Pelantikan Kepala Sekolah Muhammadiyah Kadisoka dan Bayen Kalasan Sleman Upaya untuk Kemajuan Pendidikan

 Sleman, Pdmsleman.Or.id Senin  4 September 2023 bertempat di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, sebuah acara penting berlangsung. Kepala SD Muhammadiyah Kadisoka, Suharyanto, S.Pd, dan Kepala SD Muhammadiyah Bayen, Sutarlan, S.Ag., M.S.I, resmi dilantik dalam upacara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan pemangku kepentingan pendidikan. Penataan kepemimpinan ini adalah langkah strategis untuk menggerakkan kemajuan Sekolah Muhammadiyah di Sleman.  Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, H. Harjaka, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa “ perubahan kepala sekolah ini akan membawa angin segar dalam pengelolaan sekolah. Mulai tahun ini, jabatan Kepala Sekolah dapat dimutasi atau direstorasi, sejalan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah lain. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah”. Acara pelantikan ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh pendidikan terkemuka, termasuk Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Sleman, H. Surakhmad, S.Pd., Ketua BKS SD/MI Muhammadiyah Sleman, Sulasmi, S.Pd., serta perwakilan dari PCM Kalasan dan Majelis Dikdasmen PNF Kapanewon Kalasan. Mereka menyaksikan momen bersejarah ini yang menandai komitmen Muhammadiyah untuk terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan di daerah Sleman. Dengan pelantikan ini, diharapkan Kepala Sekolah baru akan membawa ide-ide segar dan energi baru untuk mengembangkan sekolah-sekolah di bawah naungan Muhammadiyah, sehingga pendidikan di Sleman akan semakin berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman. Selamat kepada Kepala Sekolah baru, semoga mereka mampu mengemban tugas dengan baik demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Sleman. Reportase M Ridwan Kantor PDM Sleman,  Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Coaching Clinic Kepala Sekolah Muhammadiyah se-Sleman, Upaya Branding Sekolah Muhammadiyah Unggulan

Sleman. Pdmsleman.Or.Id Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Sleman dan Forum Guru Muhammadiyh (FGM) Sleman bekerjasama dengan Grand Keisha Yogyakarta melaksanakan Coaching Clinic Kepala Sekolah Muhammadiyah bertajuk Branding Sekolah Muhammadiyah di Hotel Grand Keisha, Jl. Gejayan Condongcatur, Yogyakarta pada Selasa, 29-08-2023. Pada sambutannya, Ketua Forum Guru Muhammadiyh (FGM) Sleman, H. Sigit Rohmadiantoro yang juga sebagai Kepala SMK Muhammadiyah Prambanan menuturkan “Coaching Clinic ini dihadiri 117 peserta dari unsur Paud, TK, SD, SMP, SMA dan SMK, serta tamu dari BKS Pontianak”. Ucapan terima kasih kepada Grand Keisha yang telah menyediakan tempat, makanan, maupun fasilitas lainnya dan sekaligus General Manajernya menjadi salah satu nara sumber dalam acara tersebut tambah Sigit. Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Sleman, H. Surakhmad, S.Pd. menyampaikan sambutannya,  mengawali dengan menampilkan slide berjudul “AUM Unggulan Bertebaran di Sleman”. Sebuah judul yang diambil sebagai bagian dari cita-cita agar Sekolah Muhammadiyah menjadi sekolah yang memiliki keunggulan sendiri-sendiri. Sekolah tanpa keunggulan akan ditinggalkan. Jadi sekolah muhammadiyah harus memiliki keunggulan agar diminati dan tidak ditinggalkan. Dirinya juga mengingatkan tujuan pendidikan Muhammadiyah yaitu “membentuk manusia muslim yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, cakap percaya pada diri sendiri, berdisiplin, bertanggung jawab, cinta tanah air, memajukan dan memperkembangkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan dan beramal menuju terwujudnya masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT sebagaimana termaktub dalam Pasal 3, Qaidah Dikdasmen”. Visi Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman adalah mewujudkan pendidikan Muhammadiyah Daerah Sleman yang unggul, mandiri, kompetitif dan berkemajuan. Visi ini sejalan dengan tujuan pendidikan Muhammadiyah. Langkah-langkah atau kebijakan-kebijakan dalam majelis harus diambil sesuai dengan visi yang sudah ditetapkan. Bagaimana langkah mewujudkan visi maka diturunkan melalui misi-misi. Terdapat enam misi disini yakni Pertama menerapkan karakter utama pendidikan ISMUBA yang berkemajuan. Kedua, Menerapkan pendidikan holistik dan integratif. Ketiga, menghasilkan lulusan berkemajuan, unggul, kompetitif dan mampu menjawab kebutuhan zaman. Keempat, mengimplementasikan tata kelola modern yang transparan dan akuntabel. Kelima, mengimplementasikan penyelenggaraan pendidikan yang inklusif. Keenam, meningkatkan kolaborasi antar lembaga pendidikan baik internal maupun eksternal,”terang H. Surakhmad, S.Pd. Lebih lanjut tentang Dinamika transformasi atau manajemen perubahan, “Pada bagian apa perlu dilakukan transformasi atau manajemen perubahan. Pada beberapa hal seperti merasa sudah “besar”, rutinitas dan birokratis, fixed mindset (pemikiran yang mandek), dan merasa tidak ada tantangan. Step perubahan yang dapat dilakukan adalah dengan menghidupkan sekolah, lalu mengembangkannya, dan harapan berikutnya sekolah akan maju pesat,”ucapnya. Pada akhir sambutan, menyampaikan harapannya semoga dengan branding sekolah dengan menunjukkan keunggulannya maka Sekolah Muhammadiyah menjadi sekolah yang dituju, sekolah yang diminati melebihi sekolah lainnya. Setelah selesai sambutan acara dilanjutkan dengan coaching oleh dua pemateri Ibnu Novel Hafidz, General Manager Grand Keisha dan Ibnu SR, Konsultan branding Brandpreneur. Reportase : Pamuji Sri Subekti S.Si KS SMKM 2 Turi, MPI PDM Sleman Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kontribusi Peserta Didik SMK Muhammadiyah 2 Turi pada Peringatan HUT RI ke-78 di Kapanewon Turi

Turi,Pdmsleman.Or.id Pelaksanaan HUT RI ke-78 di Kapanewon Turi pada tanggal 17 Agustus 2023 ditutup secara meriah. Alhamdulillah acara HUT RI ke-78 terlaksana secara sukses berkat pihak-pihak terkait dari berbagi institusi dan stakeholder di Kapanewon Turi.  Wujud ikhtiar untuk mengisi dan menjaga kemerderkaan Negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh peserta didik SMK Muhammadiyah 2 Turi adalah belajar dengan sungguh-sungguh, belajar dengan giat, dan mengimplementasikan ilmunya di masyarakat. Disampaikan Kepala Sekolah SMKM 2 Turi Pamuji S Subekti S.Si “Perjuangan murid-murid SMK Muhammadiyah 2 Turi berbuah manis. Peserta didik SMK Muhammadiyah 2 Turi menampilkan performa terbaiknya dalam pembukaan acara HUT RI ke-78 di Kapanewon Turi”. Acara HUT RI ke-78 merupakan wujud empati masyarakat Indonesia untuk memperingati proklamasi kemerdekaan. Proklamasi kemerdekaan Indonesia pertama kali diwujudkan pada hari Jum’at, 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56. Teks proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia kala itu dibacakan oleh Soekarno dan didampingi oleh Mohammad Hatta. Proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan hasil perjuangan masyarakat Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Perjuangan tidaklah mudah, hal ini dikarenakan menguras tenaga, pikiran, dan juga pengorbanan dalam segala aspek. Oleh sebab itu, sebagai generasi penerus, masyarakat Kapanewon Turi terlihat khidmat selama proses upacara bendera, menjaga keamanan dan ketertiban pada pelaksanaan upacara bendera, berbaur dengan siapa saja tanpa membedakan agama, suku, dan budaya selama kegiatan upacara bendera di lapangan Turi, dan mematuhi aturan yang belaku. Mereka mempresentasikan seni tari dengan sangat apik dan percaya diri, sehingga guru-guru SMK Muhammadiyah 2 Turi merasa bangga terhadap penampilan yang diberikan. Kesenian tradisional yang mereka hadirkan adalah tari caping ayu, yang mana kesenian ini disebut-sebut sebagai simbol perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. SMK Muhammadiyah 2 Turi mempertontonkan tari tersebut karena guru dan karyawan di sana berharap dan berdoa, agar mereka mampu berprestasi di tingkat; lokal, nasional, bahkan internasional tanpa meninggalkan jati diri bangsa Indonesia. Selain kontribusi pada pembukaan kegiatan HUT RI ke-78, 10 peserta didik SMK Muhammadiyah 2 Turi juga berperan dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Pasukan ini bertugas untuk mengibarkan dan menurunkan duplikat Bendera Pusaka, yang mana pasukan ini dikenal dengan istilah Paskibraka. Pasukan ini terdiri dari putra-putri terbaik dan kandidat pemimpin bangsa, yang direkrut lalu dipilih secara berangsur-angsur dan ketat, agar memilki kemampuan bagus dalam hal nilai-nilai kebangsaan, mental, dan fisik. Paskibraka pertama kali dimunculkan oleh Mayor Husein Mutahar, ajudan presiden Soekarno, lewat gagasannya pada tahun 1946. Menurut Mayor Husein Mutahar, pengibaran bendera pusaka sebaiknya dilaksakan oleh para pemuda, hal ini dikarenakan merekalah generasi penerus perjuangan bangsa. Oleh sebab itu, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka merupakan kumpulan pemuda-pemudi terbaik di angkatannya. Reportase: Nur Rohman Eko Nugroho SMKM 2 Turi

Loading

SMK Muhammadiyah Cangkringan Melakukan Penguatan Karakter Melalui Shalat Berjamaah

Cangkringan, Pdmsleman.Or.Id Sekolah merupakan rumah kedua bagi para siswa yang menuntut ilmu. Mereka berada di sekolah dalam waktu yang cukup lama, sehingga sangat layak jika sekolah menjadi rumah kedua bagi para siswa. Sebagai rumah kedua, sekolah tidak hanya bertugas mengajarkan hal-hal yang bersifat kognitif, namun harus lebih dari itu semua. Di sekolah harus ditanamkan nilai-nilai dan karakter sehingga anak-anak atau siswa-siswa  tumbuh menjadi orang yang berkarakter. Inilah yang disampaikan oleh Ibu Titik Sunarti, S.Pd kepala sekolah SMK Cangkringan pada acara penerimaan mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan 1 Universitas Ahmad`Dahlan Yogyakarta Senin 7 Agustus 2023. SMK Muhammadiyah Cangkringan yang mempunyai siswa 564 orang pada tahun ajaran ini, berusaha untuk melakukan penguatan karakter siswa-siswinya melalui kegiatan shalat jamaah.  Mengapa penanaman karakter dimulai dari shalat berjamaah? Bu Titik menjelaskan bahwa shalat mempunyai fungsi yang sangat besar. Sesuai dengan firman Allah SWT: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) itu lebih besar keutamaannya dari ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut: 45). Sebagai Amal Usaha Muhammadiyah, SMK Muhammadiyah Cangkringan tergerak untuk menguatkan karakter siswa melalui perbaikan shalat (berjamaah). Jadi pada waktu-waktu shalat, kami menggerakkan semua guru untuk memantau siswa-siswi untuk bisa melakukan shalat dengan benar. Gerakan shalat jamaah yang baik dan benar ini, dimulai dari persiapannya yaitu anak-anak diajarkan bagaimana bacaan-bacaan dalam shalat yang sesuai dengan manhaj tarjih Muhammadiyah. Anak-anak juga diajarkan bagaimana gerakan yang benar sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Semua guru dan warga sekolah digerakkan untuk pelaksanaan kegiatan ini. Bu Titik berharap, semua siswa dapat melaksanakan shalat yang sesuai dengan ajaran Islam. SMK Muhammadiyah Cangkringan saat ini mempunyai jurusan yaitu Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Bisnis Daring dan Lembaga, Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif, Teknik Sepeda Motor, dan Tata Busana. Alhamdulillah untuk tahun ajaran 2023/2024 SMK Muhammadiyah Cangkringan menerima siswa sesuai dengan target. Harapannya untuk-tahun berikutnya SMK Muhammadiyah Cangkringan terus berkembang dan mendapat perhatian masyarakat. Semua siswa dari semua jurusan diberlakukan ketentuan yang sama dalam penanaman karakter melalui shalat berjamaah.  “Kami berharap mereka semua akan mempunyai karakter yang baik semua, sehingga setelah lulus nanti mereka mempunyai kecakapan ilmu yang baik, sehingga dapat diterima di masyarakat luas, berkarir dengan baik dan mempunyai karakter unggul di tengah masyarakat,” kata Bu Titik. Kontributor: Sutipyo Ru’iya, MPI Sleman.

Loading

Majelis DikdasmenPnf PDM Sleman Gelar Implementasi Kurikulum Merdeka Untuk ISMUBA SD / MI

Sabtu, 5 Agustus 2023 bertempat di SD Muhammadiyah Kadisoko Kalasan Majelis DikdasmenPnf PDM Sleman mengadakan Kegiatan Implementasi Kurikulum Merdeka Untuk ISMUBA SD / MI. Di bawah komando Koordinator Bidang Ismuba DR Ridwan Majlis DikdasmenPnf PDM Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan Penyusunan Diktat dan Modul Ajar Mata Pelajaran Ismuba SD/MI Kurikulum Merdeka. Adapun kegiatan ini diikuti 16 guru mapel Ismuba dari 12 SD Muhammadiyah yang ada di Kabupatenupaten Sleman .   Ada dua capaian dalam kegiatan ini yaitu  Pemetaan Capaian Pembelajaran ( CP ) dan Penyusunan Bahan ajar yang meliputi Al Islam , Al Qur’an Hadist, Bahasa Arab dan KeMuhammadiyahan untuk kelas 1,2,4 dan 5 Dalam sambutannya Ketua Majlis DikdasmenPnf PDM Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa “ kegiatan bertujuan agar semua guru ismuba memiliki pemahaman yang sama dalam pelaksanaan pembelajaran di seluruh sekolah SD Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Sleman”. Reportase        : Tyas Endarto Sekretaris Didasmen PnF Editor              : Arief Hartanto MPI PSM Sleman

Loading

Bike #2 dan Jalan Sehat Ceria (JSC) Warnai Milad ke-65 SMP Muhammadiyah Ngemplak

Ngemplak, Pdmsleman.Or.id SMP Muhammadiyah Ngemplak memperingati Milad ke-65. Semarak kegiatan Milad Ke-65 di SMP Muhammadiyah Ngemplak dilaksanakan 2 hari diantaranya Fun Bike #2 dan Jalan Sehat Ceria (JSC) yang secara rutin diagendakan setiap tahunnya. Kegiatan Fun Bike #2 dan JSC yang dilaksanakan pada Senin 31 Juli 023 itu diikuti oleh seluruh peserta didik SMP Muhammadiyah Ngemplak beserta guru dan staff karyawan. Dengan mengayuh sepeda para peserta bisa merasakan sensasi berbeda ketika menjelajahi keindahan alam. Tidak hanya menyenangkan, bersepeda juga menyehatkan tubuh dan pikiran. Semangat kebersamaan dan kegembiraan dalam bersepeda di Fun Bike #2! Seluruh siswa, guru, dan karyawan SMP Muhammadiyah Ngemplak dalam acara yang akan memupuk rasa persaudaraan dan kebersamaan. Rute yang menarik telah disiapkan untuk memastikan pengalaman bersepeda yang menyenangkan dan mengesankan serta menciptakan kenangan tak terlupakan serta menguatkan ikatan di antara semua warga sekolah. Kemeriahan terlihat juga saat pembagian doorprize yang tentunya dinantikan oleh para siswa. Pada puncak Milad SMP Muhammadiyah Ngemplak ke-65 menghadirkan pendongeng dan pesulap ternama Pakdhe Bob. Antusias dan riuh peserta mewarnai acara ini dengan suguhan atraksi sulap yang memukau. Kegiatan puncak acara milad diakhiri dengan lomba menghias tumpeng oleh siswa. Kepala SMP Muhammadiyah Ngemplak Cahyo Nugroho, M.Pd dalam kesempatan tersebut menyampaikan “ kami berharap agar SMP Muhammadiyah Ngemplak tetap menjadi pilihan masyarakat untuk menyekolahkan putra putrinya, dan semoga sekolah ini bisa tetap eksis dan semakin maju”. Program unggulan kelas Tahfidz dan ICT menambah semangat membangun bersama dalam pengembangan diri siswa yang berakhlakul karimah dan berdaya saing tinggi dalam tantangan global yang semakin ketat. Reportase : M Rizki SMPM Ngemplak Editor       : Arieg Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

National Cooperative Summit 2023 di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Dihadiri Menkop Dan Menko PMK

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Dua Menteri, yakni Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan Menko PMK Muhadjir Effendy hadir dalam acara National Cooperative Summit 2023 pada Sabtu, 22 Juli 2023 di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. National Cooperative Summit 2023  terdiri dari dua agenda. Agenda pertama Ekspo 15 Koperasi Siswa Terpilih di Indonesia yang diselenggarakan tanggal 20 – 22 Juli 2023. Agenda kedua Seminar Revitalisasi Koperasi Sekolah yang diselenggarakan pada Sabtu, 22 Juli 2023. Seminar ini terselenggara dari kerjasama antara Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, Kemenkop UKM, dan Kemenko PMK. Seminar Revitalisasi Koperasi Sekolah diikuti oleh 400 peserta. Peserta terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Pembina IPM, peserta didik SMA/SMK Muhammadiyah serta Pengurus Koperasi di Yogjakarta dan sekitarnya. Seminar ini mengusung tema “Revitalisasi Koperasi Sekolah Konsistensi Gerakan Koperasi Berkelanjutan Agar Generasi Masa Depan Bangsa Bangga”. Rangkaian gelaran acara seminar diisi dengan pra acara penampilan Band SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, Muhammad Ikhwan Ahada, Ketua PWM Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberikan sambutan. Pada sambutannya, Muhammad Ikhwan Ahada menyatakan, “ sekolah-sekolah Muhammadiyah di DIY telah memiliki koperasi siswa. Menurutnya, peserta didik dapat memanfaatkan koperasi sekolah sebagai media belajar berwirausaha”. Dia juga menyatakan harapannya agar Muhammadiyah khususnya tidak hanya mengembangkan koperasi di lingkungan sekolah saja tetapi menjadi titik tolak bangkitnya koperasi-koperasi di DIY. Kemudian, Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki memberikan sambutan dan sekaligus membuka secara resmi Seminar Revitalisasi Koperasi Sekolah. Teten Masduki menyatakan perlunya revolusi mental untuk mengubah citra koperasi di negeri Indonesia. Koperasi yang berasaskan kekeluargaan harapannya mampu menjadi soko guru perekonomian nasional. Tidak dikuasai oleh kaum kapitalis perorangan. Ia juga menegaskan, pentingnya mengubah pola pikir dalam pendidikan. Bahwa pendidikan tidak lagi berorientasi mencetak anak didik sebagai pegawai namun bagaimana melahirkan entrepreneur. Jadi mereka kelak yang menciptakan lapangan kerja bukan mencari kerja. Tentu saja menciptakan lapangan kerja baru yang tidak menggeser lapangan pekerjaan yang sudah dimiliki pengusaha-pengusaha saat ini. Misal jika sudah ada tukang bakso di situ, maka tidak mendirikan usaha jual bakso yang lebih modern tetapi mematikan usaha tukang bakso sebelumnya. “Kalau bikin koperasi disini jangan hanya koperasi fotokopi lagi. Itu boleh, tapi kita justru harus mencetak anak-anak muda melalui koperasi akan melahirkan entrepreneur. Koperasi dijadikan sebagai laboratorium untuk belajar. Indonesia populasinya sekarang akan didominasi usia produktif.  Ini keunggulan ekonomi, potensi besar. Tetapi juga bisa jadi malapetaka kalau tidak bisa menyediakan lapangan kerja yang berkualitas bagi mereka. Maka kita perlu menciptakan lapangan kerja. Menciptakan Local Heroes di abad digital ini. Melalui koperasi hal itu terlihat rasional, terukur, dan bisa dikerjakan ,” ungkapnya. Setelah pembukaan seminar selesai, Teten Masduki beserta rombongan menuju ke 27 stan pameran koperasi di halaman SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dan berdialog dengan para pengurus koperasi. Reportase        : Pamuji Sri Subekti S.Si KS SMKM 2 2 Turi, MPI PDM Sleman

Loading

Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah (MDMC)PDM Sleman Gelar Simulasi Gempa Bumi di SMK Muhammadiyah Berbah

Berbah, Pdmsleman.Or.Id Kesiapsiagaan terhadap bencana merupakan aspek penting dalam upaya melindungi nyawa dan harta serta sebagai bentuk mengedukasi dan mempersiapkan siswa-siswi SMK Muhammadiyah Berbah dalam menghadapi bencana terutama gempa bumi . Bekerjasama dengan Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah (MDMC)PDM Sleman SMK Muhammadiyah Berbah pada  Jumat, 14 Juli 2023telah menyelenggarakan sosialisasi kesiapsiagaan bencana dan simulasi bencana gempa bumi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa-siswi tentang langkah-langkah yang perlu diambil saat terjadi gempa bumi serta melatih keterampilan mereka dalam menghadapi situasi darurat. Dengan peserta  terdiri dari murid  sekitar 260 orang sedangkan Guru karyawan 40 orang. Dari MDMC Sleman menerjunkan  3 orang pemateri yakni M. Fauzan Yakhsya ( Ketua LRB Sleman ) dan Supriyanto Semprit serta Muhammad Eksan. Menurut M. Ekhsan “ Kegiatan dimulai dengan sesi pemaparan teori mengenai gempa bumi, termasuk penyebab, jenis gempa, dan skala intensitas. Para ahli bencana memberikan informasi penting tentang cara mengidentifikasi gejala awal gempa bumi, perilaku yang aman saat terjadi gempa, dan tindakan yang harus diambil setelah gempa”. Selanjutnya, siswa-siswi SMK Muhammadiyah Berbah terlibat dalam simulasi bencana gempa bumi. Mereka diberi tahu tentang peran masing-masing dalam situasi darurat, seperti bagaimana mengamankan diri, membantu teman sekelas yang terluka, dan menghubungi tim penyelamat. Dalam simulasi ini, siswa-siswi dapat mengaplikasikan pengetahuan yang telah mereka peroleh sebelumnya dan belajar melalui pengalaman langsung. Melalui kegiatan ini, siswa-siswi SMK Muhammadiyah Berbah dapat merasakan sensasi darurat dan pentingnya melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan dengan cepat dan tepat saat terjadi gempa bumi. Mereka juga dilatih dalam keterampilan dasar pertolongan pertama seperti pemberian pertolongan pada korban patah tulang atau luka-luka ringan. Sosialisasi kesiapsiagaan bencana dan simulasi bencana gempa bumi di SMK Muhammadiyah Berbah oleh Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah (MDMC) diharapkan mampu memberikan pemahaman dan pengetahuan yang lebih baik kepada siswa-siswi tentang tindakan yang perlu diambil saat terjadi gempa bumi. Melalui simulasi, siswa-siswi dapat mengasah keterampilan mereka dalam menghadapi situasi darurat dan memberikan pertolongan kepada sesama. Kontributor      : M Fauzan Y    LRB MDMC PDM Sleman Editor              : Arief Hartanto, MPI PDM Sleman.

Loading

Pejuang Pendidikan Muhammadiyah

Pdmsleman.Or.id Pembinaan Guru dan Tendik AUM se kapanewon Seyegan digelar pada Jum’at, 14 Juli 2023 di SMK Muhammadiyah Seyegan dalam rangka menyemarakkan Musycab PCM – PCA Seyegan . Drs. Tri Subandi, M.Pd selaku Wakil Ketua PCM Seyegan pada acara tersebut menyatakan bahwa “ Menjadi guru di Persyarikatan Muhammadiyah itu harus menjadi pejuang yang harus siap bertempur di medan pendidikan di zaman milenial seperti sekarang ini”.  Mengapa menjadi pejuang? Di satu sisi tuntutan zaman, tuntutan teknologi, tuntutan kurikulum, dan tuntutan-tuntutan yang lain menggelontor begitu derasnya, sehingga membuat setiap guru harus mempu mengeksplorasi potensi dirinya. Di sisi yang lain, pendapatan guru di sekolah Muhammadiyah kurang begitu menggembirakan, sehingga bekerja di lembaga Muhammadiyah harus didasari semangat berjuang untuk berdakwah. Hadir pada acara itu, Ketua PDM Sleman, Drs. Harjaka, S.Pd, M.Ag yang sekaligus memberikan tausiah di awal acara. Pada kesempatan itu dihadiri pula oleh jajaran anggota Majelis Pendidikan PCM Seyegan, Kepala Sekolah, guru, dan tendik dari SDMu, SMPMu, dan SMKMu se kapanewon Seyegan. ‘Maka jadi guru di AUM itu menjadi PGA, yakni Pegawai Gaji Akhirat,” demikian salah satu komentar pelaku pendidik di Seyegan, Umi Eni. Reportase        : Wahyu Poer Seyegan, MPKS PDM Sleman Editor              : Arief Hartanto, MPI PDM Sleman

Loading

Masa Ta’aruf Siswa Baru atau Fortasi ( ForumTa’aruf dan Orientasi Siswa) dan Pembinaan Karakter Siswa SMP Muhammadiyah 1 Tempel.

Tempel,Pdmsleman.or.id Mengawali kegiatan tahun ajaran baru 2023/2024 pada Hari Senin 10 Juli 2023 di SMP Muhammadiyah 1 Tempel diadakan pertemuan dengan orang tua atau wali siswa baru kelas 7 sebanyak 68 siswa. Adapun materi yang di sampaikan berupa program sekolah, profil sekolah dan tata tertib siswa. Pelaksanaan pembelajaran saat ini sudah menggunakan full day atau sehari selama 8 jam pembelajaran di sekolah.  Pembentukan karakter akan lebih maksimal, dukungan orang tua atau wali sangat penting. Selanjutnya kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Tempel, Wahdan Arifudin menyampaikan ”bahwa program sekolah berlandaskan pada pembiasaan Islami bagi siswa sehingga terbentuk karakter yang sholih dan sholihan mulai dari 5 S senyum, sapa, salam, sopan dan santun, pembiasaan Sholat Duha, Doa, Bacaan Sholat, Tadarus, Tahfidz dan pembiasaan berupa pengembangan diri melalui ekstra kurikuler wajib berupa Iqro dan Al Qur’an, Tapak Suci dan HW atau Hizbul Wathan serta adanya ekstra pilihan sesuai bakat dan potensi siswa”. Masa Ta’aruf bagi siswa kelas 7 berlangsung selama 3 hari dengan pemateri dari guru dan mengundang pemateri dari BNN Kab Sleman, Puskesmas 2 Tempel, Polsek Tempel dan dari PD IPM (Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah) Sleman.  Untuk siswa kelas 8 dan 9 kami adakan pembinaan karakter dimana fokus pada penguatan karakter Islami kami sampaikan selama 3 hari. Diharapkan dengan 2 kegiatan bagi siswa baru dan kelas 8 dan 9 siswa sudah siap dan faham untuk menyesuaikan dengan program dan pembiasaan Islami sehingga pada akhirnya siswa akan memiliki akhlaq yang baik sesuai tema kali ini siswa Islami, kreatif dan mandiri. Reportase        : H. Wahdan Arifudin, KS SMPM Tempel, Sekretaris MPI PDM Sleman Editor              : Arief Hartanto, SE. MPI PDM Sleman

Loading