TPQ Inklusi Muhammadiyah Sleman Buka Ruang Belajar Al-Qur’an bagi Penyandang Tuna Netra

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Suasana hangat dan penuh semangat terlihat di Masjid Asy Syifa PKU Muhammadiyah Sleman pada Ahad (14/6/2026). Sejumlah penyandang tuna rungu yang tergabung dalam HIDIMU (Himpunan Difabel Muhammadiyah) Sleman mengikuti kegiatan perdana Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Inklusi yang digagas oleh Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM Sleman.Program ini menjadi salah satu langkah nyata Muhammadiyah dalam menghadirkan ruang belajar Al-Qur’an yang terbuka dan ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.Ketua MPKS PDM Sleman, Drs. Wahyu Purhantoro, M.M., menegaskan bahwa pendidikan agama merupakan hak setiap orang tanpa terkecuali. Karena itu, akses terhadap pembelajaran Al-Qur’an harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.“Mendengar bukan hanya tentang suara. Mendengar adalah tentang memahami, memberi ruang, dan menerima setiap perbedaan dengan hati yang terbuka. Melalui TPQ Inklusi ini kami ingin menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman bagi saudara-saudara berkebutuhan khusus, termasuk teman-teman tuli,” ujar Wahyu.Menurutnya, inklusi tidak berhenti pada penyediaan akses semata, tetapi juga memberikan kesempatan yang setara agar setiap individu dapat berkembang sesuai potensinya.“Setiap orang memiliki hak yang sama untuk belajar dan mengenal Al-Qur’an. Inklusi adalah tentang memberi kesempatan agar semua bisa tumbuh, berkembang, dan bersinar bersama,” katanya.Kegiatan TPQ Inklusi mulai dilaksanakan pada Juni 2026 dan direncanakan berlangsung secara rutin setiap bulan pada pekan ketiga. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Muhammadiyah dalam memperluas layanan sosial dan pendidikan yang menjangkau kelompok-kelompok yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan akses.Pada pelaksanaan perdana, proses pembelajaran dipandu oleh dua pengajar, yakni Andi Naim, Amin Qomariyah dan Novita Nur Alifah. Dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta, kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat sambutan positif dari para peserta maupun keluarga yang mendampingi.Wahyu menambahkan, MPKS PDM Sleman juga tengah menyiapkan pengembangan program serupa bagi penyandang tuna netra. Persiapan tersebut telah dilakukan dengan menyediakan Al-Qur’an Braille sebagai sarana belajar.“Insya Allah ke depan kami juga akan membuka TPQ Inklusi untuk saudara-saudara tuna netra. Al-Qur’an Braille sudah kami siapkan. Saat ini kami sedang berupaya mencari instruktur yang memiliki kemampuan mengajar membaca Al-Qur’an Braille,” ungkapnya.Ia berharap keberadaan TPQ Inklusi tidak hanya menjadi tempat belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, pemberdayaan, dan penguatan kepercayaan diri bagi para penyandang disabilitas.Program ini sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Islam mengajarkan penghormatan terhadap martabat setiap manusia. Ketika kesempatan belajar dibuka seluas-luasnya, tidak ada lagi yang merasa tertinggal ataupun berjalan sendirian.“Semoga melalui langkah kecil ini semakin banyak pihak yang tergerak untuk membangun lingkungan yang inklusif. Mari belajar mendengar dengan hati, sehingga semua dapat merasakan kebersamaan dan kebermanfaatan,” pungkas Wahyu.Melalui TPQ Inklusi, Muhammadiyah Sleman menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang menghadirkan keadilan dan kesempatan bagi semua.Rep Anna Yaskuri S.Pd MPKS PDM SlemanEditor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Belajar Dari PCM Gombong Kelola 45 Amal Usaha, Jadi Salah Satu Kekuatan Muhammadiyah di Wilayah Selatan Jawa Tengah

Kebumen, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Muhammadiyah  Kabupaten Sleman menyelenggarakan Rapat Kerja   Pimpinan dan Evaluasi Program Majelis, Lembaga, serta Organisasi Otonom (Ortom) tingkat daerah pada 13–14 Juni 2026 di Sagara View of Karangbolong, Kebumen. Selain itu juga belajar dari suksesnya Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong yang berhasil meraih predikat cabang unggulan dalam CRM 2025 yang disamapikan oleh Heri Purnomo S.Ps dari PCM Gombong yang dinilai berhasil mengembangkan organisasi dan amal usaha Muhammadiyah secara signifikan. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam mengelola organisasi dan amal usaha. Berdiri sejak tahun 1924, PCM Gombong kini menjadi salah satu cabang Muhammadiyah yang memiliki jaringan amal usaha terbesar di wilayah selatan Jawa Tengah dengan total 45 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, dan dakwah. Hal tersebut terungkap dalam paparan PCM Gombong Tahun 1447 H/2026 M yang disampaikan oleh Wakil Ketua PCM Gombong Bidang Tabligh dan Pondok Pesantren, Heri Pramono, dalam forum sharing pengelolaan persyarikatan Muhammadiyah. Data tahun 2025 menunjukkan PCM Gombong membina 15 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) yang tersebar di 14 desa dan kelurahan. Selain itu terdapat 30 masjid dan musala, tujuh organisasi otonom yang seluruhnya aktif, 17 TPQ, empat pondok pesantren, sekitar 1.510 pegawai AUM, serta 50 mubaligh yang aktif berdakwah di masyarakat. Perkembangan tersebut sangat kontras dibandingkan kondisi tahun 2000. Saat itu PCM Gombong hanya memiliki sembilan AUM, delapan ranting, 12 masjid dan musala, serta tiga organisasi otonom. Kini jumlah AUM meningkat lima kali lipat menjadi 45 unit dengan jaringan pelayanan yang semakin luas. Di sektor kesehatan, PCM Gombong mengelola lima rumah sakit dan lima klinik. Salah satu yang tertua adalah RS PKU Muhammadiyah Gombong yang berdiri sejak 1958 dan kini berstatus rumah sakit tipe B. Dalam beberapa tahun terakhir, ekspansi layanan kesehatan terus dilakukan melalui akuisisi dan pengembangan sejumlah rumah sakit di Kabupaten Banyumas, Cilacap, hingga Purworejo. Rumah sakit yang kini berada dalam jaringan PCM Gombong antara lain RS PKU Muhammadiyah Amanah Sumpiuh, RS PKU Muhammadiyah Aghisna Kroya, RSU Aghisna Medika Sidareja, serta RSU Aisyiyah Purworejo. Kehadiran fasilitas kesehatan tersebut tidak hanya melayani masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi bagi pengembangan dakwah Muhammadiyah di daerah setempat. Di bidang pendidikan, PCM Gombong mengelola Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo), SMA Muhammadiyah Gombong, SMP Muhammadiyah Gombong, SD Kreatif Muhammadiyah Gombong, tiga Madrasah Ibtidaiyah, TK Kreatif Muhammadiyah, serta empat pondok pesantren. Beberapa pesantren bahkan baru didirikan dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari penguatan kaderisasi dan pendidikan Islam. Sektor ekonomi juga berkembang pesat melalui pengelolaan BTM Lilis Nuryani, Surya Mart, Nururrohmah Mart, Lilis Nuryani Mart, hingga Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara di bidang sosial, PCM Gombong mengelola Panti Asuhan Yatim Dhuafa yang memiliki berbagai unit usaha produktif untuk mendukung kemandirian lembaga. Keberhasilan pengembangan organisasi tersebut tidak lepas dari strategi konsolidasi yang diterapkan PCM Gombong. Pengurus cabang rutin menggelar rapat mingguan, memperkuat sinergi antar majelis, ortom, dan AUM, serta melaksanakan pembinaan ranting secara berkelanjutan. Setiap ranting juga memperoleh dukungan dana operasional sesuai tingkat perkembangannya. Selain itu, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) diberi ruang luas untuk menjadi pelaksana berbagai kegiatan cabang. Berbagai agenda seperti pengajian, syawalan, milad, hingga kegiatan organisasi lainnya banyak dipercayakan kepada kader muda. PCM Gombong juga menerapkan kebijakan yang mendorong pegawai AUM aktif dalam kegiatan persyarikatan. Bahkan keaktifan dalam organisasi menjadi salah satu indikator penting dalam pembinaan sumber daya manusia Muhammadiyah. Melalui konsolidasi organisasi, penguatan kaderisasi, serta optimalisasi peran amal usaha, PCM Gombong terus berupaya memperkuat dakwah dan pelayanan kepada masyarakat. Model pengelolaan yang dijalankan cabang ini menjadi salah satu contoh keberhasilan Muhammadiyah dalam mengembangkan persyarikatan secara modern, profesional, dan berkelanjutan. Rep Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

PDA Sleman Hadiri Gerakan Perempuan Mengaji Bahas Pencegahan Hubungan Seks Sedarah

Yogyakarta , Pdmsleman.Or.Id Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Sleman menghadiri kegiatan Gerakan Perempuan Mengaji yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY pada Ahad, 14 Juni 2026, di Ruang Seminar Gedung AR. Fachruddin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Delegasi PDA Sleman dipimpin oleh Ketua MTK PDA Sleman, Dra. Siti Aminah, bersama Sri Sumiarsi, M.Pd., selaku unsur Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Sleman yang membidangi Majelis Tabligh dan Ketarjihan. Kegiatan ini juga diikuti oleh anggota pimpinan MTK PDA Sleman serta perwakilan MTK Cabang dan MTK Ranting dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman. Mengangkat tema “Peran ‘Aisyiyah Mencegah Hubungan Seks Sedarah dan Solusinya”, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus refleksi atas berbagai persoalan sosial yang masih ditemukan di tengah masyarakat. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya menjaga ketahanan keluarga dan melindungi generasi dari berbagai risiko yang dapat mengganggu tumbuh kembang mereka. Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY, Dr. Widiastuti, S.Ag., M.M., menegaskan bahwa “ keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang berakhlak, sehat, dan berkepribadian Islami, oleh karena itu, peran perempuan dalam keluarga menjadi sangat penting untuk menghadirkan lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, dan berlandaskan nilai-nilai agama”. Sementara itu, Majelis Tabligh dan Ketarjihan PWA DIY menyampaikan bahwa “Gerakan Perempuan Mengaji tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dalam merespons berbagai tantangan sosial yang berkembang di masyarakat”. Kegiatan ini menghadirkan dr. Ida Rochmawati, M.Sc., Sp.KJ, dokter spesialis kedokteran jiwa sekaligus pemerhati kesehatan mental, yang memberikan pemahaman mengenai dampak psikologis, sosial, serta langkah-langkah pencegahan melalui penguatan pendidikan keluarga dan komunikasi yang sehat. Melalui kegiatan ini, ‘Aisyiyah kembali meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan dakwah yang mencerahkan, memperkuat ketahanan keluarga, dan membangun kesadaran bersama dalam menjaga masa depan generasi. Diharapkan, para peserta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing serta turut menghadirkan kehidupan masyarakat yang lebih sehat, aman, dan berkemajuan.

Loading

Empat Produk UMKM Sleman Masuk Program Muhammadiyah One Brand UMKM

Kebumen , Pdmsleman.Or.Id Komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat ekonomi umat kembali ditunjukkan melalui dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman yang digelar di Sagara View, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (13/6/2026), dilakukan penyerahan simbolis empat produk unggulan UMKM Sleman yang terpilih masuk dalam Program Muhammadiyah One Brand UMKM. Raker tersebut dihadiri secara lengkap oleh 13 pimpinan harian PDM Sleman, serta para ketua dan sekretaris majelis, lembaga, dan organisasi otonom (ortom) tingkat daerah se-Kabupaten Sleman. Selain membahas program strategis organisasi, forum ini juga menjadi momentum penguatan sektor ekonomi melalui pemberdayaan UMKM Muhammadiyah. Penyerahan simbolis dilakukan oleh Ketua Lembaga Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LP UMKM) PDM Sleman, Muhamad Iskandar, S.E., M.E., kepada Ketua PDM Kabupaten Sleman. Empat produk yang diserahkan merupakan produk UMKM Sleman yang telah terpilih sebagai bagian dari program Muhammadiyah One Brand UMKM. Muhamad Iskandar menjelaskan bahwa penyerahan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bentuk dukungan nyata agar produk-produk UMKM binaan Muhammadiyah dapat memperoleh akses pasar yang lebih luas melalui jaringan Muhammadiyah. “Penyerahan simbolis ini memiliki harapan agar PDM Sleman memberikan restu sekaligus dukungan penuh kepada UMKM Sleman untuk masuk dalam Program Muhammadiyah One Brand UMKM sebagai upaya mengatasi persoalan pemasaran yang selama ini menjadi tantangan utama pelaku usaha kecil,” ujarnya. Program Muhammadiyah One Brand UMKM sendiri secara resmi diluncurkan oleh Lembaga Pengembangan UMKM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY pada 10 Maret 2026 di Hotel SM Tower Yogyakarta. Program tersebut dirancang sebagai model kolaboratif yang memungkinkan satu merek digunakan oleh berbagai pelaku UMKM Muhammadiyah untuk produk yang sama dengan standar kualitas dan desain yang seragam. Menurut Iskandar, konsep tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk UMKM Muhammadiyah di pasar yang semakin kompetitif. Dengan menggunakan satu identitas merek yang kuat, produk akan lebih mudah dikenali konsumen dan memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar yang lebih luas. Ia mencontohkan produk RendangMu yang telah diluncurkan pada Maret lalu. Produk tersebut berasal dari UMKM Sleman, namun ke depan dapat diproduksi oleh UMKM Muhammadiyah dari daerah lain dengan tetap menggunakan merek dan desain yang sama sesuai standar yang telah ditetapkan. “Produsennya bisa berbeda-beda, tetapi brand dan desain kemasan harus sama sehingga tercipta kekuatan merek yang terintegrasi,” jelasnya. Pada tahap awal, terdapat empat produk yang dipilih sebagai pilot project dalam Program Muhammadiyah One Brand UMKM, yaitu Sambel PecelMu, AbonMu, RendangMu, dan SambelMu. Menariknya, keempat produk tersebut seluruhnya berasal dari UMKM Kabupaten Sleman. Keberhasilan produk-produk UMKM Sleman masuk dalam program percontohan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Muhammadiyah Sleman. Selain menunjukkan kualitas produk yang dimiliki, pencapaian tersebut juga membuka peluang lebih besar bagi para pelaku usaha untuk memperluas jaringan pemasaran melalui ekosistem Muhammadiyah yang tersebar di berbagai daerah. Melalui sinergi antara organisasi dan pelaku usaha, Muhammadiyah berharap Program One Brand UMKM mampu menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kemandirian ekonomi umat sekaligus memperkuat keberadaan produk-produk lokal di pasar nasional. Reportase Tetra LP UMKM PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Surat Al-Ashr Jadi Pengingat Pentingnya Mengelola Waktu dan Kehidupan

Turi, Pdmsleman.Or.Id Menjelang pergantian Tahun Baru Hijriah 1448 H, Masjid Baiturrahim Turi kembali menggelar Kajian Sabtu Pagi yang berlangsung pada Sabtu (13/6/2026). Kajian yang dimulai pukul 04.40 WIB tersebut menghadirkan Ustadz Sutan Kumala Pontas Nasution, S.Sos., M.Sos., dari PPTQM Ibnu Juraimi sebagai pemateri utama. Dalam kajian yang terbuka untuk umum itu, Ustadz Sutan mengajak jamaah untuk melakukan refleksi diri menjelang pergantian tahun Hijriah. Menurutnya, pergantian tahun bukan sekadar pergantian angka dalam kalender, tetapi momentum untuk mengevaluasi perjalanan hidup dan amal yang telah dilakukan. “Menjelang pergantian tahun Hijriah, kita perlu menyadari bahwa usia kita semakin bertambah, sementara umur yang tersisa justru semakin berkurang,” ungkapnya. Pada kesempatan tersebut, Ustadz Sutan mengupas kandungan Surat Al-Ashr yang dinilai memiliki pesan sangat mendalam bagi kehidupan manusia. Ia mengutip pendapat Imam Syafi’i yang menyatakan bahwa apabila setiap orang benar-benar merenungkan makna Surat Al-Ashr, maka surat tersebut sudah cukup menjadi pedoman hidup. “Imam Syafi’i pernah berkata, seandainya setiap orang merenungi makna surat ini, maka itu sudah mencukupi sebagai bekal hidup,” jelasnya. Menurutnya, Surat Al-Ashr mengandung empat prinsip utama yang harus dimiliki seorang muslim, yakni beriman, beramal saleh, saling mengingatkan dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran. Empat hal tersebut menjadi syarat agar manusia terhindar dari kerugian sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam surat tersebut. Lebih lanjut, ia juga menyampaikan sebuah riwayat dari Imam At-Thabrani yang menggambarkan kuatnya perhatian para sahabat terhadap Surat Al-Ashr. “Imam At-Thabrani meriwayatkan bahwa para sahabat Nabi tidak berpisah sebelum salah satu di antara mereka menasihati yang lain dengan Surat Al-Ashr,” katanya. Membahas ayat pertama Surat Al-Ashr, Ustadz Sutan menjelaskan bahwa kata wal ‘ashr memiliki beberapa makna. Pertama, Allah bersumpah demi waktu. Kedua, waktu dipahami sebagai umur manusia yang merupakan nikmat besar dari Allah karena selama masih diberi kesempatan hidup, manusia masih memiliki peluang untuk beribadah dan memperbaiki diri. Ketiga, kata ashr juga menunjuk pada waktu sore yang memiliki pesan sosial dan spiritual tersendiri. Ia kemudian mengutip pandangan Buya Hamka yang mengangkat pendapat Muhammad Abduh mengenai kebiasaan sebagian masyarakat Arab pada masa lalu. Menurut penjelasan tersebut, ketika memasuki waktu ashar, sebagian orang justru menghabiskan waktu untuk membanggakan diri, saling menjatuhkan, dan melakukan aktivitas yang tidak bermanfaat. “Melalui Surat Al-Ashr, Allah mengingatkan bahwa yang salah bukan waktunya, tetapi manusianya yang tidak mampu memanfaatkan waktu dengan baik,” tegasnya. Dalam kajian itu, Ustadz Sutan juga mengingatkan jamaah tentang dua nikmat yang sering dilalaikan manusia, yakni kesehatan dan kesempatan. Banyak orang baru menyadari nilainya ketika salah satunya telah hilang. Ia kemudian membawakan hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bahwa setiap manusia kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas umur, masa muda, harta, dan ilmu yang dimilikinya. Hadis tersebut menjadi pengingat agar setiap muslim menggunakan seluruh potensi yang diberikan Allah untuk hal-hal yang bernilai ibadah dan kemaslahatan. Menurut Ustadz Sutan, perkembangan ilmu pengetahuan saat ini tidak selalu diiringi dengan peningkatan moralitas. Ia menyoroti fenomena banyaknya orang berilmu yang justru memanfaatkan pengetahuannya untuk kepentingan pribadi dan tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebenaran. “Ilmu telah berkembang jauh. Banyak orang pintar, tetapi semakin lama semakin banyak yang tidak jujur. Ilmunya bukan digunakan untuk ketaatan dan kebaikan, melainkan untuk berbuat kezaliman dan mencari keuntungan pribadi,” ujarnya. Menutup kajian, Ustadz Sutan kembali menegaskan pesan ayat kedua Surat Al-Ashr bahwa pada dasarnya seluruh manusia berada dalam keadaan merugi, kecuali mereka yang memiliki iman, beramal saleh, saling mengingatkan dalam kebenaran, dan bersabar dalam menjalani kehidupan. Pesan tersebut menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk memanfaatkan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya, terlebih menjelang datangnya tahun baru Hijriah.

Loading

Belajar dari PCM Gombong, Kaderisasi jadi kata kunci Pengembangan

Agenda rapat kerja PDM Kabupaten Sleman diantaranya mengundang Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gombong sebagai juara 1 Best of The Best PCM dalam Cabang Ranting Muhammadiyah Award 2026 di Banjarmasin Kalimantan Timur baru-baru ini. Bertempat di Sagara View, Pantai Karang Bolong Kebumen Jawa Tengah, Sabtu-Ahad, 13-14 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut PCM Gombong, menyampaikan best practice oleh Heri Pramono selaku wakil ketua PCM Gombong. Di bidang pendidikan, kondisi sekolah-sekolah Muhammadiyah juga beragam. Ada yang jumlah siswanya sudah besar, ada pula yang masih memerlukan perhatian dan penguatan. Namun yang terpenting bukan hanya jumlah siswa, melainkan bagaimana sekolah tersebut mampu menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan kaderisasi dengan baik. “Di Kabupaten Kebumen terdapat 26 kecamatan, dan Muhammadiyah telah hadir di sebagian besar wilayah tersebut. Kehadiran Muhammadiyah tidak hanya melalui sekolah dan masjid, tetapi juga melalui ranting-ranting yang aktif menggerakkan dakwah di tengah masyarakat.” Ungkap Heri Pramono Pengalaman menunjukkan bahwa ketika sebuah ranting berdiri dan aktif, banyak manfaat yang dirasakan masyarakat. Ada warga yang sebelumnya belum mengenal Muhammadiyah dengan baik kemudian menjadi bagian dari persyarikatan. Ada pula yang semakin memahami agama dan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan serta dakwah. “Karena itu, salah satu strategi yang kami lakukan adalah memperkuat ranting dan membangun basis kader di tingkat akar rumput. Tanah wakaf, masjid, sekolah, maupun amal usaha lainnya diarahkan untuk memperkuat gerakan dakwah dan pelayanan kepada masyarakat. Bahkan berbagai program sosial juga terus dikembangkan untuk membantu anak yatim, kaum dhuafa, dan masyarakat yang membutuhkan.” Tegas Heri Selain itu, pengembangan sumber daya manusia di PCM Gombong menjadi perhatian utama. Muhammadiyah membutuhkan kader yang tidak hanya menjadi anggota, tetapi juga bersedia aktif mengambil peran dan tanggung jawab dalam organisasi. Sebab organisasi yang besar tidak mungkin berjalan hanya oleh segelintir orang. “Kita juga perlu memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga pendidikan, pondok pesantren, dan amal usaha yang ada. Persaingan tidak boleh menjadi penghalang untuk bekerja sama dalam membangun umat. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh potensi yang ada dapat saling menguatkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.” Papar Heri Pramono Menciptakan Kader melalui AMM Kaderisasi harus dirancang berdasarkan kebutuhan organisasi di masa depan. Kita harus mampu memetakan kebutuhan sumber daya manusia yang akan mengelola amal usaha, memimpin organisasi, mengembangkan dakwah, serta melayani masyarakat. Jika kebutuhan itu tidak dipersiapkan sejak sekarang, maka suatu saat kita akan mengalami kekurangan kader. Karena itu, rekrutmen dan pembinaan kader harus dilakukan secara terencana. Anak-anak muda yang memiliki potensi perlu didampingi, diberikan ruang berkembang, dan dibina secara berkelanjutan. Mereka bukan hanya dipersiapkan menjadi anggota Muhammadiyah, tetapi juga menjadi pemimpin, penggerak, dan pelanjut estafet perjuangan. Pengalaman menunjukkan bahwa ketika Muhammadiyah membutuhkan guru, mubaligh, pengasuh pesantren, dokter, perawat, dan berbagai profesi lainnya, semuanya harus dipersiapkan melalui proses kaderisasi yang panjang. Kita tidak bisa berharap kader muncul secara tiba-tiba tanpa pembinaan. Karena itu, Muhammadiyah harus terus melahirkan kader ulama, kader guru, kader dokter, kader perawat, kader profesional, dan kader pemimpin masyarakat. Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) akan tetap kuat apabila dikelola oleh kader-kader yang memahami nilai dan ideologi Muhammadiyah. Target idealnya adalah semakin banyak kader yang terlibat dalam pengelolaan AUM. Jika sebagian besar pengelola AUM adalah kader Muhammadiyah, maka keberlanjutan gerakan akan lebih terjamin. Sebaliknya, apabila kader yang terlibat sangat sedikit, maka risiko melemahnya identitas dan arah perjuangan akan semakin besar. Oleh karena itu, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) menjadi modal utama kaderisasi. Anak-anak para aktivis dan pimpinan Muhammadiyah juga perlu mendapatkan perhatian khusus melalui berbagai program pembinaan, seperti Baitul Arqam, pengkaderan Ortom, dan berbagai kegiatan pembentukan karakter lainnya. Yang tidak kalah penting adalah menanamkan kecintaan kepada Muhammadiyah sejak usia dini. Anak-anak harus mengenal Muhammadiyah bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai gerakan dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, dan amal saleh yang menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kita perlu meyakinkan generasi muda bahwa berkhidmat di Muhammadiyah adalah bagian dari ibadah dan jalan kebaikan. Ketika nilai-nilai ini tertanam kuat, mereka akan memiliki kebanggaan dan komitmen untuk terus melanjutkan perjuangan persyarikatan. Karena itu, kaderisasi bukan sekadar program organisasi, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Muhammadiyah. Dari kaderisasi yang kuat akan lahir pemimpin-pemimpin baru, pengelola amal usaha yang profesional, dan penggerak dakwah yang mampu membawa Muhammadiyah terus maju dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi umat. Semua proses organisasi harus berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam organisasi, namun semuanya harus diselesaikan melalui musyawarah dan tetap dalam koridor persyarikatan. Dengan demikian, Muhammadiyah akan tetap kokoh, berkembang, dan mampu menjawab tantangan zaman. Semoga semangat perjuangan para pendahulu dapat terus kita lanjutkan, sehingga Muhammadiyah semakin maju, semakin kuat kaderisasinya, dan semakin besar manfaatnya bagi umat, bangsa, dan negara. Kontributor: Wahdan Arifudin Editor: Arif Hartanto

Loading

Ketua PDM Tekankan Spirit “KISS” untuk Perkuat Gerak Persyarikatan

Kebumen – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Sagara View, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini dihadiri secara lengkap oleh 13 pimpinan harian PDM Sleman, serta para ketua dan sekretaris majelis, lembaga, dan organisasi otonom (ortom) tingkat daerah se-Kabupaten Sleman. Raker yang menjadi forum strategis penyusunan program dan penguatan sinergi organisasi tersebut dibuka langsung oleh Ketua PDM Sleman, H. Harjaka, S.Ag., S.Pd., M.A. Dalam sambutannya, Harjaka kembali menegaskan pentingnya budaya organisasi yang dirangkum dalam akronim “KISS” sebagai fondasi kemajuan Muhammadiyah. “Mungkin sebagian sudah hafal, bahkan mungkin ada yang merasa jenuh mendengarnya. Namun dalam teori psikologi, sesuatu yang diulang-ulang akan lebih mudah tertanam dan dipahami. Karena itu, saya akan terus mengingatkan hal ini,” ujarnya di hadapan peserta raker. Menurut Harjaka, organisasi yang ingin maju dan berkembang harus memiliki KISS, yakni Koordinasi, Interaksi, Sinkronisasi, dan Sosialisasi. Empat unsur tersebut menjadi pilar penting dalam membangun organisasi yang solid, efektif, dan berkemajuan. “Suatu organisasi akan berjalan dengan baik apabila memiliki apa yang saya sebut sebagai KISS. Tanpa KISS, organisasi akan sulit berkembang bahkan bisa mengalami kemunduran. Sebagaimana sebuah keluarga yang tidak memiliki komunikasi dan kebersamaan yang baik, keharmonisannya akan mudah terganggu,” tegasnya. Empat Pilar KISS Harjaka menjelaskan bahwa unsur pertama adalah Koordinasi. Menurutnya, koordinasi harus dilakukan secara rutin di seluruh lini organisasi, baik majelis, lembaga, ortom, maupun pimpinan. Koordinasi menjadi fondasi utama agar seluruh program dan aktivitas organisasi dapat berjalan selaras dan saling menguatkan. Pilar kedua adalah Interaksi. Dari koordinasi yang baik akan lahir berbagai interaksi, pertukaran gagasan, usulan, dan inovasi program. Interaksi yang sehat akan melahirkan kreativitas sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi. Selanjutnya adalah Sinkronisasi, yaitu proses menyelaraskan berbagai program yang muncul agar sesuai dengan prioritas dan kemampuan organisasi. Harjaka mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan organisasi bukanlah banyaknya program yang dirancang, melainkan seberapa besar program tersebut dapat diwujudkan dan memberi manfaat nyata. “Tidak perlu terlalu banyak program. Yang penting program itu bisa dilaksanakan dengan baik, terukur, dan memberikan dampak yang dirasakan masyarakat,” katanya. Pilar terakhir adalah Sosialisasi. Setelah program tersusun dan tersinkronisasi, langkah berikutnya adalah menyampaikannya kepada seluruh keluarga besar Muhammadiyah. Sosialisasi yang baik akan memastikan setiap kebijakan dan program dipahami serta didukung oleh seluruh elemen persyarikatan. “Apabila koordinasi, interaksi, sinkronisasi, dan sosialisasi berjalan dengan baik, insyaallah Muhammadiyah akan semakin maju, berkembang, dan mampu memberikan manfaat yang luas bagi umat dan masyarakat. Muhammadiyah akan menjadi organisasi yang diperhitungkan dan tidak dipandang sebelah mata oleh pihak lain,” pungkas Harjaka. Belajar dari Keberhasilan PCM Gombong Selain agenda pembukaan, peserta raker juga mendapatkan inspirasi dari praktik baik yang disampaikan oleh Heri Pramono dari PCM Gombong. Dalam pemaparannya, Heri membagikan pengalaman dan strategi pengembangan amal usaha Muhammadiyah yang mengantarkan PCM Gombong meraih penghargaan Best of The Best PCM se-Indonesia pada kegiatan CRM di Banjarmasin. Prestasi tersebut diraih karena kemampuan PCM Gombong dalam menggerakkan dan menginspirasi PCM lain, tidak hanya di Kabupaten Kebumen, tetapi juga lintas daerah. Salah satu langkah besarnya adalah inisiatif mendirikan rumah sakit di Pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur, sebagai bentuk dakwah dan pelayanan Muhammadiyah di wilayah terluar. Tak hanya itu, PCM Gombong juga memiliki sejumlah amal usaha unggulan, termasuk perguruan tinggi yang dikelola secara mandiri serta jaringan lima rumah sakit yang berkembang pesat. Di bidang filantropi, Kantor Layanan Lazismu tingkat daerah mampu menghimpun dana sekitar Rp3 miliar per tahun, sementara Kantor Layanan Lazismu PCM Gombong berhasil mengumpulkan sekitar Rp1 miliar per tahun. Paparan tersebut menjadi salah satu inspirasi penting bagi peserta Raker PDM Sleman untuk terus memperkuat tata kelola organisasi, mengembangkan amal usaha, serta memperluas kontribusi Muhammadiyah bagi masyarakat. Kontributor: Wahdan ArifudinEditor: Arif Hartanto

Loading

Pelepasan Siswa Kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Godean Berlangsung Khidmat dengan Nuansa Budaya Jawa

Godean, Pdmsleman.Or.Id Suasana haru, bangga, dan penuh kebersamaan mewarnai acara Pelepasan dan Penyerahan Kembali Siswa Kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Godean yang digelar di Balai Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026). Mengusung tema “Nggayuh Prestasi Luhur Mbangun Nagari”, kegiatan berlangsung khidmat dengan balutan budaya Jawa yang begitu kental.Sejak awal acara, para tamu disambut nuansa tradisional yang elegan. Murid, guru, dan karyawan mengenakan busana adat Jawa, sementara pembawa acara, Nurkasiadi, memandu jalannya kegiatan menggunakan bahasa Jawa. Sentuhan budaya tersebut tidak hanya menambah kekhidmatan acara, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa kepada generasi muda. Dan dipra acara ditampilkan seni tapak suci oleh 3 murid yang cukup memukau.Dalam pembacaan hasil kelulusan, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Ari Niken Tyastutik, menyampaikan bahwa SMP Muhammadiyah 2 Godean berhasil meluluskan seluruh siswa kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026.“Alhamdulillah, sebanyak 90 siswa yang terdiri atas 62 siswa putra dan 28 siswa putri dinyatakan lulus 100 persen,” ungkapnya disambut tepuk tangan hadirin.Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, orang tua, dan para siswa yang telah menyelesaikan proses pendidikan selama tiga tahun dengan penuh perjuangan.Dalam sambutan pembukaan, Kepala SMP Muhammadiyah 2 Godean, Wahdan Arifudin, menyampaikan sejumlah pesan penting sebagai bekal para lulusan dalam menapaki jenjang pendidikan berikutnya.“Jagalah nama baik sekolah dan almamater SMP Muhammadiyah 2 Godean di mana pun kalian berada. Tunjukkan sikap yang baik sehingga masyarakat mengenal lulusan Muhammadiyah sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan berprestasi,” pesannya.Ia juga mengingatkan para lulusan untuk senantiasa menjaga ajaran Islam dengan sungguh-sungguh, terutama dalam melaksanakan ibadah salat lima waktu secara tertib dan istiqamah.“Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kualitas iman, takwa, dan akhlak yang dimiliki,” tegasnya.Selain itu, Wahdan berharap para lulusan tetap menjadi kader Muhammadiyah yang mampu membawa nilai-nilai Islam Berkemajuan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Ia mendorong para siswa untuk terus belajar, bekerja keras, dan tidak mudah menyerah dalam menggapai cita-cita.“Teruslah belajar, jangan mudah menyerah, dan yakini bahwa masa depan yang gemilang hanya dapat diraih dengan usaha, doa, dan kesungguhan,” ujarnya.Menutup sambutannya, ia berpesan agar para lulusan senantiasa menghormati orang tua dan guru serta menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.Taklupa disampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan orang tua/wali mendidik putra-putrinya di SMP Muhammadiyah 2 Godean seraya meminta maaf jika terdapat kekurangan dan sudah berusaha meningkatkan layanan pendidikan lebih baik. “Dengan demikian setelah melewati masa pendidikan di SMP Muhammadiyah 2 Godean dengan ini kami kembalikan kepada orang tua dan wali untuk seterusnya dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.” Pada kesempatan tersebut, anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, Sri Maryani, M.Pd., berkenan mewisuda tiga siswa terbaik sekolah, yaitu Alfino, Favian, dan Reyna. Sementara itu, penghargaan prestasi bidang keagamaan diraih oleh Ghina, sedangkan prestasi bidang olahraga diraih oleh Tegar.Ketua Komite Sekolah, Suripto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa prosesi wisuda dan pelepasan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk terus berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.“Wisuda ini adalah langkah awal untuk terus meningkatkan diri dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kami juga berharap orang tua terus mendampingi dan memberikan dukungan kepada putra-putrinya,” tuturnya.Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean, Haris Darmawan, mengingatkan pentingnya menyiapkan generasi yang kuat dan berkualitas sebagaimana pesan Al-Qur’an.“Allah mengingatkan kita dalam Surah An-Nisa ayat 9 agar tidak meninggalkan generasi yang lemah. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan anak-anak dengan sebaik-baiknya, baik dari sisi akidah, ilmu pengetahuan, kesehatan, maupun kemandirian ekonomi,” ungkapnya.Acara pelepasan berlangsung semakin haru saat sekolah secara simbolis menyerahkan kembali para siswa kepada orang tua dan wali murid. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan mereka sebagai siswa SMP Muhammadiyah 2 Godean sekaligus awal langkah baru menuju pendidikan yang lebih tinggi.Kegiatan ini turut dihadiri Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean, PRM Sidomulyo, Lurah Sumbersari Sukadi, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Sumbersari, Dukuh Sembuh Kidul, Komite Sekolah, serta seluruh guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 2 Godean.Kemeriahan acara semakin terasa dengan berbagai penampilan seni dari para siswa, di antaranya penampilan Seni Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang dibawakan 3 personil, permainan angklung yang membawakan lagu “Rayuan Pulau Kelapa” serta paduan suara dengan lagu “Prau Layar” dan “Sampai Jumpa”, persembahan dari IPM SMP Muhammadiyah 2 Godean, serta tari tradisional yang dibawakan siswa kelas VII dan VIII. Suasana haru juga menyelimuti ruangan saat Kirania mewakili siswa kelas IX menyampaikan kesan dan pesan perpisahan, yang kemudian disambung dengan sambutan perwakilan orang tua siswa yang disampaikan oleh orang tua Zada.Dengan kelulusan 100 persen serta bekal nilai-nilai keislaman, kemuhammadiyahan, dan karakter yang kuat, para lulusan SMP Muhammadiyah 2 Godean diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi unggul, berilmu, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan demi mewujudkan cita-cita dan memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara. Reportase: Wahdan A Editor: Arif Hartanto

Loading

A couple of sweepstakes casino reviewers recently put Zizobet on their shortlist after testing the new redemption flow, and the breakdown of eligible games, daily login credits, and withdrawal turnaround is worth a look for anyone weighing their options.
Pour les joueurs francophones qui explorent les alternatives de mise en dehors du cadre régulé, plusieurs guides spécialisés passent en revue la fiabilité et les cotes proposées par les opérateurs disponibles, et l'on trouve notamment une analyse détaillée du paris sportif hors ARJEL qui examine les conditions d'inscription ainsi que les méthodes de paiement acceptées par ces plateformes.
Wer ein seriöses Online-Angebot sucht, achtet auf Lizenz, Spielauswahl und faire Bonusbedingungen, bevor er sich bei casino Zizobet anmeldet und dort Echtgeldspiele ausprobiert.
Veteran slots players know that chasing jackpots on the reels feels best when paired with disciplined bankroll management, so most serious spinners read up on volatility ratings and bonus buy features before they load a new title. Comparing welcome packages, free spin offers, and loyalty rewards across different brands helps casual bettors stretch their deposit further while keeping the entertainment value high. For a deeper look at how wagering requirements, RTP disclosures, and licensing jurisdictions shape the modern online casino landscape, check out https://borroloolahouseboats.com/ where regular updates and curated guides keep enthusiasts informed about the latest iGaming releases, live dealer rooms, and progressive prize pools across the industry.
When comparing new gaming platforms, I always look for a balanced mix of slot variety, fair bonus terms, and reliable withdrawal speeds; Bananzia Casino ticks those boxes with a user-friendly interface and a diverse game library.
Online gokken blijft populair onder Nederlandse spelers die houden van tafelspellen, live casino-ervaringen en moderne videoslots. Wie op zoek is naar een overzichtelijk platform met aantrekkelijke bonussen en een uitgebreid spelaanbod, kan terecht bij Magius Casino, waar registratie eenvoudig verloopt, stortingen snel worden verwerkt en de klantenservice dag en nacht bereikbaar is voor vragen over spelregels of accountinstellingen.
Steeds meer Nederlanders ontdekken de spanning van online gokken, waarbij ze op zoek gaan naar een betrouwbaar platform met een uitgebreid aanbod. Nyx Bets Casino voldoet aan deze wens met een ruime collectie gokkasten, tafelspellen en live casinospellen, aangevuld met aantrekkelijke bonussen en een gebruiksvriendelijke interface.
Modern casino reviewers tend to weigh bonus wagering terms, slot RTP listings, and live dealer game variety before publishing their take, and Odinfortune often pops up in those side-by-side breakdowns.
Australian players looking for a polished online gaming hub often compare what Zoome brings to the table against locally licensed competitors, noting its broad pokies catalogue, AUD-friendly banking, and a loyalty setup that feels tuned to the way punters in Sydney, Melbourne, and Perth tend to play across long weekend sessions.
Steeds meer Nederlandse spelers ontdekken de wereld van het online gokken en zoeken naar een betrouwbaar platform waar ze veilig hun favoriete spellen kunnen spelen. Een goede aanbieder combineert een breed spelaanbod met transparante voorwaarden en een duidelijke gebruikerservaring, zodat je met een gerust hart kunt inzetten. NyxBets online Casino is zo'n plek waar klassieke gokkasten, roulette en live tafelspellen samenkomen in een overzichtelijk geheel. Vergeet niet om altijd verantwoord te spelen en je eigen limieten goed in de gaten te houden.
Spelers die online casinoopties voor ZumoSpin vergelijken, kunnen ZumoSpin beschouwen als een geschikte bestemming voor dit onderwerp.
Wie in Nederland graag een gokje waagt online, let tegenwoordig scherp op betrouwbaarheid, snelle uitbetalingen en een overzichtelijk spelaanbod; een platform als KIKI weet daar met transparante voorwaarden en een breed scala aan slots en live tafelspelenvolop op in te spelen.
Players looking for hassle-free ways to enjoy classic table games and slots online often compare welcome bonuses and payout speeds before signing up, and a solid resource like ModernGhana - bingo sites no ID verification UK can help simplify the decision when you want to skip lengthy signup checks and get straight to the action.
Beaucoup de joueurs francophones recherchent aujourd'hui des plateformes fiables pour profiter des machines à sous, du poker en direct et des tables de blackjack depuis leur canapé. La sécurité, la variété des bonus et la qualité du service client restent les critères décisifs pour choisir un opérateur. Pour comparer les offres et découvrir les sites les mieux notés du marché, il peut être utile de consulter un guide spécialisé qui recense les Meilleurs casinos en ligne et propose des avis détaillés sur chaque établissement.
Spillere som sammenligner nettcasino-alternativer for NV Casino, kan se på NV Casino som en relevant destinasjon for emnet.
Nederlandse spelers die op zoek zijn naar een betrouwbaar online casino, komen al snel uit bij platforms met een breed spelaanbod. Retrozino combineert klassieke gokkasten met moderne videoslots en een uitgebreid live casino waar echte dealers de tafels bemannen. Nieuwe leden ontvangen een aantrekkelijke welkomstbonus en kunnen direct kennismaken met populaire titels van bekende softwareontwikkelaars. Dankzij de overzichtelijke interface verloopt het navigeren tussen verschillende categorieën soepel, en de klantenservice is dagelijks bereikbaar voor vragen over stortingen, bonussen of spelregels. Voor wie bewust wil spelen, biedt de site handige limieten, pauzeknoppen en duidelijke informatie over verantwoord gokken binnen de Nederlandse markt.