PRM Tridad https://www.youtube.com/live/ejeb-ff7MmM Pembekalan dan Refreshing Menjelang Qurban 1445 H bersama Ust. drh. Agung Budiyanto, MP. Ph.D., di Masjid Agung Sleman 28 Mei 2024
![]()
PRM Tridad https://www.youtube.com/live/ejeb-ff7MmM Pembekalan dan Refreshing Menjelang Qurban 1445 H bersama Ust. drh. Agung Budiyanto, MP. Ph.D., di Masjid Agung Sleman 28 Mei 2024
![]()
Jakarta, Pdmsleman.Or.Id Kementerian Agama merilis aplikasi baru yang disebut “Kawal Haji”. Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo mengatakan, aplikasi ini dihadirkan sebagai bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk memudahkan akses jemaah dan masyarakat dalam menyampaikan beragam persoalan dalam penyelenggaraan ibadah haji. “Kawal Haji hadir untuk menjadi kanal penghubung antarjemaah haji, petugas, keluarga, dan publik, serta stake holder lainnya. Jemaah dapat melapor, saling bantu, berbagi info, dan mengapresiasi,” terang Wibowo Prasetyo saat temu media di Jakarta, Senin (27/5/2024). Aplikasi ini, papar Bowo, didesain agar setiap jemaah, keluarga, dan juga petugas bisa saling bantu jika ada persoalan yang muncul dalam penyelenggaraan haji, khususnya yang dialami jemaah. sebagaimana dilansir dari Suaraasiyiyah.Id Fitur Kawal Haji Aplikasi Kawal Haji hadir dengan dua fitur utama. Pertama, pelaporan jemaah, khususnya berkenaan dengan layanan konsumsi, akomodasi, transportasi, termasuk jika ada jemaah terpisah dari rombongan, atau lupa arah pulang ke penginapan. Kedua, deteksi lokasi dan pergerakan jemaah untuk memudahkan proses pencarian jika ada jemaah yang tersesat. “Saat ini Kawal Haji fokus ke penyelesaian masalah utama, yaitu kanal komunikasi pelaporan. Halaman beranda dari Kawal Haji akan melampirkan daftar laporan, dengan prioritas berdasarkan keterbaruan dan dukungan,” ujar Wibowo. Aplikasi ini, kata Wibowo, akan semakin memperkaya alternatif bagi jemaah saat akan menyampaikan beragam persoalan yang dialami. Selain itu, bisa juga menjadi saluran apresiasi saat jemaah ingin menyampaikan hal itu kepada petugas. Manfaat bagi Jemaah Kasubdit Siskohat Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hasan Affandi menjelaskan, ada sejumlah manfaat dari kehadiran Kawal Haji. Bagi jemaah, aplikasi ini bisa menjadi sarana melaporkan permasalahan konsumsi, akomodasi, transportasi, dan jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan. Laporan akan dipantau dan ditindaklanjuti petugas. “Jemaah lain juga dapat ikut membantu dan meresponsnya melalui aplikasi ini,” sebut Hasan Affandi. Manfaat kedua, jemaah dapat berbagi informasi seputar situasi dan kondisi di Tanah Suci. Misalnya, situasi kepadatan jemaah di Masjidil Haram, serta pergerakan jamaah dari Arafah, Muzdalifah dan Mina. Selain itu, Kawal Haji juga bisa memantau lokasi dan pergerakan jamaah secara sistem. “Ini akan sangat bermanfaat untuk melacak jika ada kasus jemaah yang hilang atau tersesat. Syaratnya jemaah mengaktifkan fitur location sehingga dapat terlacak posisi terakhir,” ujar Hasan, panggilan akrabnya. Manfaat lainnya, jemaah dapat membantu permasalahan yang dialami jemaah lain. “Jemaah juga dapat mengapresiasi pekerjaan petugas atau bantuan jemaah lain,” sebutnya. Manfaat bagi Petugas Kawal Haji juga bermanfaat bagi petugas haji. Menurut Kepala Tim TSI Irfan Sembiring, Kawal Haji bisa menjadi sarana petugas untuk mendapat update situasi dan kondisi jemaah langsung dari tangan pertama. Cepat dan akurat. Aplikasi ini juga bisa menggali laporan langsung dari jemaah. “Sehingga petugas bisa cepat mendeteksi dan membantu menyelesaikan jika terjadi masalah,” ujar Irfan. Manfaat lainnya, petugas juga bisa meng-update perkembangan penanganan masalah. Jemaah akan mendapat informasi yang cepat dan akurat jika suatu masalah sudah terselesaikan. “Aplikasi ini memungkinkan jemaah untuk saling membantu menyelesaikan masalah. Sehingga, mendampingi jemaah bukan hanya pekerjaan petugas,” tutur Irfan. Manfaat bagi Keluarga Jemaah Kawal Haji juga bisa bermanfaat bagi keluarga jemaah. Kepala Biro Humas, Data dan Informasi, Akhmad Fauzin menyebutkan, melalui aplikasi ini, keluarga jemaah bisa mendapatkan informasi cepat dan terpercaya terkait situasi dan kondisi di Tanah Suci. Mereka juga bisa ikut melapor jika keluarganya yang sedang menjalani ibadah haji menemui masalah. Hasan Affandi menambahkan, untuk sementara, aplikasi ini dapat digunakan pada mobile phone berbasis android. Masyarakat dapat menguduhnya melalui google Apps dengan nama “Kawal Haji”. Masyarakat dapat mengakses Kawal Haji dengan dua opsi: 1) Login menggunakan Google Account, yang memungkinkan untuk post, memberikan dukungan, dan komentar 2) Masuk sebagai tamu. Akses akan read only, yang berarti tidak dapat memberikan pelaporan, dukungan, dan komentar. “Khusus Jemaah Haji Indonesia yang terdaftar, bisa melakukan verifikasi passport setelah Login dengan akun Google. Manfaat verifikasi: prioritas dalam pelaporan dan komentar, memudahkan pelaporan untuk ditanggapi lebih cepat. Termasuk juga, akses ke fitur pelacakan lokasi, yang sangat membantu jika jamaah tersesat / hilang,” papar Hasan. “Jika pengguna bukan jemaah haji, bisa tekan tombol “lewati” untuk lanjut menggunakan app Kawal Haji,” tandasnya. (Rilis/ed-hns)
![]()
Jihadi TV
![]()
Jihadi TV
![]()
Jihadi TV
![]()
Muhammadiyah Turi
![]()
Jihadi TV
![]()
Pakem, Pdmsleman.or.id Perkemahan merupakan salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh SD Muhammadiyah dalam rangka untuk mengevaluasi kegiatan Hizbul Wathan. Kegiatan kemah tahun ini bernama “Kemah Prestasi Pandu Pengenal Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kabupaten Sleman”. Perserta kemah adalah siswa kelas V dari SD Muhammadiyah Kadisoka, 1 Pakem, Prambanan, Bayen, Dhuri, 1 Ngaglik dan 2 Pakem yang berjumlah 349 siswa dengan rincian sebagai berikut: No Nama Pangkalan Putra Putri Jumlah Siswa 1 SD Muhammadiyah Kadisoka 6 3 80 2 SD Muhammadiyah 1 Pakem 6 5 92 3 SD Muhammadiyah Prambanan 4 5 75 4 SD Muhammadiyah Bayen 2 1 19 5 SD Muhammadiyah Dhuri 1 2 20 6 SD Muhammadiyah 2 Pakem 1 1 20 7 SD Muhammadiyah 1 Ngaglik 2 3 43 Jumlah 22 20 349 Kemah dilaksanakan pada Jumat-Ahad, 17-19 Mei 2024, bertempat di Buper Wonokemuning, Wonogiri, Pakembinangun, Pakem, Sleman. Tujuan dari perkemahan ini adalah untuk memotivasi dan menumbuhkan rasa memiliki HW serta rasa peduli dan kemandirian pada setiap anggota. Untuk menumbuhkan sikap mandiri, mengurangi sikap manja, dan ketergantungan kepada orang tua, maka perlu diciptakan bentuk kegiatan yang berlokasi jauh dari tempat tinggal. Yang sekaligus berfungsi sebagai wahana untuk mengukur dan menguji kemampuan, ketaatan, kekompakan, serta penerapan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Adapun jenis kegiatan yang dilaksanakan diperkemahan yaitu: Kegiatan kemah dibuka secara resmi oleh ketua PDM Sleman H. Harjaka, S.Pd.,S.Ag.,MA. pada Jumat, 17 Mei 2024. Dalam sambutannya Beliau menyampaikan karakter yang harus dimiliki oleh Pandu Hizbul Wathan sesuai dengan bunyi UU Pandu HW diantaranya: Pada malam harinya adalah penyalaan Api Unggun dan Pentas Seni. Para peserta kemah secara bergantian menampilkan satu pentas di atas panggung bersama regunya masing-masing. Acara Pentas Seni sangat meriah dan sangat menghibur. Peserta kemah sangat antusias untuk menampilkan kebolehannya. Sekitar pukul 22.30 peserta kemah dipersilahkan untuk memasuki tenda masing-masing untuk beristirahat. Tepat pukul 03.00 peserta kemah dibangunkan untuk sholat lail, dilanjutkan sholat subuh dan mendengarkan kultum. Kemah berakhir pada Ahad, 19 Mei 2024, dengan upacara penutupan. Dalam upacara penutupan sekaligus diumumkan peraih lomba kegiatan selama perkemahan berlangsung. Setelah upacara selesai dilanjutkan berjabat tangan antara peserta kemah dengan panitia. Kemudian siswa membongkar tenda dan pulang ke rumah masing-masing. Reportase : Erlin Noviyanti Prihastuti, S.Pd. SD Muh 1 Pakem Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
![]()
Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Sabtu 18 Mei 2024 telah di gelar kegiatan peningkatan kompetensi Aisyiyah Sleman di bidang ekonomi melalui Sekolah Wirausaha Aisyiyah(SWA). Program ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan diikuti 46 peserta dengan masing-masing cabang mengirimkan 2 anggota Majelis Ekonomi dan anggota MEK PDA Sleman. Dalam sesi pembukaan hadir ketua MEK PWA DIY, Mujahidah, SE. wakil ketua PDM H.A.S. Ardani, dan Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Moyudan Imam dan ketua PDA Sleman Hanik Rosyada M.Pd. “ Dakwah semesta menjadi tageline Milad Aisyiyah ke 107, PDA Sleman mengangkat SWA sebagai upaya mengangkat perekonomian keluarga Aisyiyah dan tahun ini merupakan pelaksanaan program SWA untuk yang ke tiga kalinya” sebagaimana disampaikan Haniks Rosyada. Kita bisa belajar dari Khatijah istri Rasulullah SAW, beliau sebagai sosok saudagar muslimah yang pertama dan penguatan akidah tauhid telah tertanam pada diri Khatijah sejak pertama beliau mempercayai bahwa Muhammad menerima wahyu yang pertama. Sementara Nara sumber dari MEK PPA Eni SE memaparkan tentang penguatan ideologi dan semangat berAisyiyah dan direncanakan SWA berlangsung estafet dilaksanakan bulan Mei – Juni 2024 setiap hari Sabtu. Di akhir program akan dilaksanakan kunjungan ke UMKM omah jadah Pakem dan SARISA Sari buah salak di Pakem. Reportase Hj. Hanik Rosyada M.PD PDA Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()