Baitul Arqam di PCA Turi, Menguatkan Sinergitas Antar Majelis Lembaga Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Turi.

 Turi, Pdmsleman.Or.Id Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh PCA Turi pada hari Jumat s.d Sabtu tanggal 23 – 24 Agustus 2024 di Gedung Sekolah Dasar Muhammadiyah Dadapan Wonokerto Turi Sleman.. Kegiatan yang diikuti oleh semua anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Turi dan seluruh guru TK – PAUD ABA dibawah naungan PCA Turi yang terdiri dari semua anggota PCA sejumlah 38 anggota PCA dan 40 guru – guru TK – PAUD ABA se kapanewon Turi . Kegiatan Baitul Arqam ini mengambil Tema Menguatkan Sinergitas Antar Majelis Lembaga Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Turi.   Dalam pembukaan acara mengundang berbagai tokoh Masyarakat Muhammadiyah seperti H. Suhartono,   H. Haryanto dan Hj.   Suwartini sebagai tokoh ‘Aisyiyah di Turi, pejabat pemerintahan dalam hal ini  Panewu Turi Bara Hernowo Natali, SH.,M.Si. Ketua PCM Turi   Drs Bambang Rahmanto serta Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah yaitu    Dra. Hj. Hanik Rosyada, M.Ag. Hj. Sri Winarti M.Pd Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Turi sebagai tuan rumah mengatakan bahwa “ Baitul Arqam terselenggara berkat Kerjasama dari   2 pimpinan yang luar biasa semangatnya dan dukungan dari Pemerintah setempat serta dukungan dari Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah”.   Baitul Arqom kali ini menghadirkan beberapa pemateri handal diantaranya   Dra, Hj. Hanik Rosyada, M.Ag., Hendro Sucipto, S.Th., M.Pd. , Achmad Affandi, S.Ag., M.SI.,  Layin Fauziah, M.Pd.,   Firra Berliana, S.Psi., M.Psi., Jamilatus Saodah, S.Pd. dan Tri Raharja, M.SI.   Harapannya setelah Baitul Arqom ini akan menguatkan ideologi kemuhammadiyahan, serta mengokohkan misi dan visi Aisyiyah sebagai tempat untuk berdakwah Islam dan kader Aisyiyah mampu mengemban amanah dakwah baik dalam pendidikan, sosial, agama, maupun bidang lain dengan berlandaskan Al Islam.   Reporter Indira Minarsih, S.Pd Sekretaris PCA Turi Editor  Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman.

Loading

Rapat Kerja dan Sosialisasi GACA  Majelis Kesejahteraan Sosial PDA Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pada hari Sabtu 1 Juni 2024 MKS PDA ( Majelis Kesejahteraan Sosial ) Pimpinan Daerah Asiyiyah Sleman menggelar Rapat Kerja dan Sosialisasi GACA yaitu Gerakan Aisyiyah Cinta Anak,  acara bertempat di Rumah Makan Puri Mataram Beran Tridadi Sleman dengan diikuti oleh perwakilan seluruh MKS PCA se Sleman dengan masing-masing cabang mengirimkan dua orang peserta  dan Anggota MKS PDA Sleman . Acara tersebut j dibuka secara resmi oleh Ketua PDA Sleman Dra Hj  Hanik Rosyada M.Ag. yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini juga dalam rangka menyemarakkan milad Aisyiyah ke 107 dengan temanya ” Memperkokoh Dan Memperluas Dakwah Kemanusiaan  Semesta” . Untuk menambah semangat peserta juga mengajak hadirin untuk bersama memberikan  Salam semangat ,   Apa kabar ibu-ibu?   Semakin sehat   Semakin cerdas semakin taqwa…aamiin Sementara Ketua Majelis Kesejahteraan Sosial Ketua MKS PDA Sleman Yuli Kuswandari. M.Hum dalam sambutannya  menyampaikan “ tujuan diadakan acara ini antara lain untuk forum silaturahmi dan penyampaian program kerja MKS, antara lain  ke depan untuk semua cabang  bahkan sampai ranting bisa memiliki Program GACA yaitu Gerakan Aisyiyah Cinta Anak dengan berbagai bentuk program kerjanya”. Dan harapannya diakhir acara nanti semua MKS PCA bisa membuat dan mengumpulkan RTL nya. H sebagai pembicara yaitu Hj Dra Umi Hidayati M.Pd. dari MKS PWA DIY dengan materi Kupas Tuntas GACA antara lain “Gerakan Aisyiyah Cinta Anak yaitu suatu gerakan yang bersifat masif dalam rangka melindungi anak-anak terhadap kekerasan gerakan ini dikerjakan secara kolaborasi lintas majelis tergantung masalah yang dihadapi  dan ini merupakan sebuah gerakan yang dilakukan oleh ‘Aisyiyah dalam rangka melakukan perlindungan terhadap anak dari segala tindak kekerasan”. Serangkaian kegiatan yang dilakukan Aisyiyah dan jaringannya secara berkesinambungan yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak, mencegah dan mengurangi kekerasan terhadap anak di keluarga, Sekolah dan masyarakat. Reportase Noor KAsihati SPD PDA Sleman Editor Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman

Loading

Peran Aisyiyah Dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Perempuan Di Pemilu 2024

Turi, Pdmsleman.Or.Id   ‘Aisyiyah sebagai organisasi wanita dalam Muhammadiyah yang mempunyai maksud dan tujuan yang sama dengan Muhammadiyah. Risalah Perempuan Berkemajuan yang merupakan keputusan Muktamar ke-48 ‘Aisyiyah tahun 2022 menempatkan perempuan memiliki kesempatan luas sekaligus penting sebagai aktor perubahan dalam berbagai bidang kehidupan. Salah satu gerakan ‘Aisyiyah dalam bidang Majelis Hukum dan HAM bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta pemahaman terhadap hal-hal yang berkaitan dengan hukum dan hak asasi manusia.    Pemilu merupakan  salah satu upaya untuk menjaga nilai-nilai itu dengan cara ‘Aisyiyah menjaga jarak dengan partai politik manapun. Tetap menjaga kedekatan yang sama dengan semua partai politik, dan tidak akan terlibat dalam politik praktis.     Namun dalam menerapkan program ternyata mengalami beberapa permasalahan yang dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan ekonomi. Di satu sisi terdapat stereotype  bahwa perempuan sangat tidak setara disandingkan dengan laki-laki dalam kegiatan berpolitik, bahkan  partisipasi para kaum perempuan dalam politik sangat rendah. Namun di sisi yang lain, anggota Aisyiyah yang mempunyai latar belakang pendidikan dan ekonomi yang cukup,  berpandangan bahwa perempun harus ikut berpartisipasi dalam politik untuk menentukan perwakilannya atau pemimpinnya. Partisipasi politik menandakan sikap dan peran masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan politik dan dapat mengubah masyarakat yang semula apatis menjadi aktif. Permasalahan perbedaan persepsi di kalangan anggota Aisyiyah merupakan hal yang serius perlu dilakukan solusinya. Oleh karena itu sangat penting dilakukan sosialisasi dan penyuluhan hukum terkait dengan peran Aisyiyah dalam partisipasi politik di pemilu 2024. Demikian disampaikan oleh Septi Nur Wijynti, SH, MH dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam pembukaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, yang bertujuan untuk meningkat peran Aisyiyah dalam partisipasi politik di pemilu 2024 ibu–ibu ‘Aisyiyah Cabang Turi. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan penyuluhan hukum bertempat di Masjid Darul Falah Kembangarum Turi yang diikuti sekitar  80 orang dari semua Ranting ‘Aisyiyah yang berada di wilayah PCA Turi pada Ahad 4 Februari 2024.. Nara sumber yang juga anggota Tim Pelaksana Yulianta Saputra, S.H.MH. dari UIN Sunan Kalijaga mengatakan partisipasi perempuan dalam politik sangat diharapkan dalam mensukseskan pemilu 2024. Partisipasi perempuan merupakan kegiatan sukarela kaum perempuan yang ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik dengan jalan memilih pemimpin negara secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijaksanaan pemerintah/public policy). Upaya yang dilakukan dengan melalui cara antara lain pertama, Pendidikan politik dari keluarga, kedua, mendorong keterlibatan dalam organisasi, ketiga, advokasi terhadap Perempuan pentingnya Perempuan terlibat dalam dunia politik, dan keempat, mempersiapkan anak Perempuan dari dini untuk mengenal politik. Pada akhir kegiatan, Tim Pelaksana menyerahkan buku pedoman pemilu dan poster persuasi untuk mengajak Masyarakat berpartisipasi dalam Pemilu 2024. PRA Donokerto I Turi menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Tim Pelaksana dari UMY dan UIN Sunan Kalijaga. serta mengharapkan sosialisasi yang telah diperoleh dalam program pengabdian kepada masyarakat ini dapat diterapkan oleh ibu–ibu ‘Aisyiyah sehingga ikut membantu menyukseskan pemilu 2024 dengan menggunakan hak pilihnya secara cerdas.

Loading

“Aisyiyah Cabang Tempel Kerja Bareng UMY Gelar Sarasehan Antisipasi Bullying

Tempel, Pdmsleman.Or.id Bullying atau perundungan telah menjadi fenomena yang berkembang pesat dalam masyarakat. Dalam catatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dari bulan Januari – Agustus 2023, terdapat 2.355 kasus perundungan. Mirisnya adalah, 861 kasus terjadi dalam lingkungan Pendidikan (sekolahan). Jika dibiarkan, baha aksi perundungan akan menjadi gunung es, dan sangat membahayakan bukan saja pada masa depan para remaja, bahkan juga membahayakan jiwa mereka. Menyikapi hal ini, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Tempel, Kabupaten Sleman, berupaya untuk merespon secara lebih aktif. PCA Tempel, bekerjasama dengan Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggelar acara diskusi dan sarasehan yang bertajuk Antisipasi Perundungan di Kalangan Remaja pada Ahad 4 Februari 202. Dalam diskusi yang dipandu oleh Wahyuni Kartikasari (ketua tim), menghadirkan seorang akademisi sekaligus psikolog Ruhyani Zaenuddin S. Psi., M.Si, dengan paparan menarik dan dipenuhi dengan antusiasme para peserta. Para peserta yang umumnya para guru dan pegawai ini beberapa kali menanyakan hal berkait dengan perundungan. Sementara itu, sebagai seorang ahli, Ruhyani Zaenuddin menekankan pada tiga hal penting. Pertama adalah pendeteksian terhadap aksi aksi perundungan yang medianya semakin beragam, termasuk melalui media sosial. Kedua adalah pentingnya pada rehabilitasi dan pendapingan terhadap korban yang harus dilakukan dengan hati-hati. “ Dan yang terpenting adalah menjaga agar diri kita tidak terlibat dalam perundungan itu, karena acap kali kata-kata yang kita ucapkan kepada anak, kepada siswa, justru merupakan bagi dari perundungan”. Ketua PCA Tempel, Banun Rohyatiningsih menyambut gembira kolaborasi ini, “ mengingat pihak yang paling dekat dengan kelompok remaja ini adalah ibu, dan ibu lah yang mempunyai kesempatan paling dekat untuk melalukan deteksi dan pengawasan terhadap tindakan perundungan”. Pihaknya berharap Kerjasama dengan UMY dapat dilanjutkan lagi untuk masa mendatang dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang.

Loading

Pengelolaan Minyak Jelantah Yang Aman Dan Bermanfaat Di PRA Donokerto I, Turi

Turi, Pdmsleman.Or.id Setiap aktivitas manusiadalam kehidupan sehari-hari hampir selalu menghasilkan limbah. Salah satu limbah rumah tangga yang dihasilkan setiap hari adalah used cooking oil (UCO) atau minyak goreng bekas (jelantah), yaitu minyak goreng yang telah dipanaskan berulang kali. Setelah digunakan berkali-kali, minyak jelantah biasanya dibuang ke tanah atau air, yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan manusia. Permasalahan jelantah juga terjadi pada rumah tangga ibu–ibu anggota ‘Aisyiyah yang tergabung dalam Ranting ‘Aisyiyah Donokerto I, pemecahan permasalahana agar minyak jelantah tidak dibuang sembarangan maka perlu dilakukan pengelolaan yang baik.  Hal ini mengundang Ir. Agus Nugroho Setiawan, MP sebagai Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk memberikan Solusi akan hal ini. Sebagaiama Nampak pada  program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkat pengetahuan dan keterampilan ibu–ibu ‘Aisyiyah Donokerto I, Turi dalam memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi berbagai produk yang bermanfaat yang diikuti 30 orang pada Sabtu 3 Februari 2024.  Sementara itu anggota Tim Pelaksana lainnya apt. Perdana Priya Haresmita, M. Pharm. Sci dari Universitas Muhammadiyah Magelang mengatakan “ minyak jelantah apabila dikonsumsi terus menerus dapat membahayakan tubuh karena mengandung asam lemak jenuh yang sangat tinggi sehingga dapat memicu berbagai penyakit”. Penggunaan minyak jelantah dalam waktu tertentu berdampak pada kesehatan akibat deposisi sel lemak yang terjadi di usus halus, pembuluh darah, jantung, dan hepar. Setelah mendapatkan pengetahuan dan wawasan tentang dampak penggunaan minyak jelantah, selanjutnya dilakukan pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin jelantik dan sabun cuci tangan dengan trainer Sherin Nawang Nauroh Nazhifah dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Sherin menyampaikan minyak jelantah dapat diolah menjadi berbagai macam barang yang bermanfaat dan aman bagi manusia, antara lain lilin jelantah aromaterapik (lilin jelantik), sabun cair untuk cuci tangan, sabun mandi batangan, dan sebagainya. Dalam pembuatan lilin jelantik, minyak jelantah dengan bantuan bahan kimia kalium hidroksida (KOH) dapat bercampur dengan air, kemudian ditambahkan dengan esense sesuai kesenangan misalnya bau lavender, melati, kopi, dan sebagainya. Setelah semua bercampur, selanjutnya dituangkan dalam gelas atau mangkok dan diberi sumbu dari benang untuk dipadatkan sampai membentuk lilin aromaterapi. Peserta kegiatan ibu–ibu ‘Aisyiyah dari PRA Donokerto I dan PCA Turi mengikuti dan mencermati teknis pembuatan secara baik sehingga saat melakukan praktik sendiri berhasil membuat lilin jelantik dan sabun cair untuk cuci tangan dari minyak jelantah dengan hasil yang sangat memuaskan. Sherin juga menyampaikan potensi ekonomi dari produk yang dihasilkan tersebut karena dapat dipasarkan kepada Masyarakat umum sehingga dapat memberikan pemasukan bagi ‘Aisyiyah. Pada akhir kegiatan, Ketua PRA Donokerto I Septi Nur Wijayanti menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Tim Pelaksana dari UMY dan Unimma, serta mengharapkan wawasan dan keterampilan yang diperoleh dalam program pengabdian kepada masyarakat ini dapat diterapkan oleh ibu–ibu ‘Aisyiyah sehingga ikut membantu mengurangi kerusakan lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah.

Loading

PCA Seyegan Selenggarakan Baitul Arqom untuk Pimpinan dan Guru-guru TK ABA se-Kapanewon Seyegan

Seyegan, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Seyegan mengadakan Baitul Arqom pada hari Sabtu sampai Ahad tanggal 27 – 28 Januari 2024 di RM Genduk Wulan Margodadi Seyegan. Baitul Arqom yang merupakan program dari Majelis Pembinaan Kader  ini diikuti oleh 74 peserta yang terdiri dari unsur  Pimpinan Cabang   dan Pimpinan Ranting Aisyiyah se-kapanewon Seyegan, serta guru-guru TK ABA dan KB Aisyiyah di Kapanewon Seyegan. Kegiatan BA mengambil tema ” Penguatan Ideologi dan Organisasi untuk Gerakan Aisyiyah Berkemajuan”. Acara yang dikemas secara padat dan bermakna ini diharapkan mampu meningkatkan semangat dan motivasi peserta dalam ber ‘Aisyiyah serta mampu mengimplementasikan dalam kehidupan sehari hari baik itu secara individual maupun kelompok yaitu dalam berorganisasi di ‘Aisyiyah maupun Sekolah/lembaga milik Amal Usaha Muhammadiyah tempat sebagian peserta mengabdi. Baitul Arqom dimulai hari Sabtu pukul 7.30 WIB yang diawali pemeriksaan kesehatan gratis dari tim kesehatan PKU Muhammadiyah Yogyakarta dilanjutkan Pembukaan yang ditandai dengan penyematan tanda peserta Baitul Arqom oleh Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Seyegan ibu Hj. Sarju dan dihadiri pula oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Sleman yang membidangi Majelis Pembinaan Kader  yaitu Ibu Dra. Hj. Suharti sekaligus membuka kegiatan Baitul Arqom. Turut hadir pula  Ketua PCM Seyegan yaitu Bapak Drs. H. Tri Subandi, M.Pd., dan perwakilan dari PCNA Seyegan. Seluruh peserta Baitul Arqom mengikuti kegiatan yang terdiri dari 7 materi utama yaitu : (1) AD ART ‘Aisyiyah oleh Ibu Hj. Umi Eni, S.Ag., (2) Peran IGABA dalam ber-Muhammadiyah oleh Ibu Sasmiyati, S.Pd.AUD, M.Pd., (3) Manajemen Organisasi oleh Bapak H. Nashirun, S.AP., (4) Etos Kerja dalam Mengemban Amanah oleh Ibu Dra.Hj. Nasriyatun, (5) Ideologi Muhammadiyah oleh Bapak H. Arif Sulistya, S.E., (6) Tuntunan Sholat Malam dan Dzikir oleh Ibu Hj. Sartini, BA., (7) Praktek Ibadah Sholat Tahajud dan Dzikir Pagi dipimpin oleh Bapak Nurkhoirudin. Acara Baitul Arqom ditutup pada hari Ahad 28 Januari 2024 pukul 06.30 WIB oleh Wakil Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Seyegan Ibu Hj. Umi Eni, S.Ag dan ditandai dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada peserta oleh ketua Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Seyegan Ibu Muninggar, S.Ag. “ Dan yang paling istimewa pada acara Baitul Arqom ini adalah setelah penutupan, peserta tidak langsung pulang, melainkan bersama-sama menuju ke UMY untuk mengikuti hari Ber-‘Aisyiyah yang diadakan oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY”  sebagaimana disampaikan Dhian Navitri sie Acara pada Ahad Siang. Reportase  Dhian Navitri PCA Seyegan     Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading