Kalasan,Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka menghadapi Muscab PCM Kalasan yang ke 17 dan Muscab PCA Kalasan yang akan diselenggarakan pada Hari Ahad 3 September 2023 di SD MUH Kadisoko, pada Sabtu 26 Agustus 2023 diadakan Pengajian Songsong Muscab bertempat di Lapangan Bayen Purwomartani Kalasan Sleman. Pengajian yang dikoordinasikan olen PRM Purwomartani tersebut dihadiri kurang lebih 2500 an jamah yang terdiri dari Pengurus PCM , PRM , ORTOM dan segenap Guru dan Karyawan AUM , Jamaah Masjid Muhammadiyah serta tidak lupa hadir para orang tua wali murid yang putra putrinya belajar di sekolah sekolah yang bernaung di Muhammadiyah. Tidak lupa juga diawal kegiatan Pengajian tersebut ditampilkan berbagai kesenian dari siswa siswa SMP Muh. 2 Kalasan Hadir pula dalam Pengajian tersebut Bupati Sleman Hj. Kustini Sri Purnomo, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Sleman yang diwakili H. Irfan Harits, Drs H. Sri Purnomo Msi. Panewu, Kapolsek, Dan Ramil, Kepala KUA , Lurah Se Kapanewon Kalasan serta Ketua Ketua Ormas di Kalasan. Dalam Pengajian tersebut bersamaan juga dengan Kegiatan Milad SMP MUH 2 Kalasan ke 58 yang ditandai dengan Penanaman Pohon Glodokan oleh Bupati Sleman Hj. Sri Kustini. Dalam pengajian tersebut Bupati Sleman dalam sambutanya mengajak semua peserta pengajian agar menjalin hubungan yang baik antara warga Muhammadiyah dan pemerintah Kabupaten Sleman Disisi yang lain Ibu Bupati Sleman juga mengharap agar “ Pimpinan Cabang Yang Nanti Akan menyelenggarakan Muscab bisa mengambil program program yang rahmatan lil ‘alamin”. Memberi Sambutan juga dalam pengajian tersebut PDM Sleman yang diwakili H. Irfan Harits yang menyampaikan agar selalu menjaga silaturahmi dan membangun risalah Islam yang berkemajuan. Sebagai acara inti Pengajian Songsong Muscab PCM dan PCA serta Milad SMP MUH. 2 Kalasan disampaikanlah Pengajian Oleh Ustadz Drs.H.Jamaluddin Ahmad, S.Psi dari Ketua LPCR dan Pembinaan Masjid PP Muhammadiyah. Reportase : Tyas Endarto Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Seyegan, Pdmsleman.or.id “Islam itu rahmatin lil ‘alamin dan sudah up to date, sehingga tidak perlu ditambahi, dikurangi atau malah dimodivikasi,” demikian disampaikan Ketua PDM Sleman pada upacara pembukaan Musyawarah Cabang Muhammadiyah ke 12 dan Aisyiah ke 11 Seyegan hari Ahad, 20 Agustus 2023. “Jika Islam kok dimodifikasi dengan unsur apapun, lanjut Harjaka, S.Pd, A.Ag, MSI, maka orisinalitas Islam jadi tidak murni lagi, pada hal sumber rujukan Islam itu hanya Al Qur’an dan As Sunnah. Musyawarah Cabang yang mengambil tema “Membumikan Risalah Islam Berkemajuan Mencerahkan Seyegan Berkeadaban,” diterjemahkan olehnya bahwa Muhammadiyah berkemajuan itu menerapkan prinsip Islam yang kekinian, sesuai perkembangan zamannya. Mencerahkan diartikan Muhammadiyah itu harus bisa menyinari, membahagiakan, dan menyenangkan ummat. Berjuang di Muhammadiyah itu harus ikhlas, tanpa pamrih dan berkeadaban, kata Gus Jaka, warga Muhammadiyah harus memiliki dan mementingkan sopan santun, tata krama dalam dakwah dan bermasyarakat. Sementara itu, Ketua PCM Seyegan dalam sambutannya, Musyawarah Cabang kali ini memang dibuat sederhana. Ini dengan alasan bahwa PCM sedang berkonsentrasi untuk pembebasan tanah di sebelah utara SMKMu Seyegan seluas 722m2 seharga Rp.2 Milyard,-. Yang rencananya tanah dan bangunan ini akan dipergunakan untuk AUMKesehatan (klinik). Reportase : Gus Poer Seyegan
Turi,Pdmsleman.Or.id Pelaksanaan HUT RI ke-78 di Kapanewon Turi pada tanggal 17 Agustus 2023 ditutup secara meriah. Alhamdulillah acara HUT RI ke-78 terlaksana secara sukses berkat pihak-pihak terkait dari berbagi institusi dan stakeholder di Kapanewon Turi. Wujud ikhtiar untuk mengisi dan menjaga kemerderkaan Negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh peserta didik SMK Muhammadiyah 2 Turi adalah belajar dengan sungguh-sungguh, belajar dengan giat, dan mengimplementasikan ilmunya di masyarakat. Disampaikan Kepala Sekolah SMKM 2 Turi Pamuji S Subekti S.Si “Perjuangan murid-murid SMK Muhammadiyah 2 Turi berbuah manis. Peserta didik SMK Muhammadiyah 2 Turi menampilkan performa terbaiknya dalam pembukaan acara HUT RI ke-78 di Kapanewon Turi”. Acara HUT RI ke-78 merupakan wujud empati masyarakat Indonesia untuk memperingati proklamasi kemerdekaan. Proklamasi kemerdekaan Indonesia pertama kali diwujudkan pada hari Jum’at, 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56. Teks proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia kala itu dibacakan oleh Soekarno dan didampingi oleh Mohammad Hatta. Proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan hasil perjuangan masyarakat Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Perjuangan tidaklah mudah, hal ini dikarenakan menguras tenaga, pikiran, dan juga pengorbanan dalam segala aspek. Oleh sebab itu, sebagai generasi penerus, masyarakat Kapanewon Turi terlihat khidmat selama proses upacara bendera, menjaga keamanan dan ketertiban pada pelaksanaan upacara bendera, berbaur dengan siapa saja tanpa membedakan agama, suku, dan budaya selama kegiatan upacara bendera di lapangan Turi, dan mematuhi aturan yang belaku. Mereka mempresentasikan seni tari dengan sangat apik dan percaya diri, sehingga guru-guru SMK Muhammadiyah 2 Turi merasa bangga terhadap penampilan yang diberikan. Kesenian tradisional yang mereka hadirkan adalah tari caping ayu, yang mana kesenian ini disebut-sebut sebagai simbol perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. SMK Muhammadiyah 2 Turi mempertontonkan tari tersebut karena guru dan karyawan di sana berharap dan berdoa, agar mereka mampu berprestasi di tingkat; lokal, nasional, bahkan internasional tanpa meninggalkan jati diri bangsa Indonesia. Selain kontribusi pada pembukaan kegiatan HUT RI ke-78, 10 peserta didik SMK Muhammadiyah 2 Turi juga berperan dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Pasukan ini bertugas untuk mengibarkan dan menurunkan duplikat Bendera Pusaka, yang mana pasukan ini dikenal dengan istilah Paskibraka. Pasukan ini terdiri dari putra-putri terbaik dan kandidat pemimpin bangsa, yang direkrut lalu dipilih secara berangsur-angsur dan ketat, agar memilki kemampuan bagus dalam hal nilai-nilai kebangsaan, mental, dan fisik. Paskibraka pertama kali dimunculkan oleh Mayor Husein Mutahar, ajudan presiden Soekarno, lewat gagasannya pada tahun 1946. Menurut Mayor Husein Mutahar, pengibaran bendera pusaka sebaiknya dilaksakan oleh para pemuda, hal ini dikarenakan merekalah generasi penerus perjuangan bangsa. Oleh sebab itu, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka merupakan kumpulan pemuda-pemudi terbaik di angkatannya. Reportase: Nur Rohman Eko Nugroho SMKM 2 Turi
Menyambut 78 tahun Indonesia Merdeka, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengajak seluruh komponen bangsa untuk mensyukuri hari kemerdekaan yang dilaksanakan rutin pada 17 Agustus. Perayaan kemerdekaan menurutnya adalah dengan mensyukuri nikmat termahal dari Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus juga mengenang perjuangan mujahid pejuang bangsa dan negara yang nir-pamrih dengan jiwa dan raga mereka. Perjuangan mereka bagian dari lembar-lembar sejarah Indonesia yang tidak boleh dilupakan. “Maka ketika hari ini kita merayakan kemerdekaan Indonesia yang ke-78, selain kegembiraan kita perlu berrefleksi secara mendalam baik bagi seluruh elit, maupun warga bangsa di struktur pemerintahan, komponen bangsa, dan kekuatan-kekuatan bangsa.” Ungkap Haedar. Agar kemerdekaan menjadi momentum kolektif, bangsa Indonesia menurut Haedar perlu melakukan beberapa hal. Pertama, melakukan refleksi atas segala perjuangan para mujahid pejuang sekaligus pendiri Indonesia yang telah berkorban banyak hal, termasuk nyawa mereka. Bangsa Indonesia saat ini termasuk elite bangsa dan seluruh warga bangsa hendaknya mendalami dan meresapi setiap pengorbanan para pendahulu. Penyerapan semangat tersebut diharapkan menjadi pondasi dalam berjuang dengan tulus untuk membangun, mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai negara merdeka, adil dan makmur, seperti dalam UUD 45. “UUD 45 sebagai pesan konstitusional untuk generasi pasca kemerdekaan. Itulah tasyakur kita, bentuk kesyukuran kita lebih dari sekadar kegembiraan dan hal-hal simbolik semata.” Imbuhnya. Kedua, merekonstruksi nilai-nilai luhur (UUD 45 dan Pancasila) yang menjadi pondasi, alam pikiran, dan orientasi tindakan dari bangunan dasar Indonesia Merdeka. Tegas Haedar berpesan supaya nilai-nilai luhur tersebut dihayati, dipahami dan tidak kalah penting dijalankan, serta menjadi bingkai dan arah dalam menyelenggarakan kebangsaan dan kenegaraan. “Jangan sampai kita membawa Indonesia maju secara fisik, tetapi keropos rohani dan jiwanya. Kehilangan makna dari pembukaan, batang tubuh, UUD 45 dan Pancasila dengan lima silanya yang mendasar, dan spirit perjuangan para pendiri bangsa. Kita boleh merekonstruksi itu, di saat boleh jadi saat ini kita mengalami distorsi, penyimpangan dan peluruhan.” Ucap Haedar. Meluruskan Arah Pembangunan Indonesia Guru Besar Sosiologi ini menegaskan, supaya jangan sampai perayaan simbolis dan seremonial kemerdekaan tidak dibarengi dengan pemaknaan kembali nilai-nilai mendasar yang menjadi pondasi, bahkan konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan itu diharapkan Indonesia jelas arah dan tidak berbelok. Ketiga, melakukan konsolidasi kebangsaan. Nilai-nilai yang didalam Pancasila harus dikonsolidasikan menjadi nilai yang hidup dalam seluruh proses penyelenggaraan berbangsa dan bernegara, termasuk kewajiban konstitusional dari pusat sampai bawah. Bersama melindungi bangsa dan seluruh tanah air Indonesia. “Melindungi bangsa dan seluruh tanah air Indonesia, memajukan kehidupan, mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia, semuanya harus menjadi kewajiban konstitusional. Jangan sampai ada satu warga bangsa dan tanah air yang kita abaikan hak-haknya.” Kata Haedar. Keempat, melakukan transformasi kehidupan kebangsaan. Tantangan dunia saat ini kedepan yang kian kompleks memerlukan transformasi, termasuk untuk merespon daya saing, perubahan global dengan berbagai masalah seperti perubahan iklim, tata geopolitik ekonomi, budaya yang bersifat kompleks. Dengan segala bentuk tantangan yang dihadapi Indonesia, menurut Haedar, Indonesia harus mampu berdiri tegak dengan yang disampaikan Bung Karno yakni Trisakti; Indonesia punya kepribadian, kemandirian – berdikari, dan dengan nilai agama, Pancasila, dan budaya luhur bangsa, Indonesia bisa menjadi bangsa yang sejati di tengah persaingan yang tinggi. “Bangun fisik, tetapi juga bangun jiwanya. Jangan sampai Indonesia kuat ragat fisiknya, tapi lemah jiwanya. Apalagi fisiknya tidak kuat, fisiknya rapuh. Kita mampu bangkit untuk menjadi negara maju jika kita bersatu, jika kita menyerap nilai-nilai luhur itu sekaligus mentransformasikan Indonesia ke depan, Indonesia Emas yang berdiri tegak di atas konstitusi.” Tuturnya. Selain berpatok pada konstitusi dan nilai-nilai utama bangsa dan negara, Indonesia akan maju dan berjati diri jika disertai dengan teladan kenegarawanan elite di Indonesia tercinta. Kemerdekaan 78 tahun Indonesia, akan menjadi tonggak Indonesia unggul-berkemajuan bersama bangsa dan negara lain, di atas pondasi bangsa Indonesia. “Semoga seluruh rakyat dan elit bangsa di negeri tercinta ini diberi hidayah Allah untuk terus membawa Indonesia sejalan dengan jiwanya, dan membawa Indonesia benar arah dan tujuannya.” tandas Haedar.
Sleman, Pdmsleman.Or.id Pembagian Tugas Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman Masa Jabatan 2022 – 2027 NO NAMA ANGGOTA TUGAS BIDANG 1. H. Harjaka, S.Pd.,S.Ag.,M.Pd.I Ketua 2. H. Nasirun 1. Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) 2. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah (LAZIS) 3. Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) 3. Drs. H. Sukirman, M.A. 1. Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) 2. Majelis Tabligh (MT) 3. Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) 4. H. Arief Sulistya, S.E. 1. Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) 2. Lembaga Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LP UMKM) 3. Majelis Lingkungan Hidup (MLH) 5. Drs. H. Abdul Kasri 1. Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen PNF) 2. Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI) 3. Lembaga Seni Budaya (LSB) 6. Drs. H, Irfan Haris 1. Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (MEBP) 2. Lembaga Pemeriksaan Halal dan Kajian Halalal Thayyibah (LPH KHT) 3. Lembaga Pembinaan dan Pengawasan Keuangan (LPPK) 7. Drs. AS. Ardani, M.A. 1. Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) 2. Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) 3. Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) 8. Drs. H, Sudarto 1. Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) 2. Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) 3. Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) 9. Eko Sumardiyanto, S.T. 1. Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) 2. Lembaga Resiliensi Bencana (LRB/MDMC) 3. Lembaga Pengembangan Olah Raga (LPO) 10. H. Arif Mahfud, S.Ag.,M.S.I. Sekretaris 11. H. Sutriyanta, S.T.,M.M. Wakil Sekretaris 12. Drs. H. Hadi Supanan Bendahara 13. H. Darojat Noor Ahmad, S.Ag. Wakil Bendahara Lembaga Pembantu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman Masa Jabatan 2022 – 2027 No Nama Ketua Majelis/Lembaga 1. H.R. Agung Nugraha, S.Ag.,M.A. Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) 2. Synta Brata, S.Si Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah (LAZIS) 3. Umar Said Prawoto, S.Ag.,M.Km. Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) 4. Drs. H. Hasan Zubaidi Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) 5. M. Wildan Wachid, S.H.I. Majelis Tabligh (MT) 6. Drs. H. Hasan Fansyuri, M.A. Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) 7. Slamet Suhartono, S.T Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) 8. Muhamad Iskandar, S.E., M.E. Lembaga Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LP UMKM) 9. H. Kusno Wibowo, ST.,M.Si Majelis Lingkungan Hidup (MLH) 10. H. Surahmad, S.Pd. Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen PNF) 11. Hendro Sucipto, S.Th.I.,M.Pd. Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI) 12. Hasanudin Salimi, S.Pd.I., M.Pd. Lembaga Seni Budaya (LSB) 13. Anton Nugroho, S.E. Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (MEBP) 14. Dr. Djoko Santoso, M.Si Lembaga Pemeriksaan Halal dan Kajian Halalal Thayyibah (LPH KHT) 15. Drs. H. Rajendro Lembaga Pembinaan dan Pengawasan Keuangan (LPPK) 16. Ari Wibowo, S.H.I.,S.H.,M.H. Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) 17. Drs. Wahyu Purhantoro, M.M. Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) 18. Nur Cahyoprobo Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) 19. Siswanto, AMK Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) 20. Muhammad Muhajir, Lc.,M.A. Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) 21 H. Widodo, S.Ag.M.S.I Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) 22. Arief Hartanto SE Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) 23. M. Fauzan Yakhsya, S.Hum. Lembaga Resiliensi Bencana (LRB/MDMC) 24. Romadon, S.Pd. Lembaga Pengembangan
Tempel,Pdmsleman.Or.id Musyawarah Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Tempel, baru saja digelar pada Ahad 13 Agustus 2023 bertempat di Pondok Pesantren Darul Ulum, Kompleks SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Musyawarah Cabang kali ini mengusung Tema “Membumikan Risalah Islam berkemajuan, mencerdaskan Masyarakat se Tempel “ ini berlangsung cukup meriah dan dihadiri oleh pejabat Muspika Tempel, para sesepuh Muhammadiyah di Cabang Tempel dan Organosasi Otonom Muhammadiyah lainnya. Musycab ini diawali dengan penampilan Paduan Suara ibu ibu Aisyiyah Tempel dengan beberapa lagunya, dan dibuka secara resmi oleh pimpinan daerah Muhammadiyah Sleman, Sudarto S.Pd. Musycab ini berisi tentang laporan kegiatan pengurus PCM periode 2015- 2022 di bawah kepemimpinan H. Arief Sulistyo SE. Setelah peserta sidang menerima laporan pertanggung jawaban, dilanjutkan pemilihan pimpinan yang baru. Terdapat 26 calon pimpinan yang muncul. Proses pemilihan cukup singkat karena menggunakan instrument tehnologi sebagai perwujudan Islam yang berkemajuan. H. Syamsul Alam, S.Ag. M.Si mendapatkan suara terbanyak. Hasil Rapat formatur memutuskan bahwa Syamsul ALam akan memimpin Muhammadiyah di Kapanewon Tempel di damping H. Supardi M.Pd sebagai Sekretaris. 11 Pimpinan baru terpilih antara lain, Samsul Alam, Supardi, Muhammad Ali Akbar, Supriyoto, Ahmad Bisron Irfan, Rohmadi, Sulistyono Atmojo, Juang Mahron, Tri Yoga, Gunawan dan Nur Subkhi. Sementara di Aisyiyah pemilihan juga berlangsung singkat, meski jumlah calon lebih banyak yakni 40 orang. Terpilih dengan suara terbanyak adalah Hj. Banun Rohyatiningsih dengan 39 suara. Rapat formatur memutuskan ketua PCA 2022 – 2027 adalah Ibu Banun Rohyatiningsih didampingi Bu Suyatmi sebagaii sekretaris. Selengkapnya, pimpinan harian PCA Kapanewon Tempel 2022 – 2027 terpilih adalah Banun Rohyatiningsih, Suyatmi, Ervin Iswandari, Siti Rofingah, Sri Arumi, Laily Fatimah dan Nur Kasihati Samsul Alam adalah salah satu tokoh Muhammadiyah terkemuka di Kapanewon Tempel dan menjabat sebagai bendahara pada periode 2015 – 2022. Samsul Alam adalah juga seorang penghulu di lingkungan kementrian agama kapanewon Seyegan. Banun Rohyatiningsih adalah kepala sekolah SD Muhamadiyah Gendol 1. Kedua tokoh ini diharapkan mampu membawa Muhammadiyah untuk bergerak membumikan risalah Islam berkemajuan di Kapanewon Tempel. Sebagaimana disampaikan DR. Sugeng Riyanto kepada contributor Arief Hartanto pada Ahad Sore ini. Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Tempel, Pdmsleman.Or.Id Dakwah tidak enak kalau sendirian. Demikian diungkapkan Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) PP Muhammadiyah, Ustazd H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi. saat menjadi pembicara Pengajian Rutin Ahad Pagi PRM Mororejo Tempel Sleman, Ahad 13 Agustus 2023. “Dengan berdakwah secara bersama-sama sesuatu yang kelihatan berat menjadi ringan, sesuatu yang sulit menjadi mudah,” ungkapnya. Menurutnya itulah yang mendasari KH. Ahmad Dahlan mendirikan persyarikatan Muhammadiyah. Dalam mengemban amanah di Muhammadiyah Jamaludin berpesan tiga harus dilakukan. Pertama, melakukan konsolidasi agar kompak. Kedua, Ber-Muhammadiyah dengan gembira. Ketiga, menyiapkan program -program prioritas. LPCR-PM menargetkan pengurus PCM dan PRM bisa diisi kader-kader yang berusia di bawah 40 tahun. “Target kami setidaknya 40 persen pimpinan di tingkat Cabang diisi kader-kader yang berusia di bawah 40 tahun,” terangnya. Pengajian yang berlangsung di Gedung Dakwah PRM Mororejo tersebut turut dihadiri perwakilan PCM se-PDM Sleman serta sekitar 300-jamaah. Reportase Eko Triyanto , MPI PDM Sleman
Godean. Pdmsleman.Or.Id SMP Muhammadiyah 1 Godean, Sleman pada Jumat 11 Agustus 2023 melaksanakan Milad Ke-58 yang ditandai dengan peresmian perpustakaan Ibnu Khaldun di Pendopo Sekolah. Selain itu semarak acara milad kali ini juga diisi dengan apel bersama, pemotongan nasi tumpeng, pelepasan burung dara, peresmian perpustakaan Ibnu Khaldun, kemudian diikuti dengan perlombaan antar siswa dan perlombaan antar guru SMP Muhammadiyah 1 Godean. Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Godean, Kabupaten Sleman, Ovayagori Rahman, S.Pd mengatakan, Alhamdulillah, acara Milad Ke-58 dan peresmian perpustakaan Ibnu Khaldun berjalan lancar. Karena stakeholder pendukung semuanya hadir dalam mengikuti kegiatan kami, mulai dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kapanewon Godean, Majelis Dikdasmen Kapanewon Godean, Nurwahid Sudarta, S.Pd selaku Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Godean periode sebelumnya dan yang menggagas nama perpustakan kami dengan nama IBNU KHALDUN. ” Yang mana nama perpustakaan itu, hari ini kami launchingkan. Dan Alhamdulillah, berjalan lancar, ” ujar Ovayagori. Dalam kesempatan itu hadir Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, Harjaka, S.Pd, S.Ag, MA yang dalam sambutannya mengatakan, “ Alhamdulillah, dengan adanya acara ini tentunya untuk bisa memberikan informasi kepada siswa bahwasannya SMP Muhammadiyah 1 Godean ini bukan merupakan SMP yang ecek – ecek, karena SMP Muhammadiyah 1 Godean sudah 58 tahun berdiri dan ternyata perkembangannya semakin maju. Source Gus Jaka