NGAGLIK BERKEMAJUAN
![]()
NGAGLIK BERKEMAJUAN
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Ahad, 21 Juli 2024 PCNA Sleman sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan ruang berkumpul yang menyenangkan dan mempererat tali silaturahmi antar anggotanya, PCNA mengadakan Fun Picnic ke Pantai Cemara Sewu, Bantul yang diikuti oleh anggota Nasyiah Sleman. Kegiatan ini bertujuan untuk rekreasi, sarana untuk meningkatkan solidaritas dan rasa cinta terhadap alam dan lingkungan . Titik kumpul di Kantor PDM Sleman dan berangkat bersama pukul 08.00 menggunakan armada bus, sehingga terjalin kebersamaan di antara anggota Nasyiah Sleman. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh ketua PCNA Sleman, Yunda Nida’ul Khasanah, S. Pd. Yang dalam salam sambutannya menyampaikan “ terimakasih kepada yunda-yunda yang sudah berpartisipasi dan berkomitmen untuk berkegiatan di Nasyiatul ‘Aisyiyah cabang Sleman”. Selanjutnya kegiatan fun games yang difasilitasi oleh yunda Zulfi Fathiya Salsabila, S.T. Kegiatan games berjalan supportif dan menggembirakan. Para peserta membawa kado dan saling bertukar kado silang, dilanjutkan istirahat dan makan siang bersama dengan bekal yang sudah disediakan.Setelah kegiatan berswa-foto dan bermain bebas di sekitar pantai, rombongan berkemas dan melaksanakan sholat dhuhur di Masjid Agung Bantul serta melanjutkan perjalanan pulang kembali ke Sleman. Reportase Dewi Novitasari, S. Psi. (Departemen Organisasi dan Pengkaderan PCNA Sleman) Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Seyegan, Pdmsleman.Or.Id Sabtu 20 Juli 2024 bertempat di SMK Muhammadiyah Seyegan, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Seyegan menyelenggarakan Kajian Parenting dalam rangka Hari Anak Nasional sekaligus sebagai rangkaian Semarak Milad ‘Aisyiyah ke-107. Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi program Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak (GACA) di bawah koordinasi Majelis Kesejahteraan Sosial. Kajian Parenting ini mengambil tema “Pemenuhan Hak Anak dalam Pengasuhan Orang tua” dengan menghadirkan narasumber Andayani Muktiasari, M.Psi., Psikolog dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman. Acara dimoderatori oleh Sekretaris PCA Seyegan Dwi Ratna Purwaningsih, M.Pd dan kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris PDA Sleman Dra. Retno Endah Sawitri, M.Ag. Turut hadir memberikan sambutan Ketua MKS PDA Sleman Yuli Kuswandari, M.Pd dan didampingi Hj. Siti Yulaicha dari PDA Sleman dan Hj. Sarju sebagai Ketua PCA Seyegan. “ Pertumbuhan anak diikuti dengan pertumbuhan orang tua, permasalahan orang tua dan anak salah satunya terjadi karena perkembangan pada anak tidak diiringi dengan perkembangan orang tua. Kegagalan mencapai tugas perkembangan sebagai orang tua menjadi penghambat anak dalam mencapai tugas perkembangannya, yang tentu akan menghambat keseluruhan perjalanan hidupnya” tutur Andayani Muktiasari M.Psi. Oleh karenanya tuntaskan hak anak pada masa kanak kanak maka ia akan melaksanakan kewajibannya pada masa dewasa. Sebagaimana mengutip Ali bin Abi Thalib RA, ” ajarilah anak anakmu sesuai dengan zamannya karena mereka hidup di zaman mereka, bukan pasa zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian. Peserta Kajian Parenting diikuti 220 peserta terdiri dari Kepala Sekolah, guru dan perwakilan wali murid KB dan TK ABA se-kapanewon Seyegan. Selain Kajian Parenting yang sasarannya adalah orang tua, ada kegiatan untuk anak anak yaitu Kids Corner yang dipandu oleh Bunda Dhian Navitri seorang Juru Kisah Islami yang kebetulan merupakan anggota MKS PCA Seyegan. Kids Corner diisi berbagai macam kegiatan yaitu fun games, Icebreaking, menonton film edukasi (bioskop anak), mewarnai gambar dan dongeng anak. Reportase Dhian Navitri S.Pd, PCA Seyegan Editor Arief Hartanto SE, MPI PDM Sleman
![]()
Jihadi TV
![]()
Ngemplak, Pdmsleman.Or.Id Ahad, 21 Juli 2024 menjadi hari yang istimewa bagi komunitas Pengajian Khoirunnisa di Perumahan Jambu Sari Indah, Wedomartani, Ngemplak. Dalam kesempatan pengajian kali ini LazisMu PCM Ngemplak turut mengisi acara sosialisasi yang dihadiri oleh para anggota pengajian dan warga setempat. Acara dimulai pada pukul 06.00 WIB dengan sambutan dari Ketua Pengajian Khoirunisa, Bambang Haryanto, SH. yang menyampaikan “ terima kasih atas dukungan dan partisipasi aktif dari LazisMu dalam kesempatan ini”. Dilanjutkan dengan presentasi dari Direktur LazisMu Ngemplak, Drs. Shobariman, M.Pd yang menjelaskan “ program-program unggulan dan berbagai kegiatan sosial yang telah dilakukan oleh LazisMu Ngemplak dalam rangka membantu masyarakat yang membutuhkan”. Selama acara, para peserta pengajian menikmati hidangan minuman jahe, jeruk, teh, dan kopi yang disediakan. Kehangatan suasana ditambah dengan diskusi interaktif mengenai bagaimana masyarakat dapat berperan serta dan memberikan kontribusi dalam program-program LazisMu. Dalam sesi tanya jawab, banyak warga yang antusias bertanya tentang cara menjadi donatur tetap dan bagaimana prosedur penyaluran bantuan oleh LazisMu. Keseluruhan acara berjalan dengan lancar dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tinggi di antara warga. Besar harapan dengan adanya sosialisasi ini, semakin banyak warga yang tergerak hatinya untuk turut serta dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan yang diinisiasi oleh LazisMu Ngemplak. kontributor: Khusnuddin (Sekretaris PCM Ngemplak) Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Muhammadiyah Turi
![]()
Ngaglik.Pdmsleman.Or.Id Konsumsi minuman keras merupakan tradisi masyarakat jahiliyah, dan secara tegas diharamkan oleh Allah Swt. dalam beberapa ayat Al-Qur’an, misalnya QS. Al-Maidah ayat 90 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamar (minuman keras), berjudi, berkurban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Karena itu jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” Dalam hadits riwayat Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Apabila umatku telah menghalalkan lima perkara maka wajib atas mereka kebinasaan, yaitu apabila telah muncul saling laknat-melaknati, mereka telah meminum berbagai khamar, memakai sutera, mendatangkan biduan, dan laki-laki merasa cukup dengan laki-laki (gay) dan wanita dengan wanita (lesbian). Saat ini peredaran minuman keras di Yogyakarta sudah semakin masif, toko yang memperjualbelikan minuman keras menjamur di mana-mana bahkan sampai ke polosok desa, dan anak-anak muda sebagai generasi penerus umat tak luput dari sasaran peredaran minuman keras. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan karena terjadi di Kota Pelajar yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Berkaitan dengan hal itu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kapanewon Ngaglik dengan mengatasnamakan Keluarga Besar Muhammadiyah Kapanewon Ngaglik secara tegas menyatakan sikap: Demikian pernyataan sikap ini dibuat semata-mata untuk meraih ridha Allah dan bentuk kepedulian terhadap kemaslahatan umat. PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH KAPANEWON NGAGLIK Ngaglik, 15 Muharram 1446 H 21 Juli 2024 M Ketua, Prof. Dr. Ir. H. Sukamta, S.T., M.T., IPU., ASEAN. ENG.NBM. 779 033 Sekretaris, Maman Sulaeman, S.HutNBM. 1 418 425
![]()
Tempel, Pdmsleman.Or.Id Senin 15 Juli 2024 merupakan hari “Pertama Sekolah” bagi para siswa siswi SMP Muhammadiyah 1 Tempel, dengan agenda rutin sekolah setiap tahun ajaran baru yaitu FORTASI (Forum Taaruf dan Orientasi) bagi siswa siswi kelas VII dan Penguatan Pendidikan Karakter bagi siswa siswi kelas VIII dan IX. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, hari Senin, 15 Juli 2024 – Kamis, 18 Juli 2024. Acara ini dikemas secara Istimewa dalam bentuk kegiatan FORTASI (Forum Taaruf dan Orientasi) dan Penguatan Pendidikan Karakter yang didukung oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 1 Tempel. Dalam kegiatan FORTASI dan Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik kali ini mengusung tema “Membangun Pelajar Islami, Mandiri, dan Kreatif”, kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh peserta didik SMP Muhammadiyah 1 Tempel. Menurut H. Wahdan A KS SMPM 1 Tempel “ Harapannya seluruh siswa siswi dapat mewujudkan nilai seorang pelajar Islami yang memiliki semangat juang Muhammadiyah dengan mandiri dan kreatif, dalam memajukan kehidupan bangsa tentunya sesuai dengaan visi misi SMP Muhammadiyah 1 Tempel. Berbagai bentuk kegiatan akan dilaksanakan dalam FORTASI ini seperti penyampaian materi, penataran, mentoring, stimulasi, diskusi, brainstorming, dan dinamika berkelompok”. Hari pertama, pada hari pertama kegiatan FORTASI dan Penguatan Pendidikan Karakter ini diawali dengan kegiatan Upacara Pembukaan Fortasi dan Penguatan Pendidikan Karkter sekaligus simbolis serah terima peserta didik baru dengan penyematan tanda pengenal peserta didik baru oleh Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Tempel. Setelah Upacara selesai dilanjutkan kegiatan sholat dhuha, Perkenalan Panitia, Games Taaruf, Hak dan Kewajiban (Tata Krama & dan Tata Tertib sehari-hari di sekolah) yang disampaikan oleh Guru BK, mentoring dan stimulasi bahaya rokok dan narkoba yang disampaikan oleh BNN Kabupaten Sleman, Penataran Ibadah Praktis dan Pentingnya Akhlaq serta Karakter Islami yang disampaikan oleh guru Ismuba. Hari kedua, pada hari kedua kegiatan FORTASI dan Penguatan Pendidikan Karakter diawali dengan sholat dhuha dan doa, penguatan bacaan sholat dan surat-surat pendek oleh Guru, Penataran mengenai Kemuhammadiyahan oleh Guru Kemuhammadiyahan, Mentoring materi IPM 1 dan materi IPM 2 oleh PD IPM Sleman. Hari ketiga, pada hari ketiga kegiatan diawali dengan sholat dhuha dan doa, penguatan bacaan sholat dan surat-surat pendek, mentoring Perilku Hidup Sehat yang disampaikan oleh dr Agus dari Puskesmas Tempel II, brainstorming mengenai Issu Perundungan, Kekerasan dan Pencegahan yang disampaikan oleh Guru BK, Penataran mentaati aturan dan kedisiplinan yang disampaikan oleh Babinkamtibmas Muhyudi dari Polsek Tempel, dan Stimulasi lagu-lagu nasional dan lagu daerah yang dibimbing oleh guru. Hari keempat, pada hari keempat merupakan hari terakhir kegiatan FORTASI dan Penguatan Pendidikan Karakter yang ditutup dengan kegiatan Outing Class atau Outbond yang diikuti oleh seluruh siswa siswi, guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 1 Tempel. Outing Class dilaksanakan di Desa Wisata Pulesari Turi Sleman Yogyakarta. Dengan rangkaian kegiatan siswa datang ke sekolah pukul 06.45 dilanjutkan sholat dhuha dan doa, lalu presensi untuk masuk bus menuju Desa Wisata. Kegiatan Outing Class ini memuat acara games, susur sungai, melatih kekompakan, semangat, konsentrasi, kebersamaan dan lain sebagainya. Setelah mengikuti kegiatan outbond siswa siswi sholat Dzuhur berjamaah di Masjid, kembali ke pendopo 7 untuk makan siang dan penutupan kegiatan FORTASI dan Penguatan Pendidikan Karakter serta pembubaran panitia fortasi dengan pelepasan tanda peserta fortasi dan pelepasan tanda peserta panitia serta hikmah kegiatan oleh Ustadz Wahyu Rahmadi dari guru Ismuba. Mudah-mudahan dengan mengikuti serangkaian kegiatan tersebut siswa siswi SMP Muhammadiyah 1 Tempel, dapat menjadi pondasi untuk mewujudkan Impian mereka yang tidak akan terlepas dari karakter seorang muslim yang memiliki wawasan keilmuan yang luas, baik dalam agama mupun lainnya dengan Islami, mandiri dan kreatif. Harapannya kegiatan ini dapat menjadi langkah awal pada tahun ajaran baru ini dalam mewujudkan SMP Muhammadiyah 1 Tempel berkemajuan dan Jaya kedepannya. Salam MUTESA JAYA. Reprotase Ayu Tri Utami, S.Pd. Guru SMP Muhammadiyah 1 Tempel Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Turi,Pdmsleman.Or.Id Tahun Pelajaran Baru 2024/2025 di SMK Muhammadiyah 2 Turi Sleman diawali dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Masa Taaruf (Mataf) pada Senin – Jumat, 15 – 19 Juli 2024 dengan konsep acara dibuat tidak membosankan, menyenangkan tapi mengena atau tertanam dalam diri peserta didik. Menurut Kepala Sekolah SMKM 2 Turi Pamuji Subekti S.Si “ MPLS dan Mataf diikuti oleh seluruh peserta didik kelas X dan IPM sebagai panitia kegiatan. IPM SMK Muhammadiyah 2 Turi merumuskan kegiatan bersama Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan. Sesuai dengan hasil diskusi dan pertimbangan masukan dari Kepala Sekolah, Guru Karyaman, dan IPM maka MPLS tahun ini dikemas dengan konsep yang menyenangkan dan berbeda dari tahun lalu”. Hari pertama, kegiatan disi dengan pembukaan MPLS dan Mataf secara resmi, perkenalan seluruh guru dan karyaman SMK Muhammadiyah 2 Turi, Kurikulum Jurusan Keperawatan dan Kurikulum Bidang Teknik Elektronika, Screening Kesehatan dan penyampaian materi tentang kesehatan reproduksi serta menjauhi pergaulan bebas dari Puskesmas Turi, lalu dilanjutkan dengan mengenal intern lingkungan sekolah. Hari Kedua, diisi dengan mengenal instansi yang berhubungan dengan siswa. Siswa didampingi guru berkunjung ke Polsek Turi untuk mengenal langsung tugas dan fungsi Kepolisian dan menyimak materi tentang tertib berlalu lintas, menghindari Narkoba dan Kejahatan Jalanan. Setelah itu dilanjutkan berkunjung ke KODIM 03 Kapanewon Turi. Di KODIM anak-anak mendapat pembelajaran lansung tentang tugas dan fungsi TNI, struktur di TNI, dan materi Tentang Dampak dan Pidana Pelaku Bullying. Dari KODIM 03 Turi, siswa melanjutkan perjalanan ke Galeri GKBI Sleman, di sana siswa mengenal secara langsung batik sebagai warisan budaya Indonesia dan melaksanakan praktik membatik. Hal ini sebagai bagian dari komitmen sebagai sekolah berbasis budaya untuk melestarikan kearifan budaya lokal dan nasional. Hari ketiga, siswa mengenal organisasi siswa yang berada di bawah Muhammadiyah yaitu Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hisbul Wathan dan Tapak Suci bersama PD IPM Sleman. Kemudian sebagai sekolah SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana), maka sekolah menyelenggaran edukasi tentang kebencanaan dan melakukan simulasi kebencanaan. Hari keempat dan kelima atau hari terakhir, MPLS mengenalkan materi ISMUBA dan membangun kedekatan guru, karyawan dengan peserta didik melalui kegiatan MABIT dan Makrab. Kegiatan diisi dengan praktik keagamaan seperti tadarus, ceramah Islam, dan sholat berjamaah. Pada kegiatan Makrab, seluruh peserta menampilkan bakat masing-masing regu di acara api unggun. Selanjutnya memasuki hari kelima, siswa mengawali hari dengan sholat tahajut, sholat subuh berjamah, tadarus dan kultum setelah subuh. Kemudian dilanjutkan dengan jalan sehat di sekeliling lingkungan sekolah. Pukul 08.30 seluruh peserta MABIT menuju masjid Al Husna untuk melaksanakan Bakti Sosial dengan memberikan 10 mukena untuk menambah sarana ibadah di masjid tersebut. Lalu pukul 09.00 rangkaian acara MPLS dan Mataf ditutup secara resmi oleh Kepala SMK Muhammadiyah 2 Turi. Reportase Pamuji S, S.Si, KS SMKM 2 Turi, MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Minggir, Pdmsleman.or.Id SMK Muhammadiyah Minggir sukses menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan FORTASI (Forum Ta’aruf Siswa) bagi siswa baru dengan serangkaian kegiatan yang bermanfaat dan berkesan. MPLS yang berlangsung selama satu minggu ini bertujuan untuk membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah serta menanamkan nilai-nilai positif sejak dini. Kegiatan MPLS dibuka dengan Tadarus Al-Quran yang melibatkan seluruh siswa baru dan para guru. Tadarus ini dilaksanakan setiap pagi sebelum memulai kegiatan lainnya, dengan tujuan membiasakan siswa untuk memulai hari dengan membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Setelah tadarus, seluruh siswa bersama-sama melaksanakan shalat berjamaah di masjid sekolah. Kegiatan ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi antar siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keagamaan yang kuat sejak dini. Selain kegiatan keagamaan, siswa juga mengikuti berbagai materi kelas yang diberikan oleh para guru da pemateri dari eragai istitusi seperti puskesmas, Polsek dan juga KUA. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan lingkungan sekolah, tata tertib, kurikulum, Kenakalan remaja,kesehatan dan pentingnya kedisiplinan. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi materi, menunjukkan semangat mereka untuk belajar dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Tidak hanya kegiatan di dalam ruangan, MPLS juga diisi dengan kegiatan olahraga. Berbagai jenis olahraga seperti senam, jalan sehat digelar untuk menjaga kebugaran tubuh siswa serta menumbuhkan semangat Sebagai bentuk kepedulian sosial, SMK Muhammadiyah Minggir juga mengadakan kegiatan sedekah sayuran. Setiap siswa membawa sayuran untuk disumbangkan kepada warga sekitar yang membutuhkan. Kegiatan ini mengajarkan siswa untuk berbagi dan peduli terhadap sesama, serta menanamkan nilai-nilai kedermawanan sejak dini. Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Minggir, Edy Purwanto S.Pd, menyampaikan rasa bangganya atas partisipasi aktif siswa baru dalam setiap kegiatan MPLS. “Kegiatan MPLS tahun ini sangat luar biasa. Siswa baru sangat antusias dan bersemangat mengikuti setiap kegiatan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan bekal positif bagi mereka untuk menjalani masa studi di SMK Muhammadiyah Minggir,” ujarnya pada Jum’at 19 Juli 2024 siang. Dengan berakhirnya MPLS, diharapkan siswa baru SMK Muhammadiyah Minggir dapat lebih siap dan semangat dalam memulai perjalanan pendidikan mereka, serta mampu menerapkan nilai-nilai positif yang telah ditanamkan selama MPLS dalam kehidupan sehari-hari. Reportase Edy P SMKM 1 Minggir Editor Arief Hartanto SE, MPI PDM Sleman
![]()