Jihadi TV Muhammad Antok dari Juleha Yogyakarta memaparkan tentang teknis menghadapi Qurban 1445 H
![]()
Jihadi TV Muhammad Antok dari Juleha Yogyakarta memaparkan tentang teknis menghadapi Qurban 1445 H
![]()
![]()
Jihadi TV
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Bagi umat Islam menyembelih hewan untuk dikonsumsi tidaklah semata memotong leher dari hewan, namun lebih merupakan wujud ketaatan terhadap perintah agama serta bagian ibadah guna mendekatkan diri kepada Allah.  Hal ini tidak hanya menjelang ibadah Qurban Idul Adha namun juga harus jadi perhatian dalam kehidupan setiap hari kesadaran akan halalnya daging yang dikonsumsi. Hal ini mendorong Lembaga Pengkajian, Pengawasan Dan Pendampingan Produk Halal (LP4H) PDM Kabupaten Sleman, DIY pada Sabtu 02 Juni 2024 bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 2 PDM Sleman DIY menyelenggarakan “Pengukuhan Jagal Mu LP4H PDM Kabupaten Sleman DIY”. Salah satu tugas LP4H adalah memberi pelatihan tenaga yang profesional dan SyarâI dibidang Penyemblihan hewan untuk kebutuhan harian maupun Idul Qurban bagi warga Muhammadyah maupun umum. Terbentuknya Jagal Mu sebagai wadah bagi para Juru Sembelih Halal dilingkungan Muhammadyah khususnya di Kabupaten Sleman. JagalMU Sleman sebagai mitra pemerintah dalam menegakkan danmenjaga aturan agar proses penyembelihan hewan ruminansia dan unggas serta penanganan bahan makanan yang halal dan thayyib. Hadir PDM Kabupaten Sleman, para Ketua Majelis & Lembaga, para Ketua PCM se Sleman dan tamu undangan dari Jagal Mu PDM Kota Yogyakarta. Menurut Ketua LP4H PDM Kabupaten Sleman Drs. Sutarman, M.A., menyampaikan bahwa tujuan acara ini adalah antara lainâ Terbentuknya Jagal Mu LP4H PDM Kabupaten Sleman DIY sebagai wadah bagi Jagal/Juru Penyembelih Halal (Juleha) di lingkungan PDM Kabupaten Sleman, DIY dan Jagal Mu LP4H PDM Kabupaten Sleman, DIYsebagai mitra pemerintah dalam menegakkan dan menjaga aturan agar proses penyembelian hewan ruminansia dan unggas serta penanganan bahan makanan yang halal dan thoyyibâ. Sementara Wakil Ketua PDM Kabupaten Sleman Drs. H. Irfan Haris Ketika menyampaikan materi pembekalan menekankan bahwa â dalam SKKNI Juru Sembelih Halal wajib mempunyai 13 kompentensi “pengembangan profesionalitas dan pengembangan penyembelihan”. Adapun kompetensinya meliputi : melakukan ibadah wajib, menetapkan persyaratan syariat Islam, menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja, melakukan komunikasi efektif, mengkoordinasi kan pekerjaan, menerapkan higiene sanitasi, menerapkan prinsip kesejahteraan hewan, menyiapkan peralatan penyembelihan, melakukan pemeriksaan fisik hewan, menetapkan kesiapan hewan untuk disembelih, menetapkan teknik penyembelihan hewan, memeriksa kelayakan proses penyembelihan, dan menetapkan status kematian hewan. Dan yang lebih penting adalah menekankan urgensi Juleha adalah mengkoordinasikan pekerjaan dari 13 kompetensi tersebut. Reportase Drs Sutarman MA LP4H PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pada hari Sabtu 1 Juni 2024 MKS PDA ( Majelis Kesejahteraan Sosial ) Pimpinan Daerah Asiyiyah Sleman menggelar Rapat Kerja dan Sosialisasi GACA yaitu Gerakan Aisyiyah Cinta Anak, acara bertempat di Rumah Makan Puri Mataram Beran Tridadi Sleman dengan diikuti oleh perwakilan seluruh MKS PCA se Sleman dengan masing-masing cabang mengirimkan dua orang peserta dan Anggota MKS PDA Sleman . Acara tersebut j dibuka secara resmi oleh Ketua PDA Sleman Dra Hj Hanik Rosyada M.Ag. yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini juga dalam rangka menyemarakkan milad Aisyiyah ke 107 dengan temanya ” Memperkokoh Dan Memperluas Dakwah Kemanusiaan Semesta” . Untuk menambah semangat peserta juga mengajak hadirin untuk bersama memberikan Salam semangat ,  Apa kabar ibu-ibu?   Semakin sehat  Semakin cerdas semakin taqwa…aamiin Sementara Ketua Majelis Kesejahteraan Sosial Ketua MKS PDA Sleman Yuli Kuswandari. M.Hum dalam sambutannya menyampaikan â tujuan diadakan acara ini antara lain untuk forum silaturahmi dan penyampaian program kerja MKS, antara lain ke depan untuk semua cabang bahkan sampai ranting bisa memiliki Program GACA yaitu Gerakan Aisyiyah Cinta Anak dengan berbagai bentuk program kerjanyaâ. Dan harapannya diakhir acara nanti semua MKS PCA bisa membuat dan mengumpulkan RTL nya. H sebagai pembicara yaitu Hj Dra Umi Hidayati M.Pd. dari MKS PWA DIY dengan materi Kupas Tuntas GACA antara lain âGerakan Aisyiyah Cinta Anak yaitu suatu gerakan yang bersifat masif dalam rangka melindungi anak-anak terhadap kekerasan gerakan ini dikerjakan secara kolaborasi lintas majelis tergantung masalah yang dihadapi dan ini merupakan sebuah gerakan yang dilakukan oleh âAisyiyah dalam rangka melakukan perlindungan terhadap anak dari segala tindak kekerasanâ. Serangkaian kegiatan yang dilakukan Aisyiyah dan jaringannya secara berkesinambungan yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak, mencegah dan mengurangi kekerasan terhadap anak di keluarga, Sekolah dan masyarakat. Reportase Noor KAsihati SPD PDA Sleman Editor Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman
![]()
Ngaglik, Pdmsleman.Or.Id Bertempat di Pawon Bendoro Jalan Palagan Km 14,5 pada hari Ahad, 2 Juni 2024 telah terlaksana Acara Keakraban Kader Baru PCPM & PCNA Kapanewon Ngaglik Sleman. Acara ini merupakan bagian penting dari rangkaian acara Pra Musyawarah Cabang (Musycab) bersama Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiah Kapanewon Ngaglik Sleman di tahun 2024. Acara keakraban ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar kader lama dan baru serta memperkuat komitmen dalam menjalankan organisasi. Dihadiri oleh kader-kader baru dari PCPM (Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah) dan PCNA (Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah). âSelaku pimpinan organisasi, Kami berikhtiar di Musycab besok tidak hanya melaporkan dokumen LPJ organisasi. Tapi juga menyiapkan sebaik-baiknya regenerasi, para kader muda penerus organisasi. Salah satunya lewat kegiatan keakraban seperti iniâ, terang Maman Sulaeman Ketua PCPM Ngaglik. Mengusung Slogan âNgaglik, Ora Bareng, Ora Gayengâ yang dicetuskan oleh Ketua Panitia Acara Hidayatul Mabrur. Acara ini sukses mengumpulkan lebih dari 70 orang kader muda Pemuda & Nasyiah di Ngaglik, baik lama maupun baru. Acara seharian dikemas secara santai, dimulai dari games perkenalan, kemudian perkenalan profil organisasi Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Ngaglik. Hingga diakhiri dengan acara puncak yaitu bebakaran (Griil & BBQ). Seluruh peserta yang hadir terlihat begitu antusias mengikuti acara hingga akhir. Dengan terlaksananya acara ini, PCPM & PCNA Kapanewon Ngaglik Sleman semakin optimis dalam menghadapi Musycab Bersama 2024. Seluruh kader diharapkan dapat berkontribusi aktif dan memberikan yang terbaik untuk kemajuan organisasi. Adapun agenda selanjutnya dari Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiah Kapanewon Ngaglik adalah Musyawarah Cabang (Musycab) Bersama. Agenda tersebut rencananya akan dilaksanakan pada Ahad, 23 Juni 2024 bertempat di Panti Asuhan Sinar Melati Sedan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Ditulis oleh Muhammad Zulfi Ifani (PCPM Ngaglik)
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Setelah diawali pada Januari yang lalu, Majelis Tabligh PDM Sleman kembali menggelar Kursus Intensif Mubaligh Muhammadiyah (KIMM) putaran ke-3, Sabtu, 1 Juni 2024, di SMK Muhammadiyah 1 Sleman. Kegiatan pembinaan mubaligh yang dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali itu diikuti 61 mubaligh dari 17 PCM di lingkup PDM Sleman. KIMM ke-3 ini digelar jelang Idul Adha dengan mengetengahkan topik âProblematika Qurban Dalam Tinjauan Fiqihâ. Topik ini dipilih mengingat permasalahan qurban yang dihadapi oleh para mubaligh di lapangan sangat beragam, sedangkan sebagian belum ada jawabannya dalam fatwa resmi persyarikatan. Dengan demikian diharapkan kegiatan ini menjadi bekal para mubaligh dalam menjawab problematika qurban yang terjadi di masyarakat. Selama dua setengah jam para peserta tampak antusias menyimak pemaparan materi yang disampaikan Ustadz Fajar Rahmadani, Lc, MA, Ph.D, dari Majelis Tarjih dan Tajdid PWM DIY. Dengan cukup menarik, narasumber mengajak peserta memahami permasalahan qurban itu secara mendasar dan utuh dengan pendekatan ushul fiqih dan perbandingan madzhab. Narasumber mengawali pembahasan dengan mengemukakan konsep klasifikasi ajaran Islam yang terbagi dalam masalah ushuliyah (pokok) dan masalah furuâiyah (cabang). Menurutnya, masalah ushuliyah itu didasarkan pada dalil qathâi (definitif), sehingga harus dipahami secara tekstual. Sedangkan masalah furuâiyah berdasar dalil zhanni (spekulatif) sehingga dapat dipahami secara kontekstual. Fajar Rahmadani menjelaskan,â dalam masalah qurban pun juga demikian. Sebagian merupakan masalah yang harus dipahami secara tekstual sesuai dalil, dan sebagian lainnya merupakan masalah cabang yang dapat dipahami secara kontekstual berdasar aspek kemaslahatan umatâ. Dijelaskan, diantara masalah yang harus dipahami secara tekstual adalah tentang jenis hewan qurban, hari penyembelihan, ketentuan berserikat bagi shahibul qurban dan larangan seputar bagian hewan qurban. Sedangkan diantara masalah yang dapat dipahami secara kontekstual adalah tentang pembagian dan pemanfaatan daging qurban. Seusai acara, para peserta rata-rata menyambut baik kegiatan kursus intensif ini. Prima Aziz, peserta dari PCM Depok mengatakan bahwaâ topik kegiatan ini cukup bagus, kontekstual dan sesuai kebutuhan warga Muhammadiyah di tingkat bawahâ. Sedangkan peserta dari PCM Cangkringan berharap agar program ini dapat dilanjutkan secara berkesinambungan. Terpisah, Ketua Majelis Tabligh PDM Sleman, Wildan Wahied mengatakan, â kursus mubaligh Muhammadiyah ini sendiri merupakan program unggulan majelis yang akan diadakan secara berkalaâ. Wildan mengatakan, untuk penyiapan program ini, MT PDM Sleman secara khusus telah membentuk tim yang bertugas menyusun kurikulum dan sylabus. Reportase Wildan Wahied S.Pdi Ketua Majelis Tabligh PDM Sleman, Editor Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman
![]()
Majelis Tabligh PCM Godean dan Tim Juleha Yogyakarta mengadakan Pembekalan dan Refreshing Menghadapi Idul Qurban 1445 H.
![]()
Jihadi TV
![]()