Muhammadiyah Turi
![]()
Muhammadiyah Turi
![]()
Jihadi TV
![]()
Pakem, Pdmsleman.or.id Perkemahan merupakan salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh SD Muhammadiyah dalam rangka untuk mengevaluasi kegiatan Hizbul Wathan. Kegiatan kemah tahun ini bernama “Kemah Prestasi Pandu Pengenal Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kabupaten Sleman”. Perserta kemah adalah siswa kelas V dari SD Muhammadiyah Kadisoka, 1 Pakem, Prambanan, Bayen, Dhuri, 1 Ngaglik dan 2 Pakem yang berjumlah 349 siswa dengan rincian sebagai berikut: No Nama Pangkalan Putra Putri Jumlah Siswa 1 SD Muhammadiyah Kadisoka 6 3 80 2 SD Muhammadiyah 1 Pakem 6 5 92 3 SD Muhammadiyah Prambanan 4 5 75 4 SD Muhammadiyah Bayen 2 1 19 5 SD Muhammadiyah Dhuri 1 2 20 6 SD Muhammadiyah 2 Pakem 1 1 20 7 SD Muhammadiyah 1 Ngaglik 2 3 43 Jumlah 22 20 349 Kemah dilaksanakan pada Jumat-Ahad, 17-19 Mei 2024, bertempat di Buper Wonokemuning, Wonogiri, Pakembinangun, Pakem, Sleman. Tujuan dari perkemahan ini adalah untuk memotivasi dan menumbuhkan rasa memiliki HW serta rasa peduli dan kemandirian pada setiap anggota. Untuk menumbuhkan sikap mandiri, mengurangi sikap manja, dan ketergantungan kepada orang tua, maka perlu diciptakan bentuk kegiatan yang berlokasi jauh dari tempat tinggal. Yang sekaligus berfungsi sebagai wahana untuk mengukur dan menguji kemampuan, ketaatan, kekompakan, serta penerapan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Adapun jenis kegiatan yang dilaksanakan diperkemahan yaitu: Kegiatan kemah dibuka secara resmi oleh ketua PDM Sleman H. Harjaka, S.Pd.,S.Ag.,MA. pada Jumat, 17 Mei 2024. Dalam sambutannya Beliau menyampaikan karakter yang harus dimiliki oleh Pandu Hizbul Wathan sesuai dengan bunyi UU Pandu HW diantaranya: Pada malam harinya adalah penyalaan Api Unggun dan Pentas Seni. Para peserta kemah secara bergantian menampilkan satu pentas di atas panggung bersama regunya masing-masing. Acara Pentas Seni sangat meriah dan sangat menghibur. Peserta kemah sangat antusias untuk menampilkan kebolehannya. Sekitar pukul 22.30 peserta kemah dipersilahkan untuk memasuki tenda masing-masing untuk beristirahat. Tepat pukul 03.00 peserta kemah dibangunkan untuk sholat lail, dilanjutkan sholat subuh dan mendengarkan kultum. Kemah berakhir pada Ahad, 19 Mei 2024, dengan upacara penutupan. Dalam upacara penutupan sekaligus diumumkan peraih lomba kegiatan selama perkemahan berlangsung. Setelah upacara selesai dilanjutkan berjabat tangan antara peserta kemah dengan panitia. Kemudian siswa membongkar tenda dan pulang ke rumah masing-masing. Reportase : Erlin Noviyanti Prihastuti, S.Pd. SD Muh 1 Pakem Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
![]()
Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Sabtu 18 Mei 2024 telah di gelar kegiatan peningkatan kompetensi Aisyiyah Sleman di bidang ekonomi melalui Sekolah Wirausaha Aisyiyah(SWA). Program ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan diikuti 46 peserta dengan masing-masing cabang mengirimkan 2 anggota Majelis Ekonomi dan anggota MEK PDA Sleman. Dalam sesi pembukaan hadir ketua MEK PWA DIY, Mujahidah, SE. wakil ketua PDM H.A.S. Ardani, dan Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Moyudan Imam dan ketua PDA Sleman Hanik Rosyada M.Pd. “ Dakwah semesta menjadi tageline Milad Aisyiyah ke 107, PDA Sleman mengangkat SWA sebagai upaya mengangkat perekonomian keluarga Aisyiyah dan tahun ini merupakan pelaksanaan program SWA untuk yang ke tiga kalinya” sebagaimana disampaikan Haniks Rosyada. Kita bisa belajar dari Khatijah istri Rasulullah SAW, beliau sebagai sosok saudagar muslimah yang pertama dan penguatan akidah tauhid telah tertanam pada diri Khatijah sejak pertama beliau mempercayai bahwa Muhammad menerima wahyu yang pertama. Sementara Nara sumber dari MEK PPA Eni SE memaparkan tentang penguatan ideologi dan semangat berAisyiyah dan direncanakan SWA berlangsung estafet dilaksanakan bulan Mei – Juni 2024 setiap hari Sabtu. Di akhir program akan dilaksanakan kunjungan ke UMKM omah jadah Pakem dan SARISA Sari buah salak di Pakem. Reportase Hj. Hanik Rosyada M.PD PDA Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Yogyakarta, Pdmsleman. Or.Id “’Aisyiyah Muhammadiyah tidak hanya berdakwah melalui mimbar tetapi melalui aksi nyata dalam bentuk dakwah-dakwah kemanusiaan.” Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah saat Konferensi Pers Milad 107 tahun ‘Aisyiyah pada Sabtu (18/5/24). Peringatan milad 107 dengan tema “Memperkokoh dan Memperluas Dakwah Kemanusiaan Semesta” ini akan dilaksanakan di Univesitas ‘Aisyiyah Surakarta pada Ahad, 19 Mei 2024. Salmah menyebut bahwa gerak dakwah kemanusiaan ‘Aisyiyah Muhammadiyah sudah dilakukan sejak awal berdirinya dengan pengajaran praksis al-Ma’un oleh Kyai Ahmad Dahlan. Nilai-nilai Praksis al-Ma’un ini terus menjadi semangat dakwah ‘Aisyiyah hingga kini di 107 tahun usianya dan hal ini sudah diakui bahkan oleh dunia internasional Dimana Muhammadiyah mendapatkan penghargaan Zayed Award for Human Fraternity pada tahun 2024. Oleh karena itu Salmah menyebut pada peringatan Milad ‘Aisyiyah ke-107 tahun ini menegaskan kembali komitmen ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah untuk terus memperkokoh dan memperluas dakwah kemanusiaan semesta. ’Aisyiyah disebut Salmah akan memperkokoh peran-peran dakwah kemanusiaan dengan tidak kenal lelah melakukannya dan memperluas dengan meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak. “Agar apa yang dilakukan ‘Aisyiyah akan semakin dirasakan oleh masarakat luas dan akan menebarkan rahmatan lil alamin bagi semesta alam tidak hanya manusia tetapi juga makhluk lain.” Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dakwah kemanusiaan ‘Aisyiyah di abad kedua ini juga semakin meluas termasuk di luar negeri. “Salah satunya dalam pemberian layanan pendidikan bagi anak-anak yang lahir dari tenaga migran kita yang undocumented.” Tri menyebutkan terdapat ribuan anak-anak yang terabaikan hak-haknya termasuk dalam bidang pendidikan karena merka lahir di negara lain tanpa dokumen yang resmi. Kondisi ini kemudian menghambat akses mereka pada pendidikan. “Mereka mau sekolah di sekolah pemerintah karena tidak punya dokumen tidak bisa, mau sekolah di sekolah swasta tidak punya akses karena mahal,” terang Tri. Kemudian Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah yang ada di luar negeri, terutama di negara dengan banyak pekerja migran Indonesia seperti Malaysia dan Taiwan menjawab permasalahan ini dengan membuka sanggar belajar. Para kader-kader ’Aisyiyah di luar negeri ini kemudian membuka titik-titik pembelajaran Dimana bahkan salah satu lokasi memiliki hingga 45 orang murid. Masih terkait pendidikan, permasalahan perkawinan usia anak juga menimbulkan dampak pada terputusnya hak pendidikan anak. “Isu lain pada angka perkawinan anak yang tinggi di Indonesia, problemnya bukan hanya pencegahan tetapi anak-anak kita yang mengalami perkawinan anak ini sulit untuk melanjutkan pendidikan.” ‘Aisyiyah disebut Tri kemudian hadir dan bekerjasama dengan pihak terkait untuk mengatasi persoalan ini.Kesejahteraan kelompok rentan seperti disabilitas juga menjadi bidang dakwah kemanusiaan ‘Aisyiyah. Salah satu yang menjadi perhatian ‘Aisyiyah adalah kenyataan bahwa dari 13 juta anak-anak dengan disabilitas hanya 5% yang lulus di mengenyam pendidikan hingga sarjana. Belum lagi tentang kesempatan kerja bagi disabilitas yang masih minim “Meskipun UU Disabilitas menyatakan bahwa pemerintah harus menyediakan lapangan kerja 2% bagi disabilitas dan private sector menyediakan 1% bagi disabilitas akan tetapi ini masih jauh sekali dari tercapai.” Oleh karena itu ‘Aisyiyah disebut Tri mengupayakan kegiatan untuk mendukung kesiapan kerja bagi disabilitas terutama bagi anak-anak disabilitas yang duduk di bangku SMA/SMK. Dalam isu lingkungan, selain gerakan kelestarian lingkungan untuk mengatasi dampak dari perubahan iklim. Tri menyebut bahwa ‘Aisyiyah juga menyasarkan dakwah kemanusiaanya bagi perempuan nelayan dan perempuan petani. “Yang paling terdampak dari perubahan iklim ini adalah petani dan nelayan yang hidupnya dari alam. Dakwah kemanusiaan ‘Aisyiyah melihat mereka sebagai kelompok yang paling rentan sehingga pendampingan bagi petani dan nelayan adalah isu yg diangkat oleh ‘Aisyiyah untuk mengorganisir petani perempuan sehingga selain ekonominya meningkat mereka akan mendapatkan pengakuan identitas.” Release PPA
![]()
Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Kamis, 16 Mei 2024 bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan berlangsung workshop yang diikuti 75 orang terdiri dari kepala sekolah dan tim PPDB dari 25 SMP Muhammadiyah se-Sleman. Workshop ini diprakarsai BKS/Badan Kerjasama Sekolah SMP Muhammadiyah se-Sleman, dengan tema workshop “Menjemput sukses PPDB 2024/2025 SMP Muhammadiyah se-Sleman”. H. Surakhmad, S.Pd selaku ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman menyampaikan sambutan terkait PPDB yakni pertama, unsur kepercayaan penting. Harus ada yang beda tidak standar-standar saja, misal tanya ke orang tua pingin apa di sekolah itu putranya misal siswa bisa sholat, baca Quran dan tahfidz. Harapan kedua bahwa sekolah sebagai pendonor, sekolah dibuat membayar tinggi sehingga pengelolaan juga tinggi yang tidak mampu kita santuni. Kita berada di atas karena pemberi posisi kita, beri pelayanan terbaik bahkan memberi santunan bagi siswa miskin. Kiat sukses PPDB 2024 disampaikan oleh H. Pahri, M.M selaku pembina FGM/Forum Guru Muhammadiyah dan juga merupakan kepala sekolah SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang dan sempat viral dengan PPDB Abnormal. Semula SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi memiliki siswa 200an kini menjadi 2.500an siswa dan semula gedung tertutup kebun tebu kini berkembang pesat menjadi 7 lantai. Intinya sekolah harus berinovasi. Reportase H. Wahdan Arifudin S.Pd. KS SMPM 1 Tempel, MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Gamping, Pdmsleman.Or.Id Selasa 14/05 ba’da isya’ bertempat di ruang kelas Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Green School Gamping Sleman Yogyakarta diadakan pelatihan peningkatan pemahaman Islamic Arabic Muballigh Muhammadiyah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Ambarketawang Selatan. Pelatihan tersebut terlaksana atas kerjasama PRM Ambarketawang Selatan dengan ustadz Talqis Nurdianto, Lc. MA selaku dosen Pendidikan Bahasa Arab UMY yang tengah melakukan pengabdian masyarakat di Ambarketawang Selatan. Pelatihan tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran PRM Ambarketawang Selatan beserta Majelis-majelis yang ada di dalamnya, Takmir Masjid dan Mushola yang berada di Ambarketawang Selatan dan Angkatan muda Muhammadiyah Ambarketawang. Selama 1,5 jam pelatihan nampak antusias peserta sangat tinggi dikarenakan materi yang diberikan adalah materi dasar materi yang baru didapat oleh para peserta dan sangat dekat akan kebutuhan masyarakat utamanya Muballigh Muhammadiyah saat ini. Kata dalam Al-Qur’an dapat dibedakan menjadi tiga kategori, antara lain isim (kata benda), fiil (kata kerja), dan huruf. Isim mempunyai empat properti yang bisa dibedakan, yakni status, jender, bilangan, dan tipe. Pada kegiatan ini diharapkan peserta dapat memahami keempat properti itu, sehingga dapat lebih paham akan makna suatu kata dalam Al-Qur’an. Sedangkan untuk fiil dan huruf tidak dibedakan menjadi empat properti tersebut. Narasumber memberikan contoh menentukan keempat properti isim pada beberapa kata di Al-Qur’an dan kemudian peserta diminta untuk menentukan juga dari beberapa kata dalam Al-Qur’an. Peserta kegiatan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini dan menjadi lebih memahami tentang pemahaman kata dalam Al-Qur’an. Ustadz Talqis Nurdianto selaku pemateri menyampaikan dengan sangat detail, ” kami berusaha menggambarkan dengan sangat mudah dan memberikan contoh yang dekat dengan masyarakat sehingga feedback atas apa yang disampaikan dapat dipahami dan menjadikan antusias peserta lebih tinggi”. Selain itu peserta merasa pelatihan seperti ini penting dan berharap pelatihan ini bisa dilanjutkan ke materi-materi selanjutnya. Di akhir pelatihan ada dua penyerahan bantuan atau dana hibah yang pertama dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang diwakili oleh Ustadz Talqis beserta tim yang menyerahkan bantuan pembelian barang dakwah digital kebutuhan ranting dengan jumlah nominal 3 juta rupiah dan yang kedua adalah bantuan sosial yang diberikan oleh SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta Teruntuk Panti Asuhan Abu Dzar Al Ghifari yang terletak di Ambarketawang Selatan yang diberikan oleh sekolah kepada pihak Panti Asuhan yang diwakili oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat dan ZIS PRM Ambarketawang Selatan. Reporter: M. Falah dan Erico (Pimpinan Harian PRM Ambar Selatan). 0812 2920 2665 Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman
![]()
![]()
Ngaglik.Pdmsleman.Or.Id Bidang Pendidikan dan KaderisasiPimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Ngaglik, Sleman Mempersembahkan BEDAH KARYA PENELITIAN KADER MUDA MUHAMMADIYAH NGAGLIK“Konsep Pendidikan Berkemajuan K.H. Ahmad Dahlan” Penulis & Pemateri:Iqbal Algifari, M.Pd.(Anggota Bidang Pendidikan dan Kaderisasi PCPM Ngaglik) Host:Ari Wibowo, S.H.I., S.H., M.H.(Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi PCPM Ngaglik) 📝 Catat ya waktunya… 🗓️ Hari : Rabu🏷️ Tgl. : 15 Mei 2024⏰ Jam : 19.30 – 21.00 WIB💻 Media : Zoom Meeting Link : https://uii.zoom.us/j/91503606099?pwd=V0NOdktVY2x3TUMwM21GQ3dhZnZqZz09 Meeting ID : 915 0360 6099Passcode : 570631 billahi fii sabililhaq fastabiqul khairat
![]()