Sleman, Pdmsleman.Or.Id Rapat Kerja (Raker) merupakan rapat atau diskusi dalam suatu organisasi yang bertujuan membahas program kerja yang akan dilaksanakan dalam suatu periode tertentu. Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sleman sebagai organisasi dakwah sosial juga melaksanakan Raker guna merancang program kerja selama satu periode. Dengan raker ini diharapkan dapat memaksimalkan kerja kerja nyata dakwah di Muhammadiyah Ranting Sleman. Acara ini dilaksanakan di Episentrum Resto, Jl. Kaliurang, Sleman pada 3 Maret 2024 pagi sampai dengan siang menjelang sore. Sejumlah 30 an orang yang terdiri dari anggota Pimpinan Harian, anggota Majelis yang ada di PRM Sleman aktif mengikuti Raker ini. Berbagai macam rencana program kerja di bahas dalam Raker ini, salah satu program kerja rutin yang sudah berjalan sejak periode sebelumnya yaitu Kajian Sabtu Sore (KSS) sepekan sekali di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ranting Sleman. Ketua PRM Sleman H. Moh Hasim pada saat Raker menyampaikan ” program terdekat segera melaksanakan program peneguhan ideologi Ke-Muhammadiyahan”. Ketua PRM Sleman menambahkan, Alhamdulillah Raker berjalan lancar berkat masukan dari pimpinan harian dan majelis, ada kesepakatan dan komitmen bersama untuk melaksanakan rencana kerja tersebut dalam periode kepemimpinan saat ini. Reportase Rhomandika Cahyo Nugroho PRM Sleman Editor Ariief Hartanto, MPI PDM SLeman
Pakem, Pdmsleman.Or.Id Sabtu 2 Maret 2024, SD Muhammadiyah Pakem telah mewisuda 85 siswa yang sudah menyelesaikan belajar iqra’nya sehingga diaggap layak dan mampu untuk membaca Al-Quran. Kegiatan tersebut dengan tema “Membentuk Generasi Qurani yang Berkarakter Islami”. Kegiatan wisuda iqra merupakan kegiatan rutin tahunan yang diperuntukkan bagi siswa-siswi kelas 1 yang sudah menyelesaikan iqra’nya sehingga sudah fasih membaca Al-Quran. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman SD Muhammadiyah Pakem. Sebelum acara wisuda dimulai, terlebih dahulu ditampilkan beberapa hiburan dari peserta didik, untuk menghibur para tamu undangan. Hiburan tersebut antara lain Kalam Illahi dan Saritiawah yang dibawakan oleh Evan dan Nisa siswa kelas 5, menyanyi solo yang ditampilkan oleh Zaura siswa kelas 3 yang menyantikan lagu “Do Bi Doo”, Tari Sintren ditampilkan oleh Rahma dan Kayla siswa kelas 3, Pantomim ditampilkan oleh Fahira kelas 5 dan Bilqis kelas 4, serta paduan suara siswi kelas 4 dan 5 yang menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah. Sarjono, S,Ag. Selaku perwakilan Kepala Sekolah memberikan sambutannya “ kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada segenap pihak yang beruaha kelas menyukseskan acara wisuda tersebut. Serta berharap semoga para wisudawan dan wisudawati kelak menjadi generasi qurani yang berkarakter islami”. Sementara perwakilan dari PCM Pakem H. Ridwan Hasyim dalam sambutannya menyatakan “ apresiasi yang sangat tinggi kepada SD Muhammadiyah Pakem yang telah melahirkan generasi yang tidak hanya pandai dalam ilmu dunia saja, tetapi pandai dalam ilmu agama salah satunya membiasakan membaca AL-Quran sejak dini”. Acara wisuda ditutup dengan cerita dongeng yang disampaikan oleh Bunda Dewi, dilanjutkan doa penutup oleh Warjono Dikdasmen PCM Pakem. Reportase : Erlin Noviyanti Prihastuti, S.Pd. SD Muhammadiyah Pakem Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 14).__ Saya sempat menyapu pandang pada jam dinding besar, yang terpasang di atas kusen pintu ruang utama Ngloji. “Ahh … Masih belum terlalu malam kok”, batin saya. “Tapi, mengapa beberapa tim IT dan kordes yang perempuan, nampak sudah mulai berkemas kemas ?”, batin saya. Saya terkecoh. Rupanya, jam dinding besar itu lebih lambat 30 menit dari yang semestinya. Berarti saat ini sudah jam 22.30. Waktu yang cukup larut buat teman teman perempuan itu. Satu per satu, mereka pamit. Undur diri. Sementara itu, di ruang sayap Utara, para senior kordes itu masih setia di tempat. Menunggu para saksi menyerahkan. salinan C1 hasil. Namun, itu hanya beberapa saat saja. Sesaat kemudian, bapak bapak itu juga undur diri. Berkas salinan C1 yang diserahkan oleh saksi, kemudian diserahterimakan kepada Kordes yang lebih muda. Tiba tiba, muncullah Mbak Handayani. Saksi Syauqi dari TPS Botokan. Rupanya, dia diantar oleh Sang Suami, Mas Murjono. Menyerahkan salinan C1 hasil. Pak Satidjo, melalui group SQ Sendangarum, memutuskan untuk membawa pulang berkasnya. Dan bersedia menerima penyerahan berkas di kediamannya, besok hari. Demikian pula dengan Pak Wagiyo, untuk yang Sendangsari. Jadi, praktis tinggal yang Sendangrejo, Sendangagung dan Sendangmulyo yang masih menerima penyerahan berkas salinan C1. Sesaat kemudian, semua tim IT dan kordes juga undur diri. Tinggal Mas Fathan yang bertahan. Itupun tidak lama, sesaat kemudian, iapun undur diri. Semua berkas salinan C1 hasil diserahkan ke saya. Saya sempat kembali melirik jam dinding itu. Pukul : 11.00 malam. Ups, salah. Harus ditambah 30 menit. Berarti, pukul : 11.30 malam. Malam merangkak pelan. Sepi. Sunyi. Semua bunyi telah sembunyi. Hanya tinggal 3 orang yang sekilas masih terlihat. Ada Mas Sunu dan Pak Samija. Serta satu orang lagi, entah siapa. Tidak begitu jelas. Pak Samija adalah saksi Syauqi di TPS 03 Sendangarum. Tiba tiba, datanglah seorang saksi perempuan. Dari TPS Sendangagung. Saya pikir, dia sendirian. Ternyata, diantar ibunya. Saya harus bertahan 30 menit lagi. Group saksi SQ sudah sepi. Sudah tidak ada lagi komentar. Akhirnya, jam dinding itu menunjuk : 11.30 Itu artinya : pukul 00.00. Saya mulai berkemas kemas. Mas Sunu dan Pak Samija membantu menutup semua jendela dan pintu Ngloji. Serta membersihkan sisa makanan dan wadah makan dan minum yang berserak di sana sini. Tepat 00.10. Saya dan Pak Samija undur dirii. Sedangkan Mas Sunu masih bertahan di Ngloji. Ada satu orang lagi, yang masih ada di ruang LazisMu. Tapi tidak jelas, siapa ia. Seingat saya, sedari tadi, ia hanya tidur di kursi ruang LazisMu. “Aku balik sik ya Mas !?”, kata saya. “Ya wis ati ati !”, jawab Mas Sunu. “Ora bali pa ?”, tanya saya. “Ya sik. Dela engkas !”, jawabnya. Sayapun segera memacu motor. Otw. “Ngalup nyang hamur”. Begitu sampai di rumah, “Weh, jam pira marine TPS kene mau ?”, tanya saya ke istri saya. “Baru saja selesai. Tas wae lungguh iki”, jawabnya. Ketika baru saja saya duduk, tiba-tiba, HP saya bergetar. Ada panggilan masuk. Nomer yang tak dikenal. “Hallo… Assalammu ‘alaikum. Mas Dwi”. “Wa alaikum slm wrwb. Sinten nggih niki ?”, tanya saya. “Kula Rochmani Mas”. “Pripun Pak Rochmani ?”. “Kok jarene Ngloji mpun tutup nggih ? “, katanya. “Nggih Pak. Niki sesuai kesepakatan wau. Justru usule saking beberapa saksi. Terus dirembug kalih tim TPC SQ. Lajeng diputuske penerimaan salinan C1 ngantos jam 00.00. Mulane, wau Ngloji mpun ditutup. Dilajengje besok pagi”, jelas saya. “Wah pripun nek ngoten niku ?”, katanya. “Lhoh Pak. Nyuwun sewu. Niki sing mutuske sanes kula piyambak lho. Niki wau sampun disepakati kalih sedaya anggota tim TPC. Usulane malah saking beberapa saksi”, terang saya. “Wah, kudune nggih nunggu saksi. Ampun tutup riyin. Lha niki kula tasih teng TPS. Njenengan wis bali. Kudune rak ya sithik edhing ngoten lho”, sambungnya.. Begitu mendengar kalimat terakhir dari Pak Rochmani itu, saya langsung berdiri. Rasa kantuk saya langsung hilang. Saya langsung membalas Pak Rochmani : ” Sudah pak. Gini aja. Njenengan jam berapa akan nyerahkan salinan C1 ?”. “Nggih paling setengah jam an malih Mas !”, katanya. “Nggih pun. Kula tengga teng Ngloji !”, tegas saya. Saya langsung ingat Mas Sunu. Saya menghubunginya : “Hallo … Mas Sekjend apakah masih posisi di Ngloji ?”. “Masih …!. Piye …?”, katanya. “Tolong, lawange Ngloji dibuka !. Aku arep mrono maneh !”, kata saya. Saya lalu bergegas mengambil tas berisi berkas berkas salinan C1. Mengambil kunci motor. Lalu bergegas keluar. Tiba tiba, saya ingat anak mbarep saya. Yang jadi saksi SQ di TPS 07 Sembuhan Kidul. “Fadhli wis mulih tah ?” tanya saya kepada istri saya. “Durung !. Kasihan anak itu. Mbok nanti ditiliki !”, sambungnya. Sebelum meluncur ke Ngloji, saya sempat membuat pengumuman di Group saksi SQ Minggir. “NGLOJI DI BUKA LAGI. 24 JAM”. Sayapun segera memacu motor. Kembali ke Wisma Ngloji. Nampak, Mas Sunu masih ada di sana. Seseorang yang sedari tadi tidur di kursi Lazis, juga masih ada di sana. Masih tidur. Begitu saya masuk ruangan Lazis, ia terbangun. Beberapa saat kemudian, ada suara motor berhenti di halaman Ngloji. Dua orang anak muda masuk. Menyerahkan salinan C1 hasil.Saksi dari TPS Sendangagung. Tiba-tiba, seseorang yang sedari tadi tidur dan kemudian bangun itu, nampak duduk di kursi. Lalu berkata : “Kudune, nek pas ana acara kaya ngene iki, panitia kudu sigap. Kantor ora oleh tutup. Buka 24 jam”. Saya cuma mendengarkannya, Ia masih berkata lagi : “Blaaa …. Blaaa ….Blaaa …”. Saya mulai terpancing : “He ….Mas …. Sampeyan iki gak ngerti kenthang kimpule. Dadi gak usah melok melok !”.(*) Minggir, 25 Feb. 2024.Waktu hujan lebat, sebelum Ashar. Uwik DS.
Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 13).Sore sudah berganti malam. Adzan Isya sudah lewat beberapa saat. Kami masih fokus di Posko Wisma Ngloji. Tetap dengan kekuatan penuh. Tiba-tiba, di group saksi SQ Minggir ada barita masuk. “Kalau mau nyerahkan hasil salinan C1 kemana ya ?”, tanya seorang saksi. Saya segera menjawab : “Ke Posko Ngloji. Serahkan ke kordesnya masing masing. Setelah menerima salinan C1 hasil, kordes akan menyerahkan uang transport saksi”. Tiba tiba, Mas Fathan memberitahu saya : “Pak Dwi, nyuwun sewu. Mohon sekalian disampaikan ke saksi. Bahwa salinan C1 hasilnya, sebelum diserahkan ke Ngloji harus sudah ditandatangani oleh KPPS serta seluruh saksi DPD di TPS yang bersangkutan”. “Oke. Mas. Makasih”, jawab saya. “Satu lagi Pak. Bahwa salinan C1 yang ditanda tangani itu jumlahnya 3 lembar”, sambung Mas Fathan. Maka, buru buru, saya segera memberikan pengumuman di Group saksi SQ Minggir, terkait dengan hal tersebut. Waktu terus merangkak. Tim IT dan kordes Sendangarum nampak sudah mulai melakukan pengecekkan ulang. Tanda bahwa di tim mereka, pekerjaannya sudah hampir rampung. Tapi, masih ada beberapa tim di ranting lain yang masih sibuk. Salah satunya justru di ranting Sendangmulyo. Yang adalah tim bagian saya dan Raihan. “Ada kendala apa Mas ?”, tanya saya ke Mas Fathan. “Ini masih ada 3 orang saksi yang sama sekali belum kirim data dan foto C Plano Pak”, jelasnya. “Saksinya sudah dihubungi kah ?”, tanya saya. “Mas Raihan sudah beberapa kali WA dan nelpon saksinya. Tapi tidak terhubung”, jelasnya. Di Tim Sendangmulyo inilah satu satunya tim yang merupakan tim dengan kerjasama antara guru dan murid. Mas Fathan adalah guru TI di SMAN Seyegan. Dan Raihan adalah muridnya. Raihan sudah lulus tahun lalu. “Apakah opsi terakhir sudah ditempuh ?”,:tanya saya. “Wah maaf Pak. Kayaknya saya tidak ada teman yang menjadi KPPS di TPS tersebut”, jelasnya. “Oke… Oke… Kalau gitu, kita akan turun ke TPS tersebut”, kata saya. Maka, saya dan Raihan, terpaksa turun. Meluncur ke TPS yang bermasalah tersebut. Tak butuh waktu lama, kami sampai lokasi. Raihan menemui saksi Syauqi di TPS. Mereka terlibat perbincangan. Saya berada di kejauhan. Nampak, Raihan agak kewalahan. Sayapun mendekat. Ikut dalam pembicaraan. Ternyata, si saksi tidak membawa HP. “Nembe kula chas Pak !”, katanya. Saya langsung jelaskan ke bapak saksi : “Njenengan mangkih, langsung kondur mawon. Mendhet HP ne. Lajeng, nika lembaran C1 Plano nika sing ditempel teng ngajeng nika, mang foto. Terus mang kirim teng nggene HP ne Mas Raihan niki nggih”. “O nggih Pak. Matur nuwun. Mangkih kula pendhete”, sambungnya. “Sak estu lho Pak nggih ! Kula tengga !”, tegas saya. Kamipun meluncur pulang. Balik ke posko Ngloji. Waktu terus merambat. Tak bisa dihadang, walaupun sesaat. Semakin malam. Tiba tiba, di Group saksi SQ Minggir,“Mohon info. Ini ternyata salinan C1 hasilnya belum bisa kami dapatkan. Kata panitia, nanti diberikan ke saksi, menunggu penghitungan suara selesai semua”, kata seorang saksi. Dan, setelah itu, Group Saksi SQ Minggir bertambah riuh. Banyak saksi yang memberikan komentar senada. “Pak Dwi, mohon kebijakannya. Kalau seperti itu, kami bisa nunggu sampai tengah malam ini”, sela seorang saksi. “Sampai Subuh, bisa bisa belum selesai ini Pak !”, kata yang lain lagi. Saya segera tanggap. Saya berikan pengumuman di Group saksi SQ : “Terkait dengan pengumpulan salinan C1, Posko Ngloji akan buka 24 jam. Nanti akan ada petugas yang berjaga”. Tiba tiba, kordes Sendangrejo, Mas Nur Sahid menghampiri saya. “Pak, ini ada beberapa saksi kami, yang sampai dengan saat ini masih nunggu salinan C1. Kasusnya sama dengan yang lain. Mereka belum dikasih salinannya”, katanya. “Maksud saya begini Pak. Berhubung beberapa saksi kami, terutama yang ibu ibu dan yang sepuh sepuh itu, mereka kalau nunggu sampai tengah malam atau bahkan pagi besok, kan kasihan”. “Ini kami hanya menyampaikan usulan yang datang dari mereka. Apakah boleh, misalnya mereka malam ini pulang dulu. Dan salinan C1 nya baru akan diambil besok pagi. Lalu, akan diserahkan ke Ngloji besok pagi juga”. Setelah mendengarkan usulan Mas Nur Sahid itu, saya lalu berdiri. Berjalan menyeberang ke ruang sayap Utara. Tempat para senior kordes dan ketua TPC berada. Saya sampaikan masukan dari mas Nur Sahid itu. Semua senior kordes mendukung. Dan menyepakati. Bahwa : Berbekal hasil kesepakatan dengan senior kordes dan ketua TPC tersebut, sayapun segera menelpon Mas EnKa. Panjang lebar saya ceritakan kepadanya. Mas EnKa juga menyetujui kesepakatan itu. Saya sempat membaca suasana Group Saksi SQ Minggir. Nadanya tetap sama. Mereka menginginkan ada kebijakan. Berbekal tambahan informasi itu, maka saya segera putuskan untuk mengumumkan kesepakatan antara semua tim TPC SQ. “Mohon maaf nggih Bapak Ibu, Mas Mbak saksi SQ. Kami tidak bisa memberikan kebijakan, seperti yang Anda semua harapkan. Sampai saat ini, kami masih berpegang pada kebijakan TPD. Bahwa salinan C1 nya harus ditandantangani dulu. Baru kemudian diserahkan ke Posko”. “Berdasarkan usulan dari beberapa saksi sendiri serta kesepakatan dengan seluruh anggota TPC SQ Minggir, maka kami putuskan : Posko Ngloji akan ditutup pada pukul 24.00. Sehingga penyerahan salinan C1 maksimal akan dilayani sampai jam 24.00”. “Selanjutnya, Ngloji akan dibuka kembali besok pagi”.(*) Minggir, 25 Feb. 2024Selepas pulang dari sawah. Uwik DS.
Gamping, Pdmsleman.Or.id Kajian rutin “Taman Surga” yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gamping telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan keagamaan masyarakat setempat. Dengan keberhasilan penyelenggaraannya sebanyak enam belas kali, kajian ini terus memberikan manfaat dan inspirasi kepada para hadirin. Pada Sabtu pagi, 2 Maret 2024, kajian ini dipandu oleh Ustadz Aly Aulia, Lc, M.Hum. dari Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam kesempatan yang berharga ini, Ustadz Aly Aulia memberikan pencerahan tentang persiapan menyambut Bulan Suci Ramadan. Ia menjelaskan dengan lugas tentang amalan-amalan utama yang harus kita lakukan dalam bulan penuh berkah ini, memberikan panduan yang bermanfaat bagi umat Islam dalam memperdalam ibadah mereka. Tempat pelaksanaan kajian yang berlokasi di Kantor Bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gamping, di Jalan Raya Gamping No. 158, Patukan, Ambarketawang, Gamping, Sleman, menjadi pusat kegiatan keagamaan yang ramah dan terbuka untuk umum. Waktu pelaksanaan kajian yang dimulai pukul 06.45 hingga 07.45 WIB memungkinkan partisipasi yang luas dari masyarakat sebelum memulai aktivitas harian mereka. Selain kajian, terdapat pula bazar yang diselenggarakan oleh ibu-ibu pengurus Aisyiah PCA Gamping. Inisiatif ini menciptakan suasana yang lebih meriah dan memungkinkan masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari sambil menjalin silaturahmi dalam lingkungan yang penuh kebersamaan. “Kajian Taman Surga” tidak hanya sekadar kegiatan rutin, namun juga menjadi sarana bagi umat Islam untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang ajaran agama dan mempersiapkan diri dengan lebih baik menyambut Bulan Suci Ramadan. Dengan adanya kajian ini, semoga masyarakat semakin terbimbing dalam melaksanakan ibadah dan mendapatkan berkah yang melimpah dalam setiap langkah mereka.
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pada Jum’at, 1 Maret 2024, Korps Relawan Muhammadiyah PPM Muhammadiyah Boarding School Putra Sleman, Yogyakarta melaksanakan upacara penutupan Pendidikan Khusus Relawan ke – 2. Pelaksanakan kegiatan ini merupakan penghujung rangkaian program pelatihan DIKUS Relawan ke – 2 yang sebelumnya telah dilaksanakan pelatihan dalam ruang dan praktikum pada tanggal 5 – 9 Februari 2024 di komplek Gedung Kelas Putra Terpadu dan komplek SD Muhammadiyah MBS Prambanan, Sleman. Upacara kali ini hadir sebagai inspektur upacara, Indrayanto selaku Ketua Lembaga Resiliensi Bencana PWM D.I.Yogyakarta. Pada amanatnya, menyampaikan pesan kepada segenap personel Korps Relawan Muhammadiyah “ agar selalu mengasah skill yang dimiliki sebagai bekal persiapan untuk mencetak kader-kader Relawan Muhammadiyah”. Selain itu juga disampaikan bahwa merupakan sebuah kelebihan bahwa PPM Muhammadiyah Boarding School Sleman memiliki sebuah gerakan relawan berbasis pelajar dan menjadi satu – satunya sekolah Muhammadiyah yang memiliki gerakan tersebut. Sebagai upaya membentuk ketangguhan komunitas berbasis sekolah / pesantren (SPAB). Hadir juga pada kesempatan kali ini Ketua Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) PDM Kabupaten Sleman sekaligus Pembina Utama Korps Relawan Muhammadiyah PPM Muhammadiyah Boarding School Sleman, ustadz M. Fauzan Yakhsya, S.Hum beserta perwakilan tim SAR Muhammadiyah D.I.Yogyakarta. Tidak hanya melaksanakan penutupan secara seremonial saja, pada kegiatan ini juga dilaksanakan pemberian penghargaan kpeada peserta terbaik program pelatihan DIKSUS Relawan ke – 2 tahun 2024. Muhammad Akmaluddin Roofi, santri kelas 11 IPS 1 yang kesehariannya menjabat sebagai Wakil Ketua I Bid. Pendidikan, Latihan, dan Pembinaan Relawan berhasil mendapatkan penghargaan tersebut dengan perolehan nilai total tertinggi selama masa pelatihan. Reportase M. Fauzan Yakhsya S.Pd Ketua MDMC / LRB PDM Sleman Editor Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman
Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 14).__ Saya sempat menyapu pandang pada jam dinding besar, yang terpasang di atas kusen pintu ruang utama Ngloji. “Ahh … Masih belum terlalu malam kok”, batin saya. “Tapi, mengapa beberapa tim IT dan kordes yang perempuan, nampak sudah mulai berkemas kemas ?”, batin saya. Saya terkecoh. Rupanya, jam dinding besar itu lebih lambat 30 menit dari yang semestinya. Berarti saat ini sudah jam 22.30. Waktu yang cukup larut buat teman teman perempuan itu. Satu per satu, mereka pamit. Undur diri. Sementara itu, di ruang sayap Utara, para senior kordes itu masih setia di tempat. Menunggu para saksi menyerahkan. salinan C1 hasil. Namun, itu hanya beberapa saat saja. Sesaat kemudian, bapak bapak itu juga undur diri. Berkas salinan C1 yang diserahkan oleh saksi, kemudian diserahterimakan kepada Kordes yang lebih muda. Tiba tiba, muncullah Mbak Handayani. Saksi Syauqi dari TPS Botokan. Rupanya, dia diantar oleh Sang Suami, Mas Murjono. Menyerahkan salinan C1 hasil. Pak Satidjo, melalui group SQ Sendangarum, memutuskan untuk membawa pulang berkasnya. Dan bersedia menerima penyerahan berkas di kediamannya, besok hari. Demikian pula dengan Pak Wagiyo, untuk yang Sendangsari. Jadi, praktis tinggal yang Sendangrejo, Sendangagung dan Sendangmulyo yang masih menerima penyerahan berkas salinan C1. Sesaat kemudian, semua tim IT dan kordes juga undur diri. Tinggal Mas Fathan yang bertahan. Itupun tidak lama, sesaat kemudian, iapun undur diri. Semua berkas salinan C1 hasil diserahkan ke saya. Saya sempat kembali melirik jam dinding itu. Pukul : 11.00 malam. Ups, salah. Harus ditambah 30 menit. Berarti, pukul : 11.30 malam. Malam merangkak pelan. Sepi. Sunyi. Semua bunyi telah sembunyi. Hanya tinggal 3 orang yang sekilas masih terlihat. Ada Mas Sunu dan Pak Samija. Serta satu orang lagi, entah siapa. Tidak begitu jelas. Pak Samija adalah saksi Syauqi di TPS 03 Sendangarum. Tiba tiba, datanglah seorang saksi perempuan. Dari TPS Sendangagung. Saya pikir, dia sendirian. Ternyata, diantar ibunya. Saya harus bertahan 30 menit lagi. Group saksi SQ sudah sepi. Sudah tidak ada lagi komentar. Akhirnya, jam dinding itu menunjuk : 11.30 Itu artinya : pukul 00.00. Saya mulai berkemas kemas. Mas Sunu dan Pak Samija membantu menutup semua jendela dan pintu Ngloji. Serta membersihkan sisa makanan dan wadah makan dan minum yang berserak di sana sini. Tepat 00.10. Saya dan Pak Samija undur dirii. Sedangkan Mas Sunu masih bertahan di Ngloji. Ada satu orang lagi, yang masih ada di ruang LazisMu. Tapi tidak jelas, siapa ia. Seingat saya, sedari tadi, ia hanya tidur di kursi ruang LazisMu. “Aku balik sik ya Mas !?”, kata saya. “Ya wis ati ati !”, jawab Mas Sunu. “Ora bali pa ?”, tanya saya. “Ya sik. Dela engkas !”, jawabnya. Sayapun segera memacu motor. Otw. “Ngalup nyang hamur”. Begitu sampai di rumah, “Weh, jam pira marine TPS kene mau ?”, tanya saya ke istri saya. “Baru saja selesai. Tas wae lungguh iki”, jawabnya. Ketika baru saja saya duduk, tiba-tiba, HP saya bergetar. Ada panggilan masuk. Nomer yang tak dikenal. “Hallo… Assalammu ‘alaikum. Mas Dwi”. “Wa alaikum slm wrwb. Sinten nggih niki ?”, tanya saya. “Kula Rochmani Mas”. “Pripun Pak Rochmani ?”. “Kok jarene Ngloji mpun tutup nggih ? “, katanya. “Nggih Pak. Niki sesuai kesepakatan wau. Justru usule saking beberapa saksi. Terus dirembug kalih tim TPC SQ. Lajeng diputuske penerimaan salinan C1 ngantos jam 00.00. Mulane, wau Ngloji mpun ditutup. Dilajengje besok pagi”, jelas saya. “Wah pripun nek ngoten niku ?”, katanya. “Lhoh Pak. Nyuwun sewu. Niki sing mutuske sanes kula piyambak lho. Niki wau sampun disepakati kalih sedaya anggota tim TPC. Usulane malah saking beberapa saksi”, terang saya. “Wah, kudune nggih nunggu saksi. Ampun tutup riyin. Lha niki kula tasih teng TPS. Njenengan wis bali. Kudune rak ya sithik edhing ngoten lho”, sambungnya.. Begitu mendengar kalimat terakhir dari Pak Rochmani itu, saya langsung berdiri. Rasa kantuk saya langsung hilang. Saya langsung membalas Pak Rochmani : ” Sudah pak. Gini aja. Njenengan jam berapa akan nyerahkan salinan C1 ?”. “Nggih paling setengah jam an malih Mas !”, katanya. “Nggih pun. Kula tengga teng Ngloji !”, tegas saya. Saya langsung ingat Mas Sunu. Saya menghubunginya : “Hallo … Mas Sekjend apakah masih posisi di Ngloji ?”. “Masih …!. Piye …?”, katanya. “Tolong, lawange Ngloji dibuka !. Aku arep mrono maneh !”, kata saya. Saya lalu bergegas mengambil tas berisi berkas berkas salinan C1. Mengambil kunci motor. Lalu bergegas keluar. Tiba tiba, saya ingat anak mbarep saya. Yang jadi saksi SQ di TPS 07 Sembuhan Kidul. “Fadhli wis mulih tah ?” tanya saya kepada istri saya. “Durung !. Kasihan anak itu. Mbok nanti ditiliki !”, sambungnya. Sebelum meluncur ke Ngloji, saya sempat membuat pengumuman di Group saksi SQ Minggir. “NGLOJI DI BUKA LAGI. 24 JAM”. Sayapun segera memacu motor. Kembali ke Wisma Ngloji. Nampak, Mas Sunu masih ada di sana. Seseorang yang sedari tadi tidur di kursi Lazis, juga masih ada di sana. Masih tidur. Begitu saya masuk ruangan Lazis, ia terbangun. Beberapa saat kemudian, ada suara motor berhenti di halaman Ngloji. Dua orang anak muda masuk. Menyerahkan salinan C1 hasil.Saksi dari TPS Sendangagung. Tiba-tiba, seseorang yang sedari tadi tidur dan kemudian bangun itu, nampak duduk di kursi. Lalu berkata : “Kudune, nek pas ana acara kaya ngene iki, panitia kudu sigap. Kantor ora oleh tutup. Buka 24 jam”. Saya cuma mendengarkannya, Ia masih berkata lagi : “Blaaa …. Blaaa ….Blaaa …”. Saya mulai terpancing : “He ….Mas …. Sampeyan iki gak ngerti kenthang kimpule. Dadi gak usah melok melok !”.(*) Minggir, 25 Feb. 2024.Waktu hujan lebat, sebelum Ashar. Uwik DS.
Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 13). Sore sudah berganti malam. Adzan Isya sudah lewat beberapa saat. Kami masih fokus di Posko Wisma Ngloji. Tetap dengan kekuatan penuh. Tiba-tiba, di group saksi SQ Minggir ada barita masuk. “Kalau mau nyerahkan hasil salinan C1 kemana ya ?”, tanya seorang saksi. Saya segera menjawab : “Ke Posko Ngloji. Serahkan ke kordesnya masing masing. Setelah menerima salinan C1 hasil, kordes akan menyerahkan uang transport saksi”. Tiba tiba, Mas Fathan memberitahu saya : “Pak Dwi, nyuwun sewu. Mohon sekalian disampaikan ke saksi. Bahwa salinan C1 hasilnya, sebelum diserahkan ke Ngloji harus sudah ditandatangani oleh KPPS serta seluruh saksi DPD di TPS yang bersangkutan”. “Oke. Mas. Makasih”, jawab saya. “Satu lagi Pak. Bahwa salinan C1 yang ditanda tangani itu jumlahnya 3 lembar”, sambung Mas Fathan. Maka, buru buru, saya segera memberikan pengumuman di Group saksi SQ Minggir, terkait dengan hal tersebut. Waktu terus merangkak. Tim IT dan kordes Sendangarum nampak sudah mulai melakukan pengecekkan ulang. Tanda bahwa di tim mereka, pekerjaannya sudah hampir rampung. Tapi, masih ada beberapa tim di ranting lain yang masih sibuk. Salah satunya justru di ranting Sendangmulyo. Yang adalah tim bagian saya dan Raihan. “Ada kendala apa Mas ?”, tanya saya ke Mas Fathan. “Ini masih ada 3 orang saksi yang sama sekali belum kirim data dan foto C Plano Pak”, jelasnya. “Saksinya sudah dihubungi kah ?”, tanya saya. “Mas Raihan sudah beberapa kali WA dan nelpon saksinya. Tapi tidak terhubung”, jelasnya. Di Tim Sendangmulyo inilah satu satunya tim yang merupakan tim dengan kerjasama antara guru dan murid. Mas Fathan adalah guru TI di SMAN Seyegan. Dan Raihan adalah muridnya. Raihan sudah lulus tahun lalu. “Apakah opsi terakhir sudah ditempuh ?”,:tanya saya. “Wah maaf Pak. Kayaknya saya tidak ada teman yang menjadi KPPS di TPS tersebut”, jelasnya. “Oke… Oke… Kalau gitu, kita akan turun ke TPS tersebut”, kata saya. Maka, saya dan Raihan, terpaksa turun. Meluncur ke TPS yang bermasalah tersebut. Tak butuh waktu lama, kami sampai lokasi. Raihan menemui saksi Syauqi di TPS. Mereka terlibat perbincangan. Saya berada di kejauhan. Nampak, Raihan agak kewalahan. Sayapun mendekat. Ikut dalam pembicaraan. Ternyata, si saksi tidak membawa HP. “Nembe kula chas Pak !”, katanya. Saya langsung jelaskan ke bapak saksi : “Njenengan mangkih, langsung kondur mawon. Mendhet HP ne. Lajeng, nika lembaran C1 Plano nika sing ditempel teng ngajeng nika, mang foto. Terus mang kirim teng nggene HP ne Mas Raihan niki nggih”. “O nggih Pak. Matur nuwun. Mangkih kula pendhete”, sambungnya. “Sak estu lho Pak nggih ! Kula tengga !”, tegas saya. Kamipun meluncur pulang. Balik ke posko Ngloji. Waktu terus merambat. Tak bisa dihadang, walaupun sesaat. Semakin malam. Tiba tiba, di Group saksi SQ Minggir,“Mohon info. Ini ternyata salinan C1 hasilnya belum bisa kami dapatkan. Kata panitia, nanti diberikan ke saksi, menunggu penghitungan suara selesai semua”, kata seorang saksi. Dan, setelah itu, Group Saksi SQ Minggir bertambah riuh. Banyak saksi yang memberikan komentar senada. “Pak Dwi, mohon kebijakannya. Kalau seperti itu, kami bisa nunggu sampai tengah malam ini”, sela seorang saksi. “Sampai Subuh, bisa bisa belum selesai ini Pak !”, kata yang lain lagi. Saya segera tanggap. Saya berikan pengumuman di Group saksi SQ : “Terkait dengan pengumpulan salinan C1, Posko Ngloji akan buka 24 jam. Nanti akan ada petugas yang berjaga”. Tiba tiba, kordes Sendangrejo, Mas Nur Sahid menghampiri saya. “Pak, ini ada beberapa saksi kami, yang sampai dengan saat ini masih nunggu salinan C1. Kasusnya sama dengan yang lain. Mereka belum dikasih salinannya”, katanya. “Maksud saya begini Pak. Berhubung beberapa saksi kami, terutama yang ibu ibu dan yang sepuh sepuh itu, mereka kalau nunggu sampai tengah malam atau bahkan pagi besok, kan kasihan”. “Ini kami hanya menyampaikan usulan yang datang dari mereka. Apakah boleh, misalnya mereka malam ini pulang dulu. Dan salinan C1 nya baru akan diambil besok pagi. Lalu, akan diserahkan ke Ngloji besok pagi juga”. Setelah mendengarkan usulan Mas Nur Sahid itu, saya lalu berdiri. Berjalan menyeberang ke ruang sayap Utara. Tempat para senior kordes dan ketua TPC berada. Saya sampaikan masukan dari mas Nur Sahid itu. Semua senior kordes mendukung. Dan menyepakati. Bahwa : Berbekal hasil kesepakatan dengan senior kordes dan ketua TPC tersebut, sayapun segera menelpon Mas EnKa. Panjang lebar saya ceritakan kepadanya. Mas EnKa juga menyetujui kesepakatan itu. Saya sempat membaca suasana Group Saksi SQ Minggir. Nadanya tetap sama. Mereka menginginkan ada kebijakan. Berbekal tambahan informasi itu, maka saya segera putuskan untuk mengumumkan kesepakatan antara semua tim TPC SQ. “Mohon maaf nggih Bapak Ibu, Mas Mbak saksi SQ. Kami tidak bisa memberikan kebijakan, seperti yang Anda semua harapkan. Sampai saat ini, kami masih berpegang pada kebijakan TPD. Bahwa salinan C1 nya harus ditandantangani dulu. Baru kemudian diserahkan ke Posko”. “Berdasarkan usulan dari beberapa saksi sendiri serta kesepakatan dengan seluruh anggota TPC SQ Minggir, maka kami putuskan : Posko Ngloji akan ditutup pada pukul 24.00. Sehingga penyerahan salinan C1 maksimal akan dilayani sampai jam 24.00”. “Selanjutnya, Ngloji akan dibuka kembali besok pagi”.(*) Minggir, 25 Feb. 2024Selepas pulang dari sawah. Uwik DS.
Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 12).Sedikit lega. Tapi, belum sempurna. Itu baru permulaan. Pertempuran sebenarnya justru baru akan dimulai. Sebentar lagi. Setelah Sholat Dzuhur, dengan seijin Pak Ketua TPC, saya mencoba mengumpulkan para punggawa TPC SQ Minggir. Mereka adalah tim IT dan kordes masing masing ranting. Susunan Formasi terakhirnya adalah sbb : SQ Sendangagung :Kordes : 1. Drs. H. Sardji2. Attin Nur HalimahTim IT. : 1. Fayrus Chalisa Nadya Ulya2. Azmi Adil SQ Sendangmulyo :Kordes : 1. Drs. H. Nur Hidayat2. FathanTim IT. : 1. Dwi Sumartono2. Raihan Widya Ahmad SQ Sendangrejo :Kordes : 1. Drs. Agus Santoso2. Nur SahidTim IT. : 1. Ari Patriani2. Muh. Ali Akbar Musa SQ Sendangarum :Kordes : 1. Satidjo, B.A.2. Irfan NugrohoTim IT. : 1. Fajarudin SQ Sendangsari :Kordes : 1. Wagiyo, S Pd.2. Nur FaizunTim IT. : 1. Hilma Tsani Amanati Hampir semua personil tim TPC di atas adalah orang baru. Rata rata masih sangat belia. Saya yakin di antara mereka banyak yang masih asing. Dalam kesempatan itu, saya mencoba mengenalkan satu per satu semua person. Pak Ketua TPC pada kesempatan itu memberikan dorongan dan semangat kepada mereka. Saya menambahkan : “Justru kerja berat Anda semua adalah selepas ini. Saya harap, tim IT dan kordes masing masing ranting harus saling kerjasama”. “Dalam prakteknya nanti, fungsi dan peran antara tim IT dan kordes, hampir tidak ada bedanya. Saya berharap personil tim IT dan kordes masing masing ranting nanti harus berbagi peran. Tapi juga harus luwes. Jangan kaku”. “Tujuan akhir tugas Anda nanti adalah memastikan bahwa data yang ada di lembaran C1 hasil di TPS bisa diinput dengan cepat, tepat dan akurat”, tegas saya. “Kalau seandainya sampai batas waktu tertentu, Anda menganggap data dari TPS belum masuk, maka Anda wajib melakukan kontak kepada saksi di TPS itu. Bisa melalui WA atau langsung di telpon”. “Tapi kalau seandainya dengan kedua cara tersebut, masih juga belum teratasi, maka silakan Anda atur sendiri. Anda harus pergi menemui saksi di lokasi TPS”, jelas saya. Maka, ruang tengah Wisma Ngloji setelah itu seperti berubah menjadi ruang istimewa. Seperti sebuah ruang canggih. Yang ditempati oleh anak anak muda cekatan dan visioner. Beberapa saat setelah Dzuhur, praktis mereka masih bisa duduk duduk santai. Tapi menjelang Ashar, barulah mereka mulai mendapat kiriman data dari saksi. Semua anggota tim IT dan kordesnya berpasang pasangan. Sesuai ranting masing masing. Mereka duduk menghadap lap top. Sesekali sebelah tangannya lincah memainkan HP nya. Sebentar kemudian pandangannya beralih memelototi layar lap topnya. Mereka mulai memantau data yang masuk melalui aplikasi Relawan Syauqi. Beruntung bagi tim IT dan kordes, yang saksi saksinya sudah menguasai aplikasi Rekawan Syauqi. Tim tersebut cukup memantaunya saja di lap top. Datanya apakah sudah benar atau belum. Cepat sekali dan sangat efisien. Sebenarnya, ada satu hal yang masih saya takutkan. Yakni : “Bagaimana dengan saksi yang sampai dengan bimtek terakhirpun, masih saja belum paham dengan aplikasi Relawan Syauqi itu ?”. “Atau, bagaimana dengan saksi yang tiba tiba mengalami kendala yang tidak bisa terelakkan. Misalnya : kehabisan kuota, tidak ada sinyal atau kendala yang lain ?”. Rupanya, ketakutan saya itu tidak terbukti. Sepanjang pemantauan saya, ternyata anak anak muda itu tak kekurangan akal. Di antara teman satu timnya, mereka itu sudah saling “baku atur”. Dari aplikasi Relawan Syauqi, mereka sudah bisa memantau. Mana saksi yang sudah bergerak. Dan mana pula saksi yang tetap diam “njekengkeng”. Jika ditemukan ada saksi yang diam tak bergerak, salah seorang dari mereka langsung menghubungi saksi. Via WA atau langsung menelponnya. Jika sangat terpaksa mereka hanya menyuruh saksi tersebut untuk mengirimkan foto C1 hasilnya. Lalu di WA kan ke kordesnya. Begitu simple nya. Lalu, bagaimana dengan ketakutan saya di atas ? Mereka juga tidak kekurangan akal. Mereka ternyata juga sudah punya radar dimana mana. Mereka sudah punya data, siapa teman temannya atau kenalannya yang menjadi KPPS di TPS yang bersangkutan. Kepada temannya tersebut, mereka meminta tolong untuk mengirimkan foto C1 hasilnya. Kepada mereka saya menyampaikan : “Pastikan bahwa data yang diinput adalah benar dan akurat. Untuk itu Anda harus perlu cross cek kembali”. Al hasil, setelah Isya, sebetulnya tim kordes dan Tim IT sudah hampir rampung menyelesaikan hasil inputan datanya. Mungkin, hanya tinggal beberapa saksi saja yang belum selesai. Lalu, bagaimana dengan para senior kordesnya ? Sesuai kesepakatan ketika rakor, maka bapak bapak senior kordes itu juga sudah bersiap diri. Tugas mereka menerima salinan C1 hasil suara DPD yang diserahkan oleh para saksi. Untuk kemudian memberikan uang transport masing masing. Rupanya, bapak bapak itu tidak ingin “menggangu” kerja para juniornya. Mereka duduk tidak satu ruangan dengan para juniornya. Mereka menempati ruang tersendiri. Ruang di sayap Utara Wisma Ngloji. Hmmmm …… Enak juga ternyata kalau dalam bekerja, semuanya bisa saling “baku atur” seperti ini.(*) Minggir, 25 Feb. 2024.Bada Subuh. Uwik DS.
Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 11).Malam, sebelum ke Wisma Ngloji, saya menyempatkan berkirim pesan kepada Tim TPC SQ, melalui Group SQ Minggir : “Mengingatkan kembali, besok Rabu, 14 Februari 2024, semua personil tim TPC SQ Minggir, ketua PRM, kordes, tim IT dan relawan SQ harap sudah berada di Posko Ngloji pada jam 10.00 WIB. Untuk itu harap bisa mengkondisikan diri”. “Untuk teman teman tim IT dan kordes junior, jangan lupa membawa lap top dan perlengkapan alat tulis seperlunya”, sambung saya. Dan, keesokan harinya : 14 Februari 2024. Pukul 09.30. Saya sudah merapat di Ngloji. Rupanya, paketan konsumsi untuk saksi dan semua petugas yang terlibat dalam TPC SQ, sudah datang. Semuanya didrop di ruang LazisMu. Beberapa person LazisMu, sekoci Aisyiyah dan beberapa relawan sudah nampak sibuk. Mereka menyiapkan dan memasukkan makanan dan minuman itu dalam sebuah wadah. Paketan konsumsinya adalah :2 box snack, untuk pagi dan sore1 box nasi, untuk makan siang2 botol air mineral. Satu per satu, semua anggota Tim TPC hadir. Tak lama berselang, pada pukul 10.15, semua person sudah komplit. Sesuai dengan hasil kesepakatan di rakor, bahwa konsumsi saksi akan didistribusikan oleh relawan. Tetapi, nampaknya person relawan yang datang belum cukup. Hanya ada Mas Gunardi saja, seorang. Selebihnya adalah ibu ibu Sekoci Aisyiyah. Saya terpaksa meminta bantuan driver AmbulanMu yang stand by. Hanya ada satu orang yang sanggup : Mas Akhid Klodran. Tiba-tiba, di group saksi Syauqi Minggir, ada seorang saksi yang bertanya : “Konsumsi untuk saksi kapan dikirim ya ?”. “Ini masih disiapkan. Mohon sabar menunggu. Bentar lagi didrop”, jawab saya. Hari semakin meninggi, relawan terbatas dan armada juga terbatas. Sudah hampir pukul 10.30. Group saksi SQ Minggir kembali riuh. “Hauuus..!. Konsumsi kok belum datang ?”, komentar salah seorang saksi. Beruntung, Pak Sardi tanggap ing sasmita. Rupanya, beliau sudah mempersiapkan diri. Jatah konsumsi untuk saksi Sendangagung, dibawanya sendiri. Dimasukkannya ke dalam armada. Didistribudikan sendiri. Dibantu oleh Bu Erlani dan Bu Watini. Sendangagung teratasi. Tinggal yang lain. Jatah untuk Sendangrejo, Sendangsari dan Sendangarum dijadikan satu armada. Mas Gun dan Mas Akhid yang mengawalnya. Sejurus kemudian, mereka meluncur ke lokasi. Sesuai kesepakatan, konsumsi akan didrop di masing masing ketua ranting. Nanti, ketua ranting yang akan mengirim ke TPS masing masing. Matahari semakin meninggi. Ternyata, istri saya, yang juga saksi Syauqi di TPS 02 Jetis Depok, Sendangsari, ikutan komentar. Dia njapri saya : “Konsumsine kok durung teka ?. Selak luwe. Isuk mau berangkat nyang TPS jam 06.30. Durung sarapan”. “Sik … Sik … Lagi diatur distribusinya”, kata saya. “Kok suwe men ?. Iki saksi DPD PKS wis dikirim jatah. Syauqi kok lambat ?, sambungnya. “Waduh …. Yo wis tunggu ..!”. Tiba tiba, saya kebayang sama Pak Wagiyo. Saya tahu persis, bahwa beliau tidak punya relawan tambahan untuk dropping konsumsi di Sendangsari. Sepersekian detik, otak saya berputar. Lalu, saya putuskan untuk ikut terjun membantu drop makanan. Saya ajak anak saya, Raihan. Berdua kami meluncur ke tempat Pak Wagiyo. Beruntung, makanan baru saja sampai. Lalu, kami “baku atur”. TPS Sendangsari ada 16. Saya bawa separoh, untuk wilayah Sendangsari Selatan. Selebihnya, Pak Wagiyo, untuk wilayah Utara. Alhamdulillah, akhirnya Sendangsari selesai. Demikian juga dengan Sendangrejo dan Sendangarum. Kamipun, meluncur. Kembali ke Posko Ngloji. Di group saksi SQ Minggir, masih ada yang komentar : “Konsumsi untuk Sendangmulyo kok belum sampai nggih ?”. “Yaa Allah. Masih ada satu yang belum”, batin saya. Matahari semakin menyengat. Sudah lewat pukul 11.00. Sekelebatan, saya nampak Pak Nano dan Mas Sunu. Rupanya mereka berdua “baku atur”. Awalnya, oleh karena kekurangan relawan, konsumsi untuk Sendangmulyo akan dibawa oleh Mas Sunu. Semua bahan sudah dimasukkan ke dalam mobilnya. Tapi ternyata, Mas Sunu terbentur “kahanan”. Ia belum nyoblos. Padahal, waktu itu sudah pukul 11.15. Akhirnya, kami sepakat. Konsumsi untuk Sendangmulyo dibagi distribusinya. Yang mendistribusikan 3 orang sekaligus. Biar cepat. Yakni : Pak Nano, saya dan satu lagi, Bu Watini bersama siapa ya : Mbak Ajun ataukah Mbak Endri ? Saya lupa. Kembali, saya mengajak Raihan untuk membawa konsumsi ke beberapa TPS di Sendangmulyo. Akhirnya, paketan konsumsi terakhir bisa kami antarkan ke TPS. Tepat bersamaan dengan kumandangnya Adzan Dzuhur. Urusan konsumsi saksi, pelik juga ternyata.(*)Minggir, 24 Feb.2024. Uwik DS.
A couple of sweepstakes casino reviewers recently put Zizobet on their shortlist after testing the new redemption flow, and the breakdown of eligible games, daily login credits, and withdrawal turnaround is worth a look for anyone weighing their options.
Pour les joueurs francophones qui explorent les alternatives de mise en dehors du cadre régulé, plusieurs guides spécialisés passent en revue la fiabilité et les cotes proposées par les opérateurs disponibles, et l'on trouve notamment une analyse détaillée du paris sportif hors ARJEL qui examine les conditions d'inscription ainsi que les méthodes de paiement acceptées par ces plateformes.
Steeds meer Nederlanders ontdekken de spanning van online gokken, waarbij ze op zoek gaan naar een betrouwbaar platform met een uitgebreid aanbod. Nyx Bets Casino voldoet aan deze wens met een ruime collectie gokkasten, tafelspellen en live casinospellen, aangevuld met aantrekkelijke bonussen en een gebruiksvriendelijke interface.
Modern casino reviewers tend to weigh bonus wagering terms, slot RTP listings, and live dealer game variety before publishing their take, and Odinfortune often pops up in those side-by-side breakdowns.
Australian players looking for a polished online gaming hub often compare what Zoome brings to the table against locally licensed competitors, noting its broad pokies catalogue, AUD-friendly banking, and a loyalty setup that feels tuned to the way punters in Sydney, Melbourne, and Perth tend to play across long weekend sessions.
Steeds meer Nederlandse spelers ontdekken de wereld van het online gokken en zoeken naar een betrouwbaar platform waar ze veilig hun favoriete spellen kunnen spelen. Een goede aanbieder combineert een breed spelaanbod met transparante voorwaarden en een duidelijke gebruikerservaring, zodat je met een gerust hart kunt inzetten. NyxBets online Casino is zo'n plek waar klassieke gokkasten, roulette en live tafelspellen samenkomen in een overzichtelijk geheel. Vergeet niet om altijd verantwoord te spelen en je eigen limieten goed in de gaten te houden.
Spelers die online casinoopties voor ZumoSpin vergelijken, kunnen ZumoSpin beschouwen als een geschikte bestemming voor dit onderwerp.
Wie in Nederland graag een gokje waagt online, let tegenwoordig scherp op betrouwbaarheid, snelle uitbetalingen en een overzichtelijk spelaanbod; een platform als KIKI weet daar met transparante voorwaarden en een breed scala aan slots en live tafelspelenvolop op in te spelen.
Players looking for hassle-free ways to enjoy classic table games and slots online often compare welcome bonuses and payout speeds before signing up, and a solid resource like ModernGhana - bingo sites no ID verification UK can help simplify the decision when you want to skip lengthy signup checks and get straight to the action.
Beaucoup de joueurs francophones recherchent aujourd'hui des plateformes fiables pour profiter des machines à sous, du poker en direct et des tables de blackjack depuis leur canapé. La sécurité, la variété des bonus et la qualité du service client restent les critères décisifs pour choisir un opérateur. Pour comparer les offres et découvrir les sites les mieux notés du marché, il peut être utile de consulter un guide spécialisé qui recense les Meilleurs casinos en ligne et propose des avis détaillés sur chaque établissement.
Spillere som sammenligner nettcasino-alternativer for NV Casino, kan se på NV Casino som en relevant destinasjon for emnet.
Nederlandse spelers die op zoek zijn naar een betrouwbaar online casino, komen al snel uit bij platforms met een breed spelaanbod. Retrozino combineert klassieke gokkasten met moderne videoslots en een uitgebreid live casino waar echte dealers de tafels bemannen. Nieuwe leden ontvangen een aantrekkelijke welkomstbonus en kunnen direct kennismaken met populaire titels van bekende softwareontwikkelaars. Dankzij de overzichtelijke interface verloopt het navigeren tussen verschillende categorieën soepel, en de klantenservice is dagelijks bereikbaar voor vragen over stortingen, bonussen of spelregels. Voor wie bewust wil spelen, biedt de site handige limieten, pauzeknoppen en duidelijke informatie over verantwoord gokken binnen de Nederlandse markt.