Sleman, Pdmsleman.Or.Id “ Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga sangat penting mengetahui seluk beluk kebencanaan. Dengan harapan dapat tersusun dalam wadah kurikulum kebencanaan di sekolah-sekolah, sehingga warga sekolah, terutama siswa dan siswi mempunyai gambaran untuk melindungi dirinya saat terjadi bencana” sebagaimana disampaikan Frof. Zahrul Mufrodi Kegiatan Penguatan Kapasitas Sekolah Muhammadiyah/Aisyiyah Menuju Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Kapanewon Sleman yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 Maret 2024 bertempat di Aula SD Muhammadiyah Sleman yang beralamat di jalan Kenari, Srimulyo, Triharjo, Sleman. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Sosialisasi Mitigasi Bencana oleh PMK UAD yang telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Februari 2024 di SMK Muhammadiyah Sleman. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM., bersama tim Afan Kurniawan, S.T, M.T, Dholina Inang Pambudi, M.Pd, Oktomi Wijaya, S.KM, M.Sc. Kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan-sambutan, pemaparan materi dan diskusi, penutup dan foto bersama. Sambutan dari ketua PAUD Dasmen, Drs. Muhasdi Tuante, dan sambutan Tim PKM UAD disampaikan oleh Prof. Dr.Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM. Untuk pemaparan materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja disampaikan oleh Afan Kurniawan dan Materi Pengukuran Bencana disampaikan oleh Oktomi Wijaya, E. kM., M.Sc. dan dilanjuntukan diskusi bersama Dholina Inang Pambudi, M. Pd. Peserta antusias mengikuti kegiatan in, peserta diajak untuk diskusi. Peserta yang hadir adalah kepala sekolah / perwakilan dari paud sampai SMA, perwakilan LLHPB, PCA dan PCM Sleman. Turut mengundang Majelis PAUD Dasmen PCM Sleman. Reportase Dewi Novita S.Pd PCA Sleman
Tempel, Pdmsleman.Or.id Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Tempel selama 3 hari menjadi titik awal para siswa siswi mendapatkan sebutan “kompeten”. Ujian yang dilaksanakan pada hari Selasa-Kamis, 5-7 Maret 2024 diikuti oleh siswa siswi kelas XII dari 4 kompetensi keahlian yaitu OTKP, AKL, Perhotelan, dan Tata Busana. Ada satu hal yang menarik perhatian dari pelaksanaan UKK tahun ini. Para siswi jurusan Tata Busana menghasilkan produk berupa busana casual dengan Tenun tradisional khas Jawa Tengah. Dalam waktu 3 hari, para siswi berhasil menyelesaikan UKK tersebut dan menghasilkan pakaian wanita dengan model kekinian yang banyak mengundang komentar positif. Kepala SMK Muhammadiyah 1 Tempel, Broto Purwanto,S.Pd.,M.S.I. bahkan sangat mengapresiasi hasil karya tersebut dan langsung menanyakan bandrol harga untuk busana busana tersebut karena beliau juga menyebarkluaskannya di media sosial. Kain tenun yang disiapkan sebelumnya oleh 2 orang guru Tata Busana yaitu Ibu Siwi Triharjanti, S.Pd. T dan Ibu Barokatus Aminah, S.Pd. merupakan kain tenun yang dibuat terbatas atau limited edition. Dengan berakhirnya UKK ini, diharapkan para siswa siswi SMK Muhammmadiyah 1 Tempel nantinya dapat bersaing secara kompeten di dunia kerja serta dunia industri (DU/DI). Info PPDB : Kontributor : Errista Dewanti, S.Pd. SMK Muhammadiyah 1 Tempel
Bandung, Pdmsleman.Or.Id Olympiade Ahmad Dahlan (OLYMPICAD) Nasional VII merupakan ajang kompetisi pengembangan bakat dan minat siswa Sekolah/Madrasah di seluruh wilayah Indonesia yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat. Sebanyak 221 sekolah Muhammadiyah telah mendaftar . Tahun ini diselenggarakan di Bandung Jawa Barat 6-8 Maret 2024sebagai tuan rumahnya. Dr.Didi Suhardi selaku Ketua Majlis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa “OlympicAD ini bukan hanya sekedar kompetisi antar sekolah Muhammadiyah se Indonesia namun juga sebagai wahana silaturahmi dan tukar pengalaman sesama AUM pendidikan” Kafilah DIY pada OlympicAD VII ini mengirim sekitar 800 peserta yang terdiri dari Siswa SD, SMP, SMA, SMK, MA dan juga guru dan kepala sekolah yang ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang lomba, sebgaaimana disampaikan Edy Purwanto KS SMKM Minggir Sleman kepada redaksi pada Jum’at sore, “ Berbagai cabang lomba seperti olympiade mata pelajaran, keagamaan, musik dan bestpractice kepala sekolah dan guru diikuti oleh kafilah DI Yogayakarta” seperti yang disampaikan Ahmad Muhamad Ketua Majlis Dikdasmen PNF PWM DIY. Alhamdulillah dengan jumlah peserta sekitar 800 an mampu menjadi juara umum ke dua setelah Jawa Tengah yang mengirimkan lebih dari 2000an peserta. Olympicad VII Nasional Bandung mendudukkan Jawa Tengah sebagai juara umum, Runner Up DIY, Ketiga Jawa Timur, Keempat Jawa Barat, Kelima DKI Jakarta dan Keenam Lampung. Melalui berbagai cabang lomba, peserta OLYMPICAD akan diuji kemampuan, gagasan, dan keterampilannya dalam memecahkan masalah, serta kemampuannya membangun jaringan dalam bidang pendidikan. Setiap cabang lomba diproyeksikan memberikan kontribusi secara signifikan bagi pengembangan bakat dan minat peserta OLYMPICAD. Ajang lomba yang diikuti siswa dan guru dirancang untuk menguji kemampuan mereka dalam berkompetisi secara sportif sehingga mampu meningkatkan kemampuan dan kepercayaannya. Beberapa cabang lomba dalam OLYMPICAD diharapkan memberikan efek positif dalam membina kemampuan, keterampilan, dan kreativitas siswa dan guru. Kontributor Edy Purwanto S.Pd KS SMKM Minggir Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman
Catatan kecil.__ Jumat, 1 Maret 2024. Bertempat di Masjid Assyifa PDM Sleman, TPD SQ Sleman telah mengadakan Forum Kunsiroh. Dengan pembicara utama, calon DPD utusan Muhammadiyah. Yakni : Ir. Ahmad Syauqi Soeratno. Forum Kunsiroh ini juga dihadiri oleh Ketua TPW SQ DIY, Ketua TPD SQ Sleman, Ketu PDM Sleman, Ketua PDA Sleman, seluruh Ketua PCM se-Sleman, seluruh ketua PCA se-Sleman, seluruh Ketua TPC SQ se -Sleman, Sekoci Aisyiyah dan sejumlah relawan. Di awal acara, ketua TPD SQ Sleman : Kang Darojad mengatakan bahwa : “up date perolehan suara SQ di Sleman, sampai saat ini sebesar : 114.534 suara”. Perolehan ini melebihi ekspektasi. Target untuk TPD Sleman hanya sebesar 94.000 suara. Ini adalah buah dari kerja keras dari semua pihak. Yang tak kenal lelah. Mulai dari jauh hari sebelum pemungutan sampai di akhir rekap suara di Kabupaten. “Berkaca kepada hasil perolehan dari DPD yang lalu, sebetulnya kami di TPD ini sempat khawatir juga. Apakah perolehan suara SQ bisa mencapai target ?”, katanya. “Bahkan, beberapa hari sebelum pencoblosan, terutama di H-3 sampai H – 1, sempat berhembus isu. Ada sebuah survey yang menempatkan SQ itu berada di posisi 5 atau 6”, sambungnya. “Kami kemudian introspeksi ke dalam. Mencoba ngobrol di internal TPD. Ditemukan bukti bahwa : kabar itu tak jelas sumbernya. Siapa yang melakukan survey. Dan apa motifnya”. “Kesimpulannya, isu itu rasah digagas. Tetap fokus kepada sistem yang sudah disepakati dan sekarang sudah berjalan”, ujarnya. Hal senada juga disampaikan oleh pembicara kedua. Yakni : Ir. Asnan Latif, selaku Ketua TPW SQ DIY. Ir. Asnan Latif mengatakan bahwa : “perolehan suara SQ di Sleman yang begitu tinggi itu tak akan diperoleh tanpa sebuah kerja keras yang luar biasa dari semua pihak”. “Ini adalah sebuah pencapaian yang istimewa. Jauh lebih tinggi dibanding perolehan suara DPD periode sebelumnya. Yang hanya mendapat 49 ribuan”, tambahnya. “Ini adalah bukti adanya konsolidasi dari semua komponen warga Muhammadiyah. Baik PDM, PDA, PCM, PCA, PRM, PRA, Sekoci Aisyiyah, saksi dan relawan”, sambungnya. Atas keberhasilan peningkatan yang luar biasa ini kita perlu melakukan refleksi. Bagai mana caranya ? “Pertama”, dengan bersyukur kepada Allah. Keberhasilan ini semata mata adalah nikmat dari Allah SWT. Tanpa ridha dan anugerahNya, semua ini tak akan kita bisa capai. Sekalipun segala kemampuan telah kita kerahkan. “Kedua”, kenikmatan atau keberhasilan ini sesungguhnya adalah ujian. Sebagaimana Allah telah berfirman dalam Surat Az Zumar 49 : “Maka apabila manusia ditimpa bencana dia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan nikmat Kami kepadanya dia berkata, “Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena kepintaranku.” Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”. Maka, sudah sepantasnyalah jika kita kemudian melakukan kedua cara refleksi itu. Pada sesi akhir Forum Kunsiroh, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno memberikan sambutan. Kembali, Ir. Syauqi menyampaikan bahwa. keberhasilan TPD Sleman yang telah mendapatkan 114.532 suara adalah keberhasilan dari seluruh warga Muhammadiyah Sleman. Tidak boleh ada klaim sepihak bahwa pihaknyalah yang paling besar dalam memberikan kontribusi atas keberhasilan ini. “Kendati masih belum resmi dan final, tetapi secara umum kita sudah mendapatkan data. Bahwa total suara Syauqi di seluruh DIY adalah berkisar 390 ribu suara”, jelas Ir. Syauqi. Lebih lanjut, Ir. Syauqi menambahkan bahwa semua elemen warga Muhammadiyah DIY :“pertama”, wajib bersyukur atas capaian ini. “kedua”, ke depan, Muhammadiyah harus bisa menjawab tantangan atas persoalan yang dihadapi warga. Bagaimana cara kita menjawab tantangan itu ? Strateginya kita harus bersama sama dalam barisan dan shof yg rapat dan rapi. Dengan barusan yang rapat dan rapi itu Insya Allah kita akan bisa membangun bangunan yg kokoh dan kuat. Bangunan yang bukan hanya sebagai tempat perlindungan, namun juga bisa memberikan manfaat bagi warganya. Hmmm …..,Ternyata kerja belum selesai.(*) Minggir, 5 Maret 2024.Selepas Dzuhur. Uwik DS.
Catatan kecil. (Spesial SQ bagian terakhir)_ Sesaat, setelah selesainya input data di Ngloji malam itu, saya sempatkan melihat perolehan terakhir suara Syauqi di Minggir. Hasilnya : 5.440. Alhamdulillah. Target : 5.300, terlewati. Saya kira, semuanya selesai. Ternyata belum. Esok malamnya, Kang Darojad melalui Group TPD DPD SQ menyampaikan pengumuman. Bahwa, esok hari saksi PPK sudah mulai melakukan rekapitulasi di tingkat kecamatan. “Saksi PPK ?. Waduh, apa maneh iki ?”, batin saya. Saya jadi teringat tentang “Saksi PPK” itu. Saya merasa pernah mengirimkan Surat Mandat untuk Saksi PPK ke Kecamatan. Untuk Saksi DPD Syauqi. Nama saksinya : saya sendiri. Dalam undangan tertulis, rekap suara akan diadakan hari Jumat, 16 Februari 2024. Mulai jam 08.30. Saya betul betul tidak punya pengetahuan sedikitpun tentang rekap suara di kecamatan itu. Dengan penuh percaya diri, saya datang memenuhi undangan. Saya agak terlambat. Saya langsung ikut bergabung di aula depan kecamatan. Rupanya, agenda rekap suara itu dibagi dua bagian. Istilah mereka : dibagi dua panel. Panel pertama, di aula bawah. Adalah rekap suara untuk Sendangagung. Sedangkan, panel kedua untuk Sendangmulyo. Yang baru akan dilakukan siang harinya. Setelah Sholat Jumat. Tempatnya di ruang atas kecamatan. Sesuai arahan dari Kang Darojad, maka saya telah membawa salinan C1 hasil DPD Syauqi. Saya mencoba “membaca” : apa dan bagaimana sebenarnya rekap suara itu ? Akhirnya, sayapun paham. Awalnya, perkiraan saya, acara rekap itu akan berjalan hanya satu jam. Atau, paling lama dua jam saja. Ternyata, setelah 2 jam, pembacaan rekap suara itu baru bisa menyelesaikan 3 TPS. Padahal, TPS di Sendangagung jumlahnya 33 TPS. Itu baru Sendangagung. “Alamaaak ! … Bisa sampai Subuh lagi ini”, batin saya. Terlanjur basah. Saya kuat kuatkan. Tapi ternyata, saya betul betul tidak kuat.Akhirnya, sayapun menyerah. Pukul 20.00, saya meminta tolong kepada relawan di group TPC SQ Minggir. “Adakah yang bisa ikut membantu menjadi Saksi PPK, menjaga rekap suara Syauqi di kecamatan ?”, tanya saya, di group itu. Tak butuh waktu lama, pertanyaan itu langsung direspon oleh Mas Yoga. “Siap … Ba’da Maghrib nanti langsung meluncur ke Kecamatan”, jawabnya. Ternyata, ibu ibu Aisyiyah juga tidak ketinggalan. Ibu Istariyah, Ketua PCA Minggir dan Ibu Tri Suci juga memberikan empati. Mereka ikut “ngancani” kami dari sore, setelah Maghrib sampai sekitar jam 22.00. Mas Yoga datang tepat pada waktunya. Ia yang menggantikan posisi saya. Saya hanya sanggup bertahan sampai pukul 21.00. Selanjutnya, saya otw meluncur pulang. Begitu sampai rumah, HP saya bergetar. Ada WA masuk. Nomer tak dikenal. “Assalammu ‘alaikum Pak Dwi. Apakah saya boleh berpartisipasi untuk ikut menjaga rekap suara di Kecamatan ?”, tanyanya. “Oh boleh … Dengan senang hati. Ini dengan siapa ?”, kata saya. “Saya Syifa, Pak !”. “Loh kok tahu info rekap suara dari mana ?”, sambung saya. “Dari group SQ Minggir, Pak. Saya kan saksi Syauqi juga. Di TPS Tengahan”, jelasnya. “Lha ini kok nomernya gak dikenal ?”, tanya saya. “Nomer baru, Pak” “O walah….. “. Akhirnya, dua hari ke depannya – atas bantuan relawan yang lain : Mbak Syifa, Ibu Tri Suci, Mas Yunar, Mas Sumadi dan Mas Basyori-, kami bisa mengawal dan mengikuti rekap suara itu sampai selesai. Di hari terakhir, Panwas di kecamatan memberikan pengumuman, bahwa serangkaian agenda rekap suara nanti akan diakhiri dengan Sidang Pleno. Yang waktunya akan ditentukan kemudian. “Apa maneh iki Sidang Pleno ?”, batin saya. Akhirnya, kamipun mendapat undangan untuk menghadiri Sidang Pleno. Waktunya : Selasa, 20 Februari 2024. Jam 19.30. Bertempat di ruang sidang lantai atas kecamatan. Seperti waktu rekap suara sebelumnya, maka saya mencoba “membaca” apa dan bagaimana itu Sidang Pleno. Saya mengikuti tahap demi tahap. Sayapun, kembali kecele. Saya pikir, prosesnya akan berlangsung singkat. Ternyata, dugaan saya salah lagi. Justru, inilah tahapan terlama dan paling membosankan, yang saya alami sepanjang proses pemungutan suara ini. Pekerjaannya monoton. Hanya ada 3 jenis.Yakni :pertama :, pembukaan dan sambutan. Dimulai pukul 20.00 sampai 21.00. kedua :, mendengarkan pembacaan rekap perolehan suara per Kalurahan. Dimulai pukul 21.00 sampai 02.00. ketiga :, menandatangani ratusan lembar berkas salinan D hasil. Dimulai pukul 02.00 sampai total selesai jam 06.00. Alhamdulillah, akhirnyapun selesai juga. Salinan rekapan hasil D kecamatan itu sudah saya dapatkan. Sebelum pulang, tiba tiba, saya teringat sesuatu. Saya kembali melihat salinan D hasil. Sekedar memastikan, jumlahnya : 5.440. Persis dengan hasil inputan tim IT TPC SQ.* Catatan kecil spesial SQ ini adalah sebuah goresan pena dari saya, seorang yang belum pernah terlibat dalam urusan seperti sebelumnya. Ternyata, tahapan tahapannya sangat mengharu biru. Capek, lapar, haus, ngantuk berbaur dengan kelucuan, terkadang konyol, sedikit marah dan lain lain. Saya salut atas dukungan dan partisipasi dari semua pihak. Kerjasama dari PCM Minggir beserta seluruh ortomnya, terbukti telah teruji. Selanjutnya, saya mohon maaf, bila dalam penulisan, ada kata atau apapun, yang dianggap salah. Yang menyinggung atau membuat ketidaknyamanan. Hanya cukup sampai di sini, saya dan kami dari TPC SQ Minggir bisa mengawal suara Syauqi. Selamat untuk Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, Insha Allah bisa mengemban amanah dari persyarikatan yang kita cintai ini. Semoga, kelak bisa bertatap muka dengan beliau. (*)Minggir, 27 Feb. 2024. Uwik DS.
Bandung, Pdmsleman.Or.Id Kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Depok Sleman Yogyakarta, Hendro Sucipto, M.Pd sukses mengukir prestasi nasional dan mempersembahkan medali emas untuk kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta di ajang bergengsi yakni Olimpiade Ahmad Dahlan atau OlympicAD VII yang berlangsung pada Kamis 7 Maret 2024 bertempat di Unisa atau Universitas Aisyiyah Bandung. Pada kesempatan tadi siang menyampaikan Best Practice kategori Sekolah Inklusi dengan judul: Pengembangan Program SMART Untuk Meningkatkan Minat dan Bakat Siswa ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) di Sekolah Inklusi SMP Muhammadiyah 2 Depok Sleman Yogyakarta Dihadapan dewan juri Hendro Sucipto, M.Pd yang juga sebagai Ketua BKS (Badan Kerjasama Sekolah) SMP Muhammadiyah se-Sleman bahwa Best Practice ini dimulai dengan membuat program perencanaan, pelaksanaan dan hasil pengembangan program SMART (School, Modern, Attitude, Religi dan Teknologi). Adapun pelaporan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Tujuan utama dari program SMART adalah untuk menyediakan interaksi yanglebih tinggi diseluruh lingkungan sekolah. Meningkatkan kualitas pendidikan denganmelibatkan semua pihak yang ada di lingkungan sekolah, meningkatkan efektifitasdalam hal belajar mengajar dengan menggunakan teknologi, meningkatkan leveledukasi anak dengan sasaran digital dan meningkatkan kepuasan orang tua dengansasaran digital yang dapat membantu komunikasi dan informasi terhadapperkembangan peserta didik dan sekolah. “Prestasi ini juga buah dari kerjasama dengan guru Bimbingan dan Konseling yakni Elita Permatasari S.Pd serta segenap guru dan karyawan serta orang tua siswa SMP Muhammadiyah 2 Depok Sleman Yogyakarta.” OlympicAD dilaksanakan setiap 2 tahun sekali yang diikuti oleh siswa, guru dan kepala sekolah SMP SMA/K Muhammadiyah se-Indonesia. Adapun pengumuman Hasil Lomba Best Practice Penyelenggaran Pendidikan Inklusi Tingkat SMP/MTs pada Olympiade Ahmad Dahlan ke-7 Tahun 2024 sebagai Berikut : Lima Terbaik Mendapat Medali Emas1 SMP Muhammadiyah 2 Malang Supriyanto Skor/Nilai 90,12 SMP Muhammadiyah 2 Depok Sleman Hendro Sucipto, M.Pd 89,653 SMP Islam Kreatif Muhammadiyah Cianjur Nindy Victoria Erawan 89,24 MTs Muhammadiyah Bantul Ma’ruf Yuniarno, MA 84,3755 SMP Muh 2 Yogyakarta Yeni Muhliawati, S.Pd., M.Psi 83,9 Lima Terbaik Kedua mendapat Medali Perak sebagai berikut: 6 SMP Muhammadiyah Salatiga Savitri Dewi 78,8257 SMP Muhammadiyah 8 Bandung Shilhiya Khairi Nafs, M.A 77,3258 SMP Lab School FIP UMJ Dindin Rosyidin, M.Pd 77,29 SMP Muhammadiyah Playen Gunungkidul DIY Dwi Riastuti, M.Pd 74,97510 SMP Muhammadiyah Gayo Luwes Nurul Husna, S.Pd 74,525 Satu Terbaik ketiga Mendapat Medali Perunggu 11 SMP Muhammadiyah 5 Cimahi Nenden Ariyani, S.Pd 71,875 Reportase H. Wahdan arifudin S.Pd, KS SMPM 1 Tempel, MPI PDM Sleman
Tempel, Pdmsleman.Or.Id Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Tempel selama 3 hari menjadi titik awal para siswa siswi mendapatkan sebutan “kompeten”. Ujian yang dilaksanakan pada hari Selasa-Kamis, 5-7 Maret 2024 diikuti oleh siswa siswi kelas XII dari 4 kompetensi keahlian yaitu OTKP, AKL, Perhotelan, dan Tata Busana. Ada satu hal yang menarik perhatian dari pelaksanaan UKK tahun ini. Para siswi jurusan Tata Busana menghasilkan produk berupa busana casual dengan Tenun tradisional khas Jawa Tengah. Dalam waktu 3 hari, para siswi berhasil menyelesaikan UKK tersebut dan menghasilkan pakaian wanita dengan model kekinian yang banyak mengundang komentar positif. Kepala SMK Muhammadiyah 1 Tempel, Broto Purwanto,S.Pd.,M.S.I. bahkan sangat mengapresiasi hasil karya tersebut dan langsung menanyakan bandrol harga untuk busana busana tersebut karena beliau juga menyebarkluaskannya di media sosial. Kain tenun yang disiapkan sebelumnya oleh 2 orang guru Tata Busana yaitu Ibu Siwi Triharjanti, S.Pd. T dan Ibu Barokatus Aminah, S.Pd. merupakan kain tenun yang dibuat terbatas atau limited edition. Dengan berakhirnya UKK ini, diharapkan para siswa siswi SMK Muhammmadiyah 1 Tempel nantinya dapat bersaing secara kompeten di dunia kerja serta dunia industri (DU/DI). Info PPDB : 1. 0811-2650-222 (admin) 2. link pendaftaran: bit.ly/mutemsa_ppdb2024 Reportase Errista Dewanti, S.Pd. SMK Muhammadiyah 1 Tempel
Ngaglik, Pdmsleman.Or,Id Pada Ahad, 21 Januari 2024, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM Ngaglik bersama ortom-ortomnya meluncurkan Gerakan Shadaqah Sampah (GSS) yang bermarkas di Masjid Ahmad Dahlan Rejodani, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Setiap Ahad Pahing, Tim GSS menerima shadaqah sampah dari jama’ah Pengajian Ahad Pagi Masjid Ahmad Dahlan dan juga masyarakat sekitar. Sampah yang diterima berupa sampah anorganik seperti botol plastik, kaca, kertas, dan logam. Khusus untuk botol plastik, jama’ah dan masyarakat bisa bersedekah sewaktu-waktu dengan memasukan ke keranjang sampah yang disediakan di depan Masjid Ahmad Dahlan. Sampai dengan saat ini sudah dilakukan 2 (dua) kali pengumpulan shadaqah sampah. Pertama dilakukan pada Ahad Pahing, 21 Januari 2024 dan terkumpul sebesar Rp. 1.067.500,- dari hasil penjualan shadaqah sampah. Kedua dilakukan pada Ahad Pahing, 25 Februari 2024 dan terkumpul sebesar Rp. 1.640.000,- dari hasil penjualan shadaqah sampah. Hasil penjualan tersebut disalurkan kembali kepada masyarakat dan jama’ah melalui “Pasar Ceria GSS PCM Ngaglik” yang menyediakan aneka sayuran dan lauk pauk untuk dibagikan secara gratis. “Alhamdulillah, masyarakat semakin antusias untuk menyedekahkan sampahnya ke Masjid Ahmad Dahlan. Jama’ah dan masyarakat sekitar juga rela mengantri untuk mendapatkan sayuran dan lauk dari hasil penjualan shadaqah sampah,” ujar Ketua GSS PCM Ngaglik, HIdayatul Mabrur, S,Pd.I., M.Pd. Senada dengan itu, Ari Wibowo, S.H.I., S.H., M.H., selalu Ketua Majelis Hukum, HAM, dan Lingkungan Hidup PCM Ngaglik menyampaikan bahwa GSS merupakan bagian dari kepedulian PCM Ngaglik atas masalah sampah yang terjadi hampir di semua wilayah termasuk Nganglik. Gerakan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk bersama-sama menjadi bagian dari solusi masalah sampah di Indonesia. Pasar Ceria GSS PCM Ngaglik diresmikan oleh Ahmad Ahid Mudayana, S.KM., M.PH., selaku Ketua Majelis Lingkungan Hidup PWM DIY dengan memotong pita. Ketua PCM Ngaglik, Prof. Dr. Ir. Sukamta, MT.,IPM., juga urut mendampingi peresmian tersebut. “Pasar Ceria GSS PCM Ngaglik insyaAllah akan diadakan secara rutin setiap bulan. Semoga bisa memotivasi masyarakat untuk mengikuti pengajian Ahad Pagi di Masjid Ahmad Dahlan, berbagi kebaikan, dan memanfaatkan potensi sampah untuk menjadi berkah,” harap Sukamta. Pasar Ceria ditutup dengan makan bersama atau “kembulan” sebagai bentuk keakraban dan persaudaraan yang egaliter antar warga PCM Ngaglik dari lintas usia.
Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 15).__ Malam hampir pagi.Rupanya, sudah hampir 60 menit saya menunggu. Tiba-tiba, datang dua orang laki laki. Yang satu sudah agak sepuh. Satunya lagi, seorang pemuda. Ternyata, yang sepuh bernama Rochmani. Bapak inilah yang sebelumnya, nelpon saya. Sehingga saya “terpaksa” membuka kembali Ngloji. “Ngapunten nggih Mas Dwi. Niki nembe saget nyerahke salinane”, “Nggih Pak. Mboten napa napa”, kata saya. Ternyata, orangnya grapyak semanak. Sepeninggal Pak Rochmani, tiba-tiba, saya teringat Fadhli, anak mbarep saya. “Mas, masih di TPS 07 Sembuhan Kidul kah ?”, tanya saya, lewat WA. Tidak dibaca. Saya telpon. Tidak diangkat. Tiba tiba, muncul rasa iba juga kepadanya. Anak itu, niatnya pulang ke Jogja, ingin mudik dan ingin nyoblos. Terus, “dipaksa” jadi saksi. Di tempat yang tidak dia kenal lagi. Ee sampai jam 01.30 dini hari, ternyata masih belum pulang. Akhirnya, saya titipkan berkas berkas itu kepada Mas Sunu. Untuk sementara, saya ingin nengok Fadhli dulu. Motorpun saya pacu di kegelapan malam. Dan akhirnya sampai di TPS 07 Sembuhan Kidul. Tapi, kemana anak itu ? Motornyapun sudah tidak ada. “Aku dah pulang. Dah sampai rumah”, katanya, lewat WA. “Terus, salinannya C1 hasiljya, kapan dikasihkan ?”. “Nggak tahu. Tadi belum selesai. TPS nya gak well. Banyak masalah !”. “Wah, ini anak pasti muring ini”, batin saya. Rupanya, proses di TPS itu belum selesai. Saya coba menunggui beberapa saat. Sampai jam 03.00 ternyata belum rampung. Saya putuskan balik ke Ngloji. Rupanya, dua orang kawan itu sudah berguguran. Mereka “ngglethak” di tempat sekenanya. Pintu Ngloji saya tutup sebagian. Angin malam itu terasa dingin menusuk kulit. Kursi di belakang meja LazisMu, saya susun berderet. Saya jadikan tempat tidur. Saya rebahkan badan. Sarung yang sedari tadi pagi berada di dalam tas, saya keluarkan untuk selimut. Yaa Allah …. nikmat sekali rasanya, merebahkan badan di kursi itu. Saya pejamkan mata. Hampir saja saya terlena. Tiba tiba, ada suara mobil berhenti di depan Ngloji. Dua orang pemuda mengucap salam. Salah satunya saya kenal. Ia adalah Fuad. Putrane Mas Harto bengkel. Keponakannya Mas Yoga. Ialah yang saya bimtek pada saat saat “injury time” kemarin malamnya. Sejak kepulangan dua orang pemuda itu, terus saja ada satu dua orang saksi yang datang. Menyerahkan salinan C1 hasil. Demikian seterusnya, tak terasa. Akhirnya, Adzan Subuhpun menyentuh telinga. Selepas jamaah Subuh, masih ada satu dua yang menyerahkan berkas. Saya berkeputusan bahwa saya batasi sampai jam 05.30. Karena, jam 06.00 saya harus mengantarkan anak ragil saya ke sekolah. Yang jaraknya lumayan jauh. Menjelang jam 05.30, saya rundingan dengan Mas Sunu. Kira kira siapa yang bisa menggantikan sementara menjaga berkas berkas salinan C1 itu. Mas Sunu tidak bisa, karena ia juga harus siap siap masuk kerja. Sayapun, mencoba meminta tolong kepada kawan “yang satu” itu. Ternyata, ia juga tidak bisa. Tiba tiba, terlintaslah nama Mas Basyori. Saya lalu menelponnya : “Isoh ngganti sementara aku ?. Njaga penyerahan berkas sakinan C1. Iki aku kudu bali sik. Ngantar anak ragil sekolah”. “Ya oke. Siap. Tapi, aku isohne nganti jam 08.00. Soale kudu makani iwak”, jawabnya. “Oke. Ora apa apa. Mengko ben disambung karo kordes senior. Jare beliau beliau itu jam 09.00 Isoh nyang Ngloji”. “Oke. Siip !”. Dengan sisa sisa tenaga yang sudah hampir 5 Watt itu, saya harus mengantar anak ragil ke sekolah. Yang jaraknya lumayan jauh itu. Begitu sampai di sekolahnya, saya mencari tempat strategis di belokan samping sekolah. Di tepi jalan, di bawah pokok beringin besar. Saya hentikan motor. Saya benamkan kepala yang masih mengenakan helm. Di atas dash board motor. Kedua mata saya pejamkan. Beberapa menit, rasanya tubuh ini terasa melayang terbang. Yaa Allah … nikmatnya.(*)Minggir, 26 Feb. 2024. Uwik DS.