Ahad, 27 Oktober 2024 PCA Sleman melalui Majelis Ekonomi Ketenagakerjaan (MEK) berkolaborasi dengan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) mengadakan kegiatan sosialisasi Gerakan Lumbung Hidup Aisyiyah (GLHA) dan Olahan Pangan Lokal (OPL) sekaligus pelatihan pengelolaan limbah sampaha rumah tangga.Kegiatan ibu bertempat di Gedung Dakwah PRM Slema. Sebanyak 50 peserta dari 8 ranting dari unsur ketua PRA, perwakilan MEK dan LLHPB. Dalam sambutannya, Musabikhah, M. Pd. selaku ketua PCA Sleman menyatakan bahwa kegiatan kolaborasi yang pas dengan diadakannya lomba GLHA dan OPL didukung dengan materi dari LLHPB bisa bersinergi dan sangat bagus dipraktekkan terkait pengelolaan limbah dan pekarangan untuk ketahanan pangan.Sebagai warga ‘Aisyiyah tentunya bisa menjadi penggerak di lingkungannya untuk memulai kegiatan dari pemilahan, pengelolaan dan pengolahan limbah yang bisa menghasilkan. Lahan yang terbatas tidak menjadi kendala untuk menggerakkan lumbung hidup karena kita punya slogan menanam apa yang kita makan dan makan apa yang kita tanam meskipun menggunakan polybag atau pot bahkan hydroponik.Di cabang Sleman dibentuk BIKKSA sebagai wujud untuk ketahanan keluarga.Jadi semua bersama, sinergi dan kolaborasi untuk mewujudkan program dan kegiatan yang direncanakan.Sosialisasi GLHA & OPL disampaikan oleh Siti Badriyah selaku ketua MEK PCA Sleman.Disela-sela materi pelatihan banyak pertanyaan karena antusias terhadap tema yang diangkat Sosialisasi Pembuatan Kompos dari Limbah Organik banyak doorpize yang diberikan oleh narasumber Prof. Dr. Ir. Erna Astuti S.T., M.T., IPM. yang juga sebagai anggota LLHPB PCA Sleman. Sedang Pelatihan pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk cair dengan reaktor ember tumpuk disampaikan oleh Dr. Siti Salamah dengan contoh-contoh pembuatan pupuk dengan media ember tumpuk. Kontributor : Musabikhah, M. Pd. Editor: Wahdan Arifudin, S.Pd
Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sleman menyalurkan subsidi alat perlengkapan sekolah pada 15 siswa kurang mampu di lingkungan Ranting Sleman pada Sabtu, 26 Oktober 2024. Penyaluran subsidi perlengkapan alat sekolah ini merupakan program setiap tahun dari Lazismu PCM Sleman yang disalurkan melaui PRM – PRM yang ada di cabang Sleman. Ketua PRM Sleman H. Muh Hasim Sleman mengharapkan kepada penerima subsidi perlengkapan alat sekolah juga orang tuanya bisa aktif di kegiatan Muhammadiyah Ranting Sleman termasuk salah satunya Kajian Sabtu Sore di Gedung Muhammadiyah Ranting Sleman ini. Subsidi alat perlengkapan sekolah ini diserahkan oleh Ustadz M. Wildan Wakhid, SHI. Acara ini diawali dengan Kajian Sabtu Sore (KSS) yang merupakan kegiatan kajian rutin yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sleman bersama Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Sleman setiap sabtu sore di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ranting Sleman yang dihadiri warga maupun simpatisan Muhammadiyah di Ranting Sleman. Biasanya setiap 2 pekan sekali Ustadz M. Wildan Wakhid, SHI yang merupakan Ketua Majelis Tabligh PDM Sleman menyampaikan Kajian Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah, pada kesempatan sabtu (26/10) ini beliau menyampaikan tema yang sedang hangat yaitu mengingatkan bahaya miras. “Khamr adalah induk berbagai macam kerusakan. Siapa yang meminumnya, shalatnya selama 40 hari tidaklah diterima. Jika ia mati dalam keadaan khamr masih di perutnya, berarti ia mati seperti matinya orang jahiliah.” (HR. Ath-Thabrani). “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat sepuluh golongan dengan sebab khamr: orang yang memerasnya, orang yang minta diperaskan, orang yang meminumnya, orang yang membawanya, orang yang minta di antarkan, orang yang menuangkannya, orang yang menjualnya, orang yang makan hasil penjualannya, orang yang membelinya, dan orang yang minta dibelikan. [HR. Tirmidzi, no. 1295; Syaikh al-Albani menilai hadits ini Hasan Shahîh”]. Khamr induk dari segala macam kejahatan, orang yang shaleh kalau dia sudah minum khamr/minum minuman keras maka dia bisa melakukan hal hal buruk yang sebelumnya tidak pernah dilakukannya. Khamr pintu masuk untuk melakuk an keburukan – keburukan lainnya. Kita prihatin karena sekarang ini khamr dijual secara legal, karena dilindungi oleh undang – undang. Toko – toko yang menjual miras berkembang di berbagai tempat dengan berbagai nama toko, semakin mudah membeli miras. Sekarang belum begitu kerasa efek dari maraknya toko – toko miras, tetapi kalau didiamkan saja toko – toko miras semakin berkembang maka 5 atau 10 tahun yang akan datang kita baru merasakan akibatnya, generasi muda kita semakin rusak, termasuk masyarakat, bangsa kita. Sejak bulan Juni 2024 sudah dimulai seruan kampanye anti miras yang dimulai Muhammadiyah, diawali dengan audiensi ke Bupati Sleman, kemudian Muhammadiyah ajak ajak ke Nahdlatul Ulama, Majelis Ulama Indonesia. Mendapatkan sambutan yang baik Nahdlatul Ulama dan Majelis Ulama Indonesia mendukung upaya kampanye anti miras. Muhammadiyah di berbagai Cabang bergerak melawan peredaran miras. Muhammadiyah beserta Angkatan Muda Muhammadiyah termasuk di dalamnya Pemuda Muhammadiyah, KOKAM, Nahdlatul Ulama beserta GP Ansor, Banser, Majelis Ulama Indonesia di tingkat wilayah juga melakukan seruan kampanye anti miras, baru baru ini disusul Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) DIY. Beberapa hari yang lalu ada peristiwa di Jogja orang orang mabuk melakukan penganiayaan penusukan terhadap santri dari pondok pesantren Krapyak, ini peristiwa yang menjadikan umat Islam lebih marah. Anak – anak yang mabuk itu sebelumnya nongkrong di outlet toko miras yang sedang viral itu. Peristiwa penusukan santri semakin menguatkan umat Islam untuk melakukan penolakan terhadap outlet – outlet miras itu. Sebagai penutup kajian Ustadz M. Wildan Wakhid, SHI. mengingatkan pada para hadirin bahwa kita wajib melakukan nahi munkar sesuai dengan porsi dan kemampuan masing masing. Kalau kita abai maka kemungkaran semakin merajalela. Para penjual miras itu pada mikir ketika umat Islam melalukan penolakan. Kita jangan takut untuk melakukan nahi munkar, kita menduga kemunkaran yang dilakukan itu backingnya adalah aparat, pejabat, bahkan penjahat kita jangan takut. Siapapun yang melakukan nahi munkar backingnya Allah. Kontributor: Rhomandika CN Editor: Wahdan Arifudin, S.Pd. MPI PDM Sleman
Sumbersari – Pimpinan Ranting Moyudan ( PRM) dan Pimpinan Ranting Aisiyah (PRA) Sombangan Raya gelar kajian rutin. Kegiatan berlangsung pada hari Rabu ( 23/10/2024) bertempat di Masjid Al Muharrar Dukuh, Sumbersari, Moyudan, Sleman. Kajian dihadiri oleh anggota PRM dan PRA Sombangan Raya. Pada kesempatan tersebut menghadirkan Ustadz Yuliyanto sebagai pemateri.Dalam materinya Ustadz Yuliyanto menyampaikan bahwa sebagai pimpinan Muhmmadiyah kadang menemukan hal-hal yang tidak ideal dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh dalam suatu perjalanan bisa menemukan hal yang tidak ideal, misal shalat dalam kendaraan, harus menjamak shalat. Maka sebagai Pimpinan Muhammadiyah harusnya bisa memberikan sosialisasi kepada jamaah apabila menemukan hal tersebut.” Bagaimana cara mempraktikan apabila kita menemukan hal-hal yang tidak ideal tersebut, dengan cara melakukan praktik di jamaah.” Ungkapnya. Lebih lanjut Yuliyanto mengutarakan bagaimana cara membiasakan hal-hal yang tidak biasa dilakukan, untuk dilaksanakan dan sesuai dengan tuntunan.Selesai tausiah dilakukan diskusi bersama tentang hal-hal yang ditemukan dalam jamaah masing-masing.(Giek/KIM Moyudan) Editor: Wahdan Arifudin
Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed adalah sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang kemarin dipanggil oleh Calon Presiden Prabowo yang Insya Allah akan memimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Beliau adalah sosok yang bersahaja, pemurah dan juga aktif turun sampai ke cabang dan ranting. Salah satunya pernah menyapa warga di Masjid Nurullah Klepu Sendang Mulyo Minggir Sleman pada 12 Maret 2023 sebagaimana disampaikan dalam liputan Jihadi TV. Adapun link ada di https://youtu.be/tlNAAT6sJYQ?si=nK12b9TPx4liLit- Editor: Wahdan Arifudin
Tempel, Pdmsleman.Or.Id Sekitar 380 jamaah hadir pada Pengajian Ahad Pon Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Tempel di Balai Kalurahan Pondokrejo, Tempel, Sleman pada Ahad, 13 Oktober 2024. Pengajian Ahad Pon merupakan salah satu agenda rutin PCA Tempel. Teknis pelaksanaannya digilir bergantian dari sembilan ranting ‘Aisyiyah yang ada di Kapanewon Tempel. Pada kesempatan kali ini, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Pondokrejo mendapatkan jatah ketempatan pengajian. “Kalurahan Pondokrejo adalah milik kita bersama, saya selaku dari warga Pondokrejo merasa senang ‘Aisyiyah memanfaatkan fasilitas yang ada untuk syiar agama, “ucap Lurah Pondokrejo, R Widayatma,SE pada saat PRA Pondokrejo menyampaikan keinginannya untuk memakai Balai Kalurahan Pondokrejo. Di sisi lain dirinya dan ibu lurah juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir membersamai acara pengajian karena berbarengan dengan acara lain yang tidak bisa ditinggalkan. Acara pengajian dimulai pukul 13.00 WIB dengan diawali bacaan basmallah dan doa pembuka majelis. Setelah itu lantunan ayat suci Al Quran dikumandangkan oleh Hj. Nurhayati. Kemudian Paduan Suara PRA Pondokrejo dengan dirijen Ibu Palupi menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Aisyiyah. “Monggo, /ibu semua kita perhatikan apa yang akan disampaikan oleh Ustadz Agus sambil menikmati makanan dan minuman yang ada. Jangan sampai makanan dan minumannya bisa masuk namun ilmunya tidak masuk,”pesan Sukamdi, S.Ip dalam sambutannya mewakili Lurah Pondokrejo. Lebih lanjut Ketua PCA Tempel, Ibu Banun Rohyatiningsih, S.Pd.SD juga memberikan sambutan. “Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Yang pertama PCA Tempel akan mengadakan Lomba Olahan Pangan dan Lomba GLHA. Kedua tentang miras yang merajalela, kami mohon ibu-ibu memperhatikan putra-putrinya agar tidak terkena minuman keras. Ketiga mari kita ajak putra putri kita untuk mengaji, “tegas Ibu Banun dalam sambutannya. Inti pengajian disampaikan oleh Ustadz Drs. H. Agus Triyanta, MA, MH, Ph.D selama kurang lebih 40 menit. Beliau menyampaikan tentang manusia yang melakukan kejahataan atau kekejian yang kadang di luar batas nalar kita karena dia digoda oleh syaitan. “Dalam surat Al Hijr ayat 39, syaitan sudah menegaskan bahwa akan menjadikan manusia memandang baik perbuatan maksiat dan akan menyesatkan semua manusia. Namun syaitan juga memberi contekan bahwa hanya orang ikhlas yang tidak dapat digoda syaitan,”ucap Ustadz Agus. “Ada tiga ciri ilhlas menurut kitab. Pertama lahir dan batinnya sama, dipuji atau dikritik atau diejek rasanya sama saja. Kedua mudah melupakan kebaikan yang dia perbuat. Ketiga tujuan amalan adalah mencari pahala di akhirat saja, “lanjut beliau dalam tausiahnya. Selama berlangsungnya pengajian, jamaah yang hadir terlihat mengikuti dengan khidmad. Menjelang waktu Ashar, pengajian diakhiri dengan membaca hamdallah dan doa penutup majelis. Reportase Pamuji Sri Subekti S.Si PCA Tempel, MPI PDM Sleman. Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman.
Kalasan, Pdmsleman.Or.Id PCM Kalasan menggelar Pengajian Akbar pada Sabtu pagi, 6 Oktober 2024 bertempat di Lapangan Muhaka, Bayen, Purwomartani, Kalasan. Pengajian rutin triwulanan itu dihadiri oleh sekitar 800 ratusan jamaah warga dan simpatisan Muhammadiyah Kalasan. Pengajian tersebut juga disupport oleh RSU UAD yang menyediakan layanan periksa kesehatan gratis bagi jamaah, bazar oleh UMKM warga Muhammadiyah, penjualan produk SSB (Shamphomu, Pastamu, dan Bodywashmu), dan pembagian doorprize. Narasumber pengajian, Kombes Pol (Purn) Drs. H. Muhammad Jamaludin Ahmad Pengajian yang dimulai pkl. 06.00 itu dibuka dengan penampilan para siswa TK ABA Nduri di bawah pimpinan Ibu Sri Wahyuni. Sekitar 30 siswa dengan penuh rasa percaya diri melantunkan tadarus surat-surat pendek Alquran seperti: Al-Fatihah, Al-Lahab, An-Nasr, dan Al-Quraisy. Para santri TK ABA Nduri, Purwomartani, Kalasan Ketua PCM Kalasan, H. Sunandar, S.Psi. dalam sambutannya menjelaskan bahwa pengajian akbar yang digelar triwulanan itu sekaligus dimanfaatkan sebagai media dakwah, media silaturahmi warga Muhammadiyah, pemberdayaan majelis ekonomi, layanan kesehatan, dan pengenalan AUM di Kalasan. Diharapkan, warga Kalasan dan sekitarnya bisa memanfaatkan secara optimal layanan umat yang disediakan oleh PCM Kalasan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun dakwah. Sunandar menambahkan bahwa saat ini di wilayah PCM Kalasan memiliki 14 Kelompok Bermain, 4 SD Muhammadiyah, 2 SMP Muhammadiyah, 1 SMA Muhammadiyah, dan 1 SMK Muhammadiyah. Ketua PCM Kalasan, H.Sunandar, S.Psi., menyerahkan bingkisan kepada Kepala SMP Muhammadiyah 2 Kalasan yang berhasil menghadirkan jamaah terbanyak Narasumber pengajian Kombes Pol (Purn) Drs. H. Jamaludin Ahmad, S.Psi. mengangkat tema “Kemuliaan Manusia karena Ketaqwaannya.” Ustadz Jamaludin mengawali pengajiannya dengan menyampaikan anekdot bahwa malaikat turun ke bumi pengajian untuk mengabarkan bahwa kiamat akan datang setahun lagi. Selanjutnya ustadz bertanya apa yang akan Anda lakukan untuk menyongsong kiamat yang akan terjadi setahun lagi? Jamaah menjawab beraneka peribadahan dan amal kebaikan seperti: sholat, shodaqoh, rajin membaca Alquran, membayar hutang, bertaubat atas segala dosa, tidak bermaksiat, dan mendidik anak dan keluarga sebaik-baiknya. Mendengar jawaban para jamaah itu, Ustadz Jamaludin mengatakan bahwa Alloh telah ridha dengan komitmen umat yang hadir dalam pengajian ini sehingga kiamat tidak terjadi setahun lagi. Kapan terjadinya hari kiamat, hanya Alloh yang tahu. Kiamat pasti terjadi, tetapi waktunya sepenuhnya menjadi kuasa Alloh. Akan tetapi, komitmen untuk senantiasa menyiapkan datangnya hari kiamat dengan meningkatkan keikhlasan dan peribadahan dan kebaikan tetap menjadi komitmen untuk meningkatkan ketqwaan kita semua karena sesungguhnya kemuliaan manusia itu karena ketaqwaannya kepada Alloh Swt. Ustadz Jamaludin menegaskan bahwa sudah waktunya warga Muhammadiyah selalu berupaya mewujudkan slogan-slogan mulia dan menggembirakan: Masjid yang makmur, memakmurkan; Dari masjid kita bangkit, Apapun masalahnya, masjid solusinya. Mengingat urgensinya menguatkan jamaah masjid, Ustadz Jamaludin menandaskan tidak usah ditunda-tunda, tidak usah menunggu ikhlas berangkat ke masjid setiap mendengar kumandang adzan. “Ikhlas ra ikhlas… mangkat; tambah umur, tambah gedhe rasa syukure; tambah umur tambah sregep ngibadahe; tambah umur tambah amal shlehe; tambah umur tambah apik rumah tanggane; tambah umur tambah akeh sangu akherate.” Pungkasnya. Pak Sumadi (99 tahun) peserta pengajian tertua, menerima doorpize sembako Pada akhir pengajian ada pembagian doorprize menarik berupa rak sepatu kepada peserta yang datang paling awal, AUM yang berhasil menghadirkan jamaah paling banyak. Doorprize berpa sembako diberikan kepada peserta pengajian usia paling tua yaitu Pak sumadi yang sudah berusia 99 tahun. Beliau lahir pada tahun 1925. (Sarno R Sudibyo, M.Pd., MPI PCM Kalasan, https://pcmkalasan.or.id ).
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Hari Ahad 06 Oktober 2024 Masehi bertepatan dengan 03 Rabiul Akhir 1446 Hijriah Pimpinan Ranting Aisyiyah Sleman (PRA Sleman) melalui kolaborasi 3 majelis atau lembaga yaitu majelis hukum dan HAM (MHH), majelis ekonomi dan ketenagakerjaan (MEK) dan lembaga lingkungan hidup dan penanggulangan bencana (LLHPB). “ Kegiatan Kolaborasi lintas majelis atau lembaga ini adalah yang pertama kali dilakukan kedepannya semoga dapat terjalin kerjasama yang serupa sehingga program kerja dari masing-masing majelis dapat berjalan” tutur Musabikhah M.Pd . Dalam kegiatan kali ini diadakan sosialisasi dan pelatihan dengan mengambil tema : 1) Hak-hak perempuan pasca perceraian 2) pengelolaan limbah dan biopori 3) pemanfaatan lahan kosong income keluarga. Sosialisasi dan pelatihan tersebut dihadiri oleh 20 perwakilan dari Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Sleman dan 31 perwakilan dari jamaah masjid disekitar wilayah ranting Sleman. Sosialisasi tersebut menghadirkan Endang Rohjiani SH. yang menyampaikan materi tentang pengolahan sampah organik dengan biopori. Kemudian pemateri kedua yaitu Dra. Sri Sangadatun, MH memberikan materi tentang hak-hak perempuan pasca perceraian. Acara diakhiri dengan praktek pembuatan kompos oleh apt. Rosi Rosilina, S. Far. dan peserta jamaah yang hadir di berikan kenang-kenangan bibit Toga. Kontributor : Musabikhah, M. Pd. (PCA Sleman) Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id PCA Sleman melalui kolaborasi majelis yaitu Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK), Majelis Kesehatan (Makes) dan Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) pada hari Sabtu, 6 Oktober 2024 M bertepatan dengan tanggal 2 Rabiul Akhir menggelar Pelatihan Rukti Jenazah di Gedung Aisyiyah Sleman. Pelatihan diikuti oleh PH, BPP, anggota MTK, Makes dan MKS dari 8 ranting yang masing-masing mengutus 4 orang atau lebih dari 1 orang PH dan BPP, 1 orang dari MTK, 1 orang dari Makes dan 1 orang dari MKS. Pelatihan Rukti Jenazah menjadi program pertama setelah kegiatan Baitul Arqam dan di tahun kedua kepemimpinan. Kegiatan pelatihan ini dibuka oleh Ibu Musabikhah, M. Pd. selaku ketua PCA Sleman sekaligus memberikan sambutannya. “Kegiatan ini nantinya akan menjadi awal mula terbentuknya tim Rukti Jenazah di cabang dan menyusul pembentukan Tim Rukti Jenazah yang ada di masing-masing ranting yang nantinya pelatihan hari ini memberi kebermanfaataan untuk kegiatan di masyarakat sekitar “ tuturnya. Pelatihan ini dipandu oleh Umi Nur Arifah dari Tim Rukti Janzah PKU Gamping/Sleman. Banyak peserta antusias dalam mengikuti pelatihan ini. Materi disampaikan dengan jelas dan dimengerti dilanjutkan dengan kegiatan praktek. Banyak sharing dan tanya jawab dari banyak peserta, sehingga kegiatan pelatihan ini menjadi lebih semarak. Reportase Dewi Novitasari S.PSi Majelis Kesejahteraan Sosial PCA Sleman. Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman.