Tarawih Keliling Putaran Pertama PCM Sleman Di masjid Al Mukmin Jugang Tridadi Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Selasa,12 Maret 2024 PCM Sleman mengadakan taraweh ramadhan keliling untuk kali pertama dari rencana sebanyak empat kali putaran di kapanewon Sleman. Hadir dalam perjalanan tarling PCM Sleman segenap jajaran PCM Sleman beserta beberapa pimpinan Ranting menyertai serta ditambah dari PCPM Sleman dan KOKAM dengan sebanyak 25 personil hadir. Sambutan takmir masjid Al Mukmin Jugang Tridadi mengucapan selamat datang teriring doa dan harapan semoga terjalin hubungan silaturahmi dan kerja sama positif hingga menjadikan masjid Al Mukmin Jugang yang berbatasan dengan kecamatan Mlati. ” Untuk pembangunan masjid kami masih terbatas, maka perlu adanya masukan dari bapak-bapak dari PCM Sleman,” terang Eko Sudaryanto selaku MC  sekaligus sambutan tuan Rumah oleh Eko Sudaryanto (Ketua RW. 11) Jugang, Pangukan, Tridadi, Sleman mewakili ketua takmir Masjid Al-Mukmin Jugang Sarjuki yang berhalangan hadir karena sakit . Dalam ceramahnya ustadz Agus Nurdin mewakili PCM Sleman menjelaskan tentang gerakan Muhammadiyah. ” Maka kalau mengaku Muhammadiyah kok tidak mau bergerak, maka belum Muhammadiyah.” Tandas  ust Agus Nurdin. Tujuan Muhammadiyah mengantarkan pengikutnya untuk menuju pintu gerbang surga. Dakwah Islam di Muhammadiyah, masih kata ustadz Agus Nurdin dikenal merangkul bukan memukul. Beliau mencontohkan suri tauladan pimpinan Muhammadiyah Pak AR Fahrudin , orangnya sederhana, merangkul tidak mudah mengkafirkan orang lain. Muhammadiyah juga dakwah lewat pendidikan, kesehatan dan penghimpun zakat, infak dan sedekah untuk disalurkan kepada yang berhak menerima. Disamping juga bantuan lewat pendidikan AUM ada SD/MI ada 4, SMP Muhammadiyah 1, SMA 1 dan SMK Muhammadiyah ada 2. Muhammadiyah juga hadir dengan BTM Baitul tanwil Muhammadiyah. Juga tidak kalah pentingnya ada hubungan sosial yang baik dengan tetangga sebelah. ” Yang penting Muhammadiyah ingin mengembalikan syariat Islam yang sebenarnya. Sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah” tandas Agus Nurdin Terakhir pemberian cinderamata masing-masing 2 buku HPT dan kitab suci Al Qur’an serta bantuan kepada Jama’ah masjid Al Mukmin Jugang 750.000  dimana penyerahan bantuan dari PCM Sleman diserahkan ketua Prof. Dr. Zahrul Mufrodi ST MT. Reportase H. Ashari S.IP, PCM Sleman, MPI PDM Sleman

Loading

MoU PDM Sleman dengan FEB UNY Yogyakarta dan Best Practice Strategi PPDB 2024/2025

Sleman, Pdmsleman.or.Id Bertempat di Auditorium FEB UNY Yogyakarta pada Sabtu, 9 Maret 2024 telah ditandatangani MoU (Memorandum of Understanding) antara PDM Sleman dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta. Penandatanganan MoU dilakukan oleh ketua PDM Sleman H. Harjaka, S.Pd, S.Ag, M.A. dan Dekan FEB UNY Yogyakarta Prof. Dr. Siswanta, M.Pd Dalam sambutannya Dekan FEB UNY Yogyakarta Prof Dr. Siswanto, M.Pd menyampaikan “ ucapan terima kasih kepada PDM Sleman dan terkhusus Majelis Dikdasmen dan PNF dimana kerjasama ini merupakan bentuk yang saling menguatkan dimana kiprah Muhammadiyah menjadi sesuatu yang harus dicontoh dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan dunia pendidikan dimana pendidikan Muhammadiyah sebagai tempat pendidikan, layanan masyarakat, ladang dakwah dan kaderisasi”. Selanjutnya ketua PDM Sleman H. Harjaka, S.Pd, S.Ag, M.A., menyampaikan dalam penguatan  ideologi Muhammadiyah kepada para hadirin yakni terdiri dari kepala sekolah SD, SMP, SMA/K Muhammadiyah se-Sleman serta Majelis Dikdasmen dan PNF PCM, bahwa sebagai orang Muhammadiyah harus berfikir sehingga dalam memasuki Bulan Suci Ramadhan juga harus berfikir  diantaranya; Pertama, Yahdur bil ‘ibadah yakni beribadah itu harus ada dasarnya tidak grubyak grubyuk. Kedua, yahdur fil ‘ilmi, orang Muhammadiyah itu harus dengan Ilmu. Termasuk dalam penentuan 1 Ramadhan ataupun hari raya misalnya itu juga dengan Ilmu. Kebetulan H. Harjaka dulu juga alumni IKIP jurusan Matematika  sekarang menjadi UNY juga menerapkan ilmu matematika yang dikenal dengan bilangan kapsilon jika lebih dari nol tetap positif sehingga sudah lebih dan masuk bilangan baru. Selain itu jika kita mau membuktikan nanti malam dengan HP, jika belum masuk jam 12 kurang 1 menit maka kalender belum pindah tanggal baru, begitu masuk 00 maka sudah masuk  tanggal baru. Ketiga, yahdur fi ruh. Ruh keislaman kita siapkan dan perlu dipersiapkan ruh kita. Keempat, yahdur fil Badan, dipersiapkan badan kita untuk memasuki Bulan Ramadhan. Kelima, yahdur fil maal. Kita siapkan dengan harta. Orang Muhammadiyah itu Istiqomah memiliki 5 juga yakni: 1. Istiqomah fil Ibadah, 2. Istiqomah fil aqidah, 3. Istiqomah fil maisyatil thoyibah, 4. Istiqomah fil silaturahmiyah, 5. Istiqomah fil akhlaqil karimah. Setelah itu sebagai key notes speaker disampaikan oleh Drs. H. Ery Widaryana, M.M selaku kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman memberikan motivasi untuk terus menyatukan pendapat bersama-sama mengembangkan pendidikan di Sleman. Bagaimana mengembangkan pendidikan Muhammadiyah? Marilah terus meningkatkan pelayanan pendidikan sebaik-baiknya. Terkait fasilitasi terus ditingkatkan dan tentu sesuai regulasi. Dalam pengelolaan pendidikan mari kita cari barokahNya, papar Drs. H. Ery Widaryana, M.M. menguatkan apa yang disampaikan oleh H. Harjaka. Selanjutnya pak Ery mengajak untuk terus meningkatkan keimanan dan akhlaq yang baik dalam menjalankan amanah sebagai pendidik. Silahkan persiapkan PPDB dengan sebaik-baiknya di lingkungan Muhammadiyah. Acara selanjutnya berupa penyampaian Best Practice dari SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring Muntilan dan dari SMK Muhammadiyah Imogiri. Masing-masing menyampaikan kiat dan strategi program PPDB. Reportase  H. Wahdan Arifudin S.PD  KS SMPM 1 Tempel, Sekjen MPI PDM Sleman

Loading

Baitul Arqam Purnasiswa, Kaderisasi Dan Penguatan Nilai Ideologi 132 Siswa SMP Muhammadiyah 3 Depok

Depok. Pdmsleman.Or.Id Keberadaan perguruan Muhammadiyah merupakan bagian ikhtiar persyarikatan dalam mencerdaskan anak bangsa sekaligus mencetak karakter unggul serta akhlakul karimah para peserta didik yang ada. Semenjak diinisiasi langsung oleh KH. Ahmad Dahlan pada 1912, sekolah-sekolah Muhammadiyah memiliki empat fungsi, yakni sebagai sarana pendidikan dan pencerdasan, pelayanan Masyarakat, dakwah amar ma’ruf nahi munkar, serta fungsi kaderisasi. Dalam menjalankan fungsi kaderisasi dan memperkuat nilai ideologi para siswa, SMP Muhammadiyah 3 Depok menyelenggarakan Baitul Arqam Purnasiswa pada Kamis-Jum’at, 15-16 Februari 2024 bertempat di Youth Center DIY yang diikuti oleh 132 siswa kelas IX. Kegiatan ini juga menjadi launching program kerja Baitul Arqam Purnasiswa sebagai program baru unggulan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Sleman yang langsung dibuka sekaligus oleh Ketua PDM Sleman,  Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A yang dalam amanatnya memberikan motivasi pada siswa, “ melalui sabda Rasulullah akan perintah untuk menjadi seorang berilmu, penuntut ilmu, penyimak ilmu atau pecinta ilmu”. Hal tersebut senada dengan pesan Sri Maryani, M.Pd. sebagai perwakilan Majelis Dikdasmen PDM Sleman untuk bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan perkaderan selama dua hari satu malam  tersebut yang berisi materi keIslaman, ke-Muhammadiyahan, leadership, Achiement Motivation Training (AMT) serta sarasehan bersama pimpinan Angkatan Muda Muhammadiyah di Kecamatan Depok. “BA Purnasiswa ini merupakan edisi perdana serta diharapkan kedepan dapat dilangsungkan pula pada siswa kelas IX SMP/MTs Muhammadiyah maupun kelas XII SMA/MA Muhammadiyah”, pungkas   Hendro Sucipto, M.Pd, Ketua MPKSDI PDM Sleman dalam sambutannya. Kontributor Hendro Sucipto, M.Pd, Ketua MPKSDI PDM Sleman Editor Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman

Loading

Haedar Ungkap Nilai Inklusif dan Keteladanan Memaknai Isra Miraj

Buletinsleman.ComKetua Umum Pimpinan Pusat Haedar Nashir mengatakan, Isra miraj merupakan satu kesatuan dengan kerisalahan Nabi Muhammad membawa ajaran Islam. Yakni berislam yang damai, toleran, ukhuwah, dan menebar segala benih kebaikan sebagaimana risalah Nabi akhir zaman. “Jauhi hal-hal yang menimbulkan masalah dan kerusakan dalam kehidupan. Nabi diutus untuk menyempurnakan ahklak mulia dan menjadi rahmat bagi semesta alam,”tutur Haedar pada Kamis (8/2). Haedar juga mengungkapkan, bahwa dengan isra dan miraj juga kaum muslimin harus mengembangkan kecerdasan yang murni, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memanfaatkan segala potensi yang dianugerahkan Tuhan dalam memahami segala ciptaan-Nya, serta melahirkan peradaban yang utama bagi kehidupan di alam semesta ini. “Menjadi insan pembangun dan bukan insan perusak kehidupan. Jadilah pembelajar dan pemakmur kehidupan yang merahmati semesta. Nabi Muhammad hadir dengan risalahnya membangun al-Madinah al-Munawwarah, peradaban yang cerah-mencerahkan,” jelas Haedar.Selain itu, Isra miraj menurut Haedar memiliki nilai inklusif bagi kehidupan kemanusiaan dan semesta yang terjabarkan dalam tiga makna. Makna pertama, makna kekuasaan. Isra Miraj Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha mengandung pesan di atas pencapaian ketinggian ilmu manusia masih ada kekuatan ilahiyah.“Isra Miraj menunjukkan di balik kekuasaan manusia yang bersifat duniawi ada kekuasaan Allah, kekuasaan Tuhan yang bersifat ruhaniyah-ilahiyah atau divine power atau kekuasaan yang sakral,” tegas Haedar.Haedar menerangkan, siapapun baik itu manusia, sekelompok manusia, organisasi bahkan negara, lebih jauh lagi antar negara yang memiliki kekuasaan duniawi. “Jangan salah gunakan kekuasaan karena di balik kekuasaan duniawi ada divine power, ilahi, sakral Allah SWT,”tegas Haedar.Di atas langit masih ada langit, manusia seyogyanya dengan kekuatan yang dimiliki tetap rendah hati, tidak menyalahgunakan. Perang, penistaan, kezaliman dan segala kesewenangan terjadi karena ada kekuasaan manusia lepas dari kekuasaan ketuhanan. Kedua, diwajibkannya ibadah salat bagi Muslim dalam peristiwa Isra Miraj. Menurut Haedar, ibadah salat memiliki dua dimensi pesan, yakni hubungan manusia dengan Tuhan (habluminallah) dan manusia dengan manusia lainnya (habluminannas). “Salat dan ibadah dalam Islam punya dimensi habluminannas, memberi hubungan yang baik, damai dan manfaat bagi kehidupan. Sehingga, semakin banyak yang beribadah dengan baik semakin baik kehidupan antar manusia, baik dengan lingkungan dan alam,”papar Haedar. Haedar turut mengajak umat menjadikan Isra Miraj dengan buah dari salat membangun relasi kemanusiaan semakin baik, tapi juga relasi ketuhanan yang semakin dekat. Sehingga manusia semakin damai dengan langit dan semakin damai dengan bumi. “Artinya, bangun kehidupan yang lebih baik, adil, damai, tentram, aman, makmur serta hidup maju bersama, sehingga kehidupan menjadi penuh makna,” papar Haedar.Ketiga, dijalankannya dua risalah nabi setelah Isra Miraj. Dua risalah itu menyempurnakan ahlak beserta risalah Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Dua risalah ini mengandung makna Islam yang membangun peradaban sekaligus keadaban. Haedaar berpesan kepada umat dan pimpinan umat untuk meneladani Nabi dalam segala aspek kehidupan. Termasuk dalam berdakwah secara hikmah dan uswah hasanah disertai amaliah nyata yang mencerdaskan dan mencerahkan akal budi dan akhlak utama. “Jauhi hal-hal yang meresahkan, menebar kebencian, amarah, dan membawa perpecahan. Berbangsa pun mesti menebar kebaikan dan mencegah keburukan dengan cara-cara dakwah yang baik untuk menunjukkan teladan utama,”tegas Haedar. Jika berjuang menegakkan etika, lanjut Haedar, tampilkan dengan etika yang luhur. Agenda utama umat Islam Indonesia sebagai mayoritas justru dalam menampilkan akhlak mulia disertai keteladanan serta maju dalam berbagai aspek kehidupan sebagai Khaira Ummah. Maka itu, tokoh dan organisasi keagamaan harus bawa Islam betul-betul jadi rahmat semesta bukan hanya retorika dan ujaran, tapi dalam tindakan dan keteladanan. Umat beragama, tokoh agama dan organisasi-organisasi keagamaan harus bisa menunjukkan. “Sebagaimana Nabi Muhammad dengan uswah hasanah bahwa pilihan tentang kebenaran, tentang kebaikan dan tentang kepatutan hidup itu harus menjadi pancaran keberagamaan kita,” tutup Haedar.

Loading

Gebyar Milad SMK Muhammadiyah 1 Tempel, Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Dan Strategi Memperkenalkan Sekolah Secara Luas

Tempel, Pdmsleman.Or.id Kamis, 8 Februari 2024 yang merupakan puncak acara milad SMK Muhammadiyah 1 Tempel dan bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, diselenggarakan beberapa kegiatan di sekolah. Dihadiri oleh 250 tamu undangan dari berbagai kalangan di sekitar lingkungan SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Acara diawali dengan pengajian Akbar oleh Drh. H Agung Budiyanto MP. Ph. D, Dosen S1 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada. Disampaikan oleh ustad Agung, “kalau ingin menjadi orang sukses, harus punya mimpi, cita-cita, motivasi, serta yang paling penting yaitu doa restu orang tua,” Pada pra acara juga disampaikan pentasyarufan dana bantuan kepada siswa kurang mampu di SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Salah satu program terbaik sekolah yaitu one day one coin, dimana setiap pagi siswa mengumpulkan koin untuk nantinya setiap tahunnya ditasyarufkan kembali kepada siswa. “Jangan sepelekan sedikitnya koin yang dikumpulkan, lama lama akan banyak dan menjadi bantuan untuk mereka yang membutuhkan,” jelas Ahmad Maftuhin, S.H.I, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Selanjutnya diadakan bazar 80 paket sembako murah dengan sasaran wali murid SMK Muhammadiyah 1 Tempel serta warga sekitar. Yang menarik dari kegiatan ini, diadakan juga market day oleh siswa siswi SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Siswa siswi mempraktekkan langsung hasil dari kelas kewirausahaan yang dipelajari setiap hari Jum’at dengan menghasilkan produk untuk dijual kepada seluruh pengunjung acara hari ini. SMK Muhammadiyah 1 Tempel dengan 4 program keahlian (Perkantoran, Akuntansi, Tata Busana, dan Perhotelan) saat ini membuka pendaftaran Peserta Didik Baru dalam Gelombang Istimewa, dimana siswa siswi kelas IX SMP yang mendaftar sampai dengan tanggal 23 Februari 2023 akan mendapatkan potongan biaya sebesar 4.2 juta rupiah. Kontributor : Errista Dewanti, S. Pd. SMK Muhammadiyah 1 Tempel Peserta Pelatihan Jurnaistik MPI PDM Sleman 2024 Editor  : Arief Hartanto, MPI PDM Sleman Info PPDB : 1. 0811-2650-222 (admin) 2. link pendaftaran: bit.ly/mutemsa_ppdb2024

Loading

Peran Aisyiyah Dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Perempuan Di Pemilu 2024

Turi, Pdmsleman.Or.Id   ‘Aisyiyah sebagai organisasi wanita dalam Muhammadiyah yang mempunyai maksud dan tujuan yang sama dengan Muhammadiyah. Risalah Perempuan Berkemajuan yang merupakan keputusan Muktamar ke-48 ‘Aisyiyah tahun 2022 menempatkan perempuan memiliki kesempatan luas sekaligus penting sebagai aktor perubahan dalam berbagai bidang kehidupan. Salah satu gerakan ‘Aisyiyah dalam bidang Majelis Hukum dan HAM bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta pemahaman terhadap hal-hal yang berkaitan dengan hukum dan hak asasi manusia.    Pemilu merupakan  salah satu upaya untuk menjaga nilai-nilai itu dengan cara ‘Aisyiyah menjaga jarak dengan partai politik manapun. Tetap menjaga kedekatan yang sama dengan semua partai politik, dan tidak akan terlibat dalam politik praktis.     Namun dalam menerapkan program ternyata mengalami beberapa permasalahan yang dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan ekonomi. Di satu sisi terdapat stereotype  bahwa perempuan sangat tidak setara disandingkan dengan laki-laki dalam kegiatan berpolitik, bahkan  partisipasi para kaum perempuan dalam politik sangat rendah. Namun di sisi yang lain, anggota Aisyiyah yang mempunyai latar belakang pendidikan dan ekonomi yang cukup,  berpandangan bahwa perempun harus ikut berpartisipasi dalam politik untuk menentukan perwakilannya atau pemimpinnya. Partisipasi politik menandakan sikap dan peran masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan politik dan dapat mengubah masyarakat yang semula apatis menjadi aktif. Permasalahan perbedaan persepsi di kalangan anggota Aisyiyah merupakan hal yang serius perlu dilakukan solusinya. Oleh karena itu sangat penting dilakukan sosialisasi dan penyuluhan hukum terkait dengan peran Aisyiyah dalam partisipasi politik di pemilu 2024. Demikian disampaikan oleh Septi Nur Wijynti, SH, MH dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam pembukaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, yang bertujuan untuk meningkat peran Aisyiyah dalam partisipasi politik di pemilu 2024 ibu–ibu ‘Aisyiyah Cabang Turi. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan penyuluhan hukum bertempat di Masjid Darul Falah Kembangarum Turi yang diikuti sekitar  80 orang dari semua Ranting ‘Aisyiyah yang berada di wilayah PCA Turi pada Ahad 4 Februari 2024.. Nara sumber yang juga anggota Tim Pelaksana Yulianta Saputra, S.H.MH. dari UIN Sunan Kalijaga mengatakan partisipasi perempuan dalam politik sangat diharapkan dalam mensukseskan pemilu 2024. Partisipasi perempuan merupakan kegiatan sukarela kaum perempuan yang ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik dengan jalan memilih pemimpin negara secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijaksanaan pemerintah/public policy). Upaya yang dilakukan dengan melalui cara antara lain pertama, Pendidikan politik dari keluarga, kedua, mendorong keterlibatan dalam organisasi, ketiga, advokasi terhadap Perempuan pentingnya Perempuan terlibat dalam dunia politik, dan keempat, mempersiapkan anak Perempuan dari dini untuk mengenal politik. Pada akhir kegiatan, Tim Pelaksana menyerahkan buku pedoman pemilu dan poster persuasi untuk mengajak Masyarakat berpartisipasi dalam Pemilu 2024. PRA Donokerto I Turi menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Tim Pelaksana dari UMY dan UIN Sunan Kalijaga. serta mengharapkan sosialisasi yang telah diperoleh dalam program pengabdian kepada masyarakat ini dapat diterapkan oleh ibu–ibu ‘Aisyiyah sehingga ikut membantu menyukseskan pemilu 2024 dengan menggunakan hak pilihnya secara cerdas.

Loading