PCM Pakem
![]()
PCM Pakem
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Selasa,12 Maret 2024 PCM Sleman mengadakan taraweh ramadhan keliling untuk kali pertama dari rencana sebanyak empat kali putaran di kapanewon Sleman. Hadir dalam perjalanan tarling PCM Sleman segenap jajaran PCM Sleman beserta beberapa pimpinan Ranting menyertai serta ditambah dari PCPM Sleman dan KOKAM dengan sebanyak 25 personil hadir. Sambutan takmir masjid Al Mukmin Jugang Tridadi mengucapan selamat datang teriring doa dan harapan semoga terjalin hubungan silaturahmi dan kerja sama positif hingga menjadikan masjid Al Mukmin Jugang yang berbatasan dengan kecamatan Mlati. ” Untuk pembangunan masjid kami masih terbatas, maka perlu adanya masukan dari bapak-bapak dari PCM Sleman,” terang Eko Sudaryanto selaku MC sekaligus sambutan tuan Rumah oleh Eko Sudaryanto (Ketua RW. 11) Jugang, Pangukan, Tridadi, Sleman mewakili ketua takmir Masjid Al-Mukmin Jugang Sarjuki yang berhalangan hadir karena sakit . Dalam ceramahnya ustadz Agus Nurdin mewakili PCM Sleman menjelaskan tentang gerakan Muhammadiyah. ” Maka kalau mengaku Muhammadiyah kok tidak mau bergerak, maka belum Muhammadiyah.” Tandas ust Agus Nurdin. Tujuan Muhammadiyah mengantarkan pengikutnya untuk menuju pintu gerbang surga. Dakwah Islam di Muhammadiyah, masih kata ustadz Agus Nurdin dikenal merangkul bukan memukul. Beliau mencontohkan suri tauladan pimpinan Muhammadiyah Pak AR Fahrudin , orangnya sederhana, merangkul tidak mudah mengkafirkan orang lain. Muhammadiyah juga dakwah lewat pendidikan, kesehatan dan penghimpun zakat, infak dan sedekah untuk disalurkan kepada yang berhak menerima. Disamping juga bantuan lewat pendidikan AUM ada SD/MI ada 4, SMP Muhammadiyah 1, SMA 1 dan SMK Muhammadiyah ada 2. Muhammadiyah juga hadir dengan BTM Baitul tanwil Muhammadiyah. Juga tidak kalah pentingnya ada hubungan sosial yang baik dengan tetangga sebelah. ” Yang penting Muhammadiyah ingin mengembalikan syariat Islam yang sebenarnya. Sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah” tandas Agus Nurdin Terakhir pemberian cinderamata masing-masing 2 buku HPT dan kitab suci Al Qur’an serta bantuan kepada Jama’ah masjid Al Mukmin Jugang 750.000 dimana penyerahan bantuan dari PCM Sleman diserahkan ketua Prof. Dr. Zahrul Mufrodi ST MT. Reportase H. Ashari S.IP, PCM Sleman, MPI PDM Sleman
![]()
![]()
Tempel, Pdmsleman.Or.Id Pada hari Jumat tanggal 08 Maret 2024 sekolah SMP Muhammadiyah 1 Tempel mengadakan pengajian dalam rangka menyongsong bulan suci Ramadhan. Acara pengajian ini diikuti oleh semua guru, staf dan karyawan serta seluruh siswa siswi SMP Muhammadiyah 1 Tempel. Pengajian berlangsung mulai pukul 08.00 WIB yang dilaksanakan di Mushola sekolah. Acara pengajian ini menghadirkan Ustadz Andi Wiyanto selaku penceramah dan pemateri tausiyah pada pengajian menyongsong bulan suci Ramadhan ini. Dalam pengajiannya, Ustadz Andi Wiyanto menyampaikan tausiyah dengan tema ” hal-hal yang membatalkan puasa, dimana materi yang disampaikan memberikan pemahaman yang mendalam dan meningkatkan keimanan”. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan ini sangat perlu untuk kita ikut memeriahkan datangnya bulan suci Ramadhan. Dalam bulan suci ini merupakan bulan suci yang ditunggu umat Islam, dimana bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan Allah swt. dan menjadikan kita untuk lebih mendekatakan diri kepada-Nya. Dengan itu sebagai umat Islam kita harus mempersiapkan diri baik jasmani dan rohani dalam melaksanakan puasa. Pada pengajian kali ini kita semua dapat memetik hikmah dari materi yang telah disampaikan mengenai hal-hal yang membatalkan puasa. Seperti halnya, makan dan minum dengan sengaja, merokok, muntah dengan sengaja, keluar haid dan nifas, keluar air mani, gila, murtad, dan lain sebagainya. Dengan begitu kita semua perlu menghindari hal-hal yang membatalkan puasa dengan menahan diri ataupun pengendalian diri pada saat menunaikan ibadah puasa. Dalam kegiatan ini semua guru dan seluruh siswa sangat semangat dan antusias dalam menghadiri dan mengikuti pengajian menyongsong bulan suci Ramadhan yang telah diselenggarakan ini. Dengan begitu, adanya pengajian ini dapat menambah wawasan dan pemahaman menganai hal-hal yang membatalkan puasa. Reportase : Ayu Tri Utami, S.Pd. SMPM 1 Tempel
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id “ Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga sangat penting mengetahui seluk beluk kebencanaan. Dengan harapan dapat tersusun dalam wadah kurikulum kebencanaan di sekolah-sekolah, sehingga warga sekolah, terutama siswa dan siswi mempunyai gambaran untuk melindungi dirinya saat terjadi bencana” sebagaimana disampaikan Frof. Zahrul Mufrodi Kegiatan Penguatan Kapasitas Sekolah Muhammadiyah/Aisyiyah Menuju Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Kapanewon Sleman yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 Maret 2024 bertempat di Aula SD Muhammadiyah Sleman yang beralamat di jalan Kenari, Srimulyo, Triharjo, Sleman. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Sosialisasi Mitigasi Bencana oleh PMK UAD yang telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Februari 2024 di SMK Muhammadiyah Sleman. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM., bersama tim Afan Kurniawan, S.T, M.T, Dholina Inang Pambudi, M.Pd, Oktomi Wijaya, S.KM, M.Sc. Kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan-sambutan, pemaparan materi dan diskusi, penutup dan foto bersama. Sambutan dari ketua PAUD Dasmen, Drs. Muhasdi Tuante, dan sambutan Tim PKM UAD disampaikan oleh Prof. Dr.Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM. Untuk pemaparan materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja disampaikan oleh Afan Kurniawan dan Materi Pengukuran Bencana disampaikan oleh Oktomi Wijaya, E. kM., M.Sc. dan dilanjuntukan diskusi bersama Dholina Inang Pambudi, M. Pd. Peserta antusias mengikuti kegiatan in, peserta diajak untuk diskusi. Peserta yang hadir adalah kepala sekolah / perwakilan dari paud sampai SMA, perwakilan LLHPB, PCA dan PCM Sleman. Turut mengundang Majelis PAUD Dasmen PCM Sleman. Reportase Dewi Novita S.Pd PCA Sleman
![]()
Tempel, Pdmsleman.Or.id Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Tempel selama 3 hari menjadi titik awal para siswa siswi mendapatkan sebutan “kompeten”. Ujian yang dilaksanakan pada hari Selasa-Kamis, 5-7 Maret 2024 diikuti oleh siswa siswi kelas XII dari 4 kompetensi keahlian yaitu OTKP, AKL, Perhotelan, dan Tata Busana. Ada satu hal yang menarik perhatian dari pelaksanaan UKK tahun ini. Para siswi jurusan Tata Busana menghasilkan produk berupa busana casual dengan Tenun tradisional khas Jawa Tengah. Dalam waktu 3 hari, para siswi berhasil menyelesaikan UKK tersebut dan menghasilkan pakaian wanita dengan model kekinian yang banyak mengundang komentar positif. Kepala SMK Muhammadiyah 1 Tempel, Broto Purwanto,S.Pd.,M.S.I. bahkan sangat mengapresiasi hasil karya tersebut dan langsung menanyakan bandrol harga untuk busana busana tersebut karena beliau juga menyebarkluaskannya di media sosial. Kain tenun yang disiapkan sebelumnya oleh 2 orang guru Tata Busana yaitu Ibu Siwi Triharjanti, S.Pd. T dan Ibu Barokatus Aminah, S.Pd. merupakan kain tenun yang dibuat terbatas atau limited edition. Dengan berakhirnya UKK ini, diharapkan para siswa siswi SMK Muhammmadiyah 1 Tempel nantinya dapat bersaing secara kompeten di dunia kerja serta dunia industri (DU/DI). Info PPDB : Kontributor : Errista Dewanti, S.Pd. SMK Muhammadiyah 1 Tempel
![]()
Catatan kecil. (Spesial SQ bagian terakhir)_ Sesaat, setelah selesainya input data di Ngloji malam itu, saya sempatkan melihat perolehan terakhir suara Syauqi di Minggir. Hasilnya : 5.440. Alhamdulillah. Target : 5.300, terlewati. Saya kira, semuanya selesai. Ternyata belum. Esok malamnya, Kang Darojad melalui Group TPD DPD SQ menyampaikan pengumuman. Bahwa, esok hari saksi PPK sudah mulai melakukan rekapitulasi di tingkat kecamatan. “Saksi PPK ?. Waduh, apa maneh iki ?”, batin saya. Saya jadi teringat tentang “Saksi PPK” itu. Saya merasa pernah mengirimkan Surat Mandat untuk Saksi PPK ke Kecamatan. Untuk Saksi DPD Syauqi. Nama saksinya : saya sendiri. Dalam undangan tertulis, rekap suara akan diadakan hari Jumat, 16 Februari 2024. Mulai jam 08.30. Saya betul betul tidak punya pengetahuan sedikitpun tentang rekap suara di kecamatan itu. Dengan penuh percaya diri, saya datang memenuhi undangan. Saya agak terlambat. Saya langsung ikut bergabung di aula depan kecamatan. Rupanya, agenda rekap suara itu dibagi dua bagian. Istilah mereka : dibagi dua panel. Panel pertama, di aula bawah. Adalah rekap suara untuk Sendangagung. Sedangkan, panel kedua untuk Sendangmulyo. Yang baru akan dilakukan siang harinya. Setelah Sholat Jumat. Tempatnya di ruang atas kecamatan. Sesuai arahan dari Kang Darojad, maka saya telah membawa salinan C1 hasil DPD Syauqi. Saya mencoba “membaca” : apa dan bagaimana sebenarnya rekap suara itu ? Akhirnya, sayapun paham. Awalnya, perkiraan saya, acara rekap itu akan berjalan hanya satu jam. Atau, paling lama dua jam saja. Ternyata, setelah 2 jam, pembacaan rekap suara itu baru bisa menyelesaikan 3 TPS. Padahal, TPS di Sendangagung jumlahnya 33 TPS. Itu baru Sendangagung. “Alamaaak ! … Bisa sampai Subuh lagi ini”, batin saya. Terlanjur basah. Saya kuat kuatkan. Tapi ternyata, saya betul betul tidak kuat.Akhirnya, sayapun menyerah. Pukul 20.00, saya meminta tolong kepada relawan di group TPC SQ Minggir. “Adakah yang bisa ikut membantu menjadi Saksi PPK, menjaga rekap suara Syauqi di kecamatan ?”, tanya saya, di group itu. Tak butuh waktu lama, pertanyaan itu langsung direspon oleh Mas Yoga. “Siap … Ba’da Maghrib nanti langsung meluncur ke Kecamatan”, jawabnya. Ternyata, ibu ibu Aisyiyah juga tidak ketinggalan. Ibu Istariyah, Ketua PCA Minggir dan Ibu Tri Suci juga memberikan empati. Mereka ikut “ngancani” kami dari sore, setelah Maghrib sampai sekitar jam 22.00. Mas Yoga datang tepat pada waktunya. Ia yang menggantikan posisi saya. Saya hanya sanggup bertahan sampai pukul 21.00. Selanjutnya, saya otw meluncur pulang. Begitu sampai rumah, HP saya bergetar. Ada WA masuk. Nomer tak dikenal. “Assalammu ‘alaikum Pak Dwi. Apakah saya boleh berpartisipasi untuk ikut menjaga rekap suara di Kecamatan ?”, tanyanya. “Oh boleh … Dengan senang hati. Ini dengan siapa ?”, kata saya. “Saya Syifa, Pak !”. “Loh kok tahu info rekap suara dari mana ?”, sambung saya. “Dari group SQ Minggir, Pak. Saya kan saksi Syauqi juga. Di TPS Tengahan”, jelasnya. “Lha ini kok nomernya gak dikenal ?”, tanya saya. “Nomer baru, Pak” “O walah….. “. Akhirnya, dua hari ke depannya – atas bantuan relawan yang lain : Mbak Syifa, Ibu Tri Suci, Mas Yunar, Mas Sumadi dan Mas Basyori-, kami bisa mengawal dan mengikuti rekap suara itu sampai selesai. Di hari terakhir, Panwas di kecamatan memberikan pengumuman, bahwa serangkaian agenda rekap suara nanti akan diakhiri dengan Sidang Pleno. Yang waktunya akan ditentukan kemudian. “Apa maneh iki Sidang Pleno ?”, batin saya. Akhirnya, kamipun mendapat undangan untuk menghadiri Sidang Pleno. Waktunya : Selasa, 20 Februari 2024. Jam 19.30. Bertempat di ruang sidang lantai atas kecamatan. Seperti waktu rekap suara sebelumnya, maka saya mencoba “membaca” apa dan bagaimana itu Sidang Pleno. Saya mengikuti tahap demi tahap. Sayapun, kembali kecele. Saya pikir, prosesnya akan berlangsung singkat. Ternyata, dugaan saya salah lagi. Justru, inilah tahapan terlama dan paling membosankan, yang saya alami sepanjang proses pemungutan suara ini. Pekerjaannya monoton. Hanya ada 3 jenis.Yakni :pertama :, pembukaan dan sambutan. Dimulai pukul 20.00 sampai 21.00. kedua :, mendengarkan pembacaan rekap perolehan suara per Kalurahan. Dimulai pukul 21.00 sampai 02.00. ketiga :, menandatangani ratusan lembar berkas salinan D hasil. Dimulai pukul 02.00 sampai total selesai jam 06.00. Alhamdulillah, akhirnyapun selesai juga. Salinan rekapan hasil D kecamatan itu sudah saya dapatkan. Sebelum pulang, tiba tiba, saya teringat sesuatu. Saya kembali melihat salinan D hasil. Sekedar memastikan, jumlahnya : 5.440. Persis dengan hasil inputan tim IT TPC SQ.* Catatan kecil spesial SQ ini adalah sebuah goresan pena dari saya, seorang yang belum pernah terlibat dalam urusan seperti sebelumnya. Ternyata, tahapan tahapannya sangat mengharu biru. Capek, lapar, haus, ngantuk berbaur dengan kelucuan, terkadang konyol, sedikit marah dan lain lain. Saya salut atas dukungan dan partisipasi dari semua pihak. Kerjasama dari PCM Minggir beserta seluruh ortomnya, terbukti telah teruji. Selanjutnya, saya mohon maaf, bila dalam penulisan, ada kata atau apapun, yang dianggap salah. Yang menyinggung atau membuat ketidaknyamanan. Hanya cukup sampai di sini, saya dan kami dari TPC SQ Minggir bisa mengawal suara Syauqi. Selamat untuk Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, Insha Allah bisa mengemban amanah dari persyarikatan yang kita cintai ini. Semoga, kelak bisa bertatap muka dengan beliau. (*)Minggir, 27 Feb. 2024. Uwik DS.
![]()
Bandung, Pdmsleman.Or.Id Kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Depok Sleman Yogyakarta, Hendro Sucipto, M.Pd sukses mengukir prestasi nasional dan mempersembahkan medali emas untuk kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta di ajang bergengsi yakni Olimpiade Ahmad Dahlan atau OlympicAD VII yang berlangsung pada Kamis 7 Maret 2024 bertempat di Unisa atau Universitas Aisyiyah Bandung. Pada kesempatan tadi siang menyampaikan Best Practice kategori Sekolah Inklusi dengan judul: Pengembangan Program SMART Untuk Meningkatkan Minat dan Bakat Siswa ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) di Sekolah Inklusi SMP Muhammadiyah 2 Depok Sleman Yogyakarta Dihadapan dewan juri Hendro Sucipto, M.Pd yang juga sebagai Ketua BKS (Badan Kerjasama Sekolah) SMP Muhammadiyah se-Sleman bahwa Best Practice ini dimulai dengan membuat program perencanaan, pelaksanaan dan hasil pengembangan program SMART (School, Modern, Attitude, Religi dan Teknologi). Adapun pelaporan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Tujuan utama dari program SMART adalah untuk menyediakan interaksi yanglebih tinggi diseluruh lingkungan sekolah. Meningkatkan kualitas pendidikan denganmelibatkan semua pihak yang ada di lingkungan sekolah, meningkatkan efektifitasdalam hal belajar mengajar dengan menggunakan teknologi, meningkatkan leveledukasi anak dengan sasaran digital dan meningkatkan kepuasan orang tua dengansasaran digital yang dapat membantu komunikasi dan informasi terhadapperkembangan peserta didik dan sekolah. “Prestasi ini juga buah dari kerjasama dengan guru Bimbingan dan Konseling yakni Elita Permatasari S.Pd serta segenap guru dan karyawan serta orang tua siswa SMP Muhammadiyah 2 Depok Sleman Yogyakarta.” OlympicAD dilaksanakan setiap 2 tahun sekali yang diikuti oleh siswa, guru dan kepala sekolah SMP SMA/K Muhammadiyah se-Indonesia. Adapun pengumuman Hasil Lomba Best Practice Penyelenggaran Pendidikan Inklusi Tingkat SMP/MTs pada Olympiade Ahmad Dahlan ke-7 Tahun 2024 sebagai Berikut : Lima Terbaik Mendapat Medali Emas1 SMP Muhammadiyah 2 Malang Supriyanto Skor/Nilai 90,12 SMP Muhammadiyah 2 Depok Sleman Hendro Sucipto, M.Pd 89,653 SMP Islam Kreatif Muhammadiyah Cianjur Nindy Victoria Erawan 89,24 MTs Muhammadiyah Bantul Ma’ruf Yuniarno, MA 84,3755 SMP Muh 2 Yogyakarta Yeni Muhliawati, S.Pd., M.Psi 83,9 Lima Terbaik Kedua mendapat Medali Perak sebagai berikut: 6 SMP Muhammadiyah Salatiga Savitri Dewi 78,8257 SMP Muhammadiyah 8 Bandung Shilhiya Khairi Nafs, M.A 77,3258 SMP Lab School FIP UMJ Dindin Rosyidin, M.Pd 77,29 SMP Muhammadiyah Playen Gunungkidul DIY Dwi Riastuti, M.Pd 74,97510 SMP Muhammadiyah Gayo Luwes Nurul Husna, S.Pd 74,525 Satu Terbaik ketiga Mendapat Medali Perunggu 11 SMP Muhammadiyah 5 Cimahi Nenden Ariyani, S.Pd 71,875 Reportase H. Wahdan arifudin S.Pd, KS SMPM 1 Tempel, MPI PDM Sleman
![]()
Tempel, Pdmsleman.Or.Id Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Tempel selama 3 hari menjadi titik awal para siswa siswi mendapatkan sebutan “kompeten”. Ujian yang dilaksanakan pada hari Selasa-Kamis, 5-7 Maret 2024 diikuti oleh siswa siswi kelas XII dari 4 kompetensi keahlian yaitu OTKP, AKL, Perhotelan, dan Tata Busana. Ada satu hal yang menarik perhatian dari pelaksanaan UKK tahun ini. Para siswi jurusan Tata Busana menghasilkan produk berupa busana casual dengan Tenun tradisional khas Jawa Tengah. Dalam waktu 3 hari, para siswi berhasil menyelesaikan UKK tersebut dan menghasilkan pakaian wanita dengan model kekinian yang banyak mengundang komentar positif. Kepala SMK Muhammadiyah 1 Tempel, Broto Purwanto,S.Pd.,M.S.I. bahkan sangat mengapresiasi hasil karya tersebut dan langsung menanyakan bandrol harga untuk busana busana tersebut karena beliau juga menyebarkluaskannya di media sosial. Kain tenun yang disiapkan sebelumnya oleh 2 orang guru Tata Busana yaitu Ibu Siwi Triharjanti, S.Pd. T dan Ibu Barokatus Aminah, S.Pd. merupakan kain tenun yang dibuat terbatas atau limited edition. Dengan berakhirnya UKK ini, diharapkan para siswa siswi SMK Muhammmadiyah 1 Tempel nantinya dapat bersaing secara kompeten di dunia kerja serta dunia industri (DU/DI). Info PPDB : 1. 0811-2650-222 (admin) 2. link pendaftaran: bit.ly/mutemsa_ppdb2024 Reportase Errista Dewanti, S.Pd. SMK Muhammadiyah 1 Tempel
![]()
Ngaglik, Pdmsleman.Or,Id Pada Ahad, 21 Januari 2024, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM Ngaglik bersama ortom-ortomnya meluncurkan Gerakan Shadaqah Sampah (GSS) yang bermarkas di Masjid Ahmad Dahlan Rejodani, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Setiap Ahad Pahing, Tim GSS menerima shadaqah sampah dari jama’ah Pengajian Ahad Pagi Masjid Ahmad Dahlan dan juga masyarakat sekitar. Sampah yang diterima berupa sampah anorganik seperti botol plastik, kaca, kertas, dan logam. Khusus untuk botol plastik, jama’ah dan masyarakat bisa bersedekah sewaktu-waktu dengan memasukan ke keranjang sampah yang disediakan di depan Masjid Ahmad Dahlan. Sampai dengan saat ini sudah dilakukan 2 (dua) kali pengumpulan shadaqah sampah. Pertama dilakukan pada Ahad Pahing, 21 Januari 2024 dan terkumpul sebesar Rp. 1.067.500,- dari hasil penjualan shadaqah sampah. Kedua dilakukan pada Ahad Pahing, 25 Februari 2024 dan terkumpul sebesar Rp. 1.640.000,- dari hasil penjualan shadaqah sampah. Hasil penjualan tersebut disalurkan kembali kepada masyarakat dan jama’ah melalui “Pasar Ceria GSS PCM Ngaglik” yang menyediakan aneka sayuran dan lauk pauk untuk dibagikan secara gratis. “Alhamdulillah, masyarakat semakin antusias untuk menyedekahkan sampahnya ke Masjid Ahmad Dahlan. Jama’ah dan masyarakat sekitar juga rela mengantri untuk mendapatkan sayuran dan lauk dari hasil penjualan shadaqah sampah,” ujar Ketua GSS PCM Ngaglik, HIdayatul Mabrur, S,Pd.I., M.Pd. Senada dengan itu, Ari Wibowo, S.H.I., S.H., M.H., selalu Ketua Majelis Hukum, HAM, dan Lingkungan Hidup PCM Ngaglik menyampaikan bahwa GSS merupakan bagian dari kepedulian PCM Ngaglik atas masalah sampah yang terjadi hampir di semua wilayah termasuk Nganglik. Gerakan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk bersama-sama menjadi bagian dari solusi masalah sampah di Indonesia. Pasar Ceria GSS PCM Ngaglik diresmikan oleh Ahmad Ahid Mudayana, S.KM., M.PH., selaku Ketua Majelis Lingkungan Hidup PWM DIY dengan memotong pita. Ketua PCM Ngaglik, Prof. Dr. Ir. Sukamta, MT.,IPM., juga urut mendampingi peresmian tersebut. “Pasar Ceria GSS PCM Ngaglik insyaAllah akan diadakan secara rutin setiap bulan. Semoga bisa memotivasi masyarakat untuk mengikuti pengajian Ahad Pagi di Masjid Ahmad Dahlan, berbagi kebaikan, dan memanfaatkan potensi sampah untuk menjadi berkah,” harap Sukamta. Pasar Ceria ditutup dengan makan bersama atau “kembulan” sebagai bentuk keakraban dan persaudaraan yang egaliter antar warga PCM Ngaglik dari lintas usia.
![]()