Muhammadiyah Sleman Expo #1 Hadirkan Lomba Gobag Sodor untuk Siswa SD dan MI

Dalam rangka memeriahkan gelaran Muhammadiyah Sleman Expo #1, panitia menghadirkan kegiatan edukatif dan rekreatif berupa Lomba Gobag Sodor yang diperuntukkan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Ahad, 11 Januari 2026, bertempat di Atrium Shinta, Sleman City Hall, mulai pukul 14.30 hingga 17.30 WIB. Lomba Gobag Sodor ini menjadi salah satu agenda unggulan dalam Muhammadiyah Sleman Expo #1 yang berlangsung selama tiga hari, yakni 9–11 Januari 2026. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini dirancang untuk menghidupkan kembali permainan tradisional di kalangan pelajar sekaligus menanamkan nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, dan kerja sama tim sejak usia dini. Panitia menyampaikan bahwa peserta lomba dibatasi maksimal 16 tim, dengan ketentuan setiap sekolah hanya diperkenankan mengirimkan satu tim, yang merupakan tim putri dari masing-masing SD atau MI Muhammadiyah. Setiap tim terdiri atas maksimal delapan orang pemain dan satu orang ofisial, sehingga kompetisi dapat berlangsung efektif dan terorganisasi dengan baik. Menariknya, lomba ini tidak dipungut biaya pendaftaran alias gratis. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif dari sekolah-sekolah Muhammadiyah di seluruh wilayah Kabupaten Sleman tanpa terkendala faktor biaya. “Kami ingin lomba ini menjadi ruang kegembiraan dan pembelajaran, bukan sekadar persaingan,” tutur Irfan Yanuar panitia lomba. Dalam pelaksanaannya, panitia akan menetapkan empat tim terbaik sebagai juara, yakni juara 1, 2, 3, dan 4. Para pemenang nantinya akan memperoleh apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan kemampuan yang ditampilkan selama pertandingan. Lomba ini juga diharapkan menjadi sarana pembinaan bakat dan minat siswa di bidang olahraga tradisional. Selain nilai kompetisi, Gobag Sodor dipilih karena sarat dengan filosofi kebersamaan dan strategi. Permainan ini menuntut kekompakan, kecepatan berpikir, serta kejujuran dalam bermain, yang sejalan dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang terus dikembangkan di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Panitia mengajak seluruh SD dan MI Muhammadiyah di Sleman untuk segera mendaftarkan timnya. Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan dengan menghubungi Kang Irfan Yanuar melalui nomor 0819-0333-3812. #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman,

Loading

Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE#1) Tahun 2026, “Meningkatkan Sinergi dan Inovasi Amal Usaha Muhammadiyah untuk Sleman Maju dan Berdaya Saing”.

 Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman akan menggelar Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE#1) Tahun 2026 pada 9–11 Januari 2026 bertempat di Sleman City hall Sleman. Kegiatan ini dirancang sebagai ajang strategis untuk mempertemukan masyarakat dengan berbagai inovasi, peluang usaha, serta nilai-nilai pemberdayaan yang dikembangkan oleh Muhammadiyah di Sleman . Expo perdana tersebut mengusung tema “Meningkatkan Sinergi dan Inovasi Amal Usaha Muhammadiyah untuk Sleman Maju dan Berdaya Saing”. Tema ini menegaskan komitmen Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang tidak hanya bergerak di bidang dakwah, tetapi juga berperan aktif dalam penguatan ekonomi, pendidikan, dan sosial budaya masyarakat Sleman . Menurut Ketua Panitia H. Nasirun S.AP Ketua SC “ MSE#1 bertujuan mempererat koordinasi dan kolaborasi antar pimpinan cabang, ranting, serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Selain itu, expo ini diharapkan mampu meningkatkan citra dan peran Muhammadiyah di Kabupaten Sleman sekaligus menjadi wadah promosi berbagai amal usaha kepada masyarakat umum” . Menurut Eko Sumardiyanto Ketua OC Panitia MSE 1 “ Beragam kegiatan akan memeriahkan MSE#1 2026, mulai dari pameran potensi cabang dan ranting, pendidikan, UMKM, hingga business exposure. Agenda lainnya meliputi tabligh akbar, seminar pendidikan, ekonomi dan bisnis, pagelaran seni budaya, gathering komunitas, serta olahraga dan perlombaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat” . Target audiens expo ini cukup luas, mencakup masyarakat Sleman dan sekitarnya, pelaku UMKM, akademisi, pelajar dan mahasiswa, Amal Usaha Muhammadiyah, mitra strategis, sponsor, hingga dinas pemerintahan terkait. Bahkan, kegiatan ini juga dibuka untuk wisatawan mancanegara yang berada di wilayah Sleman dan sekitarnya . Pelaksanaan kegiatan akan dipusatkan di area SCH Denggung, dengan rangkaian agenda yang tersebar selama tiga hari. Hari pertama diisi dengan pembukaan expo, kunjungan stand, pentas kreasi pendidikan, talkshow ekonomi, hingga pagelaran seni budaya. Hari kedua menghadirkan pengajian akbar, talkshow pendidikan, serta pentas seni pelajar. Sementara hari ketiga diisi dengan senam bersama, pentas seni kreatif, talkshow UMKM digital, gathering komunitas, dan penutupan expo . Selain menjadi ruang promosi dan edukasi, MSE#1 2026 juga menawarkan manfaat bagi sponsor dan mitra, antara lain brand exposure melalui berbagai media promosi, peluang networking dengan ribuan pengunjung, serta kontribusi dalam membangun citra positif melalui dukungan terhadap kegiatan pemberdayaan masyarakat . Melalui Muhammadiyah Sleman Expo #1, PDM Sleman optimistis dapat menghadirkan langkah konkret dalam mendorong kemandirian ekonomi dan memperkuat peran Muhammadiyah sebagai motor penggerak kemajuan masyarakat di Kabupaten Sleman . Melalui Muhammadiyah Sleman Expo #1, PDM Sleman berharap dapat menghadirkan ruang kolaborasi, inspirasi, dan inovasi yang berdampak nyata bagi kemajuan Sleman yang berdaya saing, sejalan dengan nilai-nilai dakwah dan tajdid Muhammadiyah. Rep  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PCM Tempel Gelar Pengajian, Launching AmbulansMu Unit 2, dan Pawai Akbar Milad Muhammadiyah ke-113

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tempel menggelar rangkaian kegiatan Pengajian Akbar, peluncuran AmbulansMu Unit 2, serta Pawai Akbar dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-113. Kegiatan berlangsung pada Ahad, 21 Desember 2025, sejak pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, bertempat di Lapangan Cemoro, Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman. Agenda ini menjadi wujud konsistensi Muhammadiyah Tempel dalam dakwah, penguatan layanan sosial, dan pengembangan pendidikan. Ketua PCM Tempel, H. Syamsul Alam, S.Ag., menyampaikan bahwa peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah di Tempel dikemas secara terpadu agar memberi dampak nyata bagi umat dan masyarakat luas. “Milad Muhammadiyah tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi harus menghadirkan kemanfaatan. Launching AmbulansMu Unit 2 ini merupakan komitmen Muhammadiyah Tempel dalam memperkuat layanan kesehatan dan kemanusiaan,” ujarnya. Pengajian Akbar menghadirkan penceramah Dr. H. Khoirudin Basori, M.Si., yang menekankan pentingnya tajdid dan peran Muhammadiyah dalam membangun peradaban Islam berkemajuan. Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah harus terus adaptif terhadap tantangan zaman. “Muhammadiyah hadir untuk mencerahkan, membebaskan, dan memberdayakan umat melalui amal usaha yang nyata di bidang pendidikan, kesehatan, dan social serta pentingnya berbagi kepada yang membutuhkan, didasari dgn keikhlasan dan mengharap ridho Allah serta istiqomah artinya beramal dlm kondisi apapun lapang maupun sempit.,” tuturnya. Acara ini dihadiri sejumlah tamu undangan Ketua PDM Sleman H. Harjaka serta dari unsur pemerintah dan Forkopimkap, di antaranya Panewu Tempel Dakiri, S.Sos., M.Si., Kapolsek Tempel, Danramil Tempel, Lurah Sumberrejo, perwakilan Puskesmas Tempel 1 dan 2, serta UPT Pendidikan Kapanewon Tempel. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan sinergi yang kuat antara Muhammadiyah dan pemerintah dalam pembangunan masyarakat. Ribuan peserta dari berbagai unsur persyarikatan turut ambil bagian, meliputi PCM, PRM, PCA, PRA, AUM se-Cabang Tempel, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, IPM, Hizbul Wathan, Tapak Suci, hingga Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM). Kebersamaan lintas ortom ini memperlihatkan soliditas organisasi dalam menggerakkan dakwah dan kegiatan sosial. Pawai Akbar menjadi salah satu agenda yang paling menyedot perhatian publik. Peserta pawai berasal dari seluruh Amal Usaha Muhammadiyah bidang pendidikan di Tempel, mulai dari Kelompok Bermain (2 sekolah), TK ABA (13 TK), SD Muhammadiyah (10 sekolah), SMP Muhammadiyah (1 sekolah), hingga SMK Muhammadiyah (2 sekolah). Iring-iringan pawai berlangsung tertib dan meriah, menampilkan kreativitas pelajar serta semangat bermuhammadiyah sejak usia dini. Rute pawai meliputi Cemoro Ke Utara Banjarharjo  Jlapan Plotengan Krasakan Pasar Tempel Kromodangsan Sedogan Gondanglegi Kantongan Soko Tegal Soko Wetan Ngabean Kadisono Mangkudranan Molodono Tempel Banjo Tempel Jlegongan Kragan Pringapus Karanggawang Jetis Rebobkng Lor Blimbingan Mancasan Batang Bandung Pertigaan Ngino Kemusuh Gendol Finis Cemoro. Selain itu, rangkaian kegiatan juga diramaikan dengan Bazar UMKM Aisyiyah yang menampilkan produk-produk lokal warga persyarikatan, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat oleh PAshmina  NA Tempel. Kegiatan ini mempertegas peran Aisyiyah dalam pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesehatan keluarga.  Rep  Samsul Alam  PCM Tempel Rep editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PRM Sidoharjo PRA Bangunkerto 1 Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Pengajian, Donasi Banjir, hingga Persiapan Ramadan

Turi,Pdmsleman.Or.Id Pengurus Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sidoharjo dan PRA Bangunkerto 1menggelar rapat koordinasi pada Ahad, 21 Desember 2025, bertempat di Rumah Makan Mbak Mpok, Lungguhrejo, Donokerto, Kapanewon Turi, Sleman. Rapat yang berlangsung pukul 15.30 hingga 17.30 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PRM dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Sidoharjo sebagai upaya menyinergikan program kerja menjelang akhir tahun dan awal 1447 Hijriah. Ketua PRM Sidoharjo, Gesang Subagyo, menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini menjadi forum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta memastikan kesiapan seluruh agenda keumatan dan sosial yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. “Rapat ini kami selenggarakan untuk menyatukan langkah antara PRM Sidoharjo, khususnya dalam menyukseskan kegiatan pengajian rutin, aksi kemanusiaan, serta persiapan menyambut bulan suci Ramadan,” ujar Gesang Subagyo dalam keterangannya. Agenda pertama rapat difokuskan pada koordinasi persiapan penyelenggaraan pengajian rutin malam Jum’at Pahing yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Desember 2025. Pengajian tersebut akan menghadirkan Ustaz Darussalam sebagai penceramah utama. Dalam pembahasan ini, pengurus membagi tugas teknis, mulai dari konsumsi, publikasi, hingga kesiapan tempat agar kegiatan berjalan tertib dan khidmat. Agenda kedua membahas penggalangan donasi untuk korban bencana banjir di Sumatera. PRM dan PRA Sidoharjo sepakat untuk mengoptimalkan peran ranting sebagai garda terdepan dalam gerakan filantropi Muhammadiyah. Donasi akan dihimpun melalui warga, jamaah pengajian, serta simpatisan Muhammadiyah di wilayah Sidoharjo. “Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Muhammadiyah benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Ini merupakan wujud nyata dakwah bil hal,” tegas Gesang. Pembahasan berikutnya adalah persiapan kegiatan menyambut bulan suci Ramadan dan pelaksanaan Sholat ‘Idul Fitri 1447 Hijriah. Rapat menyepakati pentingnya perencanaan sejak dini, termasuk penentuan lokasi Sholat ‘Id, kesiapan imam dan khatib, serta koordinasi dengan pihak terkait demi kelancaran pelaksanaan ibadah. Selain itu, rapat juga menjadi ajang sosialisasi program SatuMu (Satu Muhammadiyah), sebagai upaya penguatan data dan integrasi administrasi organisasi di tingkat ranting. Program ini dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas pelayanan organisasi dan memperkuat basis jamaah Muhammadiyah. Rapat koordinasi tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh peserta berharap hasil rapat dapat segera ditindaklanjuti secara konkret demi kemajuan PRM dan PRA Sidoharjo. Sebagai referensi, kegiatan ini merupakan bagian dari program konsolidasi organisasi PRM Sidoharjo tahun 2025, sejalan dengan pedoman Persyarikatan Muhammadiyah tentang penguatan dakwah komunitas, gerakan sosial kemanusiaan, dan persiapan ibadah umat Islam menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Arief Hartanto PCM Turi MPI PDM Sleman

Loading

PCM Ngemplak Sukses Gelar Hari BerMuhammadiyah Milad ke 113 Sleman, Ribuan Jama’ah Padati Auditorium Abdulkahar Muzakir UII

Ngemplak, Pdmsleman.Or.Id Pengajian Hari BerMuhammadiyah Kabupaten Sleman dalam rangka milad Muhammadiyah ke 113 diselenggarakan pada Sabtu, 29/11/2025 di Auditorium Abdulkahar Muzakir Universitas Islam Indonesia. ‎‎Ketua PDM Kabupaten Sleman H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A. menyampaikan bahwa Muhammadiyah selalu berjuang mensejahterakan masyarakat dengan semua amal usaha. Ketua PCM Ngemplak DR. Joko Santoso menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi antar lembaga dan warga, serta memperkuat basis keilmuan warga Muhammadiyah dan betapa gerakan Muhammadiyah yang dirintis oleh Kiai Ahmad Dahlan 113 terus kokoh berkembang dan bisa menjawab tantangan zaman. ‎‎Sekda Kabupaten Sleman Drs. Sumiarto M.A. mengapresiasi peran aktif Muhammadiyah dalam membantu kesejahteraan masyarakat khususnya di kabupaten Sleman. ‎“Kolaborasi pemerintah dalam Muhammadiyah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama dalam pembangunan rumah layak huni dan bantuan biaya pendidikan bisa ditingkatkan,” katanya. ‎‎Pengajian yang dihadiri oleh warga Muhammadiyah, Aisyiyah, Ortom dan Pengawai AUM tersebut menghadirkan ust. H. Agus Andriyanto, Lc. Dengan tema memajukan Kesejahteraan Bangsa. ‎‎Ust. Agus Andriyanto menyampaikan dalam tausiyahnya bahwa hidup harus selaras antara dunia dan akhirat. ‎“Kesuksesan yang sebenarnya adalah bagaimana di akhirat dijauhkan dari api neraka, bukan hanya sejahtera di dunia semata. Meningkatkan kesejahteraan umat adalah tugas kita sebagai sesama muslim serta harus bisa memilih yang haram dan yang halal” katanya. ‎‎Rangkaian Hari Bermuhammadiyah dimeriahkan Pentas Angklung dari SD Muhammadiyah Macanan, Tari menari, Tapak suci, dan pemeriksaan kesehatan gratis, serta pula disiarkan langsung melalui TV MU. Rep : Totok Sekretariat PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Trending! Pertama di DIY: Ortom SD MBS Resmi Dilantik

Prambanan, Pdmsleman.Or.Id SD MBS untuk pertama kalinya menyelenggarakan Apel Akbar dan Pelantikan Organisasi Otonom (Ortom) pada bulan Oktober di halaman sekolah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen SD MBS dalam membina kader persyarikatan Muhammadiyah sejak dini. Acara tersebut tak hanya dihadiri oleh Pelantik dan Saksi Pelantik, tetapi turut hadir pula perwakilan wali murid dan seluruh siswa kelas 4 hingga kelas 6 yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Suasana apel berlangsung khidmat dan inspiratif.   H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman selaku pembina apel menyampaikan pesan dari Ali bin Abi Thalib: “Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah, maka jadilah orang yang berilmu (Kun ‘Aliman)”. Dalam pesannya agar siswa SD MBS menjadi anak yang pintar dengan cara memperhatikan pelajaran, mencintai kegiatan sekolah, dan menaati tata tertib. Di akhir amanat,   Harjaka menyampaikan nasihat berbahasa Jawa, “Padang rembulane, jembar kalangane,” yang berarti otak dan pikirannya masih luas serta perjalanan belajarnya masih panjang. Setelah pelaksanaan apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan tiga organisasi otonom (Ortom) di lingkungan SD MBS. Ketiga organisasi tersebut adalah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Junior, Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW), dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Cilik. Sebanyak 14 murid, terdiri atas 7 putri dan 7 putra, resmi dilantik sebagai pengurus IPM Junior. Ketua terpilih, Ananda Zahra Asysyifa Humairabersama jajaran pengurusnya dilantik oleh Ipinawati Alifia Maheswari dari PCIPM Kapanewon Prambanan. Ustazah Rizana Avida, S.T., S.Pd. selaku Kepala SD MBS serta   H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A. selaku PDPM Kabupaten Sleman Sebanyak 20 murid, terdiri dari 10 putra dan 10 putri, dikukuhkan sebagai Dewan Pengenal HW SD MBS. Ananda Muhibba Mumtaz Muhammadi dipercaya sebagai Komandan Putra, sedangkan Ananda Aqila Najla Prameswari sebagai Komandan Putri. Pelantikan dilakukan oleh Ramanda Anna Yaskuri dari Kwartir Cabang HW Kapanewon Prambanan.   H. Surakhmad, S.Pd. selaku Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Sleman, Ustaz Agus Yulianto selaku Dikdasmen PCM Kapanewon Prambanan, dr. H. Omar Indroyono selaku PCM Kapanewon Prambanan, serta Ustaz Rahmat Susanto, S.Pd. selaku Wapim I Bidang Pendidikan PPM MBS Yogyakartahadir sebagai saksi. Sebanyak 10 putra bergabung dalam pasukan KOKAM Cilik SD MBS.Komandan terpilih,  Ananda Fathan Al Farabi bersama pasukan dilantik oleh   Eko Priyantoro, S.Kom. dari PCM Kapanewon Prambanan.   Prakasa Radya Sulendra, S.T. selaku PDPM Kabupaten Sleman dan   Aiptu Yusup B.,S.H. selaku Ps. Panit Binmas Polsek Kapanewon Prambananhadir sebagai saksi. Salah satu momen istimewa dari kegiatan ini adalah pelantikan IPM Junior SD MBS yang menjadi IPM tingkat SD pertama di wilayah DIY. Usai pelantikan, dilaksanakan penandatanganan berita acara dan pembacaan ikrar oleh para pelantik dan pengurus ortom SD MBS, sebagaimana dituturkan Noviana Widyaningrum, S.Pd. pada Kamis 20 November 2025. Ustazah Rizana Avida, S.T., S.Pd., selaku Kepala SD MBS, menyampaikan bahwa kehadiran ortom di SD MBS merupakan wadah belajar berorganisasi dan pembentukan karakter kepemimpinan. “Melalui ortom, para siswa diajarkan tanggung jawab dan kedisiplinan agar mampu menjadi pionir teladan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya. Beliau juga berharap para pengurus ortom dapat menjadi kader Muhammadiyah yang cerdas secara intelektual dan kuat secara spiritual, sehingga siap mengemban amanah umat dan bangsa di masa depan. Rep : Noviana Widyaningrum, S.Pd. Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah PDM Sleman “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, Launching Muhammadiyah Sleman Expo #1  (MSE #1)  

‎ Sleman, Pdmsleman.Or.id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 pada Selasa, 18 November, di Sleman City Hall angkat tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Acara berlangsung meriah dihadiri ratusan Pengurus PDM, Cabang, Ranting, Organisasi otonom dan Amal Usaha Muhammadiyah se Sleman dengan rangkaian kegiatan, penampilan seni, serta peluncuran program Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE #1) . ‎‎Ketua PDM Sleman, Harjaka, dalam sambutannya menegaskan kembali prinsip dasar gerakan Muhammadiyah.“Aqidah Muhammadiyah tauhid menuju akhirat serta menekankan pentingnya pemurnian akidah dan penguatan spiritualitas di tengah dinamika masyarakat”. ‎‎Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi Muhammadiyah bagi pembangunan. Ia menyebut Muhammadiyah telah berperan nyata dalam bidang pendidikan, ekonomi, dakwah, sosial, dan kesehatan, khususnya bagi masyarakat Sleman. ‎‎‎‎Rangkaian acara juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni dan budaya, antara lain Tari Saman dari SMA Muhammadiyah 1 Sleman, pembacaan puisi oleh siswa SD Muhammadiyah Sleman, tilawah dari santri MBS Prambanan, penampilan paduan suara Gita Aisyiyah Sleman, serta atraksi dari Padepokan Tapak Suci. ‎‎Pada momen tersebut, PDM Sleman resmi meluncurkan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1, yang akan digelar pada 9-11 Januari 2026 di Sleman City Hall. Expo ini menjadi bagian dari rangkaian Milad Muhammadiyah dan bertujuan memperkuat sinergi gerakan ekonomi, sosial, dan dakwah serta lebih memperkenalkan Muhammadiyah khususnya di Muhammadiyah Sleman. ‎‎ Acara dilanjutkan dengan Penyerahan Piagam Penghargaan dalam dua kategori utama: pengembangan amal usaha dan pemberdayaan cabang serta ranting. Penerima Penghargaan Kategori Pengembangan Amal Usaha: Penerima Penghargaan Kategori Pemberdayaan Cabang dan Ranting Terbaik: Penyerahan penghargaan ini menjadi pengakuan atas kerja keras di tingkat bawah yang menjadi vital bagi kelangsungan persyarikatan. H. Cahyono, S.Ag, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, dalam tausiyahnya menekankan bahwa “  pentingnya penguatan ideologi persyarikatan di tengah derasnya arus informasi dan  mengajak hadirin untuk bersyukur atas usia Muhammadiyah yang semakin matang di 113 tahun adalah sebuah angka yang membuktikan kekuatan dan daya tahan persyarikatan dan Muhammadiyah tidak menunjukkan tanda-tanda surut, melainkan terus berkembang, bertambah kuat, dan memberikan manfaat yang semakin luas”. ‎ ‎Rep  Totok Yudho P  Sekretariat Kantor PDM Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

SD Muhammadiyah Pakem Mengukir Prestasi: Meraih Juara II Lomba Pocil Kapolresta Sleman

 Pakem, Pdmsleman.Or.Id SD Muhammadiyah Pakem Sleman berhasil meraih juara II dalam ajang bergengsi “Lomba Polisi Cilik” yang diselenggarakan Polresta Sleman. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, 31 Oktober 2025 bertempat di GOR Pangukan. Lomba Polisi Cilik Polresta Sleman ini diikuti oleh 11 Sekolah Dasar yang berada di wilayah Kabupaten Sleman. SD Muhammadiyah Pakem mengirimkan satu pleton polisi cilik sejumlah 28 anak, yang semuanya berasal dari siswa kelas V. Danton pocil dikomandoi oleh Latifa Nur Rahma. Kegiatan lomba ini dibuka langsung oleh Kapolresta Sleman, Kombes. Pol. Edy Setyanto Erning Wibowo,S.I.K.,M.H. Dalam sambutannya  mengatakan bahwa kegiatan Lomba Pocil ini sebagai bagian dari upaya Polresta Sleman untuk membentuk generasi muda yang bertanggung jawab, berkarakter, dan memiliki rasa cinta terhadap tanah air. “Pocil bukan sekedar lomba baris berbaris, tetapi sebagai wadah untuk membentuk mental, kedisiplinan, serta karakter generasi muda agar dapat tumbuh menjadi penerus bangsa yang berakhlak, beretika, serta memiliki semangat persahabatan yang tinggi,” kata Kombes. Pol. Edy Setyanto. Materi yang dilombakan dalam ajang ini meliputi; PBB, dua belas gerakan lalu lintas, senam lalu lintas, dan variasi formasi. Materi tersebut harus diperagakan dalam waktu maksimal 15 menit. Jika melebihi batas waktu yang ditentukan, akan ada pengurangan nilai. Sementara dewan juri berasal dari kepolisian, kodim, dinas, dan PPI. SD Muhammadiyah Pakem sebagai salah satu peserta Lomba Pocil mendapat nomor undian ke-10. Meskipun mendapat undian di dua nomor terakhir, peserta pocil tetap  semangat dan antusias mengikuti kegiatan. Terbukti saat tiba giliran untuk tampil, mereka menunjukkan semangat yang luar biasa dan menampilkan kelihaian mereka dalam baris berbaris, senam lalu lintas, serta pertunjukan variasi yang sangat memukau penonton. Bahkan, para penonton turut serta berjoget mengikuti irama musik yang mengiringi para pocil SD Muhammadiyah Pakem bergaya. Berkat penampilan yang luar biasa, Pocil SD Muhammadiyah Pakem berhasil meraih juara II Lomba Pocil Polresta Sleman. Selain mendapatkan trofi dan sertifikat kejuaraan, pemenang juara kedua mendapatkan uang pembinaan sebesar 1.500.000 rupiah ditambah uang pemberian Bapak Kapolresta Sleman sebesar 1.500.000 rupiah. Total hadiah uang senilai 3.000.000 rupiah. Sebagaimana dituturkan salah pemdamping SDM Pakem Santi kepada redaksi pada Sabtu sore. Prestasi membanggakan ini tak lepas dari sinergi dan dukungan penuh dari berbagai pihak. Jajaran Polsek Pakem mendampingi sejak awal latihan, sementara Para alumni SD Muhammadiyah Pakem ikut ambil peran melatih adik-adiknya dengan sabar dan tak kenal lelah. Support  wali murid pun sangat luar biasa.  Dan tentu saja, dukungan penuh dari Kepala Sekolah, Hj. Rr. Afiati Fatimah, M.Pd., menjadi kunci kelancaran dan kesuksesan seluruh rangkaian kegiatan lomba ini.  kontributor: Santi  Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Dari Muhammadiyah Jogja Expo, Wamen Fajar Dorong Parenting Kolaboratif Hadapi Tantangan Era Digital

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Yogyakarta Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya peran orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di era digital. Hal ini disampaikan Wamen Fajar saat menjadi pembicara kunci dalam acara Takshow Parenting dengan tema “Menjadi Orangtua Cerdas di Era Digital: Bijak Mengasuh Kuat Membimbing di Era Digital” pada rangkaian acara Muhammadiyah Jogja Expo, Sabtu (13/09/2024). Kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan pelajar dari mulai PAUD hingga SMA, para orang tua, pegiat pendidikan, dan penggerak UMKM se-DIY “Dulu kita mengenal pepatah Arab al-ummu madrasatul ula, seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anak. Sekarang, selain ibu, gawai juga telah menjadi ‘sekolah’ pertama anak-anak. Jika tidak didampingi dengan bijak, gawai bisa menjadi sumber masalah dalam tumbuh kembang anak kita,” ujar Wamen Fajar. Wamen Fajar yang juga merupakan Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengungkapkan, riset menunjukkan hampir 33 persen anak usia 0–6 tahun di Indonesia sudah terpapar gawai, dengan rata-rata penggunaan mencapai 7 jam 20 menit per hari. Penggunaan berlebihan ini berdampak pada kesehatan mental, gangguan tidur, perubahan pola hidup, dan bahkan masalah kesehatan fisik seperti pada kesehatan mata, gigi, dan obesitas. “Dengan tantangan yang tidak mudah ini, kami di Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Pak Menteri Abdul Mu’ti sedang memperkuat layanan konseling di sekolah dan penguatan peran guru BK. Pendidikan berkualitas tidak akan terwujud jika anak-anak kita mengalami masalah mental akibat pola pengasuhan yang tidak adaptif,” jelas Wamen Fajar. Selain itu, Wamen Fajar menekankan pentingnya authoritative digital parenting, yaitu pola asuh tegas tetapi penuh kehangatan, serta kolaboratif parenting yang melibatkan sekolah, orang tua, masyarakat, dan lingkungan sosial. “Orang tua harus membuat kesepakatan yang jelas dengan anak tentang penggunaan gawai, memberi teladan, menyediakan family time, dan mendorong aktivitas fisik serta interaksi teman sebaya. Hal ini kami coba terapkan di rumah dengan anak-anak ” ungkap Wamen Fajar saat menceritakan pengalamannya dalam membangun komitmen penggunaan gawai dengan ananda tercinta di rumah. Dalam paparannya, Wamen Fajar juga mengajak orang tua untuk menghidupkan kembali kebiasaan bercerita dan mendongeng kepada anak agar mereka bisa tidur cepat, sebagai bagian dari program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diluncurkan Mendikdasmen Abdul Mu’ti. “Banyak orang tua kini jarang mendongeng. Padahal, mendongeng bukan sekadar hiburan, tetapi sarana menanamkan nilai-nilai dan mempererat ikatan emosional. Di sisi lain, mendongeng bisa menemani anak agar tidur lebih cepat” sebut Wamen Fajar. Menurut Wamen Fajar, menghadapi era digital bukan hanya soal membatasi gawai, tetapi juga mengubah pola pikir orang tua agar lebih terbuka dan senantiasa mau belajar. “Peran orang tua di era digital memang berat. Tetapi dengan kesadaran bersama dan kolaborasi semua pihak, kita bisa menyiapkan generasi yang sehat secara mental, berkarakter, dan berkeadaban,” pungkas Wamen Fajar. Turut mendampingi Wamen Fajar, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Muhammad Ikhwan Ahada, Sekretaris PWM DIY Arif Jamali,Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DIY Widiastuti, Direktur PAUD Kemendikdasmen Nia Nurhasanah, dan Tenaga Ahli Wakil Menteri Fahmi Syahirul Alim.

Loading

Peran MDMC DIY dan FORPAM Sleman Siapkan Dukungan Kesehatan dan Ambulans Antisipasi Pergerakan Massa 1 September 2025

Yogyakarta,  Pdmsleman.or.Id Menyambut aksi damai yang direncanakan berlangsung pada tanggal 1 September 2025, berbagai pihak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan koordinasi intensif untuk mengantisipasi pergerakan massa. Salah satunya adalah rapat posko dukungan kesehatan yang digelar di kantor Dinas Kesehatan DIY pada 31 Agustus 2025, pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Dalam rapat tersebut, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC/  Ketua Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) DIY) diminta menyiapkan tim kesehatan yang siap siaga selama aksi berlangsung. Menurut Fauzi salah satu pengurus MDMC menyampaikan dalam rapat tersebut, “MDMC diminta menyiapkan tim kesehatan dengan peran strategis, termasuk rumah sakit rujukan di wilayah kota, Bantul, dan Sleman, serta tim evakuasi dan EMT (Emergency Medical Team) yang lengkap dengan obat-obatan,” ujarnya. Sedangkan Rumah sakit rujukan yang disiapkan meliputi PKU Kota, PKU Gamping, PKU Bantul, dan PKU Sleman. Selain itu, MDMC juga menyiapkan 10 armada ambulans dan 10 personil pengendali operasi posko induk yang berlokasi di Kepatihan. Pos kesehatan akan didirikan di tiga titik strategis, yaitu Hotel Garuda, Hotel Ibis, dan Kepatihan. Apel petugas dijadwalkan pukul 08.00 WIB di Kepatihan. Seluruh kegiatan posko dukungan ini berada di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY dan Dinkes DIY. Untuk mengoptimalkan koordinasi, Demit SAR Muh selaku koordinator tim MDMC ditunjuk secara resmi. Selain itu, rapat koordinasi juga melibatkan FORPAM Sleman, Ambulancemu, dan MPKU. FORPAM Sleman bertanggung jawab menyiapkan personil dan armada ambulans untuk standby di Polresta Sleman dan sebagai backup di Kepatihan serta DPRD DIY. “Penanggung jawab FORPAM Sleman adalah Darojat NA, dengan Sigit Y sebagai koordinator lapangan,” jelas Komandan FORPAM Sleman, H. Darojat. FORPAM Sleman menginstruksikan seluruh titik layanan (TL) ambulans di Sleman untuk mengikuti arahan dari MDMC PWM DIY dan berkumpul di Puskesmas Sleman bersama Dinkes Sleman. Apel bersama akan dilaksanakan pukul 07.00 WIB di Masjid Gede Sleman. Jalur komunikasi pergerakan TL akan dikoordinasikan  oleh koordinator lapangan. Dalam edaran resmi yang diterima redaksi, FORPAM Sleman menegaskan lima hal mendasar yang harus dipatuhi oleh seluruh petugas ambulans selama bertugas, yaitu Memakai dan membawa identitas diri seperti KTP, SIM, serta seragam FORPAM biru atau identitas TL, mengikuti arahan dari MDMC PWM, posko, kepolisian, dan TNI, menggunakan alat pelindung diri (APD) standar, termasuk helm, sepatu, celana panjang non-jeans, baju panjang, masker, kacamata, dan sarung tangan, membawa logistik dan perbekalan pribadi yang cukup serta memastikan kondisi armada dalam keadaan prima dan siap bertugas. Sigit Gita, korlap Ambulanmu Sleman, menambahkan, “Kami berkomitmen untuk bergerak satu komando dan siap memberikan pelayanan kesehatan serta evakuasi cepat selama aksi berlangsung. Keselamatan peserta aksi dan petugas menjadi prioritas utama kami.” Koordinasi yang matang antara MDMC, FORPAM Sleman, Dinkes DIY, dan BPBD DIY ini diharapkan dapat meminimalisir risiko dan memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi pergerakan massa yang diperkirakan akan berlangsung damai namun tetap membutuhkan pengamanan dan dukungan medis yang optimal. Alhamdulillah antisipasi atas pergerakan massa kali ini tidak ada insiden yang berdampak dan dengan kesiapan yang terorganisir dan sinergi antar lembaga, aksi damai 1 September 2025 di DIY diharapkan berjalan lancar dan aman. #JagaJogja  #Jogjaaman #Aksidamai #JogjaIstimewa #MDMCDIY #Forpam #AmbulanMU

Loading