Berikut Hasil Lomba Kultum Online MPI PDM Sleman
![]()
Berikut Hasil Lomba Kultum Online MPI PDM Sleman
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Kabupaten Sleman akan gelar pertemuan akbar warga Muhammadiyah Kabupaten Sleman dalam acara Silaturrahmi Syawal 1446 H pada hari Sabtu, 26 April 2025, Masjid Agung Sleman Dr. Wahidin Sudiro Husodo. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting dalam organisasi Muhammadiyah, termasuk anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sleman, serta perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kabupaten Sleman. Salah satu agenda penting dalam acara ini adalah mangayubagyo calon jamaah haji Muhammadiyah Kabupaten Sleman tahun 2025 yang tergabung dalam KBIHU Aisyiyah Sleman. Acara ini menjadi momen spesial bagi calon jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci, karenadoa dan dari seluruh warga Muhammadiyah yang hadir, sebagai bentuk harapan agar perjalanan ibadah haji mereka berjalan lancar dan diterima oleh Allah SWT serta mendapatkan predikat Haji Mabrur. Sementara Inti dari acara pengajian akan disampaikan oleh Ustadz KH. M. Jazir ASP. dai kondang yang identik dengan Masjid Jogokaryan Yogyakarta yang fenomenal.
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Bertempat di Rumah Dinas Bupati Sleman pada hari Ahad, 20 April 2025 Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman gelar Syawalan seluruh anggota pimpinan. Hadir bupati Sleman yang diwakili sekda Drs. Sumiarto., MM membuka secara resmi hajat ini. Dalam kata sambutan beliau sampaikan tentang 5 program unggulan pemda Sleman periode 2025 – 2030. Satu hal yang sangat utama dalam bidang pendidikan. Pemda memberi peluang kepada anak- anak Sleman untuk bisa mengambil kesempatan beasiswa pemda di UNISA atau AMIKOM dimana 2 PTS ini telah menjalin MoU dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman. Dihadiri Pimpinan Wilayah Aisyiyah DIY ibu Dr. Widiastuti, S.Ag. MM menyampaikan tentang “ program Aisyiyah pasca Tanwir, bidang pendidikan dan Makesos, Kesehatan, Ekonomi dan Dakwah berjalan bersama kolaborati”f. Dalam laporan panitia pelaksana Hanik Rosyada selaku panitia pelaksana acara ini menyampaikan dasar hukum kegiatan ini, Silaturahmi Syawal dan Peringatan Hari Kartini. “ Kartini adalah tokoh perempuan Indonesia yang mempelopori perempuan untuk belajar sebagaimana tercantum dalam Q.S. Al Baqoroh 257, mengeluarkan manusia dari zaman kegelapan menuju pencerahan, Habis Gelap Terbitlah Terang”. Tausiyah Syawal disampaikan oleh Ustadz Dr. Yusuf A. Hasan., M.Ag. dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dalam tausiyahnya menyampaikan uraian tentang Q.S. Al Muthofifin, “ Ibu-bu Aisyiyah supaya benar-benar mencermati ayat ini, jangan mengurangi, menyimpang, tetap pada jalan yang lurus , dimulai dari hati yang lurus, istiqomah sehingga terwujud insan yang tattaquun”. Hj, Hanik Rosyada. M.Pd, Ketua PDA Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
![]()
Komite mendukung penuh semua kompetisi yang diikuti siswa-siswi, bahkan kompetisi yang diikuti oleh guru-guru sekolah tersebut. “Keikutsertaan dalam berbagai kompetisi merupakan wahana untuk mengasah prestasi, menguatkan mental dan karakter serta membentuk pribadi juara sesuai bidang yang ditekuni,” pungkas Eny Purwaningsih kepala SD Muhammadiyah Semingin. Rep Edy – KIM Moyudan)
![]()
Ngaglik, Momentum Syawal selalu menjadi saat yang tepat untuk mempererat ukhuwah dan merekatkan kembali tali persaudaraan setelah sebulan penuh menunaikan ibadah Ramadhan. Hal inilah yang tergambar dalam kegiatan Halal bi Halal Syawalan Keluarga Besar Muhammadiyah Ngaglik, yang diselenggarakan pada Sabtu, 20 April 2024, di Masjid Ahmad Dahlan Rejodani, Ngaglik, Sleman. Acara yang penuh kehangatan ini dihadiri oleh berbagai elemen dalam lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah Ngaglik, antara lain Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngaglik, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Ngaglik, seluruh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Aisyiyah (PRA) se-Ngaglik, serta PCPM, PCNA, AUM se-Ngaglik, dan jamaah Masjid Ahmad Dahlan Rejodani. Acara ini menjadi simbol kebersamaan dan semangat melanjutkan perjuangan dakwah yang tak pernah surut. Paduan Suara dan Semangat Kebangsaan Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan lagu Sang Surya dan Mars Aisyiyah yang dibawakan secara apik oleh paduan suara dari IGABA Ngaglik. Nuansa semangat dan kebanggaan sebagai kader Muhammadiyah sangat terasa dalam lantunan lagu-lagu tersebut. Dengan dipandu oleh dua moderator muda dan energik, Mbak Mumtaza dan Mbak Rikka, acara berjalan hangat namun tertib. Suasana syawalan terasa begitu akrab, mempertemukan berbagai generasi dalam satu panggung ukhuwah yang indah. Sambutan: Mengawali dengan Memaafkan dan Membangun Harapan Ketua PCM Ngaglik, Prof. Dr. Ir. H. Sukamta, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya syawalan sebagai momentum “memutihkan hati” dan memperbanyak maaf. Beliau juga memanfaatkan kesempatan ini untuk meluncurkan gerakan Wakaf Pembelian Tanah Masjid Ahmad Dahlan, dengan skema donasi sebesar Rp 50.000 per bulan selama 60 bulan, sebagai bagian dari ikhtiar membesarkan pusat dakwah Muhammadiyah di Ngaglik. Gerakan wakaf ini menjadi angin segar dan peluang amal jariyah bagi warga Muhammadiyah yang ingin terlibat dalam pengembangan Masjid Ahmad Dahlan sebagai Islamic Center masa depan. Laporan Capaian PCM Ngaglik: Masjid Ahmad Dahlan Bangkit Laporan capaian PCM Ngaglik disampaikan oleh Ust. Ari Wibowo, S.H.I., S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Ahmad Dahlan. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa Masjid Ahmad Dahlan kini telah tumbuh sebagai pusat dakwah Muhammadiyah Ngaglik. Dulu, masjid ini hanya dikenal sebagai tempat singgah musafir karena letaknya yang tidak berada di permukiman padat. Namun kini, dengan semangat kebersamaan dan pengelolaan yang progresif, berbagai kegiatan telah rutin digelar. Kajian Ahad Pagi yang dulunya hanya diikuti segelintir jamaah, kini mampu menghadirkan hingga 200 jamaah, dengan pengisi dari berbagai latar belakang keilmuan, dan disiarkan secara live streaming di kanal YouTube Ngaglik Berkemajuan. Selain itu, kegiatan tahsin Qur’an setiap Selasa ba’da Maghrib, kajian rihlah, serta Pesantren Ramadhan dan kajian tarawih selama bulan Ramadhan menunjukkan keseriusan PCM dalam membumikan dakwah Islam berkemajuan. Tak hanya sisi spiritual, Masjid Ahmad Dahlan juga menggerakkan program sosial dan ekonomi berbasis jamaah, salah satunya adalah Gerakan Shadaqah Sampah (GSS). Dengan GSS, masjid berhasil mengumpulkan hampir 10 ton sampah anorganik, ribuan sampah elektronik, dan ratusan liter minyak jelantah. Hasil dari pengelolaan ini, antara lain digunakan untuk mendanai Pasar Ceria, sebuah pasar yang membagikan sayur dan lauk kepada jamaah dan warga sekitar setiap Ahad Wage. Melalui GSS pula, berdirilah GSS Mart, unit usaha kecil yang menjual kebutuhan rumah tangga dengan omset yang menjanjikan. Jelang Idul Fitri 2024, GSS Mart bahkan berhasil menjual lebih dari 300 paket parsel, dengan omset mencapai Rp 31 juta. Keberhasilan ini membawa Masjid Ahmad Dahlan menjadi peraih hibah Program 1.000 Cahaya dari PP Muhammadiyah kategori Green Masjid, serta juara 1 lomba video TikTok yang diadakan oleh LPCRPM PP Muhammadiyah. Tausiyah Ustadz Mujiman: Menjaga Amal, Menjaga Hati Sebagai puncak acara, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Mujiman, dai kondang dari Bantul yang akrab disebut “Dai Tarkam”. Dalam penyampaiannya yang ringan namun mengena, beliau mengajak seluruh jamaah untuk menjaga kesinambungan amal shalih yang telah dikerjakan selama bulan Ramadhan. Beliau menyebutkan tujuh hal yang perlu dijaga secara istiqamah, yaitu: “Jangan jadikan Ramadhan hanya momen sesaat. Bulan Syawal ini adalah momentum kita membuktikan bahwa kita telah berubah dan siap melanjutkan perjuangan,” ungkap beliau penuh semangat. Peran Garda Depan: KOKAM dan Para Senior Kesuksesan acara ini tidak lepas dari kerja sama seluruh elemen, termasuk para senior PCM Ngaglik yang tetap hadir dan mendukung dengan penuh semangat. Tak kalah penting adalah peran KOKAM Ngaglik yang menjadi garda pengaman kegiatan, memastikan acara berjalan lancar dan tertib dari awal hingga akhir. Penutup: Makan Opor, Merajut Cinta Acara ditutup dengan makan opor bersama, sebuah tradisi khas Syawalan yang mempererat kebersamaan di tengah cita rasa khas Lebaran. Di sela-sela hidangan, canda dan obrolan hangat mewarnai suasana, membuktikan bahwa dakwah dan kebersamaan bisa berjalan beriringan dalam bingkai kekeluargaan yang erat. Syawalan Keluarga Besar Muhammadiyah Ngaglik bukan sekadar ajang temu dan salam-salaman. Ia adalah simbol kuatnya jaringan ukhuwah yang dibangun atas dasar iman, perjuangan, dan kesadaran kolektif untuk terus tumbuh dan berkembang. Masjid Ahmad Dahlan kini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi telah menjelma menjadi pusat gerakan kebaikan dan harapan baru Muhammadiyah di Ngaglik. Semoga semangat ini terus menyala, dan menjadikan setiap langkah warga Muhammadiyah sebagai jalan menuju ridha Allah Swt. reupload https://dmikabsleman.wordpress.com/2025/04/20/syawalan-keluarga-besar-muhammadiyah-ngaglik-menyatukan-hati-melanjutkan-amal-shalih/
![]()
Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Forum Koordinasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (FK PRM) Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman gelar pengajian rutin. Pengajian yang berlangsung setiap Ahad Pahing bertempat di Pendopo Kalurahan setempat.Dalam pengajian Ahad Pahing ( 20/4/2025) menghadirkan Ustadz Rafiul Wahyudi, S.E.I, M.E.I dosen UAD Yogyakarta, yang juga Pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PMW) Yogyakarta.Pada pengajian tersebut Ustazd Rafiul membeberkan bahwa Umat Muhammad yang paling baik ada dua golongan, yaitu orang yang panjang umurnya dan yang bertambah amal baiknya.Umur panjang antara 60 sampai 70 tahun walaupun masalah umur dalam genggaman Allah SWT. ” Kalaupun kita ada yang sudah berumur lebih dari 70 tahun berarti itu bonus.” Ungkapnya.Nabi Muhammad sendiri meninggal di usia 63 tahun, umur dapat diibaratkan sebuah lampu rambu lalu lintas di jalan. Hijau ibarat masih muda, kuning ibarat umur 30-50 tahun, sedangkan merah usia 60 tahun ke atas yang artinya siap mati.” Untuk itu marilah kita harus pandai-pandai memanfaatkan waktu untuk selalu beribadah dan berbuat baik.” Tandanya.Sedangakan umat terbaik yang kedua yaitu orang yang selalu bertambah amal sholihnya. Semakin bertambah usia semakin bertambah amal baiknya. “Insya Allah kalau kita semaki bertambah amal baiknya akan mendapatkan surga yang kekal abadi.” Pungkasnya.Pada kesempatan sebelumnya pengurus FK PRM Sumbersari Agus Winoto dalam sambutannya menyampaikan taqoballallahuminawaminkum, semoga amal ibadah puasa dan amalan Ramadhan yang sudah dilakukan mendapatkan pahala dari Allah. Selanjutnya Ia juga berharap agar para jamaah setelah melewati Kawah Candradimuka bulan Ramadhan agar bisa menjaga dan mempertahankan. ” Marilah kita tetap selalu istikkmah untuk mengisi kegiatan di masjid maupun mushala.” Pungkas Agus.(Rep : Giek- PCM MoyudanEditor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
![]()
![]()
Kalasan, Pdmsleman.Or.IdDi Sabtu pagi yang cerah, terlihat ratusan orang berbaju muslim berwajah ceria memadati Lapangan Bayen, Purwomartani, Kalasan untuk mengikuti pengajian akbar rutin yang diadakan oleh PCM Kalasan.Acara yang digelar pada tanggal 12 April 2025 dihadiri jajaran pimpinan Kapanewon Kalasan, pimpinan MWC NU Kalasan, pimpinan LDII Kalasan, pimpinan MTA Kalasan, pimpinan IPHI Kalasan, Pimpinan DMI Kalasan, pimpinan MUI Kalasan, AUM, AUA, Ortom, PRM PRA dan simpatisan Muhammadiyah di Wilayah Kapanewon Kalasan.H. Sunandar, S.Psi., Ketua PCM Kalasan, dalam sambutannya menginformasikan bahwa ” PCM Kalasan saat ini sedang menggalang dana untuk pengadaan AmbulanMU senilai 255.000.000 rupiah. AmbulanMU ini akan sangat membantu kegiatan sosial di wilayah Kapanewon Kalasan sehingga Ketua PCM Kalasan mengajak jama’ah sekalian untuk bisa berkolaborasi bersama dalam mewujudkan AmbulanMU ini”. Saat ini dana yang terkumpul masih kurang 200.825.000 rupiah. Jama’ah yang akan bersodaqoh dapat menghubungi bapak Aswino (0856 0037 2558) atau bapak Catur (W. 0895 2268 6633).Dalam acara tersebut, Panewu Kalasan, Joko Susilo, SP, M.Si. mengajak jama’ah sekalian untuk mempererat silaturahmi antar umat Islam di Kalasan. Pak Panewu juga mengajak jama’ah untuk menjaga nilai toleransi supaya umat Islam yang ada di Kalasan menjadi umat yg rohmatan lil alamin. Acara selanjutnya diisi oleh Ustadz Ikhwanu Shofa dari PWM Jawa Tengah.Ustadz Ikhwanu Shofa menyampaikan bahwa menurut catatan Mbah Hadjid, salah satu murid KH Ahmad Dahlan, KH Ahmad Dahlan selama hidup hanya mengajarkan sekitar 50 – 60 ayat Al Qur’an. Padahal ayat Al Qur’an ada 6.200 ayat. Meskipun yang KH. Ahmad Dahlan ajarkan cuman sedikit, tapi ternyata membuat Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sebesar ini. Kenapa bisa demikian ? Itu semua salah satunya karena dalam mengajarkan Al Qur’an KH. Ahmad Dahlan mempunyai 2 syarat pengajaran. Pertama adalah belum ganti ayat lain sampai sebelum jama’ahnya paham. KH. Ahmad Dahlan mengajarkan surat Al Maun pada murid-muridnya sampai dengan 3 bulan lamanya. Yang kedua adalah belum ganti ayat lain sebelum ayat yang diajarkan saat ini diamalkan. Prinsip ini yang akhirnya membuat murid-murid KH. Ahmad Dahlan menjadi santri amalan, bukan santri hafalan.Ustadz Ikhwanu Shofa juga menggaris bawahi penerapan rukun Islam yang tidak berurutan. Seperti kita ketahui, secara urutan Rukun Islam adalah Syahadat, Salat, Zakat, Puasa, dan Haji. Data Balitbang Kementerian Agama menunjukkan tingkat penunaian Rukun Islam berupa shalat di Indonesia di tahun 2024 adalah 38,9% dan tingkat penunaian puasa Ramadhan adalah 62,9%. Ini menunjukkan ada orang-orang yang berpuasa tetapi tidak melaksanakan shalat 5 waktu padahal secara urutan Rukun Islam sholat lebih dahulu daripada zakat.Menurut data Kementerian Agama, waiting list haji sebesar 5% dari jumlah umat Islam di Indonesia sedangkan tingkat penunaian zakat mal tidak pernah lebih dari 1% saja. Hal ini menunjukkan adanya umat Islam yang secara finansial mampu melaksanakan ibadah haji, tetapi tidak melaksanakan rukun islam yang lebih utama yang posisi sebelumnya yaitu zakat wabil khusus zakat mal. Oleh karena itu, penceramah mengajak umat Islam yang hartanya sudah memenuhi syarat zakat mal untuk mengeluarkan zakatnya. Penceramah juga mengajak pada ustadz dan da’i – da’i untuk mensosialisasikan masalah zakat ini agar makin tumbuh kesadaran masyarakat untuk berzakat yang mana zakat ini akan sangat bermanfaat untuk umat dan ini selaras dengan Gerakan Al Ma’un yang dirintis KH. Ahmad Dahlan. Kenapa surat Al Maun ? karena dengan A Maun ini kita membuktikan agama kita ini beneran atau cuma pura-pura, bukan masalah sholatnya, bukan masalah haknya saja, tapi bagamana sikap kita terhadap isu pengentasan kemiskinan, penanganan anak-anak yatim piatu, dan pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan. Penceramah juga memberikan tips untuk kita agar gemar bershadaqah dengan menargetkan minimal shadaqah yang dikeluarkan sebesar uang jajan yang dikeluarkan.Rep Hanif Rahmawan / MPI PCM Kapanewon Kalasan.Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()