Makanan Halalan Thoyiban Berdampak Pada Kesehatan Fisik dan Mental

Moyudan, Pdmsleman.Or.id Pengajian rutin Forum Komunikasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah ( PRM) se- Sumbersari dilangsungkan pada hari Minggu ( 9/2/2025 ) bertempat di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman. Pada pengajian kali ini menghadirkan Ustadz dr. Alfu Rafdi direktur Klinik Pratama Aisyiyah Moyudan, dengan mengambil tema ‘Puasa dan Kesehatan’.Pada kesempatan tersebut Rafdi mengungkapkan bahwa tujuan puasa agar menjadi manusia yang bertakwa. Sebagai indikator takwa adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya.Sebagai implementasi melaksanakan perintah-Nya diantaranya yang termaktub dalam Al Qur’an Surat Al A’raf ayat 31. Dalam ayat tersebut Allah memerintahkan supaya jangan berlebihan. ” Kalau kita makan berlebihan makan bisa menimbulkan penyakit, kolesterol, gula darah, dan penyakit lainnya.” Tandasnya.Selanjutnya Allah juga memerintahkan kita makan yang halal dan thoyib yang diperintahkan dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 168.” Kita diajarkan untuk makan yang halal dan thoyib atau bersih, makanan yang halal tapi tidak bersih bisa juga menimbulkan penyakit.” Tururnya.Lebih lanjut dokter Rafdi juga mengungkapkan bahwa konsep halaman Thoyiban mengajarkan tentang kualitas makan dan minum. Makanan dan minuman yang baik akan memberikan energi dan nutrisi yang diperlukan tubuh sehingga tubuh akan menjadi sehat. ” Selain itu makan minum yang halalan Thoyiban dapat membantu keseimbngan fisik dan mental.” Jelasnya.” Bagi orang yang beepuasa akan menjadi sehat karena pada awal sampai pertengahan puasa akan terjadi penyesuaian tubuh, selanjutnya akan terjadi pengeluaran yang tidak diperlukan tubuh kita, termasuk penyakit yang menyertai.” Imbuhnya.Sebelum acara inti Junaidi selalu pengurus Forum PRM Sumbersari menyampaikan bahwa kegiatan yang sudah berjalan semakin lama semakin bertambah pesertnya. Selanjutnya Ia juga mengajak kepada peserta untuk meningkatkan ibadah puasanya di bulan Ramadhan nanti.Kontributor Sugiyanto KIM Moyudan Editor Arief HArtanto

Loading

Relawan Muhammadiyah Sleman Turut Tangani KLB 130 Warga Keracunan Makanan di Krasakan Tempel

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Ahad, 9 Februari 2025 terjadi peristiwa KLB ( Kejadian Luar Biasa ) yakni berupa keracunan makanan di dusun Krasakan Lumbungrejo Tempel Sleman. Berita yang berkembang dan menurut sumber dari WA group team Relawan Muhammadiyah Sleman yang dikirim oleh Nur Khairudin menyebutkan bahwa “ kronologi peristiwa ini bermula dari adanya acara hajatan pernikahan warga pada hari Sabtu 8 Februari 2025 di dusun Krasakan”. Sesaat setelah acara selesai ada beberapa warga melaporkan merasakan sakit perut, pusing, dan lemas pada malamnya kemudian pada pagi hari Ahad 9 Februari 2025 banyak warga yang mengalami gejala yang sama, kemudian di larikan ke klinik setempat dan dikarenakan tidak dapat mampu mengatasi jumlah warga yang mengalami gejala sehingga di rujuk di beberapa rumah sakit seperti RSUD Sleman, RS PKU Muhammadiyah Sleman, RS Queen Latifa, RSA UGM, RS JIH, RSU Muntilan dan Puskesmas Tempel 1 . BPBD Sleman, Dinas Kesehatan Sleman, PMI Kabupaten Sleman, MDMC DIY dan Warga sekitar mendirikan Posko Gabungan di Krasakan dimana Posko ini bertujuan untuk memberikan bantuan dan koordinasi dalam penanganan kasus keracunan makanan yang terjadi. Muhammadiyah, melalui MDMC DIY, segera mengambil langkah cepat untuk membantu penanganan kasus ini. Beberapa tindakan yang dilakukan antara lain Antar Jemput Pasien: Tim Muhammadiyah melakukan antar jemput pasien yang dirujuk ke rumah sakit. Hal ini dilakukan untuk memastikan semua pasien mendapatkan perawatan yang diperlukan dengan cepat dan aman. Koordinasi dengan Posko Gabungan: Tim Muhammadiyah juga melakukan koordinasi dengan Posko Gabungan untuk memastikan semua langkah penanganan berjalan dengan baik dan terkoordinasi. Update terakhir pukul 18.30 WIB menurut warga Krasakan Hery Hartoyo yang berada di Posko Gabungan menyebutkan Update sementara Pasien di rujuk di beberapa RS sebagai berikut : 1.RSUD Sleman 49 orang dengan rincian pulang 45, mondok 3, Observasi 1. 2.RSUD Muntilan 9 orang 3. RS PKU Sleman 19, Opname 1, Observasi 1 , Pulang 17 4. Posko Kesehatan di Krasakan 38 orang 5. RSA 7 orang, observasi 1 6. RS Queen Latifah 6 orang, pulang 6 7. JIH 2 orang, opname 2 dengan total korban 130 orang Sementara itu menurut Juang Mahron dari Relawan AmbulanMU Tempel “ kami bergerak personil sejumlah 10 orang dan 4 unit Armada roda 4” Dengan personil Afuza Nur Hanifan Huzaini, Juang Mahron, Andika Pratama, Afif Naufal Arifin, Puput Purnomo, Surana, Fanny jaka susila, Sugit Yuli atmoko, Razan dan Irwan S adapun armada AmbulanMu Tempel, Ambulan Desa Pendowoharjo, AmbulanMu Seyegan, AmbulanMu Turi, Unit Roda 2 dan kendaran pribadi. Dalam hal ini PCM Tempel Samsul Alam beserta jajaran juga turun langsung melakukan pendampingan keluarga korban, Reportase Arief Hartanto

Loading

Baitul Arqam PCM-PCA Turi Peneguhan Ideologi Muhammadiyah dan Konsolidasi Organisasi

Turi, Pdmsleman.Or.Id Ahad, 10 Rajab 1446 H / 9 Februari 2025 PCM-PCA Turi ( Pimpinan Cabang Muhammadiyah) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah Kapanewon Turi menggelar Peneguhan Ideologi Muhammadiyah dan Konsolidasi Organisasi Melalui Baitul Arqam bertempat di Boyong Kalegan Resto (Kalireso, Candibinangun, Pakem. Menurut Ketua Panitia Acara Edy Purwanto S.Pd kegiatan BA ini diikuti peserta sekitar 80 terdiri dari utusan Cabang, Ranting Muhammadiyah, Aisyiyah, Pimpinan Majelis PCM, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah dan Guru ISMUBA serta Kepala SMP dan SMK Muhammadiyah dan Waka ISMUBA. Drs. H. Bambang Rahmanto Ketua PCM dan Sri Widayati M.Pd Ketua PCA “ kami harap setelah kegiatan ini para pengurus cabang ranting bisa mengaplikasikan, menerapkan materi yang disampaikan para nara sumber untuk menguatkan ideologi Muhammadiyah dan mengkonsolidasikan organisasi Muhammadiyah di tempat masing-masing sehingga PCM PCA Turi lebih Berkemajuan dalam bidang dakwah amar makruf nahi Munkar”. Kegiatan ini untuk pelanksaannya juga mendapatkan suport dari RS PKU Yogyakarta. Sesi 1 pada acara BA kali menghadirkan narasumber H. Nasirun dari PDM Sleman dengan mengangkat tema Muhammadiyah harus Maju dan Berkembang. Tokoh Muhammadiyah dari Minggir ini menceritakan perjuangaanya PCM Minggir mampu membeli loji (rumah peninggalan Belanda) seharga 2,2 M yang kemudian dijadikan pusat pusat dakwah Muhammadiyah Minggir yang kini menjadi kantor PCM, Ortom dan Lazismu yang megah. Juga ada Masjid dan “Loji Mart” minimarket milik Muhammadiyah Minggir. Sehinggaa menjadi juara 2 LPCR PP Muhammadiyah di 2024 kemarin. Kemudian dengan gayanya yang khas membakar semangat para peserta materi “Berideologi Muhammadiyah Sebagai Sarana Dakwah” dibawakan oleh H. M. Isnawan S.E dari PWM DIY, disini menegaskan untuk berjuang di Muhammadiyah harus menjadi pribadi Muslim dan kader Persyarikatan yang kuat dan tangguh pada pendirian dalam amar makruf nahi munkar karena berpegang pada ajaran Qur’an dan Sunnah dan jangan menjadi pribadi yang imbas-imbis, remeh karena perjuangan kita adalah hal yang benar. Wakil Ketua PWM DIY Bidang MPKSDI Dr. Iwan Setiawan, Wakil Rektor Unisa Yogyakarta dalam kali ini memaparkan mengenai ajaran Islam “rahmatan lil ‘alamin” secara nyata yang sejalan dengan amanah ideologi gerakan Muhammadiyah yang termaktub dalam Risalah Islam Berkemajuan (RIB). Dalam sesi tanya jawab banyak pertanyaan yang muncul dari peserta dan semakin memperkaya pemahaman dan pendalaman materi terkait implementasi yang disampaikan. Diakhir sesi dilanjutkan dengan foto bersama para peserta Baitul Arqom bersama dengan para nara sumber dalam suasana penuh semangat berkemajuan. Reportase Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

BIKKSA Sabilun Najah dan GACA PCA Kalasan Harus Jadi Garda Terdepan Tangani Masalah Sosial

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id ‘Aisyiyah terus bergerak memberdayakan kaum perempuan. Gerakan pemberdayaan ini juga diikuti dengan literasi dalam segala bidang. Salah satu yang menjadi program unggulan ialah Perempuan ‘Aisyiyah Mengaji yang diselenggarakan tiap hari Kamis Wage di Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kalasan secara mobile dari ranting ke ranting. Perempuan ‘Aisyiyah Mengaji Kamis Wage  pada 6 Februari 2025  berlangsung dengan hikmad dan meriah yang dihadiri 320 jamaah dari berbagai kalangan terselenggara di Masjid Baiturrahman, Bayen, Purwomartani, Kalasan. Tidak hanya pengajian, agenda kali ini bersamaan dengan terbentuknya kepengurusan dan pengukuhan  BIKKSA (Biro Konsultasi Keluarga Sakinah Aisyiyah) dengan  nama Sabilun Najah dan dilanjutkan Pengukuhan Kepengurusan Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak (GACA) yang dikukuhkan oleh Ketua PCA Kalasan Dra Fatma Ismiyati. Hadir sebagai penceramah, Hj Dra. Hanik Rosyada M.Ag, Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sleman membawakan tema Pondasi Keluarga Sakinah. Menurutnya dengan adanya BIKKSA Sabilun Najah dan GACA PCA Kalasan dapat menjadi garda terdepan dalam menangani permasalahan sosial. “Terutama dalam membentuk keluarga sakinah, mawadah, dan warohmah serta melindungi dan mencintai anak anak dari bentuk kekerasan,” pesannya. Terakhir, Ia menyampaikan selamat atas terbentuknya BIKKSA Sabilun Najah Dan GACA PCA Kalasan semoga dapat mengemban amanah dan tugas. Sukses keluarga sakinah indikator sukses gerakan Aisyiyah. Reportase Yunida PCA Kalasan Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading