NALIKANE LINGSIR WENGI

Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 14).__ Saya sempat menyapu pandang pada jam dinding besar, yang terpasang di atas kusen pintu ruang utama Ngloji. “Ahh … Masih belum terlalu malam kok”, batin saya. “Tapi, mengapa beberapa tim IT dan kordes yang perempuan, nampak sudah mulai berkemas kemas ?”, batin saya. Saya terkecoh. Rupanya, jam dinding besar itu lebih lambat 30 menit dari yang semestinya. Berarti saat ini sudah jam 22.30. Waktu yang cukup larut buat teman teman perempuan itu. Satu per satu, mereka pamit. Undur diri. Sementara itu, di ruang sayap Utara, para senior kordes itu masih setia di tempat. Menunggu para saksi menyerahkan. salinan C1 hasil. Namun, itu hanya beberapa saat saja. Sesaat kemudian, bapak bapak itu juga undur diri. Berkas salinan C1 yang diserahkan oleh saksi, kemudian diserahterimakan kepada Kordes yang lebih muda. Tiba tiba, muncullah Mbak Handayani. Saksi Syauqi dari TPS Botokan. Rupanya, dia diantar oleh Sang Suami, Mas Murjono. Menyerahkan salinan C1 hasil. Pak Satidjo, melalui group SQ Sendangarum, memutuskan untuk membawa pulang berkasnya. Dan bersedia menerima penyerahan berkas di kediamannya, besok hari. Demikian pula dengan Pak Wagiyo, untuk yang Sendangsari. Jadi, praktis tinggal yang Sendangrejo, Sendangagung dan Sendangmulyo yang masih menerima penyerahan berkas salinan C1. Sesaat kemudian, semua tim IT dan kordes juga undur diri. Tinggal Mas Fathan yang bertahan. Itupun tidak lama, sesaat kemudian, iapun undur diri. Semua berkas salinan C1 hasil diserahkan ke saya. Saya sempat kembali melirik jam dinding itu. Pukul : 11.00 malam. Ups, salah. Harus ditambah 30 menit. Berarti, pukul : 11.30 malam. Malam merangkak pelan. Sepi. Sunyi. Semua bunyi telah sembunyi. Hanya tinggal 3 orang yang sekilas masih terlihat. Ada Mas Sunu dan Pak Samija. Serta satu orang lagi, entah siapa. Tidak begitu jelas. Pak Samija adalah saksi Syauqi di TPS 03 Sendangarum. Tiba tiba, datanglah seorang saksi perempuan. Dari TPS Sendangagung. Saya pikir, dia sendirian. Ternyata, diantar ibunya. Saya harus bertahan 30 menit lagi. Group saksi SQ sudah sepi. Sudah tidak ada lagi komentar. Akhirnya, jam dinding itu menunjuk : 11.30 Itu artinya : pukul 00.00. Saya mulai berkemas kemas. Mas Sunu dan Pak Samija membantu menutup semua jendela dan pintu Ngloji. Serta membersihkan sisa makanan dan wadah makan dan minum yang berserak di sana sini. Tepat 00.10. Saya dan Pak Samija undur dirii. Sedangkan Mas Sunu masih bertahan di Ngloji. Ada satu orang lagi, yang masih ada di ruang LazisMu. Tapi tidak jelas, siapa ia. Seingat saya, sedari tadi, ia hanya tidur di kursi ruang LazisMu. “Aku balik sik ya Mas !?”, kata saya. “Ya wis ati ati !”, jawab Mas Sunu. “Ora bali pa ?”, tanya saya. “Ya sik. Dela engkas !”, jawabnya. Sayapun segera memacu motor. Otw. “Ngalup nyang hamur”. Begitu sampai di rumah, “Weh, jam pira marine TPS kene mau ?”, tanya saya ke istri saya. “Baru saja selesai. Tas wae lungguh iki”, jawabnya. Ketika baru saja saya duduk, tiba-tiba, HP saya bergetar. Ada panggilan masuk. Nomer yang tak dikenal. “Hallo… Assalammu ‘alaikum. Mas Dwi”. “Wa alaikum slm wrwb. Sinten nggih niki ?”, tanya saya. “Kula Rochmani Mas”. “Pripun Pak Rochmani ?”. “Kok jarene Ngloji mpun tutup nggih ? “, katanya. “Nggih Pak. Niki sesuai kesepakatan wau. Justru usule saking beberapa saksi. Terus dirembug kalih tim TPC SQ. Lajeng diputuske penerimaan salinan C1 ngantos jam 00.00. Mulane, wau Ngloji mpun ditutup. Dilajengje besok pagi”, jelas saya. “Wah pripun nek ngoten niku ?”, katanya. “Lhoh Pak. Nyuwun sewu. Niki sing mutuske sanes kula piyambak lho. Niki wau sampun disepakati kalih sedaya anggota tim TPC. Usulane malah saking beberapa saksi”, terang saya. “Wah, kudune nggih nunggu saksi. Ampun tutup riyin. Lha niki kula tasih teng TPS. Njenengan wis bali. Kudune rak ya sithik edhing ngoten lho”, sambungnya.. Begitu mendengar kalimat terakhir dari Pak Rochmani itu, saya langsung berdiri. Rasa kantuk saya langsung hilang. Saya langsung membalas Pak Rochmani : ” Sudah pak. Gini aja. Njenengan jam berapa akan nyerahkan salinan C1 ?”. “Nggih paling setengah jam an malih Mas !”, katanya. “Nggih pun. Kula tengga teng Ngloji !”, tegas saya. Saya langsung ingat Mas Sunu. Saya menghubunginya : “Hallo … Mas Sekjend apakah masih posisi di Ngloji ?”. “Masih …!. Piye …?”, katanya. “Tolong, lawange Ngloji dibuka !. Aku arep mrono maneh !”, kata saya. Saya lalu bergegas mengambil tas berisi berkas berkas salinan C1. Mengambil kunci motor. Lalu bergegas keluar. Tiba tiba, saya ingat anak mbarep saya. Yang jadi saksi SQ di TPS 07 Sembuhan Kidul. “Fadhli wis mulih tah ?” tanya saya kepada istri saya. “Durung !. Kasihan anak itu. Mbok nanti ditiliki !”, sambungnya. Sebelum meluncur ke Ngloji, saya sempat membuat pengumuman di Group saksi SQ Minggir. “NGLOJI DI BUKA LAGI. 24 JAM”. Sayapun segera memacu motor. Kembali ke Wisma Ngloji. Nampak, Mas Sunu masih ada di sana. Seseorang yang sedari tadi tidur di kursi Lazis, juga masih ada di sana. Masih tidur. Begitu saya masuk ruangan Lazis, ia terbangun. Beberapa saat kemudian, ada suara motor berhenti di halaman Ngloji. Dua orang anak muda masuk. Menyerahkan salinan C1 hasil.Saksi dari TPS Sendangagung. Tiba-tiba, seseorang yang sedari tadi tidur dan kemudian bangun itu, nampak duduk di kursi. Lalu berkata : “Kudune, nek pas ana acara kaya ngene iki, panitia kudu sigap. Kantor ora oleh tutup. Buka 24 jam”. Saya cuma mendengarkannya, Ia masih berkata lagi : “Blaaa …. Blaaa ….Blaaa …”. Saya mulai terpancing : “He ….Mas …. Sampeyan iki gak ngerti kenthang kimpule. Dadi gak usah melok melok !”.(*) Minggir, 25 Feb. 2024.Waktu hujan lebat, sebelum Ashar. Uwik DS.

Loading

NALIKANE LINGSIR WENGI

Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 14).__ Saya sempat menyapu pandang pada jam dinding besar, yang terpasang di atas kusen pintu ruang utama Ngloji. “Ahh … Masih belum terlalu malam kok”, batin saya. “Tapi, mengapa beberapa tim IT dan kordes yang perempuan, nampak sudah mulai berkemas kemas ?”, batin saya. Saya terkecoh. Rupanya, jam dinding besar itu lebih lambat 30 menit dari yang semestinya. Berarti saat ini sudah jam 22.30. Waktu yang cukup larut buat teman teman perempuan itu. Satu per satu, mereka pamit. Undur diri. Sementara itu, di ruang sayap Utara, para senior kordes itu masih setia di tempat. Menunggu para saksi menyerahkan. salinan C1 hasil. Namun, itu hanya beberapa saat saja. Sesaat kemudian, bapak bapak itu juga undur diri. Berkas salinan C1 yang diserahkan oleh saksi, kemudian diserahterimakan kepada Kordes yang lebih muda. Tiba tiba, muncullah Mbak Handayani. Saksi Syauqi dari TPS Botokan. Rupanya, dia diantar oleh Sang Suami, Mas Murjono. Menyerahkan salinan C1 hasil. Pak Satidjo, melalui group SQ Sendangarum, memutuskan untuk membawa pulang berkasnya. Dan bersedia menerima penyerahan berkas di kediamannya, besok hari. Demikian pula dengan Pak Wagiyo, untuk yang Sendangsari. Jadi, praktis tinggal yang Sendangrejo, Sendangagung dan Sendangmulyo yang masih menerima penyerahan berkas salinan C1. Sesaat kemudian, semua tim IT dan kordes juga undur diri. Tinggal Mas Fathan yang bertahan. Itupun tidak lama, sesaat kemudian, iapun undur diri. Semua berkas salinan C1 hasil diserahkan ke saya. Saya sempat kembali melirik jam dinding itu. Pukul : 11.00 malam. Ups, salah. Harus ditambah 30 menit. Berarti, pukul : 11.30 malam. Malam merangkak pelan. Sepi. Sunyi. Semua bunyi telah sembunyi. Hanya tinggal 3 orang yang sekilas masih terlihat. Ada Mas Sunu dan Pak Samija. Serta satu orang lagi, entah siapa. Tidak begitu jelas. Pak Samija adalah saksi Syauqi di TPS 03 Sendangarum. Tiba tiba, datanglah seorang saksi perempuan. Dari TPS Sendangagung. Saya pikir, dia sendirian. Ternyata, diantar ibunya. Saya harus bertahan 30 menit lagi. Group saksi SQ sudah sepi. Sudah tidak ada lagi komentar. Akhirnya, jam dinding itu menunjuk : 11.30 Itu artinya : pukul 00.00. Saya mulai berkemas kemas. Mas Sunu dan Pak Samija membantu menutup semua jendela dan pintu Ngloji. Serta membersihkan sisa makanan dan wadah makan dan minum yang berserak di sana sini. Tepat 00.10. Saya dan Pak Samija undur dirii. Sedangkan Mas Sunu masih bertahan di Ngloji. Ada satu orang lagi, yang masih ada di ruang LazisMu. Tapi tidak jelas, siapa ia. Seingat saya, sedari tadi, ia hanya tidur di kursi ruang LazisMu. “Aku balik sik ya Mas !?”, kata saya. “Ya wis ati ati !”, jawab Mas Sunu. “Ora bali pa ?”, tanya saya. “Ya sik. Dela engkas !”, jawabnya. Sayapun segera memacu motor. Otw. “Ngalup nyang hamur”. Begitu sampai di rumah, “Weh, jam pira marine TPS kene mau ?”, tanya saya ke istri saya. “Baru saja selesai. Tas wae lungguh iki”, jawabnya. Ketika baru saja saya duduk, tiba-tiba, HP saya bergetar. Ada panggilan masuk. Nomer yang tak dikenal. “Hallo… Assalammu ‘alaikum. Mas Dwi”. “Wa alaikum slm wrwb. Sinten nggih niki ?”, tanya saya. “Kula Rochmani Mas”. “Pripun Pak Rochmani ?”. “Kok jarene Ngloji mpun tutup nggih ? “, katanya. “Nggih Pak. Niki sesuai kesepakatan wau. Justru usule saking beberapa saksi. Terus dirembug kalih tim TPC SQ. Lajeng diputuske penerimaan salinan C1 ngantos jam 00.00. Mulane, wau Ngloji mpun ditutup. Dilajengje besok pagi”, jelas saya. “Wah pripun nek ngoten niku ?”, katanya. “Lhoh Pak. Nyuwun sewu. Niki sing mutuske sanes kula piyambak lho. Niki wau sampun disepakati kalih sedaya anggota tim TPC. Usulane malah saking beberapa saksi”, terang saya. “Wah, kudune nggih nunggu saksi. Ampun tutup riyin. Lha niki kula tasih teng TPS. Njenengan wis bali. Kudune rak ya sithik edhing ngoten lho”, sambungnya.. Begitu mendengar kalimat terakhir dari Pak Rochmani itu, saya langsung berdiri. Rasa kantuk saya langsung hilang. Saya langsung membalas Pak Rochmani : ” Sudah pak. Gini aja. Njenengan jam berapa akan nyerahkan salinan C1 ?”. “Nggih paling setengah jam an malih Mas !”, katanya. “Nggih pun. Kula tengga teng Ngloji !”, tegas saya. Saya langsung ingat Mas Sunu. Saya menghubunginya : “Hallo … Mas Sekjend apakah masih posisi di Ngloji ?”. “Masih …!. Piye …?”, katanya. “Tolong, lawange Ngloji dibuka !. Aku arep mrono maneh !”, kata saya. Saya lalu bergegas mengambil tas berisi berkas berkas salinan C1. Mengambil kunci motor. Lalu bergegas keluar. Tiba tiba, saya ingat anak mbarep saya. Yang jadi saksi SQ di TPS 07 Sembuhan Kidul. “Fadhli wis mulih tah ?” tanya saya kepada istri saya. “Durung !. Kasihan anak itu. Mbok nanti ditiliki !”, sambungnya. Sebelum meluncur ke Ngloji, saya sempat membuat pengumuman di Group saksi SQ Minggir. “NGLOJI DI BUKA LAGI. 24 JAM”. Sayapun segera memacu motor. Kembali ke Wisma Ngloji. Nampak, Mas Sunu masih ada di sana. Seseorang yang sedari tadi tidur di kursi Lazis, juga masih ada di sana. Masih tidur. Begitu saya masuk ruangan Lazis, ia terbangun. Beberapa saat kemudian, ada suara motor berhenti di halaman Ngloji. Dua orang anak muda masuk. Menyerahkan salinan C1 hasil.Saksi dari TPS Sendangagung. Tiba-tiba, seseorang yang sedari tadi tidur dan kemudian bangun itu, nampak duduk di kursi. Lalu berkata : “Kudune, nek pas ana acara kaya ngene iki, panitia kudu sigap. Kantor ora oleh tutup. Buka 24 jam”. Saya cuma mendengarkannya, Ia masih berkata lagi : “Blaaa …. Blaaa ….Blaaa …”. Saya mulai terpancing : “He ….Mas …. Sampeyan iki gak ngerti kenthang kimpule. Dadi gak usah melok melok !”.(*) Minggir, 25 Feb. 2024.Waktu hujan lebat, sebelum Ashar. Uwik DS.

Loading

Pelatihan Menulis Best Practice bagi Guru dan Kepsek SMP Muhammadiyah se-Sleman

Depok, Pdmsleman.Or.Id Dengan tema “Mengenalkan Sekolah dengan Cerita”, Universitas Negeri Yogyakarta dan BKS (Badan Kerjasama Sekolah) SMP Muhammadiyah se-Sleman sukses menggelar Pelatihan Menulis Pengalaman Baik (Best Practice) dengan Pendekatan Proses dan Model STAR bagi guru dan kepala sekolah SMP Muhammadiyah se-Sleman. Program diprakarsai oleh Dosen Berkegiatan di Luar Kampus kerjasama antara Tim PkM FBSB Universitas Negeri Yogyakarta dan BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman. Bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Depok, sebanyak 50 peserta baik guru dan kepala sekolah perwakilan 25 SMP Muhammadiyah se-Sleman mengikuti dengan antusias dari pagi sampai sore hari pada Sabtu, 2 Maret 2024. Dalam kesempatan itu hadir 5 (lima) nara sumber secara bergantian diantaranya Prof. Dr. Anwar Efendi, M.Si, Dwi Budiyanto, M.Hum, Dr. Awla Akbar Ilma, M.A., Faisal Isnan, M.Pd dan Dwi Hanti Rahayu, M.Pd,. Pada sesi pertama, Prof. Dr. Anwar Efendi menyampaikan paparan pertama tentang pengalaman atau praktik baik khusus di sekolah yang harus dilakukan guru maupun kepala sekolah agar setiap apa yang kita lakukan itu yang terbaik. Dalam paparannya Prof Anwar menyampaikan inspirasi dari tokoh-tokoh dunia dan tokoh dari Indonesia agar menjadi inspirasi kita, “bahwa betapa The Power of words, kekuatan kata-kata bisa membangun kekuatan positif,  Praktik baik bisa dimulai dengan sentuhan yang konstruktif/membangun”. Pendidikan ke depan diarahkan ke-hearth. Dipastikan jika belajar itu anak-anak harus diarahkan mengkontruk meaning making, makna menjadi milik, tidak sekedar meaning getting tidak sekedar menyampaikan pokok bahasan. Bagaimana agar menjadi praktik baik maka yang pertama adalah tidak harus besar-besar tapi dari hal-hal kecil dulu yang sudah dilakukan, misal kita jadi kepala sekolah atau waka atau guru ada siswa yang terlambat maka apa yang harus kita lakukan agar menjadi praktik baik terhadap siswa tersebut. Pendidikan itu sejatinya menyelamatkan jiwa bukan sekedar mencerdaskan saja. Paparan kedua disampaikan oleh Dwi Budiyanto, M.Hum, menyampaikan contoh-contoh best practice dan sharing dengan peserta pelatihan agar best practice terus kita kembangkan melalui kegiatan sehari-hari di sekolah dalam hubungan dengan guru dan siswa agar menjadi contoh yang bisa diadaptasi dan menjadi inspirasi bagi orang lain. Paparan sesi ketiga oleh Dr. Awla Akbar Ilma, M.A. menggambil materi; Menulis dengan metode STAR, (Situasi, Tantangan, Aksi, dan Reaksi), maksudnya berisi tentang sebuah cerita yang dekat dengan kita dan ada dialog dan betul-betul dialami dan mengalir dari situasi satu dan berikutnya. Bahasanya bahasa tidak baku dan ada sentuhan sastrawi, Pertama tentang situasi, kemudian masuk ke tantangan, misal bertemu dengan siswa malas kemudian aksinya apa, didekati dan komunikasi seperti apa serta reaksinya apa. Situasi adalah gambaran-gambaran atas kondisi dan situasi yang menjadi latar belakang kisah Tantangan apa, malas, pendiam maka agar aktif, aksi langkah konkrit yang dilakukan untuk menyelesaikan tantangan, bagaimana dampak atau reaksi mengatasi masalah atau tantangan. Dengan metode STAR dibuat tabel yang menjelaskan Situasi apa, Tantangan bagaimana, Aksinya apa, dan reaksinya sepertinya apa. Sesi keempat disampaikan oleh Faisal Isnan, M.Pd dengan Materi Meninjau Aspek Kebahasaan “ dalam proses menulis ada tahapan yakni ada 4 proses yaitu; pra menulis, menulis draf, revisi dan penyuntingan”. Pertama pra menulis yakni menggali ide tulisan dan mengumpulkan bahan. Kedua membuat draf, membuat rancangan tulisansecara kasar dan belum detail. Ketiga, revisi yakni penulis melakukan revisi terhadap apa yang menjadi catatan, masukan, perubahan pada proses sebelumnya. Keempat, penulis melakukan penyuntingan terhadap tulisan yang digunakan. Menyunting naskah dari segi kebahasaan yaitu menerapkan kaidah bahasa dengan baik benar. Maksud bahasa dengan baik yakni sesuai situasi dan konteksnya kemudian maksud bahasa yang benar itu sesuai kaidah Bahasa Indonesia. Apa yang disunting? Pertama, Ejaannya, sesuai EYD Edisi V (kelima). Kedua, diksi atau sesuai istilah baku, makna harus tepat, pilihan kata. Ketiga, struktur kalimat yakni minimal ada Subyek dan Predikat sebagai harga mati. Penyuntingan dapat melalui aplikasi KBBI VI Daring. Selain itu bisa melalui Tesaurus Tematis terkait kata atau kosa kata. Para peserta pada kesempatan ini dibimbing untuk menyusun best practice dalam mendampingi siswa di sekolah, dan dibimbing oleh para dosen dari UNY Yogyakarta. Tindaklanjutnya adalah memaparkan best practice secara daring pada akhir Maret 2024 dan membukukan kumpulan praktik baik itu dalam sebuah buku agar menjadi inspirasi dalam membimbing peserta didik. Pada penutupan acara Hendro Sucipto, S.Ag, M.Pd selaku Ketua BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman menyampaikan ucapan terima kasih atas materi yang diberikan oleh FBSB UNY Yogyakarta semoga ke depan terus bekerjasama dan mengembangkan system pendidikkan dalam mendampingi siswa lebih baik lagi dan berkemajuan. Wahdan Arifudin, S.Pd, SMP Muhammadiyah 1 Tempel  MPI PDM Sleman

Loading

Kursus Intensif Mubaligh Muhammadiyah Ke-2, Angkat Tema Shalat Lail dan Permasalahannya  

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Tabligh PDM Sleman telah menyelenggarakan Kursus Intensif Mubaligh Muhammadiyah (KIMM). Bertempat di Ruang Lab SMK Muhammadiyah 2 Sleman, pada hari Sabtu  2 Maret 2024 mulai pukul 08.30 hingga 11.30 diiikuti oleh 60 peserta dari berbagai cabang se-Kabupaten Sleman. Acara KIMM ini menghadirkan Ustadz Asep Shalahuddin, S. Ag., M.Pd.I. dari MTT PP Muhammadiyah. Yang mendasari program ini, adanya fakta di lapangan, bahwa produk-produk pemikiran persyarikatan seperti: HPT, Fatwa Tarjih dan lainnya, semestinya telah tersosialisasi dengan baik di kalangan warga Muhammadiyah. Namun sering muncul pertanyaan dari warga Muhammadiyah mengenai masalah penting tertentu, sedangkan masalah itu telah ada jawabnya di dalam produk-produk persyarikatan tersebut. Untuk itu perlu forum kajian keislaman dalam format kursus singkat, serta dilakukan secara intensif dan berkala. “ Lewat kursus ini peserta diajak mengkaji suatu topik keislaman secara utuh dan tuntas, untuk kemudian disebarluaskan kepada warga Muhammadiyah serta umat Islam pada umumnya”. Demikian disampaikan oleh ketua Majelis Tabligh PDM Sleman, Wildan Wahied, SHI. Secara khusus, KIMM juga bertujuan untuk memahamkan para mubaligh terhadap masalah keislaman yang menjadi kekhasan manhaj Muhammadiyah. Misalnya masalah hisab haqiqi wujudul hilal, shalat Tarawih 4-4-3, shalat iftitah dalam pengamalan di bulan Ramadhan. Sementara itu Ustadz Asep dalam makalah yang berjudul “Shalat Lail dan Permasalahannya”, serta power point (PPt), Ustadz asal Garut ini menuturkan bahwa shalat lail disebut juga tahajjud, witir, qiyamu lail ataupun qiyamu Ramadhan. Adapun mengenai jumlah rakaat sholat lail, 11 rakaat. Berdasarkan hadits Riwayat Abu Salamah bin Abdirrahman Ketika bertanya kepada ‘Aisyah. Sedangkan mengenai urutan rakaat, ada 10 cara (Tanya Jawab Agama 3, 107-115). Yang umum 4-4-3. Ustadz Asep mengingatkan kepada takmir masjid binaan Muhammadiyah “ agar di saat memulai Ramadhan tak hanya mengumumkan kegiatan Ramadhan saja, namun yang lebih penting menjelaskan tata cara pelaksanaan shalat lail ataupun shalat tarwih”. Dimulai dengan shalat iftitah yang ringan tetapi bukan cepat, boleh sendiri maupun berjamaah. Kemudian shalat tarwih yang dilakukan dengan tetap tumakninah dan diselingi istirahat. Setelah ceramah, acara dilanjutkan tanya jawab dan foto bersama. Mengenai materi kajian pada KIMM 3 yang akan datang di saat menghadapi Idul Adha, peserta boleh mengusulkan topik masalah yang perlu dikaji. Reportase Suwandi (SWD) Majelis Tabligh PDM Sleman.  M. Ridwan Sekretariat PDM Editor  Arief  Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kunjungan Balasan Delegasi Guru Besar Kluang Johor Malaysia ke Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Sebanyak 29  personil dan guru besar Kluang Johor Malaysia melakukan lawatan balasan ke Sleman Yogyakarta diterima Bupati Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo. Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada Selasa malam, 27 Februari 2024 mereka di bawah pimpinan Guru Besar Tuan Johadi bin Parco disambut dan diterima dengan hangat dalam Gala Dinner International School Colaboration. Acara ini digelar atas inisiasi BKS (Badan Kerjasama Sekolah) SMP Muhammadiyah se-Sleman dan  Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman serta Pemerintah Kabupaten Sleman. Dalam sambutannya Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo menyampaikan terima kasih atas kerjasama antar sekolah di SMP Muhammadiyah se-Sleman dengan Sekolah di Kluang Johor Malaysia. “ Hal ini akan menjadikan kemajuan pendidikan di Kabupaten Sleman karena saling menerapkan dan mengisi demi kemajuan pendidikan di Sleman”. Ketua BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman Hendro Sucipto, S.Ag, M.Pd  menyampaikan ucapan terima kasih sehingga acara ini dapat berjalan atas dukungan berbagai pihak baik teman-teman 25 kepala sekolah SMP Muhammadiyah se-Sleman yang hadir semua pada malam itu juga Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman serta Pemkab Sleman. Acara kunjungan ke Kluang Johor beberapa waktu lalu bulan November 2023 ke SK Tunku Mahmood 2 sekaligus menjalin kerjasama di bidang pengembangan pendidikan. “ “Selanjutnya semoga SMP Muhammadiyah se-Sleman Insya Allah sekolah unggulan”, pungkas Hendro Sucipto. Acara dihadiri juga ketua PDM Sleman H. Harjaka, S.Ag, S.Pd, MA dan segenap jajarannya, yang menyampaikan gembira dan senang namun sekaligus rasa deg-degan karena menyambut para guru besar atau profesor jika di Indonesia ternyata guru besar itu kepala sekolah. Kedepan semoga semakin maju kerjasamanya.  Selain itu juga hadir kepala Dinas Pendidikan Sleman Drs. H. Ery Widaryana, M.M dan segenap jajarannya serta ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman H. Surakhmad, S.Pd dan jajarannya. Juga hadir perwakilan BKS SD dan SMA/K Muhammadiyah se-Sleman. Kehadiran tamu guru besar atau rombongan kepala sekolah dari Kluang Johor Malaysia disambut dengan lagu-lagu oleh perwakilan kepala sekolah SMP Muhammadiyah se-Sleman di bawah koordinasi  Hasanuddin Salimi, M.Pd yang juga ketua Lembaga Seni dan  Budaya PDM Sleman. Acara menjadi meriah setelah pidato dari Guru besar Kluang Johor yakni Johadi Bin Parco yang cukup memahami perjuangan dari Kyai Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah dan juga pesan-pesan Kyai Ahmad Dahlan untuk “Hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari hidup di Muhammadiyah.” Tuan Johadi juga tak kalah ikut menyumbang lagu pada kesempatan malam itu. Acara ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dan foto bersama. Reportase H. Wahdan Arifudisn S.Pd  KS SMPM 1 Tempel , MPI PDM Sleman

Loading

KONSUMSI SAKSI

Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 11).Malam, sebelum ke Wisma Ngloji, saya menyempatkan berkirim pesan kepada Tim TPC SQ, melalui Group SQ Minggir : “Mengingatkan kembali, besok Rabu, 14 Februari 2024, semua personil tim TPC SQ Minggir, ketua PRM, kordes, tim IT dan relawan SQ harap sudah berada di Posko Ngloji pada jam 10.00 WIB. Untuk itu harap bisa mengkondisikan diri”. “Untuk teman teman tim IT dan kordes junior, jangan lupa membawa lap top dan perlengkapan alat tulis seperlunya”, sambung saya. Dan, keesokan harinya : 14 Februari 2024. Pukul 09.30. Saya sudah merapat di Ngloji. Rupanya, paketan konsumsi untuk saksi dan semua petugas yang terlibat dalam TPC SQ, sudah datang. Semuanya didrop di ruang LazisMu. Beberapa person LazisMu, sekoci Aisyiyah dan beberapa relawan sudah nampak sibuk. Mereka menyiapkan dan memasukkan makanan dan minuman itu dalam sebuah wadah. Paketan konsumsinya adalah :2 box snack, untuk pagi dan sore1 box nasi, untuk makan siang2 botol air mineral. Satu per satu, semua anggota Tim TPC hadir. Tak lama berselang, pada pukul 10.15, semua person sudah komplit. Sesuai dengan hasil kesepakatan di rakor, bahwa konsumsi saksi akan didistribusikan oleh relawan. Tetapi, nampaknya person relawan yang datang belum cukup. Hanya ada Mas Gunardi saja, seorang. Selebihnya adalah ibu ibu Sekoci Aisyiyah. Saya terpaksa meminta bantuan driver AmbulanMu yang stand by. Hanya ada satu orang yang sanggup : Mas Akhid Klodran. Tiba-tiba, di group saksi Syauqi Minggir, ada seorang saksi yang bertanya : “Konsumsi untuk saksi kapan dikirim ya ?”. “Ini masih disiapkan. Mohon sabar menunggu. Bentar lagi didrop”, jawab saya. Hari semakin meninggi, relawan terbatas dan armada juga terbatas. Sudah hampir pukul 10.30. Group saksi SQ Minggir kembali riuh. “Hauuus..!. Konsumsi kok belum datang ?”, komentar salah seorang saksi. Beruntung, Pak Sardi tanggap ing sasmita. Rupanya, beliau sudah mempersiapkan diri. Jatah konsumsi untuk saksi Sendangagung, dibawanya sendiri. Dimasukkannya ke dalam armada. Didistribudikan sendiri. Dibantu oleh Bu Erlani dan Bu Watini. Sendangagung teratasi. Tinggal yang lain. Jatah untuk Sendangrejo, Sendangsari dan Sendangarum dijadikan satu armada. Mas Gun dan Mas Akhid yang mengawalnya. Sejurus kemudian, mereka meluncur ke lokasi. Sesuai kesepakatan, konsumsi akan didrop di masing masing ketua ranting. Nanti, ketua ranting yang akan mengirim ke TPS masing masing. Matahari semakin meninggi. Ternyata, istri saya, yang juga saksi Syauqi di TPS 02 Jetis Depok, Sendangsari, ikutan komentar. Dia njapri saya : “Konsumsine kok durung teka ?. Selak luwe. Isuk mau berangkat nyang TPS jam 06.30. Durung sarapan”. “Sik … Sik … Lagi diatur distribusinya”, kata saya. “Kok suwe men ?. Iki saksi DPD PKS wis dikirim jatah. Syauqi kok lambat ?, sambungnya. “Waduh …. Yo wis tunggu ..!”. Tiba tiba, saya kebayang sama Pak Wagiyo. Saya tahu persis, bahwa beliau tidak punya relawan tambahan untuk dropping konsumsi di Sendangsari. Sepersekian detik, otak saya berputar. Lalu, saya putuskan untuk ikut terjun membantu drop makanan. Saya ajak anak saya, Raihan. Berdua kami meluncur ke tempat Pak Wagiyo. Beruntung, makanan baru saja sampai. Lalu, kami “baku atur”. TPS Sendangsari ada 16. Saya bawa separoh, untuk wilayah Sendangsari Selatan. Selebihnya, Pak Wagiyo, untuk wilayah Utara. Alhamdulillah, akhirnya Sendangsari selesai. Demikian juga dengan Sendangrejo dan Sendangarum. Kamipun, meluncur. Kembali ke Posko Ngloji. Di group saksi SQ Minggir, masih ada yang komentar : “Konsumsi untuk Sendangmulyo kok belum sampai nggih ?”. “Yaa Allah. Masih ada satu yang belum”, batin saya. Matahari semakin menyengat. Sudah lewat pukul 11.00. Sekelebatan, saya nampak Pak Nano dan Mas Sunu. Rupanya mereka berdua “baku atur”. Awalnya, oleh karena kekurangan relawan, konsumsi untuk Sendangmulyo akan dibawa oleh Mas Sunu. Semua bahan sudah dimasukkan ke dalam mobilnya. Tapi ternyata, Mas Sunu terbentur “kahanan”. Ia belum nyoblos. Padahal, waktu itu sudah pukul 11.15. Akhirnya, kami sepakat. Konsumsi untuk Sendangmulyo dibagi distribusinya. Yang mendistribusikan 3 orang sekaligus. Biar cepat. Yakni : Pak Nano, saya dan satu lagi, Bu Watini bersama siapa ya : Mbak Ajun ataukah Mbak Endri ? Saya lupa. Kembali, saya mengajak Raihan untuk membawa konsumsi ke beberapa TPS di Sendangmulyo. Akhirnya, paketan konsumsi terakhir bisa kami antarkan ke TPS. Tepat bersamaan dengan kumandangnya Adzan Dzuhur. Urusan konsumsi saksi, pelik juga ternyata.(*)Minggir, 24 Feb.2024. Uwik DS.

Loading

Edukasi Literasi Digital: Menyiapkan Santri TPA Masjid Al-Islam Menyambut Era Society 5.0

Turi, Pdmsleman.Or.Id Tim PKM Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta memberi edukasi literasi digital pada santri di Taman Pendidikan Al-Qur’an Masjid Al-Islam pada tanggal 24 Februari 2024. Bertempat di Gedung Dahwah Al-Islam Randusongo, Donokerto, Turi Sleman, acara ini dihadiri oleh 28 santriwan dan santriwati TPA Masid Al-Islam. Edukasi literasi digital ini juga dihadiri oleh delapan orangtua santri dan 3 orang ustdzah. Sebagai pembicara adalah Sutipyo Ru’iya, mengatakan anak merupakan calon penerus di masa yang akan datang, dengan kondisi dan problem yang berbeda dengan saat ini. Karena itu anak harus mempunyai kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi kondisi pada zamannya. Saat ini sering disebut dengan zaman digital, dimana semua platform kehidupan disuguhkan dengan digitalisasi. Menghadapi era digital ini, Sutipyo Ru’iya mengatakan bahwa “ di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat dengan berbagai kecanggihannya sangat mempengaruhi bagaimana sebaran informasi menghantam kehidupan ini”. Kecepatan informasi dan jangkauan penyebarannya sangat sulit untuk di kendalikan Pada saat inilah pendidikan mempunyai peran penting untuk mengarahkan, meluruskan, dan menguatkan kemampuan masyarakat (anak-anak) dalam menghadapi kenyataan tersebut.  Anak-anak sebagai aset bangsa harus diselamatkan dari kuatnya arus teknologi informasi yang membawa berbagai dampak  baik positif ataupun negatif. Materi edukasi literasi digital ini menitik beratkan pada bagaimana menggunakan handphone yang benar, “ Handphone ibarat pisau bermata dua, pada satu sisi mempunyai banyak manfaat namun di sisi yang lain dapat menjadi pembunuh”. Oleh karena itu handphone harus digunakan secara bijak.  Cara menggunakan handphone yang bijak antara lain: menggunakannya untuk komunikasi dengan memperhatikan adab-adab berkomunikasi, mencari informasi yang harus hati-hati dengan informasi hoax, untuk belajar, serta jangan lalai sehingga menggunakan HP tanpa batas. Menggunakan HP harus dibatasi, karena para santri harus belajar ilmu pengetahuan. Reportase Sutipyo Ru’iya M.SI MPI PDM Sleman

Loading

FORMASI KOMPLIT

Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 8) Satu hari setelah bimtek di SMP Muhammadiyah 1 Minggir, saya sengaja ingin menjajagi seberapa jauh pemahaman para saksi terhadap bimtek tersebut. Saya lalu menanyakannya lewat group saksi SQ Minggir. “Bapak Ibu, Mas Mbak saksi SQ, bagaimana apakah sudah paham mengenai tugas dan peran saksi SQ besok itu ?”. “Wah, belum e Pak !”, jawab salah seorang Ibu. “Saya kemarin tidak ikut bimtek pak. Saya masih masuk kerja”, sela seorang Mbak. “Pak, kapan ada bimtek lagi ? Saya mau ikut!”, tanya seorang Bapak. Bagi saya, cukup sudah keterangan beberapa saksi tersebut. Tambahan lagi, masih ada saksi yang memang pada bimtek pertama tidak bisa hadir. Oleh karena bersamaan ikut acara Hari Aisyiyah di UMY. Setelah berkoordinasi dengan tim TPC, maka kami putuskan untuk mengadakan bimtek susulan. Acara bimtek kedua bisa terlaksana di kediaman salah seorang kordes. Acara berjalan lancar. Dihadiri oleh Mas Afif dan Mas EnKa dari TPD SQ. Setelah bimtek kedua, saya mencoba untuk melakukan kros cek di daftar hadir bimtek. Saya menemukan beberapa fakta. Ternyata, masih ada sekitar belasan saksi yang belum mengikuti bimtek. Baik bimtek pertama maupun kedua. Ini terus terang membuat saya khawatir. Akhirnya, kami memutuskan untuk melakukan bimtek pungkasan. Alias bimtek terakhir. Tempat di Wisma Ngloji. Waktunya : 2 hari sebelum hari H. Acaranya : selain pemantapan terakhir, juga penyerahan surat tugas dari TPW Syauqi untuk para saksi SQ. Acara tersebut begitu penting bagi kami. Pun bagi saksi dan juga bagi PCM dan PCA Minggir. Oleh karena itu, acara bimtek terakhir itu kami bagi menjadi 3 sesi. Sesi 1 (08.00 – 09.00) : rakor bersama antara kordes, PCM, PCA dan relawan. Sesi 2 (09.00 – 11.00), bimtek IT saksi Sendangarum, Sendangsari dan Sendangrejo. Sesi 3 (13.00 – 15.00), bimtek IT saksi Sendangagung dan Sendangmulyo. Ada satu hal yang membuat saya dag dig dug. Jujur, sampai titik terakhir, saya sebetulnya belum bisa menggunakan aplikasi Relawan Sauqi itu. Padahal, target saya adalah sebelum acara bimtek pamungkas, semua saksi harus punya akun sendiri sendiri. Sehingga pada saat bimtek terakhir itu nanti, semua saksi sudah bisa mengisi data data dan mengirimkan foto foto, seolah olah adalah data dan foto perolehan suara Syauqi. Beberapa saat, saya memutar otak. Akhirnya ketemu. Saya harus minta bantuan anak muda yang paham IT. Maka, malam harinya, saya meminta salah seorang saksi Syauqi untuk ke rumah saya. Namanya Nadya. Siswa kelas 3 SMAN Seyegan. Saya minta dia untuk mendaftarkan akunnya para saksi itu. Nadya datang bersama seorang cowok kecil. Yang ternyata adalah adiknya. Siswa kelas 3 SMPN 1 Minggir. Cowok kecil itu namanya Azmi Adil. Di tangan mereka berdua, akhirnya semua akun saksi bisa didaftarkan. Tiba – tiba, sebuah ide muncul dari otak liar saya. “Kenapa tidak sekalian saja kakak beradik itu saya jadikan tim IT. Toh mereka sudah teruji ?”, batin saya. Kedua anak itu saya jadikan tim IT di Sendangagung. Mendukung tugas Mbak Atiin sebagai kordes di sana. Belakangan, akhirnya saya putuskan juga tim IT untuk yang lain. Untuk Sendangsari, saya mendapatkan Mbak Hilma Tsani sebagai tim IT. Mendukung Mbak Nur Faizun sebagai kordes. Sendangrejo, saya mendapatkan Mas Ali Akbar sebagai tim IT. Yang nanti akan bertandem dengan Mas Nur Sahid sebagai kordes. Sendangarum, saya mendapatkan Mas Fajarudin sebagai tim IT. Tandem dengan Mas Irfan Nugroho sebagai kordes. Dan terakhir, saya dan anak saya, Raihan menjadi tim IT Sendangmulyo. Yang nanti akan bahu membahu dengan Mas Fathan sebagai kordes. Alhamdulillah, akhirnya saya telah mendapatkan formasi Tim TPC SQ yang komplit. Tinggal mengujinya di hari ketika bimtek pamungkas. Dan, hari ketika bimtek terakhir itupun datang. Saya tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran. Perkiraan saya meleset. Acara molor lebih satu jam. Padahal, Mas Afif dari Tim IT TPD sudah on time. Datang sebelum jam 08.00. Padahal, Mas Afif pada hari itu juga, jam 09.00 harus memberikan bimtek di Godean. Kepadanya, saya sampaikan permintaan maaf sebesar besarnya. Sudah mengurangi jatah waktunya untuk teman teman di TPC Godean. Kekhawatiran saya bertambah lagi. Ternyata pada acara sesi ke 3, tidak ada tenaga tim IT yang muncul. Semuanya sudah pulang. Tinggal saya dan Nadya. Akhirnya, dengan mengerahkan segenap kemampuan, sayalah yang menyampaikan bimtek IT untuk saksi Sendangagung dan Sendangmulyo. Tentu, dengan baju yang basah kuyub. Gemrobyos peluh dan keringat. Lha apa tumon, gak paham IT kok ngasih bimtek IT. Untung ada mbak Nadya. Yang bisa sedikit membantu. Mengurangi rasa malu saya.(*) Minggir, 23 Feb. 2024.Bada Jumatan. Uwik DS.

Loading

BANYAK BOLONG

Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 6)Saya terus memonitor group TPD DPD SQ. Bahkan, bila mana diperlukan, saya sesekali mengubungi tim TPD SQ. Kalau tidak ke Mas EnKa, ya Kang Darojad. Setelah dirasa sudah cukup, maka tahap berikutnya, kami merencanakan acara Bimtek Saksi SQ. Jadwal sudah kami tetapkan. Yakni, Hari Ahad, 28 Januari 2024. Bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Minggir. Alhamdulillah, acaranya berlangsung antusias. Jumlah saksi yang datang lebih dari 75%. Ada sebagian saksi yang tidak datang. Itupun karena mereka mengikuti acara Hari Aisyiyah di Sportorium UMY. Yang waktunya bersamaan. Nampak juga beberapa person dari TPD SQ. Ada Kang Darojad, Mas EnKa, mas Azis dan Mas Afif (dua nama terakhir adalah yang mewakili Tim IT TPD). Awalnya saya pede. Tapi akhirnya berubah jadi sedikit kecewa. Perkiraan saya meleset. Ternyata, masih banyak hal yang perlu diperbaiki. Itu karena keterbatasan saya mengenai teknis dan tahapan dalam urusan persiapan proses pemungutan suara itu. Saya sama sekali buta tentang hal itu. Bimtek Saksi Syauqi dibagi 2 (dua) tahapan.Tahap pertama, bimbingan dan pemantapan tentang fungsi dan tugas saksi Syauqi. Tahap kedua, bimbingan teknis IT (bimtek IT). Yakni bimbingan kepada saksi terkait dengan cara dan penggunaan Aplikasi Relawan Syauqi. Yang fokusnya adalah cara pengisian dan pengamanan jumlah suara Syauqi melalui aplikasi yang tersambung ke web. Di saat awal, acara tersebut berjalan biasa saja. Namun ketika memasuki sesi bimtek IT, barulah suasana jadi heboh. Muncullah berbagai komentar dan pertanyaan dari para saksi. Berikut hanya sebagian kecil saja komentarnya : “Mas, HP kula kok mboten saget ?”. “Mas, nggen kula kok ming mubeng mubeng terus ?” “Mas, ngajarinnya jangan cepet cepet. Diulangi dari awal Mas ?”. Dan ada beberapa lagi. Di sisi lain, ketika bimtek IT berlangsung, barulah ketahuan bolongnya. “Pertama :”, yang jelas, setiap saksi harus punya dan membawa HP yang mendukung. Pun, sudah terisi kuota yang cukup. Nyatanya, ketika bimtek berlangsung, ada banyak HP yang kuotanya tidak mencukupi. Ada juga HP yang fasilitasnya terbatas Bahkan ada juga saksi yang tidak membawa HP. Saya mendekati seorang bapak. Yang sedari tadi nampak diam. Atau malah bingung. Kebetulan saya kenal dengannya. “Pripun Pak Sanijo ? Kok mendel mawon ? HP ne pundi ?”, tanya saya. “HP kula rusak Pak Dwi. Tapi mangkih pas Hari H, kula ajeng tumbas HP”, katanya. “Lha njenengan paham dereng kalih bimtek e niki wau ?”, sambung saya. “Nggih dereng pak. Tapi tenang mawon Pak Dwi. Mangkih nek mpun gadhah HP, kula yakin. Ngoten niku saget kula pelajari”, jelas Pak Sanijo. “Tenane Pak ?”, balas saya. “Lho estu Pak. Tenang mawon”, katanya. “O nggih. Nggih …”. “Kedua :”, setelah memastikan kelengkapan HP, tahap berikutnya, saksi harus bisa menginstal “aplikasi Relawan Syauqi”. Lalu, diajari cara menggunakannya. Untuk bisa menggunakan aplikasi ini, saksi harus punya nomer akun sendiri sendiri. Data dari setiap akun akan menerangkan nama saksi, nomer TPS dan alamat TPS di mana saksi akan bertugas. Ternyata, untuk mendapatkan atau mendaftarkan nomer akun, maka data dari masing masing saksi haruslah lengkap. Nama lengkap, NIK dan alamat domisili saksi. Di sinilah saya baru paham. Kenapa waktu itu mas EnKa bilang : data saksinya harus lengkap, termasuk NIK nya sekalian. Saya baru sadar. Data saksi hampir semua tanpa NIK. Bahkan beberapa nama saksi ternyata hanya nama panggilan. “Wah, berarti data saksi belum beres ini. Masih jadi PR”, batin saya. Akhirnya, tim IT TPD memberikan jalan keluar. Proses pengisian aplikasi Relawan Syauqi dengan melalui akunnya koordinator TPC. Salah satunya akun saya. Dan, proses uji coba penggunaan aplikasi Relawan Syauqi mulai dicoba oleh para saksi. Hasilnya : lha wong saya saja, sebagai koordinator juga bingung, apalagi saksi !(*) Klaten, 22 Februari 2024.Di sela sela makan siang. Uwik DS.

Loading

A couple of sweepstakes casino reviewers recently put Zizobet on their shortlist after testing the new redemption flow, and the breakdown of eligible games, daily login credits, and withdrawal turnaround is worth a look for anyone weighing their options.
Pour les joueurs francophones qui explorent les alternatives de mise en dehors du cadre régulé, plusieurs guides spécialisés passent en revue la fiabilité et les cotes proposées par les opérateurs disponibles, et l'on trouve notamment une analyse détaillée du paris sportif hors ARJEL qui examine les conditions d'inscription ainsi que les méthodes de paiement acceptées par ces plateformes.
Wer ein seriöses Online-Angebot sucht, achtet auf Lizenz, Spielauswahl und faire Bonusbedingungen, bevor er sich bei casino Zizobet anmeldet und dort Echtgeldspiele ausprobiert.
Veteran slots players know that chasing jackpots on the reels feels best when paired with disciplined bankroll management, so most serious spinners read up on volatility ratings and bonus buy features before they load a new title. Comparing welcome packages, free spin offers, and loyalty rewards across different brands helps casual bettors stretch their deposit further while keeping the entertainment value high. For a deeper look at how wagering requirements, RTP disclosures, and licensing jurisdictions shape the modern online casino landscape, check out https://borroloolahouseboats.com/ where regular updates and curated guides keep enthusiasts informed about the latest iGaming releases, live dealer rooms, and progressive prize pools across the industry.
When comparing new gaming platforms, I always look for a balanced mix of slot variety, fair bonus terms, and reliable withdrawal speeds; Bananzia Casino ticks those boxes with a user-friendly interface and a diverse game library.
Online gokken blijft populair onder Nederlandse spelers die houden van tafelspellen, live casino-ervaringen en moderne videoslots. Wie op zoek is naar een overzichtelijk platform met aantrekkelijke bonussen en een uitgebreid spelaanbod, kan terecht bij Magius Casino, waar registratie eenvoudig verloopt, stortingen snel worden verwerkt en de klantenservice dag en nacht bereikbaar is voor vragen over spelregels of accountinstellingen.
Steeds meer Nederlanders ontdekken de spanning van online gokken, waarbij ze op zoek gaan naar een betrouwbaar platform met een uitgebreid aanbod. Nyx Bets Casino voldoet aan deze wens met een ruime collectie gokkasten, tafelspellen en live casinospellen, aangevuld met aantrekkelijke bonussen en een gebruiksvriendelijke interface.
Modern casino reviewers tend to weigh bonus wagering terms, slot RTP listings, and live dealer game variety before publishing their take, and Odinfortune often pops up in those side-by-side breakdowns.
Australian players looking for a polished online gaming hub often compare what Zoome brings to the table against locally licensed competitors, noting its broad pokies catalogue, AUD-friendly banking, and a loyalty setup that feels tuned to the way punters in Sydney, Melbourne, and Perth tend to play across long weekend sessions.
Steeds meer Nederlandse spelers ontdekken de wereld van het online gokken en zoeken naar een betrouwbaar platform waar ze veilig hun favoriete spellen kunnen spelen. Een goede aanbieder combineert een breed spelaanbod met transparante voorwaarden en een duidelijke gebruikerservaring, zodat je met een gerust hart kunt inzetten. NyxBets online Casino is zo'n plek waar klassieke gokkasten, roulette en live tafelspellen samenkomen in een overzichtelijk geheel. Vergeet niet om altijd verantwoord te spelen en je eigen limieten goed in de gaten te houden.
Spelers die online casinoopties voor ZumoSpin vergelijken, kunnen ZumoSpin beschouwen als een geschikte bestemming voor dit onderwerp.
Wie in Nederland graag een gokje waagt online, let tegenwoordig scherp op betrouwbaarheid, snelle uitbetalingen en een overzichtelijk spelaanbod; een platform als KIKI weet daar met transparante voorwaarden en een breed scala aan slots en live tafelspelenvolop op in te spelen.
Players looking for hassle-free ways to enjoy classic table games and slots online often compare welcome bonuses and payout speeds before signing up, and a solid resource like ModernGhana - bingo sites no ID verification UK can help simplify the decision when you want to skip lengthy signup checks and get straight to the action.
Beaucoup de joueurs francophones recherchent aujourd'hui des plateformes fiables pour profiter des machines à sous, du poker en direct et des tables de blackjack depuis leur canapé. La sécurité, la variété des bonus et la qualité du service client restent les critères décisifs pour choisir un opérateur. Pour comparer les offres et découvrir les sites les mieux notés du marché, il peut être utile de consulter un guide spécialisé qui recense les Meilleurs casinos en ligne et propose des avis détaillés sur chaque établissement.
Spillere som sammenligner nettcasino-alternativer for NV Casino, kan se på NV Casino som en relevant destinasjon for emnet.
Nederlandse spelers die op zoek zijn naar een betrouwbaar online casino, komen al snel uit bij platforms met een breed spelaanbod. Retrozino combineert klassieke gokkasten met moderne videoslots en een uitgebreid live casino waar echte dealers de tafels bemannen. Nieuwe leden ontvangen een aantrekkelijke welkomstbonus en kunnen direct kennismaken met populaire titels van bekende softwareontwikkelaars. Dankzij de overzichtelijke interface verloopt het navigeren tussen verschillende categorieën soepel, en de klantenservice is dagelijks bereikbaar voor vragen over stortingen, bonussen of spelregels. Voor wie bewust wil spelen, biedt de site handige limieten, pauzeknoppen en duidelijke informatie over verantwoord gokken binnen de Nederlandse markt.