KORDES

Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 7)Akhirnya, sayapun harus mengulangi pekerjaan. Yakni meminta saksi Syauqi untuk melengkapi data NIK dan sekaligus alamatnya. “Lhoh kok dimintai data lagi Pak. Tempo hari kan sudah ?”, bantah salah seorang saksi. ‘Oh ya. Memang sudah. Tapi ini ada yang kurang. NIK nya belum ada”, jelas saya. “Kalau tidak ada NIK nya, nnti njenengan gak bisa dibuatkan akun. Kalau gak ada akun, njenegan nanti tidak bisa mengisi aplikasi relawan Syauqi”, terang saya. “O nggih pak. Siap. Segera saya kirim foto KTP saya saja sekalian”, jawabnya. Awalnya, saya japri satu per satu. Tapi kemudian saya ingat pesan Mas EnKa. Bahwa di struktur tim pemenangan Cabang itu ada yang namanya kordes (koordinator desa). “Itu bisa dimintai bantuan”, jelasnya. Maka, saya jadi ingat kordes. Tapi, saya juga bingung. Kira kira siapa yang patut dan layak menyandang predikat kordes itu. Tentu juga nanti akan terlibat lebih jauh dalam lanjutan rangkaian pengamanan suara Syauqi ini ? Maka, saya putuskan :Kordes Sendangrejo : Pak Agus SantosaKordes Sendangarum : Pak SatidjoKordes Sendangsari : Pak WagiyoKordes Sendangmulyo : Pak Nur HidayatKordes Sendangagung : Pak Sardi Tapi, belakangan, saya malah tidak enak hati. “Mosok saya nanti arep nyuruh nyuruh bapak bapak senior PRM itu. Apa nggak kuwalat saya nanti ?”, pikir saya. He he he. Saya tidak kurang akal. Supaya tidak “kuwalat”, maka saya carikan tenaga muda yang lebih lincah untuk mendampingi bapak bapak senior itu. Maka, saya angkat Mas Roman Taufan sebagai kordes Sendangrejo. Mas Muhammad Afif, kordes Sendangarum, Mbak Atiin Nur Halimah, kordes Sendangagung. Mbak Nur Faizun, kordes Sendangsari. Dan Mas Fathan, sebagai kordes Sendangmulyo. Belakangan, posisi kordes Sendangarum dan Sendangrejo harus dikoreksi. Karena, saksi Syauqi tidak boleh merangkap jadi kordes. Dikawatirkan nanti akan kewalahan. Mas Roman Taufan adalah saksi TPS 30 di Sendangrejo, merangkap kordes Sendangrejo. Sedangkan Muhammad Afif adakah saksi di TPS 13 di Sendangarum, juga merangkap kordes Sendangarum. Maka, Mas Roman Taufan dicabut. Dan digantikan oleh Mas Nur Sahid. Sedangkan Mas Muhammad ‘Afif digantikan Mas Irfan Nugroho. Sendangsari, saya carikan kordes baru. Yakni : Mbak Nur Faizun. Sehingga lengkaplah sudah, posisi kordes di Minggir, yakni : Sendangrejo :Bp. Agus Santoso*Nur Sahid Sendangarum :Bp. Satidjo*Irfan Nugroho Sendangsari :Bp. Wagiyo*Nur Faizun Sendangagung :Bp. Sardi*Atiin Nur Halimah Sendangmulyo :Bp. Nur Hidayat*Fathan Dalam prakteknya, ternyata ada banyak kejadian unik dan menarik, selama proses revisi nama saksi dan NIK nya tersebut. Berikut adalah beberapa contoh : “Assalammu ‘alaikum wrwb. Pak Dwi”, tanya seorang saksi. “Wa alaikum slm wrwb”. “Pak, yang di group saksi SQ Minggir itu nama saya keliru pak”, sambungnya. “Yang mana Mbak ?. Saya mendapatkan datanya dari kordes Mbak” kata saya. “Sugianti, Pak”, katanya. “Kalau gak salah kemarin sudah ada revisi dari pak Kordes. Jadinya Sugiyanti”, jelas saya. “Justru itu Pak. Sebetulnya yang awal sudah betul. Terus direvisi oleh kordes. Malah jadi salah”, “Baik. Baiklah. Jadi, yang benar yang mana ini ?”, tanya saya. “Sugianti. Gak pakai “y” pak !”. Ada yang memberi komentar kepada saya, begini : “Nyuwun pangapunten Pak Dwi, menawi nama kula dipun ralat kados pundi pak? Kirang apostrof. kedahipun : Muhammad ‘Afif”, “Oh ya Maaf. Nanti segera saya ralat Mas ‘Afif”, balas saya. “Matur nuwun Pak Dwi”, sambungnya. Ada pula yang protes karena gelarnya keliru. Ada yang alamatnya keliru. Dan lain lain. Setelah saya cek satu persatu. Ternyata yang paling banyak belum ada NIK nya adalah saksi dari Sendangrejo. Anda pasti paham. Siapa nama kordesnya ?😃😃👃👃(*) Minggir, 22 Feb. 2024Uwik DS.

Loading

BANYAK BOLONG

Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 6)Saya terus memonitor group TPD DPD SQ. Bahkan, bila mana diperlukan, saya sesekali mengubungi tim TPD SQ. Kalau tidak ke Mas EnKa, ya Kang Darojad. Setelah dirasa sudah cukup, maka tahap berikutnya, kami merencanakan acara Bimtek Saksi SQ. Jadwal sudah kami tetapkan. Yakni, Hari Ahad, 28 Januari 2024. Bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Minggir. Alhamdulillah, acaranya berlangsung antusias. Jumlah saksi yang datang lebih dari 75%. Ada sebagian saksi yang tidak datang. Itupun karena mereka mengikuti acara Hari Aisyiyah di Sportorium UMY. Yang waktunya bersamaan. Nampak juga beberapa person dari TPD SQ. Ada Kang Darojad, Mas EnKa, mas Azis dan Mas Afif (dua nama terakhir adalah yang mewakili Tim IT TPD). Awalnya saya pede. Tapi akhirnya berubah jadi sedikit kecewa. Perkiraan saya meleset. Ternyata, masih banyak hal yang perlu diperbaiki. Itu karena keterbatasan saya mengenai teknis dan tahapan dalam urusan persiapan proses pemungutan suara itu. Saya sama sekali buta tentang hal itu. Bimtek Saksi Syauqi dibagi 2 (dua) tahapan.Tahap pertama, bimbingan dan pemantapan tentang fungsi dan tugas saksi Syauqi. Tahap kedua, bimbingan teknis IT (bimtek IT). Yakni bimbingan kepada saksi terkait dengan cara dan penggunaan Aplikasi Relawan Syauqi. Yang fokusnya adalah cara pengisian dan pengamanan jumlah suara Syauqi melalui aplikasi yang tersambung ke web. Di saat awal, acara tersebut berjalan biasa saja. Namun ketika memasuki sesi bimtek IT, barulah suasana jadi heboh. Muncullah berbagai komentar dan pertanyaan dari para saksi. Berikut hanya sebagian kecil saja komentarnya : “Mas, HP kula kok mboten saget ?”. “Mas, nggen kula kok ming mubeng mubeng terus ?” “Mas, ngajarinnya jangan cepet cepet. Diulangi dari awal Mas ?”. Dan ada beberapa lagi. Di sisi lain, ketika bimtek IT berlangsung, barulah ketahuan bolongnya. “Pertama :”, yang jelas, setiap saksi harus punya dan membawa HP yang mendukung. Pun, sudah terisi kuota yang cukup. Nyatanya, ketika bimtek berlangsung, ada banyak HP yang kuotanya tidak mencukupi. Ada juga HP yang fasilitasnya terbatas Bahkan ada juga saksi yang tidak membawa HP. Saya mendekati seorang bapak. Yang sedari tadi nampak diam. Atau malah bingung. Kebetulan saya kenal dengannya. “Pripun Pak Sanijo ? Kok mendel mawon ? HP ne pundi ?”, tanya saya. “HP kula rusak Pak Dwi. Tapi mangkih pas Hari H, kula ajeng tumbas HP”, katanya. “Lha njenengan paham dereng kalih bimtek e niki wau ?”, sambung saya. “Nggih dereng pak. Tapi tenang mawon Pak Dwi. Mangkih nek mpun gadhah HP, kula yakin. Ngoten niku saget kula pelajari”, jelas Pak Sanijo. “Tenane Pak ?”, balas saya. “Lho estu Pak. Tenang mawon”, katanya. “O nggih. Nggih …”. “Kedua :”, setelah memastikan kelengkapan HP, tahap berikutnya, saksi harus bisa menginstal “aplikasi Relawan Syauqi”. Lalu, diajari cara menggunakannya. Untuk bisa menggunakan aplikasi ini, saksi harus punya nomer akun sendiri sendiri. Data dari setiap akun akan menerangkan nama saksi, nomer TPS dan alamat TPS di mana saksi akan bertugas. Ternyata, untuk mendapatkan atau mendaftarkan nomer akun, maka data dari masing masing saksi haruslah lengkap. Nama lengkap, NIK dan alamat domisili saksi. Di sinilah saya baru paham. Kenapa waktu itu mas EnKa bilang : data saksinya harus lengkap, termasuk NIK nya sekalian. Saya baru sadar. Data saksi hampir semua tanpa NIK. Bahkan beberapa nama saksi ternyata hanya nama panggilan. “Wah, berarti data saksi belum beres ini. Masih jadi PR”, batin saya. Akhirnya, tim IT TPD memberikan jalan keluar. Proses pengisian aplikasi Relawan Syauqi dengan melalui akunnya koordinator TPC. Salah satunya akun saya. Dan, proses uji coba penggunaan aplikasi Relawan Syauqi mulai dicoba oleh para saksi. Hasilnya : lha wong saya saja, sebagai koordinator juga bingung, apalagi saksi !(*) Klaten, 22 Februari 2024.Di sela sela makan siang. Uwik DS.

Loading

Alamuddien dan Widi Adyani pimpin PCPM dan PCNA Godean periode 2023-2027

Godean, Pdmsleman.Or.Id Dengan tema “Mencetak kader militan untuk Muhammadiyah Godean Berkemajuan.” Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Godean pada Ahad 25 Februari 2024 mengadakan pengukuhan pimpinan baru masa bakti 2023-2027 di Gedung Ampiteter 8, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Dalam sambutan oleh ketua panitia Alamuddien Asyrozi, S.Pd sekaligus ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Godean yang baru, menyampaikan bahwa dengan semangat Al Qur’an  surat Ali Imron 104, “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Selain itu disampaikan oleh A’am, sapaan akrab Alamuddien Asyrozi, S.Pd bahwa dengan semangat Paglima Jendral Soedirman juga digelorakan untuk semangat menjadi kader yang militan. Pengukuhan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah dilaksanakan oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sleman. Dalam pengukuhan tersebut dikukuhkan ketua PCPM Godean yang baru yakni Alamuddien Asyrozi, S.Pd beserta 35 personil. Dalam sambutan setelah pengukuhan disampaikan oleh Prakasa Radya Sulendra, S.T.  bahwa “ pasca gelaran pemilu kita berkumpul menjadi satu kembali untuk menjadikan Pemuda Muhammadiyah Godean akan mampu menorehkan sejarah untuk betul-betul menjadi kader yang militan setelah calon senator kita Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. InsyaAllah lolos sebagai senator di Senayan sebagai anggota DPD RI mewakili Yogyakarta. Teruslah menjadi bagian Muhammadiyah yang lebih semangat dan program PCPM kedepan lebih bermanfaat”. Sedangkan ketua Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah Godean yang baru yakni Widi Adyani dan 42 personil telah dikukuhkan oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah Kabupaten Sleman Hadir dalam pengukuhan ini para alumni Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah Godean diantaranya Haris Darmawan yang saat ini menjadi ketua PCM Godean. Dalam sambutan dan motivasinya Haris Darmawan menyampaikan bahwa hari ini pemuda-pemudi harus bersikap kritis yang  nantinya kelak akan menggantikan penerus-penerus Muhammadiyah. Muhammadiyah kedepan tidak bisa dilakukan sendiri tapi bersama-sama sehingga kemajuan bersama membentuk generasi militan. “ Alhamdulillah kita memiliki senator baru dan dapat dipetakan dari hasil di TPS  kantong-kantong dan yang terus menjadi garapan Muhammadiyah sehingga menjadi tempat dakwah kedepan. Untuk itu harus terus saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran”. Hadir juga tokoh masyarakat yakni Harda Kiswaya yang memberikan motivasi untuk terus belajar dan wajib dekat dengan Allah dan diniatkan untuk mengabdi dengan ikhlas. Semoga kedepan dapat memajukan roda organisasi dengan baik sehingga akan muncul pemimpin lebih baik lagi. Acara dilanjutkan dengan talk show alumni ketua-ketua Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Godean. Kontributor  H. Wahdan Arifudin  S.PD PCM Godean, MPI PDM SLeman

Loading

Nahkoda Baru SMKM 1 Turi,

Turi, Pdmsleman.Or.id Hari ini, Jum’at 23 Februari 2024, kepala sekolah SMK Muhammadiyah 1 Turi yang baru, yaitu bapak Sardi, S.Pd., M.M. resmi menjabat menggantikan bapak Kasyadi, S.Sos., M.Si. yang telah memimpin sekolah dengan baik sebagai Plt. selama 1 tahun terakhir. Kedatangan bapak Sardi membawa harapan baru dan energi segar bagi seluruh komunitas sekolah. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang luas, diharapkan bapak Sardi akan membawa perubahan positif dan inovasi dalam memajukan mutu pendidikan di SMK Muhammadiyah 1 Turi. Sebelum menjabat sebagai kepala sekolah di SMK Muhammadiyah 1 Turi, bapak Sardi pernah mengemban tanggung jawab sebagai kepala sekolah di SMK Muhammadiyah Gamping. Pengalaman ini membekali beliau dengan pemahaman yang mendalam tentang dinamika pendidikan dan manajemen sekolah. Pelantikan bapak Sardi sebagai kepala sekolah tidak hanya menjadi awal baru, tetapi juga menandai keberlangsungan kepemimpinan yang stabil. Sebagai informasi, periode jabatan beliau akan berlangsung hingga tahun 2029. Pada pelantikan yang berlangsung di Aula SMK Muhammadiyah 1 Turi, beberapa perwakilan instansi hadir menjadi saksi, di antaranya adalah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Turi, serta perangkat Kecamatan. Kehadiran mereka menandai pentingnya momen ini dalam kehidupan sekolah dan komunitas sekitar. Semua mata kini tertuju pada arah dan visi baru yang akan dibawa oleh kepala sekolah yang baru ini, sementara pengabdian dan kontribusi bapak Kasyadi tetap diingat dan dihargai dalam perjalanan sekolah yang baru ini. Kontributor   Budi Putra  SMKM 1 Turi

Loading

JAWABAN SAKSI

Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 5)__ Saya sedikit lega. Paling tidak, target pertama sudah tercapai. Beberapa saat kemudian, Kang Darojat (salah satu punggawa TPD SQ mengirim pesan : “Perwakilan Tim IT TPC SQ yang berada di Sleman Barat supaya merapat ke Sego Welut Godean. Keperluan rapat koordinasi progress perkembangan TPC SQ di wilayah Sleman Barat”. Malam itu, saya mengajak anak saya : Raihan ke Godean. Beberapa TPC juga nampak hadir. Dari Godean, Gamping, Seyegan, Moyudan, Tempel dan Minggir. Selain Kang Darojad, hadir pula Mas EnKa, pak Ari dari TPW dan beberapa orang lagi, yang saya masih belum kenal. Pak Ari dari TPW menegaskan beberapa hal terkait strategi pemenangan. Antara lain pentingnya saksi di TPS, peran Tim IT, kordes dan koordinator TPC SQ. Dari rakor terbatas itu saya juga bisa mengetahui tentang progres masing masing TPC. Alhamdulillah, Minggir termasuk salah satu TPC yang sudah terpenuhi 100% rekruitmen saksi TPS nya. Dari hasil diskusi panjang lebar itu, saya mendapat tambahan keterangan tentang beberapa nama nama petugas dalam struktur pemenangan DPD Syauqi. Di samping “saksi”, ada juga “kordes”, “tim IT”, “admin IT, “koordinator TPC”, “saksi PPK”, dll. Saya berusaha menanyakan apa tugas dan tanggung jawab dari masing masing nama petugas itu. “Langkah pertama : setelah rekruitmen saksi TPS, maka njenengan harus membuatkan Group WA untuk semua saksi TPS tersebut. Ini semata mata untuk memudahkan koordinasi ke depan”, jelas Mas EnKa. Berbekal materi dari Sego Welut Godean itu, saya lalu membuatkan group untuk menampung saksi saksi yang 117 orang itu. Saya harus memastikan bahwa nama nama saksi yang sudah disodorkan, benar benar memang siap dan bersedia menjadi saksi Sauqi. Setelah itupun, saya harus mengelompokkan nama saksi itu ke kelompok rantingnya masing masing. Setelah nama yang bersangkutan memang betul betul bersedia, maka saya segera mendata kelanjutannya. Menuliskannya ke dalam format seperti di bawah ini : Format redaksinya saya buat sangat sederhana, tapi harapannya bisa efektif. Nama : …NIK. : …Alamat : …No TPS : …Alamat TPS : … Ternyata, bukan perkara mudah untuk memastikan kesiapan mereka. Berbekal nomer WA dan namanya, maka nomer nomer itu saya japri satu per satu. Ada kalanya lancar. Ada kalanya direspon dengan semangat. Ada kalanya juga bikin senyum dan ketawa. Di bawah ini sekedar contoh, yang responnya sangat positif.* Saya : “Assalamualaikum wrwb.Mas Roman Taufan, njenengan diusulkan oleh PRM Sendangrejo utk jadi saksi DPD Syauqi Suratno. Bersedia ya Mas?”, Roman : “Wa alaikum salam, nggih Insha Allah Pak. Saya : “Nuwun Mas Roman”.👍🏾👍🏾🙏🏻* Atau yang berikut ini : Saya : “Assalammu’ alaikum wrwb. Mbak Nadia. Saya dapat info dari Sekretaris Cabang. Katanya Mbak Nadia mau jadi saksi Syauqi ?” Nadia : “Ya pak. Boleh ya Pak ?”. Saya : “Sangat boleh !”. Nadia : “Sekalian mau cari pengalaman baru Pak”. Saya : “Wah cocok itu. Pas sekali”.* Namun, ada juga yang responnya seperti di bawah ini : Saya : “Assalammu ‘alaikum wrwb. Mas Yusuf”. Yusuf : “Wa alaikum slm wrwb”. Saya : “Saya dapat info dari ketua PRM. Katanya Mas Yusuf bersedia untuk jadi saksi Syauqi ?”. Yusuf : “Maaf Pak. Syauqi itu apa ya Pak ?”.* Bahkan ada juga jawaban yang modelnya seperti ini : Saya : “Assalammu ‘alaikum wrwb. Mas Suroso”. Suroso : “Wa alaikum slm wrwb. Nggih pak !”, Saya : “Mas, nenengan kula usulke dados Saksi Syauqi nggih ? Kersa mboten ?”. Suroso : “Wah mboten pak. Liyane mawon”, Saya : “Lho… tek na pripun ?”. Suroso : “Kula tak ngarit mawon !”.* Pertanyaan saya :“Kira kira, kalau misalkan Anda direkrut menjadi saksi, jawaban type yang mana, yang Anda akan berikan ?”.(*) Minggir, 21 Februari 2024.Menjelang sore. Uwik DS.

Loading

Pengajian Rutin Masjid Uswatun Hasanah Godean, Hadirkan Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M.

Godean, Pdmsleman.Or.Id Pengajian Rutin tiap Rabu Pon di Masjid Uswatun Hasanah 21 Februari 2024 malam terasa beda karena dihadiri oleh calon senator Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta yakni Ir. H. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. yang memberikan tausyiah. Menurut Haris Darmawan selaku ketua Pimpinan Muhammadiyah Godean yang mendapat kehormatan sambutan oleh takmir menyampaikan bahwa, “ bulan Romadhan sudah tinggal 20 hari harus kita sambut dengan gembira seraya berdoa semoga kita dipertemukan dengan bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini”. Selain itu Masjid Uswatun Hasanah nanti menjadi tuan rumah pengajian buka puasa tiap Jum’at yang diadakan Majelis Tabligh PCM Godean  pada Jum’at ketiga Ramadhan tanggal 29 Maret 2024. PCM Godean juga mengucapkan terima kasih kepada para jamaah yang sudah mendukung dan mensukseskan calon DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Dapil D.I. Yogyakarta yakni Ir. H. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. , semoga Syauqi nantinya terus diberi kesehatan dalam mengemban amanah dan menyuarakan aspirasi masyarakat di Senayan sebagai anggota DPD RI.  Dalam pengajian ini Ir. H. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. menyampaikan bahwa “ puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi orang-orang beriman sebagaimana tertuang dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 183 agar menjadi orang bertaqwa. Selama sebulan menjadi tempat berlatih untuk menjadi orang bertaqwa, mentaati perintah dan menjauhi larangan. Manfaat berpuasa diantaranya kita bisa lebih sehat, disiplin dan tertib. Pada akhirnya kita menjalani puasa itu insya Allah dosa kita dihapuskan sebagaimana bayi. Jadi menjaga niat itu penting untuk menjalani puasa. Derajat takwa tertuang dalam Ali Imron ayat 133. Yakni mereka yang menginfakkan di kala luang dan sempit. Untuk itu jangan disia-siakan bulan Ramadhan Pengajian ini merupakan pengajian pertama setelah pemilu 14 Februari 2024, untuk itu kami ucapkan terima kasih atas dukungan dan keikhlasan ibu bapak jamaah masjid Uswatun Hasanah. InsyaAllah dengan dukungan keikhlasan ibu bapak maka akan menjadi barokah. Masjid Uswatun Hasanah terletak di   Pirak Bulus Sidomulyo Godean Sleman, adapun ketua takmir adalah Najib Mabruri, S. Hut. Masjid Uswatun Hasanah sendiri terletak di   Pirak Bulus Sidomulyo Godean Sleman.   Reportase  H. Wahdan Arifudin S.Pd   Sekretaris PCM Godean, MPI PDM Sleman Editor  Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman

Loading

117 SAKSI

Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 4.Berbekal intensnya berkomunikasi dengan Mas EnKa, saya mulai paham bagaimana strategi tim Pemenangan Syauqi. Saya jadi paham. Betapa pentingnya peran saksi pada setiap TPS. Bukan hanya untuk membantu meringankan dan memudahkan salah satu tahap dari sekian tahap dalam rangkaian strategi pemenangan. Melainkan juga dalam rangka untuk memastikan dan mengamankan suara Syauqi. Maka, saya putuskan bahwa target pertama harus terpenuhi. Yakni : mencari 117 nama calon saksi Syauqi. Saya betul betul berharap kepada bapak bapak Ketua PRM se Minggir itu. Yakni : Belakangan, Ketua PRM Sendangmulyo mendelegasikan tugas kepada Pak H. Nur Hidayat. Sedangkan Ketua PRM Sendangarum mengutus Bapak Satidjo, BA sebagai wakilnya. Sementara itu, Pak Ketua PRM Sendangagung mengirimkan data nama nama calon ke Mas Antok Bekelan. Untuk kemudian dikirim ke saya. Sedangkan untuk PRM Sendangsari dan Sendangrejo, terpaksa berjibaku. Gerilya sendiri mencari nama calon saksinya. Ternyata, bukan perkara mudah untuk mencari 117 nama calon saksi itu. Kendala utamanya adalah, pasti calon saksi tersebut akan bertanya : “Ana amplope ora ?”. “Duite pira ?”. “Benar benar sebuah tantangan”, pikir saya. Yang paling awal menyetor nama calon saksi adalah Pak Satidjo. Maklumlah, Sendangarum hanya ada 13 TPS. Saya bisa membayangkan Pak H. Sardi pasti sedikit kesulitan untuk mencari nama calon saksi. Selain luasnya areal, pun karena jumlah TPS nya paling banyak : 33 TPS. Pak Agus Santosa nampak terlalu pede. Beliau mengirimkan datanya diurutan kedua. Salah satu datanya adalah ini : Coba Anda lihat redaksi kalimatnya. Lengkap dan jelas. Cerita dari Pak Wagiyo agak beda. Saya juga bisa membayangkan bagaimana pak Wagiyo merekruit calon saksi. Pastilah ia akan ditanya tentang amplop itu. Beberapa kali, Pak Wagiyo kontak saya. “Wah, iki piye Pak Dwi. Aku dha ditakoni amplope pira e?”, katanya. Sayapun berdiplomasi : “Pokoke mangkih angsal uang transport Pak !’. “Isine pira ?”, sambungnya. “Pokokmen ana !”, jelas saya. Selepas membalas WAnya, saya menunggu respon Pak Wagiyo. Beberapa saat tidak ada balasan. Mudah mudahan Pak Wagiyo paham. Atau malah tambah mumet. Wk wk wk. Dua hari kemudian, Pak Wagiyo kirim data nama saksi. “Itu dua nama untuk saksi TPS pak”, tulisnya. “Oke. Nuwun Pak. Tapi masih kurang 4 nama lho !”, jawab saya. “Cukup itu saja Pak !”, jawabnya. “Maksudnya gimana ?”. “Untuk Sendangsari cukup itu saja namanya. Ini sudah mumet saya”, tambahnya. “Kita mumet sama sama Pak !”, sambung saya. Sebetulnya, saya juga tidak tega. Dalam hati, saya berketetapan, bagaimanapun, untuk Sendangsari, saya harus ikut andil. Sebagai sama sama dari Sendangsari. Saya harus putar otak. Akhirnya ketemu juga. Tiba tiba, saya melihat istri saya yang sedang duduk, selepas Sholat Maghrib. Saya dekati dia. “Sampeyan tak dadekno Saksi Syauqi ya ?”, bujuk saya. Diluar dugaan, ternyata pertanyaannya sama : “Amplope pira ?”, katanya. Saya kaget. Tapi juga malah ketawa. “Lha kok malah ngguyui lho !”, jelasnya. “Aku ngerti arah pertanyaane sampeyan. Wis, pokoke onok amplope. Tak jamin wis”, jelas saya. “Aku gelem. Tapi aku njaluk nang TPS kene. Nek adoh, aku emoh !”, jelasnya. “Wah berat iki. Ya wis. Sampeyan ndik TPS kene wae. TPS 02. Jetis Depok”, sergah saya. Akhirnya, melalui perjalanan berliku, 117 nama calon saksi Syauqi itu sudah ada di tangan saya. Alhamdulillah.(*) Minggir, 20 Feb. 2024. Uwik DS.

Loading

Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Gamping, Semangat Maju dan Adaptasi

Gamping, Pdmsleman.Or.Id Serah terima jabatan Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Gamping dilaksanakan hari ini Kamis, 22 Februari 2024 bertempat di ruang pertemuan sekolah setempat.   Sardi, S.Pd, M.M. kepala sekolah SMK Muhammadiyah Gamping periode 2018 hingga 2024 di pindah tugaskan di SMK Muhammadiyah Turi 1, selanjutnya Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta menunjuk   Harimawan, S.Pd.T untuk menjadi Pelaksana Tugas Kepala Sekolah di SMK Muhammadiyah Gamping. Sardi, S.Pd, M.M. dalam sambutannya menyampaikan ” semoga kedepan SMK Muhammadiyah Gamping dan SMK Muhammadiyah Turi 1, bisa berjalan beriringan maju bersama untuk menjadi sekolah yang lebih baik lagi”. Sementara itu   Harimawan, S.Pd.T dalam sambutannya berharap ” SMK Muhammadiyah Gamping semakin maju dan mampu beradaptasi dengan dunia industri agar para lulusan dari SMK Muhammadiyah Gamping semakin beradaptasi dengan kemajuan teknologi dunia industri dan dapat terserap ke dunia industri”. Dra. Nur Farida Wijayanti, M.Pd selaku Pengawas di SMK Muhammadiyah Gamping mengapresiasi pencapaian luar biasa yang dilakukan oleh Pak Sardi selama menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMK Muhammadiyah Gamping, serta menitip pesan kepada   Harimawan untuk bisa Menanamkan, Menumbuhkan dan Mengembangkan SMK Muhammadiyah Gamping. Dalam kesempatan serah terima jabatan kali ini juga dihadiri dari perwakilan dari, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gamping, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Mitra Sekolah dari Dunia Industri dan Kepala Sekolah SMP disekitar wilayah SMK Muhammadiyah Gamping. Kontributor Dwi Noviyantoro SMKM Gamping, Peserta Diklat Penulisan Berkemajuan MPI PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading