PCM Pakem
![]()
PCM Pakem
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Selasa,12 Maret 2024 PCM Sleman mengadakan taraweh ramadhan keliling untuk kali pertama dari rencana sebanyak empat kali putaran di kapanewon Sleman. Hadir dalam perjalanan tarling PCM Sleman segenap jajaran PCM Sleman beserta beberapa pimpinan Ranting menyertai serta ditambah dari PCPM Sleman dan KOKAM dengan sebanyak 25 personil hadir. Sambutan takmir masjid Al Mukmin Jugang Tridadi mengucapan selamat datang teriring doa dan harapan semoga terjalin hubungan silaturahmi dan kerja sama positif hingga menjadikan masjid Al Mukmin Jugang yang berbatasan dengan kecamatan Mlati. ” Untuk pembangunan masjid kami masih terbatas, maka perlu adanya masukan dari bapak-bapak dari PCM Sleman,” terang Eko Sudaryanto selaku MC sekaligus sambutan tuan Rumah oleh Eko Sudaryanto (Ketua RW. 11) Jugang, Pangukan, Tridadi, Sleman mewakili ketua takmir Masjid Al-Mukmin Jugang Sarjuki yang berhalangan hadir karena sakit . Dalam ceramahnya ustadz Agus Nurdin mewakili PCM Sleman menjelaskan tentang gerakan Muhammadiyah. ” Maka kalau mengaku Muhammadiyah kok tidak mau bergerak, maka belum Muhammadiyah.” Tandas ust Agus Nurdin. Tujuan Muhammadiyah mengantarkan pengikutnya untuk menuju pintu gerbang surga. Dakwah Islam di Muhammadiyah, masih kata ustadz Agus Nurdin dikenal merangkul bukan memukul. Beliau mencontohkan suri tauladan pimpinan Muhammadiyah Pak AR Fahrudin , orangnya sederhana, merangkul tidak mudah mengkafirkan orang lain. Muhammadiyah juga dakwah lewat pendidikan, kesehatan dan penghimpun zakat, infak dan sedekah untuk disalurkan kepada yang berhak menerima. Disamping juga bantuan lewat pendidikan AUM ada SD/MI ada 4, SMP Muhammadiyah 1, SMA 1 dan SMK Muhammadiyah ada 2. Muhammadiyah juga hadir dengan BTM Baitul tanwil Muhammadiyah. Juga tidak kalah pentingnya ada hubungan sosial yang baik dengan tetangga sebelah. ” Yang penting Muhammadiyah ingin mengembalikan syariat Islam yang sebenarnya. Sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah” tandas Agus Nurdin Terakhir pemberian cinderamata masing-masing 2 buku HPT dan kitab suci Al Qur’an serta bantuan kepada Jama’ah masjid Al Mukmin Jugang 750.000 dimana penyerahan bantuan dari PCM Sleman diserahkan ketua Prof. Dr. Zahrul Mufrodi ST MT. Reportase H. Ashari S.IP, PCM Sleman, MPI PDM Sleman
![]()
![]()
Sleman, Pdmsleman.or.Id Bertempat di Auditorium FEB UNY Yogyakarta pada Sabtu, 9 Maret 2024 telah ditandatangani MoU (Memorandum of Understanding) antara PDM Sleman dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta. Penandatanganan MoU dilakukan oleh ketua PDM Sleman H. Harjaka, S.Pd, S.Ag, M.A. dan Dekan FEB UNY Yogyakarta Prof. Dr. Siswanta, M.Pd Dalam sambutannya Dekan FEB UNY Yogyakarta Prof Dr. Siswanto, M.Pd menyampaikan “ ucapan terima kasih kepada PDM Sleman dan terkhusus Majelis Dikdasmen dan PNF dimana kerjasama ini merupakan bentuk yang saling menguatkan dimana kiprah Muhammadiyah menjadi sesuatu yang harus dicontoh dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan dunia pendidikan dimana pendidikan Muhammadiyah sebagai tempat pendidikan, layanan masyarakat, ladang dakwah dan kaderisasi”. Selanjutnya ketua PDM Sleman H. Harjaka, S.Pd, S.Ag, M.A., menyampaikan dalam penguatan ideologi Muhammadiyah kepada para hadirin yakni terdiri dari kepala sekolah SD, SMP, SMA/K Muhammadiyah se-Sleman serta Majelis Dikdasmen dan PNF PCM, bahwa sebagai orang Muhammadiyah harus berfikir sehingga dalam memasuki Bulan Suci Ramadhan juga harus berfikir diantaranya; Pertama, Yahdur bil ‘ibadah yakni beribadah itu harus ada dasarnya tidak grubyak grubyuk. Kedua, yahdur fil ‘ilmi, orang Muhammadiyah itu harus dengan Ilmu. Termasuk dalam penentuan 1 Ramadhan ataupun hari raya misalnya itu juga dengan Ilmu. Kebetulan H. Harjaka dulu juga alumni IKIP jurusan Matematika sekarang menjadi UNY juga menerapkan ilmu matematika yang dikenal dengan bilangan kapsilon jika lebih dari nol tetap positif sehingga sudah lebih dan masuk bilangan baru. Selain itu jika kita mau membuktikan nanti malam dengan HP, jika belum masuk jam 12 kurang 1 menit maka kalender belum pindah tanggal baru, begitu masuk 00 maka sudah masuk tanggal baru. Ketiga, yahdur fi ruh. Ruh keislaman kita siapkan dan perlu dipersiapkan ruh kita. Keempat, yahdur fil Badan, dipersiapkan badan kita untuk memasuki Bulan Ramadhan. Kelima, yahdur fil maal. Kita siapkan dengan harta. Orang Muhammadiyah itu Istiqomah memiliki 5 juga yakni: 1. Istiqomah fil Ibadah, 2. Istiqomah fil aqidah, 3. Istiqomah fil maisyatil thoyibah, 4. Istiqomah fil silaturahmiyah, 5. Istiqomah fil akhlaqil karimah. Setelah itu sebagai key notes speaker disampaikan oleh Drs. H. Ery Widaryana, M.M selaku kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman memberikan motivasi untuk terus menyatukan pendapat bersama-sama mengembangkan pendidikan di Sleman. Bagaimana mengembangkan pendidikan Muhammadiyah? Marilah terus meningkatkan pelayanan pendidikan sebaik-baiknya. Terkait fasilitasi terus ditingkatkan dan tentu sesuai regulasi. Dalam pengelolaan pendidikan mari kita cari barokahNya, papar Drs. H. Ery Widaryana, M.M. menguatkan apa yang disampaikan oleh H. Harjaka. Selanjutnya pak Ery mengajak untuk terus meningkatkan keimanan dan akhlaq yang baik dalam menjalankan amanah sebagai pendidik. Silahkan persiapkan PPDB dengan sebaik-baiknya di lingkungan Muhammadiyah. Acara selanjutnya berupa penyampaian Best Practice dari SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring Muntilan dan dari SMK Muhammadiyah Imogiri. Masing-masing menyampaikan kiat dan strategi program PPDB. Reportase H. Wahdan Arifudin S.PD KS SMPM 1 Tempel, Sekjen MPI PDM Sleman
![]()
Gamping, Pdmsleman.Or.Id Pada Sabtu, 9 Maret 2024, aula Masjid KH Sudja’ Kompleks RS PKU Muhammadiyah Gamping menjadi saksi terjadinya Rakor (Rapat Koordinasi) LPCRPM PDM Sleman. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari Muhammadiyah, termasuk Ketua PDM Sleman yang membidangi LPCRPM, Ust Nashirun, Ketua PCM Sekabupaten Sleman, serta anggota LPCRPM. Dalam sambutannya, Ust Nashirun menekankan pentingnya kolaborasi, sinergi, dan peningkatan komunikasi antar pimpinan sebagai kunci untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas gerakan dakwah di tingkat cabang. “Kita perlu bersatu dan bekerja sama untuk menghadapi tantangan dalam memperkuat jaringan Muhammadiyah di grassroots,” ujar Ust Nashirun dengan penuh semangat. Selain itu, Rakor ini juga menjadi forum untuk pembekalan dan sosialisasi mengenai Cabang Ranting Unggul serta instrumen dan penilaiannya. Ketua LPCRPM PWM DIY, Ust Agus Yulianto, turut memberikan materi terkait hal tersebut, memberikan wawasan yang lebih mendalam bagi para peserta Rakor. Materi kedua disampaikan oleh US Prawoto, ketua LPCRPM PDM Sleman, yang membahas tentang kriteria Masjid Unggul Muhammadiyah. Hal ini menjadi penting mengingat peran masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan dan sosial di masyarakat. Acara yang dimulai sejak pagi hingga dhuhur tidak hanya berfokus pada diskusi dan pembelajaran, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan RS PKU Muhammadiyah Sleman kepada para peserta. RS ini telah beroperasi secara formal dengan membuka layanan rawat jalan dan rawat inap, serta pelayanan IGD 24 jam. Menurut salah satu peserta Rakor, acara ini sangat bermanfaat dalam memperkuat komunikasi dan kerja sama antar pimpinan Muhammadiyah di tingkat cabang. “Kami mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana membangun masjid yang unggul dan berperan aktif dalam masyarakat,” ujar salah seorang anggota LPCRPM. Rakor LPCRPM PDM Sleman bukan hanya sekedar pertemuan rutin, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan dan tantangan dalam menjalankan misi Muhammadiyah. Dengan sinergi yang kuat dan semangat yang tinggi, Muhammadiyah di Sleman siap melangkah menuju masa depan yang lebih baik. Reportase US Prawoto LPCRM PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman
![]()
Tempel, Pdmsleman.Or.id Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Tempel selama 3 hari menjadi titik awal para siswa siswi mendapatkan sebutan “kompeten”. Ujian yang dilaksanakan pada hari Selasa-Kamis, 5-7 Maret 2024 diikuti oleh siswa siswi kelas XII dari 4 kompetensi keahlian yaitu OTKP, AKL, Perhotelan, dan Tata Busana. Ada satu hal yang menarik perhatian dari pelaksanaan UKK tahun ini. Para siswi jurusan Tata Busana menghasilkan produk berupa busana casual dengan Tenun tradisional khas Jawa Tengah. Dalam waktu 3 hari, para siswi berhasil menyelesaikan UKK tersebut dan menghasilkan pakaian wanita dengan model kekinian yang banyak mengundang komentar positif. Kepala SMK Muhammadiyah 1 Tempel, Broto Purwanto,S.Pd.,M.S.I. bahkan sangat mengapresiasi hasil karya tersebut dan langsung menanyakan bandrol harga untuk busana busana tersebut karena beliau juga menyebarkluaskannya di media sosial. Kain tenun yang disiapkan sebelumnya oleh 2 orang guru Tata Busana yaitu Ibu Siwi Triharjanti, S.Pd. T dan Ibu Barokatus Aminah, S.Pd. merupakan kain tenun yang dibuat terbatas atau limited edition. Dengan berakhirnya UKK ini, diharapkan para siswa siswi SMK Muhammmadiyah 1 Tempel nantinya dapat bersaing secara kompeten di dunia kerja serta dunia industri (DU/DI). Info PPDB : Kontributor : Errista Dewanti, S.Pd. SMK Muhammadiyah 1 Tempel
![]()
Catatan kecil.__ Jumat, 1 Maret 2024. Bertempat di Masjid Assyifa PDM Sleman, TPD SQ Sleman telah mengadakan Forum Kunsiroh. Dengan pembicara utama, calon DPD utusan Muhammadiyah. Yakni : Ir. Ahmad Syauqi Soeratno. Forum Kunsiroh ini juga dihadiri oleh Ketua TPW SQ DIY, Ketua TPD SQ Sleman, Ketu PDM Sleman, Ketua PDA Sleman, seluruh Ketua PCM se-Sleman, seluruh ketua PCA se-Sleman, seluruh Ketua TPC SQ se -Sleman, Sekoci Aisyiyah dan sejumlah relawan. Di awal acara, ketua TPD SQ Sleman : Kang Darojad mengatakan bahwa : “up date perolehan suara SQ di Sleman, sampai saat ini sebesar : 114.534 suara”. Perolehan ini melebihi ekspektasi. Target untuk TPD Sleman hanya sebesar 94.000 suara. Ini adalah buah dari kerja keras dari semua pihak. Yang tak kenal lelah. Mulai dari jauh hari sebelum pemungutan sampai di akhir rekap suara di Kabupaten. “Berkaca kepada hasil perolehan dari DPD yang lalu, sebetulnya kami di TPD ini sempat khawatir juga. Apakah perolehan suara SQ bisa mencapai target ?”, katanya. “Bahkan, beberapa hari sebelum pencoblosan, terutama di H-3 sampai H – 1, sempat berhembus isu. Ada sebuah survey yang menempatkan SQ itu berada di posisi 5 atau 6”, sambungnya. “Kami kemudian introspeksi ke dalam. Mencoba ngobrol di internal TPD. Ditemukan bukti bahwa : kabar itu tak jelas sumbernya. Siapa yang melakukan survey. Dan apa motifnya”. “Kesimpulannya, isu itu rasah digagas. Tetap fokus kepada sistem yang sudah disepakati dan sekarang sudah berjalan”, ujarnya. Hal senada juga disampaikan oleh pembicara kedua. Yakni : Ir. Asnan Latif, selaku Ketua TPW SQ DIY. Ir. Asnan Latif mengatakan bahwa : “perolehan suara SQ di Sleman yang begitu tinggi itu tak akan diperoleh tanpa sebuah kerja keras yang luar biasa dari semua pihak”. “Ini adalah sebuah pencapaian yang istimewa. Jauh lebih tinggi dibanding perolehan suara DPD periode sebelumnya. Yang hanya mendapat 49 ribuan”, tambahnya. “Ini adalah bukti adanya konsolidasi dari semua komponen warga Muhammadiyah. Baik PDM, PDA, PCM, PCA, PRM, PRA, Sekoci Aisyiyah, saksi dan relawan”, sambungnya. Atas keberhasilan peningkatan yang luar biasa ini kita perlu melakukan refleksi. Bagai mana caranya ? “Pertama”, dengan bersyukur kepada Allah. Keberhasilan ini semata mata adalah nikmat dari Allah SWT. Tanpa ridha dan anugerahNya, semua ini tak akan kita bisa capai. Sekalipun segala kemampuan telah kita kerahkan. “Kedua”, kenikmatan atau keberhasilan ini sesungguhnya adalah ujian. Sebagaimana Allah telah berfirman dalam Surat Az Zumar 49 : “Maka apabila manusia ditimpa bencana dia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan nikmat Kami kepadanya dia berkata, “Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena kepintaranku.” Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”. Maka, sudah sepantasnyalah jika kita kemudian melakukan kedua cara refleksi itu. Pada sesi akhir Forum Kunsiroh, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno memberikan sambutan. Kembali, Ir. Syauqi menyampaikan bahwa. keberhasilan TPD Sleman yang telah mendapatkan 114.532 suara adalah keberhasilan dari seluruh warga Muhammadiyah Sleman. Tidak boleh ada klaim sepihak bahwa pihaknyalah yang paling besar dalam memberikan kontribusi atas keberhasilan ini. “Kendati masih belum resmi dan final, tetapi secara umum kita sudah mendapatkan data. Bahwa total suara Syauqi di seluruh DIY adalah berkisar 390 ribu suara”, jelas Ir. Syauqi. Lebih lanjut, Ir. Syauqi menambahkan bahwa semua elemen warga Muhammadiyah DIY :“pertama”, wajib bersyukur atas capaian ini. “kedua”, ke depan, Muhammadiyah harus bisa menjawab tantangan atas persoalan yang dihadapi warga. Bagaimana cara kita menjawab tantangan itu ? Strateginya kita harus bersama sama dalam barisan dan shof yg rapat dan rapi. Dengan barusan yang rapat dan rapi itu Insya Allah kita akan bisa membangun bangunan yg kokoh dan kuat. Bangunan yang bukan hanya sebagai tempat perlindungan, namun juga bisa memberikan manfaat bagi warganya. Hmmm …..,Ternyata kerja belum selesai.(*) Minggir, 5 Maret 2024.Selepas Dzuhur. Uwik DS.
![]()
Catatan kecil. (Spesial SQ bagian terakhir)_ Sesaat, setelah selesainya input data di Ngloji malam itu, saya sempatkan melihat perolehan terakhir suara Syauqi di Minggir. Hasilnya : 5.440. Alhamdulillah. Target : 5.300, terlewati. Saya kira, semuanya selesai. Ternyata belum. Esok malamnya, Kang Darojad melalui Group TPD DPD SQ menyampaikan pengumuman. Bahwa, esok hari saksi PPK sudah mulai melakukan rekapitulasi di tingkat kecamatan. “Saksi PPK ?. Waduh, apa maneh iki ?”, batin saya. Saya jadi teringat tentang “Saksi PPK” itu. Saya merasa pernah mengirimkan Surat Mandat untuk Saksi PPK ke Kecamatan. Untuk Saksi DPD Syauqi. Nama saksinya : saya sendiri. Dalam undangan tertulis, rekap suara akan diadakan hari Jumat, 16 Februari 2024. Mulai jam 08.30. Saya betul betul tidak punya pengetahuan sedikitpun tentang rekap suara di kecamatan itu. Dengan penuh percaya diri, saya datang memenuhi undangan. Saya agak terlambat. Saya langsung ikut bergabung di aula depan kecamatan. Rupanya, agenda rekap suara itu dibagi dua bagian. Istilah mereka : dibagi dua panel. Panel pertama, di aula bawah. Adalah rekap suara untuk Sendangagung. Sedangkan, panel kedua untuk Sendangmulyo. Yang baru akan dilakukan siang harinya. Setelah Sholat Jumat. Tempatnya di ruang atas kecamatan. Sesuai arahan dari Kang Darojad, maka saya telah membawa salinan C1 hasil DPD Syauqi. Saya mencoba “membaca” : apa dan bagaimana sebenarnya rekap suara itu ? Akhirnya, sayapun paham. Awalnya, perkiraan saya, acara rekap itu akan berjalan hanya satu jam. Atau, paling lama dua jam saja. Ternyata, setelah 2 jam, pembacaan rekap suara itu baru bisa menyelesaikan 3 TPS. Padahal, TPS di Sendangagung jumlahnya 33 TPS. Itu baru Sendangagung. “Alamaaak ! … Bisa sampai Subuh lagi ini”, batin saya. Terlanjur basah. Saya kuat kuatkan. Tapi ternyata, saya betul betul tidak kuat.Akhirnya, sayapun menyerah. Pukul 20.00, saya meminta tolong kepada relawan di group TPC SQ Minggir. “Adakah yang bisa ikut membantu menjadi Saksi PPK, menjaga rekap suara Syauqi di kecamatan ?”, tanya saya, di group itu. Tak butuh waktu lama, pertanyaan itu langsung direspon oleh Mas Yoga. “Siap … Ba’da Maghrib nanti langsung meluncur ke Kecamatan”, jawabnya. Ternyata, ibu ibu Aisyiyah juga tidak ketinggalan. Ibu Istariyah, Ketua PCA Minggir dan Ibu Tri Suci juga memberikan empati. Mereka ikut “ngancani” kami dari sore, setelah Maghrib sampai sekitar jam 22.00. Mas Yoga datang tepat pada waktunya. Ia yang menggantikan posisi saya. Saya hanya sanggup bertahan sampai pukul 21.00. Selanjutnya, saya otw meluncur pulang. Begitu sampai rumah, HP saya bergetar. Ada WA masuk. Nomer tak dikenal. “Assalammu ‘alaikum Pak Dwi. Apakah saya boleh berpartisipasi untuk ikut menjaga rekap suara di Kecamatan ?”, tanyanya. “Oh boleh … Dengan senang hati. Ini dengan siapa ?”, kata saya. “Saya Syifa, Pak !”. “Loh kok tahu info rekap suara dari mana ?”, sambung saya. “Dari group SQ Minggir, Pak. Saya kan saksi Syauqi juga. Di TPS Tengahan”, jelasnya. “Lha ini kok nomernya gak dikenal ?”, tanya saya. “Nomer baru, Pak” “O walah….. “. Akhirnya, dua hari ke depannya – atas bantuan relawan yang lain : Mbak Syifa, Ibu Tri Suci, Mas Yunar, Mas Sumadi dan Mas Basyori-, kami bisa mengawal dan mengikuti rekap suara itu sampai selesai. Di hari terakhir, Panwas di kecamatan memberikan pengumuman, bahwa serangkaian agenda rekap suara nanti akan diakhiri dengan Sidang Pleno. Yang waktunya akan ditentukan kemudian. “Apa maneh iki Sidang Pleno ?”, batin saya. Akhirnya, kamipun mendapat undangan untuk menghadiri Sidang Pleno. Waktunya : Selasa, 20 Februari 2024. Jam 19.30. Bertempat di ruang sidang lantai atas kecamatan. Seperti waktu rekap suara sebelumnya, maka saya mencoba “membaca” apa dan bagaimana itu Sidang Pleno. Saya mengikuti tahap demi tahap. Sayapun, kembali kecele. Saya pikir, prosesnya akan berlangsung singkat. Ternyata, dugaan saya salah lagi. Justru, inilah tahapan terlama dan paling membosankan, yang saya alami sepanjang proses pemungutan suara ini. Pekerjaannya monoton. Hanya ada 3 jenis.Yakni :pertama :, pembukaan dan sambutan. Dimulai pukul 20.00 sampai 21.00. kedua :, mendengarkan pembacaan rekap perolehan suara per Kalurahan. Dimulai pukul 21.00 sampai 02.00. ketiga :, menandatangani ratusan lembar berkas salinan D hasil. Dimulai pukul 02.00 sampai total selesai jam 06.00. Alhamdulillah, akhirnyapun selesai juga. Salinan rekapan hasil D kecamatan itu sudah saya dapatkan. Sebelum pulang, tiba tiba, saya teringat sesuatu. Saya kembali melihat salinan D hasil. Sekedar memastikan, jumlahnya : 5.440. Persis dengan hasil inputan tim IT TPC SQ.* Catatan kecil spesial SQ ini adalah sebuah goresan pena dari saya, seorang yang belum pernah terlibat dalam urusan seperti sebelumnya. Ternyata, tahapan tahapannya sangat mengharu biru. Capek, lapar, haus, ngantuk berbaur dengan kelucuan, terkadang konyol, sedikit marah dan lain lain. Saya salut atas dukungan dan partisipasi dari semua pihak. Kerjasama dari PCM Minggir beserta seluruh ortomnya, terbukti telah teruji. Selanjutnya, saya mohon maaf, bila dalam penulisan, ada kata atau apapun, yang dianggap salah. Yang menyinggung atau membuat ketidaknyamanan. Hanya cukup sampai di sini, saya dan kami dari TPC SQ Minggir bisa mengawal suara Syauqi. Selamat untuk Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, Insha Allah bisa mengemban amanah dari persyarikatan yang kita cintai ini. Semoga, kelak bisa bertatap muka dengan beliau. (*)Minggir, 27 Feb. 2024. Uwik DS.
![]()
Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 15).__ Malam hampir pagi.Rupanya, sudah hampir 60 menit saya menunggu. Tiba-tiba, datang dua orang laki laki. Yang satu sudah agak sepuh. Satunya lagi, seorang pemuda. Ternyata, yang sepuh bernama Rochmani. Bapak inilah yang sebelumnya, nelpon saya. Sehingga saya “terpaksa” membuka kembali Ngloji. “Ngapunten nggih Mas Dwi. Niki nembe saget nyerahke salinane”, “Nggih Pak. Mboten napa napa”, kata saya. Ternyata, orangnya grapyak semanak. Sepeninggal Pak Rochmani, tiba-tiba, saya teringat Fadhli, anak mbarep saya. “Mas, masih di TPS 07 Sembuhan Kidul kah ?”, tanya saya, lewat WA. Tidak dibaca. Saya telpon. Tidak diangkat. Tiba tiba, muncul rasa iba juga kepadanya. Anak itu, niatnya pulang ke Jogja, ingin mudik dan ingin nyoblos. Terus, “dipaksa” jadi saksi. Di tempat yang tidak dia kenal lagi. Ee sampai jam 01.30 dini hari, ternyata masih belum pulang. Akhirnya, saya titipkan berkas berkas itu kepada Mas Sunu. Untuk sementara, saya ingin nengok Fadhli dulu. Motorpun saya pacu di kegelapan malam. Dan akhirnya sampai di TPS 07 Sembuhan Kidul. Tapi, kemana anak itu ? Motornyapun sudah tidak ada. “Aku dah pulang. Dah sampai rumah”, katanya, lewat WA. “Terus, salinannya C1 hasiljya, kapan dikasihkan ?”. “Nggak tahu. Tadi belum selesai. TPS nya gak well. Banyak masalah !”. “Wah, ini anak pasti muring ini”, batin saya. Rupanya, proses di TPS itu belum selesai. Saya coba menunggui beberapa saat. Sampai jam 03.00 ternyata belum rampung. Saya putuskan balik ke Ngloji. Rupanya, dua orang kawan itu sudah berguguran. Mereka “ngglethak” di tempat sekenanya. Pintu Ngloji saya tutup sebagian. Angin malam itu terasa dingin menusuk kulit. Kursi di belakang meja LazisMu, saya susun berderet. Saya jadikan tempat tidur. Saya rebahkan badan. Sarung yang sedari tadi pagi berada di dalam tas, saya keluarkan untuk selimut. Yaa Allah …. nikmat sekali rasanya, merebahkan badan di kursi itu. Saya pejamkan mata. Hampir saja saya terlena. Tiba tiba, ada suara mobil berhenti di depan Ngloji. Dua orang pemuda mengucap salam. Salah satunya saya kenal. Ia adalah Fuad. Putrane Mas Harto bengkel. Keponakannya Mas Yoga. Ialah yang saya bimtek pada saat saat “injury time” kemarin malamnya. Sejak kepulangan dua orang pemuda itu, terus saja ada satu dua orang saksi yang datang. Menyerahkan salinan C1 hasil. Demikian seterusnya, tak terasa. Akhirnya, Adzan Subuhpun menyentuh telinga. Selepas jamaah Subuh, masih ada satu dua yang menyerahkan berkas. Saya berkeputusan bahwa saya batasi sampai jam 05.30. Karena, jam 06.00 saya harus mengantarkan anak ragil saya ke sekolah. Yang jaraknya lumayan jauh. Menjelang jam 05.30, saya rundingan dengan Mas Sunu. Kira kira siapa yang bisa menggantikan sementara menjaga berkas berkas salinan C1 itu. Mas Sunu tidak bisa, karena ia juga harus siap siap masuk kerja. Sayapun, mencoba meminta tolong kepada kawan “yang satu” itu. Ternyata, ia juga tidak bisa. Tiba tiba, terlintaslah nama Mas Basyori. Saya lalu menelponnya : “Isoh ngganti sementara aku ?. Njaga penyerahan berkas sakinan C1. Iki aku kudu bali sik. Ngantar anak ragil sekolah”. “Ya oke. Siap. Tapi, aku isohne nganti jam 08.00. Soale kudu makani iwak”, jawabnya. “Oke. Ora apa apa. Mengko ben disambung karo kordes senior. Jare beliau beliau itu jam 09.00 Isoh nyang Ngloji”. “Oke. Siip !”. Dengan sisa sisa tenaga yang sudah hampir 5 Watt itu, saya harus mengantar anak ragil ke sekolah. Yang jaraknya lumayan jauh itu. Begitu sampai di sekolahnya, saya mencari tempat strategis di belokan samping sekolah. Di tepi jalan, di bawah pokok beringin besar. Saya hentikan motor. Saya benamkan kepala yang masih mengenakan helm. Di atas dash board motor. Kedua mata saya pejamkan. Beberapa menit, rasanya tubuh ini terasa melayang terbang. Yaa Allah … nikmatnya.(*)Minggir, 26 Feb. 2024. Uwik DS.
![]()
JAKarta, Pdmsleman.Or.Id Dalam rangkaian kegiatan CB (Capacity Building) ke Jakarta dan Olympicad ke-7 di Bandung yang cukup menarik diawali ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Rabu, 6 Maret 2024. Majelis Dikdasmen PCM Kebayoran menjadi kekuatan dalam mengelola Amal Usaha Muhammadiyah di Kebayoran Baru terdiri dari SD Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah 9 dan SMA Muhammadiyah 3 Jakarta. Ketiga sekolah ini dalam satu komplek di Jalan Limau Bendi Kebayoran Baru Jakarta Selatan selain itu PCM juga mengelola 1 Rumah Sakit Taman Puring. Semua menjadi satu managemen PCM Kebayoran Baru. Menurut Kepala Sekolah Ahmad Saifuddin, S.Pd bahwa kurikulum sesuai kebutuhan dan pembiasaan di komplek Limau Bendi terdiri dari tiap hari dimulai jam 6.45 WIB berupa menyanyikan Indonesia Raya, Mars Sang Surya dan Mars SMA Muhammadiyah 3 Jakarta untuk siswa SD berupa Sholat Duha. Sementara untuk SMA wudhu dari rumah kemudian sholat duha di kelas masing-masing. “Adanya tamu menjadi berkah dari tamu tersebut ” tambah Ahmad Saifuddin. Dalam sambutannya Drs. H. Abdul Kasri wakil ketua PDM Sleman menyampaikan rasa gembira karena dapat bersilaturahmi. Harapannya membawa berkah bagi kita semua terkhusus bagi 25 SMP Muhammadiyah se-Sleman untuk dapat diterapkan di Sleman. Ketua Majelis Dikdasmen PCM Kebayoran Baru Ahmad Said Matondang, ME, Sy banyak membuat tawa dan canda dalam menyampaikan “Konsep dan Strategi Sekolah Muhammadiyah Unggul dan Mencerahkan.” Ahmad Said Matondang sebelumnya juga guru SD dan kepala sekolah Muhammadiyah menyampaikan bahwa dengan pelayanan yang prima atau service excellen dimulai tahun 2017 dari 1325 siswa saat ini menjadi 2.543 siswa di Komplek ini terdiri dari SD Muhammadiyah 5, SMP Muhammadiyah 9 dan SMP Muhammadiyah 3 Jakarta. Ketiga sekolah ini dikelola oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebayoran dimana tiap selasa koordinasi rutin dengan sekolah. Bahwa sekolah Muhammadiyah itu harus memantaskan diri dalam pelayanan, jika pelayanan 5 menit bisa kenapa harus ditunda, selain itu juga inovasi sekolah, dan branding. Selanjutnya Ahmad Said Matondang memberi kiat dan prinsip agar sekolah itu unggul dan berkemajuan yakni: memiliki ruh Islami, misi dakwah dan tajdid, keikhlasan dari pimpinan dan kader, sistem modern, adaptif terhadap perubahan dan rahmatan lil alamiin. Selanjutnya segenap peserta diajak berkeliling melihat proses pembelajaran interaktif dan menarik serta penampilan tiap ruang dan sudut sekolah yang tertata rapi, kelas ber-ac, bahkan ada music corner, GOR bulutangkis dan futsal di komplek Jalan Limau Kebayoran Baru satu komplek dengan Uhamka Jakarta Selatan. Reportase H. Wahdan Arifudin S.PD, KS SMPM 1 Tempel, MPI PDM Sleman
![]()