237 peserta  Ikuti Kegiatan  Orientasi Implementasi Kurikulum Pendidikan Ismuba Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal PDM Sleman

  Depok, Pdmsleman.or.id Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal PDM Sleman mengadakan Kegiatan  Orientasi Implementasi Kurikulum Pendidikan Ismuba untuk Guru Ismuba Tingkat SD dan Kepala Sekolah Tingkat SD. Kegiatan Tersebut dilaksanakan Jumat 7 Juli 2023 bertempat  SD Muhammadiyah CC Condong Catur Depok yang terbadi dalam dua sesi, yakni Sesi  1 berjumlah 39 SD Muhammadiyah untuk Sleman bagian Barat dan sesi  2 berjumlah 40 SD Muhammadiyah untuk Sleman bagian Tmur. Dalam kegiatan ini tiap SD menyertakan 2 guru Ismuba dan satu Kepala Sekolah sehingga peserta seluruhnya 237 peserta. Adapun pada kegiatan isi pengisi materi  adalah  Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal PDM Sleman H. Surahmat , S.Pd menyampaikan Kebijakan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal PDM Sleman  dan Tim Pendidikan Al Islam Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab PP Pimpinan Pusat Muhammadiyah yakni DR. Ridwan M.Hum dan Achmad Muhamad M.Ag Materi : Implementasi Kurikulum Ismuba Sesi 1 dimulai 08.00 – 11.00, Sesi 2 13.30 -17.00. Reportase        : Tyas Endarto Sekretaris Dikdasmen PNF PDM Sleman Editor              : Arief Hartanto, SE, MPI PDM Sleman

Loading

Menata Fuzzle Spirit Pengalaman Berhaji

Oleh: Yayan Suryana, Wakil Ketua PWM DIY Armuzna sebagai puncak haji telah selesai. Thawaf ifadhah dan sya’i sebagian besar jama’ah sudah selesai di tunaikan. Menandakan bahwa seluruh rangkaian ibadah haji telah tuntas. Lantas  dimana kita menemukan kemabruran haji? Suatu predikat yang diidam-idamkan oleh setiap jama’ah. Sejatinya, kemabruran haji seseorang berada pada seluruh landscape kehidupan dunia nyata yang dibingkai oleh nilai-nilai religius yang tinggi. Setiap orang yang telah menunaikan ibadah haji dituntut untuk menghadirkan Tuhan dalam diri dan kehidupannya.  Berhaji pada dasarnya mencelupkan diri dalam  totalitas ibadah yang tidak hanya melibatkan lafal-lafal  dalam doa, dan  kekhusyukkan ibadah seperti dalam shalat, tetapi  terkait juga dengan mobilitas yang sangat dinamis. Ritual haji dan aktivitas sehari-hari berbaur menjadi satu dan hal ini menuntut   kemampuan dalam menghidupkan kesadaran seorang yang sedang berhaji dalam memetakan ritual ibadah dengan aktivitas hidup sehari-hari. Sebab selama proses ibadah haji, atau bahkan selama tinggal di Tanah Suci, semuanya tidak bisa di pisahkan dari seseorang orang yang sedang berhaji. Maka kemabruran berhaji, selain dilihat dari tahapan dan proses ibadah,  juga  berada pada seluruh aktivitas hidup seorang yang berhaji. Kesadaran ini tidak saja ketika berada ditanah suci namun juga harus terus dihidupkan dan dijaga  sampai ke tanah air agar kemabruran menjadi nyata. Perintah Allah terkait ibadah haji, tidak berhenti sampai prosesi manasik saja. Ketika prosesi manasik haji telah selesai, seorang yang menjalankan ibadah haji diminta untuk terus mengingat Allah. Hal itu diterangkan dalam al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 200: Apabila kamu telah menyelesaikan manasik (rangkaian ibadah) haji, berzikirlah kepada Allah sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu, bahkan berzikirlah lebih dari itu. Di antara manusia ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,” sedangkan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun. (QS. Al-Baqarah: 200). Ayat tersebut, mengkomparasikan mengingat Allah dengan mengingat peran dan jasa nenek moyang atau leluhur yang telah menjadikan suatu generasi menjadi lebih baik. Leluhur yang hebat akan mewariskan kehebatan-kehebatan yang kelak akan menjadi buah bibir bagi generasi sesudahnya. Menceritakan kehebatan nenek moyang merupakan hal yang wajar dan dilakukan oleh setiap kelompok manusia. Bagi orang yang berhaji, mengingat Allah itu harus jauh lebih berkualitas, lebih sering, lebih banyak, dan lebih kuat dibandingkan dengan mengingat peran nenek moyang dahulu. Kemampuan mengingat Allah ini merupakan salah satu indikator kemabruran.  Namun demikian, sesungguhnya masih banyak kepingan gambaran kecil dari indikator kemabruran dalam konteks dzikrullah ini. Kepingan-kepingan gambar itu  masih harus  terus dicari, ditata dan diletakan  secara tepat sehingga bisa menunjukkan gambar besar dan utuh mengenai haji yang mabrur. Proses pencarian nilai dan spirit dari pengalaman berhaji secara terus menerus dan mematrinya dalam kesadaran diri seorang yang telah berhaji, sesungguhnya merupakan dzikrullah itu sendiri. Dalam doa yang dibacakan saat manasik,  seharusnya direnungkan terus menerus  kendati jarak waktu pelaksanaan ibadah telah jauh kita lewati. Di situ akan ada kepingan gambar dzikrullah yang otomatis menjadi penopang gambaran besar kemabruran. Kepingan atau potongan gambar yang ditemukan dalam setiap pengalaman ibadah haji yang terus menerus kita kumpulkan, suatu saat nanti aka muncul gambaran besar tentang sosok haji mambrur yang diidam-idamkan itu. Oleh karena itu, menjadikan  diri mejadi haji mambrur adalah usaha sepanjang hayat,  sejak kita menjalankan prosesi manasik  di Tanah Suci  sampai proses memunguti nilai-nilai intrinsik maupun ekstrinsik dari perjalanan ibadah haji kita. Sabar, ikhlas, dan menolong  bukan saja menjadi kunci ketika kita menjalankan proses ibadah haji, tetapi juga menjadi  kata kunci dalam mewujudkan kemabruran. Sabar dalam menemukan kepingan gambar yang berserakan, ikhlas dalam menjalankannya. Kepingan kecil kemabruran itu juga bisa ditemukan dalam kemurahan dan kerelaan hati dalam menolong orang lain. Mendapatkan kemabruran bukan seperti membeli makanan instan atau makanan siap saji, tetapi dicari, temukan, lu petakan dan tata hingga menemukan gambaran utuhnya dalam kepribadian masing-masing. Jadi kemabruran itu seperti puzzle. Ketika sudah ditata dan ditemukan setiap sisi dan sudut gambarnya baru akan kelihatan gambar yang baik dan semurna. Sebagaimana juga fuzzle, kalau gambaran besar  belum terbentuk, maka potongan gambar punya nilai yang sama untuk menyempurnakan bentuk dari gambar besar secara utuh dan sempurna. Kesalahan menempatkan gambar atau hilang salah satu potongannya, maka gambaran sempurna dari fuzzle itu tidak akan didapatkan. Demikian pula kemabruran haji, ada dalam kepingan-kepingan pengalaman, fisik, psikis, sosial, dan ritual haji yang terus dihidupkan sebagai proses dzikrullah. Tugas kita menyusunnya hingga kemabruran itu terekspresi dalam kepribadian kita. Disampaikan Dalam Pengajian bersama jama’ah Aisyiyah DIY Senin 3 Juli 2023 Pukul 08.30-10.30 WAS Kontributor : Sumarah, M.Pd. Editor         : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Rapat Kerja Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal PDM Sleman 2022-2027

Sleman, Pdmsleman.or.id Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah dan Pendidikan Non Formal PDM Sleman 2022-2027 sebagai merupakan salah satu lembaga yang membawahi pendidikan tingkat dasar dan menengah serta non formal pada sekolah-sekolah yang berada dalam naungan Muhammadiyah.terus berbenah. Hal ini untuk mewujudkan pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah sebagai satu kesatuan yang utuh, terpadu, dan berkelanjutan yang mencakup seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah Dibawah pimpinan H. Surahmad S.pd Majelis Dikdasmen dan PNF mengadakan raker  pertama Ahad 2 juli 2023 di RM Pring Sewu Jln. Magelang Pukul 09.00 sd 14.00 Dalam raker diagendakan Penyusunan Program Kerja , Baik Program Jangka Pendek, Menengah dan Jangka Panjang, Rapat kerja dibuka Oleh H. Abdul Kasri Wakil Ketua PDM Sleman yang membidangi Majlis Dikdasmen PNF dengan 25 anggota majlis yang tersebar di tujuh bidang sedangkan dari PDM hadir H. Harjaka, Abdul kasri dan Ardani. Jumlah total 30 peserta dengan   Bahasan program 1. Program Pendidikan Dasar 2. Prigram Pendidikan Menengah 3. Program Ismuba 4. Program Humas  5. Program Pengawas 6. Program PTK 7. Prigram penjaminan mutu Kontributor : Tyas Endarto Sekretaris Dikdasmen Editor : Arief Hartanto, MPI PDM Sleman

Loading

Musyawarah Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Kapanewon Turi, Muhammadiyah berkemajuan, Mewujudkan Turi Berkeadaban

Turi,Pdmsleman.Or.id Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Aisyiyah Kapanewon Turi menggelar Musyawarah Cabang untuk memilih Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Aisyiyah Periode 2022-2027pada Ahad 02 Juli 2023 bertempat di Gedung Dakwah PCM Turi dan SMK Muhammadiyah 2 Turi. Sebelum dibuka secara resmi, perhelatan akbar ini diawali dengan lantunan lagu-lagu Islam dengan iringan musik keroncong dan musik Jawa.  Sebuah manivestasi pelestarian budaya Jawa tanpa meninggalkan jiwa Islamnya. Lantunan lagu Ilir-ilir, Ayo Sholat, Wes Wancine, Banyu Wudhu ditembangkan dengan indah oleh anggota Paduan Suara Aisyiyah. Pembukaan Musyawarah Cabang (Musycab) dihadiri oleh 155 peserta dari unsur PDM Kabupaten Sleman, PDA Kabupaten Sleman, Pemerintahan Kapanewon Turi, Pemerintahan Kelurahan Girikerto, Danramil, Polsek, Kementrian Agama, AUM, PRM dan PRA yang berada di wilayah Kapanewon Turi beserta ortomnya. Acara dibuka dengan berdoa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars Aisyiyah. “Sebagai Pimpinan Cabang Muhammadiyah periode yang lama, kami mempersiapkan Musycab untuk memilih Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Aisyiyah Periode 2022-2027 dalam meneruskan perjuangan Muhammadiyah khususnya di Kapanewon Turi,” ucap Drs. Bambang Rahmanto, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi dalam sambutannya. “Dalam kesempatan ini pula kami akan melakukan serah terima sertifikat tanah wakaf dari Kementrian Agama kepada PCM Turi. Tanah tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun gedung dakwah kedua yang sekaligus akan digunakan sebagai Padepokan Tapak Suci Tingkat Kabupaten Sleman,” tambahnya. Musyawarah Cabang mengambil tema “Muhammadiyah berkemajuan, Mewujudkan Turi Berkeadaban” dan dibuka secara resmi oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., MA. “Kita harus menjadi Islam yang berkemajuan. Dalam berkemajuan, kita harus menuntun umat menuju berkeadaban. Berkeadapan itu penuh lemah lembut, sopan santun.Sebagaimana yang disampaikan Ali Bin Abi Tholib, Jadikanlah ilmumu itu seperti garam, dan jadikanlah adabmu seperti tepung. Maksudnya jika kita menyampaikan pengajaran maka kita harus mementingkan adab dulu. Sebagaimana juga kita ketahui bahwa Rasullulloh diutus untuk memperbaiki akhlak manusia, “ucap  H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., MA. dalam sambutannya. Usai acara pembukaan, dilanjutkan acara sidang Musycab. Peserta sidang Musycab Asyiyah tetap menempati Gedung Dakwah Muhammadiyah. Sedangkan peserta sidang Musycab Muhammadiyah menempati ruang Aula SMK Muhammadiyah 2 Turi. Pada akhir sidang, melalui pemungutan suara dan musyawarah, Drs. Bambang Rahmanto terpilih sebagai ketua dan H. Suraya, S.Pd. sebagai sekertaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kapanewon Turi. Sedangkan, Sri Winarti, S.Pd M.Pd terpilih sebagai ketua dan Indira Minarsih, S.Pd sebagai sekertaris Pimpinan Cabang Aisyiyah Kapanewon Turi. Seluruh rangkaian acara mendapatkan dukungan berupa dokumentasi secara apik oleh peserta didik SMK Muhammadiyah 2 Turi dari Kompetensi Keahlian Teknik Audio Video dan juga penampilan produk sabun hasil produksi dari sekolah yang berada di depan pasar Ngablak Bangunkerto ini . Reportase        : Pamuji Subekti, S.Si, KS SMKM 2 Turi, MPI PDM Sleman Editor              : Arief Hartano,  

Loading

Jihadi PCM Godean 2 Juli, Pertaubatan seorang Pendosa

Godean, PDMsleman.or.id Kajian atau pengajian rutin setiap Ahad Pagi atau Jihadi Pimpinan Cabang Muhammadiyah ( PCM ) Godean pada pagi ini Ahad 2 Juli 2023 di Masjid Al Huda Pandean VII Sidoluhur Godean di sebelah utara Perempatan Godean menghadirkan Ustadz Setiawan Tugiyono, BA. M.H.I. Dalam tausyiyahnya bertema Taubat seorang Pendosa menyampaikan berdasar hadist riwayat Bukhori Muslim yang tertuang dalam buku Riyadhus Sholihin dari Imam Nawawi. Nabi Muhammad pernah mengkisahkan kepada sahabat bahwa ada seseorang yang mana pernah berbuat maksiat dan dosa membunuh 99 orang namun berniat untuk taubat sehingga bertanyalah pada seseorang rahib atau yang dianggap alim, ustadz atau kyai namun jawabannya ternyata seseorang yang sudah membunuh sampai 99 orang maka taubatnya tidak diterima maka seorang pendosa itu marah dan emosi sehingga seorang yang dianggap baik, alim, ustadz, ulama dan kyai tersebut dibunuh sehingga genap menjadi 100 orang yang dibunuh. “ Namun pendosa tersebut tetap ingin bertaubat sehingga mencari seorang ulama dan akhirnya bertanya kepada pemuka agama apa bisa saya bertaubat? Jawabnya kamu masih bisa bertaubat tapi kamu harus pindah tempat”. Kisah ini diambil dari kumpulan kisah yang indah dari hadis yang shohih Bukhori Muslim. Hikmah atau pelajaran yang dapat kita ambil adalah bahwa kita semua pasti memiliki dosa maka ada 5 syarat taubat diterima adalah 1. menyesali apa yang dilakukan 2. Segera meninggalkan perbuatan buruk tersebut 3. Bertekad kuat untuk tidak melakukan lagi dimasa yang akan datang 4. Diwaktu yang masih diperbolehkan taubat 5. Syarat ini tidak hanya istigfar tapi yang berhubungan dengan seseorang maka harus minta dihalalkan kepada orang lain tersebut. Selanjutnya ditekankan oleh  ustadz Setiawan yang sedang menyelesaikan studi S3 di Madinah Arab Saudi ini “Barangsiapa memiliki kesalahan terhadap seseorang maka harus segera meminta dihalalkan. Jangan sampai kita termasuk muflis yakni orang yang bangkrut, orang yang di hari kiamat sudah mengumpulkan pahala yang banyak tapi sayangnya sering menghina, mencela, sehingga pahalanya habis dan dosa-dosa orang-orang yang dicela maka ditanggung olehnya”. Dosa ada 2 yakni kepada Allah dan pada seseorang. Jika kpd Allah langsung kepada Allah tapi jika kepada seseorang harus minta dihalalkan. Selengkapnya dapat disimak di channel youtube Jihadi TV https://www.youtube.com/live/Qzh3sy6I3yY?feature=share Jika ada waktu dapat hadir tiap Ahad pagi di Masjid Al Huda Godean. Perempatan Godean ke utara 100 meter. Mulai jam 06.00 – 07.15 WIB. Reportase H. Wahdan Arifudin PCM Godean, MPI PDM Sleman.

Loading

Kunjungan Study Banding KPRI Pemkot Pasuruan ke BTM Surya PDM Sleman

Gamping – Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Surya PDM Sleman menerima kunjungan studi banding dari KPRI Pemerintah Kota Pasuruan. Direktur BTM Surya PDM Sleman, Drs. H. Hadi Supanan menerima langsung kedatangan rombongan KPRI Pemkot Pasuruan di Kantor BTM Surya PDM Sleman Jl. Raya Patukan (depan kantor kapanewon Gamping) Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu (01/07/23). Dalam penerimaan kunjungan ini BTM Surya PDM Sleman berbagi materi, pengalaman mengenai pengelolaan managerial karyawan dan anggotanya yang bertujuan untuk meningkatkan serta mengomptimalkan kemampuan dalam pengelolaan keuangan secara efektif dan mempunyai manfaat yang sangat besar. BTM beda dengan BMT karena di Muhammadiyah mall nya dikelola oleh Lazismu. BTM Surya PDM Sleman Berdiri sejak tahun 2013 sekarang sudah mempunyai aset Rp10,2 M dan mempunyai kantor 2, di masing-masing kantor dikelola 4 orang jumlah keseluruhan pengelola atau karyawan ada 8 orang. “ Karyawan atau pengelola adalah salah satu kunci keberhasilan, dengan mengajak selalu sharing dalam evaluasi hambatan dan kinerja, dengan menempatkan karyawan merasa memiliki usaha tersebut sehingga rasa tanggungjawab ini timbul pada diri mereka”, ungkap Drs. H. Hadi Supanan. Bentuk Penghargaan dari BTM Surya PDM Sleman kepada para karyawan atau pengelolanya bagi yang mempunyai masa kerja 15 tahun akan di berangkatkan Umroh dan dibiayai penuh oleh BTM Surya PDM Sleman. Sementara itu, Ketua KPRI Pemkot Pasuruan H.Mualif Arif, S.Sos., M.M mengungkapkan bahwa “ belum tentu mempunyai banyak anggota kemudian mempunyai aset yang besar, semua tergantung kepada pengelolaan yang baik dan sehat”.  KPRI Pemkot Pasuruan juga mempunyai unit usaha yaitu SPBU yang secara umunya mempunyai profit yang besar tapi belum tentu karena didalam usaha tersebut ada penguapan kalua tidak diatasi dan diatur dengan benar bisa menjadi sebuah kerugian. Semoga dengan study banding ini dapat menjadi semangat dalam meningkatkan pengelolaan dan pengoptimalan kinerja baik untuk BTM Surya PDM Sleman maupun pada KPRI Pemerintah kota Pasuruan untuk lebih bisa mensejahterakan anggota dan masyarakat pada umumnya untuk menerima manfaatnya. Reportase Mas Brata Gamping

Loading