387 Jamaah Haji KBIHU Aisyiyah Sleman Mengikuti Manasik Kolosal KBIHU Aisyiyah se-DIY

Kulon Progo,  Pdmsleman.Or.Id Sebanyak 387 jamaah haji tahun 1447 H/2026 M dari KBIHU Aisyiyah Sleman mengikuti kegiatan Manasik Kolosal Jamaah Haji KBIHU Aisyiyah se Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diselenggarakan di Kabupaten Kulon Progo, Ahad (8/2/2026). Kegiatan yang diikuti oleh jamaah haji yang dibimbing oleh KBIHU Aisyiyah di seluruh Kab/Kota se DIY merupakan upaya memperkuat persiapan menyeluruh sebelum pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah DIY, Dr. Hj. Widyastuti, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk mempererat silaturrahim antarjamaah sekaligus meningkatkan pemahaman serta keterampilan praktis dalam pelaksanaan ibadah haji. “Kualitas pelaksanaan manasik menjadi hal penting dalam membentuk kesiapan jamaah secara spiritual, mental, dan teknis, sehingga diharapkan dapat mengantarkan jamaah mencapai haji mabrur”, tegasnya. Ditegaskan pula bahwa ada tiga kunci utama kesuksesan ibadah haji. Pertama, kemandirian dalam menjalankan ibadah. Kedua, kemandirian dalam melaksanakan amal saleh. Ketiga, kemandirian dalam bermuamalah. Selain itu, ada aspek penting lainnya, yaitu keharusan jamaah untuk menjaga akhlak selama menjalankan ibadah haji, antara lain dengan menumbuhkan sikap sabar, ikhlas, dan gemar menolong sesama jamaah. Prof Sukamta, Ketua kafilah Sleman menyampaikan bahwa kegiatan manasik kolosal ini dilaksanakan melalui simulasi praktik ibadah haji berupa Armuzna, penyampaian materi pembekalan, serta penguatan aspek spiritual jamaah. Penyelenggaraan kegiatan adalah BPH KBIHU Aisyiyah DIY bekerjasama dengan LPHU PWM DIY, dengan panitia tuan rumah KBIHU Aisyiyah Kulon Progo. Rep [Miftah/KBIHU Sleman] Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kajian PRM Girikerto Bersama H. Sudarto PDM Sleman, Menyambut Ramadhan sebagai Bulan Ampunan dan Pendidikan Iman

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Girikerto menggelar kajian Ahad Legi dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Ahad (8/2/2026). Kegiatan keagamaan ini menghadirkan Ustadz H. Sudarto, S.Pd., dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman sebagai penceramah utama. Dalam kajiannya, Ustadz Sudarto menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan bulan istimewa yang memiliki banyak sebutan mulia. Di antaranya Syahrul ‘Adin (bulan ibadah), Syahrul Mubarak (bulan penuh keberkahan), serta Syahrul Maghfirah (bulan ampunan). “Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi bulan pendidikan iman dan kesempatan besar bagi umat Islam untuk mendapatkan ampunan Allah SWT,” ujarnya di hadapan jamaah. Ia menegaskan bahwa perintah berpuasa di bulan Ramadhan secara tegas disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185 yang menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pembeda antara yang benar dan yang batil. “Siapa pun yang menjumpai bulan Ramadhan, maka wajib baginya berpuasa. Ini perintah langsung dari Allah, bukan pilihan,” tegasnya. Lebih lanjut, Ustadz Sudarto mengaitkan makna Ramadhan sebagai Syahrul Maghfirah dengan kisah doa Malaikat Jibril yang diamini oleh Rasulullah SAW. Ia mengutip hadis riwayat Ibnu Khuzaimah, Ahmad, dan Al-Baihaqi tentang celakanya seseorang yang menjumpai Ramadhan namun tidak mendapatkan ampunan dosa. “Hadis ini menjadi peringatan keras bagi umat Islam. Jangan sampai kita melewati Ramadhan tanpa ampunan,” katanya. Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga mengamini doa Malaikat Jibril terkait tiga golongan yang celaka, salah satunya adalah orang yang masuk dan keluar bulan Ramadhan tanpa diampuni dosanya. Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Bazzar, Hakim, dan Bukhari. Menurut Ustadz Sudarto, tidak diampuninya dosa seseorang di bulan Ramadhan bisa disebabkan karena tidak menjalankan perintah Allah dengan benar, termasuk puasa yang tidak sesuai tuntunan. “Bisa jadi puasanya hanya menahan lapar dan haus, tetapi tidak menjaga lisan, perilaku, dan niat ibadah,” jelasnya. Sebagaimana disampaikan oleh Dr. H. Agus Nugroho Setiawan dari PCM Turi yang turut hadir dalam kajian tersebut. Pentingnya kualitas ibadah, khususnya shalat. “Shalat harus dilakukan sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW, yakni di awal waktu, berjamaah di masjid, dan dengan kekhusyukan,” tuturnya. Ia menambahkan, pada bulan Ramadhan ibadah shalat harus lebih diintensifkan, baik shalat wajib maupun sunnah. “Shalat tarawih harus dilakukan secara istiqamah selama Ramadhan, bukan hanya semangat di awal bulan saja,” pungkasnya. Kajian ini diharapkan dapat menjadi pengingat dan bekal spiritual bagi jamaah PRM Girikerto dalam menyambut dan mengisi bulan Ramadhan dengan ibadah yang berkualitas serta penuh kesadaran iman. Rep   H. Agus NS PCM Turi Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

UMY Terjunkan 120 Mahasiswa KKN di Kalurahan Wonokerto Turi Sleman

Turi, Pdmsleman.Or.IdUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Pada Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026, UMY menerjunkan lebih dari 1.500 mahasiswa ke berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan masa pelaksanaan selama satu bulan penuh.Salah satu lokasi pelaksanaan KKN tersebut berada di Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman. Kegiatan penerjunan mahasiswa KKN UMY di wilayah ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026.Dalam acara tersebut, Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kapanewon Turi, Agus Nugroho Setiawan, mewakili UMY bersama Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat secara resmi menyerahkan sebanyak 120 mahasiswa kepada pemerintah Kalurahan Wonokerto.Sebanyak 120 mahasiswa tersebut terbagi dalam 12 kelompok dan akan menjalankan berbagai program pengabdian masyarakat dengan pendampingan enam dosen pembimbing lapangan. Program KKN ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat serta menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa.Dalam sambutannya, Agus Nugroho Setiawan menegaskan bahwa “ KKN memiliki dua dimensi utama, yakni sebagai proses pembelajaran akademik sekaligus implementasi kerja nyata di tengah masyarakat”. Menurutnya, mahasiswa dituntut mampu memotret kondisi sosial masyarakat, melakukan analisis terhadap berbagai permasalahan, serta mengidentifikasi potensi daerah sebagai dasar penyusunan program kerja.“Program KKN harus benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar program titipan dari kampus. Mahasiswa juga harus mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam bentuk kerja nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” jelas Agus.Ia menambahkan, keberhasilan KKN dapat dilihat dari sejauh mana program yang dilaksanakan mampu meningkatkan kemandirian dan keberdayaan masyarakat setempat. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan dapat bekerja secara kolaboratif dengan warga serta pemangku kepentingan di wilayah Kalurahan Wonokerto.Sementara itu, Lurah Wonokerto Riyanto Sulistyo B., S. E menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UMY dan menyampaikan sejumlah pesan penting. Ia berharap program yang dijalankan mahasiswa tidak membebani masyarakat maupun mahasiswa sendiri. Selain itu, mahasiswa juga diminta aktif berinteraksi dan menjalin hubungan sosial yang harmonis dengan masyarakat setempat.“Mahasiswa diharapkan mampu menjaga adab, etika, serta menghormati kearifan lokal masyarakat Wonokerto. Kami berharap kegiatan KKN ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa,” ujar Lurah Wonokerto.Lebih lanjut, Lurah Wonokerto juga menyoroti pelaksanaan KKN yang sebagian waktunya bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Ia mengingatkan mahasiswa untuk menghargai perbedaan dalam pelaksanaan amaliah ibadah di masyarakat. Menurutnya, sikap saling menghormati dan menyesuaikan diri menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan selama kegiatan berlangsung.Dalam kesempatan yang sama, Agus Nugroho Setiawan juga berpesan kepada mahasiswa agar senantiasa menjaga nama baik almamater UMY serta nilai-nilai Muhammadiyah. Mahasiswa diharapkan dapat aktif memakmurkan masjid melalui kegiatan shalat berjamaah, mengikuti kajian keagamaan, serta berperan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.Dengan penerjunan mahasiswa KKN ini, diharapkan terjalin sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan sosial, ekonomi, maupun keagamaan di Kalurahan Wonokerto. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen UMY dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.Arief Hartanto

Loading

Kolaborasi SD Muhammadiyah Banyuraden dan LazisMu UMY Tingkatkan Literasi Siswa

Gamping, Pdmsleman.Or.Id SD Muhammadiyah Banyuraden menyelenggarakan program pengembangan literasi siswa melalui kerja sama dengan layanan perpustakaan keliling Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LazisMu) UMY. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar sekolah dalam memperkuat budaya membaca dan pemerataan akses bahan bacaan bagi seluruh peserta didik. Kepala SD Muhammadiyah Banyuraden, Maria Ulfa, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut telah berlangsung hampir dua tahun dan diikuti oleh seluruh siswa dari kelas I hingga kelas VI. “Karena jumlah siswa cukup banyak, layanan perpustakaan keliling dijadwalkan dua minggu sekali dengan dua sesi dalam satu hari, yakni sesi pertama pukul 08.15–09.30 dan sesi kedua pukul 10.00–11.30,” jelasnya, Rabu (4/2/2026). Maria Ulfa menegaskan, kehadiran perpustakaan keliling di lingkungan sekolah diharapkan menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan minat baca sekaligus meningkatkan kualitas literasi siswa. “Buku-buku yang disediakan menarik dan mudah dipahami, sehingga siswa lebih antusias membaca. Kegiatan ini mendorong perluasan wawasan serta melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif sejak dini,” ujarnya. Menurutnya, program tersebut juga menjawab tantangan keterbatasan akses bahan bacaan yang masih dialami sebagian siswa. Melalui layanan bergerak yang rutin, pemerataan literasi diharapkan dapat terwujud. “Membaca yang dikemas secara menyenangkan akan membentuk kebiasaan positif dan menjadi fondasi pembelajaran sepanjang hayat,” tambahnya. Layanan Perpustakaan Keliling (Pusling) LazisMu UMY hadir dalam bentuk kendaraan serbaguna roda tiga yang dimodifikasi sebagai perpustakaan bergerak. Kehadiran Pusling ini merupakan wujud apresiasi dari Bank Indonesia kepada LazisMu UMY atas capaian juara pertama dalam Festival Ekonomi Syariah se-Jawa Tahun 2023 di Surabaya. Melalui kolaborasi sekolah dan lembaga filantropi tersebut, SD Muhammadiyah Banyuraden menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan belajar yang literat, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan dasar. Rep Athiful Editor Arief Hartanto

Loading

Kajian dan Rapat PRM Tamanmartani Utara Bahas Sikap Warga Muhammadiyah terhadap Tradisi Sadranan serta Persiapan Ramadhan

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id PRM Tamanmartani Utara menyelenggarakan kegiatan kajian dan rapat rutin pada hari Senin, 2 Februari 2026, pukul 20.00 WIB, bertempat di rumah Bapak Heriyanto, Dalem Tamanmartani. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan warga Muhammadiyah PRM Tamanmartani Utara dengan suasana yang khidmat dan penuh keakraban. Acara diawali dengan kajian keislaman yang disampaikan oleh Drs. H. Agus Jati Susilo dari Cageran, Tamanmartani, Kalasan, Sleman. Dalam kajiannya, beliau mengangkat tema “Sikap Warga Muhammadiyah terhadap Tradisi Sadranan”. Pemateri menjelaskan bagaimana warga Muhammadiyah sebaiknya menyikapi tradisi sadranan yang berkembang di masyarakat dengan tetap berpegang pada tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah, serta mengedepankan nilai dakwah, kebijaksanaan, dan akhlak mulia dalam bermasyarakat. Kajian ini memberikan pemahaman yang mencerahkan serta menjadi bahan refleksi bagi jamaah dalam menyikapi tradisi lokal secara bijak. Setelah kajian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat PRM Tamanmartani Utara. Rapat diawali dengan sambutan Ketua PRM Tamanmartani Utara, yang menekankan pentingnya kebersamaan, soliditas pengurus, serta kesiapan PRM dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Agenda utama rapat membahas rencana kegiatan Ramadhan, yang meliputi: Melalui rapat ini, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan dapat terlaksana dengan baik, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi warga Muhammadiyah maupun masyarakat sekitar. Kegiatan kajian dan rapat PRM Tamanmartani Utara ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh program yang telah direncanakan mendapat kemudahan dan keberkahan dari Allah SWT. Rep Tomi Nugraha

Loading

MPKS PDM Sleman Gelar Silaturahmi LKSA, Perkuat Legalitas dan Komitmen Anti-Kekerasan Anak

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan “Silaturahmi Anak Asuh Muhammadiyah-Aisyiyah se-Sleman” pada Sabtu, 31 Januari 2026 bertempat di Rumah Dinas Wakil Bupati Sleman. Acara ini menjadi momentum krusial bagi pengelola Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) untuk memperkuat legalitas lembaga sekaligus memastikan perlindungan maksimal bagi anak asuh.  Kegiatan yang dihadiri oleh pengurus, pengasuh, dan perwakilan anak asuh dari berbagai cabang seperti ACC An Nur Prambanan hingga MCC Seyegan ini memfokuskan pada dua isu utama: sosialisasi regulasi terbaru Kementerian Sosial dan pencegahan kekerasan di lingkungan panti.  Dalam laporannya, MPKS PDM Sleman menekankan bahwa setiap LKSA atau panti asuhan memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pengasuhan dan pemenuhan hak anak. Untuk menjamin mutu tersebut, kepatuhan terhadap regulasi menjadi harga mati. “Setiap LKSA/Panti Asuhan diwajibkan memiliki Tanda Daftar sebagai bentuk legalitas dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 5 Tahun 2024,” tutur H. Wahyu Purhantara.  Workshop ini menghadirkan narasumber Josua Lapudhoh yang membedah mekanisme pengajuan Tanda Daftar tersebut. Melalui sesi ini, diharapkan para pengelola memahami hak dan kewajiban mereka sebagai lembaga yang terdaftar secara resmi di bawah payung hukum negara.  Selain aspek administratif, agenda utama lainnya adalah pencegahan kekerasan terhadap anak yang disampaikan Nyadi Kasmoredjo. MPKS menyadari bahwa anak yang tinggal di panti asuhan termasuk kelompok rentan yang membutuhkan sistem perlindungan kuat dan terstruktur.  Dasar pelaksanaan kegiatan ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Konvensi Hak Anak. Panitia menegaskan bahwa lingkungan pengasuhan harus dipastikan aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, seksual, maupun penelantaran.  “Tujuan khusus kami adalah meningkatkan kesadaran pengelola dan pengasuh tentang pentingnya perlindungan anak serta mendorong penerapan pengasuhan yang aman dan ramah anak,” ungkap, Drs. Wahyu Purhantara, M.M., dalam sambutannya saat membuka acara.  Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini juga diisi dengan diskusi interaktif dan pembagian praktik baik (best practices) antar pengelola panti. Dengan anggaran yang disusun secara efisien, kegiatan ini mampu mensinergikan berbagai elemen pendukung kesejahteraan sosial di Kabupaten Sleman.  Melalui silaturahmi ini, MPKS PDM Sleman berharap seluruh pihak dapat berperan aktif demi terwujudnya pengasuhan anak yang berkualitas dan berkeadilan. Penutupan acara menandai komitmen bersama untuk menjadikan LKSA Muhammadiyah-Aisyiyah sebagai teladan dalam pemenuhan hak-hak anak di Daerah Istimewa Yogyakarta.  Rep H. Yu Poer  MPKS PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Peletakan Batu Pertama Gedung Dakwah Muhammadiyah Godean

Godean, Pdmsleman.Or.Id Bertempat di lahan seluas 2.284 m2 tepatnya di timur kantor Kapanewon Godean pada Sabtu, 31 Januari 2026 telah sukses diadakan peletakan batu pertama atau groundbreaking gedung dakwah Muhammadiyah Godean. Dalam acara yang digagas oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean dan KL Lazismu Godean, peletakan batu pertama dilakukan oleh Lurah Sidoagung Edi Utomo, ketua PCM Godean Haris Darmawan, wakil PDM Sleman H. Darojat Nuur Ahmad, tokoh Muhammadiyah Hadi Suprapto dan Supriyanto, serta sesepuh Aisyiyah Ismiati Adib Susilo, serta Kyai Saebani dari Bantul. Dalam pengajian setelah peletakan batu pertama disampaikan oleh Kyai Saebani dari Bantul. Beliau menyampaikan bahwa ada “5 I” agar tidak tergoda syaiton dalam kehidupan Pertama, Isti‘anah, yakni memohon pertolongan kepada Allah (إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ) Kedua, Isti‘adzah yakni berlindung kepada Allah dari godaan setan (A‘ūdzu billāhi minas-syaithānir-rajīm) Ketiga, Istighfar yakni memohon ampun kepada Allah, larena dosa adalah pintu masuk setan, Keempat, Ikhlas, yakni memurnikan niat hanya karena Allah, Setan tak berdaya menghadapi hamba yang ikhlas Kelima, Istiqamah yakni konsisten dalam kebaikan dan ketaatan, Bukan hanya semangat di awal, tapi terus dijaga Kyai Syaebani juga menyampaikan bahwa”Muhammadiyah itu ada karena kerjasama dengan kompak, harus sehat, orang dulu itu “la tahdhop”, jangan mudah marah. Papar Kyai Syaebani yang menyampaikan dengan penuh kelucuan. Diakhir pengajian disampaikan bahwa orang Muhammadiyah itu tujuan utamanya adalah mengajak ke surga secara bersama-sama kenapa? Karena mau cari apa di Muhammadiyah itu, nyari uang gak ada karena adanya urunan dan tombok, mau cari nama? gak ada nama atau jeneng di Muhammadiyah itu, di Muhammadiyah itu hanya mencari pahala atau ridho Allah. Dengan peletakan batu pertama ini semoga dimudahkan untuk peletakan kedua, ketiga dan seterusnya, pungkas Kyai Saebani Sebelumnya dalam sambutannya ketua PCM Godean, Haris Darmawan menyampaikan bahwa kita yakin akan mampu dan optimis memanfaatkan lahan ini untuk gedung dakwah Muhammadiyah Godean. Selanjutnya ketua menyampaikan bahwa besok Sabtu, 7 Februari 2026 InsyaAllah akan diadakan Pengajian Hari Bermuhammadiyah se-Sleman bertempat di eks Relaksasi Pasar Godean Berjo Sidoluhur yang InsyaAllah akan dihadiri 5.000 undangan. Sedangkan Lurah Sidoagung Edi Utomo menyampaikan bahwa lahan ini bermula saat tahun 2014 dimana saat itu menjadi Lurah di awal periode, ada warga yang akan menjual lahan sawah seluas 2.284 m2 kemudian bersama ketua PCM Godean waktu itu yakni Drs. Robingun menghadap untuk menindaklanjuti dan langsung deal. Sehingga pak Lurah optimis bahwa warga Muhammadiyah Godean akan mampu mewujudkan sebelum masa jabatan sebagai lurah berakhir 2029, harap Lurah Edi Utomo yang juga kader Muhammadiyah. Kegiatan dihadiri 250 undangan dan muzakki Lazismu Godean. Acara ditutup dengan doa dan penghargaan bagi pengumpul zakat terbanyak dari Lazismu Godean diantaranya kepada Muji Suprapto dari Sidoluhur sebagai pengumpul terbanyak. Rep H. Wahdan Arifudin S.Pd  PCM Godean KS SMP muhammadiyah 2 Godean Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Aisyiyah (PCA) Tempel Sosialisasi Anti-Bullying Hadirkan Dr. Aroma Elmina Martha Pakar Hukum UII

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Perilaku perundungan atau bullying hingga kini masih menjadi persoalan serius yang kerap dijumpai di berbagai ruang kehidupan, mulai dari lingkungan keluarga, dunia pendidikan, hingga ruang digital. Banyak kasus terjadi tanpa disadari karena dianggap sebagai bentuk candaan. Padahal, praktik tersebut dapat menimbulkan luka psikologis mendalam serta menghilangkan rasa aman, khususnya bagi perempuan dan anak-anak. Menyikapi kondisi tersebut, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Tempel menggelar pertemuan rutin anggota yang dirangkaikan dengan kegiatan sosialisasi anti-bullying. Acara ini berlangsung pada Jumat, 30 Januari 2026, bertempat di Gedung Darul Ulum, Sanggrahan, Tempel. Kegiatan diikuti oleh pengurus dan anggota ‘Aisyiyah Cabang Tempel serta perwakilan ‘Aisyiyah ranting, sebagai bagian dari upaya penguatan peran perempuan dalam membangun lingkungan sosial yang aman dan berkeadaban. Sosialisasi menghadirkan narasumber Dr. Aroma Elmina Martha, S.H., M.H., dosen Universitas Islam Indonesia (UII). Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan menyakiti yang dilakukan secara sengaja dan berulang, sehingga membuat korban merasa tertekan, takut, serta tidak memiliki daya untuk melawan. Ia menegaskan bahwa bullying merupakan salah satu bentuk kekerasan, meskipun tidak semua kekerasan dapat disebut sebagai bullying. “Semua bullying adalah kekerasan, tetapi tidak semua kekerasan merupakan bullying,” jelasnya. Sebagai contoh, membentak seseorang satu kali dapat dikategorikan sebagai kekerasan verbal, namun belum tentu masuk dalam kategori bullying. Sebaliknya, tindakan mengejek, merendahkan, atau mengucilkan individu yang sama secara berulang—baik secara langsung maupun melalui media digital seperti grup percakapan—merupakan bentuk bullying yang kerap terjadi dalam keseharian. Perempuan yang akrab disapa Bu Arum itu juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam upaya pencegahan. Ia mengimbau agar orang tua lebih peka terhadap perubahan perilaku anak yang tidak wajar, karena hal tersebut bisa menjadi tanda awal anak mengalami perundungan atau kekerasan. “Orang tua perlu meningkatkan pengawasan, salah satunya dengan memantau penggunaan ponsel anak, mengedukasi agar tidak menerima pesan atau panggilan dari nomor yang tidak dikenal, serta membangun komunikasi yang terbuka dan hangat dengan anak,” ujarnya. Selain itu, ia juga menganjurkan agar anak dibiasakan berangkat dan pulang sekolah bersama teman-temannya sebagai langkah sederhana untuk meningkatkan rasa aman. Melalui kegiatan ini, ‘Aisyiyah menegaskan komitmennya terhadap pentingnya edukasi berbasis keluarga dan komunitas sebagai fondasi utama pencegahan bullying. Perempuan dipandang memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pendidik pertama dalam keluarga, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menciptakan lingkungan sosial yang lebih aman dan berkeadilan. Rep Ratna Zuliastuti PRA Banyurejo Tempel Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading