Majelis Dikdasmen PNF PDM Sleman mengadakan Kegiatan Pendampingan Akreditasi 10 SD MUH di Kab Sleman Periode Dua Juli Agustus 2023

Majlis Dikdasmen PNF PDM Sleman baru baru ini mengadakan Kegiatan Pendampingan untuk 10 SD Muh yang ada di Kab. Sleman dalam menghadapi Akriditasi.Kegiatan tersebut diadakan pada Hari Senin Tanggal 10 Juli 2023 Pukul. : 08. Sd selesaiTempat : Aula PDM SlemanDalam kegiatan tersebut diikuti oleh 10 yang terdiri dari satu kepala sekolah dan dua guru dari setiap SD sehingga jumlah perserta dalam kegiatan tersebut berjumlah 30 peserta. Adapun 10 SD yang didampingi dalam persiapan akreditasi adalah Reportase Tyas Endarto Dikdasmen PNF

Loading

Buka Musycab PCM – PCA Minggir, Ketua PDM : Wujudkan Minggir Menginspirasi

Minggir –Pdmsleman.Or.id Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, H. Harjaka, S.Ag. S.Pd. M.A. membuka secara resmi musyawarah cabang (Musycab) PCM-PCA Minggir, Ahad (9/7/2023). Dalam kegiatan yang berlangsung di Wisma Muhammadiyah Ngloji tersebut Harjaka berharap PCM Minggir bisa menjadi inspirasi bagi cabang Muhammadiyah lainnya. Menurutnya ajaran Islam memang sudah baku dan tidak perlu ada inovasi, ditambah ataupun dikurangi. Tetapi ia menambahkan dalam penyampaikan ajaran Islam harus mengikuti perkembangan zaman. “Ajaran Islam sudah baku, tidak perlu dicampuradukan dengan ajaran-ajaran lainnya, tetapi dalam penyampaiannya harus terus berkemajuan,” ungkapnya. Ia pun menyatakan menghormati agama lain bukan berarti harus mencampuradukan ajaran-ajaran masing-masing agama. Sebelumnya Ketua PCM Minggir H. Nasirun dalam sambutannya menyampaikan ber-Muhammadiyah harus bergembira. “Saya mengulangi kembali pesan dari Sekretaris PWM DIY (Arif Jamali Muis), bahwa dalam ber-Muhammadiyah harus bergembira. Dan kita bangun Muhammadiyah Minggir dengan kekhasan potensi yang ada, dengan cara-cara Minggir,” jelasnya. Ia menjelaskan selama kepemimpinan sejak tahun 2016 – 2023 ini banyak program yang telah dijalankan. Saat ini terdapat 28 amal usaha Muhammadiyah (AUM) yang dikelola PCM Minggir. “Ada 28 AUM yang saat ini dikelola PCM Minggir, yang terbaru berupa minimarket Surya Ngloji Mart, dan PCM Minggir telah menjadi tujuan studi banding dari berbagai daerah,” imbuh Nasirun. Sementara itu Panewu Kapanewon Minggir, Bara Hernowo Natali, SH. M.Si. menyambut gembira pelaksanaan Musycab PCM dan PCA Minggir. Ia pun berharap agar Muhammadiyah bisa terus menjalin kerjasama dengan pemerintah dalam membangun masyarakat. Pembukaan Musycab juga dihadiri Ketua PDA Sleman, Panewu Minggir, Kapolsek, Danramil, serta stakeholder terkait. Kegiatan dijadwalkan berlangsung sehari dengan agenda laporan pertanggungjawaban dan pemilihan pimpinan periode 2023-2027. [rls] Sebagaimana dilansir Eko Triyanto dari Tajdid,id Reportase : Eko Triyanto MPI PDM Sleman

Loading

Bupati  Ajak Aisyiyah Kabupaten Sleman Untuk Bergandeng Tangan Memajukan Sleman

Sleman,Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Sleman hari ini Sabtu, 08 Juli 2023 punya hajat besar Pengukuhan Badan Pembantu Pimpinan Periode 2022-2027 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Jalan Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman. Acara pengukuhan tersebut dihadiri oleh Pengurus Harian dan Majelis Lembaga PDA Periode 2022-2027 serta undangan yang terdiri dari Bupati Sleman, Ketua PDM Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Koperasi, Kepala Dinas Disperindag, Kemenag, Ketua Muslimat, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), PCA, dan PRA dalam lingkup Kabupaten Sleman. Alunan musik Angklung dengan melantunkan lagu Bengawan Solo yang dimainkan tim PCA Godean menjadi pengisi acara pra pembukaan. Usai pembukaan, dilanjutkan tiga sambutan dari tokoh-tokoh Aisyiyah. “Saya berharap kepada Ibu-ibu Aisyiyah yang terpilih menjadi Badan Pembantu Pimpinan secara ikhlas mewujudkan risalah perempuan berkemajuan untuk mewujudkan Sleman berkeadaban. Dengan bantuan ibu Bupati Sleman dan lembaga-lembaga lainnya, juga dengan bangun lebih pagi dari yang lain, kita sudah berjalan ketika yang lain baru bangun, kita berlari ketika orang lain baru jalan, kita terbang ketika orang lain baru berlari. InsyaAllah kita mampu mewujudkan risalah tersebut,”ucap Dra. Hj. Hanik Rosyada, M.Ag., Ketua PDA Kabupaten Sleman Periode 2022-2027, pada sambutan yang pertama. Sambutan yang kedua disampaikan Ketua PWA Propinsi DIY, Hj. Widiastuti, S.Ag., MM, yang menghimbau agar menjadikan Organisasi Aisyiyah sebagai Organisasi Pembelajar, menjadi sekolah dasar semua Ilmu dan ketrampilan, sesuai Tag line Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yaitu : berilmu amaliyah dan beramal ilmiah. Lebih lanjut, Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo, Bupati Sleman memberikan sambutan yang ketiga. “Alhamdulillah kabupaten Sleman mendapatkan penghargaan Manggala Kencana yaitu Kabupaten yang programnya tertata sebagai kabupaten yang layak anak dan perempuan. Kami ucapkan terimakasih kepada ibu-ibu semua, karena penghargaan ini tak lepas dari peran ibu-ibu semua yang ada di Kabupaten Sleman termasuk ibu-ibu Aisyiyah. Kami juga mengajak Aisyiyah bergandeng tangan memajukan Sleman terutama di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan Fasilitas Umum,”ucap beliau dalam sambutannya. Kemudian pada puncak acara, setelah dibacakan SK Pengesahan dan Berita Acara Pengukuhan Badan Pembantu Pimpinan Periode 2022-2027, Pimpinan PDA Kabupaten Sleman secara resmi mengukuhkan Badan Pembantu Pimpinan Periode 2022-2027. Sebelum penutupan, peserta mendengarkan tausiah dari Dr. Adib Sofia, M. Hum. yang menyampaikan tentang karakter perempuan berkemajuan, yaitu  1. Beriman dan bertakwa, 2. Taat beribadah, 3. Berakhalakul karimah, 4. Berpikir Tajdid, 5. Bersikap wasatiyah, ummatan wasatha, 6. Amaliah shalihah, 7. Bersikap inklusif. Juga berpesan agar seluruh anggota Aisyiyah bekerja tak kenal lelah dalam beramar ma’ruf nahi munkar. Seluruh rangkaian acara yang berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Acara diakhiri dengan doa bersama. Pada acara tersebut PDA juga menyajikan aneka produk UMKM Aisyiyah, seperti olahan aloevera dalam bentuk minuman dan kripik, batik ekoprint berupa kerudung, baju, dan tas, produk camilan, souvenir yang semuanya diperjualbelikan. Reportase        :  Pamuji Subekti S.Si, MPI PDM Sleman Editor              : Arief Hartanto

Loading

Workshop Pengembangan Kurikulum dan Pembinaan Profesionalisme Guru dan Karyawan SMK Muhammadiyah 2 Turi ( Muhari )

Turi, Pdmsleman.Or.Id SMK Muhammadiyah 2 Turi mengadakan Workshop Pengembangan Kurikulum dan Pembinaan Profesionalisme Guru dan Karyawan pada Kamis, 06 Juli 2023 di Kampus SMK Muhammadiyah 2 Turi, Jl. Turi Tempel Ngablak Sleman Yogyakarta. Mulai Tahun Ajaran 2023/2024, SMK Muhammadiyah 2 Turi mengimplementasikan Kurikulum Merdeka kategori Merdeka Belajar. Kategori Merdeka Belajar masih menggunakan perangkat Kurikulum K13 dengan memperbanyak metode pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan mulai menerapkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada ekstrakulikuler. “Jika penerapan kurikulum di lapangan dapat berjalan dengan baik maka tujuan pembelajaran dapat dicapai. Sehingga diperlukan pelatihan sebagai pendukungnya. Inilah dasar diadakannya workshop hari ini”, kata Erma Suci Hartati, S.Pd., Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMK Muhammadiyah 2 Turi. Sesuai jadwal, workshop dimulai pukul 08.00 WIB dan diawali dengan doa bersama untuk kelancaran acara. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Guru dan Karyawan SMK Muhammadiyah 2 Turi. Mulai pukul 08.30 hingga pukul 10.30 WIB narasumber, Drs. Sarno, M.Pd. memberikan paparan tentang Pengembangan Kurikulum dengan Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar. Sedangkan Pembinaan Profesionalisme Guru dan Karyawan diisi dengan menyampaikan Tugas Pokok dan Fungsi Guru dan Karyawan pada Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). “Setidaknya terdapat lima komponen tugas pokok dan fungsi guru dalam pembelajaran, yaitu perencanaan, pelaksanaan, penilaian, tindaklanjut, dan lain-lain.  Perencanaan memuat kalender pendidikan, silabus, prota, prosem, dan RPP.  Pelaksanaan memuat jadwal guru mengajar, catatan pelaksanaan pembelajaran, buku presensi siswa dan buku hambatan siswa. Penilaian memuat penentuan/analisis KKM, rancangan penilaian dan sosialisasi penilaian, kisi-kisi soal ulangan harian/PTS/PAS, kumpulan soal ulangan harian/PTS/PAS, daftar nilai, dan analisis ketuntasan hasil belajar, analisis butir soal. Tindak lanjut memuat program perbaikan dan pengayaan serta pelaksanaannya. Lain-lain memuat buku pegangan guru dan siswa, hasil pekerjaan siswa, hasil remedial, dan hasil pengayaan,” papar Drs. Sarno, M.Pd. Kemudian beliau menjelaskan tentang tentang cara aktivasi Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan menggunakan aplikasi tersebut untuk mendukung penerapan Kurikulum Merdeka di lapangan. “Pada sekolah pelaksana Kurikulum Merdeka, setidaknya ada tiga target yang perlu dilakukan, yaitu pemanfaatan PMM, Dibentuk Komunitas Belajar, dan Perangkat Ajar disesuaikan Kumer,”ujar beliau. Setelah acara paparan, guru praktik mengaktifkan PMM dan menyiapkan Perangkat Pembelajarannya. Pamuji Sri Subekti, S.Si., Kepala SMK Muhammadiyah 2 Turi menambahkan sebagai tindak lanjut dari workshop tersebut, akan diadakan supervisi Perangkat Pembelajaran guru dan Program Kerja karyawan, disamping itu juga memantau aktivitas guru pada Platform Merdeka Mengajar. Reportase : Pamuji Subekti, S.Si Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

237 peserta  Ikuti Kegiatan  Orientasi Implementasi Kurikulum Pendidikan Ismuba Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal PDM Sleman

  Depok, Pdmsleman.or.id Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal PDM Sleman mengadakan Kegiatan  Orientasi Implementasi Kurikulum Pendidikan Ismuba untuk Guru Ismuba Tingkat SD dan Kepala Sekolah Tingkat SD. Kegiatan Tersebut dilaksanakan Jumat 7 Juli 2023 bertempat  SD Muhammadiyah CC Condong Catur Depok yang terbadi dalam dua sesi, yakni Sesi  1 berjumlah 39 SD Muhammadiyah untuk Sleman bagian Barat dan sesi  2 berjumlah 40 SD Muhammadiyah untuk Sleman bagian Tmur. Dalam kegiatan ini tiap SD menyertakan 2 guru Ismuba dan satu Kepala Sekolah sehingga peserta seluruhnya 237 peserta. Adapun pada kegiatan isi pengisi materi  adalah  Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal PDM Sleman H. Surahmat , S.Pd menyampaikan Kebijakan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal PDM Sleman  dan Tim Pendidikan Al Islam Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab PP Pimpinan Pusat Muhammadiyah yakni DR. Ridwan M.Hum dan Achmad Muhamad M.Ag Materi : Implementasi Kurikulum Ismuba Sesi 1 dimulai 08.00 – 11.00, Sesi 2 13.30 -17.00. Reportase        : Tyas Endarto Sekretaris Dikdasmen PNF PDM Sleman Editor              : Arief Hartanto, SE, MPI PDM Sleman

Loading

Menata Fuzzle Spirit Pengalaman Berhaji

Oleh: Yayan Suryana, Wakil Ketua PWM DIY Armuzna sebagai puncak haji telah selesai. Thawaf ifadhah dan sya’i sebagian besar jama’ah sudah selesai di tunaikan. Menandakan bahwa seluruh rangkaian ibadah haji telah tuntas. Lantas  dimana kita menemukan kemabruran haji? Suatu predikat yang diidam-idamkan oleh setiap jama’ah. Sejatinya, kemabruran haji seseorang berada pada seluruh landscape kehidupan dunia nyata yang dibingkai oleh nilai-nilai religius yang tinggi. Setiap orang yang telah menunaikan ibadah haji dituntut untuk menghadirkan Tuhan dalam diri dan kehidupannya.  Berhaji pada dasarnya mencelupkan diri dalam  totalitas ibadah yang tidak hanya melibatkan lafal-lafal  dalam doa, dan  kekhusyukkan ibadah seperti dalam shalat, tetapi  terkait juga dengan mobilitas yang sangat dinamis. Ritual haji dan aktivitas sehari-hari berbaur menjadi satu dan hal ini menuntut   kemampuan dalam menghidupkan kesadaran seorang yang sedang berhaji dalam memetakan ritual ibadah dengan aktivitas hidup sehari-hari. Sebab selama proses ibadah haji, atau bahkan selama tinggal di Tanah Suci, semuanya tidak bisa di pisahkan dari seseorang orang yang sedang berhaji. Maka kemabruran berhaji, selain dilihat dari tahapan dan proses ibadah,  juga  berada pada seluruh aktivitas hidup seorang yang berhaji. Kesadaran ini tidak saja ketika berada ditanah suci namun juga harus terus dihidupkan dan dijaga  sampai ke tanah air agar kemabruran menjadi nyata. Perintah Allah terkait ibadah haji, tidak berhenti sampai prosesi manasik saja. Ketika prosesi manasik haji telah selesai, seorang yang menjalankan ibadah haji diminta untuk terus mengingat Allah. Hal itu diterangkan dalam al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 200: Apabila kamu telah menyelesaikan manasik (rangkaian ibadah) haji, berzikirlah kepada Allah sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu, bahkan berzikirlah lebih dari itu. Di antara manusia ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,” sedangkan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun. (QS. Al-Baqarah: 200). Ayat tersebut, mengkomparasikan mengingat Allah dengan mengingat peran dan jasa nenek moyang atau leluhur yang telah menjadikan suatu generasi menjadi lebih baik. Leluhur yang hebat akan mewariskan kehebatan-kehebatan yang kelak akan menjadi buah bibir bagi generasi sesudahnya. Menceritakan kehebatan nenek moyang merupakan hal yang wajar dan dilakukan oleh setiap kelompok manusia. Bagi orang yang berhaji, mengingat Allah itu harus jauh lebih berkualitas, lebih sering, lebih banyak, dan lebih kuat dibandingkan dengan mengingat peran nenek moyang dahulu. Kemampuan mengingat Allah ini merupakan salah satu indikator kemabruran.  Namun demikian, sesungguhnya masih banyak kepingan gambaran kecil dari indikator kemabruran dalam konteks dzikrullah ini. Kepingan-kepingan gambar itu  masih harus  terus dicari, ditata dan diletakan  secara tepat sehingga bisa menunjukkan gambar besar dan utuh mengenai haji yang mabrur. Proses pencarian nilai dan spirit dari pengalaman berhaji secara terus menerus dan mematrinya dalam kesadaran diri seorang yang telah berhaji, sesungguhnya merupakan dzikrullah itu sendiri. Dalam doa yang dibacakan saat manasik,  seharusnya direnungkan terus menerus  kendati jarak waktu pelaksanaan ibadah telah jauh kita lewati. Di situ akan ada kepingan gambar dzikrullah yang otomatis menjadi penopang gambaran besar kemabruran. Kepingan atau potongan gambar yang ditemukan dalam setiap pengalaman ibadah haji yang terus menerus kita kumpulkan, suatu saat nanti aka muncul gambaran besar tentang sosok haji mambrur yang diidam-idamkan itu. Oleh karena itu, menjadikan  diri mejadi haji mambrur adalah usaha sepanjang hayat,  sejak kita menjalankan prosesi manasik  di Tanah Suci  sampai proses memunguti nilai-nilai intrinsik maupun ekstrinsik dari perjalanan ibadah haji kita. Sabar, ikhlas, dan menolong  bukan saja menjadi kunci ketika kita menjalankan proses ibadah haji, tetapi juga menjadi  kata kunci dalam mewujudkan kemabruran. Sabar dalam menemukan kepingan gambar yang berserakan, ikhlas dalam menjalankannya. Kepingan kecil kemabruran itu juga bisa ditemukan dalam kemurahan dan kerelaan hati dalam menolong orang lain. Mendapatkan kemabruran bukan seperti membeli makanan instan atau makanan siap saji, tetapi dicari, temukan, lu petakan dan tata hingga menemukan gambaran utuhnya dalam kepribadian masing-masing. Jadi kemabruran itu seperti puzzle. Ketika sudah ditata dan ditemukan setiap sisi dan sudut gambarnya baru akan kelihatan gambar yang baik dan semurna. Sebagaimana juga fuzzle, kalau gambaran besar  belum terbentuk, maka potongan gambar punya nilai yang sama untuk menyempurnakan bentuk dari gambar besar secara utuh dan sempurna. Kesalahan menempatkan gambar atau hilang salah satu potongannya, maka gambaran sempurna dari fuzzle itu tidak akan didapatkan. Demikian pula kemabruran haji, ada dalam kepingan-kepingan pengalaman, fisik, psikis, sosial, dan ritual haji yang terus dihidupkan sebagai proses dzikrullah. Tugas kita menyusunnya hingga kemabruran itu terekspresi dalam kepribadian kita. Disampaikan Dalam Pengajian bersama jama’ah Aisyiyah DIY Senin 3 Juli 2023 Pukul 08.30-10.30 WAS Kontributor : Sumarah, M.Pd. Editor         : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading