SMK MUH 2 TURI
![]()
SMK MUH 2 TURI
![]()
Muhammadiyah Turi Turi, Pdmsleman.Or.Id
![]()
Gamping, Pdpmsleman.Or.Id PDPM ( Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah ) Sleman terus menebar kebahagiaan di bulan Ramadhan 1445 H ini dengan berbagi berkah bersama masyarakat. Pada Sabtu sore 6 April 2024 yang penuh keberkahan, menyelenggarakan acara berbuka puasa bersama Ponpes Al Ghifari Muhammadiyah Gamping. Dalam kegiatan tersebut, PDPM Sleman tidak hanya berbagi hidangan, tetapi juga berbagi kebaikan dengan menyampaikan bantuan dari donatur Steps2 Allah London, bekerja sama dengan Aisyiyah PDA Sleman. “Pada kesempatan sore ini kami menyalurkan bantuan dari donatur Steps2 Allah London bersama Aisyiyah PDA Sleman untuk kebutuhan sehari-hari bersama para santri, ” ujar Prakasa, Ketua PDPM Sleman. Pengurus Panti Asuhan Abu Dzar Al-Ghifari Ustadz Nur Kholis dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kedatangan rombongan PDPM Sleman ke Panti Asuhan Al Ghifari “ Saya mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya segenap pengurus PDPM Sleman dan donator yang menyempatkan waktunya untuk datang serta berbagi kepada adik-adik di Panti Asuhan Abu Dzar Al-Ghifari ini. Semoga mendapat balasan yang lebih oleh Allah SWT. Kegiatan berbagi ini telah menjadi bagian rutin yang dilakukan setiap tahun di Sleman. Ini merupakan wujud sinergi antara Pemuda dan Aisyiyah, yang selalu berupaya untuk membantu masyarakat dengan menyalurkan berbagai bantuan dari berbagai sumber. “Hj. Aminah Masykur selaku perwakilan Steps2Allah London di Yogyakarta selalu memperhatikan dan mensuport kegiatan positif yang dilakukan oleh AMM, dan kami berharap kegiatan seperti ini dapat membangkitkan semangat beribadah dan kreativitas para santri Al Ghifari Muhammadiyah Gamping,” tuturnya kepada Arief Hartanto pada Sabtu sore. PDPM Sleman dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan dan selalu bergerak cepat dan berlomba-lomba dalam kebaikan di berbagai bidang. Dalam bulan suci Ramadhan ini, kegiatan berbagi ini menjadi momentum yang tepat untuk menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Dengan kerja sama antara PDPM Sleman, Steps2 Allah London, dan Aisyiyah PDA Sleman, diharapkan lebih banyak lagi masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari kebaikan yang disebarkan. Reportase Arif Hakim SE Sekretaris PDPM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Pakem, Pdmsleman.Or.Id Pesantren Ramadhan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan SD Muhammadiyah Pakem saat bulan Ramadhan. Tema pesantren tahun ini adalah “Puasaku Totalitas, Ramadhanku Berkualitas, Belajarku Tuntas”. Tujuannya adalah agar menjadikan peserta didik lebih paham agama serta mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Pesantren Ramadhan dilaksanakan selama 3 hari, yaitu tanggal 2-4 April 2024. Hari pertama Pesantren Ramadhan diperuntukkan bagi siswa-siswa kelas I dan II, hari kedua untuk siswa-siswa kelas III dan IV, dan hari terakhir untuk siswa-siswi kelas V. Kegiatan ini dikomadoi oleh guru-guru PAI SD Muhammadiyah Pakem. Untuk kelas I – IV Pesantren Ramadhan dimulai pukul 14.30 – 18.15 dengan rician kegiatan sebagai berikut: Sedangkan untuk kelas V Pesantren Ramadhan dimulai pukul 14.30 – 20.00 dengan rician kegiatan sebagai berikut: Di hari pertama, kegiatan ini dibuka oleh Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Pakem Rr. Afiati Fatimah, M.Pd. yang menyampaikan “ apresiasi kepada guru PAI SD Muhammadiyah Pakem yang telah merancang dan mengomandoi acara Pasatren Ramadhan ini, dan berharap semoga acara ini dapat berjalan lancar sampai hari terakhir nanti”. Acara berikutnya dilanjutkan oleh guru-guru SD Muhammadiyah Pakem yang mengampu materi Pesantren Ramadhan dengan tugasnya masing-masing. Peserta didik terlihat sangat antusias mendengarkan paparan dari pemateri di setiap sesinya. Bahagia juga terpancar dari wajah peserta didik karena dapat memperdalam ilmu agama dan mengamalkannya, tentu saja iman dan akhlaknya meningkat berkat Pesantren Ramadhan ini. Di hari terakhir kegiatan Pesantrean Ramadhan ditutup oleh Ali Afandi, S.Ag. Kasi PAIS Kemenag Kabupaten Sleman sekaligus memberikan sambutan. Beliau menyampaikan “ acara seperti ini sangat penting diadakan di sekolah-sekolah karena ini merupakan momen berharga untuk memperdalam ilmu agama dan meningkatkan keimanan kita. Beliau juga berharap kagiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan saat bulan Ramadhan”. Info PPDB : Ayunda Dhamai (0838 0538 8392) Reportase : Erlin Noviyanti Prihastuti, S.Pd. SD Muhammadiyah Pakem
![]()
Tempel,Pdmsleman.Or.Id Menyambut mudik Lebaran Idul Fitri 2024 ini dalam mendukung pelayanan arus mudik aman bagi warga masyarakat maka Posko MudikMU Sleman didirikan. Layanan ini akan berlangsung dari 3 April – 16 April 2024 dengan jam operasional 24 Jam. Syauqi Soeratno, Senator terpilih DPD RI dari Yogyakarta dalam kesempatan peresmian Posko MudikMU di Tempel Sleman pada Jum’at malam 5 April 2024 menyampaikan “ Alhamdulillah hari ini Sleman meresmikan posko MudikMU salah satu diantara tiga posko yang berada di bawah koordinasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman yang merupakan salah satu program yang MudikMU pada Lebaran Syawal 1445 H tahun 2024”. Data Pemerintah memprediksi tahun ini untuk Daerah Istimewa Jogja saja yang akan masuk ke wilayah ini sekitar 11 juta pemudik, PoskoMU siap membantu melayani para pemudik yang membutuhkan bantuan dan pertolongan, jadi jangan sungkan dan jangan ragu-ragu serta kenali titik-titik mudikMU dan datanglah bilamana membutuhkan bantuan. Harapannya semoga di hari Raya Idul Fitri ini sampai selesai tidak ada persoalan yang serius, semua dapat menjalankan ibadah dengan lancar dimudahkan dalam mudik hingga Balik, tandas Syauqi kepada Arief Hartanto pada Jum’at malam. H Nasirun dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman ketika meresmikan posko mudikMU berharap semoga aman mudiknya sampai tujuan dan Muhammadiyah terus memberikan bukti nyata merespon dengan manfaat nyata . “Posko ini siap melayani para pemudik untuk istirahat, cek kesehatan agar tetap bugar aman dan nyaman dalam perjalanan dan juga jadi pusat informasi penting terkait arus mudik,” Koordinator Posko MudikMu PDM Sleman Nurkhoirudin ketika ditemui menyampaikan untuk wilayah Kabupaten Sleman ada 3 titik Posko MudikMU yakni :Masjid Baiturrahman Jl. Magelang No.KM 17 Ngebong Margorejo Tempel Sleman https://maps.app.goo.gl/PbwqPM7kYdCnq8rK9, Gamping Masjid KH Sudja, Bodeh Ambarketawang Gamping Sleman https://maps.app.goo.gl/drJwqdkLFoQdpYQx6?g_st=aw dan Masjid Al Qomar, Candirejo Baru Marangan Bokoharjo Prambanan Sleman https://maps.app.goo.gl/spLWknaKzMB2ko5z8. Dukungan penuh dari PDM Sleman dengan kolaborasi dari LRB MDMC, LAzismu, LLHPB PDA serta menugaskan SMK Muhammadiyah dengan Personil Teknisi Kendaraan, Tim Media (olah data) dan tim Medis dan Pimpinan AUM Kesehatan menyiapkan personal Tim Kesehatan dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gamping, Prambanan dan Tempel sebagai Penanggungjawab Posko Mudik/MU serta melibatkan Ortom dari Pemuda Muhammadiyah, NA, KOKAM dan Tapak Suci dan AmbulanceMU. Reportase Arief HArtanto MPI PDM Sleman
![]()
Turi, Pdmsleman.Or.Id Senin tanggal 1 April 2024, Pemuda Muhammadiyah Turi dan Nasyiatul Aisyiyah Turi dalam rangkaian kegiatan menyambut Ramadhan 1445 H menyelenggarakan acara buka bersama di halaman rumah Mastoni Guna di Ganggong, Bangunkerto, Turi, Sleman , seorang bapak muda yang telah aktif lama di AMM maupun KOKAM Turi. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 50 orang dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk pemuda, remaja, dan ibu-ibu yang tergabung dalam Nasyiatul Aisyiyah. Menurut Dyah Kinanthi salah satu dari PCNA Turi menyampaikan “ kegiatan buka bersama ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota serta memperkuat kebersamaan dalam menjalankan ajaran agama”. Acara ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial, di mana para peserta dapat saling berbagi rezeki dengan sesama. Hadir pula Azis Yon Haryono M.Si PCPM Turi, sejumlah KOKAM, Yunda PCNA. Selain berbuka puasa bersama, acara ini juga diisi dengan tausiyah dari ustadz setempat yang membahas tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dalam keberagaman. Sementara Ustadz muda Iqbal M Ridho alumni MBS Prambanan yang juga hafidz Qur’an ini menyampaikan betapa kader Angkatan Muda Muhammadiyah Turi bisa menjadi kader terbaik, kader kebanggaan dan selalu siap sedia dan selalu bergembira. Hal ini sejalan dengan semangat Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam membangun umat yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi sesama. Edy Purwanto, S.Pd dari Majelis MPKSDI PCM Turi yang hadir dalam kesempatan tersebut berharap “ agenda ini dapat menjadi awal yang baik untuk terus meningkatkan kegiatan ber Muhammadiyah memperkuat kembali semangat persaudaraan dan kebersamaan angkatan muda Muhammadiyah serta menjadi ladang amal yang bermanfaat bagi kita semua.” Reportase : Ellien Delinov AMM Turi Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id PDM Sleman menyelenggarakan Pengajian Ramadhan di Rumah Dinas Bupati Sleman, Jum’at 29 MAret 2024 dengan angkat tema “Dakwah Kultural Perkuat Basis Akar Rumput.” . Dimotori Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) dan Majelis Tabligh kegiatan ini berlangsung semarak dan memenuhi Pendopo Rumah Dinas Bupati. H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., Ketua PDM Sleman mengawali sambutannya dengan memaparkan tentang gerakan dakwah kultural sebagai tema kegiatan Pengajian Ramadhan. “Gerakan dakwah kultural yang dimaksud adalah Muhammadiyah jangan ‘alergi’ dengan kebudayaan,” ujarnya. Dengan catatan, tentu kebudayaan-kebudayaan yang berbau syirik atau animisme-dinamisme tetap perlu dihindari. Harjaka menegaskan bahwa Muhammadiyah perlu turut hadir, tetapi dengan misi untuk berdakwah kepada masyarakat meluruskan akidah. Pemateri pertama, Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag. menyampaikan pematerian tentang “Hubungan Agama dan Budaya dalam Kehidupan Masyarakat” dalam rangka mengawali diskusi tentang agama dan budaya. Ia menegaskan bahwa budaya dan masyarakat bukanlah sesuatu yang terpisah, sehingga keterhubungan keduanya tidak perlu dicari karena saling terkait satu sama lain. Ustadi Hamsah menjelaskan tentang ragam budaya antara lain budaya pikir, budaya materi, dan budaya bahasa. “Sekalipun agama dan budaya itu menyatu, Islam membingkainya,” demikian tegas Ustadi Hamsah. Lebih lanjut, ia mengapresiasi implementasi dakwah Muhammadiyah di masyarakat yang ngerampungi, ora mbrebeki—di mana masalah diselesaikan tanpa harus berkoar-koar. Pada akhir pemateriannya, ia berpesan bahwa semangat yang dibawa dalam dakwah kultural Muhammadiyah adalah agar tidak menjauhi target dakwah kita, yaitu masyarakat. Selanjutnya, pemateri kedua, Dr. Moh. Soehadha, M.Hum. memaparkan materi tentang “Pendekatan Dakwah Kultural Masyarakat Kecil, Menengah, dan Atas”. Ia mengawali dengan mengulang kembali Islam profetik yang digagas Kuntowijoyo di mana terdapat nilai-nilai humanisasi ‘dadi uwong’, emansipasi dan liberasi ‘nguwongke wong’, dan transedensi ‘ngumawulo marang Gusti Allah’. Selanjutnya, ia mengajukan metode yang bisa dilakukan dalam dakwah kultural Muhammadiyah, di antaranya kesatuan, rasionalisasi, dan toleransi. Sebagai contoh, kebudayaan jathilan yang dirasionalisasi konsepnya oleh Muhammadiyah menjadi keterampilan bela diri seperti tapak suci. “Kita tidak menolak, tetapi kita mengubah dari dalam,” ujarnya. Apa yang diubah adalah wujud kebudayaan, yaitu system gagasan, nilai, norma, aturan, sistem tindakan, atau hasil karya. Pemateri ketiga, Ahmad Najib Wiyadi, M.H.I. mengawali materi tentang “Dakwah Kultural Muhammadiyah melalui Masyarakat Kecil Menengah” dengan mengajak seluruh peserta untuk berefleksi tentang praksis dakwah yang tengah terjadi. Ia memerinci beberapa modal dakwah yang diperlukan, yaitu memiliki pemahaman Al-Qur’an dan Sunnah yang baik, memahami prioritas dakwah, menguasai manajemen konflik, memahami budaya lokal dengan baik, cakap berkomunikasi, dan memiliki penguasaan soft skills atau skills khusus. Tahapan yang bisa dilakukan di antaranya melakukan observasi, mapping social, assessment, menentukan target, action program, dan evaluasi. Pemateri keempat atau yang terakhir, Bachtiar Dwi Kurniawan, M.P.A. memaparkan materi tentang “Dakwah Kultural Melalui Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah (GJDJ) Memaksimalkan Potensi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sebagai Penggerak.” Ia membagi dakwah kultural ke dalam beberapa level, yaitu level mikro, level meso, dan level makro. Setiap level ini memiliki metode dakwah yang berbeda. Sebagai contoh, dakwah yang dilakukan dalam level mikro memerlukan tindakan yang nyata. “Ketika permasalahannya adalah kelaparan, misalnya, maka mereka punya tujuan untuk kenyang. Sapi lapar, dikasih makan. Nggak bisa kalau kita adzan terus tahu-tahu ia kenyang,” ujarnya. Bupati Sleman Dra.Hj. Kustini Sri Purnomo dalam kesempatan kali itu menyampaikan selamat datang kepada segenap hadirin di Pendopo Rumah Dinas Bupati, semoga ibadah puasa kita, tarawih, zakat kita diterima oleh Allah subhanahu wa taala. “ Perlu adanya kolaborasi semua ortom-ortom dan pimpinan yang ada di Muhammadiyah dan sekaligus harus berani merambah dakwah dan pendidikan era digital, hal ini sejalan adanya program internet padukuhan di Kabupaten Sleman”. Dalam kesempatan itu pula dilakukan launching wakaf gerakan pembangunan kantor PDM Sleman oleh Bupati, Ketua PDM, PDA Sleman. Tanah untuk bangunan sudah disediakan oleh PDM tinggal membangunnya, mumpung bulan Ramadan saat yang tepat untuk berwakaf membangun Gedung Muhammadiyah Sleman. Acara dilanjutkan dengan Buka Bersama dansholat Maghrib berjama’ah segenap peserta. Kegiatan Pengajian Ramadhan ini dihadiri oleh segenap personalia dari ortom dan AUM se-Kabupaten Sleman dengan jumlah kurang lebih dua ratus orang. Kegiatan ini juga disiarkan melalui akun YouTube MUNAS Channel. Disampaikan oleh Hendro Sucipto, S.Th.I., M.Pd., Ketua MPKSDI PDM Sleman, dalam pembukaan kegiatan, harapannya pelaksanaan pengajian dengan tema ini dapat mencerahkan kader dalam setiap ortom untuk menurunkan gerakan praksis di tingkat daerah, cabang, maupun ranting. LInk Dokumentasi bisa dilihat disini : https://drive.google.com/drive/folders/1gzXg92A0t_AfAlsBnDgP1gIxIPFnqR9h?usp=drive_link Penulis: Rasya Swarnasta (MPKSDI PDM Sleman) Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
MUNAS CHANNEL Sleman, Pdmsleman.Or.Id
![]()
Tempel, Pdmsleman.or.Id Pada Ahad, 17 Maret 2024, pagi yang cerah menyambut kehadiran sekitar 100 jama’ah dari Muhammadiyah & ‘Aisyiyah Cabang Tempel di Darul Ulum Muhammadiyah Tempel. Kegiatan yang digelar atas koordinasi Majelis Tabligh PCM Tempel kali ini Acara Pengajian Ramadhan Rutin menghadirkan Ustaz Widodo, S.Ag, M.Si, Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman. Ketua PCM Tempel H Syamsul Alam M.Si menyampaikan dalam sambutannya “agar semua anggota Persyarikatan baik cabang dan ranting untuk penguatan ideologi dan dakwah menuju masyarakat Islam yang sebenar benarnya dengan memfungsikan masjid dan amal usaha Muhamadiyah sebagai pusat kegiatan dakwah”. Dalam pengajian yang berlangsung penuh khidmat tersebut, Ustaz Widodo mengupas secara mendalam tentang optimalisasi peran masjid dalam membentuk masyarakat unggul dan mulia. “Pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat tadabur Al Qur’an, shalat berjamaah, pusat Baitul Mal dengan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), pusat pengkaderan, serta pusat silaturrahim,” ujar Ustaz Widodo. Menurutnya, masjid bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan dan pengembangan masyarakat. “Dengan memanfaatkan masjid secara optimal, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih bermoral, bertanggung jawab, dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” tambahnya. Kehadiran para jama’ah yang antusias menjadi bukti nyata akan keseriusan mereka dalam memperdalam pengetahuan agama dan meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci Ramadhan. Menurut Heri H salah satu peserta menyapaikan “ Acara pengajian ini tidak hanya memberikan pemahaman yang mendalam tentang ajaran Islam, tetapi juga memotivasi para jama’ah untuk lebih aktif berperan dalam kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan di masyarakat”. Diharapkan, semangat dan pengetahuan yang didapat dari acara ini dapat menjadi pendorong bagi para jama’ah untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup dan memperkuat tali silaturrahim antar sesama umat Islam serta menjadi benteng Iman warga Tempel berkemajuan. Reportase Heri H Tempel, H. Widodo LDK PDM Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Jihadi TV
![]()