sederhana. Ustadz Harjaka mengingatkan agar umat Islam tidak bersikap boros dan berlebihan, serta tidak menggunakan harta hanya karena mumpung memiliki. Perkara keenam adalah menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Ibadah haji juga akan menjadi saksi di hari kiamat bagi orang yang menunaikannya dengan ikhlas dan sesuai tuntunan. Kajian rutin PRM Girikerto ini diharapkan mampu menambah pemahaman dan semangat jamaah untuk memperbaiki kualitas ibadah serta amal dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengamalkan enam perkara tersebut, jamaah diharapkan semakin siap menjadi pribadi yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat. Rep Agus Nugroho Setiawan PCM Turi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Turi Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) sekaligus penutupan akhir tahun 2025, Dewan Pengurus KORPRI Unit Kapanewon Turi menggelar serangkaian kegiatan yang sarat makna kebersamaan dan pengabdian. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu malam, 31 Desember 2025, bertempat di Aula Kapanewon Turi, Sleman. Kegiatan Pembinaan Rohani kembali digelar di lingkungan Kapanewon Turi sebagai upaya memperkuat nilai spiritual, etos kerja, serta kebersamaan aparatur dan masyarakat. Kegiatan yang dikemas secara reflektif dan komunikatif ini mengangkat tema besar tentang pentingnya rasa syukur, tanggung jawab, dan bekerja sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Pembinaan rohani tersebut disampaikan oleh BARA Drs. H. Bambang Rahmanto, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi yang juga aktif dalam berbagai struktur persyarikatan dan dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang organisasi, pendidikan, serta pelayanan publik. Dalam paparannya, ia mengajak peserta untuk melakukan “refresh” spiritual agar tetap memiliki semangat pengabdian di tengah dinamika pekerjaan dan kehidupan sosial . Dalam penyampaian materi, narasumber menegaskan bahwa tugas manusia, khususnya sebagai orang tua dan aparatur, bukanlah hal yang ringan. “Tugas orang tua tidak ringan, karena di situlah pondasi karakter, nilai, dan akhlak generasi masa depan dibentuk,” disampaikan dalam salah satu bagian materi pembinaan rohani tersebut . Selain itu, pembinaan rohani juga menyoroti berbagai tantangan mental dan sikap kerja yang kerap muncul di lingkungan kerja. Dengan gaya komunikatif dan diselingi humor edukatif, pemateri menguraikan sejumlah istilah metaforis yang disebut sebagai “penyakit pegawai”, seperti AIDS (Alpa, Izin, Dikit-dikit Sakit), BATUK (Banyak Ngantuk), hingga MAGH (Makan Gaji Buta). Istilah-istilah tersebut digunakan sebagai media refleksi agar peserta mampu melakukan evaluasi diri secara jujur dan konstruktif . Menurut pemateri, sikap kerja yang tidak disiplin, kurang teliti, dan minim tanggung jawab tidak hanya berdampak pada kinerja individu, tetapi juga merusak kepercayaan dan kebersamaan dalam organisasi. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif untuk membangun budaya kerja yang sehat, produktif, dan berlandaskan nilai-nilai spiritual. “Bekerja sebagai ibadah, jangan hanya berorientasi pada uang,” menjadi salah satu pesan utama yang ditekankan dalam pembinaan rohani tersebut. Nilai ini diharapkan mampu mengubah cara pandang peserta dalam menjalani profesi, bahwa pekerjaan bukan semata-mata kewajiban administratif, melainkan ladang amal dan pengabdian . Pembinaan rohani juga menekankan pentingnya kebersamaan dan sinergi dalam organisasi. Dengan kebersamaan yang kuat, tantangan pekerjaan dan persoalan sosial dapat dihadapi secara lebih ringan dan solutif. Peserta diajak untuk saling menguatkan, menjaga komunikasi, serta menumbuhkan empati dalam lingkungan kerja maupun masyarakat. Melalui kegiatan ini, Kapanewon Turi berharap pembinaan rohani tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar mampu membentuk karakter aparatur dan masyarakat yang bersyukur, berintegritas, serta memiliki semangat kerja yang dilandasi nilai ibadah. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan dan bermakna.
![]()
PRM Margokaton
![]()
Turi, Pdmsleman.Or.Id Ahad Tanggal 28 Desember 2025, Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) dan Pemuda Muhammadiyah (PM) Turi kembali berkolaborasi dengan Direktorat Riset dan Pengabdian UMY. Program pengabdian masyarakat yang difasilitasi oleh dosen prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) UMY yaitu Anisa Dwi Makrufi, M.Pd.I. Kegiatan ini berupa kelas keputrian yakni kajian rutin dengan tema Menjaga Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam, Cooking Class, dan Forum Group Discussion untuk inisiasi Pusat Belajar Keluarga di Kapanewon Turi dengan menggunakan metode Asset-based Community Development (ABCD). Cooking class dikemas dalam kegiatan baking class (kelas memanggang roti) dan kultum kesehatan reproduksi dalam perspektif islam. Setidaknya 16 peserta terdaftar dan mengikuti kegiatan ini hingga akhir. Materi ini merupakan materi lanjutan pada kegiatan Kajian Milenial 1 yang bertemakan Kesehatan Reproduksi dalam Islam. Fiqih reproduksi merupakan hal yang dijabarkan dalam kegiatan kali ini karena bersinggungan langsung dengan aktivitas sehari-hari seorang muslim. Pukul 8.00 pagi kegiatan dimulai dengan pembukaan dengan menyanyikan lagi Indonesia Raya dan Mars Nasyiatul ‘Aisyiyah. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan singkat dari Ketua PCNA Turi, dengan disambung pemateri pertama bernama Yunda Evi selaku ahli baking dari Garongan, dimulai dengan menjelaskan setiap alat dan bahan yang digunakan dalam membuat Brownies Coklat Ketan Hitam. Lalu beliau memulai praktek baking dengan mencampur semua bahan sesuai takaran dengan dibantu beberapa peserta, dan kegiatan baking berlangsung selama kurang lebih 1 jam. Selama proses baking berlangsung Yunda Anisa Dwi Makrufi, M.Pd.I selaku pemateri kedua menyampaikan isi materi Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam dalam kajian menyampaikan hal-hal seperti “ pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, dampak kesehatan reproduksi untuk memperoleh keturunan yang baik, dan eratnya menjaga kebersihan dengan praktek thoharoh seseorang”. Beberapa pertanyaan oleh para peserta muncul, diantaranya tentang mandi wajib, peran reproduksi dalam mempersiapkan keturunan sholih, menjaga reproduksi dengan pola hidup sehat, dan masih banyak lagi. Materi yang disampaikan begitu menarik sehingga peserta dengan antusias bertanya sambil tidak sabar menunggu kue coklat selesai dalam proses bakin-nya. Pada sesi terakhir, para pemateri menutup sesi dengan keterbukaan untuk menjawab jika masih ada hal yang ingin ditanyakan diluar kegiatan. Proses baking-pun akhirnya selesai, maka brownies siap untuk disajikan dan dicicipi bersama-sama dan berfoto bersama dengan memegang brownies yang siap makan di dalam nampan. Akhir kegiatan diwarnai dengan foto bersama dan menyalakan yel-yel. Semoga kegiatan Kamil 2 ini dapat memberikan kebermanfaatan untuk semua pihak dan memperluas kaderisasi untuk dakwah Muhammadiyah yang lebih berkemajuan. Rep Dyah Kinanti PCNA Turi Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
PRM Margokaton
![]()
Berbah, Pdmsleman.Or.Id LAZISMU Berbah berhasil menghimpun donasi 327.893.200 untuk bencana alam Aceh dan Sumatera. Donasi tersebut secara simbolis disampaikan ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah H. Achmad Muhajir Hanifi kepada Ketua Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman Synta Brata,SSi hari Ahad 28 Desember 2025 di Masjid Al Hikmah Krikilan, Tegaltirto. Berbah, Sleman , Yogyakarta. Penyerahan donasi disaksikan sesepuh Muhammadiyah ustadz Drs. H. Wahidan Alwi, ketua Lazismu Berbah H. Ardi Sehami, SAG, MM.Ketua Kantor layanan Lazizmu Berbah Saifu Rijal,SH,MM, Relawan Lazismu Aris Wibowo dan Totok, ketua LBSO PDA Sleman Hj. Yuliani Martiningsih, SPd, Ketua PCA Berbah Hj. Isrodah,SPd, ketua PRM Tegaltirto Rohadi, sie dakwah PRM Tegaltirto H.Heriyanto, SH , Pengurus takmir Masjid Al Hikmah beserta jamaah pengajian Ahad Pagi perserikatan Muhammadiyah. Ketua Lazismu PDM Sleman Synta Brata,SSi menyampaikan bahwa jumlah donasi yang dihimpun melalui Lazismu Berbah merupakan yang terbanyak di LAZISMU PDM Sleman bahkan terbanyak di tingkat Kantor Layanan Lazismu PWM DIY. Donasi tersebut merupakan hasil dari dukungan Perserikatan PCM Berbah yang telah memberikan jalan kepada kepada LazisMu Berbah untuk bisa masuk ke jamaah juga melalui semua lembaga didalam perserikatan Muhammadiyah.“Diharapkan untuk hati menjaga semangat berdonasi. Penghimpunan donasi tidak hanya untuk kebencanaan saja. Namun juga untuk kehidupan sosial yang lain.” Ungkap Synta Brata. Ditambahkan Brata bah untuk lazismu PDM Sleman terkumpul 2.180.000.000 dan untuk lazismu PP Muhammadiyah terkumpul 70 milyar.” Trimakasih kepada jamaah Perserikatan Muhammadiyah atas pengumpulan donasi. “Harapannya menjadi amal yang mengalir tanpa henti dan bermanfaat buat korban bencana.”Pungkasnya. Ketua PCM Berbah H. Achmad Muhajir Hanifi mengucapkan terimakasih kepada semua jamaah persyarikatan Muhammadiyah yang telah merelakan sebagian hartanya untuk membantu meringankan korban bencana di Aceh dan Sumatera. Kepercayaan jamaah yang telah menitipkan donasinya melalui Lazismu membuat kebanggaan bagi PCM Berbah.Karena ternyata donasi tidak hanya dari warga Berbah namun juga dari sekitar Kapanewon Berbah bahkan ada yang dari Bontang, Kalimantan.” Semoga semua ini menambah kepercayaan jamaah kepada Kantor Layanan Lazismu Berbah. Serta memberikan kemanfaatan yang lebih luas.” Ungkap Muhajir. Rep Kusnadi Berbah
![]()