Hari Pers Nasional 2025: Mengembangkan Pers Demokratis dan Berkebudayaan Luhur

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan Selamat atas Hari Pers Nasional yang jatuh pada 9 Februari 2025. Peringatan tersebut dimaknai sebagai wujud penghargaan atas peran pers dalam mencerdaskan bangsa dan menjaga demokrasi Indonesia. Pers Indonesia menurut Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir pada Sabtu (8/2) mengatakan bahwa kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum (Pasal 2). Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial (Pasal 3). Pers nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah (Pasal 5). Pers nasional melaksanakan peranannya sebagai berikut : a. memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui; b. menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormat kebhinekaan; c. mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar; d. melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum; e. memperjuangkan keadilan dan kebenaran (Pasal 6). Karenanya, Haedar menekankan dalam memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini seluruh insan dan institusi pengelola pers atau media massa merefleksikan kaidah-kaidah normatif dan imperatif tersebut untuk dijadikan acuan dan implementasi di dunia pers. Bersamaan dengan itu, Haedar menyampaikan beberapa point yang perlu direfleksikan. Pertama, pers nasional saat ini diharapkan betul-betul menjalankan fungsinya secara untuh dan komprehensif bukan semata-mata fungsi kontrol sosial tetapi juga edukasi dan menyajikan informasi yang objektif, adil, mencerahkan, dan mencerdaskan bangsa. Dengan makin bebasnya ekosistem pers maka diharapkan tetap menjunjungtinggi kebenaran, kebaikan, dan nilai-nilai luhur kehidupan. Seraya menjauhi hoaks, provokasi, menebar kebencian dan permusuhan, serta hal-hal yang meluruhkan martabat, kebaikan, dan persatuan bangsa. “Azas cover both side mesti dipegang teguh seraya dikembangkan penyajian informasi yang memberi banyak pandangan agar tidak bersifat tendensius dan monolitik,” tegas Haedar. Kedua, pers nasional dalam usaha mencerdaskan bangsa diharapkan memberikan edukasi yang objektif, berbasis pengetahuan, dan memberi kesempatan kepada seluruh warga untuk menyerap informasi secara demokratis. “Berilah rakyat informasi yang lengkap dan sudut pandang dari berbagai aspek, sehingga tidak menimbulkan bias dan opini yang monolitik di hadapan rakyat. Rakyat berhak untuk memilah dan memilih informasi yang disajikan secara objektif, berimbang, dan demokratis. Hindari pencampuradukan fakta dan opini lebih-lebih yang bersifat tendensius dan hanya bersandarkan pada satu sudut pandang. Hargai pilihan-pilihan baik kelompok-kelompok masyarakat secara bermartabat tanpa dihakimi sepihak sebagai wujud menghargai prinsip demokrasi,” tegas Haedar. Ketiga, pers nasional sebagai pilar demokrasi diharapkan tetap menjadi penjaga demokrasi dan berperan aktif dalam proses konsolidasi demokrasi Indonesia. Selain tetap konstruktif dan kritis dalam menyikapi kebijakan-kebijakan negara, diharapkan pers nasional ikut menciptakan budaya demokrasi yang moderat serta berbasis pada nilai-nilai luhur Pancasila, Agama, dan Kebudayaan Bangsa. “Demokrasi yang menjadi rujukan adalah Pancasila khususnya pasal 4 yakni “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”. Bukan demokrasi liberal yang sebebas-bebasnya tanpa keterikatan pada nilai dan sistem kehidupan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Haedar. Keempat, khusus media sosial dan digital sebagai media baru dalam kehidupan pers dan ekosistem nasional diharapkan tetap menjunjungtinggi nilai dan etika luhur yang hidup di tubuh bangsa yaitu Pancasila, Agama, dan Kebudayaan Bangsa. “Media digital dan teknologi Artificial Intelligence (AI) tidak disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan yang merugikan kepentingan umum termasuk untuk menebar keresahan, penipuan, pemerasan, dan merusak martabat orang lain. Kembangkan mekanisme self-editing yang seksama sebelum informasi dan segala bentuk sajian diangkat ke ruang publik. Pergunakan kedua media baru tersebut untuk memajukan kehidupan dan keadaban bangsa,” jelas Haedar. Kelima, dengan semakin masifnya perkembangan media digital dan media sosial maka meda cetak dan media konvensional lainnya semakin terancam keberadaannya. Seluruh pihak diharapkan tetap menjaga keberadaan dan keberlangsungan media cetak dan media konvensional sebagai bagian dari menjaga kebudayaan universal. Relasi sosial yang bersifat verbal dan langsung juga masih diperlukan dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan antar bangsa untuk menjaga keberadaan manusia sebagai Homo Sapiens. “Manusia dengan segala relasinya tidak dapat sepenuhnya dibentuk secara instrumental serta digantikan oleh teknologi digital, AI, dan alat mesin lainnya karena kedudukannya sebagai insan ciptaan Tuhan yang terbaik (fi ahsan at-taqwim) dan khalifah di muka bumi (khalifat fi al-ardl) yang melekat dengan sunatullah kehidupan,” tutur Haedar. Terakhir, Haedar berpesan bahwa pers sebagai media massa sejatinya merupakan media kebudayaan yang berbasis dan berorientasi pada pengembangan sistem pengetahuan kolektif manusia dalam kehidupan bersama, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan antarbangsa. Karenanya pers nasional mesti menjaga nilai dan pengetahuan adiluhung tentang kebenaran, kebaikan, dan etika kehidupan yang utama. Pers bukan media yang menjadi alat pragmatis semata, apalagi menjadi alat kepentingan politik dan ekonomi yang tidak sejalan dengan kepentingan luhur kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan berkehidupan di ranah global. Manusia dan bangsa tidak hanya memerlukan kebenaran, kebaikan, dan keutamaan hidup secara profan belaka tetapi juga dimensi yang sakral dan transenden sebagaimana diajarkan agama-agama. “Apalagi bila kebenaran yang disajikan bersifat parsial dan memuat kepentingan-kepentingan pragmatis tertentu. Manusia memerlukan nilai-nilai luhur kehidupan yang bersifat Ilahiah yang niscaya dihormati dalam sistem kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan ranah kemanusiaan universal,” tutup Haedar.

Loading

598 Atlet Tapak Suci Ikuti PDM Sleman Competition#2″ 2025

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Kejuaran Tapak Suci antar SD/MI,SMP/MTS,SMA/SMK/MA dan Umum se Kabupaten Sleman bertajuk “PDM Sleman Competition#2” 2025 digelar Lembaga Pengembangan Olahraga dan Majelis Dikdasmen PDM Sleman Selasa -Kamis/4 -6 Februari 2025 bertempat Sleman City Hall. Acara ini dibuka oleh Ketua PDM Sleman H. Harjaka MA pada Selasa 4 Februari 2025 yang mengutip hadist yang Diriwayatkan dari Umar Bin Khattab Ra. “Ajarkanlah kepada anak-anak kalian berenang, memanah, dan tetap duduk di punggung kuda yang sedang melompat.” Dan olahraga yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW itu juga memiliki peran penting dalam menanamkan kepercayaan diri pada anak dengan mempelajari cabang-cabang olahraga ini. Karena akan menimbulkan penyesalan pada diri anak ketika telah dewasa ia tidak dapat melakukannya. Muhammadiyah dalam menangkap hadits diatas maka didirikan perguruan pencak silat putra Muhammadiyah yang bernama Tapak Suci . Hadirnya Perguruan Tapak Suci Putera Muhammadiyah sejak didirikan di Yogyakarta pada tahun 1963 secara konsisten berupa membantu pemerintah Indonesia dalam melayani pendidikan anak berbasis aktifitas jasmani melalui kurikulum pendidikan ragawi pencak silat yang dibersamai dengan penanaman tata nilai dan norma akhlaqul karimah melalui kurikulum pembinaan rohani. Menurut Ketua Panitia Junaidi A.Ma.Pd pada tournament kali ini “ menurut data panitia kejuaraan ini diikuti oleh 64 kontingen dengan jumlah peserta 598 atlet dengan rincian tingkat peserta SD 293, SMP 209, serta Peserta SMA/SMK 96 atlet”. Kejuaraan Pencak Silat Antar SD/MI,SMP/MTS,SMA/SMK/MA kategori tanding dan Seni kita wujudkan persemaian pesilat berbakat menuju sukses Provinsi D.I.Yogyakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya sebagai barometer olah raga Pencak Silat. Tujuan kegiatan ini adalah Ajang silaturahmi antar pesilat Tapak Suci Se- Kabupaten Sleman. memfasilitasi pembinaan pencak silat Tapak Suci melalui kompetisi, mengenalkan pencak silat khususnya Tapak Suci kepada masyarakat dan menyiapkan pesilat Tapak Suci dalam berprestasi. Berikut Data Hasil Kejuaraan dari panitia Reportase  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

BIKKSA Sabilun Najah dan GACA PCA Kalasan Harus Jadi Garda Terdepan Tangani Masalah Sosial

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id ‘Aisyiyah terus bergerak memberdayakan kaum perempuan. Gerakan pemberdayaan ini juga diikuti dengan literasi dalam segala bidang. Salah satu yang menjadi program unggulan ialah Perempuan ‘Aisyiyah Mengaji yang diselenggarakan tiap hari Kamis Wage di Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kalasan secara mobile dari ranting ke ranting. Perempuan ‘Aisyiyah Mengaji Kamis Wage  pada 6 Februari 2025  berlangsung dengan hikmad dan meriah yang dihadiri 320 jamaah dari berbagai kalangan terselenggara di Masjid Baiturrahman, Bayen, Purwomartani, Kalasan. Tidak hanya pengajian, agenda kali ini bersamaan dengan terbentuknya kepengurusan dan pengukuhan  BIKKSA (Biro Konsultasi Keluarga Sakinah Aisyiyah) dengan  nama Sabilun Najah dan dilanjutkan Pengukuhan Kepengurusan Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak (GACA) yang dikukuhkan oleh Ketua PCA Kalasan Dra Fatma Ismiyati. Hadir sebagai penceramah, Hj Dra. Hanik Rosyada M.Ag, Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sleman membawakan tema Pondasi Keluarga Sakinah. Menurutnya dengan adanya BIKKSA Sabilun Najah dan GACA PCA Kalasan dapat menjadi garda terdepan dalam menangani permasalahan sosial. “Terutama dalam membentuk keluarga sakinah, mawadah, dan warohmah serta melindungi dan mencintai anak anak dari bentuk kekerasan,” pesannya. Terakhir, Ia menyampaikan selamat atas terbentuknya BIKKSA Sabilun Najah Dan GACA PCA Kalasan semoga dapat mengemban amanah dan tugas. Sukses keluarga sakinah indikator sukses gerakan Aisyiyah. Reportase Yunida PCA Kalasan Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PCM Kalasan Kunsiroh Ke PRM Purwo Utara, Mendengar Permasalahan dan Kemajuan Dakwah Muhammadiyah Ranting

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id Rabu, 5 Februari 2025 PCM Kalasan mengadakan Kunsiroh (Kunjungan silaturahim)  kepada PRM Purwo Utara mulai pukul 20.00, bertempat di Gedung PAUD/TPA  Bayen, Purwomartani, Kalasan. Hadir dalam kunsiroh itu Ketua PCM Kalasan, H. Sunandar, S.Psi., Wakil Ketua, Drs. Sugiyanto, M.Si., dan Sumaryatin, M.Pd., Sekretaris 1 dan 2, Iswanto, M.Pd., dan Supriyana, S.Pd., Bendahara 1 Catur Wibisana, dan Bendahara 2 Miskam. Rombongan diterima oleh pengurus PRM Purwo Utara, Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan beberapa anggota majelis/ bidang. Ketua PCM, H. Sunandar, S.Psi., dalam sambutan pengantarnya menjelaskan bahwa Kunsiroh merupakan program yang menjadi kesepakatan dalam rapat mingguan yang rutin digelar setiap hari Selasa sore bertujuan untuk lebih mendekatkan antara PCM dengan PRM se-Kapanewon Kalasan, sekaligus dijadikan ajang konsulidasi, evaluasi, dan mendengar secara langsung kondisi senyatanya dalam kegiatan dakwah Muhammadiyah di masyarakat sehingga tercipta harmonisasi program dakwah Muhammadiyah yang menggembirakan dan tepat sasaran. Sunandar meyakini bahwa dengan pertemuan-pertemuan yang rutin akan lahir gagasan dan ide cemerlang untuk memajukan cabang dan ranting Muhammadiyah di Kalasan. “Ber-Muhammadiyah itu intinya rapat, ngaji, rapat, ngaji. Insya Alloh akan banyak menebarkan manfaat dan kemaslahatan umat,” tegas Sunandar. Ketua PRM Purwo Utara, Wisnu Gesang dalam sambutan mangayubagyo para tamu menegaskan bahwa pihaknya menyambut gembira kegiatan kunsiroh dari PCM Kalasan dan akan dimanfaatkan sebagai media diskusi dan bertukar gagasan dalam banyak hal menyangkut dakwah Muhammadiyah di masyarakat wilayah Purwomartani Utara. Pihaknya juga selaras dengan Ketua PCM bahwa hanya dengan rapat dan ngaji akan bisa diwujudkan dakwah Muhammadiyah yang menggembirakan. Meski demikian, PRM Purwo Utara mengalami dinamisasi pergerakan persyarikatan, mengalami pasang surut dalam berkegiatan. Secara umum, kendala yang dihadapi adalah masalah pendanaan untuk kegiatan. Selama ini sumber pendanaan hanya mengandalkan sedekah pengurus dalam jumlah yang terbatas. Di samping itu, kebersamaan dan kekompakan para pengurus PRM perlu ditingkatkan. Sekretaris PRM Purwo Utara, Sriyana, menambahkan bahwa beliau berharap kunsiroh ini bisa menjadi ajang curhat mengenai capaian-capaian dakwah dan kendala-kendala yang ada. Sriyana menyadari sebagai pengurus PRM Purwo Utara yang bersentra di Bayen menjadi beban sekaligus tantangan yang mengasyikkan. Betapa tidak, karena Bayen dari dulu, sejak sebelum Kemerdekaan RI, warna Muhammadiyahnya sudah cukup kental. Karena itu, dinamisasi dan pasang surut perkembangan dakwah Muhammadiyah terkadang membahagiaan, tetapi lebih banyak menyesakkan hati. Beberapa fenomena yang mengiris hatinya misalnya: (1) Terjadi pengambilalihan pengelolaan masjid wakaf Muhammadiyah oleh ormas lain; (2) Minimnya partisipasi dan dukungan orang-orang yang bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah padahal sebenarnya bertempat tinggal di Bayen; dan (3) Terkadang terkendala dalam pencarian narasumber kegiatan pengajian; dan (4) Dukungan warga masyarakat, bahkan pengurus Muhammadiyah dalam kegiatan pengajian kurang greget. Menanggapi curhatan pengurus PRM Purwo Utara itu, beberapa Penguru PCM dan hadirin memberikan pertimbangan-pertimbangan, antara lain: (1) Kendala keuangan antara lain dapat diatasi dengan menjalin kerja sama yang harmonis dengan masjid-masjid arena Purwo Utara dalam penyelenggaraan sholat Iedul Fitri dan Iedul Adha sehingga PRM mendapat sharing dana infak. Di samping itu, bisa juga menggalakkan infak dan donatur lain; (2) Kasus pengambilalihan masjid wakaf Muhammadiyah. Pada dasarnya, dakwah Muhammadiyah itu seharusnya hadir untuk memberikan solusi yang secara riil dibutuhkan masyarakat. Biasanya kasus itu terjadi karena Muhammadiyah tidak bisa ‘ngopeni’ masjid tersebut sehingga pihak lainlah yang tampil. Dalam hal ini, PCM atau PRM tidak hadir saat masyarakat di sekitar masjid wakaf Muhammadiyah membutuhkan sosok yang dibutuhkan. Apabila hal ini terjadi, diperlukan pendekatan-pendekatan secara humanistik kepada tokoh-tokoh berpengaruh di masjid tersebut untuk mengingatkan dan menyadarkan bahwa masjid tersebut adalah masjid wakaf Muhammadiyah. Apabila sudah ada sinyal positif segera lakukan plangisasi masjid wakaf Muhammadiyah. Akan lebih baik, simbol-simbol yang bisa mengidentifikasikan ciri khas Muhammadiyah perlu dipasang di masjid tersebut, seperti Kalender Muhammadiyah, jam dinding atau jam digital berlogo Muhammadiyah, dsb.; (3) Krisis narasumber atau penceramah pengajian, baik untuk kebutuhan pengajian maupun khotbah Jumat. Dalam masalah ini, PCM perlu menyususn database ustadz-ustadz Muhammadiyah di Kalasan, lengkap dengan alamat dan nomor kontaknya. Data ini sangat stratejik dan multiguna mengingat banyak tokoh-tokoh agama dan akademikus Muhammadiyah yang tinggal di Kalasan. Apabila database ini tersusun dengan baik dan dikoordinasikan oleh PCM, disebarkan di masjid-masjid wakaf Muhammadiyah,  masyarakat akan mendapat kemudahan dalam mengakses dan berkomunikasi apabila membutuhkan. Potensi ini juga bisa dikembangkan misalnya dengan menyusun teks khotbah Jumat bagi masjid-masjid wakaf Muhammadiyah. Apabila hal ini terwujud, sdah pasti menjadi nilai plus, bahkan ikon PCM Kalasan; (4) Perbaikan fasilitas pengajian yang memadahi. Dalam pengajian-pengajian akbar yang di gelar PCM di tempat terbuka, sepert lapangan, fasilitas sound system kurang memadahi. Agar seluruh jamaah pengajian yang jumlahnya ribuan bisa mendengar dengan baik, setidaknya diperlukan tiga perangkat sound system yang terdistribusi di bagian depan, tengah, dan belakang. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa pesan pengajian itu sampai kepada para jamaah dengan baik; dan (4) Untuk menggerakkan warga Muhammadiyah yang bekerja di AUM dan juga masyarakat, diperlukan himbauan secara terus-menerus melalui media yang tepat. Di Kalasan sebenarnya sudah ada media pembinaan kepada seluruh pekerja di AUM Kalasan, yaitu setiap bulan sekali dengan tingkat kehadiran mencapai 95%. Tentu saja media ini bisa digunakan secara efektif untuk mendorong warga Muhammadiyah yang bekerja di AUM berpartisipasi secara aktif, baik sebagai peserta, bahkan penggerak dakwah Muhammadiyah di sekitar tempat tinggalnya masing-masing. Mari kita bergandeng tangan, saling menguatkan untuk mewujudkan dakwah Muhammadiyah yang solutif dan menggembirakan. Semoga lelah kita menjadi lillah semata mengharap ridlo Alloh Swt. Reportase : H. Sarno R Sudibyo, M.Pd./ MPI PCM Kalasan; https://pcmkalasan.or.id//)

Loading

40 Tahun Mutemsa, Bersama Berbagi, Wujudkan Generasi Peduli dan Berkarakter Mulia

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Rabu, 5 Februari 2025. SMK Muhammadiyah 1 Tempel (Mutemsa) memperingati Milad yang ke-40.Dalam agenda pekan Milad, Mutemsa menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti Corporate Social Responsibility (CSR), Parenting, hingga Pengajian Akbar.CSR diawali dengan kegiatan bersih masjid. Mutemsa menerjunkan tim guru dan murid untuk membersihkan tiga masjid di Srumbung Magelang dan Caturharjo Sleman.Di sekolah pun tim guru dan murid melayani Free Laundry & Permak, sambil memperkenalkan dua jurusan unggulan yaitu Perhotelan dan Desain Produk Busana.Dalam pelaksanaannya selama dua hari sebelumnya, Permak gratis telah menyelesaikan 50 pcs pakaian yg masuk baik dari warga sekolah maupun lingkungan sekitar sekolah. Sedangkan pada free Laundry, telah terpenuhi kurang lebih 15kg pakaian dari target 50kg yang ditawarkan sebagai kuota gratis.Dilanjutkan dengan Parenting pada hari ini, oleh dr. Inggar Bagus Wibisana, S. Ked., A.P., M.M.yang berpesan, “Cara untuk mencegah berbagai macam jenis kenakalan remaja, harus bersinergi antara orang tua dengan pihak sekolah karena pola asuh anak menjadi tanggung jawab bersama.”Pekan Milad masih akan berlanjut hingga hari Sabtu, 8 Februari 2025 dengan CSR Free Laundry & Permak serta Pengajian Akbar oleh Drs. H. Purwana, MA yang dimeriahkan dengan bazaar sembako hingga cek kesehatan gratis.Sesuai dengan tema Milad Mutemsa tahun ini, semua kegiatan bertujuan untuk berbagi, peduli dan mewujudkan Karakter Mulia. Info PPDB :08112650222 (admin)bit.ly/mutemsa_ppdb2025 (link pendaftaran) Reportase : Errista Dewanti, S. Pd. SMK Muhammadiyah 1 Tempel Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PCM Kalasan Launching TOKOMU

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id Pada hari Senin, 3 Februari 2025 PCM Kalasan melaunching unit usaha baru dalam bisnis penjualan barang-barang kebutuhan masyarakat yaitu TokoMu, berlokasi di Jetis RT 05/ RW 035, Tamanmartani, Kalasan. Area TokoMu luasnya sekira 3 x 5 m itu menyediakan barang-barang seperti beras, gula, minyak, peralatan mandi, dan barang-barang kelontong lainnya. Launching TokoMu ditandai dengan penyerahan bantuan sembako kepada warga kurang mampu melalui PCM Kalasan yang diterima oleh Wakil Ketua PCM Kalasan, Drs. H. Maryanto disaksikan oleh Wakil Ketua PDM Sleman, Drs. H. Irfan Haris, dilanjutkan dengan sesi meninjau toko sambil berbelanja. Irfan menyambut gembira dibukanya TokoMu yang dikelola oleh Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata berkolaborasi dengan LazisMu PCM Kalasan. “Unit Usaha TokoMu ini merupakan yang pertama didirikan di Sleman. Saya berharap TokoMu dikelola secara syariah untuk mewujudkan dakwah Muhammadiyah yang menghadirkan kesejahteraan bersama,” kata pak Irfan. Sementara itu, Wakil Ketua PCM Kalasan, Drs. H. Budi Sarwanto, M.Si., berpesan dengan menyitir hadits Nabi Saw., yang isinya hendaklah kita menjadi muslim yang kuat karena orang muikmin yang kuat lebih dicintai Alloh, yaitu kuat imannya dan kuat ekonominya. Berdagang merupakan salah satu profesi yang disunahkan rasululloh karena sesungguhnya 90% rezeki itu dari berdagang. Karena itu, beliau berpesan agar TokoMu menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam pengelolaannya agar menghadirkan rezeki yang berkah. Budi Sarwanto juga mengingatkan pesan Nabi, janganlah kamu memakan harta saudaramu dengan cara yang batil.  Pengelola TokoMu, Eko Wulantara, menjelaskan bahwa toko yang bertempat di kediamannya itu modal awalnya sekitar 29 juta, terdiri dari biaya belanja kulakan barang-barang penjualan dan penyediaan fasilitas pendukung seperti rak dan komputer kasir toko untuk pencatatan pembelian dan penjualan barang.  Sementara itu, Eko Susatyo, yang juga Ketua Lazismu PCM Kalasan menjelaskan bahwa modal awal itu berasal dari iuran 26 anggota PCM Kalasan yang dirintis sejak tahun 2022 hingga sekarang. Agar dana yang terkumpul itu produktif dan memberi kemaslahatan umat, Duo Eko itu mengambil inisiatif untuk mendirikan TokoMu. Eko Susatyo menambahkan bahwa sementara ini operasional toko sehari-hari dibantu oleh satu karyawan lulusan SMA Muhammadiyah Kalasan binaan Lazismu. Dalam sambutan arahannya, Drs. H. Irfan Haris, Wakil Ketua PDM Sleman yang membidangi Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata, memaparkan bahwa idealnya TokoMu menjadi bagian dari unit usaha Koperasi PCM Kalasan yang dikelola secara syariah. Karena itu, beliau menekankan perlunya dilakukan langkah-langkah stratejik melanjutkan yang sudah dirintis selama ini. Apabila sudah terbentuk Koperasi PCM Sleman, hendaklah diupayakan koperasi yang berbadan hukum dan segera dilakukan penyusunan AD/ART secara rapi, lengkap, dan detail. Dengan begitu, nantinya Koperasi PCM bisa memanfaatkan program pelatihan dan menggaet dana bantuan dari pemerintah. Hal-hal yang musti mendapat perhatian dari usaha TokoMu sebagai unit usaha Koperasi PCM Kalasan, antara lain: (1) Shigot pemakaian keuangan harus jelas diatur dalam AD/ART; (2) penyepakatan yang jelas antara pengurus Koperasi dan pengelola TokoMu, perlu diatur secara rinci apabila pengurus merangkap sebagai pengelola TokoMu; (2) Tata kelola sistem akuntansi harus tercatat secara tertib dan rapi sehingga data harian ter-update secara realtime; (3) pengaturan SHU secara adil dan transparan; (4) Sirkah yang jelas, misalnya, bolehkah ada simpanan wajib khusus anggota sebagai modal penyertaan; (5) Kemungkinan perluasan usaha dan barang dagangan, misalnya apakah akan dikembangkan dengan unit usaha simpan pinjam; (6) Ada baiknya seluruh anggota memberikan data jumlah kebutuhan bulanan untuk pembuatan rancangan ritail penjualan sehingga menguntungkan koperasi; (7) Perlunya penegasan model toko musawamah, yakni jual beli yang tidak diketahui pokoknya. Jujur, tidak mencampurkan barang yang baik dengan barang yang jelek untuk dijual. ( H. Sarno R Sudibyo, M.Pd./ MPI PCM Kalasan https:pcmkalasan.or.id )

Loading