![]()
Category Archives: Berita
H. Ahmad Bachroni, Mengulik Sejarah #Muhammadiyah, PRM Sidoharjo Turi Sleman #viral #fyp
Muhammadiyah Turi
![]()
PCM Kalasan Kunsiroh Ke PRM Purwo Utara, Mendengar Permasalahan dan Kemajuan Dakwah Muhammadiyah Ranting
Kalasan, Pdmsleman.Or.Id Rabu, 5 Februari 2025 PCM Kalasan mengadakan Kunsiroh (Kunjungan silaturahim) kepada PRM Purwo Utara mulai pukul 20.00, bertempat di Gedung PAUD/TPA Bayen, Purwomartani, Kalasan. Hadir dalam kunsiroh itu Ketua PCM Kalasan, H. Sunandar, S.Psi., Wakil Ketua, Drs. Sugiyanto, M.Si., dan Sumaryatin, M.Pd., Sekretaris 1 dan 2, Iswanto, M.Pd., dan Supriyana, S.Pd., Bendahara 1 Catur Wibisana, dan Bendahara 2 Miskam. Rombongan diterima oleh pengurus PRM Purwo Utara, Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan beberapa anggota majelis/ bidang. Ketua PCM, H. Sunandar, S.Psi., dalam sambutan pengantarnya menjelaskan bahwa Kunsiroh merupakan program yang menjadi kesepakatan dalam rapat mingguan yang rutin digelar setiap hari Selasa sore bertujuan untuk lebih mendekatkan antara PCM dengan PRM se-Kapanewon Kalasan, sekaligus dijadikan ajang konsulidasi, evaluasi, dan mendengar secara langsung kondisi senyatanya dalam kegiatan dakwah Muhammadiyah di masyarakat sehingga tercipta harmonisasi program dakwah Muhammadiyah yang menggembirakan dan tepat sasaran. Sunandar meyakini bahwa dengan pertemuan-pertemuan yang rutin akan lahir gagasan dan ide cemerlang untuk memajukan cabang dan ranting Muhammadiyah di Kalasan. “Ber-Muhammadiyah itu intinya rapat, ngaji, rapat, ngaji. Insya Alloh akan banyak menebarkan manfaat dan kemaslahatan umat,” tegas Sunandar. Ketua PRM Purwo Utara, Wisnu Gesang dalam sambutan mangayubagyo para tamu menegaskan bahwa pihaknya menyambut gembira kegiatan kunsiroh dari PCM Kalasan dan akan dimanfaatkan sebagai media diskusi dan bertukar gagasan dalam banyak hal menyangkut dakwah Muhammadiyah di masyarakat wilayah Purwomartani Utara. Pihaknya juga selaras dengan Ketua PCM bahwa hanya dengan rapat dan ngaji akan bisa diwujudkan dakwah Muhammadiyah yang menggembirakan. Meski demikian, PRM Purwo Utara mengalami dinamisasi pergerakan persyarikatan, mengalami pasang surut dalam berkegiatan. Secara umum, kendala yang dihadapi adalah masalah pendanaan untuk kegiatan. Selama ini sumber pendanaan hanya mengandalkan sedekah pengurus dalam jumlah yang terbatas. Di samping itu, kebersamaan dan kekompakan para pengurus PRM perlu ditingkatkan. Sekretaris PRM Purwo Utara, Sriyana, menambahkan bahwa beliau berharap kunsiroh ini bisa menjadi ajang curhat mengenai capaian-capaian dakwah dan kendala-kendala yang ada. Sriyana menyadari sebagai pengurus PRM Purwo Utara yang bersentra di Bayen menjadi beban sekaligus tantangan yang mengasyikkan. Betapa tidak, karena Bayen dari dulu, sejak sebelum Kemerdekaan RI, warna Muhammadiyahnya sudah cukup kental. Karena itu, dinamisasi dan pasang surut perkembangan dakwah Muhammadiyah terkadang membahagiaan, tetapi lebih banyak menyesakkan hati. Beberapa fenomena yang mengiris hatinya misalnya: (1) Terjadi pengambilalihan pengelolaan masjid wakaf Muhammadiyah oleh ormas lain; (2) Minimnya partisipasi dan dukungan orang-orang yang bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah padahal sebenarnya bertempat tinggal di Bayen; dan (3) Terkadang terkendala dalam pencarian narasumber kegiatan pengajian; dan (4) Dukungan warga masyarakat, bahkan pengurus Muhammadiyah dalam kegiatan pengajian kurang greget. Menanggapi curhatan pengurus PRM Purwo Utara itu, beberapa Penguru PCM dan hadirin memberikan pertimbangan-pertimbangan, antara lain: (1) Kendala keuangan antara lain dapat diatasi dengan menjalin kerja sama yang harmonis dengan masjid-masjid arena Purwo Utara dalam penyelenggaraan sholat Iedul Fitri dan Iedul Adha sehingga PRM mendapat sharing dana infak. Di samping itu, bisa juga menggalakkan infak dan donatur lain; (2) Kasus pengambilalihan masjid wakaf Muhammadiyah. Pada dasarnya, dakwah Muhammadiyah itu seharusnya hadir untuk memberikan solusi yang secara riil dibutuhkan masyarakat. Biasanya kasus itu terjadi karena Muhammadiyah tidak bisa ‘ngopeni’ masjid tersebut sehingga pihak lainlah yang tampil. Dalam hal ini, PCM atau PRM tidak hadir saat masyarakat di sekitar masjid wakaf Muhammadiyah membutuhkan sosok yang dibutuhkan. Apabila hal ini terjadi, diperlukan pendekatan-pendekatan secara humanistik kepada tokoh-tokoh berpengaruh di masjid tersebut untuk mengingatkan dan menyadarkan bahwa masjid tersebut adalah masjid wakaf Muhammadiyah. Apabila sudah ada sinyal positif segera lakukan plangisasi masjid wakaf Muhammadiyah. Akan lebih baik, simbol-simbol yang bisa mengidentifikasikan ciri khas Muhammadiyah perlu dipasang di masjid tersebut, seperti Kalender Muhammadiyah, jam dinding atau jam digital berlogo Muhammadiyah, dsb.; (3) Krisis narasumber atau penceramah pengajian, baik untuk kebutuhan pengajian maupun khotbah Jumat. Dalam masalah ini, PCM perlu menyususn database ustadz-ustadz Muhammadiyah di Kalasan, lengkap dengan alamat dan nomor kontaknya. Data ini sangat stratejik dan multiguna mengingat banyak tokoh-tokoh agama dan akademikus Muhammadiyah yang tinggal di Kalasan. Apabila database ini tersusun dengan baik dan dikoordinasikan oleh PCM, disebarkan di masjid-masjid wakaf Muhammadiyah, masyarakat akan mendapat kemudahan dalam mengakses dan berkomunikasi apabila membutuhkan. Potensi ini juga bisa dikembangkan misalnya dengan menyusun teks khotbah Jumat bagi masjid-masjid wakaf Muhammadiyah. Apabila hal ini terwujud, sdah pasti menjadi nilai plus, bahkan ikon PCM Kalasan; (4) Perbaikan fasilitas pengajian yang memadahi. Dalam pengajian-pengajian akbar yang di gelar PCM di tempat terbuka, sepert lapangan, fasilitas sound system kurang memadahi. Agar seluruh jamaah pengajian yang jumlahnya ribuan bisa mendengar dengan baik, setidaknya diperlukan tiga perangkat sound system yang terdistribusi di bagian depan, tengah, dan belakang. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa pesan pengajian itu sampai kepada para jamaah dengan baik; dan (4) Untuk menggerakkan warga Muhammadiyah yang bekerja di AUM dan juga masyarakat, diperlukan himbauan secara terus-menerus melalui media yang tepat. Di Kalasan sebenarnya sudah ada media pembinaan kepada seluruh pekerja di AUM Kalasan, yaitu setiap bulan sekali dengan tingkat kehadiran mencapai 95%. Tentu saja media ini bisa digunakan secara efektif untuk mendorong warga Muhammadiyah yang bekerja di AUM berpartisipasi secara aktif, baik sebagai peserta, bahkan penggerak dakwah Muhammadiyah di sekitar tempat tinggalnya masing-masing. Mari kita bergandeng tangan, saling menguatkan untuk mewujudkan dakwah Muhammadiyah yang solutif dan menggembirakan. Semoga lelah kita menjadi lillah semata mengharap ridlo Alloh Swt. Reportase : H. Sarno R Sudibyo, M.Pd./ MPI PCM Kalasan; https://pcmkalasan.or.id//)
![]()
40 Tahun Mutemsa, Bersama Berbagi, Wujudkan Generasi Peduli dan Berkarakter Mulia
Tempel, Pdmsleman.Or.Id Rabu, 5 Februari 2025. SMK Muhammadiyah 1 Tempel (Mutemsa) memperingati Milad yang ke-40.Dalam agenda pekan Milad, Mutemsa menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti Corporate Social Responsibility (CSR), Parenting, hingga Pengajian Akbar.CSR diawali dengan kegiatan bersih masjid. Mutemsa menerjunkan tim guru dan murid untuk membersihkan tiga masjid di Srumbung Magelang dan Caturharjo Sleman.Di sekolah pun tim guru dan murid melayani Free Laundry & Permak, sambil memperkenalkan dua jurusan unggulan yaitu Perhotelan dan Desain Produk Busana.Dalam pelaksanaannya selama dua hari sebelumnya, Permak gratis telah menyelesaikan 50 pcs pakaian yg masuk baik dari warga sekolah maupun lingkungan sekitar sekolah. Sedangkan pada free Laundry, telah terpenuhi kurang lebih 15kg pakaian dari target 50kg yang ditawarkan sebagai kuota gratis.Dilanjutkan dengan Parenting pada hari ini, oleh dr. Inggar Bagus Wibisana, S. Ked., A.P., M.M.yang berpesan, “Cara untuk mencegah berbagai macam jenis kenakalan remaja, harus bersinergi antara orang tua dengan pihak sekolah karena pola asuh anak menjadi tanggung jawab bersama.”Pekan Milad masih akan berlanjut hingga hari Sabtu, 8 Februari 2025 dengan CSR Free Laundry & Permak serta Pengajian Akbar oleh Drs. H. Purwana, MA yang dimeriahkan dengan bazaar sembako hingga cek kesehatan gratis.Sesuai dengan tema Milad Mutemsa tahun ini, semua kegiatan bertujuan untuk berbagi, peduli dan mewujudkan Karakter Mulia. Info PPDB :08112650222 (admin)bit.ly/mutemsa_ppdb2025 (link pendaftaran) Reportase : Errista Dewanti, S. Pd. SMK Muhammadiyah 1 Tempel Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
KAJIAN AHAD PAGI | Ustadz Prof. DR. Subhan Afifi, S.Sos., M.Si | Masjid Ahmad Dahlan Rejodani
NGAGLIK BERKEMAJUAN
![]()
PCM Kalasan Launching TOKOMU
Kalasan, Pdmsleman.Or.Id Pada hari Senin, 3 Februari 2025 PCM Kalasan melaunching unit usaha baru dalam bisnis penjualan barang-barang kebutuhan masyarakat yaitu TokoMu, berlokasi di Jetis RT 05/ RW 035, Tamanmartani, Kalasan. Area TokoMu luasnya sekira 3 x 5 m itu menyediakan barang-barang seperti beras, gula, minyak, peralatan mandi, dan barang-barang kelontong lainnya. Launching TokoMu ditandai dengan penyerahan bantuan sembako kepada warga kurang mampu melalui PCM Kalasan yang diterima oleh Wakil Ketua PCM Kalasan, Drs. H. Maryanto disaksikan oleh Wakil Ketua PDM Sleman, Drs. H. Irfan Haris, dilanjutkan dengan sesi meninjau toko sambil berbelanja. Irfan menyambut gembira dibukanya TokoMu yang dikelola oleh Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata berkolaborasi dengan LazisMu PCM Kalasan. “Unit Usaha TokoMu ini merupakan yang pertama didirikan di Sleman. Saya berharap TokoMu dikelola secara syariah untuk mewujudkan dakwah Muhammadiyah yang menghadirkan kesejahteraan bersama,” kata pak Irfan. Sementara itu, Wakil Ketua PCM Kalasan, Drs. H. Budi Sarwanto, M.Si., berpesan dengan menyitir hadits Nabi Saw., yang isinya hendaklah kita menjadi muslim yang kuat karena orang muikmin yang kuat lebih dicintai Alloh, yaitu kuat imannya dan kuat ekonominya. Berdagang merupakan salah satu profesi yang disunahkan rasululloh karena sesungguhnya 90% rezeki itu dari berdagang. Karena itu, beliau berpesan agar TokoMu menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam pengelolaannya agar menghadirkan rezeki yang berkah. Budi Sarwanto juga mengingatkan pesan Nabi, janganlah kamu memakan harta saudaramu dengan cara yang batil. Pengelola TokoMu, Eko Wulantara, menjelaskan bahwa toko yang bertempat di kediamannya itu modal awalnya sekitar 29 juta, terdiri dari biaya belanja kulakan barang-barang penjualan dan penyediaan fasilitas pendukung seperti rak dan komputer kasir toko untuk pencatatan pembelian dan penjualan barang. Sementara itu, Eko Susatyo, yang juga Ketua Lazismu PCM Kalasan menjelaskan bahwa modal awal itu berasal dari iuran 26 anggota PCM Kalasan yang dirintis sejak tahun 2022 hingga sekarang. Agar dana yang terkumpul itu produktif dan memberi kemaslahatan umat, Duo Eko itu mengambil inisiatif untuk mendirikan TokoMu. Eko Susatyo menambahkan bahwa sementara ini operasional toko sehari-hari dibantu oleh satu karyawan lulusan SMA Muhammadiyah Kalasan binaan Lazismu. Dalam sambutan arahannya, Drs. H. Irfan Haris, Wakil Ketua PDM Sleman yang membidangi Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata, memaparkan bahwa idealnya TokoMu menjadi bagian dari unit usaha Koperasi PCM Kalasan yang dikelola secara syariah. Karena itu, beliau menekankan perlunya dilakukan langkah-langkah stratejik melanjutkan yang sudah dirintis selama ini. Apabila sudah terbentuk Koperasi PCM Sleman, hendaklah diupayakan koperasi yang berbadan hukum dan segera dilakukan penyusunan AD/ART secara rapi, lengkap, dan detail. Dengan begitu, nantinya Koperasi PCM bisa memanfaatkan program pelatihan dan menggaet dana bantuan dari pemerintah. Hal-hal yang musti mendapat perhatian dari usaha TokoMu sebagai unit usaha Koperasi PCM Kalasan, antara lain: (1) Shigot pemakaian keuangan harus jelas diatur dalam AD/ART; (2) penyepakatan yang jelas antara pengurus Koperasi dan pengelola TokoMu, perlu diatur secara rinci apabila pengurus merangkap sebagai pengelola TokoMu; (2) Tata kelola sistem akuntansi harus tercatat secara tertib dan rapi sehingga data harian ter-update secara realtime; (3) pengaturan SHU secara adil dan transparan; (4) Sirkah yang jelas, misalnya, bolehkah ada simpanan wajib khusus anggota sebagai modal penyertaan; (5) Kemungkinan perluasan usaha dan barang dagangan, misalnya apakah akan dikembangkan dengan unit usaha simpan pinjam; (6) Ada baiknya seluruh anggota memberikan data jumlah kebutuhan bulanan untuk pembuatan rancangan ritail penjualan sehingga menguntungkan koperasi; (7) Perlunya penegasan model toko musawamah, yakni jual beli yang tidak diketahui pokoknya. Jujur, tidak mencampurkan barang yang baik dengan barang yang jelek untuk dijual. ( H. Sarno R Sudibyo, M.Pd./ MPI PCM Kalasan https:pcmkalasan.or.id )
![]()
PERESMIAN RUANG PAMER MUSEUM MUHAMMADIYAH “Zona Muhammadiyah Untuk Indonesia”
![]()
MPI PDM Sleman Hadiri Menteri Kebudayaan Resmikan Ruang Pamer Museum Muhammadiyah, “Muhammadiyah untuk Indonesia”
Yogyakarta, Pdmsleman.Or.id MPI PDM Sleman yang diwakili Arief Hartanto dan Tri Muriana Budianto ST hadir dalam acara Peresmian Ruang Pamer Muhammadiyah Museum Muhammadiyah Senin 3 Februari 2025 bertempat Amphiteater Museum Muhammadiyah Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Jln. Ahmad Yani, Banguntapan Bantul. Ruang Pamer Muhammadiyah “Muhammadiyah untuk Indonesia” yang terletak di Lantai 3 dan 4 Museum Muhammadiyah diresmikan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia DR. Fadli Zon M.Sc dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. DR. Haedar Nashir M.Si. Acara Peresmian Ruang Pamer Muhammadiyah “Muhammadiyah untuk Indonesia”, Lantai 3 dan 4 Museum Muhammadiyah diresmikan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Rektor, Prof. Dr. Muchlas, M.T. sekaligus Ketua MPI PP Muhammadiyah dalamlaporannya menguraikan sejarah awal sejak Museum Muhammadiyah digagas dan dibangun. Museum Muhammadiyah telah memasuki tahun ketiga operasionalnya terhitung sejak dibuka pada tahun 2022 yang lalu dan museum ini menjadi salah satu Museum terbesar di Yogyakarta dengan keberhasilannya menaikkan jumlah kunjungan dan juga Pengembangan yang dilakukan terus-menerus terhitung ber awal tahun 2025 ini jumlah pengunjung mencapai 100.669 orang pengunjung dengan rata-rata 3.000 pengunjung per bulan dan mulai 1 tahun yang lalu ditarik tiket museum untuk mendukung biaya operasional. Dalam perkembangannya sampai saat ini bisa menjadi museum yang terbesar di wilayah Yogyakarta baik dari segi fasilitas maupun jumlah pengunjungnya. Dalam kesempatan ini juga disampikan betapa Indonesia terkenal dengan mega-diversity, yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia. istilah mega-diversity, yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia dari Sabang hingga Merauke, memberikan potensi besar bagi Indonesia untuk menjadi pusat kebudayaan dunia dan bisa menjadi adidaya di bidang ekonomi atau politik, tetapi juga superpower di bidang kebudayaan. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir menyampaikan betapa pentingnya peran museum yang tidak semata sebagai tempat menyimpan sejarah, tetapi juga harus memiliki nilai hidup yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang. “Hari ini, kita tidak hanya berbicara tentang museum, tetapi juga tentang bagaimana menjadikannya sebagai ruang nilai yang hidup (living value). Turut hadir dalam kali ini Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membidangi Pustaka dan Informasi Prof Dr Dadang Ahmad, Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten dan kota, Kepala museum se-Daerah Istimewa Yogyakarta, forum dan komunitas museum sedaerah Istimewa Yogyakarta, Ketua program Studi Sejarah dan Arkeologi Perguruan Tinggi Negeri dan swasta, pimpinan perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah, Lembaga Seni Budaya dan Majelis Pustaka Informasi dari tingkat Pimpingan Pusat sampai dengan tingkat Wilayah dan Daerah, Badan Pembina harian UAD serta pengembang museum Muhammadiyah dan media. Reportase Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Ribuan Peserta Jalan Sehat Padati Milad ke – 77 tahun SMP Muhammadiyah 1 Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id SLEMAN – SMP Muhammadiyah 1 Sleman ( MUSELA) menggelar perayaan acara Milad ke – 77 tahun dengan mengadakan acara jalan sehat yang merupakan acara puncak dari serangkaian kegiatan yang diadakan oleh sekolah. Acara jalan sehat yang dilaksanakan pada hari Ahad, 2 Februari 2025 ini berpusat di Lapangan Sport Center SMP Muhammadiyah 1 Sleman dengan mencetak sebanyak 4.000 tiket dan dihadiri oleh kurang lebih 4.000 peserta. Dalam acara ini, berkesempatan hadir Ketua PCM Sleman Bapak Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T.,M.T., IPM yang sekaligus melakukan pelepasan peserta jalan sehat. Hadir juga dalam acara tersebut Panewu Anom Kapanewon Sleman, PCM Sleman, Kepala Dukuh Panggeran, Kepala Sekolah SMK / SMA dan SD / MI mitra sekolah, dan seluruh guru, karyawan, peserta didik, wali murid serta Masyarakat umum. “Selamat milad ke – 77 untuk SMP Muhammadiyah 1 Sleman dan beliau meminta support kepada masyarakat karena diumur yang segini sudah banyak mencetak lulusan terbaik “ ujar ketua PCM Sleman Kegembiraan dan antusias peserta jalan sehat tampak terbesit saat pembawa acara Devitri Rahmawati dan Prasetya Dhimejo membagikan doorprize mulai dari sembako dan aneka hadiah yang disiapkan panitia diantaranya ada mesin cuci, televisi, kipas angin, mejikom, dan alat elektronik lainnya serta hadiah utama yaitu sepeda motor YAMAHA Tidak hanya membagikan doorprize, Devitri dan prasetya juga memberikan penghargaan dan hadiah kepada pemenang lomba minat bakat #AKSIMU#4 berupa sertifikat, piala dan uang pembinaan serta beasiswa kepada peserta jika mendaftarkan anggota keluarga ke SMP Muhammadiyah 1 Sleman. Selain acara jalan sehat yang terlaksana dengan baik, acara ini juga dimeriahkan dengan kehadiran Vlamora Feat Lintang Chiera serta penampilan peserta didik dalam alunan drumband Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Sleman, Bapak Amin Darojad, S.Pd.I menuturkan “ acara jalan sehat ini menjadi acara puncak kegiatan milad SMP Muhammadiyah 1 Sleman yang ke – 77 dan hari ini semuanya menjadi bagian dari Sejarah musela yang ke – 77. Masih banyak hal yang menyenangkan sekali untuk itu kami, maka dari itu kami berterimakasih kepada para senior yang hadir dan memberikan support dan kepada bapak ibu semuanya yang sudah berpartisipasi ” tuturnya dalam sambutan.
![]()
Abdimas UMY, Ketua PP Aisyiyah di PCA Tempel Sleman, Seminar Antisipasi Perubahan Iklim
Tempel, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Aisyiyah Tempel mengadakan acara seminar dengan tajuk Pendidikan Kesehatan Keluarga dalam Mengantisipasi Perubahan Iklim pada Ahad, 2 Februari 2025 di Gedung Dakwah Darul Ulum Sanggrahan Mororejo Tempel Sleman. “Acara ini terlaksana berkat kerjasama dengan UMY dari Program Pengabdian Masyarakat. Alhamdilillah peserta dari PCA dan perwakilan masing-masing 3 orang dari 9 PRA hadir. Kami harap peserta nanti menyampaikan ilmu yang didapat kepada masing-masing PRAnya, ” ungkap Banun Rohyatiningsih, S.Pd.SD., Ketua PCA Tempel. Kegiatan diisi oleh tiga narasumber, sesi I Ibu Salamah Orbayinah, sesi II Ibu Lucitania Rizki, S.IP, MM, dan sesi III Bapak Dr. Sugeng Riyanto, S. IP, M. Si. “Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah bagaimana warga Aisyiyah mampu menjalankan tugas dan fungsinya di masyarakat dalam mengemban amanah risalah Aisyiyah berkemajuan. Termasuk salah satunya upaya menjaga lingkungan dari perubahan-perubahan iklim, ” ucap Ibu Salamah Orbayinah, Ketua PP Aisyiyah. Pada sesi I ini lebih lanjut beliau menjelaskan tentang 10 komitmen perempuan berkemajuan termasuk diantaranya bagaimana perempuan menguasai IPTEK dan berperan dalam pelestarian lingkungan. Pada sesi II narasumber mengupas lebih detail mengenai apa itu Perubahan Iklim, penyebab perubahan iklim, akibat cuaca ekstrim, tentang pemanasan global, dan apa peran yang bisa dilakukan.“Jika sering terjadi bencana dan kerusakan lingkungan maka kedepan akan mempengaruhi kondisi sosial ekomomi manusia. Apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga lingkungan diantaranya mengurangi penggunaan plastik, mengolah sampah, penghijauan, ” tandas Ibu Lucitania Rizki, S. IP, MM yang sehari-hari bekerja sebagai Kepala Urusan Internasional UTY. Sesi III disampaikan tentang Gaya Hidup Sehat untuk menghadapi Perubahan Cuaca Ekstrim.“Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menghadapi perubahan iklim adalah banyak minum air putih, makan makanan bergizi, olahraga, menjaga lingkungan bersih dan lestari, penghijauan, ” ujar Bapak Dr. Sugeng Riyanto, S. IP, M. Si., Dosen HI UMY. Setelah paparan narasumber, dilanjutkan sesi diskusi, lalu acara ditutup dengan pemberian bibit tanaman alpukat dari UMY untuk PCA Tempel. Reportase Pamuji Sri S, S.Si MPI PDM SLeman Editor Arief Hartanto SE, MPI PDM Sleman
![]()