Pengajian dan Parenting AUM Sumberrejo Tempel Hadirkan ketua PDM Sleman.

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Tempel, Ahad Legi, 22 Oktober 2023 telah sukses digelar Pengajian Ahad Legi dan Parenting bagi orang tua siswa atau wali yang dilaksanakan secara bersama oleh TK ABA Gendol, SD Muhammadiyah Gendol 1, SMP Muhammadiyah 1 Tempel dan SMK Muhammadiyah 2 Tempel. Acara diawali dengan Bacaan Al Qur’an oleh 2 siswa SMP Muhammadiyah 1 Tempel mengambil Surat Ar Rahman ayat 1-25. Dalam sambutannya dihadapan 300-an orang tua siswa didampingi guru dan karyawan ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tempel, H. Samsul Alam, M.Si menyampaikan “ apresiasi kepada AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) di wilayah Sumberrejo Tempel Sleman yang telah berkolaborasi dengan bagus bagi kemajuan pendidikan terutama kerjasama dengan orang tua siswa untuk mencapai tujuan pendidikan yakni mewujudkan anak-anak yang sholih dan sholihah atau berkarakter Islami”.  Untuk itu ketua PCM Tempel berharap program ini kedepan untuk terus berlanjut dan ditingkatkan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat terutama warga sekolah dan lingkungan sekitar. Selanjutnya dalam pengajian parenting menghadirkan pembicara Inti yakni ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman H. Harjaka, S.Pd, S.Ag, M.A, disampaikan bahwa “ pendidikan itu sangat penting dalam kehidupan sehari-hari baik bagi anak-anak dan terlebih juga bagi orang tua”. ketua PDM Sleman juga mengajak kepada para orang tua untuk mendukung pak Syauqi, dimana Dewan Perwakilan Daerah merupakan utusan golongan atau organisasi massa dan bukan dari parpol dan mengajak para orang tua dan guru untuk bersama-sama mensukseskan calon DPD RI dari Yogyakarta yakni Ir. H. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. dalam pemilu 2024 nanti. Hal ini sesuai hasil Muspimwilsus PWM DIY beberapa waktu lalu. Tembang-tembang jawa macapat masih relevan yang terdiri 11 (sebelas) dan pas atau sesuai dengan tingkat perkembangan danperjalanan manusia dari lahir sampai mati yakni tembang macapat terdiri dari 11 jenis tembang 11 Macam Tembang Macapat 1. Maskumambang Maskumambang menceritakan tentang fase pertama kehidupan manusia yaitu pada saat masih berada di dalam kandungan. Karakter tembang ini menggambarkan kesedihan, ketidakberdayaan, serta sikap cemas menghadapi kehidupan. 2. Mijil Mijil melambangkan tentang suatu bentuk sebuah biji atau benih yang lahir ke dunia. Atau secara filosofis tembang ini menggambarkan tentang kelahiran manusia di dunia. Tembang Mijil memiliki watak pengharapan, belas kasih, dan ketabahan menjalani hidup. 3. Kinanthi Tembang Kinanthi berasal dari kata kanthi yang berarti tuntunan. Tembang ini memiliki makna tentang pembentukan jati diri, cita-cita serta makna diri. Tembang Kinanthi memiliki watak penuh cinta kasih dan senang. 4. Sinom Secara bahasa Sinom berarti daun muda. Atau memiliki makna yaitu penggambaran masa muda manusia yang sedang tumbuh dan berkembang. Tembang Sinom memiliki watak gembira dan senang. 5. Asmarandana Tembang Asmarandana adalah jenis tembang yang menceritakan kehidupan manusia ketika sedang kasmaran dengan lawan jenisnya. Makna dari tembang ini adalah tentang kisah cinta yang dialami anak muda yang sedang membara. Watak dari tembang Asmarandana adalah kasmaran, cinta kasih, sedih dan prihatin. 6. Gambuh Tembang Gambuh menceritakan tentang bagaimana menjalin hubungan antar manusia. Selain itu tembang ini juga mengajarkan kita untuk membangun hubungan dengan Tuhan. Tembang Gambuh juga banyak menceritakan tentang kebersamaan, toleransi, dan juga rasa persaudaraan. Watak dari tembang Gambuh adalah ramah kepada siapa pun serta menjalin persaudaraan yang erat. 7. Dhandhanggula Tembang Dhandhanggula memiliki makna pengungkapan cita-cita dan harapan kepada manusia. Tembang ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan. Watak dari tembang Dhandhanggula yaitu kerja keras, kegigihan dan perjuangan. 8. Durma Tembang Durma menggambarkan sifat dan karakter manusia yang sedang lalai dan ingin menang sendiri. Masa tersebut biasanya dialami oleh manusia dewasa yang telah mampu mendapatkan kesuksesan dan kejayaan hidupnya. Tembang ini memiliki watak keras, sombong dan angkuh. 9. Pangkur Tembang Pangkur memiliki makna yaitu sebagai pengingat manusia untuk mengenang masa lalunya yang buruk dan mengajaknya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Pangkur berasal dari kata ‘mungkur’ yang berarti mundur, menjauhkan diri dan pergi. Tembang Pangkur memiliki watak gagah, bersemangat serta ketulusan hati yang besar. 10. Megatruh Megatruh berasal dari kata Bahasa Jawa yaitu ‘megat’ yang artinya berpisah dan ‘ruh’ yang artinya jiwa. Tembang Megatruh memiliki makna berpisah dengan jiwa lalu menuju alam keabadian. Watak tembang Megatruh adalah kesedihan yang mendalam dan berduka. 11. Pocung Tembang Pocung berada di urutan terakhir dalam 11 fase tembang macapat. Tembang Pocung menceritakan tentang perjalanan hidup manusia yang paling akhir. Makna dari tembang ini adalah agar kita dapat selalu mengingat kematian. Watak dari tembang Pocung yaitu berisi nasehat dan bahagia. Selain itu disampaikan ketua PDM Sleman bahwa orang tua harus memiliki sikap diantaranya gandes, luwes, pantes, mentes dan kewes. Semoga kita dimudahkan dalam melaksanakan ajaran Islam, dimudahkan dalam membimbing anak-anak, dijadikan anak-anak yang sholih dan sholihah. Liputan H. Wahdan Arifudin S.Pd KS SMPM Tempel, MPI PDM Sleman Editor Arief HArtanto MPI PDM Sleman

Loading

Teguhkan Pelajar Muhammadiyah, SMP Muhiga adakan Daurah Al Qur’an #1

Gamping, Pdmsleman.Or.id Dauroh Al Quran SMP Muhammadiyah 1 Gamping dengan peserta 1 kelas di Pondok Modern Muhammadiyah Green School Gamping Sleman Yogyakarta, Sabtu-Ahad, 21-22 Oktober 2023. Hadir Mudir MGS Yogyakarta, Majelis Dikdasmen PCM Gamping, dan Kasek SMP Muhiga. Di seremoni DAHAGA Angkatan 1 kelas 9, pembukaan, dirancang apik sebagai penguatan Pelajar Muhammadiyah. 24 Siswa begitu antusias dan semangat mengikuti kegiatan ini, yang sebelumnya Gerakan Infak dan Pelatihan Taruna Melati.“Kelas uggulan Tahfidz pada DAHAGA Angkatan 1 ini diharapkan mampu meningkatkan hafalan dan pemahaman Al Quran”, Sambut Watini, S.Pd, Si.. Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan program senada kedepan. Kemasan kegiatan ini ada capaian tahfidz dan tahsin, Pemahaman Kemuhammadiyahan, dengan menyenangkan. Disusul sambutan Dikdasmen Pontren dan PNF. Madiyono menyampaikan, agar para siswa menjadi siswa yang cerdas dan akhlak islami. Dan sangat berharap agar SMP Muhiga mampu menjadi sekolah yang uggul, mampu memberikan harapan masyarakat. “Konsep MGS adalah generasi Qurani. Yang sholatnya baik, patuh orang tua, rajin belajar, yang amanah. Outputnya lekat dengan Quran, Cinta Lingkungan, Akrab Teknologi,” Ungkap Drs. Madiyono, M.Pd.. Rangkaian acara ini akan disusul dengan berbagai kegiatan sesuai rundwon acara.Dalam kesempatan ini, Ust Dr. Ir. Samiyanto, M.Sc. menyampaikan Ideologi Muhammadiyah dengan tema “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, Menjadi Kader Berkarakter Berdaya juang tinggi”. Halaqoh, Murojaah, Thoharoh, Sholat Wajib dan Tahajud, Dzikir, Berkebun. Kultum, Taklim adalah rangkaian aktifitas selama 2 hari 1 malam menginap di Asrama MGS, mudah-mudahan semakin meneguhkan jiwa pelajar Muhammadiyah, sebagai kader tangguh pemilik estafet masa depan. Kontributor Arif Yulianto (SE PCM Gamping) Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

160 Guru SD-SMP Muhammadiyah Peserta Baitul Arqam Siap Bangun Kembali Semangat Bermuhammadiyah

Prambanan, Pdmsleman.Or,Id Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman dan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PDM Sleman mengadakan Baitul Arqam Elementary Angkatan II Tahun 2023 pada Sabtu (7/10). Kegiatan ini dilaksanakan di Kompleks Pondok Pesantren Modern (PPM) Muhammadiyah Boarding School (MBS) Prambanan, Yogyakarta. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ustaz Fajar Shodiq, Direktur PPM MBS Prambanan. Ananda Furqon Darmawan, siswa PPM MBS Prambanan mengawali kegiatan dengan pembacaan kalam ilahi. Selanjutnya, para peserta Baitul Arqam Elementary II yang berjumlah sekitar 155 orang yang terdiri atas guru SD dan SMP Muhammadiyah se-Sleman menyanyikan “Indonesia Raya” dan “Sang Surya”. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari pihak Dikdasmen PNF, MPKSDI, dan PPM MBS Prambanan. Pertama-tama, Ketua Dikdasmen PNF PDM Sleman, H. Surahmad, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa Baitul Arqam diharapkan tidak hanya menjadi persyaratan formal saja, tetapi sebagai bentuk komitmen oleh setiap pihak untuk mempelajari nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. “Nantinya selama dua hari ini, Bapak-Ibu akan berkesempatan mempelajari ketauhidan dan kompetensi yang berkaitan dengan pendalaman agama Islam lainnya,” ujarnya. Kemudian, Ketua MPKSDI PDM Sleman, Hendro Sucipto, S.Pd., mengucapkan terima kasih atas kesanggupan kerja sama dengan Dikdasmen PNF PDM Sleman dan PPM MBS Prambanan dalam rangka mewujudkan Baitul Arqam Elementary Angkatan II ini. Ia menegaskan tentang kepentingan Baitul Arqam sebagai upaya membangun semangat ber-Islam dan bermuhammadiyah bagi semua warga Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa setiap tingkatan Baitul Arqam, di antaranya elementary ‘dasar’, intermediate ‘menengah’, dan advance ‘atas’, ada untuk menyamakan visi dan tujuan sesuai dengan yang diinginkan Muhammadiyah. “Sehingga, semoga ilmu yang didapat dalam dua hari ini bisa diaplikasikan bagi kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks keluarga maupun kelompok sosial yang lebih besar,” harap Hendro Sucipto. Kegiatan berikutnya adalah penyerahan peserta secara simbolis dari MPKSDI PDM Sleman kepada Dikdasmen PDM Sleman yang diwakili oleh masing-masing ketua, Hendro Sucipto, S.Pd. dan H. Surahmad, S.Pd. Wakil Ketua PDM Sleman, Drs. H. Irfan Haris sebagai pemberi sambutan berikutnya mengajak para peserta untuk mengucapkan syukur atas penyelenggaraan Baitul Arqam sebagai kesempatan berharga untuk menimba ilmu. Ia menyampaikan perbedaan pemerolehan ilmu yang dilakukan setelah kemajuan teknologi digital saat ini. “Sayangnya, ketika ilmu itu jadi lebih mudah didapatkan, jadinya kita sekadar ‘men-download’ saja, hanya sebagai koleksi,” ujarnya. Selain keprihatinan yang ia ungkapkan mengenai komitmen menuntut ilmu, ia juga menyampaikan tentang komitmen berkiprah di Muhammadiyah, baik pimpinan cabang maupun pimpinan ranting, yang saat ini semakin lama semakin sedikit. “Perlu ada gerakan untuk membangun kembali semangat bermuhammadiyah,” tegasnya. Drs. H. Irfan Haris sendiri menuturkan kisahnya yang telah aktif di Muhammadiyah sejak mengenyam pendidikan di bangku sekolah melalui Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Ia berharap, semoga dengan Baitul Arqam bisa terbangun kembali kegiatan dan semangat bermuhammadiyah yang menetap dalam hati masing-masing para peserta. Setelah itu, ia menutup kegiatan dengan memberi ketukan sebanyak tiga kali sebagai simbolisasi pembuka kegiatan Baitul Arqam, diikuti tepuk tangan peserta. Penulis: Rasya Swarnasta (MPKSDI PDM Sleman 2022-2027) Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

SMK Muhammadiyah Minggir Terpilih sebagai Satuan Pendidikan Aman Bencana dalam Program “Siap Untuk Selamat”

Minggir, Pdmsleman.Or.Id SMK Muhammadiyah Minggir, sebuah lembaga pendidikan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah dipilih untuk berpartisipasi dalam program “Siap Untuk Selamat” sebagai Satuan Pendidikan Aman Bencana. Keputusan ini sangat penting mengingat DIY adalah salah satu wilayah yang rawan terhadap bencana gempa bumi.Kesadaran akan pentingnya persiapan menghadapi berbagai situasi darurat dalam konteks bencana menjadi fokus utama bagi semua sekolah di DIY. Mitigasi dan kesiapsiagaan dianggap sangat penting oleh seluruh komunitas sekolah, karena sekolah sering menjadi pusat berkumpulnya banyak orang dalam situasi darurat.Tahun ini, SMK Muhammadiyah Minggir telah memulai upaya mitigasi dalam rangka antisipasi dan kesiapsiagaan terhadap bencana. Program ini difasilitatori oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi DIY bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Yayasan PLAN Internasional, dan Prudential.Program Satuan Pendidikan Aman Bencana ini dilaksanakan melalui beberapa tahap yang mencakup asesmen risiko, kajian resiko, pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta simulasi bencana. Asep, seorang fasilitator dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi DIY, mengungkapkan bahwa sebanyak 40 sekolah, termasuk SMK Muhammadiyah Minggir, terlibat dalam batch pertama program ini tahun ini. Harapannya, semua warga sekolah akan memiliki pemahaman yang baik dan kewaspadaan terhadap potensi bencana di sekitar mereka, sehingga mereka akan tahu bagaimana bertindak dengan tenang saat terjadi bencana, tanpa panik. Kegiatan ini melibatkan seluruh komunitas sekolah, termasuk siswa, guru, dan karyawan. Pelaksanaan program ini melibatkan beberapa pertemuan dengan puncaknya adalah simulasi kejadian bencana gempa bumi yang dijadwalkan pada Kamis, 14 September 2023. Sebanyak 90 peserta, termasuk siswa, guru, dan karyawan, terlibat dalam simulasi ini.Al Wafa, salah satu siswa kelas X yang mengikuti kegiatan ini, mengungkapkan, “Kalau diadakan latihan seperti ini, kami sebagai siswa tentunya lebih paham dan tenang dalam menghadapi situasi bencana.”Edy P, Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Minggir, menambahkan, “Siap untuk selamat dan kewaspadaan dalam mengurangi risiko saat terjadi bencana sangat penting untuk terus ditanamkan di lingkungan pendidikan. Ini memungkinkan sekolah untuk mengedukasi semua warga sekolah dan mengantisipasi risiko yang tidak diharapkan.”Program “Siap Untuk Selamat” ini adalah langkah penting dalam mempersiapkan sekolah dan masyarakat untuk menghadapi bencana, dan SMK Muhammadiyah Minggir telah berkomitmen untuk berperan aktif dalam upaya ini. Arief Hartanto, MPI PDM Sleman

Loading

SMP MBS Gelar Acara Validasi Eksternal KTSP

Selasa (12/09/2023) SMP MBS mengadakan acara Validasi Eksternal KTSP. Acara ini adalah acara yang diadakan untuk mengesahkan dokumen kurikulum yang akan digunakan untuk SMP MBS di tahun ajaran 2023/2024 yang akan divalidasi oleh pengawas. Acara ini digelar di kompleks MBS di Aula Ki Bagus Hadikusumo Lantai 2. Dalam acara tersebut, dihadiri oleh Badan Pembina Pesantren (BPP) MBS, Kepala SMP MBS, Pengawas SMP Kabupaten Sleman dan juga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Prambanan, perwakilan guru, siswa dan wali santri MBS. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya dan Mars Sang Surya. Setelah itu, acara pun dilanjutkan dengan sambutan dan inti acara pemaparan dari Kurikulum tentang dokumen yang akan divalidasi. Ustaz Fauzan Yakhsya, S.Hum selaku kepala sekolah SMP MBS dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini kelas VII dan VIII SMP MBS sudah menerapkan kurikulum merdeka, sementara itu untuk kelas IX kita masih menggunakan kurikulum 2013. Kepala Sekolah SMP MBS juga menyampaikan perkembangan yang baik mengenai SMP MBS. “Saat ini santri kita ada 602 santriwan sementara untuk santriwati ada 608 santri, sehingga total kita memiliki murid 1260 siswa.” Jumlah karyawan SMP ada sekitar 30 orang. Ustaz Fauzan juga menyampaikan beberapa perkembangan mengenai Rapor Pendidikan yang ada di MBS. “Alhamdulillah kita sudah mencapai banyak hal baik, ada prosentasenya yang naik dan ada pula prosentasenya yang turun yang menjadi perhatian kita. “Pada kemampuan literasi kita naik, untuk karakter juga, sementara untuk iklim kebinekaan kita juga mencapai tinggi di tingkat nasional. Sementara untuk bidang keamanan sekolah kita mengalami penurunan.” Selain itu, Ustaz Fauzan juga memaparkan tentang prestasi yang telah dicapai SMP MBS. “Untuk prestasi kita ada sekitar 266 prestasi. Di tingkat kabupaten kita ada 74 kejuaraan. Di tingkat provinsi kita memperoleh 26 prestasi, dan di tingkat nasional kita mencapai 162.” Ada satu lagi yang akan diterapkan di SMP MBS adalah tentang pengembangan digitalisasi. “kita akan merencanakan satu siswa satu gadget untuk mendukung pengembangan digitalisasi.” Dalam sambutannya, perwakilan PCM Muhammadiyah Prambanan menyampaikan “PCM menyambut baik perkembangan SMP MBS, kami berharap apa yang dirumuskan nanti bisa menjadikan anak didik kita menjadi lebih baik lagi.” Acara pun dilanjut dengan penyampaian dokumen kurikulum yang disampaikan oleh Wakil Kurikulum Ustazah Ruli. Dalam paparannya Ustazah Ruli mengatakan “kami akan menyampaikan rumusan dokumen kurikulum yang akan dipakai di SMP. Ia memaparkan bahwa SMP MBS belum memakai lima hari kerja. “SMP MBS masih menerapkan 6 hari kerja, kelas VII dan kelas VIII menggunakan kurikulum merdeka dan kelas IX masih menggunakan kurikulum 2013.” Ia juga menyampaikan bahwa sebagai sekolah yang mengintegrasikan kurikulum pesantren, SMP MBS untuk bidang Non PAI dan Kemuhammadiyahan tetap berpegang kepada aturan yang ditetapkan oleh Badan Standar Kurikulum dan Assesmen Pendidikan Kemendikbudristek dan juga Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk pelajaran Kemuhammadiyahan. Acara ini dilanjut dengan masukan, saran dan penyampaian dari pengawas SMP MBS sebelum divalidasi sebagai kurikulum acuan untuk tahun pelajaran 2023/2024.

Loading

7 Kepala Sekolah SD -SMP di Lingkungan PDM Sleman DIlantik

Sleman, Pdmsleman.Or.id Pada hari Senin 11 September 2023 di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, berlangsung pelantikan kepala sekolah baru untuk sejumlah sekolah di bawah naungan Muhammadiyah. Acara ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa kepemimpinan di Sekolah Muhammadiyah tidak mengalami kekosongan yang terlalu lama. Dalam pelantikan ini, sejumlah kepala sekolah baru resmi dilantik untuk jabatan mereka. Di antara mereka adalah Lilis Purwandani, SE, yang menjadi Kepala SD Muhammadiyah Sunten, Sri Angga Bagaskara, S.Pd, yang akan memimpin SD Muhammadiyah Sragan, dan Ayunita Aviani Hidayati, S.Pd, yang akan memegang jabatan Kepala SD Muhammadiyah Gendol. Selain itu, Nurwijiyanto, S.T, akan menjadi Kepala SD Muhammadiyah Mantaran, Trini Diah Pintarti, S.Pd, akan memimpin SD Muhammadiyah Trini, Rizana Avida, S.T, akan menjadi Kepala SD MBS Prambanan, dan Yudi Megawanto, S.IP, akan memegang jabatan Kepala SMP Muhammadiyah 2 Minggir. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, H. Harjaka, memberikan arahan yang sangat penting kepada para kepala sekolah yang baru dilantik. Dalam pesanannya, ia mengingatkan bahwa jabatan Kepala Sekolah adalah amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Di sekolah Muhammadiyah itu pergantian dan perpindahan kepala sekolah itu hal yang biasa..sebagai kader persyarikatan harus siap ditugaskan di mana aja untuk kemajuan AUM dan persyarikatan. Pesan ini menggarisbawahi tanggung jawab besar yang diemban oleh kepala sekolah dalam mendidik generasi muda. Acara pelantikan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dalam organisasi Muhammadiyah, termasuk Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal, H. Surakhmad, S.Pd, serta Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Majelis Dikdasmen AUM terkait. Pelantikan ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam memastikan kontinuitas kepemimpinan di sekolah-sekolahnya. Semua pihak berharap kepala sekolah yang baru dilantik akan mampu memberikan kontribusi positif dalam pengembangan pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah. Reportase M Ridwan Sekretariat PDM Sleman, Editor : Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Pelantikan Kepala Sekolah Muhammadiyah Kadisoka dan Bayen Kalasan Sleman Upaya untuk Kemajuan Pendidikan

 Sleman, Pdmsleman.Or.id Senin  4 September 2023 bertempat di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, sebuah acara penting berlangsung. Kepala SD Muhammadiyah Kadisoka, Suharyanto, S.Pd, dan Kepala SD Muhammadiyah Bayen, Sutarlan, S.Ag., M.S.I, resmi dilantik dalam upacara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan pemangku kepentingan pendidikan. Penataan kepemimpinan ini adalah langkah strategis untuk menggerakkan kemajuan Sekolah Muhammadiyah di Sleman.  Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, H. Harjaka, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa “ perubahan kepala sekolah ini akan membawa angin segar dalam pengelolaan sekolah. Mulai tahun ini, jabatan Kepala Sekolah dapat dimutasi atau direstorasi, sejalan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah lain. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah”. Acara pelantikan ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh pendidikan terkemuka, termasuk Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Sleman, H. Surakhmad, S.Pd., Ketua BKS SD/MI Muhammadiyah Sleman, Sulasmi, S.Pd., serta perwakilan dari PCM Kalasan dan Majelis Dikdasmen PNF Kapanewon Kalasan. Mereka menyaksikan momen bersejarah ini yang menandai komitmen Muhammadiyah untuk terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan di daerah Sleman. Dengan pelantikan ini, diharapkan Kepala Sekolah baru akan membawa ide-ide segar dan energi baru untuk mengembangkan sekolah-sekolah di bawah naungan Muhammadiyah, sehingga pendidikan di Sleman akan semakin berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman. Selamat kepada Kepala Sekolah baru, semoga mereka mampu mengemban tugas dengan baik demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Sleman. Reportase M Ridwan Kantor PDM Sleman,  Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Coaching Clinic Kepala Sekolah Muhammadiyah se-Sleman, Upaya Branding Sekolah Muhammadiyah Unggulan

Sleman. Pdmsleman.Or.Id Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Sleman dan Forum Guru Muhammadiyh (FGM) Sleman bekerjasama dengan Grand Keisha Yogyakarta melaksanakan Coaching Clinic Kepala Sekolah Muhammadiyah bertajuk Branding Sekolah Muhammadiyah di Hotel Grand Keisha, Jl. Gejayan Condongcatur, Yogyakarta pada Selasa, 29-08-2023. Pada sambutannya, Ketua Forum Guru Muhammadiyh (FGM) Sleman, H. Sigit Rohmadiantoro yang juga sebagai Kepala SMK Muhammadiyah Prambanan menuturkan “Coaching Clinic ini dihadiri 117 peserta dari unsur Paud, TK, SD, SMP, SMA dan SMK, serta tamu dari BKS Pontianak”. Ucapan terima kasih kepada Grand Keisha yang telah menyediakan tempat, makanan, maupun fasilitas lainnya dan sekaligus General Manajernya menjadi salah satu nara sumber dalam acara tersebut tambah Sigit. Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Sleman, H. Surakhmad, S.Pd. menyampaikan sambutannya,  mengawali dengan menampilkan slide berjudul “AUM Unggulan Bertebaran di Sleman”. Sebuah judul yang diambil sebagai bagian dari cita-cita agar Sekolah Muhammadiyah menjadi sekolah yang memiliki keunggulan sendiri-sendiri. Sekolah tanpa keunggulan akan ditinggalkan. Jadi sekolah muhammadiyah harus memiliki keunggulan agar diminati dan tidak ditinggalkan. Dirinya juga mengingatkan tujuan pendidikan Muhammadiyah yaitu “membentuk manusia muslim yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, cakap percaya pada diri sendiri, berdisiplin, bertanggung jawab, cinta tanah air, memajukan dan memperkembangkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan dan beramal menuju terwujudnya masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT sebagaimana termaktub dalam Pasal 3, Qaidah Dikdasmen”. Visi Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman adalah mewujudkan pendidikan Muhammadiyah Daerah Sleman yang unggul, mandiri, kompetitif dan berkemajuan. Visi ini sejalan dengan tujuan pendidikan Muhammadiyah. Langkah-langkah atau kebijakan-kebijakan dalam majelis harus diambil sesuai dengan visi yang sudah ditetapkan. Bagaimana langkah mewujudkan visi maka diturunkan melalui misi-misi. Terdapat enam misi disini yakni Pertama menerapkan karakter utama pendidikan ISMUBA yang berkemajuan. Kedua, Menerapkan pendidikan holistik dan integratif. Ketiga, menghasilkan lulusan berkemajuan, unggul, kompetitif dan mampu menjawab kebutuhan zaman. Keempat, mengimplementasikan tata kelola modern yang transparan dan akuntabel. Kelima, mengimplementasikan penyelenggaraan pendidikan yang inklusif. Keenam, meningkatkan kolaborasi antar lembaga pendidikan baik internal maupun eksternal,”terang H. Surakhmad, S.Pd. Lebih lanjut tentang Dinamika transformasi atau manajemen perubahan, “Pada bagian apa perlu dilakukan transformasi atau manajemen perubahan. Pada beberapa hal seperti merasa sudah “besar”, rutinitas dan birokratis, fixed mindset (pemikiran yang mandek), dan merasa tidak ada tantangan. Step perubahan yang dapat dilakukan adalah dengan menghidupkan sekolah, lalu mengembangkannya, dan harapan berikutnya sekolah akan maju pesat,”ucapnya. Pada akhir sambutan, menyampaikan harapannya semoga dengan branding sekolah dengan menunjukkan keunggulannya maka Sekolah Muhammadiyah menjadi sekolah yang dituju, sekolah yang diminati melebihi sekolah lainnya. Setelah selesai sambutan acara dilanjutkan dengan coaching oleh dua pemateri Ibnu Novel Hafidz, General Manager Grand Keisha dan Ibnu SR, Konsultan branding Brandpreneur. Reportase : Pamuji Sri Subekti S.Si KS SMKM 2 Turi, MPI PDM Sleman Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kontribusi Peserta Didik SMK Muhammadiyah 2 Turi pada Peringatan HUT RI ke-78 di Kapanewon Turi

Turi,Pdmsleman.Or.id Pelaksanaan HUT RI ke-78 di Kapanewon Turi pada tanggal 17 Agustus 2023 ditutup secara meriah. Alhamdulillah acara HUT RI ke-78 terlaksana secara sukses berkat pihak-pihak terkait dari berbagi institusi dan stakeholder di Kapanewon Turi.  Wujud ikhtiar untuk mengisi dan menjaga kemerderkaan Negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh peserta didik SMK Muhammadiyah 2 Turi adalah belajar dengan sungguh-sungguh, belajar dengan giat, dan mengimplementasikan ilmunya di masyarakat. Disampaikan Kepala Sekolah SMKM 2 Turi Pamuji S Subekti S.Si “Perjuangan murid-murid SMK Muhammadiyah 2 Turi berbuah manis. Peserta didik SMK Muhammadiyah 2 Turi menampilkan performa terbaiknya dalam pembukaan acara HUT RI ke-78 di Kapanewon Turi”. Acara HUT RI ke-78 merupakan wujud empati masyarakat Indonesia untuk memperingati proklamasi kemerdekaan. Proklamasi kemerdekaan Indonesia pertama kali diwujudkan pada hari Jum’at, 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56. Teks proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia kala itu dibacakan oleh Soekarno dan didampingi oleh Mohammad Hatta. Proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan hasil perjuangan masyarakat Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Perjuangan tidaklah mudah, hal ini dikarenakan menguras tenaga, pikiran, dan juga pengorbanan dalam segala aspek. Oleh sebab itu, sebagai generasi penerus, masyarakat Kapanewon Turi terlihat khidmat selama proses upacara bendera, menjaga keamanan dan ketertiban pada pelaksanaan upacara bendera, berbaur dengan siapa saja tanpa membedakan agama, suku, dan budaya selama kegiatan upacara bendera di lapangan Turi, dan mematuhi aturan yang belaku. Mereka mempresentasikan seni tari dengan sangat apik dan percaya diri, sehingga guru-guru SMK Muhammadiyah 2 Turi merasa bangga terhadap penampilan yang diberikan. Kesenian tradisional yang mereka hadirkan adalah tari caping ayu, yang mana kesenian ini disebut-sebut sebagai simbol perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. SMK Muhammadiyah 2 Turi mempertontonkan tari tersebut karena guru dan karyawan di sana berharap dan berdoa, agar mereka mampu berprestasi di tingkat; lokal, nasional, bahkan internasional tanpa meninggalkan jati diri bangsa Indonesia. Selain kontribusi pada pembukaan kegiatan HUT RI ke-78, 10 peserta didik SMK Muhammadiyah 2 Turi juga berperan dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Pasukan ini bertugas untuk mengibarkan dan menurunkan duplikat Bendera Pusaka, yang mana pasukan ini dikenal dengan istilah Paskibraka. Pasukan ini terdiri dari putra-putri terbaik dan kandidat pemimpin bangsa, yang direkrut lalu dipilih secara berangsur-angsur dan ketat, agar memilki kemampuan bagus dalam hal nilai-nilai kebangsaan, mental, dan fisik. Paskibraka pertama kali dimunculkan oleh Mayor Husein Mutahar, ajudan presiden Soekarno, lewat gagasannya pada tahun 1946. Menurut Mayor Husein Mutahar, pengibaran bendera pusaka sebaiknya dilaksakan oleh para pemuda, hal ini dikarenakan merekalah generasi penerus perjuangan bangsa. Oleh sebab itu, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka merupakan kumpulan pemuda-pemudi terbaik di angkatannya. Reportase: Nur Rohman Eko Nugroho SMKM 2 Turi

Loading