Edukasi Kesehatan Dan Cek Kesehatan Gratis KKN UMY di Turi

Turi, Pdmsleman.Or.Id Kegiatan edukasi kesehatan dan cek kesehatan gratis digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran warga Padukuhan Sangurejo tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Hasil pengamatan dan diskusi bersama perangkat padukuhan menunjukkan bahwa kondisi kesehatan masyarakat secara umum tergolong baik. Meski begitu, pemahaman tentang pola hidup sehat dan pemenuhan gizi seimbang masih perlu terus diperkuat. Banyak keluarga yang belum sepenuhnya memahami kebutuhan gizi sesuai usia, pentingnya memantau tumbuh kembang anak, serta cara merawat kesehatan lansia agar tetap bugar dan mandiri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMY REG–025 dibawah bimbingan DPL DR. H. Agus Nugroho Setiawan dan bertempat di wilayah Turi ingin membantu warga memahami bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama dalam keluarga. Edukasi yang diberikan menekankan pentingnya gizi seimbang sepanjang hayat, mulai dari balita, orang dewasa, hingga lansia. Selain itu, warga diajak memahami alasan mengapa asupan gizi yang cukup sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh, konsentrasi belajar anak, hingga kualitas hidup lansia. Kesadaran keluarga untuk saling menjaga kesehatan diharapkan tumbuh, tidak hanya ketika sakit, tetapi juga sebagai langkah pencegahan. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu kedua pelaksanaan KKN, bertempat di wilayah Turi, dengan rangkaian acara berupa penyuluhan kesehatan tentang gizi anak dan perawatan kesehatan lansia. Materi disampaikan secara interaktif, dilanjutkan sesi tanya jawab agar warga dapat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Selain itu, kader kesehatan dan orang tua didampingi dalam memahami cara memantau berat badan serta tinggi badan balita sebagai indikator tumbuh kembang. Layanan cek kesehatan gratis juga disediakan, meliputi pemeriksaan tekanan darah, berat badan, cek gula darah, serta konsultasi singkat dengan tenaga medis. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026 di Pendopo Embung Kaliaji, Padukuhan Sangurejo. Sekitar 35 warga, yang sebagian besar merupakan ibu-ibu dan lansia, hadir mengikuti kegiatan dengan antusias. Suasana pendopo yang terbuka membuat kegiatan terasa santai, sehingga peserta lebih leluasa berdiskusi tentang kebiasaan makan di rumah, pola aktivitas harian, serta keluhan kesehatan yang sering muncul. Narasumber kegiatan ini adalah dr. Fadhil Aulia Widianto, seorang dokter umum yang aktif berpraktik di Procto Clinic Jogja dan RSU Puri Husada. Ia menyampaikan materi dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan warga. Dalam pemaparannya, dr. Fadhil menekankan pentingnya gizi sesuai usia, deteksi dini gangguan pertumbuhan anak, serta upaya menjaga kualitas hidup lansia melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik ringan yang rutin. Warga menyambut baik kegiatan ini, terutama layanan cek kesehatan gratis yang dirasakan sangat membantu. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan untuk bertanya tentang pola makan anak, cara mengontrol tekanan darah, hingga kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan di rumah agar tetap sehat. Ketua Karang Taruna Padukuhan Sangurejo, Agung, menyampaikan bahwa kegiatan ini tepat sasaran mengingat jumlah lansia di wilayah tersebut cukup banyak. Melalui pemeriksaan gula darah, para lansia menjadi lebih memahami kondisi tubuhnya, sehingga bisa mulai mengatur konsumsi gula dengan lebih bijak sesuai kebutuhan masing-masing. Rep Arief Hartanto

Loading

SMK Muhammadiyah 1 Sleman Ikuti Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) Nasional di Makassar, Sulawesi Selatan

Sleman. Pdmsleman.Or.id SMK Muhammadiyah 1 Sleman bergabung dalam Kafilah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada ajang Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) Nasional yang diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan, 12–14 Februari 2026. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Afifudin, menyampaikan bahwa siswa yang berangkat mengikuti cabang Film Indie adalah Dias Cahyo Pratama, Kusuma Mukti Abimanyu, dan Zaki Ahmad Fahrezi. Sementara cabang Dakwah Digital diikuti oleh Ma’ruf Rosyidi. Menurut Afifudin, para siswa tersebut sebelumnya berhasil meraih juara pada OlympicAD tingkat Provinsi DIY, sehingga berhak mewakili daerah pada tingkat nasional. “Mereka merupakan siswa yang telah meraih juara di tingkat Provinsi DIY dan kini mewakili DIY di ajang nasional. Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus motivasi bagi siswa lainnya,” ujarnya, Kamis (12/2/2026). Pada cabang Film Indie, tim SMK Muhammadiyah 1 Sleman mengusung karya berjudul “Dibalik Keterbatasan”.  Film tersebut diproduksi khusus untuk mengikuti OlympicAD ke-8 dan mengangkat kisah perjuangan seorang siswa dalam meraih cita-cita di tengah keterbatasan ekonomi, tekanan lingkungan, serta situasi yang tidak selalu berpihak. Melalui alur cerita yang sederhana dan komunikatif, ujar Afifudin, film ini menyampaikan pesan tentang pentingnya ketekunan, kesabaran, dan semangat pantang menyerah.  “Karya tersebut menegaskan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih harapan dan masa depan yang lebih baik,” jelasnya. Partisipasi SMK Muhammadiyah 1 Sleman dalam OlympicAD Nasional menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi siswa di bidang akademik maupun nonakademik, serta memperkuat karakter dan kreativitas generasi muda.  “Semoga semuanya mendapatkan pengalaman berharga dan hasil yang terbaik,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)

Loading

Strategi Marketing dan Branding Digital bagi Sekolah Menengah Atas dan kejuruah Muhammadiyah

Sleman, Pdmsleman.Or.Id   Pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana marketing dan branding digital kembali ditekankan dalam kegiatan pelatihan pengelolaan media sosial yang digelar pada 11 Februari 2026 dalam Pelatihan Pengelolaan Media Sosial (Medsos) untuk Sekolah Muhammadiyah se Sleman. Kegiatan ini digelar di Laboratorium Ekonomi Program Studi Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FEB UMY), Gedung Ki Bagus Hadikusumo E4 lantai 2, dan diikuti 30 guru serta staf pengelola media sosial sekolah Menengah Atas dan Kejuruan Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman yang diinisiasi Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman bekerja sama dengan tim pengabdian masyarakat FEB UMY. Narasumber pelatihan Rayna Aksan selaku praktisi pemasaran digital, praktisi media sosial memaparkan peran strategis media sosial sebagai platform digital untuk berkomunikasi, berbagi konten, dan membangun interaksi antara institusi pendidikan dengan masyarakat luas. Dalam paparan materi, narasumber menjelaskan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga memiliki fungsi sosial-bisnis, informasi, dan edukasi. Platform digital dinilai mampu menjadi etalase reputasi sekolah apabila dikelola secara terarah. “Media sosial hari ini bukan sekadar tempat berbagi foto, melainkan kanal strategis untuk membangun citra lembaga, menyampaikan informasi, dan menarik minat calon peserta didik,” terang pemateri dalam sesi pengantar. Peserta pelatihan diajak menganalisis pemilihan platform yang tepat sesuai tujuan utama komunikasi, mulai dari branding dan citra sekolah, penyampaian pengumuman dan informasi, hingga upaya menarik perhatian serta minat siswa. Selain itu, pengenalan audiens menjadi kunci penting dalam penyusunan konten, mencakup karakteristik, kebutuhan, dan tingkat pengetahuan pengikut akun resmi sekolah. Materi juga mengulas jenis konten yang dinilai efektif di media sosial, di antaranya konten foto, video pendek, cerita, edukasi, testimoni, informasi, konten interaktif, hingga behind the scene. Narasumber menekankan bahwa variasi format konten diperlukan untuk menjaga atensi audiens dan mendorong keterlibatan. “Satu konten, satu pesan utama. Hook tiga detik pertama sangat menentukan apakah audiens akan bertahan menonton atau tidak,” jelasnya. Dalam sesi strategi produksi konten, peserta diberikan panduan teknis seperti pentingnya visual dan teks yang sederhana, membangun alur cerita, menjaga konsistensi kualitas serta jadwal unggahan, dan menyesuaikan format konten dengan karakter masing-masing platform. Interaksi aktif dengan audiens juga menjadi indikator penting dalam membangun kedekatan emosional dan kepercayaan publik. Pelatihan ini turut menyoroti peran media sosial dalam meningkatkan reputasi sekolah. Reputasi dinilai dapat dibangun dengan menampilkan proses kegiatan, bukan hanya hasil akhir, memperkuat peran guru sebagai figur utama, membangun narasi nilai dan budaya sekolah, serta mengelola prestasi secara elegan. Keterlibatan orang tua dan alumni, konsistensi visual, keaktifan dalam kegiatan sosial, serta sikap transparan dan responsif menjadi faktor pendukung reputasi digital yang berkelanjutan. Untuk meningkatkan jumlah pengikut dan engagement, pemateri merekomendasikan perapihan identitas akun, konsistensi posting, fokus pada video pendek, pelibatan siswa dan guru, pemanfaatan momentum kegiatan, penggunaan hashtag dan lokasi yang tepat, respons cepat terhadap komentar dan pesan langsung, hingga kolaborasi serta optimalisasi iklan digital di berbagai platform. Evaluasi performa konten melalui analisis hasil juga ditekankan agar strategi dapat diperbaiki secara berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, diharapkan pengelola akun media sosial sekolah mampu membangun reputasi digital secara konsisten, profesional, dan berdampak pada peningkatan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Kolaborasi MPI PDM Sleman Dan FEB UMY Perkuat Pengelolaan Media Sosial SMA/K se Sleman.

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Penguatan kapasitas digital sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman mendapat dukungan nyata dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FEB UMY) melalui penyelenggaraan Pelatihan Pengelolaan Media Sosial (Medsos), Rabu (11/2/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Laboratorium Ekonomi Program Studi Ekonomi FEB UMY, Gedung Ki Bagus Hadikusumo E4 lantai 2, ini diikuti 30 guru dan staf pengelola media sosial SMA/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Melalui fasilitas akademik dan pendampingan dosen, FEB UMY mengambil peran strategis dalam transfer pengetahuan dan keterampilan digital bagi pengelola media sekolah. Program ini merupakan kolaborasi antara tim pengabdian masyarakat Program Studi Ekonomi FEB UMY dengan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman. Sinergi kampus–persyarikatan tersebut dirancang sebagai model penguatan kapasitas digital marketing pendidikan yang aplikatif. Pelatihan berlangsung selama tiga jam dengan pendekatan kuliah interaktif, praktikum, diskusi kelompok, simulasi, serta studi kasus yang relevan dengan konteks pengelolaan kanal resmi sekolah. Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Ekonomi FEB UMY yang juga Ketua Program Studi Ekonomi FEB UMY, Dr. Dyah Titis Kusuma Wardani, S.E., MIDEC, menegaskan bahwa peran FEB UMY tidak berhenti pada penyediaan ruang dan narasumber, tetapi juga pada perancangan kurikulum pelatihan yang berbasis kebutuhan riil sekolah. “Melalui kolaborasi ini, kami mendorong peningkatan kompetensi guru dan staf agar mampu mengelola media sosial secara strategis, memproduksi konten yang efektif, serta membaca metrik kinerja untuk memperkuat reputasi sekolah,” jelasnya. Pada kesempatan tersebut, FEB UMY juga menyerahkan hibah sarana pendukung kepada MPI PDM Sleman sebagai mitra pengabdian masyarakat. Materi pelatihan difokuskan pada pemilihan platform media sosial yang relevan untuk institusi pendidikan, strategi produksi konten kreatif (foto, video, dan narasi), penguatan engagement audiens, serta analisis performa kanal digital. Sesi pertama diampu Rayna Aksan, praktisi pemasaran digital dan media sosial, dilanjutkan sesi kedua oleh Hussein sebagai fasilitator konten kreatif. Peserta memperoleh praktik langsung pengemasan konten visual, penyusunan kalender editorial, teknik storytelling institusional, hingga pengenalan analitik akun. Praktik pengeditan video pendek untuk promosi sekolah juga diberikan guna merespons tren konsumsi konten audiovisual di Instagram, Facebook, dan TikTok. Ketua MPI PDM Sleman, Arief Hartanto,  menekankan bahwa transformasi pengelolaan media sosial merupakan bagian dari syiar Muhammadiyah yang berkemajuan. “Media sosial tidak lagi sekadar etalase informasi, tetapi instrumen syiar digital yang berdampak bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah.,” ujarnya. Wakil Ketua PDM Sleman, Eko Sumardianto menilai inisiatif kolaboratif FEB UMY dan MPI PDM Sleman sebagai langkah konkret membangun ekosistem komunikasi publik sekolah Muhammadiyah.  Menurutnya, pengelolaan media sosial yang profesional akan meningkatkan kesadaran publik, menarik minat calon peserta didik, serta memperkuat kepercayaan orang tua. “Reputasi lembaga kini dibentuk melalui jejak digital yang konsisten, informatif, dan etis,” katanya. Pelatihan ini menyasar guru dan staf yang bertanggung jawab langsung atas akun resmi sekolah Muhammadiyah di Sleman.  Dengan dukungan keilmuan dan pendampingan FEB UMY, program ini diharapkan mempercepat peningkatan kualitas komunikasi digital sekolah Muhammadiyah sehingga reputasi lembaga dan kesadaran publik terhadap pendidikan Muhammadiyah semakin menguat. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pengajian Bersama Syeikh Poer Ji di Masjid At Tauchid SMP Muhammadiyah 2 Godean

Godean, Pdmsleman.Or.id Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan, jamaah dan masyarakat menghadiri kegiatan Pengajian Tarhib Ramadhan bersama Syech Poer Ji dengan tema “Ramadhan Lebih Bermakna”. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh antusias serta ger-geran. Pengajian ini menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri secara spiritual sebelum memasuki bulan penuh berkah. Ustadz Drs. Purwono, MA menyampaikan di hadapan ratusan jamaah dari PRM, PRA, IPHUI, PHBI Sidomulyo, JIT/Jamaah Ibu-Ibu At Tauhid, serta perwakilan guru karyawan SMP Muhammadiyah 2 Godean di Masjid At Tauhid Sembuh Sidomulyo Godean Sleman Yogyakarta pada Ahad,  8 Februari 2026. Dengan tema “Ramadhan lebih bermakna” disampaikan oleh Ustadz Purwono yang sering dipanggil Syekh Poer Ji bahwa Bulan Ramadhan harus dilakukan dengan penuh keimanan dan keikhlasan akan diampuni segala dosa-dosanya. Bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan besar untuk memperbaiki hati, memperkuat iman, dan meningkatkan amal kebaikan. “Taqwa adalah tujuan puasa sebagaimana dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 183, taqwa pada hakekatnya adalah keyakinan yang mantab kepada Allah, rasa takut yang mendalam, dan perasaan muraqabah yang terus-menerus, maka taqwa merupakan aktualisasi ketaatankepada ilahi. Siapa yang mempersiapkan diri dengan baik untuk meraih taqwa, insyaAllah akan merasakan Ramadhan yang lebih bermakna dan penuh keberkahan,” tutur beliau. Beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk memaksimalkan ibadah di bulan suci dengan 9 (Sembilan) tips/kiat agar iman dan taqwa meningkat selama ramadhan dengan aktifitas berikut: 1.         Puasa 2.         Sholat 3.         Sahur dan Buka 4.         Baca Qur’an dan menghatamkannya 5.         Sedekah 6.         I’tikaf 7.         Banyak Berdoa 8.         Mengajak berbuat baik 9.         Kurangi nonton TV dan main HP Kegiatan pengajian ini diakhiri dengan doa bersama oleh Ustadz Purwono,agar umat Islam diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk menjalani Ramadhan dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan.  Seno Pitoyo, S. Kep, Ns, selaku panitia berharap pengajian ini dapat menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi masyarakat untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan niat yang tulus.Dengan adanya kegiatan ini, Ramadhan tahun ini diharapkan benar-benar menjadi bulan yang lebih bermakna, bukan hanya secara ritual, tetapi juga dalam membangun pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.Selain pengajian dimeriahkan penampilan angklung dari TK ABA Melati Putih Sidomulyo Godean, Pemeriksaan Kesehatan dari PKU Muhammadiyah Gamping dan aneka UMKM di Sidomulyo. Rep H. Wahdan Arifudin KS SMPM 2 Godean Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Optimalisasi Potensi Usaha Mikro melalui Program DIY Parfum Laundry oleh  Mahasiswa KKN Reguler 124 UMY

Turi, Pdmsleman.Or.id Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 124 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Girikerto Turi Sleman yang berada di bawah bimbingan Dr. Siti Dyah Handayani, S.E., M.M. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) melaksanakan program kerja berupa pelatihan pembuatan DIY parfum laundry di Dusun Tritis, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan parfum laundry di masyarakat, sementara harga produk di pasaran relatif cukup mahal. Padahal, parfum laundry dapat dibuat secara mandiri dengan bahan yang mudah diperoleh dan biaya yang lebih terjangkau, sehingga juga bisa berpotensi menjadi peluang usaha rumahan bagi warga. Pelatihan yang dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026 ini diikuti oleh 35 peserta dari ibu-ibu RW 02 Dusun Tritis. Kegiatan menghadirkan anggota KKN Reguler 124 UMY sebagai narasumber sekaligus fasilitator. M.Irsyad muzaki selaku ketua KKN 124 menyampaikan adapun kegiatan ini kami selenggarakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada masyarakat, khususnya ibu ibu, agar dapat memanfaatkan peluang usaha rumahan yang sederhana dan memiliki nilai ekonomis. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyampaikan materi mengenai bahan-bahan yang digunakan seperti bibit parfum, methanol, dan fixative, termasuk fungsi serta takaran yang tepat agar menghasilkan aroma yang tahan lama. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai analisis SWOT produk DIY parfum laundry agar mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam mengembangkan usaha tersebut. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, dan praktik langsung pembuatan parfum laundry secara berkelompok hingga tahap pengemasan sederhana. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya dan mencoba langsung proses pencampuran bahan. Melalui program ini, mahasiswa KKN Reguler 124 UMY bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta mendorong terciptanya peluang usaha yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi warga. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta mampu memahami proses produksi sekaligus potensi pengembangan usaha parfum laundry sebagai produk bernilai jual di lingkungan sekitar. Editor Arief Haratnto MPI PDM Sleman

Loading

Pengajian Hari Bermuhammadiyah se-Sleman Perkuat Konsolidasi Dakwah, Galang Dana Gedung Dakwah Godean

Godean, Pdmsleman.or.IdPengajian Akbar Hari Bermuhammadiyah tingkat Kabupaten Sleman digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026, di kawasan eks Relokasi Pasar Godean, Berjo Kulon, Kalurahan Sidoluhur. Sejak jauh hari, suasana antusias telah terasa. Ribuan warga Muhammadiyah dari berbagai unsur pimpinan persyarikatan, organisasi otonom, hingga jamaah ranting. Panitia memperkirakan sekitar 5.000 undangan hadir, menjadikan momentum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang temu besar warga Muhammadiyah se-Sleman untuk saling menguatkan.Pengajian ini tidak berdiri sendiri. Ia disinergikan dengan ikhtiar strategis Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Godean dalam upaya memulai pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah di lahan seluas 2.284 meter persegi yang telah diletakkan batu pertamanya pada 31 Januari 2026.  Di atas lahan yang berada di jalur strategis itu, PCM Godean menaruh harapan besar: terbangunnya pusat dakwah yang hidup, terbuka, dan bermanfaat luas bagi umat.Ketua PCM Godean, Haris Darmawan, S.Pd menyampaikan keyakinannya bahwa ikhtiar kolektif akan mempercepat terwujudnya pusat dakwah tersebut.  “Momentum Pengajian Hari Bermuhammadiyah kami sinergikan untuk menguatkan dukungan jamaah terhadap pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Godean. Ini ikhtiar bersama agar pusat dakwah segera terwujud dan berfungsi bagi umat,” ujarnya.  Baginya, gedung dakwah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simpul penggerak aktivitas persyarikatan dan pelayanan umat di tingkat cabang.Panitia menegaskan, pengajian ini dirancang sebagai ruang konsolidasi gerakan sekaligus penggalangan dukungan nyata. Stan infak dibuka di area depan lokasi, lengkap dengan kanal donasi agar jamaah dapat berkontribusi secara berkelanjutan. “Di depan lokasi sudah ada panitia yang siap menerima kesanggupan jamaah untuk membantu pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Godean. Kami juga menyiapkan informasi rekening agar infak dan donasi bisa terus mengalir,” tutur perwakilan panitia. Nuansa pengajian kian hidup dengan kehadiran layanan sosial. Pemeriksaan kesehatan gratis dan bazar produk lokal yang dikelola ranting serta Aisyiyah setempat menjadi bagian dari rangkaian acara.  Kehadiran layanan ini memperlihatkan wajah dakwah berkemajuan: menguatkan spiritualitas sekaligus menyentuh kebutuhan nyata warga, serta mendorong denyut ekonomi lokal. Penceramah utama, H. Iskak Sulistia, S.Ag., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Klaten sekaligus unsur Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid PP Muhammadiyah, mengajak jamaah menjaga keseimbangan hidup.  “Muhammadiyah mengajarkan keseimbangan, attawazun bainar ruhiyah wal madiyah—ibadah harus kokoh, ikhtiar duniawi juga serius dan ditempuh dengan cara yang benar,” tegasnya.  Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan agar kemajuan tidak menjauhkan manusia dari nilai agama, seraya mengutip Surah Al-An’am ayat 44 sebagai peringatan agar tidak terperdaya oleh kelapangan dunia.Menurutnya, warga Muhammadiyah dituntut menjadi pribadi yang saleh sekaligus hadir memberi manfaat sosial. “Kuat ibadahnya, kuat pula kontribusinya bagi masyarakat,” katanya.  Pesan itu seolah menegaskan arah gerak Muhammadiyah: membangun iman, merawat integritas, dan memperluas kebermanfaatan.Panitia mencatat, hingga akhir rangkaian kegiatan, infak khusus pengajian mencapai Rp19,5 juta, sementara total donasi pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Godean telah merangkak ke sekitar Rp118 juta. Capaian ini dipandang sebagai modal awal yang menumbuhkan optimisme. Lebih dari angka, ia mencerminkan kepercayaan jamaah terhadap ikhtiar kolektif persyarikatan. Selain mempererat ukhuwah Islamiyah, Pengajian Hari Bermuhammadiyah juga menjadi ruang temu lintas cabang dan ranting. PDM Sleman menyampaikan bahwa agenda serupa akan berlanjut di Kapanewon Mlati pada bulan Syawal mendatang. Melalui kesinambungan agenda ini, Muhammadiyah Sleman menegaskan komitmennya merawat gerakan dakwah yang menyatukan penguatan iman, pelayanan sosial, dan pembangunan institusi umat. Rep H Wahdan arifudin SPD  PCM Godean  MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading