Pelatihan Pembuatan Sibori Kanoko dan Jus Buah oleh Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan PCA Sleman 

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Ahad 14 Juli 2024  Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) PCA Sleman, yang diketuai oleh Siti Badriyah, menyelenggarakan pelatihan pembuatan Sibori Kanoko di rumah Ibu Martini, Jaban Tridadi, Sleman. Kegiatan ini dihadiri oleh lima anggota MEK PCA Sleman sebagai uji coba sebelum pelatihan ini diberikan kepada ranting-ranting di wilayah Sleman. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan baru kepada anggota MEK dalam seni batik Sibori Kanoko, sebuah teknik pewarnaan kain yang berasal dari Jepang dan dikenal dengan motif-motif unik yang dihasilkan dari teknik ikat celup. Para peserta diajarkan cara membuat motif-motif tersebut dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar. Selain pelatihan batik Sibori Kanoko, acara ini juga dilengkapi dengan praktik pembuatan jus buah oleh Bapak Darto dari Jaban, yang selama ini telah memproduksi dan menjual jus buah sebagai minuman sehat. Peserta pelatihan diajarkan cara membuat jus buah yang segar dan sehat, serta tips-tips untuk menjadikannya sebagai peluang usaha. Siti Badriyah, Ketua MEK PCA Sleman, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi para anggota dan menjadi inspirasi untuk mengembangkan keterampilan baru yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga. “Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, anggota MEK dapat memiliki keterampilan tambahan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk membuka peluang usaha baru,” ujarnya. Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka merasa senang bisa belajar teknik baru dan mendapatkan pengetahuan tambahan tentang pembuatan jus buah yang sehat. Dengan adanya pelatihan seperti ini, diharapkan para anggota MEK PCA Sleman dapat lebih mandiri secara ekonomi dan mampu mengembangkan keterampilan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat sekitar. Kegiatan pelatihan pembuatan Sibori Kanoko dan jus buah ini menunjukkan komitmen MEK PCA Sleman dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya melalui berbagai program pelatihan dan pemberdayaan. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Sleman. Reportase H. Ashari SIP  PCM Sleman, MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PCA Sleman Gelar Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak  Angkat tema Peran Aisyiyah dalam Perlindungan Anak dan Perempuan

Sleman, Pdmsleman.Or.id Ahad, 14 Juli 2024 – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sleman melalui tiga majelisnya menyelenggarakan berbagai kegiatan penting. Salah satu kegiatan yang menonjol adalah “Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)” yang diselenggarakan oleh Majelis Hukum dan HAM (MHH). Acara ini bertempat di Rumah Dinas Bupati Sleman dan mengambil tema “Peran Aisyiyah dalam Perlindungan Anak dan Perempuan”. Kegiatan ini bertujuan untuk menggugah kesadaran warga ‘Aisyiyah mengenai peran dan kepedulian terhadap masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak.  Acara ini diikuti oleh anggota MHH Cabang dan Ranting se-cabang Sleman, serta perwakilan Pimpinan Harian PCA dan Pimpinan Harian PRA se-cabang Sleman. Total peserta yang hadir mencapai 50 orang. Dr. Ane Permatasari, SIP, MA dari MHH PWA dan Mada Kartikasari, M.P.Si, seorang psikolog dari PUSPAGA Sleman, bertindak sebagai narasumber dalam acara tersebut. Kedua narasumber ini memberikan materi yang sangat informatif dan bermanfaat mengenai perlindungan perempuan dan anak. Bupati Sleman, Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo, turut hadir dalam acara ini bersama dengan Ketua MHH PWA DIY, Alfia Nuriska, MHH PDA Sleman, Netty Purwati, MSi, Sunarti, dan Retno Endah Sawitri. Kehadiran mereka memberikan dukungan moral yang kuat terhadap upaya perlindungan perempuan dan anak yang dilakukan oleh Aisyiyah. Acara ini diselenggarakan oleh MHH PCA Sleman yang diketuai oleh Dwi Paryati, S.Kep. Ns, dalam sambutannya, Dwi Paryati mengungkapkan “ pentingnya peran aktif semua pihak dalam mengatasi masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak”.  Ia juga berharap bahwa kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memberikan edukasi dan perlindungan yang lebih baik bagi perempuan dan anak di Sleman. Sosialisasi ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi para peserta, tetapi juga memperkuat jaringan dan kolaborasi antara berbagai pihak yang peduli terhadap perlindungan perempuan dan anak. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, diharapkan upaya perlindungan perempuan dan anak dapat semakin efektif dan berdampak luas.  Reportase H. Ashari SIP  PCM Sleman, MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ali Bin Abi Thalib Muhammadiyah Gelar Khutbah Taaruf Perdana

Seyegan, Pdmsleman.Or.Id Rabu 10 Juli 2024 menjadi penanda baru bagi Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ali Bin Abi Thalib Muhammadiyah di Margoagung Seyegan merayakan Khutbah Taaruf perdana, menandai dimulainya tahun ajaran baru. Acara bertema “Membangun Sinergisme antara Santri, Wali Santri, dan Pondok Pesantren” ini dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Panewu Kapanewon Seyegan, pimpinan PCM Seyegan, lurah Margoagung, serta orang tua/wali santri dan tamu undangan lainnya. Khutbah Taaruf ini juga menjadi momen penyambutan 23 santri baru yang terdiri dari santri jenjang SMP, SMK, dan perguruan tinggi. Para santri akan mengikuti pembelajaran di sekolah umum dan kepondokan. Dalam sambutannya, H. Arif Sulistyo SIP selaku PDM Sleman menegaskan peran penting pesantren di tengah kondisi zaman yang memprihatinkan saat ini. “Pesantren adalah pilar esensial dalam pendidikan yang tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujarnya. Konsep pendidikan holistik di pesantren, selain mengembangkan ilmu pengetahuan, juga menyemaikan akhlak dan adab santri melalui muamalah sehari-hari. Sementara itu, Panewu Kapanewon Seyegan menyambut baik kehadiran Ponpes Tahfidzul Qur’an Ali Bin Abi Thalib di wilayah Seyegan. “Ponpes ini diharapkan dapat meningkatkan sektor SDM dan ekonomi di Seyegan. Semoga putra-putri warga Seyegan juga dapat menjadi santri di sini,” harapnya. Direktur Pondok, Ustadz Santoso, menjelaskan hakikat khutbah taaruf dan pondok, “ meskipun Pondok Tahfidz belum memiliki lahan sendiri, ia menekankan bahwa selalu ada jalan untuk harapan dan ikhtiar yang baik. Mengirim anak ke pesantren diibaratkan seperti memindahkan anak pohon pisang dari induknya agar dapat tumbuh maksimal di tempat yang subur”. Istilah “titip” kepada pesantren memiliki makna mendalam. TITIP adalah akronim dari Tega, Ikhlas, Tawakkal, Ikhtiar, dan Percaya. Orang tua harus tega berpisah dengan anak, ikhlas melepaskan mereka, bertawakkal kepada Allah, terus berikhtiar memenuhi kebutuhan anak, dan memiliki kepercayaan penuh terhadap pesantren. Pada akhir khutbah taaruf, dilakukan penyerahan al-Qur’an secara simbolik kepada santri baru oleh Direktur Pondok, disaksikan oleh semua hadirin. Acara ini menunjukkan komitmen Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ali Bin Abi Thalib Muhammadiyah dalam menyiapkan generasi bangsa yang beriman, kuat, dan berilmu. Semoga Allah memberikan kemudahan dan menjadikan kita semua istiqomah dalam menyiapkan generasi yang memiliki keimanan yang kokoh, fisik yang kuat, dan ilmu pengetahuan yang mumpuni. Sebagaimana tayang di lansir dari

Loading

Duka Cita PDM Sleman atas Meninggalnya Nahar Miladi SE, Istri H. Arief Jamali Muis M.Pd Sekretaris PWM DIY

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Keluarga Besar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya saudara Ibu Nahar Miladi, S.E., istri Bapak H. Arief Jamali Muis, M.Pd, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY. إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali.” (QS. Al-Baqarah: 156) Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya untuk almarhumah, mengampuni segala dosa-dosanya, dan melapangkan kuburnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. اللّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dia, dan ampunilah segala dosa-dosanya. Muliakanlah tempat kembalinya, lapangkanlah kuburnya, bersihkanlah dia dengan air, salju, dan embun, dan sucikanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau mensucikan pakaian putih dari kotoran. Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, dan masukkanlah dia ke dalam surga-Mu. Lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa api neraka.”

Loading

Kajian Ketarjihan PDM Sleman bahas Kalender Hijriyah Global Tunggal

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Momentum Tahun baru Hijriyah 1446 bertepatan Ahad 7 Juli 2024 dimanfaatkan dengan kajian ketarjihan oleh PDM Sleman melalui Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Bertempat di pendopo rumah dinas Bupati Sleman dengan dihadiri Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman, Majelis Tarjih dan Majelis Tabligh PDM Sleman serta Majelis Tabligh dan Ketarjihan PDA Sleman, perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Kabupaten Sleman. Sebagaimana kita ketahui bahwa awal Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriyah diwarnai perbedaan. Meski pemerintah dalam kalendernya menetapkan Tahun Baru Islam jatuh pada Ahad (7/7/2024), Nahdlatul Ulama justru menetapkannya pada Senin (8/7/2024). Sementara mulai tahun ini Muhammadiyah meninggalkan kriteria Wujudud Hilal dan beralih ke Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT). Dalam paparan awal yang disampaikan oleh Dr. Oman Fathurrahman, M.Ag (Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah) menyampaikan bahwa “ Kalender Islam penting untuk meningkatkan citra Islam di dunia yang selama ini berbeda”. Bahkan di Indonesia ini ada 4 jenis perbedaan lebaran yakni, An Nadzir di Gowa, Naksabandiyah di Padang Pariaman, Muhammadiyah dan pemerintah. Bahkan lebaran lalu di Panggang Gunungkidul ada Jamaah Aolia mengadakan Sholad Idul Fitri lebih dulu 2 hari dari pada Muhammadiyah dan pemerintah Kendala menggunakan kalender hijriyah global tunggal ini ternyata tidak dari luar tapi dari dalam kita sendiri. Kalender ini berbeda dengan wujudul Hilal. Secara sederhana prinsip utama dari Kalender Hijriyah Global Tunggal adalah satu hari satu tanggal di seluruh dunia seperti halnya kalender masehi. Nanti diharapkan tidak ada lagi perbedaan, namun di Indonesia masih ada perbedaan antara Muhammadiyah dengan pemerintah. Sebenarnya Muhammadiyah tidak berbeda dengan pemerintah tetapi pemerintah yang berbeda dengan Muhammadiyah karena menentukan tanggal lebih awal dari pada pemerintah. Dalam sambutannya ketua PDM Sleman H. Harjaka, S.Pd, S.Ag, MA, menyatakan bahwa pertemuan ini diprakarsai oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Sleman dengan materi sosialisasi kalender global. Menurut Harjaka jika menggunakan wujudul hilal itu bersumber Al Qur’an. “Jadi kita jelas sekali bahwa 1 Muharram ini hari ini Ahad, bertepatan dengan 7 Juli 2024 dan hal ini berbeda dengan tetangga sebelah yang 1 Muharram besok Senin 8 Juli 2024. Hidup ini urap atau gudangan dan hal ini tidak masalah karena berbeda. Warga Muhammadiyah itu mencerahkan dan menggembirakan. Jika kita ditanya tentang tanggal maka bukan karena kita warga Muhammadiyah namun juga karena disiplin ilmu matematika yakni ada bilangan epsilon, dimana kurang dari nol itu negative tapi lebih dari nol itu positif.” Selanjutnya Drs. H. Sri Purnomo, M.Si yang mewakili sohibul bait karena Ibu Bupati Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo berkegiatan di luar menyampaikan pamit dalam kajian ketarjihan ini. “Selamat datang dan ucapan terimakasih atas kehadiran di pendopo rumah dinas Bupati dan mohon maaf  jika suk-sukan”. Sri Purnomo juga pernah belajar dengan H. Basit Wahid tokohMuhammadiyah  terkait kalender dan berbagai kalender lain, diantaranya kalender jawa, kalender Sultan Agung dan lainnya. Pada akhirnya ketua Majelis Tarjih PDM Sleman Drs. Achmad Affandi, M.Si menyampaikan bahwa kajian ini nanti rutin dengan materi terkini dan aktual tentang ketarjihan dan bulan Agustus nanti Insya Allah akan dilaksanakan bertempat di Masjid As Syifa PDM Sleman atau PKU Muhammadiyah Sleman. Reportase H. Wahdan Arifudin S.Pd  PCM Godean, MPI PDM Sleman. Editor  : Arief Hartano SE, MPI PDM

Loading

Dakwah Melalui Berita dan Media, Torehkan Jejak Digital Kebaikan

Yogyakarta,Pdmsleman.Or.Id Ahad 7 Juli 2024 bertepatan dengan 1 Muharram 1446 H, momentum yang sangat berarti bagi umat Muslim ini disambut dengan gelaran kegiatan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY di Lab Komputer Ilmu Komunikasi Kampus 5 UAD, Jl Ki Ageng Pemanahan, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta. Acara ini diikuti 40 orang peserta perwakilan Pimpinan Daerah, Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Aisyiyah se DIY. Dalam laporannya Ketua MPI DIY Afan Kurniawan, S.T., M.T. menegaskan bahwa” Pelatihan Dakwah Melalui Berita dan Media diharapkan  agar peserta dapat dibekali dengan  kemampuan  menghasilkan tulisan berkualitas, menarik dan baik untuk ditampilkan di media, mampu mempublikasikan karya jurnalistik di berbagai media serta membentuk kelompok jaringan kader jurnalis dan pengembang web bagi kalangan PCM dan PCA se DIY”.   Sementara Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY yang membidangi MPI , Prof Dr Ariswan, DEA, M.Si, usai membuka Pelatihan Jurnalistik dan Pengelolaan Website mu.or.id  juga melakukan launching Modul Sekolah Kader Jurnalistik (Serial Buku Saku Jurnalistik) terbitan MPI PWM DIY. “ Bertemu dengan insan dari segenap penjuru Yogyakarta yang aktif dan bersemangat dalam dakwah Islam di ranah digital ini serasa semangat muda kembali menggelora untuk untuk meluaskan jaringan Syiar Berkemajuan”. Berbagai materi yang disampaikan dalam pelatihan kali ini antara lain tentang Kode Etik Jurnalistik dan Teknik penulisan Berita oleh wartawan senior Drs. Heru Prasetya, Praktik Penulisan Berita Bersama Dzikril Firmansyah Mediamu serta pengelolaan Subdomain Mu.or.id (PT. SMS) Fatan Asshidq. Arief Hartanto dan Imam Santoso perwakilan MPI PDM Sleman sekaligus pengelola Web Pdmsleman.Or.Id turut hadir dalam pelatihan ini untuk bisa mengembangkan semangat literasi untuk syiar berkemajuan ini khususnya di Sleman.

Loading