Strategi Marketing dan Branding Digital bagi Sekolah Menengah Atas dan kejuruah Muhammadiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id   Pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana marketing dan branding digital kembali ditekankan dalam kegiatan pelatihan pengelolaan media sosial yang digelar pada 11 Februari 2026 dalam Pelatihan Pengelolaan Media Sosial (Medsos) untuk Sekolah Muhammadiyah se Sleman. Kegiatan ini digelar di Laboratorium Ekonomi Program Studi Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FEB UMY), Gedung Ki Bagus Hadikusumo E4 lantai 2, dan diikuti 30 guru serta staf pengelola media sosial sekolah Menengah Atas dan Kejuruan Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman yang diinisiasi Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman bekerja sama dengan tim pengabdian masyarakat FEB UMY. Narasumber pelatihan Rayna Aksan selaku praktisi pemasaran digital, praktisi media sosial memaparkan peran strategis media sosial sebagai platform digital untuk berkomunikasi, berbagi konten, dan membangun interaksi antara institusi pendidikan dengan masyarakat luas. Dalam paparan materi, narasumber menjelaskan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga memiliki fungsi sosial-bisnis, informasi, dan edukasi. Platform digital dinilai mampu menjadi etalase reputasi sekolah apabila dikelola secara terarah. “Media sosial hari ini bukan sekadar tempat berbagi foto, melainkan kanal strategis untuk membangun citra lembaga, menyampaikan informasi, dan menarik minat calon peserta didik,” terang pemateri dalam sesi pengantar. Peserta pelatihan diajak menganalisis pemilihan platform yang tepat sesuai tujuan utama komunikasi, mulai dari branding dan citra sekolah, penyampaian pengumuman dan informasi, hingga upaya menarik perhatian serta minat siswa. Selain itu, pengenalan audiens menjadi kunci penting dalam penyusunan konten, mencakup karakteristik, kebutuhan, dan tingkat pengetahuan pengikut akun resmi sekolah. Materi juga mengulas jenis konten yang dinilai efektif di media sosial, di antaranya konten foto, video pendek, cerita, edukasi, testimoni, informasi, konten interaktif, hingga behind the scene. Narasumber menekankan bahwa variasi format konten diperlukan untuk menjaga atensi audiens dan mendorong keterlibatan. “Satu konten, satu pesan utama. Hook tiga detik pertama sangat menentukan apakah audiens akan bertahan menonton atau tidak,” jelasnya. Dalam sesi strategi produksi konten, peserta diberikan panduan teknis seperti pentingnya visual dan teks yang sederhana, membangun alur cerita, menjaga konsistensi kualitas serta jadwal unggahan, dan menyesuaikan format konten dengan karakter masing-masing platform. Interaksi aktif dengan audiens juga menjadi indikator penting dalam membangun kedekatan emosional dan kepercayaan publik. Pelatihan ini turut menyoroti peran media sosial dalam meningkatkan reputasi sekolah. Reputasi dinilai dapat dibangun dengan menampilkan proses kegiatan, bukan hanya hasil akhir, memperkuat peran guru sebagai figur utama, membangun narasi nilai dan budaya sekolah, serta mengelola prestasi secara elegan. Keterlibatan orang tua dan alumni, konsistensi visual, keaktifan dalam kegiatan sosial, serta sikap transparan dan responsif menjadi faktor pendukung reputasi digital yang berkelanjutan. Untuk meningkatkan jumlah pengikut dan engagement, pemateri merekomendasikan perapihan identitas akun, konsistensi posting, fokus pada video pendek, pelibatan siswa dan guru, pemanfaatan momentum kegiatan, penggunaan hashtag dan lokasi yang tepat, respons cepat terhadap komentar dan pesan langsung, hingga kolaborasi serta optimalisasi iklan digital di berbagai platform. Evaluasi performa konten melalui analisis hasil juga ditekankan agar strategi dapat diperbaiki secara berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, diharapkan pengelola akun media sosial sekolah mampu membangun reputasi digital secara konsisten, profesional, dan berdampak pada peningkatan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kolaborasi MPI PDM Sleman Dan FEB UMY Perkuat Pengelolaan Media Sosial SMA/K se Sleman.

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Penguatan kapasitas digital sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman mendapat dukungan nyata dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FEB UMY) melalui penyelenggaraan Pelatihan Pengelolaan Media Sosial (Medsos), Rabu (11/2/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Laboratorium Ekonomi Program Studi Ekonomi FEB UMY, Gedung Ki Bagus Hadikusumo E4 lantai 2, ini diikuti 30 guru dan staf pengelola media sosial SMA/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Melalui fasilitas akademik dan pendampingan dosen, FEB UMY mengambil peran strategis dalam transfer pengetahuan dan keterampilan digital bagi pengelola media sekolah. Program ini merupakan kolaborasi antara tim pengabdian masyarakat Program Studi Ekonomi FEB UMY dengan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman. Sinergi kampus–persyarikatan tersebut dirancang sebagai model penguatan kapasitas digital marketing pendidikan yang aplikatif. Pelatihan berlangsung selama tiga jam dengan pendekatan kuliah interaktif, praktikum, diskusi kelompok, simulasi, serta studi kasus yang relevan dengan konteks pengelolaan kanal resmi sekolah. Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Ekonomi FEB UMY yang juga Ketua Program Studi Ekonomi FEB UMY, Dr. Dyah Titis Kusuma Wardani, S.E., MIDEC, menegaskan bahwa peran FEB UMY tidak berhenti pada penyediaan ruang dan narasumber, tetapi juga pada perancangan kurikulum pelatihan yang berbasis kebutuhan riil sekolah. “Melalui kolaborasi ini, kami mendorong peningkatan kompetensi guru dan staf agar mampu mengelola media sosial secara strategis, memproduksi konten yang efektif, serta membaca metrik kinerja untuk memperkuat reputasi sekolah,” jelasnya. Pada kesempatan tersebut, FEB UMY juga menyerahkan hibah sarana pendukung kepada MPI PDM Sleman sebagai mitra pengabdian masyarakat. Materi pelatihan difokuskan pada pemilihan platform media sosial yang relevan untuk institusi pendidikan, strategi produksi konten kreatif (foto, video, dan narasi), penguatan engagement audiens, serta analisis performa kanal digital. Sesi pertama diampu Rayna Aksan, praktisi pemasaran digital dan media sosial, dilanjutkan sesi kedua oleh Hussein sebagai fasilitator konten kreatif. Peserta memperoleh praktik langsung pengemasan konten visual, penyusunan kalender editorial, teknik storytelling institusional, hingga pengenalan analitik akun. Praktik pengeditan video pendek untuk promosi sekolah juga diberikan guna merespons tren konsumsi konten audiovisual di Instagram, Facebook, dan TikTok. Ketua MPI PDM Sleman, Arief Hartanto,  menekankan bahwa transformasi pengelolaan media sosial merupakan bagian dari syiar Muhammadiyah yang berkemajuan. “Media sosial tidak lagi sekadar etalase informasi, tetapi instrumen syiar digital yang berdampak bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah.,” ujarnya. Wakil Ketua PDM Sleman, Eko Sumardianto menilai inisiatif kolaboratif FEB UMY dan MPI PDM Sleman sebagai langkah konkret membangun ekosistem komunikasi publik sekolah Muhammadiyah.  Menurutnya, pengelolaan media sosial yang profesional akan meningkatkan kesadaran publik, menarik minat calon peserta didik, serta memperkuat kepercayaan orang tua. “Reputasi lembaga kini dibentuk melalui jejak digital yang konsisten, informatif, dan etis,” katanya. Pelatihan ini menyasar guru dan staf yang bertanggung jawab langsung atas akun resmi sekolah Muhammadiyah di Sleman.  Dengan dukungan keilmuan dan pendampingan FEB UMY, program ini diharapkan mempercepat peningkatan kualitas komunikasi digital sekolah Muhammadiyah sehingga reputasi lembaga dan kesadaran publik terhadap pendidikan Muhammadiyah semakin menguat. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pengajian Bersama Syeikh Poer Ji di Masjid At Tauchid SMP Muhammadiyah 2 Godean

Godean, Pdmsleman.Or.id Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan, jamaah dan masyarakat menghadiri kegiatan Pengajian Tarhib Ramadhan bersama Syech Poer Ji dengan tema “Ramadhan Lebih Bermakna”. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh antusias serta ger-geran. Pengajian ini menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri secara spiritual sebelum memasuki bulan penuh berkah. Ustadz Drs. Purwono, MA menyampaikan di hadapan ratusan jamaah dari PRM, PRA, IPHUI, PHBI Sidomulyo, JIT/Jamaah Ibu-Ibu At Tauhid, serta perwakilan guru karyawan SMP Muhammadiyah 2 Godean di Masjid At Tauhid Sembuh Sidomulyo Godean Sleman Yogyakarta pada Ahad,  8 Februari 2026. Dengan tema “Ramadhan lebih bermakna” disampaikan oleh Ustadz Purwono yang sering dipanggil Syekh Poer Ji bahwa Bulan Ramadhan harus dilakukan dengan penuh keimanan dan keikhlasan akan diampuni segala dosa-dosanya. Bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan besar untuk memperbaiki hati, memperkuat iman, dan meningkatkan amal kebaikan. “Taqwa adalah tujuan puasa sebagaimana dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 183, taqwa pada hakekatnya adalah keyakinan yang mantab kepada Allah, rasa takut yang mendalam, dan perasaan muraqabah yang terus-menerus, maka taqwa merupakan aktualisasi ketaatankepada ilahi. Siapa yang mempersiapkan diri dengan baik untuk meraih taqwa, insyaAllah akan merasakan Ramadhan yang lebih bermakna dan penuh keberkahan,” tutur beliau. Beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk memaksimalkan ibadah di bulan suci dengan 9 (Sembilan) tips/kiat agar iman dan taqwa meningkat selama ramadhan dengan aktifitas berikut: 1.         Puasa 2.         Sholat 3.         Sahur dan Buka 4.         Baca Qur’an dan menghatamkannya 5.         Sedekah 6.         I’tikaf 7.         Banyak Berdoa 8.         Mengajak berbuat baik 9.         Kurangi nonton TV dan main HP Kegiatan pengajian ini diakhiri dengan doa bersama oleh Ustadz Purwono,agar umat Islam diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk menjalani Ramadhan dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan.  Seno Pitoyo, S. Kep, Ns, selaku panitia berharap pengajian ini dapat menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi masyarakat untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan niat yang tulus.Dengan adanya kegiatan ini, Ramadhan tahun ini diharapkan benar-benar menjadi bulan yang lebih bermakna, bukan hanya secara ritual, tetapi juga dalam membangun pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.Selain pengajian dimeriahkan penampilan angklung dari TK ABA Melati Putih Sidomulyo Godean, Pemeriksaan Kesehatan dari PKU Muhammadiyah Gamping dan aneka UMKM di Sidomulyo. Rep H. Wahdan Arifudin KS SMPM 2 Godean Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Optimalisasi Potensi Usaha Mikro melalui Program DIY Parfum Laundry oleh  Mahasiswa KKN Reguler 124 UMY

Turi, Pdmsleman.Or.id Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 124 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Girikerto Turi Sleman yang berada di bawah bimbingan Dr. Siti Dyah Handayani, S.E., M.M. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) melaksanakan program kerja berupa pelatihan pembuatan DIY parfum laundry di Dusun Tritis, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan parfum laundry di masyarakat, sementara harga produk di pasaran relatif cukup mahal. Padahal, parfum laundry dapat dibuat secara mandiri dengan bahan yang mudah diperoleh dan biaya yang lebih terjangkau, sehingga juga bisa berpotensi menjadi peluang usaha rumahan bagi warga. Pelatihan yang dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026 ini diikuti oleh 35 peserta dari ibu-ibu RW 02 Dusun Tritis. Kegiatan menghadirkan anggota KKN Reguler 124 UMY sebagai narasumber sekaligus fasilitator. M.Irsyad muzaki selaku ketua KKN 124 menyampaikan adapun kegiatan ini kami selenggarakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada masyarakat, khususnya ibu ibu, agar dapat memanfaatkan peluang usaha rumahan yang sederhana dan memiliki nilai ekonomis. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyampaikan materi mengenai bahan-bahan yang digunakan seperti bibit parfum, methanol, dan fixative, termasuk fungsi serta takaran yang tepat agar menghasilkan aroma yang tahan lama. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai analisis SWOT produk DIY parfum laundry agar mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam mengembangkan usaha tersebut. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, dan praktik langsung pembuatan parfum laundry secara berkelompok hingga tahap pengemasan sederhana. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya dan mencoba langsung proses pencampuran bahan. Melalui program ini, mahasiswa KKN Reguler 124 UMY bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta mendorong terciptanya peluang usaha yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi warga. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta mampu memahami proses produksi sekaligus potensi pengembangan usaha parfum laundry sebagai produk bernilai jual di lingkungan sekitar. Editor Arief Haratnto MPI PDM Sleman

Loading

Pengajian Hari Bermuhammadiyah se-Sleman Perkuat Konsolidasi Dakwah, Galang Dana Gedung Dakwah Godean

Godean, Pdmsleman.or.IdPengajian Akbar Hari Bermuhammadiyah tingkat Kabupaten Sleman digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026, di kawasan eks Relokasi Pasar Godean, Berjo Kulon, Kalurahan Sidoluhur. Sejak jauh hari, suasana antusias telah terasa. Ribuan warga Muhammadiyah dari berbagai unsur pimpinan persyarikatan, organisasi otonom, hingga jamaah ranting. Panitia memperkirakan sekitar 5.000 undangan hadir, menjadikan momentum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang temu besar warga Muhammadiyah se-Sleman untuk saling menguatkan.Pengajian ini tidak berdiri sendiri. Ia disinergikan dengan ikhtiar strategis Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Godean dalam upaya memulai pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah di lahan seluas 2.284 meter persegi yang telah diletakkan batu pertamanya pada 31 Januari 2026.  Di atas lahan yang berada di jalur strategis itu, PCM Godean menaruh harapan besar: terbangunnya pusat dakwah yang hidup, terbuka, dan bermanfaat luas bagi umat.Ketua PCM Godean, Haris Darmawan, S.Pd menyampaikan keyakinannya bahwa ikhtiar kolektif akan mempercepat terwujudnya pusat dakwah tersebut.  “Momentum Pengajian Hari Bermuhammadiyah kami sinergikan untuk menguatkan dukungan jamaah terhadap pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Godean. Ini ikhtiar bersama agar pusat dakwah segera terwujud dan berfungsi bagi umat,” ujarnya.  Baginya, gedung dakwah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simpul penggerak aktivitas persyarikatan dan pelayanan umat di tingkat cabang.Panitia menegaskan, pengajian ini dirancang sebagai ruang konsolidasi gerakan sekaligus penggalangan dukungan nyata. Stan infak dibuka di area depan lokasi, lengkap dengan kanal donasi agar jamaah dapat berkontribusi secara berkelanjutan. “Di depan lokasi sudah ada panitia yang siap menerima kesanggupan jamaah untuk membantu pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Godean. Kami juga menyiapkan informasi rekening agar infak dan donasi bisa terus mengalir,” tutur perwakilan panitia. Nuansa pengajian kian hidup dengan kehadiran layanan sosial. Pemeriksaan kesehatan gratis dan bazar produk lokal yang dikelola ranting serta Aisyiyah setempat menjadi bagian dari rangkaian acara.  Kehadiran layanan ini memperlihatkan wajah dakwah berkemajuan: menguatkan spiritualitas sekaligus menyentuh kebutuhan nyata warga, serta mendorong denyut ekonomi lokal. Penceramah utama, H. Iskak Sulistia, S.Ag., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Klaten sekaligus unsur Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid PP Muhammadiyah, mengajak jamaah menjaga keseimbangan hidup.  “Muhammadiyah mengajarkan keseimbangan, attawazun bainar ruhiyah wal madiyah—ibadah harus kokoh, ikhtiar duniawi juga serius dan ditempuh dengan cara yang benar,” tegasnya.  Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan agar kemajuan tidak menjauhkan manusia dari nilai agama, seraya mengutip Surah Al-An’am ayat 44 sebagai peringatan agar tidak terperdaya oleh kelapangan dunia.Menurutnya, warga Muhammadiyah dituntut menjadi pribadi yang saleh sekaligus hadir memberi manfaat sosial. “Kuat ibadahnya, kuat pula kontribusinya bagi masyarakat,” katanya.  Pesan itu seolah menegaskan arah gerak Muhammadiyah: membangun iman, merawat integritas, dan memperluas kebermanfaatan.Panitia mencatat, hingga akhir rangkaian kegiatan, infak khusus pengajian mencapai Rp19,5 juta, sementara total donasi pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Godean telah merangkak ke sekitar Rp118 juta. Capaian ini dipandang sebagai modal awal yang menumbuhkan optimisme. Lebih dari angka, ia mencerminkan kepercayaan jamaah terhadap ikhtiar kolektif persyarikatan. Selain mempererat ukhuwah Islamiyah, Pengajian Hari Bermuhammadiyah juga menjadi ruang temu lintas cabang dan ranting. PDM Sleman menyampaikan bahwa agenda serupa akan berlanjut di Kapanewon Mlati pada bulan Syawal mendatang. Melalui kesinambungan agenda ini, Muhammadiyah Sleman menegaskan komitmennya merawat gerakan dakwah yang menyatukan penguatan iman, pelayanan sosial, dan pembangunan institusi umat. Rep H Wahdan arifudin SPD  PCM Godean  MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Praktek Manasik Kolosal Haji Satu-satunya di Dunia

Kulon Progo, Pdmsleman.Mu.Or.Id Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umroh [LPHU] PP Muhammadiyah, Ust. Dr. Muhammad Ziyad, M.Ag, mengapresiasi secara positif penyelenggaraan kegiatan Manasik Kolosal KBIHU Aisyiyah DIY pada hari Ahad, 8 Februari 2026 di Kulon Progo. Beliau menyatakan bahwa praktek manasik kolosal ini satu-satunya kegiatan yang dilakukan di Indonesia, bahkan mungkin di dunia.  Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa para jamaah haji tahun 1447/2026 untuk senantiasa bersyukur karena dipilih Allah untuk menjadi bagian 220 ribu lebih dari Jamaah Indonesia untuk berangkat ke tanah suci. “Ingat Bapak Ibu, luruskan niat ikhlas karena Allah, ini panggilan Allah yang harus Bapak Ibu penuhi dengan penuh kesungguhan dan kesabaran. Bapak Ibu, tetap menjaga diri jangan sampai melanggar larangan-larangan haji, dan penting lagi jaga soliditas dan solidaritas di antara Bapak Ibu sekalian sebagai jamaah haji,” tegas nya.  Selain itu, beliau mengingatkan para jamaah agar bersikap bijak dalam menggunakan media sosial selama haji, gunakan media sosial untuk menginformasikan hal-hal yang selama ibadah haji. (Miftah, KBIHU Sleman)

Loading

387 Jamaah Haji KBIHU Aisyiyah Sleman Mengikuti Manasik Kolosal KBIHU Aisyiyah se-DIY

Kulon Progo,  Pdmsleman.Or.Id Sebanyak 387 jamaah haji tahun 1447 H/2026 M dari KBIHU Aisyiyah Sleman mengikuti kegiatan Manasik Kolosal Jamaah Haji KBIHU Aisyiyah se Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diselenggarakan di Kabupaten Kulon Progo, Ahad (8/2/2026). Kegiatan yang diikuti oleh jamaah haji yang dibimbing oleh KBIHU Aisyiyah di seluruh Kab/Kota se DIY merupakan upaya memperkuat persiapan menyeluruh sebelum pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah DIY, Dr. Hj. Widyastuti, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk mempererat silaturrahim antarjamaah sekaligus meningkatkan pemahaman serta keterampilan praktis dalam pelaksanaan ibadah haji. “Kualitas pelaksanaan manasik menjadi hal penting dalam membentuk kesiapan jamaah secara spiritual, mental, dan teknis, sehingga diharapkan dapat mengantarkan jamaah mencapai haji mabrur”, tegasnya. Ditegaskan pula bahwa ada tiga kunci utama kesuksesan ibadah haji. Pertama, kemandirian dalam menjalankan ibadah. Kedua, kemandirian dalam melaksanakan amal saleh. Ketiga, kemandirian dalam bermuamalah. Selain itu, ada aspek penting lainnya, yaitu keharusan jamaah untuk menjaga akhlak selama menjalankan ibadah haji, antara lain dengan menumbuhkan sikap sabar, ikhlas, dan gemar menolong sesama jamaah. Prof Sukamta, Ketua kafilah Sleman menyampaikan bahwa kegiatan manasik kolosal ini dilaksanakan melalui simulasi praktik ibadah haji berupa Armuzna, penyampaian materi pembekalan, serta penguatan aspek spiritual jamaah. Penyelenggaraan kegiatan adalah BPH KBIHU Aisyiyah DIY bekerjasama dengan LPHU PWM DIY, dengan panitia tuan rumah KBIHU Aisyiyah Kulon Progo. Rep [Miftah/KBIHU Sleman] Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kajian PRM Girikerto Bersama H. Sudarto PDM Sleman, Menyambut Ramadhan sebagai Bulan Ampunan dan Pendidikan Iman

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Girikerto menggelar kajian Ahad Legi dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Ahad (8/2/2026). Kegiatan keagamaan ini menghadirkan Ustadz H. Sudarto, S.Pd., dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman sebagai penceramah utama. Dalam kajiannya, Ustadz Sudarto menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan bulan istimewa yang memiliki banyak sebutan mulia. Di antaranya Syahrul ‘Adin (bulan ibadah), Syahrul Mubarak (bulan penuh keberkahan), serta Syahrul Maghfirah (bulan ampunan). “Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi bulan pendidikan iman dan kesempatan besar bagi umat Islam untuk mendapatkan ampunan Allah SWT,” ujarnya di hadapan jamaah. Ia menegaskan bahwa perintah berpuasa di bulan Ramadhan secara tegas disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185 yang menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pembeda antara yang benar dan yang batil. “Siapa pun yang menjumpai bulan Ramadhan, maka wajib baginya berpuasa. Ini perintah langsung dari Allah, bukan pilihan,” tegasnya. Lebih lanjut, Ustadz Sudarto mengaitkan makna Ramadhan sebagai Syahrul Maghfirah dengan kisah doa Malaikat Jibril yang diamini oleh Rasulullah SAW. Ia mengutip hadis riwayat Ibnu Khuzaimah, Ahmad, dan Al-Baihaqi tentang celakanya seseorang yang menjumpai Ramadhan namun tidak mendapatkan ampunan dosa. “Hadis ini menjadi peringatan keras bagi umat Islam. Jangan sampai kita melewati Ramadhan tanpa ampunan,” katanya. Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga mengamini doa Malaikat Jibril terkait tiga golongan yang celaka, salah satunya adalah orang yang masuk dan keluar bulan Ramadhan tanpa diampuni dosanya. Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Bazzar, Hakim, dan Bukhari. Menurut Ustadz Sudarto, tidak diampuninya dosa seseorang di bulan Ramadhan bisa disebabkan karena tidak menjalankan perintah Allah dengan benar, termasuk puasa yang tidak sesuai tuntunan. “Bisa jadi puasanya hanya menahan lapar dan haus, tetapi tidak menjaga lisan, perilaku, dan niat ibadah,” jelasnya. Sebagaimana disampaikan oleh Dr. H. Agus Nugroho Setiawan dari PCM Turi yang turut hadir dalam kajian tersebut. Pentingnya kualitas ibadah, khususnya shalat. “Shalat harus dilakukan sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW, yakni di awal waktu, berjamaah di masjid, dan dengan kekhusyukan,” tuturnya. Ia menambahkan, pada bulan Ramadhan ibadah shalat harus lebih diintensifkan, baik shalat wajib maupun sunnah. “Shalat tarawih harus dilakukan secara istiqamah selama Ramadhan, bukan hanya semangat di awal bulan saja,” pungkasnya. Kajian ini diharapkan dapat menjadi pengingat dan bekal spiritual bagi jamaah PRM Girikerto dalam menyambut dan mengisi bulan Ramadhan dengan ibadah yang berkualitas serta penuh kesadaran iman. Rep   H. Agus NS PCM Turi Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading