Majelis Hukum Dan HAM  PCA Moyudan Bersama Majelis Dasmen Gelar Work Shop Bullying, Kekerasan dan Trafficking

 Moyudan. Pdmsleman.Or.id  Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Cabang Aisiyah (PCA) Moyudan bersama Majelis Dasmen PCA menggelar Sosialisasi Bullying, kekerasan, dan trafficing, bagi Guru Paud, TK dan perwakilan orang tua siswa Paud. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (2/8/2025) bertempat di Aula Kalurahan Sumberagung, Moyudan, Sleman.             Pada kesempatan tersebut Ketua Penyelenggara Eni Purwaningsih S.H., S.Pd  yang juga ketua Majelis Hukum dan HAM PCA Moyudan mengutarkan bahwa diselenggarakannya kegiatan tersebut merupakan sebuahn upaya untuk membekali para guru, pengasuh PAUD dan Wali Murid PAUD yang bernaung di bawah bendera Muhammadiyah dalam mengantisipasi terjadinya bullying, kekerasan maupun trafficing terhadap murid. Untuk itu kami mengambil tema’ Bersama Guru Lindungi Anak Dari Bullying, Kekerasan dan Trafficing’.             Karena Guru maupun pengasuh merupakan orang tua ke dua dari peserta didik, maka perlu tahu dan mengerti cara mengatasinya, sehingga jalannya pendidikan sesuai dengan yang diharapkan oleh orang tua dan seluruh stake holder. “Pada Sosialisasi ini kami menghadirkan Ibu Titi Pratiwi Widyaningsih, S.Psi. sebagai narasumber.” Ungkapnya.              Lebih lanjut Eni menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bekerjasama dengan Puspa Kasengsem ( Keluarga Sejahtera yang Sembada ) Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman. “Kami harapkan peserta untuk bisa mengikuti dengan baik, kalau ada permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan sehari-hari saat menjalankan tugas, nanti bisa untuk berkonsultasi.” Pungkasnya.             Titi Pratiwi Widyaningsih sebagi narasumber memaparkan bahwa bullying adalah tindakan agresif yang biasanya dilakukan seseorang untuk mengintimidasi atau mendominasi orang lain yang dinilai lebih lemah. Perilaku penyimpangan sosial ini dapat terjadi di mana saja, mulai dari lingkungan sekolah hingga lingkungan kerja. Seseorang yang dianggap lemah sering kali menjadi target bully. Dalam kegiatan sehari-hari, orang yang di-bully akan merasa kesulitan dalam mempertahankan dan melindungi dirinya sendiri.             Lebih lanjut Titi Pratiwi mejelaskan bahwa keinginan untuk melakukan bullying tidak muncul dengan sendirinya. Faktor penyebabnya dapat berasal dari lingkungan keluarga, sosial, maupun dari diri sendiri. Adapun beberapa penyebab seseorang melakukan bullying diantaranya anak melihat orang tua sering bertengkar, Pola asuh orang tua yang kurang sehat, merasa brendah diri. “ Faktor lainnya adalah  sulit bersosialisasi, cemburu dengan orang lain, ingin dierima dalam pergaulan, pengaruh dari game atau tontonsn yang tidak sesuai dengan usianya.” Tambahnya.             Terdapat beberapa jenis bullying yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sosial anak maupun orang dewasa, seperti bullying secara fisik, lisan, sosial, hingga di internet yang  biasa disebut dengan cyberbullying. Selanjutnya Titi Pratiwi juga menjelaskan cara mencegah bullying yaitu orang tua perlu mengambil peran aktif untuk mengatasi tanda-tanda perlakuan bullying yang ada pada anak. Adapun caranya untuk mencegah terjadinya bullying bagi anak  yang harus  dilakukan yaitu  orang tua harus lebih dekat dengan anak., orang tua harus mengajari anak cara mengendalikan stress. “ Beirkutnya adalah orang tua harus mengawasi penggunaan gawai pada anak dan mendisiplinkan anak tanpa kekerasan.” Pungkasnya. (Sugiyanto PCM Moyudan )

Loading

Ketua PDM Sleman Sampaikan Tausiah Pada Pengajian FK PRM Sumbersari

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id             Forum Koordinasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (FK PRM) Sumbersari menggelar pengajian rutin setiap Ahad Pahing. Pada pengajian Ahad Pahing (3/8/2025) bertempat di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman,  menghadirkan H. Harjaka, S.Pd,.S.Ag,. M.A. Ketua PDM Sleman.             Dalam pengajian yang mengambil tema ‘Kebangsaan dan Hikmah Kemerdekaan’ tersebut Harjaka mengawali tausiahnya mengutip penggalan nasehat Raden Ngabehi RanggaWarsita, seorang Pujangga Keraton Kasunanan Surakarta yang hidup pada masa Sunan Pakubuwono V hingga Paku Buwono VII.             Ki Rangga Warsita lahir pada 14 Maret 1802 dan meninggal pada tanggal   24 Desember 1873. Ia merupakan Pujangga besar Tanah Air, beliau mengungkapkan kalimat yang  sangat menyentuh. Kalimat tersebut samai saat ini masih sangat fmilier kita dengar. “Besuk bakal tumeka samijine jaman, Jaman mau wis padha keblinger. Kang bener  dianggep salah, kang salah dianggep bener,. Kepara kang salah dibaleni nganti mati-matian. Jaman mau diarani jaman edan, lamun ora nedan ora bakal keduman. Ananging mangertia sejatine, sak beja bejane wong ngedan isih luwih beja wong kang eling lan waspada. Wong kang jujurbakale makmur. Becik ketitik ala ketara iku bakal dadi kasunyatan.             Apa yang disebutkan Ki Rangga Warsita tersebut menggambarkan situasi kekinina yang menimpa Bangsa Indonesia, banyak orang melakukan kejahatan yang merugikan negara tidak mendapatkan hukuman semestinya. Tetapi sebaliknya orang yang tidak bersalah yang ingin memperbaiki negeri ini malah mendapatkan hukuman.             Selanjutnya Harjoko mengajak kepada Anggota Muhammadiyah untuk tetap dan selalu waspada dalam menghadapi segala situasi tersebut.” Kita jangan ikut larut dan mengikuti arus, tetapi harus bisa menyaring sebagi wujud dari Amar Ma’ruf Nahi Munkar.” Tandasnya             Lebih lanjut Harjaka mengutip Hadist yang diriwayatkan oleh As Dailami dari Ibnu Abbas RA. Dalam hadist itu disebutkan ada 3 macam orang sebagi perusak agama yaitu orang pintar yang jahat, penguasa yang dzalim, dan orang yang berijtihad (berfatwa) tetapi bodoh. : Dari Sabda Nabi tersebut dikettahui bahwa kehancuran agama dimulai dari perilaku buruk ketiga golongan tersebut.:Tandas Harjaka.             Ia Juga menambahkan bahwa orang-orang pandai yang berlaku jahat jika berkolaborasi dengan penguasa yang dzolim akan menghasilkan kepemimpinan yang tidak amanh. Selain itu juga akan menghasilkan produk-produk dan praktik hukum yang merugikan dan menyengsarakan rakyat. “Apalagi jika ditambah ijtihad yang tidak berdasarkan keilmuan yang memadai, makas akan menghasilkan praktik keagamaan yang menyimpang dan mendorong masyarakat jauh dari ajaran agama yang benar.” Imbuhnya.             Ketiga golongan tersebut diuraikan dengan cukup menarik yang dibingkai dengan metode dakwah dengan memadukan anatar materi keagamaan dan penyampaian budaya Jawa melaui tembang Macapat. “ Tembang Macapat seperti mijil, kinanthi, sinom hungga Pocong memiliki makna yang dalam sebagi nasehat bagi manusia, kita harus tetap memperhatikan pakem tembang  sepert guru gatra,guru wilangan, dan guru lagu.” Pungkas Harjaka.             Pada pengajian teesebut dihadiri rausan jamaah selain itu nampak hadir Ketua PCM Moyudan H.Abu Hanifah S.Ag.M.A,Penasehat PCM Moyudan Dr,H. Zainuddin Akhid, dan beberapa pengurus PCm, PCA Moyudan. (Sugiyanto / Anton RW PCM Moyudan )

Loading

1400 Peserta Ikuti Jalan Sehat Milad Ke-62 SD Muhammadiyah Dadapan: Menyemai Akhlak Menuai Prestasi

 Turi, pdmsleman.Or.Id Milad yang ke-62, SD Muhammadiyah Dadapan Wonokerto Turi Sleman diperingati dengan menggelar serangkaian acara   penuh makna. Dengan tema “Menyemai Akhlak Menuai Prestasi, MuDa Berkemajuan”, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat dan prestasi di kalangan siswa. SD Muhammadiyah Dadapan, yang didirikan pada 1 Agustus 1963, telah menjadi salah satu lembaga pendidikan yang berkomitmen untuk mencetak generasi yang berakhlak mulia dan berprestasi. Menurut Kepala Sekolah Rahayu Sulastriningsih S.Pd,  Dalam rangkaian acara Milad kali ini, panitia telah menyiapkan berbagai kegiatan menarik, termasuk lomba mewarnai untuk tingkat TK A dan TK B yang dilaksanakan pada 26 Juli 2025 dimana lomba ini diikuti antusias tinggi oleh murid-murid dari Kapanewon Turi dan sekitarnya. Sebagaiana dituturkan kepada Arief Hartanto pada Ahad siang. Puncak acara Milad berlangsung Ahad 3 Agustus 2025  di Lapangan Dadapan, dihadiri oleh   Sekda Kabupaten Sleman Susmiarto MM, H. Arif Mahpud  Sekretaris PDM Sleman, serta perwakilan dari Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Turi Lanang Tanu Prihantoro, S.Si,, Lurah Wonokerto Riyanto Sulistyo S. E, Ketua PCM Turi Drs Bambang Rahmanto, PCA Turi beserta jajaran menambah semarak acara.  Acara dimulai dengan   dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Sang Surya. Sekda Sleman, Susmiarto MM dalam sambutannya  “Kami berharap acara ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus berprestasi dan berakhlak  kharimah”   Komite sekolah  Bambang Krismanto, S.Sos, mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga semangat kebersamaan dan prestasi. “Milad ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga sebagai refleksi untuk terus berbenah dan berinovasi dalam pendidikan,” ungkapnya. Ketua PCM Turi Drs Bambang Rahmanto berharap “ Dengan milad ke 62, insya Allah SD Muhammadiyah Dadapan semakin maju dan berkembang”. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pelepasan balon sebagai simbolis pembukaan jalan sehat. Kegiatan jalan sehat ini diikuti oleh sekitar 1.400 peserta, menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari siswa, orang tua, dan masyarakat umum,  tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antar warga sekolah dan masyarakat. Selain jalan sehat, acara ini juga diisi dengan pembagian hadiah lomba dan doorprize. Hadiah utama berupa seekor kambing dan mesin cuci menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta. Kegiatan Milad SD Muhammadiyah Dadapan ke-62 ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan dan akhlak siswa. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk orang tua dan masyarakat, diharapkan SD Muhammadiyah Dadapan dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang berprestasi dan berakhlak mulia. Dengan semangat “Menyemai Akhlak Menuai Prestasi”, SD Muhammadiyah Dadapan siap melangkah lebih maju, menjadikan pendidikan sebagai fondasi untuk masa depan yang lebih baik. Acara ini berlangsung dengan aman dengan back up pengamanan acara dan sepanjang rute jalan sehat dari 12 personil KOKAM Turi. Rep Rahayu S. SPd. SD Muda Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Hari Syiar Ber-Muhammadiyah Turi , Kembali BerMuhammadiyah Dengan Kesungguhan Bersama Ustadz Salahuddin Zuhri

Turi,  Pdmsleman.Or.Id Keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah Cabang Turi Sleman kembali menggelar kajian rutin Ahad Kliwon dengan format Hari Syiar Ber-Muhammadiyah Turi pada Ahad 27 Juli 2025 mengambil tempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi di Ngablak Bangunkerto. Dalam kesempatan Ketua PCM Turi Bambang Rahmanto juga menyampaikan bahwa PCM Turi akan melakukan peresmian pembangunan Pondok Pesantren yang terletak di Ngentak Bangunkerto Turi pada kajian ke depan. Kajian kali ini yang bertugas adalah dari keluarga SMK Muhammadiyah 1 Turi sehingga acara bisa berjalan dengan lancer. Ustaz Salahuddin Zuhri, SPD, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY, acara ini dihadiri oleh sekitar 500 jamaah berbagai kalangan, termasuk pimpinan cabang Muhammadiyah, Aisyiyah, dan masyarakat umum yang ingin menambah wawasan keagamaan. Dalam ceramahnya, Ustaz Salahuddin menekankan pentingnya kesungguhan dalam beribadah dan berorganisasi. Ia mengutip hadis yang menyatakan bahwa dua orang yang berkumpul karena Allah akan mendapatkan naungan-Nya di hari kiamat. “Jika kita berkumpul untuk tujuan yang baik, insya Allah kita akan mendapatkan keberkahan,” tegasnya. Lebih lanjut, Ustaz Salahuddin menjelaskan bahwa tradisi Muhammadiyah mengajarkan pentingnya ketertiban dan kesungguhan. Ia mengutip Surah Al-Asr yang menekankan bahwa setiap peradaban dimulai dari ketertiban para pelakunya. “Kita harus memiliki kesungguhan dalam setiap langkah kita, karena tanpa itu, kita tidak akan mencapai kesuksesan,” ujarnya. Ustaz Salahuddin juga mengingatkan jamaah bahwa ujian dalam hidup adalah bagian dari proses menuju kesuksesan. “Jangan mengira bahwa kita akan masuk surga tanpa diuji. Ujian adalah tanda bahwa Allah menginginkan kita untuk lebih baik,” jelasnya. Ia mengajak jamaah untuk tidak lari dari ujian, melainkan menghadapinya dengan iman dan kesungguhan. Dalam penutup ceramahnya, Ustaz Salahuddin menekankan pentingnya menjaga iman dan ketauhidan dalam kehidupan sehari-hari. “Kita harus memastikan bahwa keluarga kita hidup dalam keimanan. Mari kita jaga agar generasi kita tidak hanya mengenal agama, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. Acara ditutup dengan doa dan harapan agar semua yang hadir dapat mengamalkan ilmu yang didapat dan terus berjuang di jalan Allah. Ustaz Salahuddin mengajak jamaah untuk mengikuti akun media sosialnya agar dapat terus mendapatkan ilmu dan inspirasi. “Mari kita terus belajar dan beramal, agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.

Loading

Ribuan Jama’ah Hadiri Hari Bermuhammadiyah Kabupaten Sleman

Minggir, Pdmsleman.Or,Id Sleman – Ribuan jama’ah yang berasal dari 17 Kapanewon di Kabupaten Sleman hadir dalam Pengajian Hari Muhammadiyah Kabupaten Sleman yang diselenggarakan pada Sabtu, 12/07/2025 di Lapangan Sendangangung Minggir. Ketua PDM Sleman H. Harjaka, S.Ag.,S.Pd.M.A. menyampaikan bahwa tujuan diadakannya Hari Bermuhammadiyah sebagai ajang silaturrahmi dan mensyiarkan dakwah jamaah melalui gelar budaya serta penguatan potensi.ekonomi ummat. Pengajian yang dihadiri oleh warga Muhammadiyah, Aisyiyah, Ortom dan Pengawai AUM tersebut menghadirkan Ust. H. Lanang Mudadi, S.Pd.I dari PDM Temanggung sebagai pembicara dengan Tema “Keutamaan Bulan Muharram dan Amalannya”. Ust. Lanang menyampaikan bahwa bulan Muharram memiliki hikmah sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. introspeksi diri, menjadi waktu yang tepat untuk merenungkan perbuatan diri, mengevaluasi amal ibadah, dan bertekad untuk memperbaiki diri hijrah menuju kebaikan, serta menjalankan amalan-amalan sunnah . Dalam kegiatan tersebut dilakukan penyerahan mobil operasional dari BPH Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) DR. Ikhwan Ahada sekaligus Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Yogyakarta kepada PCM Minggir yang diterima oleh H. Ngadimin, M.Pd. sebagai support operasional kegiatan Muhammadiyah di Cabang Minggir. Ihkwan Ahada dalam sambutannya menyampaikan 4 M sebagai konsekuensi warga Muhammadiyah yakni mengokohkan aqidah, meluruskan ibadah, mengoptimalkan amal sholih dan menggembirakan dalam berjama’ah”, kuatkan shoft-shoft dalam ber-Muhammadiyah ber-Aisyiyah. Dalam kesempatan tersebut hadir pula Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, SE.M.Si yang mengapresiasi kepada peran aktif Muhammadiyah dalam membantu program pemerintah dalam berbagai bidang diantaranya pendidikan, kesehatan, sosial dan keagamaan. Bupati berharap kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah dengan Muhammadiyah terus dibangun dalam membangun Sleman yang Berkeadilan dan Berkemajuan. Kegiatan Hari Bermuhammadiyah saat ini diisi dengan berbagai kegiatan menarik telah disiapkan, diantaranya adalah Bazar UMKM, Pentas Seni Kerawitan, Angklung, Seni Beladiri Tapak Suci, Drumband, Donor Darah, Periksa Kesehatan Gratis serta Service Depeda Motor dan Pembuatan KTA Muhammadiyah. Turut mensukseskan dalam kegiatan tersebut Kopdar Puluhan AmbulanMu dan BikerMu Kapster Sleman dan sekitarnya. Dalam Bazar UMKM kali ini menampilkan produk-produk lokal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah warga Muhammadiyah menjadkan kesempatan emas bagi masyarakat untuk mendukung ekonomi lokal sekaligus mendapatkan barang berkualitas. Selain itu, pentas seni juga menjadi daya tarik tersendiri, menampilkan berbagai pertunjukan yang melibatkan talenta lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat menghibur dan mempererat tali silaturahmi antar warga. Pemeriksaan kesehatan yang digelar secara gratis, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memeriksakan kesehatan mereka tanpa biaya. Pemeriksaan kesehatan dari Tim PKU Sleman, UNISA, Majelis Kesehatan PCA Minggir yang berhasil memeriksa jamaah terkait tekanan darah (tensi), gula darah, asam urat dan kolesterol dengan pemeriksaan oleh dokter Ihsan dari PKU Sleman . Demikian juga bagi anggota Muhammadiyah, acara ini juga menyediakan layanan pembuatan KTA (Kartu Tanda Anggota) Muhammadiyah. Layanan LAZISMU, Kopdar Ambulan Mu juga hadir, memberikan informasi dan layanan terkait kesehatan, terutama bagi mereka yang membutuhkan akses cepat ke layanan kesehatan. Kehadiran KOKAM dan Kepolisian Polsek Minggir bahu membahu mengamankan lalu lintas diseputar lapangan yang parkirnya memanjang sapai sepanjang 1 km dari lokasi kehiatan karena membludaknya jama’ah yang hadir, Dalam kegiatan donor darah, secara khusus Bupati Sleman H. Harda Kiswaya, S.E.,M.Si turut mendonorkan darahnya di mobil layanan donor darah PMI Sleman. Donor darah kali ini berhasil mencapai 39 orang peserta, dengan 33 orang lolos sebagai pendonor aktif. Sebagai penutup, acara ini akan dimeriahkan dengan pembagian doorprize menarik bagi para pengunjung. Dengan berbagai kegiatan yang telah disiapkan, diharapkan Hari Bermuhammadiyah kali ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi antar warga Muhammadiyah se Kabupaten Sleman (ah/am) Reportase  Arief HArtanto SE, MPI PDM SLeman

Loading