Membumikan Risalah Islam Berkemajuan, Mencerahkan Masyarakat Cangkringan: Musyawarah Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Kapanewon Cangkringan

Cangkringan.Pdmsleman.Or.Id Dalam upaya mendorong pemahaman Islam yang berkemajuan dan memberikan cahaya pencerahan kepada masyarakat, Musyawarah Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Kapanewon Cangkringan digelar dengan tema “Membumikan Risalah Islam Berkemajuan, Mencerahkan Masyarakat Cangkringan”. Acara tersebut berlangsung pada Sabtu, 26 Agustus 2023, bertempat di SMK Muhammadiyah Cangkringan. Dalam sambutannya, Ketua PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) H. Harjaka menggarisbawahi pentingnya menghidupkan dan mengamalkan ajaran Islam yang membawa kemajuan bagi masyarakat. Tantangan Jaman yang semakin maju kita warga muhammadiyah tetap harus Istiqomah secara masif tetap menyampaikan kebenaran dengan cara yang santun dan mengedepankan Adab tertulis dalam kitab Adabul Mufrat : Al Adabu Fauqal ‘Ilmi adab harus berada diatas ‘ilmu maksudnya dalam kita berdakwah harus mengedepankan Adab, sopan santun atau unggah-ungguh dengan penuh kesabaran sabar namun pasti. Kemajuan ini sudah digambarkan oleh para sesepuh bangsa yang tertuang dalam Tembang Pocung seperti berikut ini : Jaman majuAkeh wong tumindak kliruNinggalna tuntunanNuruti senenge atiAna donya ngati-ati lan waspada. Maksudnya : Dijaman yang sangat maju iniBanyak orang yang berbuat salahYaitu meninggalkan tuntunan agamaHanya karena mengikuti nafsunya sendiriPadahal kita hidup di dunia ini harus hati-hati dan waspada Acara ini dihadiri oleh 80 peserta yang berasal dari berbagai unsur seperti PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah), PRM (Pimpinan Ranting Muhammadiyah), PM (Pemuda Muhammadiyah), dan organisasi lainnya. Dalam rangkaian acara tersebut, 66 orang mengutarakan kesanggupan untuk menjadi pengurus, dan dari jumlah tersebut, 35 orang telah mengembalikan kesanggupan secara resmi. Terpilih sebanyak 13 formatur yang terdiri dari 4 wajah lama dan 9 orang dari generasi muda yang baru bergabung. Hal ini mencerminkan semangat Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam memberikan peluang kepada generasi muda untuk berkontribusi dalam memajukan organisasi dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam konteks modern. Ketua PCM Cangkringan, H. Muhammad Jarun Anwar Sag, didampingi oleh Sekretaris Hartono Spd, berperan dalam kelancaran acara ini. Pemilihan pengurus dilakukan dengan metode E-Voting menggunakan aplikasi elektronik, mencerminkan adopsi teknologi dalam proses demokrasi internal organisasi. Sementara HJ. Suatmirah, S. Pd diamanahkan menjadi Ketua PCA Cangkringan dengan Titik Sunarti, S.Pd. sebagai Sekretaris . Dengan tema yang kuat dan antusiasme dari para peserta, Musyawarah Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Kapanewon Cangkringan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi ke arah yang lebih progresif dan berdampak positif bagi masyarakat Cangkringan. Reportase Supri Cangkringan   Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PCM Pakem Terima kunjungan Silaturahmi PDM Sleman

Sabtu, 25 Agustus 2023 bertempat di SD Muhammadiyah Pakem diselenggarakan Kunjungan dan Silaturahmi (kunsiroh) PDM Sleman ke PCM Pakem.Ada 4 agenda pokok dalam kegiatan tersebut, yaitu :1) Pengenalan Anggota PDM Sleman 2022-2027.2) Sosialisasi Risalah Islam berkemajuan3) Sosialisasi Prioritas Program PDM Sleman4) Sukses anggota DPD RI perwakilan Muhammadiyah DIY. Kegiatan dihadiri 70 orang dari unsur PCM, PCA, PRM, PRA, Ortom, dan Pimpinan Amal Usaha Muhammadyah/Asiyah Pakem. Reportase : RAN Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Bupati Sleman Hadiri Pengajian Songsong Musycab PCM Dan PCA Kalasan Serta Milad 58 SMP Muh 2 Kalasan

Kalasan,Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka menghadapi Muscab PCM Kalasan yang ke 17 dan Muscab PCA Kalasan yang akan diselenggarakan pada Hari Ahad 3 September 2023 di SD MUH Kadisoko, pada Sabtu 26 Agustus 2023  diadakan Pengajian Songsong Muscab bertempat di Lapangan Bayen Purwomartani Kalasan Sleman. Pengajian yang dikoordinasikan olen PRM Purwomartani tersebut dihadiri kurang lebih 2500 an jamah yang terdiri dari  Pengurus PCM , PRM , ORTOM dan segenap Guru dan Karyawan AUM , Jamaah Masjid Muhammadiyah serta tidak lupa hadir para orang tua wali murid yang putra putrinya belajar di sekolah sekolah yang bernaung di Muhammadiyah. Tidak lupa juga diawal kegiatan Pengajian tersebut ditampilkan berbagai kesenian dari siswa siswa SMP Muh. 2 Kalasan Hadir pula dalam Pengajian tersebut Bupati Sleman Hj. Kustini Sri Purnomo, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Sleman yang diwakili   H. Irfan Harits, Drs H. Sri Purnomo Msi.  Panewu, Kapolsek,  Dan Ramil,  Kepala KUA , Lurah Se Kapanewon Kalasan serta Ketua Ketua Ormas di Kalasan. Dalam Pengajian tersebut bersamaan juga dengan Kegiatan Milad SMP MUH 2 Kalasan ke 58 yang ditandai dengan Penanaman Pohon Glodokan oleh Bupati Sleman Hj. Sri Kustini. Dalam pengajian tersebut Bupati Sleman dalam sambutanya mengajak semua peserta pengajian agar menjalin hubungan yang baik antara warga Muhammadiyah  dan pemerintah Kabupaten Sleman Disisi yang lain Ibu Bupati Sleman juga mengharap agar “ Pimpinan Cabang Yang Nanti Akan menyelenggarakan Muscab bisa mengambil program program yang rahmatan lil ‘alamin”.   Memberi Sambutan juga dalam pengajian tersebut PDM Sleman yang diwakili H. Irfan Harits yang menyampaikan agar selalu menjaga silaturahmi dan membangun risalah Islam yang berkemajuan.  Sebagai acara inti Pengajian Songsong Muscab PCM dan PCA serta Milad SMP MUH. 2 Kalasan disampaikanlah Pengajian Oleh Ustadz Drs.H.Jamaluddin Ahmad, S.Psi dari Ketua LPCR dan Pembinaan Masjid PP Muhammadiyah. Reportase : Tyas Endarto Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Islam Tidak Perlu Dimodifikasi

Seyegan, Pdmsleman.or.id “Islam itu rahmatin lil ‘alamin dan sudah up to date, sehingga tidak perlu ditambahi, dikurangi atau malah dimodivikasi,” demikian disampaikan Ketua PDM Sleman pada upacara pembukaan Musyawarah Cabang Muhammadiyah ke 12 dan Aisyiah ke 11 Seyegan hari Ahad, 20 Agustus 2023. “Jika Islam kok dimodifikasi dengan unsur apapun, lanjut Harjaka, S.Pd, A.Ag, MSI,  maka orisinalitas Islam jadi tidak murni lagi, pada hal sumber rujukan Islam itu hanya Al Qur’an dan As Sunnah. Musyawarah Cabang yang mengambil tema “Membumikan Risalah Islam Berkemajuan Mencerahkan Seyegan Berkeadaban,” diterjemahkan olehnya bahwa Muhammadiyah berkemajuan itu menerapkan prinsip Islam yang kekinian, sesuai perkembangan zamannya. Mencerahkan diartikan Muhammadiyah itu harus bisa menyinari, membahagiakan, dan menyenangkan ummat. Berjuang di Muhammadiyah itu harus ikhlas, tanpa pamrih dan berkeadaban, kata Gus Jaka, warga Muhammadiyah harus memiliki dan mementingkan sopan santun, tata krama dalam dakwah dan bermasyarakat. Sementara itu, Ketua PCM Seyegan dalam sambutannya, Musyawarah Cabang kali ini memang dibuat sederhana. Ini dengan alasan bahwa PCM sedang berkonsentrasi untuk pembebasan tanah di sebelah utara SMKMu Seyegan seluas 722m2 seharga Rp.2 Milyard,-. Yang rencananya tanah dan bangunan ini akan dipergunakan untuk AUMKesehatan (klinik). Reportase      : Gus Poer Seyegan

Loading

Muscab Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Ngaglik mengusung tema: “Membangun Ngaglik Berkemajuan dan Kerkebangsaan”

Muhammadiyah Cabang Ngaglik melaksanakan musyawarah cabang pada tanggal 20 Agustus 2023 yang bertempat di Sekolah Dasar Muhammadiyah Ngaglik 1 yang bertempat di ranting Sukoharjo. Acara pembukaan Muscab ini dihadiri oleh beberapa pengurus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah PDM Sleman, jajaran muspika ngaglik, seorang anggota DPRD Sleman, dan pengurus Muhammadiyah Ngaglik serta warga Muhammadiyah khususnya Ranting Sukoharjo. Panewu Ngaglik Agung Endarto, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya mengatakan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi yang besar dan mempunyai anggota yang sangat banyak. Oleh karena itu, melalui muscab ini menghimbau agar Muhammadiyah Ngaglik  semakin memberi manfaat bagi warga masyarakat  dan meningkatkan sinergi dengan pemerintahan terutama di Ngaglik. Menghadapi tahun politik ini, Panewu Ngaglik menghimbau agar warga Muhammadiyah khususnya terus menjaga persatuan dan kesatuan.  Sambutan panewu diakhiri dengan pembukaan Muscab. Sementara itu H. Sukamto sebagai wakil dari PDM Sleman mengingatkan, bahwa Muscab bukan semata-mata hanya untuk pergantian pengurus. Akan tetapi hal yang harus dipikirkan dalam Muscab adalah untuk menyusun rencana dan program yang akan datang, agar kerja kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas di Muhammadiyah lebih terarah dan kiprah Muhammadiyah di Cabang lebih meningkat.  Pak Kamto juga mengingatkan bahwa kultur Muhammadiyah  adalah tidak ada orang yang meminta untuk menjabat menjadi pimpinan. Namun jika diberi kepercayaan sebagai pimpinan atau pengurus dimanapun posisinya harus siap untuk melaksanakan. Dalam menanggapi sambutan Panewu, Pak Kamto menyatakan bahwa Insya Allah warga Muhammadiyah dalam menghadapi tahun politik akan dapat terus menjaga persatuan dan kesatuan sebagai warga negara Indonesia. Di Muhamadiyah sudah ada PHIWM (Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah) yang didalamnya menganjurkan agar seluruh warga Muhammadiyah bertaprisipasi aktif dalam politik. Beliau mengatakan bahwa semua warga muhammadiyah yang berkecimpung dalam politik praktis, tidak boleh hanya mewakili sebagai wakil partai, akan tetapi harus menjadi sebagai representasi warga Muhammadiyah yang berkemajuan. Diakhir sambutannya beliau juga mengingatkan bahwa nanti setelah terpilih pengurus baru di PCM Ngaglik, jangan lupa bahwa apapun yang menjadi keputusan dan rencana ke depan harus mengacu kepada keputusan-keputusan Muhammadiyah dari pusat. Rencana-rencana ke depan harus secara sinergis mengacu kepada keputusan-keputusan di atasnya. Salah satu contohnya bahwa Muhammadiyah Yogyakarta memutuskan untuk mendukung terpilihnya Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. sebagai anggota DPD, maka PCM Ngaglik dan seluruh warga Muhammadiyah di Ngaglik wajib mendukung program ini.  Pembukaan Muscab Ngaglik  diakhiri dengan pembacaan do’a oleh wakil dari KUA Ngaglik. Reportase : Sutipyo Ru’iya MPI PDM Sleman

Loading

Dikdasmen-PNF DIY PWM DIY Gelar FGD Sekolah/Madrasah Muhamamdiyah Unggul & Berkemajuan

Bantul (19/08/2023) Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (Dikdasmen-PNF PWM DIY) menyelenggarakan acara diskusi publik dan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengusung tema “Menggali Potensi Keunggulan Sekolah/Madrasah Muhammadiyah”. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, (19/8) di Grand Rohan Syariah Bantul Yogyakarta. Hadir dalam acara yakni Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., Wakil ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muh. Dr. Kasiyarno, M.Hum., Ketua PWM DIY, Dr. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., Sekretaris PWM Arif Jamali Muis, Wakil Ketua PWM DIY Gita Dhanu Prananta, S.E., M.M, Ridwan Furqoni M.P..I., Prof. Suyata, Ph.D., Guru Besar Ilmu Pendidikan, Kepala SMA Muhammadiyah 3 Jakarta, Kepala SMK Negeri 2 Malang, dan MAN Insan Cendikia Serpong dan 130 peserta dari SD/SMP/SMA/SMA/MA se-DIY. Ikwan Ahada Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY menyampaikan keputusan Musywil PWM mempertajam salah satu program istimewa dengan memperkuat pilar pendidikan Muhammadiyah DIY. Sebagaimana keterlibatan Muhammadiyah dalam dunia pendidikan yang telah berlangsung sebelum Indonesia merdeka. Ia bercerita bahwa pendiri Persyarikatan, KH. Ahmad Dahlan pada 1913 tidak hanya sebagai pemimpin tetapi juga memimpinkan Muhammadiyah. “Secara pribadi, beliau menjadi contoh sosok pekerja dan memberikan pengorbanan yang tidak hanya menyumbang ide dan gagasan, tapi juga membongkar sebagian rumahnya dalam rangka menegakkan pilar pendidikan,”. Ikhwan Ahada menyarankan agar pendidikan harus selaras dengan keadaban perlu dikedepankan dalam pendidikan Muhammadiyah. Melalui FGD ini, Ia berhadap bisa mewujudkan berbagai potensi keunggulan sekolah selain jumlah siswa. Keunggulan yang bisa muncul dari berbagai aspek. “Maka keunggulan yang dikaitkan pada ikhsannya seseorang ini menjadi hal tepat baik dari dimensi kognisi, perilaku budaya, kemampuan spesifik sains dan teknologi, termasuk interpreuner seseorang,” tutup Ikhwan. Sementara Ketua Dikdasmen PNF DIY, Achmad Muhamad M.Ag mengatakan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan NonFormal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (Dikdasmen-PNF PWM DIY) memiliki tugas dan tanggung jawab dalam mewujudkan amanat muktamatar muhammadiyah di solo dan keputusan musywil DIY. Melalui FGD ini, Achmad meminta sumbang gagasan, ide, sekaligus kritikan masukan yang membangun dari para narasumber dan umpan balik peserta. “Kami yakin dari ide dan gagasan yang kita terima bisa menjadi jalan untuk terus melangkah mewujudkan harapan Persyarikatan agar sekolah/madrasah Yogyakarta menjadi unggul dan berkemajuan,”. “Keunggulan yang dimaksud tidak hanya dari satu perspektif, bisa dari berbagai perspektif dan beragam aspek, di mana masing-masing sekolah mampu mewujudkan keunggulan itu dan menguatkan sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat,” tambah Achmad.

Loading