Pengelolaan Minyak Jelantah Yang Aman Dan Bermanfaat Di PRA Donokerto I, Turi

Turi, Pdmsleman.Or.id Setiap aktivitas manusiadalam kehidupan sehari-hari hampir selalu menghasilkan limbah. Salah satu limbah rumah tangga yang dihasilkan setiap hari adalah used cooking oil (UCO) atau minyak goreng bekas (jelantah), yaitu minyak goreng yang telah dipanaskan berulang kali. Setelah digunakan berkali-kali, minyak jelantah biasanya dibuang ke tanah atau air, yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan manusia. Permasalahan jelantah juga terjadi pada rumah tangga ibu–ibu anggota ‘Aisyiyah yang tergabung dalam Ranting ‘Aisyiyah Donokerto I, pemecahan permasalahana agar minyak jelantah tidak dibuang sembarangan maka perlu dilakukan pengelolaan yang baik.  Hal ini mengundang Ir. Agus Nugroho Setiawan, MP sebagai Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk memberikan Solusi akan hal ini. Sebagaiama Nampak pada  program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkat pengetahuan dan keterampilan ibu–ibu ‘Aisyiyah Donokerto I, Turi dalam memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi berbagai produk yang bermanfaat yang diikuti 30 orang pada Sabtu 3 Februari 2024.  Sementara itu anggota Tim Pelaksana lainnya apt. Perdana Priya Haresmita, M. Pharm. Sci dari Universitas Muhammadiyah Magelang mengatakan “ minyak jelantah apabila dikonsumsi terus menerus dapat membahayakan tubuh karena mengandung asam lemak jenuh yang sangat tinggi sehingga dapat memicu berbagai penyakit”. Penggunaan minyak jelantah dalam waktu tertentu berdampak pada kesehatan akibat deposisi sel lemak yang terjadi di usus halus, pembuluh darah, jantung, dan hepar. Setelah mendapatkan pengetahuan dan wawasan tentang dampak penggunaan minyak jelantah, selanjutnya dilakukan pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin jelantik dan sabun cuci tangan dengan trainer Sherin Nawang Nauroh Nazhifah dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Sherin menyampaikan minyak jelantah dapat diolah menjadi berbagai macam barang yang bermanfaat dan aman bagi manusia, antara lain lilin jelantah aromaterapik (lilin jelantik), sabun cair untuk cuci tangan, sabun mandi batangan, dan sebagainya. Dalam pembuatan lilin jelantik, minyak jelantah dengan bantuan bahan kimia kalium hidroksida (KOH) dapat bercampur dengan air, kemudian ditambahkan dengan esense sesuai kesenangan misalnya bau lavender, melati, kopi, dan sebagainya. Setelah semua bercampur, selanjutnya dituangkan dalam gelas atau mangkok dan diberi sumbu dari benang untuk dipadatkan sampai membentuk lilin aromaterapi. Peserta kegiatan ibu–ibu ‘Aisyiyah dari PRA Donokerto I dan PCA Turi mengikuti dan mencermati teknis pembuatan secara baik sehingga saat melakukan praktik sendiri berhasil membuat lilin jelantik dan sabun cair untuk cuci tangan dari minyak jelantah dengan hasil yang sangat memuaskan. Sherin juga menyampaikan potensi ekonomi dari produk yang dihasilkan tersebut karena dapat dipasarkan kepada Masyarakat umum sehingga dapat memberikan pemasukan bagi ‘Aisyiyah. Pada akhir kegiatan, Ketua PRA Donokerto I Septi Nur Wijayanti menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Tim Pelaksana dari UMY dan Unimma, serta mengharapkan wawasan dan keterampilan yang diperoleh dalam program pengabdian kepada masyarakat ini dapat diterapkan oleh ibu–ibu ‘Aisyiyah sehingga ikut membantu mengurangi kerusakan lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah.

Loading

MPKSDI Ajak PCM se-Sleman Jadi Penggerak Roda Kaderisasi dalam PID

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman telah menyelenggarakan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) pada Jum’at-Sabtu (2-3/2). Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 2 Kalasan dan diikuti sebanyak 42 peserta, dengan 17 di antaranya berasal dari ortom. Materi yang dibagikan di antaranya Bedah SPM dan Arah Kebijakan Perkaderan Muhammadiyah, Keinstrukturan: Teoretis dan Aplikatif, Teknik Kajian Ayat (Fathul Qulub), Teknik Pengelolaan Outbound dan Ice Breaking, Teknik FGD dan Active Learning, dan Teknik Evaluasi Perkaderan. Dalam penutupan yang dilaksanakan pada akhir kegiatan, Master of Trainer, Sugeng, menyampaikan bahwa kegiatan PID secara umum berjalan dengan lancar, dirinya mempertegas tentang kedisiplinan yang menjadi poin evaluasi kali ini sehingga beberapa kegiatan pun perlu disesuaikan agar kembali sesuai jadwal, tetapi hal ini tidak mengurangi kekhidmatan selama pelaksanaan PID. Sugeng menyampaikan tiga poin yang menjadi rencana tindak lanjut dari PID kali ini, yakni “ Pertama, menjadi instruktur yang siap ditugaskan oleh MPKSDI PDM Sleman; kedua, menyelenggarakan Baitul Arqam di masing-masing Cabang, dan; ketiga, menghidupkan Angkatan Muda Muhammadiyah”. Hendro Sucipto, S.Th.I., M.Pd., Ketua MPKSDI PDM Sleman, menyampaikan terima kasih kepada para peserta atas antusiasme dan komitmen mengikuti kegiatan PID dari awal hingga akhir. “Tanpa adanya komitmen Bapak-Ibu, kegiatan ini tidak dapat utuh sebagaimana saat ini,” ujarnya. Hendro mengulang kembali salah satu poin dalam rencana tindak lanjut, yakni kaderisasi di tingkat Cabang dan Ranting. Salah satu indikator tumbuhnya proses perkaderan adalah adanya Angkatan Muda Muhammadiyah, seperti Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah. Ia juga memaparkan harapan MPKSDI agar PCM turut mendukung menjadi penggerak dalam proses kaderisasi. “Harapannya, Bapak-Ibu siap menjadi Instruktur Daerah yang solid untuk terlibat dalam kesuksesan perkaderan di Sleman. Sebab, salah satu ruh perkaderan adalah adanya perkaderan formal, salah satunya Baitul Arqam,” ujarnya. Instruktur Daerah ini nantinya akan diberikan dalam bentuk sertifikat atau syahadah, dengan pelaksanaan poin-poin tindak lanjut yang sudah disepakati akan menjadi ukuran keberhasilan para peserta dalam PID. Selanjutnya, ia juga menyampaikan tentang target yang disampaikan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY mengenai penambahan kader di masing-masing daerah se-DIY sebesar 20.000 kader. Harapannya, PCM se-Sleman dapat mendukung PDM Sleman untuk bersedia bekerja sama dalam rangka kesuksesan perkaderan di Kabupaten Sleman. “Kita juga perlu meneguhkan kembali, bahwa instruktur adalah percontohan dalam sebuah persyarikatan. Karena kita yang mengajak dan memberikan penguatan perkaderan,” tegasnya. Kontributor Hendro Sucipto MPKSDI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Tingkatkan Syiar Melalui Pelatihan Jurnalistik Berkemajuan

Sleman, Pdmsleman.or.Id Sabtu 3 Pebruari 2024 MPI PDM ( Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah ) Sleman bertempat di Aula gedung PDM Sleman menggelar Pelatihan Jurnalistik Berkemajuan. Awal kegiatan yang inovatif untuk majlis di PDM Sleman yang baru saja melaksanakan Rakerpim bulan Januari 2024 di SD M Condongcatur. Pelatihan Jurnalisrik Berkemajuan dilaksanakan atas Kerja sama MPI PDM Sleman dengan TIM PKM UAD yang di ketua oleh Sutipyo R., S.Ag., M.Si. Acara ini mendapat respon positif dari ORTOM dan AUM  terbukti diikuti oleh sekitar 75 peserta. Nara sumber dari pelatihan ini juga expert sesuai bidang yang dikaji. Fajar Dwi Putra,S.PT, M.Psi dari UAD menggelorakan semangat Kuatnya Arus Informasi dan  Dasar Jurnalistik, Muarif,S.Pd.I,  M.Pd membedah upaya untuk Membentuk Opini melalui Media. Pelatihan secara resmi di buka oleh Eko Sumardianto, M.Pd selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman. Setelah resmi dibuka dilanjutkan dengan launching buku Rembulan diatas Bukit Kahyangan karya H. Ashari, M.Pd pendidik aktif dari SMP Muhammadiyah Turi. H.Surahmat, M.Pd selaku ketua Majlis Pendidikan PDM berharap “ acara ini menginspirasi peserta untuk menggiatkan Literasi setiap hari. Saling memotivasi untuk gemar menulis dan kegiatan di lembaga pendidikan di wilayah Sleman saatnya untuk dipublikasikan” Kontributor   : Hj. Hanik Rosyada M.Pd  PDA Sleman

Loading

LAZISMU Kabupaten Sleman Raih Berbagai Penghargaan dari Kemenag Kanwil DIY

Sleman, Pdmsleman.Or.Id LAZISMU Kabupaten Sleman raih berbagai penghargaan dalam kegiatan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Akreditasi dan Audit Syariah Lembaga Pengelola Zakat tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Bidang Penais Zawa Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (KEMENAG DIY) di Ros In Hotel Rabu (31/01/24) Kegiatan tersebut diikuti oleh 47 Lembaga Amil Zakat (LAZ) diantaranya 6 BAZNAS tingkat Provinsi dan Kabupaten serta 41 LAZ yang ada di DIY. BIMTEK Akreditasi dan Audit Syariah dibuka oleh H. Nurhuda, S.Ag., M.S.I, mewakili kepala bidang Penais Zawa DIY, yang dalam sambutannya menyampaikan agar “ BAZ-LAZ bersinergi dan saling meningkatkan pengelolaan ZIS-DSKL dengan cara menjaga dan meningkatkan akuntabilitasnya. Pengelolaan ZIS-DSKL harus sesuai dengan prinsip 3A (aman Regulasi, Aman Syar’i, Aman NKRI)”. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Kasubdit Akreditasi dan Audit Lembaga Zakat Kemenag RI  Dr. Ahmad Syauqi, S.H., M.Hum., CLA, C.Med. Dalam kesempatan itu menyampaikan “ pentingnya Audit Syariah dalam rangka memberikan keyakinan yang memadai bahwa kegiatan pengelolaan zakat telah dilaksanakan dengan tolak ukur yang ditetakan secara efektif dan efisien”. Kedepan lembaga zakat didorong untuk meningkatkan efektifitas, efesiensi, dan akuntabilitas layanan dalam pengelolaan zakat terkhusus pada aspek tekhnis, administrasi, dan keuangan maka akan diberlakukan akreditasi lembaga zakat. Selain kegiatan Bimtek Akreditasi dan Audit Syariah, kegiatan tersebut juga di barengi dengan pemberian berbagai penghargaan untuk BAZ dan LAZ yang berprestasi di tahun 2023. Adapun jenis penghargaan yang diberikan diantaranya Penghargaan Audit Sesuai Syariah 2022, Bantuan Hibah APBD Pemda Tahun 2023, Presentase kenaikan ZSI-DSKL tertinggi tahunan 2022-2023, serta capaian Infak tertinggi untuk Palestina Dalam kategori penghargaan Presentase kenaikan ZSI-DSKL tertinggi tahunan 2022-2023 tersebut LAZISMU Kabupaten Sleman meraih penghargaan peringkat ke 2 setelah BAZNAZ Kabupaten Kulonprogo, sedangkan LAZISMU Kabupaten Bantul ada pada Peringkat ke 3. Selanjutnya LAZISMU Kabupaten Sleman juga meraih Penghargaan LAZ terbaik Tingkat Kabupaten/Kota pada kategori capaian Infak tertinggi untuk Palestina disusul oleh BAZNAS Kabupaten Sleman dan LAZISMU Kabupaten Bantul. Ketua LAZISMU Kabupaten Sleman Syinta Brata menyampaikan, terimakasih kepada warga persyarikatan dan masyarakat atas kepercayaannya kepada kami. Terimakasih kepada Kanwil Kemenag D.I. Yogyakarta atas penghargaan yang diberikan kepada LAZISMU Kabupaten Sleman, teruntuk juga pada Tingkat provinsi LAZISMU DIY juga meraih peringkat tertinggi dalam 2 kategori ini, tentu penghargaan ini ditujukan kepada LAZISMU secara keseluruhan. “Karena hasil kerja keras, kerja ikhlas teman-teman dari kantor layanan dan daerah, sehingga penghargaan ini diberikan kepada LAZISMU Kabupaten Sleman. Semoga kedepan semakin solid dan banyak memberikan program-program yang bermanfaat dan maslahat untuk masyarakat di D.I. Yogyakarta. Amin,” Ungkapnya. Reportase Syinta Brata Lazismu PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PCA Seyegan Selenggarakan Baitul Arqom untuk Pimpinan dan Guru-guru TK ABA se-Kapanewon Seyegan

Seyegan, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Seyegan mengadakan Baitul Arqom pada hari Sabtu sampai Ahad tanggal 27 – 28 Januari 2024 di RM Genduk Wulan Margodadi Seyegan. Baitul Arqom yang merupakan program dari Majelis Pembinaan Kader  ini diikuti oleh 74 peserta yang terdiri dari unsur  Pimpinan Cabang   dan Pimpinan Ranting Aisyiyah se-kapanewon Seyegan, serta guru-guru TK ABA dan KB Aisyiyah di Kapanewon Seyegan. Kegiatan BA mengambil tema ” Penguatan Ideologi dan Organisasi untuk Gerakan Aisyiyah Berkemajuan”. Acara yang dikemas secara padat dan bermakna ini diharapkan mampu meningkatkan semangat dan motivasi peserta dalam ber ‘Aisyiyah serta mampu mengimplementasikan dalam kehidupan sehari hari baik itu secara individual maupun kelompok yaitu dalam berorganisasi di ‘Aisyiyah maupun Sekolah/lembaga milik Amal Usaha Muhammadiyah tempat sebagian peserta mengabdi. Baitul Arqom dimulai hari Sabtu pukul 7.30 WIB yang diawali pemeriksaan kesehatan gratis dari tim kesehatan PKU Muhammadiyah Yogyakarta dilanjutkan Pembukaan yang ditandai dengan penyematan tanda peserta Baitul Arqom oleh Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Seyegan ibu Hj. Sarju dan dihadiri pula oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Sleman yang membidangi Majelis Pembinaan Kader  yaitu Ibu Dra. Hj. Suharti sekaligus membuka kegiatan Baitul Arqom. Turut hadir pula  Ketua PCM Seyegan yaitu Bapak Drs. H. Tri Subandi, M.Pd., dan perwakilan dari PCNA Seyegan. Seluruh peserta Baitul Arqom mengikuti kegiatan yang terdiri dari 7 materi utama yaitu : (1) AD ART ‘Aisyiyah oleh Ibu Hj. Umi Eni, S.Ag., (2) Peran IGABA dalam ber-Muhammadiyah oleh Ibu Sasmiyati, S.Pd.AUD, M.Pd., (3) Manajemen Organisasi oleh Bapak H. Nashirun, S.AP., (4) Etos Kerja dalam Mengemban Amanah oleh Ibu Dra.Hj. Nasriyatun, (5) Ideologi Muhammadiyah oleh Bapak H. Arif Sulistya, S.E., (6) Tuntunan Sholat Malam dan Dzikir oleh Ibu Hj. Sartini, BA., (7) Praktek Ibadah Sholat Tahajud dan Dzikir Pagi dipimpin oleh Bapak Nurkhoirudin. Acara Baitul Arqom ditutup pada hari Ahad 28 Januari 2024 pukul 06.30 WIB oleh Wakil Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Seyegan Ibu Hj. Umi Eni, S.Ag dan ditandai dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada peserta oleh ketua Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Seyegan Ibu Muninggar, S.Ag. “ Dan yang paling istimewa pada acara Baitul Arqom ini adalah setelah penutupan, peserta tidak langsung pulang, melainkan bersama-sama menuju ke UMY untuk mengikuti hari Ber-‘Aisyiyah yang diadakan oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY”  sebagaimana disampaikan Dhian Navitri sie Acara pada Ahad Siang. Reportase  Dhian Navitri PCA Seyegan     Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

“Dari Umat, Dijual untuk Umat, Keuntungannya untuk Umat”

(Rakor MEBP PDM Sleman) SLEMAN – Pdmsleman.Or.Id Pada Sabtu, 24 Januari 2024 telah dilaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) antara Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman dengan MEBP PCM se-Sleman. Bertempat di Aula PDM Sleman, Sawahan, Pandowoharjo, Sleman. Tercatat lebih 14 PCM se-Sleman hadir mengikuti undangan dari MEBP PDM Sleman. Anton Nugroho selaku Ketua MEBP PDM Sleman menyampaikan bahwa agenda Rakor ini adalah agenda untuk konsolidasi dan silaturahmi pimpinan MEBP se-Sleman.  “Bila perlu nantinya, agenda Rapat MEBP diadakan secara bergiliran, agar semakin guyub. Mulai dari paling pojok timur di Prambanan sampai dengan pojok barat di Minggir”, sebut Anton dalam kata sambutannya. Selanjutnya, dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta diwakili oleh Taufiqurrahman selaku Ketua MEBP PWM DIY. Taufiqurrahman yang juga Direktur Utama PT Bummy Harapan Ummat (Buharum) milik PWM DIY menyampaikan seruan jihad kepada seluruh Pimpinan MEBP. “Mengelola bisnis pribadi maupun bisnis milik persyarikatan harus sungguh-sungguh. Inilah jihad kita di persyarikatan”, ujarnya dalam sambutan. PT Buharum sendiri adalah contoh yang baik dalam pengembangan model bisnis milik persyarikatan Muhammadiyah. Saat direvitalisasi pada tahun 2014. Awalnya PT Buharum minus 60 juta. Dengan modal tambahan hanya 10 juta rupiah dan tentunya ikhtiar yang sungguh-sungguh, kini asetnya mencapai 6,3 Milyar dengan laba 1,2 Milyar pada akhir tahun 2022. MEBP PDM Sleman melalui Sekretarisnya, Rama Widia Sentot menjelaskan bahwa ada begitu banyak peluang usaha di internal Muhammadiyah. Mulai dari pengadaan barang dan jasa untuk internal, hingga pembuatan portal administrasi digital. Kata Rama Widia, “Pimpinan MEBP se-Sleman seharusnya punya semboyan baru: Hiduplah di Muhammadiyah dan Kuatkanlah Muhammadiyah”. Sehingga, kehadiran setiap Pimpinan MEBP adalah untuk menguatkan Persyarikatan melalui jalur kemandirian ekonomi. Di sesi selanjutnya, satu per satu perwakilan MEBP PCM memaparkan program kerja di masing-masing cabang.  April Suryono dari MEBP PCM Godean menyatakan bahwa mereka memiliki rencana untuk pembangunan Kolam Renang Surya Tirta Godean & Geocation Park di tanah wakaf milik PCM Godean. Dengan perhitungan bisnis yang terperinci. Menurut April, estimasi akan BEP dalam waktu 4 tahun. “Saya sampaikan ke Pimpinan Cabang. Kunci suksesnya, berikan kami kepercayaan”, tegas beliau. Dari MEBP PCM Kalasan, Sumadi, menyatakan bahwa mereka sedang mengembangkan produk unggulan Body WashMU, ShampooMU dan PastaMu. Produk-produk ini awalnya dimulai dari PRM Purwomartani. Semangat besarnya adalah agar nantinya  Toko-Toko Ritel milik Persyarikatan bisa diisi oleh produk2 lokal milik Warga Muhamadiyah. Tidak lagi diisi oleh produk-produk global, yang bisa jadi Pro Zionisme Israel.  “Produk kita seharusnya nanti punya prinsip: Dari Umat, dijual oleh Umat, keuntungannya untuk Umat.”, tegas Sumadi. Secara umum, di sesi pemaparan tiap MEBP PCM. Beberapa program kerja unggulan yang banyak disebutkan antara lain: optimasi pengelolaan tanah wakaf, penguatan Jaringan Saudagar Muhammadiyah dan Pendirian Toko Ritel di setiap PCM. Bahkan beberapa PCM berencana untuk mendirikan Muhammadiyah Business Center seperti di PCM Gamping, Prambanan dan Moyudan..  Reportase Muhammad Zulfi Ifani (MEBP PDM Sleman) Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Utusan PDM Sleman Ikuti Rakorwil 2 LPCRPM DIY, Angkat Tema Memakmurkan Masjid, mewujudkan Cabang, Ranting Yang Unggul dan Berkemajuan di DIY

Wates, Pdmsleman.Or.Id Rakorwil 2 LPCRPM DIY yang digelar di SMK 1 Wates Kulonprogo pada Ahad, 21 Januari 2024, menandai komitmen untuk memakmurkan masjid dan mewujudkan cabang serta ranting yang unggul dan berkemajuan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketua PWM DIY, DR Ikhwan Ahada, dalam sambutannya menekankan pentingnya keberadaan LPCRPM sebagai pendorong utama cabang dan ranting yang menjadi ujung tombak persyarikatan. Ikhwan Ahada menyampaikan, “Semua majelis dan lembaga yang ada bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan LPCRPM dalam merealisasikan program-program kerja.” Tema sentral ini diakui sebagai poin krusial dalam memajukan struktur kepengurusan Muhammadiyah di DIY. Acara yang dihadiri oleh pimpinan LPCRPM seluruh DIY menyuguhkan tujuh materi, termasuk Strategi Pemenangan bakal calon DPD RI, Penyusunan Instrumen Masjid Muhammadiyah Unggul, Validasi Status Cabang Ranting, dan Optimalisasi Program Layanan KTAM keliling. Sesi menarik terjadi saat masing-masing daerah menyampaikan laporan kegiatan pemenangan calon DPD RI, dengan teknik dan cara variatif dalam usaha pemenangan yang saling melengkapi satu dengan lainnya. Semua Pimpinan Daerah sepakat untuk tetap maksimal dalam menghijaukan suara untuk Ir Achmad Syauqi Soeratno, MM. Sleman, sebagai salah satu kontributor, mengirimkan 4 utusan, yaitu US Prawoto, Fauzi Subhan, Jumari, dan Hepy, sebagai bentuk komitmen terhadap program pemenangan calon DPD RI. Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore itu ditutup secara resmi oleh Ust Cahyono, SAg, wakil ketua PWM DIY. Rakorwil ini menjadi momentum penting untuk menyulut semangat bersatu dan memacu aksi konkret dalam mewujudkan masjid yang makmur serta cabang dan ranting yang unggul dan berkemajuan di DIY. Reportase H. US Prawoto  LPCR PM PDM Sleman, Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman. #LPCRPM2024 #MuhammadiyahDIY #BersatuMajukanMasjid #PemenanganDPDRI

Loading