Muhammadiyah Turi
![]()
Muhammadiyah Turi
![]()
Masjid Al-Iman Tepan
![]()
Masjid Al-Iman Tepan
![]()
Turi, Pdmsleman.Or.Id Musyawarah adalah kegiatan yang dilakukan dalam sebuah organisasi untuk pembentukan ketua umum beserta jajaran pada suatu organisasi. Demikianhalnya Musyawarah tingkat cabang yang dilakukan Pemuda Muhammadiyah (PM) dan Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kapanewon Turi yang kemudian disebut Musyawarah Cabang Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Kapanewon Turi (Musycab PMNA Turi). Musycab dilakukan pada akhir masa kepengurusan sebelumnya, hal ini bertujuan untuk melakukan rencana kegiatan demi kemajuan organisasi selanjutnya. Maju mundurnya suatu organisasi terletak pada kualitas dan kuantitas pengurus yang ada di dalamnya. Namun itu saja tidak cukup, diperlukan loyalitas dan konsistensi terhadap mempertahankan atau mengembangkan organisasi. Maka dari itu diperlukan pengurus-pengurus yang aktif dalam mengembangkan Organisasi khususnya PM dan NA ke depannya. Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Turi melakukan sinergi, bekerjasama, dan berkoordinasi untuk melakukan kegiatan Musyawarah cabang dengan harmonis. Pada hari Senin, 25 Desember 2023 dilaksanakan Musycab (Musyawarah Cabang) PMNA Turi untuk yang pertama kalinya secara bersinergi. Kegiatan ini diadakan di Gedung Dakwah Ngablak dan SMK Muhammadiyah 2 Turi. Dengan mengusung tema PM “Pemuda Berdaya Untuk Turi Berkemajuan” dan NA “Perempuan Muda Berdaya untuk Turi Berkemajuan”. Maksud dari diadakannya kegiatan ini sebagai wadah untuk membentuk pengurus yang dapat mengembangkan Organisasi PM dan NA menjadi lebih baik, serta dapat melebarkan sayap dakwah di Kapanewon Turi ini. Saat pembukaan dan penutupan kegiatan PM NA bergabung, namun pada saat memasuki sesi sidang pleno sampai dengan penetapan ketua umum dan sekertaris umum dilakukan masing masing di ruang terpisah. Dari Musycab tersebut terbentuk badan formatur yang terdiri dari 7 orang yang kemudian menentukan ketua umum dan sekertaris umum sebagai berikut: PM : Pratama Herda Santoso sebagai ketua umum dan Wishnu Ariadhi, S.Kom sebagai sekretaris umum, dan NA : Dyah Harimming K.,S.IP, M.A Sebagai ketua umum dan Desy Dwi Susanti, S.Pd sebagai sekretaris umum. Musycab ini dihadiri oleh Bapak Drs, Bambang Rahmanto selaku Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi beserta jajarannya, Ibu Sri Winarti, S.Pd selaku ketua Aisyiyah Turi beserta jajarannya, Fajar NurhayatiningsihS.Pd selaku wakil ketua PDNA Sleman beserta jajarannya, Prakasa Radya Sulendra selaku ketua PDPM Sleman beserta jajarannya, dan juga dihadiri oleh delegasi dari setiap ranting di Kapanewon Turi. Kegiatan dilakukan dengan penuh hikmah dan sukacita. Dari awal target yang dicanangkan adalah 60 peserta, alhamdulillaah kami dapat menjangkau lebih dari 120 peserta. Tak lepas juga dari dorongan serta dukungan dari para pembimbing kami, guru kami bapak bapak PCM dan ibu ibu PCA yang memberikan support luar biasa baik berupa materi maupun nonmateri. Merupakan kebanggan bagi kami semua para kader muda PM dan NA bergabung menjadi keluarga besar Muhammadiyah. Mari bermanfaat, mari tebar manfaat, bergembira dan selalu menggembirakan. Fastabiqul khairot, Albirru manittaqo.
![]()
![]()
Muhammadiyah Turi
![]()
Pdmsleman.Or.Id Selasa, 21 November 2023, Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi menjadi saksi acara penting yang digelar oleh Majelis Pembinaan Kader, Sumber Daya Insani, Resiliensi Bencana, Pustaka, dan Informasi. Dalam kepemimpinan Edi Purwanto, S.Pd., T, bersama sekretaris Agus Wahyu Wibowo, S.T., Gr, mereka mengadakan kajian berjudul “Kajian Fiqih Bencana dan Sistem Operasi Bencana MDMC.” M. Nur Khairudin, atau Ndan Enka, seorang ahli dalam Bidang Tanggap Darurat LRB Sleman, memaparkan esensi dari fiqh bencana yang muncul dari pemikiran MDMC dan Majelis Tarjih. Dia mendiskusikan bagaimana seorang Muslim seharusnya menghadapi situasi bencana, mengatasi kesulitan dalam menjalankan agamanya. Enka menekankan pandangan bahwa bencana bukan hanya ujian atau musibah, namun juga dapat dianggap sebagai anugerah. Ia merujuk pada Surah An-Nisa ayat 79 dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa segala nikmat dan bencana berasal dari Allah, dan manusia memiliki tanggung jawab atas perbuatan mereka sendiri. Dalam konteks fiqh agama, Enka menyoroti lima aspek penting: menjaga aqidah, jiwa, akal, keturunan, dan harta benda. Panduan ini menjadi landasan bagi umat Muslim dalam menjalani kehidupan di tengah cobaan, dengan menjaga integritas spiritual dan material. Dukungan terhadap kajian fiqh bencana juga datang dari Drs. Bambang Rahmanto, perwakilan PCM Turi, yang mengakui pentingnya pemahaman ini, terutama karena Turi memiliki potensi bencana yang signifikan. Rahmanto menekankan perlunya persiapan, perangkat, dan Sumber Daya Manusia (SDM) agar siap menghadapi risiko bencana. Sebagai penutup, kajian ini menyoroti kepentingan persiapan mental dan fisik umat Muslim dalam menghadapi cobaan bencana. Melibatkan berbagai pihak, termasuk MDMC dan PCM Turi, diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dan respons masyarakat terhadap potensi risiko bencana di wilayah mereka. Reportase oleh Arief Hartanto
![]()
Turi, Pdmsleman.Or.Id Setelah Pengukuhan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi mengawali ketugasan dengan melaksanakan rapat kerja sekaligus studi tiru ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah Jatinom, Klaten, Jawa Tengah bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Jatinom pada hari Ahad, 19 November 2023. Kegiatan tersebut diikuti oleh 54 peserta terdiri dari Pimpinan Harian, Majelis dan Lembaga dan Kepala-kepala Sekolah SD, SMP dan SMK Muhammadiyah Turi dengan menggunakan kendaraan bus besar dan satu ambulanMu Turi, bertolak dari SMK Muhammadiyah I Turi pukul 07.00 WIB dan tiba di RS PKU Muhammadiyah Jatinom pukul 08.45 WIB. Sampai di RS PKU Muhammadiyah Jatinom, rombongan diajak oleh Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Jatinom dan di dampingingi oleh pimpinan RS PKU berkeliling melihat lingkungan rumah sakit sambil mendengarkan penuturan sejarah berdirinya rumah sakit hingga berkembang cukup besar hingga saat ini. Setelah selesai kunjungan di RS PKU Jatinom, perjalanan selanjutnya menuju SMK Muhammadiyah 2 Jatinom untuk melihat perkembangan sekolah lalu ke SMK Muhammadiyah 1 Jatinom untuk sharing ilmu dari PCM Jatinom dan pelaksanaan Rapat Kerja PCM Turi. Dalam kesempatan tersebut Ketua PCM Jatinom H. Ismadi, Sekretaris PCM Jatinom Muhammad Hidayat, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Jatinom Muhammad Fahmi, S.E., Wakil Kepala Humas SMK Muhammadiyah 1 Jatinom Mufid Hajiri, S.Pd, beberapa karyawan dan dokter RS PKU Muhammadiyah Jatinom hadir menyambut rombongan dari PCM Turi. Bahkan Bapak Muffidz membersamai dari mulai datang di PKU hingga acara rihlah di Rivermoon Polanharjo Klaten. Di gedung pertemuan SMK Muhammadiyah 1 Jatinom acara sharing ilmu dan Raker dilaksanakan. Diawali dengan pembukaan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus dalam sambutan tersebut perwakilan dari PCM Jatinom, Sekretaris PCM Jatinom, Muhammad Hidayat men-sharing beberapa hal mengenai perkembangan PCM Jatinom dan Amal Usaha Muhammadiyah. “Bicara tentang Muhammadiyah di Jatinom tidak terlepas dari garis keturunan dari Kyai H. Ahmad Dahlan yaitu Ki Ageng Gribig yang merupakan leluhur Kyai Dahlan yang mendakwahkan Islam di Jatinom, “ungkap Muhammad Hidayat, Sekretaris PCM Jatinom. “Sementara itu berbicara mengenai bagaimana program dapat dijalankan dan berkembang semua, ada tiga kuncinya, pertama didesain oleh alim atau ulama yaitu orang yang cerdas dan memiliki keimanan ketaqwaan kepada Allah SWT, kedua diperjuangkan oleh orang yang ikhlas karena tanpa keikhlasan perjuangan tidak akan dapat dilakukan, dan ketiga digerakkan oleh orang-orang yang berani, tanpa ada orang yang berani menjalankan program maka program hanya akan menjadi wacana tanpa dapat diwujudkan,”lanjutnya. Pak Mamad, panggilan akrab beliau juga menuturkan tentang perjuangan mengembangkan 12 Amal Usaha Muhammadiyah Jatinom. Amal usaha yang pertama dididirikan adalah Madrasah Diniyah Tahzfibus Syibyaan pada tahun 1943. Dilanjutkan dengan amal usaha lainnya yang saat ini semua berkembang cukup besar. Diantaranya dua SMK yang jumlah muridnya mencapai ribuan. RS PKU yang berawal dari membuka klinik kecil dengan meminjam rumah salah satu warga Muhammadiyah, sekarang sudah menjadi rumah sakit dengan bangunan tiga lantai, 99 ruang ranab dan masih terus proses pengembangan bangunan serta memiliki 330 karyawan. Sementara itu dalam sambutannya, Drs. Bambang Rahmanto, Ketua Pimpinan Cabang Turi menyampaikan kepada rombongan untuk memanfaatkan kesempatan sharing ilmu dengan sebaik-baiknya dan menyampaikan harapannya semoga PCM Turi juga mampu berkembang dan berkemajuan seperti PCM Jatinom. Setelah acara sharing dari PCM Jatinom selesai, PCM Turi mengadakan Raker perdana dengan agenda pemaparan program kerja dari majelis, lembaga dan ortom PCM Turi periode 2022 – 2027. Sedangkan Kepala Sekolah AUM Turi sharing ilmu terkait dengan pengembangan sekolah bersama perwakilan dari SMK Muhammadiyah Jatinom, Bapak Mufid Hajiri, S.Pd. Sekitar pukul 14.30 WIB rapat kerja selesai. Rihlah ke Rivermoon Polanharjo menjadi penutup kegiatan study tiru dan raker, menikmati pemandangan sejuk, sumber air yang jernih, dan mencoba wisata tubing semoga mampu merefresh semangat untuk melanjutkan perjuangan guna membawa PCM Turi berkeadaban dan berkemajuan. “Rasa syukur kami haturkan kepada Allah SWT. Dua agenda ketika berkunjung ke PCM Jatinom membawa keberkahan tersendiri bagi kami. Utamanya berkah ilmu yang diperoleh dan berkah silaturahmi untuk memperkuat tali persaudaraan dalam persyarikatan Muhammadiyah,”tutur Suraya, S.Pd., Sekretaris PCM Turi. Reportase n Foto Pamuji Sri Subekti S.Si KS SMKM 2 Turi, MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Turi, Pdmsleman.Or.id Pelantikan Pengurus PRM ( Pimpinan Ranting Muhammadiyah) dan PRA (Pimpinan Ranting Aisyiyah) Wonokerto II dilaksanakan di Masjid As Sholeh, Garongan Kembang Wonokerto Turi Sleman pada Ahad pagi 19 November 2023. Dalam kesempatan ini juga menghadirkan Ustad Prof. Dr. Ir. Sukamta, S.T., M.T.,IPM sebagai narasumber pengajian akbar dengan tema: “Al Islam Sebagai Fondasi Ukuwah: Membangun Harmoni dalam Keberagaman”. Adapun 10 Pengurus PRM Wonokerto II yang dilantik adalah Sarno, AMD., Winarto, S.Pd., Drs. H. Suwanto, Sariyo Atmojo, Arwan Arifin, Yudha Sutawa, Anton Kurniawan, S.Farm, Apt.,Dwi Isnanto, H. Akhmad Khairudin, S.S., M.B.A. Juga hadir perwakilan dari PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah) Turi Ponimin, M.Pd. dan Munasir, S.Sos. yang melantik pengurus PRM Wonokerto II . Dalam sambutan berkaitan dengan pengukuhan, disampaikan tugas pengurus dan anggota majelis dalam penerapan nilai-nilai ke-Muhammadiyahan dalam berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara. Menurutnya, Muhammadiyah adalah bentuk gerakan nyata dan berdasarkan nilai-nilai islam dalam hal ini Al Qur’an dan Al hadist untuk dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sesuai apa yang dicontohkan Rasulullah SAW. “ Meski tidak semua masyarakat islam itu notabennya bukan Muhammadiyah dan bahkan tidak mau “di Muhammadiyahkan” itu tidak masalah karena tidak ada peksaaan dalam berorganisasi bahkan beragama, namun kader-kader Muhammadiyah dari dulu sampai saat ini mampu secara nyata menunjukkan dalam berkemajuan di beberapa aspek dan bidang” tambah Ponimin. Diharapkan akan terus lahir kader-kader Muhammadiyah yang terstruktur dalam ortom-ortomnya seperti AMM, NA, dan Aisyiyah. Setelah sambutan singkat tersebut, dilanjutkan dengan pelantikan pengurus PRA Wonokerto II yang dilantik oleh perwakilan dari PCM Turi. Kehadiran Ustad Prof. Dr. Ir. Sukamta, S.T., M.T.,IPM yang selaku Wakil Rektor UMY bidang Kemahasiswaan ini juga disambut hangat oleh warga dan kerahaman beliau terlihat dalam membaur kepada semua warga dan memberikan tausiyahnya. Dalam isi tausyiahnya dijelaskan ciri-ciri Islam berkemajuan menurut Muhammadiyah yakni (1)Berlandaskan tauhid, (2)Kembali kepada Al Quran dan As Sunnah, (3) menghidupkan Kembali Ijtihad dan Tajdid, (4)Mengembangkan Wasatiyah (5)Menunjukkan sifat Rahmatan lil’alamin. Dijelaskan juga mengenai Ukhuwah yang berarti “persaudaraan”. Menurutnya, selama masih sesama muslim, walaupun terpisah di berbagai belahan dunia, tetap disebut sebagai saudara. pula tentang warga palestina yang diinvasi oleh zionis dan peran kita sebagai muslim adalah membantu semampu kita. Bila mampu bisa donasi, bila tidak mampu bisa mengirim doa dan yang paling penting kita sebagai umat muslim menunjukkan posisi kita di pihak Palestina, sekecil apapum, seperti kisah burung pipit pada saat Nabi Ibrahim dibakar oleh Namrud. Muhammadiyah harus juga mampu membangun harmoni dalam keberagaman sebagai contoh keberagaman dalam hal khilafiyah dalam sholat misalnya selama sholatnya masih mengandung 4 (empat) gerakan yang sama, yakni berdiri, ruku, sukud dan duduk, tidak perlu memperdebatkan. Masyarakat Garongan sendiri adalah masyarakat yang majemuk, tidak hanya Muhammadiyah saja namun juga terdapat organisasi Islam lain yang berpusat di dusun Garongan. Alhamdulillah, eksistensi Muhammadiyah dari dahulu sampai sekarang masih bisa ditemui dari beberapa kegiatan masjid dan mushola. Baik dari Masjid Al Huda Pojok, Masjid As Sholeh Pusung, Mushola Al hidayah Projayan dan Mushola Al Hidayah ledok. Pengajian Ahad Pagi di Masjid Asholeh misalnya, menjadikan magnet bagi masyarakat bukan hanya dari Wonokerto saja, bahkan dari Girikerto dan Sebagian Donokerto dan yang menjadi spektakuler adalah gerakan ortom PRA Wonokerto II yakni jumlah ibu-ibu selalu mendominasi dibandingkan bapak bapak. Menurut Hj. Kusmiyati selaku penggerak senior PRA, wahana silaturahmi perlu terjalin secara intensif sehingga ukuwah Islamiyah selalu terjaga. Menurutnya, bentuk gerakan nyata saat ini tidak hanya melulu pada pengajian namun juga pada aksi nyata diantaranya pemeriksaan kesehatan gratis kepada jamaah masjid, pembinaan AMM dan NA, pelatihan paduan suara, dan bentuk pemberdayaan anggota lainnya. Acara pelantikan yang dihadiri oleh ratusan warga tersebut berjalan lancar meski sempat memadati jalan utama Garongan. Menurut Akhmad Khairudin, M.B.A selaku pengurus PRM Wonokerto II dan merupakan putra asli dari Garongan Wonokerto mengatakan bahwa suhu politik bolehlah memanas dan pilihan bolehlah berbeda namun ukuwah Islamiyah haruslah tetap terjaga. Reportase Akhmad Khairudin, M.B.A PRM Wonokerto
![]()
Turi, Pdmsleman.or.id Pada Jumat, 10 November 2023, SD Muhammadiyah Dadapan Wonokerto Turi menggelar acara penting, yakni Pengukuhan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) serta Deklarasi Anti-Bullying/Perundungan. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Drs. Bambang Rahmanto selaku PCM Turi, Haryanto, M.Pd Majlis Dikdasmen, Sigit Korwil Turi, Agus R Kapolsek Turi, dan Darmanto Koramil Turi. Acara dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, serta sambutan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah DadapanMuda, Rahayu Sulastriningsih, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan tujuan kegiatan ini, yaitu mencegah kekerasan fisik atau non-fisik, verbal/non-verbal di lingkungan sekolah. Pembacaan SK TPPK oleh kepala sekolah diikuti oleh pengukuhan TPPK oleh Ketua PCM Turi, Drs. Bambang Rahmanto. Haryanto, M.Pd. Dikdasmen memberikan sambutan positif, mengajak seluruh peserta untuk menghargai dan menghormati sesama teman, serta berharap terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Daryanto dari Koramil Turi memimpin deklarasi anti-bullying dan perundungan. Siswa-siswa menirukan ikrar yang dipandu, dan acara dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi oleh tamu undangan, TPPK, dan perwakilan siswa sebagai simbol komitmen bersama. Ketua TPPK, Tri Prawiyati, S.Pd., beserta anggota tim, yaitu Murti Sari, Amanda Wijayanti (Sekretaris), dan Nana Krisni Utami, S.Pd (Bendahara), Suwarti S.Pd, Syafiq Khulani, S.Pd (Divisi Penanganan Kekerasan Anak), dan Suharyadi. S.Pd, Christiningsih S.Pa, serta Wahyu Rosmiati (Divisi Humas Jaringan Komunikasi) hadir untuk mendukung kegiatan tersebut. Perwakilan Polsek Turi mengapresiasi kegiatan ini dan menyampaikan harapannya agar tidak terjadi bullying atau kekerasan di SD Muhammadiyah Dadapan. Ketua TPPK menyampaikan permohonan arahan, bimbingan, dan masukan untuk TPPK serta mengajak semua pihak untuk mendukung terbentuknya tim ini. Acara ditutup dengan semangat untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
![]()