Kunjungan PDM Sleman dan 25 Kepsek SMP Muhammadiyah se-Sleman ke Majelis Dikdasmen PCM Kebayoran Baru

JAKarta, Pdmsleman.Or.Id Dalam rangkaian kegiatan CB (Capacity Building) ke Jakarta dan Olympicad ke-7 di Bandung yang cukup menarik diawali ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Rabu, 6 Maret 2024. Majelis Dikdasmen PCM Kebayoran menjadi kekuatan dalam mengelola Amal Usaha Muhammadiyah di Kebayoran Baru terdiri dari SD Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah 9 dan SMA Muhammadiyah 3 Jakarta. Ketiga sekolah ini dalam satu komplek di Jalan Limau Bendi Kebayoran Baru Jakarta Selatan selain itu PCM juga mengelola 1 Rumah Sakit Taman Puring. Semua menjadi satu managemen PCM Kebayoran Baru. Menurut Kepala Sekolah Ahmad Saifuddin, S.Pd bahwa kurikulum sesuai kebutuhan dan pembiasaan di komplek Limau Bendi terdiri dari tiap hari dimulai jam 6.45 WIB berupa menyanyikan Indonesia Raya, Mars Sang Surya dan Mars SMA Muhammadiyah 3 Jakarta untuk siswa SD berupa Sholat Duha. Sementara untuk SMA wudhu dari rumah kemudian sholat duha di kelas masing-masing. “Adanya tamu menjadi berkah dari tamu tersebut ” tambah Ahmad Saifuddin. Dalam sambutannya Drs. H. Abdul Kasri wakil ketua PDM Sleman menyampaikan rasa gembira karena dapat bersilaturahmi. Harapannya membawa berkah bagi kita semua terkhusus bagi 25 SMP Muhammadiyah se-Sleman untuk dapat diterapkan di Sleman. Ketua Majelis Dikdasmen PCM Kebayoran Baru Ahmad Said Matondang, ME, Sy banyak membuat tawa dan canda dalam menyampaikan “Konsep dan Strategi Sekolah Muhammadiyah Unggul dan Mencerahkan.” Ahmad Said Matondang sebelumnya juga guru SD dan kepala sekolah Muhammadiyah menyampaikan bahwa dengan pelayanan yang prima atau service excellen dimulai tahun 2017 dari 1325 siswa saat ini menjadi 2.543 siswa di Komplek ini terdiri dari SD Muhammadiyah 5, SMP Muhammadiyah 9 dan SMP Muhammadiyah 3 Jakarta. Ketiga sekolah ini dikelola oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebayoran dimana tiap selasa koordinasi rutin dengan sekolah. Bahwa sekolah Muhammadiyah itu harus memantaskan diri dalam pelayanan, jika pelayanan 5 menit bisa kenapa harus ditunda, selain itu juga inovasi sekolah, dan branding. Selanjutnya Ahmad Said Matondang memberi kiat dan prinsip agar sekolah itu unggul dan berkemajuan yakni: memiliki ruh Islami, misi dakwah dan tajdid, keikhlasan dari pimpinan dan kader, sistem modern, adaptif terhadap perubahan dan rahmatan lil alamiin. Selanjutnya segenap peserta diajak berkeliling melihat proses pembelajaran interaktif dan menarik serta penampilan tiap ruang dan sudut sekolah yang tertata rapi, kelas ber-ac, bahkan ada music corner, GOR bulutangkis dan futsal di komplek Jalan Limau Kebayoran Baru satu komplek dengan Uhamka Jakarta Selatan. Reportase H. Wahdan Arifudin S.PD, KS SMPM 1 Tempel, MPI PDM Sleman

Loading

NALIKANE LINGSIR WENGI

Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 14).__ Saya sempat menyapu pandang pada jam dinding besar, yang terpasang di atas kusen pintu ruang utama Ngloji. “Ahh … Masih belum terlalu malam kok”, batin saya. “Tapi, mengapa beberapa tim IT dan kordes yang perempuan, nampak sudah mulai berkemas kemas ?”, batin saya. Saya terkecoh. Rupanya, jam dinding besar itu lebih lambat 30 menit dari yang semestinya. Berarti saat ini sudah jam 22.30. Waktu yang cukup larut buat teman teman perempuan itu. Satu per satu, mereka pamit. Undur diri. Sementara itu, di ruang sayap Utara, para senior kordes itu masih setia di tempat. Menunggu para saksi menyerahkan. salinan C1 hasil. Namun, itu hanya beberapa saat saja. Sesaat kemudian, bapak bapak itu juga undur diri. Berkas salinan C1 yang diserahkan oleh saksi, kemudian diserahterimakan kepada Kordes yang lebih muda. Tiba tiba, muncullah Mbak Handayani. Saksi Syauqi dari TPS Botokan. Rupanya, dia diantar oleh Sang Suami, Mas Murjono. Menyerahkan salinan C1 hasil. Pak Satidjo, melalui group SQ Sendangarum, memutuskan untuk membawa pulang berkasnya. Dan bersedia menerima penyerahan berkas di kediamannya, besok hari. Demikian pula dengan Pak Wagiyo, untuk yang Sendangsari. Jadi, praktis tinggal yang Sendangrejo, Sendangagung dan Sendangmulyo yang masih menerima penyerahan berkas salinan C1. Sesaat kemudian, semua tim IT dan kordes juga undur diri. Tinggal Mas Fathan yang bertahan. Itupun tidak lama, sesaat kemudian, iapun undur diri. Semua berkas salinan C1 hasil diserahkan ke saya. Saya sempat kembali melirik jam dinding itu. Pukul : 11.00 malam. Ups, salah. Harus ditambah 30 menit. Berarti, pukul : 11.30 malam. Malam merangkak pelan. Sepi. Sunyi. Semua bunyi telah sembunyi. Hanya tinggal 3 orang yang sekilas masih terlihat. Ada Mas Sunu dan Pak Samija. Serta satu orang lagi, entah siapa. Tidak begitu jelas. Pak Samija adalah saksi Syauqi di TPS 03 Sendangarum. Tiba tiba, datanglah seorang saksi perempuan. Dari TPS Sendangagung. Saya pikir, dia sendirian. Ternyata, diantar ibunya. Saya harus bertahan 30 menit lagi. Group saksi SQ sudah sepi. Sudah tidak ada lagi komentar. Akhirnya, jam dinding itu menunjuk : 11.30 Itu artinya : pukul 00.00. Saya mulai berkemas kemas. Mas Sunu dan Pak Samija membantu menutup semua jendela dan pintu Ngloji. Serta membersihkan sisa makanan dan wadah makan dan minum yang berserak di sana sini. Tepat 00.10. Saya dan Pak Samija undur dirii. Sedangkan Mas Sunu masih bertahan di Ngloji. Ada satu orang lagi, yang masih ada di ruang LazisMu. Tapi tidak jelas, siapa ia. Seingat saya, sedari tadi, ia hanya tidur di kursi ruang LazisMu. “Aku balik sik ya Mas !?”, kata saya. “Ya wis ati ati !”, jawab Mas Sunu. “Ora bali pa ?”, tanya saya. “Ya sik. Dela engkas !”, jawabnya. Sayapun segera memacu motor. Otw. “Ngalup nyang hamur”. Begitu sampai di rumah, “Weh, jam pira marine TPS kene mau ?”, tanya saya ke istri saya. “Baru saja selesai. Tas wae lungguh iki”, jawabnya. Ketika baru saja saya duduk, tiba-tiba, HP saya bergetar. Ada panggilan masuk. Nomer yang tak dikenal. “Hallo… Assalammu ‘alaikum. Mas Dwi”. “Wa alaikum slm wrwb. Sinten nggih niki ?”, tanya saya. “Kula Rochmani Mas”. “Pripun Pak Rochmani ?”. “Kok jarene Ngloji mpun tutup nggih ? “, katanya. “Nggih Pak. Niki sesuai kesepakatan wau. Justru usule saking beberapa saksi. Terus dirembug kalih tim TPC SQ. Lajeng diputuske penerimaan salinan C1 ngantos jam 00.00. Mulane, wau Ngloji mpun ditutup. Dilajengje besok pagi”, jelas saya. “Wah pripun nek ngoten niku ?”, katanya. “Lhoh Pak. Nyuwun sewu. Niki sing mutuske sanes kula piyambak lho. Niki wau sampun disepakati kalih sedaya anggota tim TPC. Usulane malah saking beberapa saksi”, terang saya. “Wah, kudune nggih nunggu saksi. Ampun tutup riyin. Lha niki kula tasih teng TPS. Njenengan wis bali. Kudune rak ya sithik edhing ngoten lho”, sambungnya.. Begitu mendengar kalimat terakhir dari Pak Rochmani itu, saya langsung berdiri. Rasa kantuk saya langsung hilang. Saya langsung membalas Pak Rochmani : ” Sudah pak. Gini aja. Njenengan jam berapa akan nyerahkan salinan C1 ?”. “Nggih paling setengah jam an malih Mas !”, katanya. “Nggih pun. Kula tengga teng Ngloji !”, tegas saya. Saya langsung ingat Mas Sunu. Saya menghubunginya : “Hallo … Mas Sekjend apakah masih posisi di Ngloji ?”. “Masih …!. Piye …?”, katanya. “Tolong, lawange Ngloji dibuka !. Aku arep mrono maneh !”, kata saya. Saya lalu bergegas mengambil tas berisi berkas berkas salinan C1. Mengambil kunci motor. Lalu bergegas keluar. Tiba tiba, saya ingat anak mbarep saya. Yang jadi saksi SQ di TPS 07 Sembuhan Kidul. “Fadhli wis mulih tah ?” tanya saya kepada istri saya. “Durung !. Kasihan anak itu. Mbok nanti ditiliki !”, sambungnya. Sebelum meluncur ke Ngloji, saya sempat membuat pengumuman di Group saksi SQ Minggir. “NGLOJI DI BUKA LAGI. 24 JAM”. Sayapun segera memacu motor. Kembali ke Wisma Ngloji. Nampak, Mas Sunu masih ada di sana. Seseorang yang sedari tadi tidur di kursi Lazis, juga masih ada di sana. Masih tidur. Begitu saya masuk ruangan Lazis, ia terbangun. Beberapa saat kemudian, ada suara motor berhenti di halaman Ngloji. Dua orang anak muda masuk. Menyerahkan salinan C1 hasil.Saksi dari TPS Sendangagung. Tiba-tiba, seseorang yang sedari tadi tidur dan kemudian bangun itu, nampak duduk di kursi. Lalu berkata : “Kudune, nek pas ana acara kaya ngene iki, panitia kudu sigap. Kantor ora oleh tutup. Buka 24 jam”. Saya cuma mendengarkannya, Ia masih berkata lagi : “Blaaa …. Blaaa ….Blaaa …”. Saya mulai terpancing : “He ….Mas …. Sampeyan iki gak ngerti kenthang kimpule. Dadi gak usah melok melok !”.(*) Minggir, 25 Feb. 2024.Waktu hujan lebat, sebelum Ashar. Uwik DS.

Loading

UNISA Yogyakarta Gelar Pengajian Tarhib Ramadhan Bersama Ustadz Adi Hidayat

NASYIAHGAMPING.COM, GAMPING – Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1445 H, Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar Pengajian Tarhib Ramadhan pada Sabtu malam (2/3/2024) di Masjid Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, dengan penceramah Ustadz Dr. (HC) Adi Hidayat, Lc., M.A. Dihadiri kurang lebih 7000 jamaah yang berasal dari masyarakat umum, warga persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah DIY, serta civitas akademia UNISA Yogyakarta. Kegiatan diawali dengan sambutan Rektor Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Dr. Warsiti, M.Kep., Sp.Mat. Dilanjutkan sambutan Ketua BPH Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Dr. Siti Noordjannah Djohantini, MM., M.Si. Dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata dan acara pengajian inti. Disampaikan oleh Rektor Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta bahwa pengajian ini digelar sebagai rangkaian dari kegiatan Ramadhan di Masjid Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan gembira dan positif sesuai dengan tema pengajian, yaitu “Menebar Positif Vibes Untuk Kemaslahatan Bangsa”. Dalam ceramahnya, Ustadz Adi Hidayat menyampaikan tentang 3 amalan inti di bulan Ramadhan, yaitu meningkatkan amalan sholat sunnah dengan rumus 40 rakaat (17 rakaat sholat fardhu, 11 rakaat sholat malam, dan 12 rakaat sholat pendamping sholat fardhu), memperbaiki bacaan Al Quran, dan berpuasa. Meskipun antusias dari jamaah sangat besar, pengajian ini tetap berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. “Tarhib itu asalnya proses melapangkan hati seluas-luasnya, sehingga apapun yang datang kepada kita bisa diterima dengan nyaman, karena kondisi hatinya sudah lapang.” ujar Ustadz Adi Hidayat. “Tidak mungkin kita perbaiki bangsa, kalau tidak bisa memperbaiki diri sendiri dulu. Bagaimana bisa memperbaiki bangsa jika diri sendiri belum diperbaiki.” imbuh Ustadz Adi Hidayat. Ketua BPH Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menyampaikan pengajian ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahim dan dapat memakmurkan Masjid Walidah Dahlan. “Semoga pertemuan silaturahim, pengajian ini dapat berjalan lancar, masjid ini makmur, dan masjid ini menjadi masjid bagi dambaan dan kepentingan masyarakat di lingkungan DIY dan khususnya untuk keluarga besar UNISA.” ujar Siti Noordjannah Djohantini. Penulis: Khairunisa Trisna Safitri (Ketua Umum PRNA Banyuraden / Anggota Bidang Ekonomi PCNA Gamping) & Nur Widayati (Anggota Departemen Pustaka, Informasi, dan Teknologi Digital PCNA Gamping) Editor: Arief Hartanto MPI PDM Slemn

Loading

Muhammadiyah Ranting Sleman Merancang Program Kerja, ada Kajian Sabtu Sore

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Rapat Kerja (Raker) merupakan rapat atau diskusi dalam suatu organisasi yang bertujuan membahas program kerja yang akan dilaksanakan dalam suatu periode tertentu. Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sleman sebagai organisasi dakwah sosial juga melaksanakan Raker guna merancang program kerja selama satu periode. Dengan raker ini diharapkan dapat memaksimalkan kerja kerja nyata dakwah di Muhammadiyah Ranting Sleman. Acara ini dilaksanakan di Episentrum Resto, Jl. Kaliurang, Sleman pada 3 Maret 2024 pagi sampai dengan siang menjelang sore. Sejumlah 30 an orang yang terdiri dari anggota Pimpinan Harian, anggota Majelis yang ada di PRM Sleman aktif mengikuti Raker ini. Berbagai macam rencana program kerja di bahas dalam Raker ini, salah satu program kerja rutin yang sudah berjalan sejak periode sebelumnya yaitu Kajian Sabtu Sore (KSS) sepekan sekali di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ranting Sleman. Ketua PRM Sleman H. Moh Hasim pada saat Raker menyampaikan ” program terdekat segera melaksanakan program peneguhan ideologi Ke-Muhammadiyahan”. Ketua PRM Sleman menambahkan, Alhamdulillah Raker berjalan lancar berkat masukan dari pimpinan harian dan majelis, ada kesepakatan dan komitmen bersama untuk melaksanakan rencana kerja tersebut dalam periode kepemimpinan saat ini. Reportase Rhomandika Cahyo Nugroho PRM Sleman Editor Ariief Hartanto, MPI PDM SLeman

Loading