107 Tahun ‘Aisyiyah Tegaskan Komitmen Dakwah Kemanusiaan

Yogyakarta, Pdmsleman. Or.Id “’Aisyiyah Muhammadiyah tidak hanya berdakwah melalui mimbar tetapi melalui aksi nyata dalam bentuk dakwah-dakwah kemanusiaan.” Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah saat Konferensi Pers Milad 107 tahun ‘Aisyiyah pada Sabtu (18/5/24). Peringatan milad 107 dengan tema “Memperkokoh dan Memperluas Dakwah Kemanusiaan Semesta” ini akan dilaksanakan di Univesitas ‘Aisyiyah Surakarta pada Ahad, 19 Mei 2024. Salmah menyebut bahwa gerak dakwah kemanusiaan ‘Aisyiyah Muhammadiyah sudah dilakukan sejak awal berdirinya dengan pengajaran praksis al-Ma’un oleh Kyai Ahmad Dahlan. Nilai-nilai Praksis al-Ma’un ini terus menjadi semangat dakwah ‘Aisyiyah hingga kini di 107 tahun usianya dan hal ini sudah diakui bahkan oleh dunia internasional Dimana Muhammadiyah mendapatkan penghargaan Zayed Award for Human Fraternity pada tahun 2024. Oleh karena itu Salmah menyebut pada peringatan Milad ‘Aisyiyah ke-107 tahun ini menegaskan kembali komitmen ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah untuk terus memperkokoh dan memperluas dakwah kemanusiaan semesta. ’Aisyiyah disebut Salmah akan memperkokoh peran-peran dakwah kemanusiaan dengan tidak kenal lelah melakukannya dan memperluas dengan meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak. “Agar apa yang dilakukan ‘Aisyiyah akan semakin dirasakan oleh masarakat luas dan akan menebarkan rahmatan lil alamin bagi semesta alam tidak hanya manusia tetapi juga makhluk lain.” Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dakwah kemanusiaan ‘Aisyiyah di abad kedua ini juga semakin meluas termasuk di luar negeri. “Salah satunya dalam pemberian layanan pendidikan bagi anak-anak yang lahir dari tenaga migran kita yang undocumented.” Tri menyebutkan terdapat ribuan anak-anak yang terabaikan hak-haknya termasuk dalam bidang pendidikan karena merka lahir di negara lain tanpa dokumen yang resmi. Kondisi ini kemudian menghambat akses mereka pada pendidikan. “Mereka mau sekolah di sekolah pemerintah karena tidak punya dokumen tidak bisa, mau sekolah di sekolah swasta tidak punya akses karena mahal,” terang Tri. Kemudian Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah yang ada di luar negeri, terutama di negara dengan banyak pekerja migran Indonesia seperti Malaysia dan Taiwan menjawab permasalahan ini dengan membuka sanggar belajar. Para kader-kader ’Aisyiyah di luar negeri ini kemudian membuka titik-titik pembelajaran Dimana bahkan salah satu lokasi memiliki hingga 45 orang murid. Masih terkait pendidikan, permasalahan perkawinan usia anak juga menimbulkan dampak pada terputusnya hak pendidikan anak. “Isu lain pada angka perkawinan anak yang tinggi di Indonesia, problemnya bukan hanya pencegahan tetapi anak-anak kita yang mengalami perkawinan anak ini sulit untuk melanjutkan pendidikan.” ‘Aisyiyah disebut Tri kemudian hadir dan bekerjasama dengan pihak terkait untuk mengatasi persoalan ini.Kesejahteraan kelompok rentan seperti disabilitas juga menjadi bidang dakwah kemanusiaan ‘Aisyiyah. Salah satu yang menjadi perhatian ‘Aisyiyah adalah kenyataan bahwa dari 13 juta anak-anak dengan disabilitas hanya 5% yang lulus di mengenyam pendidikan hingga sarjana. Belum lagi tentang kesempatan kerja bagi disabilitas yang masih minim “Meskipun UU Disabilitas menyatakan bahwa pemerintah harus menyediakan lapangan kerja 2% bagi disabilitas dan private sector menyediakan 1% bagi disabilitas akan tetapi ini masih jauh sekali dari tercapai.” Oleh karena itu ‘Aisyiyah disebut Tri mengupayakan kegiatan untuk mendukung kesiapan kerja bagi disabilitas terutama bagi anak-anak disabilitas yang duduk di bangku SMA/SMK. Dalam isu lingkungan, selain gerakan kelestarian lingkungan untuk mengatasi dampak dari perubahan iklim. Tri menyebut bahwa ‘Aisyiyah juga menyasarkan dakwah kemanusiaanya bagi perempuan nelayan dan perempuan petani. “Yang paling terdampak dari perubahan iklim ini adalah petani dan nelayan yang hidupnya dari alam. Dakwah kemanusiaan ‘Aisyiyah melihat mereka sebagai kelompok yang paling rentan sehingga pendampingan bagi petani dan nelayan adalah isu yg diangkat oleh ‘Aisyiyah untuk mengorganisir petani perempuan sehingga selain ekonominya meningkat mereka akan mendapatkan pengakuan identitas.” Release PPA

Loading

Workshop Kiat Sukses PPDB SMP Muhammadiyah se-Sleman

Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Kamis, 16 Mei 2024 bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan berlangsung workshop yang diikuti 75 orang terdiri dari  kepala sekolah dan tim PPDB dari 25 SMP Muhammadiyah se-Sleman. Workshop ini diprakarsai BKS/Badan Kerjasama Sekolah SMP Muhammadiyah se-Sleman, dengan tema workshop “Menjemput sukses PPDB 2024/2025 SMP Muhammadiyah se-Sleman”. H. Surakhmad, S.Pd selaku ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman menyampaikan sambutan terkait PPDB yakni pertama, unsur kepercayaan penting. Harus ada yang beda tidak standar-standar saja, misal tanya ke orang tua pingin apa di sekolah itu putranya misal siswa bisa sholat, baca Quran dan tahfidz. Harapan kedua bahwa sekolah sebagai pendonor, sekolah dibuat membayar tinggi sehingga pengelolaan juga tinggi yang tidak mampu kita santuni. Kita berada di atas karena pemberi posisi kita, beri pelayanan terbaik bahkan memberi santunan bagi siswa miskin. Kiat sukses PPDB 2024 disampaikan oleh H. Pahri, M.M selaku pembina FGM/Forum Guru Muhammadiyah dan juga merupakan kepala sekolah SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang dan sempat viral dengan PPDB Abnormal. Semula SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi memiliki siswa 200an kini menjadi 2.500an siswa dan semula gedung tertutup kebun tebu kini berkembang pesat menjadi 7 lantai. Intinya sekolah harus berinovasi. Reportase H. Wahdan Arifudin S.Pd. KS SMPM 1 Tempel, MPI PDM Sleman Editor  Arief Hartanto  MPI PDM Sleman

Loading

Bekali Muballigh Prm Ambar Selatan Sleman Adakan Pelatihan Quranic Arabic

Gamping, Pdmsleman.Or.Id Selasa 14/05 ba’da isya’ bertempat di ruang kelas Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Green School Gamping Sleman Yogyakarta diadakan pelatihan peningkatan pemahaman Islamic Arabic Muballigh Muhammadiyah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Ambarketawang Selatan. Pelatihan tersebut terlaksana atas kerjasama PRM Ambarketawang Selatan dengan ustadz Talqis Nurdianto, Lc. MA selaku dosen Pendidikan Bahasa Arab UMY yang tengah melakukan pengabdian masyarakat di Ambarketawang Selatan. Pelatihan tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran PRM Ambarketawang Selatan beserta Majelis-majelis yang ada di dalamnya, Takmir Masjid dan Mushola yang berada di Ambarketawang Selatan dan Angkatan muda Muhammadiyah Ambarketawang. Selama 1,5 jam pelatihan nampak antusias peserta sangat tinggi dikarenakan materi yang diberikan adalah materi dasar materi yang baru didapat oleh para peserta dan sangat dekat akan kebutuhan masyarakat utamanya Muballigh Muhammadiyah saat ini. Kata dalam Al-Qur’an dapat dibedakan menjadi tiga kategori, antara lain isim (kata benda), fiil (kata kerja), dan huruf. Isim mempunyai empat properti yang bisa dibedakan, yakni status, jender, bilangan, dan tipe. Pada kegiatan ini diharapkan peserta dapat memahami keempat properti itu, sehingga dapat lebih paham akan makna suatu kata dalam Al-Qur’an. Sedangkan untuk fiil dan huruf tidak dibedakan menjadi empat properti tersebut. Narasumber memberikan contoh menentukan keempat properti isim pada beberapa kata di Al-Qur’an dan kemudian peserta diminta untuk menentukan juga dari beberapa kata dalam Al-Qur’an. Peserta kegiatan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini dan menjadi lebih memahami tentang pemahaman kata dalam Al-Qur’an. Ustadz Talqis Nurdianto selaku pemateri menyampaikan dengan sangat detail, ” kami berusaha menggambarkan dengan sangat mudah dan memberikan contoh yang dekat dengan masyarakat sehingga feedback atas apa yang disampaikan dapat dipahami dan menjadikan antusias peserta lebih tinggi”. Selain itu peserta merasa pelatihan seperti ini penting dan berharap pelatihan ini bisa dilanjutkan ke materi-materi selanjutnya. Di akhir pelatihan ada dua penyerahan bantuan atau dana hibah yang pertama dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang diwakili oleh Ustadz Talqis  beserta tim yang menyerahkan bantuan pembelian barang dakwah digital kebutuhan ranting dengan jumlah nominal 3 juta rupiah dan yang kedua adalah bantuan sosial yang diberikan oleh SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta Teruntuk Panti Asuhan Abu Dzar Al Ghifari yang terletak di Ambarketawang Selatan yang diberikan oleh sekolah kepada pihak Panti Asuhan yang diwakili oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat dan ZIS PRM Ambarketawang Selatan. Reporter: M. Falah dan Erico (Pimpinan Harian PRM Ambar Selatan). 0812 2920 2665 Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

BEDAH KARYA PENELITIAN KADER MUDA MUHAMMADIYAH NGAGLIK“Konsep Pendidikan Berkemajuan K.H. Ahmad Dahlan”

Ngaglik.Pdmsleman.Or.Id Bidang Pendidikan dan KaderisasiPimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Ngaglik, Sleman Mempersembahkan BEDAH KARYA PENELITIAN KADER MUDA MUHAMMADIYAH NGAGLIK“Konsep Pendidikan Berkemajuan K.H. Ahmad Dahlan” Penulis & Pemateri:Iqbal Algifari, M.Pd.(Anggota Bidang Pendidikan dan Kaderisasi PCPM Ngaglik) Host:Ari Wibowo, S.H.I., S.H., M.H.(Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi PCPM Ngaglik) 📝 Catat ya waktunya… 🗓️ Hari : Rabu🏷️ Tgl. : 15 Mei 2024⏰ Jam : 19.30 – 21.00 WIB💻 Media : Zoom Meeting Link : https://uii.zoom.us/j/91503606099?pwd=V0NOdktVY2x3TUMwM21GQ3dhZnZqZz09 Meeting ID : 915 0360 6099Passcode : 570631 billahi fii sabililhaq fastabiqul khairat

Loading

Kunsiroh MPKS PDM Sleman Ke PCM Gamping

Gamping, Pdmsleman.Or.Id Menjadi tua adalah sebuah keniscayaan. Proses menjadi tua jangan dipandang sebagai sesuatu yang buruk, maka hal ini perlu disiapkan. Orang tua yang memiliki pengalaman hidup hendaknya difungsikan dan diberdayakan sebagai guru atau penasehat dalam banyak hal, demikian kata Wahyu Purhantara dalam Kunsiroh  dan Pendampingan Pendirian Panti Lanjut Usia (Muhammadiyah Senior Care) oleh MPKS PDM Sleman ke PCM Gamping. Menurutnya, orang tua tetep memiliki potensi untuk diberdayakan agar ia tetap mandiri dan menjadi contoh bagi generasi muda. Kunsiroh dan pendampingan ini dilaksanakan pada hari Rabu Sore, 8 Mei 2024. Proses penuaan yang ditandai oleh penurunan beberapa fungsi organ dan anggota gerak tubuh dapat dihambat lajunya dengan aktifitas fisik dan olahraga. Maksudnya adalah agar proses penuaan tetap dalam kondisi sehat dan menggembirakan, maka perlu didampingi dan dipantau aktivitas fisik, olah raga ringan, dan kesehatannya. Maka di sini perlu ada cawe-cawe dari Muhammadiya, sebagai ormas yang perduli pada orang tua/ lansia. Muhammadiyah dalam membina dan memberdayakan jamaahnya yang tergolonh lanjut usia ada dua model, yaitu dalam bentuk panti (mukim di asrama) dan bentuk Day Care (perawatan harian ataudatag pagi pulang sore). Di dalam kedua model ini, lembaga tetep dapat memberdayakan kliennya dalam berbagai aktifitas produksi dan keagamaan. Kurikulumnya pun tetep bisa berbasis “sekolah lansia.” Perbedaannya hanya dari sisi layanannya saja, demikian lanjut Wahyu di hadapan Ketua PCM Gamping dan jajarannya bertempat di LKSA Abu Dzar Al Ghifary. Pada kesempatan ini, menurut Ketua PCM Gamping, Muhaimin, sebenarnya PCM Gamping sudah lama berkeinginan untuk mendirikan lembaga kesehateraan lanjut usia (Panti Lansia atau MSC). “Dari sisi piranti SDM, tempat, dana, kami sudah siap,’ demikain kata sambutannya. ‘Hanya model dan kurikulumnya yang kami masih dalam penjajagan.” Dalam kesempatan ini, Wahyu Purhantara selaku Ketua MPKS didampingi oleh Ahmad Suparlan, S.Ag dan Lintang Prabandari dari Difisi MSC, serta Nur Khasanah dan M. Zainal Fanani.

Loading

Syawalan dan Silaturahmi HIDIMU Kabupaten Sleman, Warga Difabel Harus Mampu Dan Berdaya

Sleman, Pdmsleman.or.Id Sabtu 11 Mei 2024 bertempat di Masjid Agung dr. Wahidin Sudirohusodo Beran Sleman berlangsung acara Syawalan dan Silaturahmi warga penyandang disabilitas Muhammadiyah yang tergabung dalam HIDIMU Kab. Sleman. Ketua PDM Sleman Harjaka, S.Pd, S.Ag, MA, pada kali itu mengungkapkan tentang Dalam konsep Jawa, setiap manusia itu harus urip, arep, urup, dan urup. Konsep filisofi Sunan Kalijaga ini berangkat dari intisari Al Qur’an. Urip dalam bahasa Indonesia berarti hidup. Ya, hidup yang kita kenal sekarang. Hidup di dunia, bernafas, butuh makan, butuh teman, dan lain sebagainya. Artinya, urip harus menjadi mahluk sosial yang dilandasi oleh akhlakul karimah, sehingga hidupnya menjadi bermanfaat bagi orang lain (hablum minannas). Arep “berarti setiap manusia memiliki kemauan. Manusia itu selalu punya kemauan dan kehendak. Mau sukses, mau kaya, mau dapat nilai bagus, mau sukses dunia – akhirat, dan lain-lain. Intinya semua kemauan itu adalah ego dan nafsu. Nafsu manusia akan dunia yang begitu menyilaukan.” Selanjutnya, kata Gus Jaka,  adalah urap. Urap adalah makanan yang terdiri dari berbagai macam rebusan sayur yang dicampur dan ditambahkan sambal kelapa. Urap merupakan analogi kehidupan. Dalam hidup, kita akan bertemu, bercampur, bergesekan, berinteraksi dengan berbagai jenis manusia. Berjodoh dengan berbagai macam takdir kehidupan. Berkreasi dalam mengolah rasa menanggapi itu semua. Kita akan lancar menghadapi urap manakala kita telah bisa menakhlukkan arep yang ada pada diri kita. Semakin cerdas kita mengelola kekarepan atau ego kita, semakin bijak kita dalam menghadapi urap. Nah, ketika kita beres dengan urusan urip, arep dan urap, saatnya kita beralih pada urup.  Urup berarti nyala. Menyalakan hati kita untuk melihat cahayaNya. Mengganti segala orientasi hidup kita akan dunia menjadi orientasi akhirat. Menyalakan kesadaran akan singkatnya hidup dan adanya pertanggugjawaban atas polah tingkah kita. Sadar betul bahwa tujuan pengembaraan hidup ini hanya untuk pulang ke kampung akhirat. Pulang pada Sang Pemilik Hidup, pencipta segala macam rasa dan rupa, tempat menggantungkan segala macam urusan dan perkara. Sementara itu, Ketua DPW HIDIMU Prop. DIY, “sudah saatnya, kaum disabilitas menunjukkan potensi yang dimilikinya.” Warga difabel harus mampu dan berdaya, seperti manusia yang lain. Kalau mereka bisa melakukan sesuatu, maka kita pun harus bisa. “Kita jangan menunjukkan kalau kita perlu dikasihani, tapi kita bisa dan mampu berdaya,’ demikian kata Pak Jati. Menurut Ketua MPKS PDM Sleman, Wahyu Purhantara, warga disabilitas yang tergabung dalam HIDIMU Sleman harus gumregah untuk membuktikan dirinya itu mampu mandiri, berdaya dan bisa hidup berdampingan dengan orang lain yang memili potensi. Pada acara silaturahmi ini dihadiri oleh sekitar 70an warga disabilitas yang datang dari berbagai penjuru kapanewon di Sleman. Ada yang istimewa pada silaturahmi kali ini, yakni menghadirkan Juru Bicara untuk penyandang tuna wicara. Reportase Drs. Wahyu Purhantara Ketua MPKS PDM Sleman, Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

15 Unit AmbulanMU Sleman Hadiri Silaturahmi Relawan AmbulanMu Yogyakarta

Pdmsleman.Or.Id Silaturahmi ambulans Muhammadiyah se DIY merupakan agenda kegiatan rutin yang dilaksananan setiap tahunnya dengan tempat secara bergilir di 4 kabupaten dan 1 kotamadya. Dimana untuk tahun ini Kulon Progo sebagai tempat ajang silaturahmi yakni di Komplek Kantor Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang Kamis 09 Mei 2024. Acara yang digagas oleh Pengurus AmbulanMU DIY dan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PWM DIY ini bertujuan dari kegiatan ini sebagai wadah dan sarana pertemuan antar driver dan relawan ambulans Muhammadiyah se DIY dan juga agar terjalin keakraban sebagai satu keluarga besar Muhammadiyah dan sebagai sarana menyampaikan informasi serta ilmu terkait ketugasan driver dan relawan ambulans. Dalam kegiatan silaturahmi yang diadakan di Kulon Progo ini  dihadiri kurang lebih 450 peserta yang terdiri dari driver dan relawan ambulans dengan kurang lebih 150 armada ambulanMU se DIY, dan juga dihadiri perwakilan ambulans Muhammadiyah dari Jawa Tengah serta Jawa Timur. Turut hadir dalam acara tersebut Unsur pimpinan PWM Yogyakarta, PDM Kulon Progo, PCM Kalibawang, Forkompimkap Kalibawang serta Lurah Banjararum. Pada kesempatan ini 15 Unit AmbulanMU Sleman turut hadiri membersamai saudara-saudaranya sesama penggiat kemanusiaan berkemajuan dalam Silaturahmi Relawan AmbulanMu kali ini. Sebelumnya rombongan AmbulanMU seSleman sempat berkumpul di Loji PCM Minggir untuk berangkat bersama menuju lokasi acara. Tutur Furi WIjanarko crew AmbulanMu Godean sebagaimana disampaikan kepada Arief Hartanto pada Jum’at ini. Pada kesempatan tersebut menghadirkan Ir. H. Ahmad Syauqi Soeratno, MM anggota DPD RI terpilih Yogyakarta dari unsur Muhammadiyah sebagai tamu kehormatan menyampaikan bahwa “ Ambulans Muhammadiyah sangat dibutuhkan masyarakat dan sangat membantu pemerintah jadi mohon dijaga niat baik ini,  menjadi relawan ambulans Muhammadiyah adalah tugas mulia yang akan menjadi amal jariyah kita kelak”. Selain itu menjadi driver ambulans Muhammadiyah yang ramah, tidak mudah emosi serta kemrungsungan karena Muhammadiyah adalah organisasi besar maka diharapkan ambulans Muhammadiyah juga bisa menjalankan tertib secara administrasi tambahnya. Kegiatan silaturahmi ditutup dengan acara ramah tamah di antara seluruh driver dan relawan dan diakhiri dengan konvoi secara bersama-sama dengan “Strobo only no sirine” dengan mematuhi aturan berlalu lintas.

Loading

Pengajian dan Silaturrahmi Warga Muhammadiyah Ngemplak

Ngemplak, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngemplak menggelar Pengajian Syawal dan Silaturrahmi Warga Muhammadiyah Kapanewon Ngemplak. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis 9 Mei 2024 pukul 10.00 sampai 12.00 WIB bertempat di Pendopo Kantor Kapanewon Ngemplak di Jl. Jangkang, Wedodomartani, Ngemplak Sleman. Acara dihadiri oleh Panewu Ngemplak, Polsek Ngemplak, Koramil Ngemplak, Perwakilan PDM Sleman, Ketua dan pengurus PCM Ngemplak, PCA Ngemplak, PRM/PRA se-Kapanewon Ngemplak, Amal Usaha Muhammadiyah di lingkungan Ngemplak dan Warga Muhammadiyah Ngemplak. Panewu Ngemplak dalam sambutannya menyampaikan bahwa “ kita sebagai salah satu bagian dari organisasi Islam terbesar di Indonesia harus bersyukur karena Agama Islam sangat berperan penting dalam memajukan negara Indonesia ini. Agama Islam terutama organisasi Muhammadiyah sering sekali berkolaborasi dan kerjasama dengan pemerintahan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Inilah yang menjadi kunci kesuksesan negara ini untuk berkembang”. Maka dari itu Panewu Ngemplajk menghimbau kepada warga Muhammadiyah untuk menjaga hal tersebut dan juga menjaga toleransi dan kerukunan karena sebentar lagi akan ada Pilkada. Pengajian kali ini diisi oleh Ust. Drh. H. Agung Budianto, MP., Ph.D. Beliau menyampaikan bahwa “  kita sebagai seorang muslim harus menjaga sifat-sifat ke-ghaiban yang ada pada agama Islam, jangan sampai sesuatu ke ghaiban bergeser menjadi sifat syahadah, sebagai contoh mengaitkan sholat dengan kesehatan atau dalam kata lain sholat menyehatkan”.  Kita tdak boleh niat sholat agar sehat, karena tujuan sholat adalah ibadah kepada Allah agar kita mendapat ridha dan pahala kemudian masuk syurga. Dan jika nanti kita diberi kesehatan atau sakit itu kehendak Allah. Ust. Agung juga memberi contoh yang lain tetang shodaqoh, “ Allah dalam fimannya memjelaskan bahwa jila kita menanam padi yang tumbuh menjadi 7 tangkai dan setiap tangakai menghasilkan 100 biji, sehingga pahala kita dapat berlipat ganda menjadi 700 lipat pahala dari apa yang kita shodaqohkan”. Bukan berarti kita niat shodaqoh untuk berlipat harta kita, kalau seperti itu maka niat kita untuk mendapat ridha Allah untuk masuk surga akan bergeser menjadi agar kita kaya (duniawi). Itulah ke-ghaiban yang harus kita jaga, jangan sekali-kali dimana keghaiban di dalam ibadah kita kita kait-kaitkan dengan ilmu pengetahuan dimana ilmu pengetahuan belum pasti dapat menjelaskan atau mengukur ke-ghaiban yang ada di dalam agama Islam. Contoh lain lagi, misalnya babi haram kita tidak usah mengaitkan dengan penyakit dan sebagainya, biarkan itu sebagai ke-ghaiban dari Allah SWT yang disampaikan kepada umat Islam untuk dijalankan dan di yakini. Di akhir pengajian, ust. Drh. Agung juga menghimbau kepada jamaah agar berhati-hati dalam memilih hewan qurban karena sekarang ada kasus endemik antrax. Di Gayamharjo Prambanan ada sapi yang kena bakteri antraks di sembelih dan dimakan satu keluarga, semua masuk RS dan satu meninggal. Bakteri ini sangat berbahaya, mudah sekali menular. Jika kita menyentuhnya dalam hitungan jam bisa menyerang organ tubuh manusia. Ciri-ciri hewan terkena antrak antara lain keluar darah segar dari telinga, anus, ataupun mulut. Jika menemukan seperti itu jangan sekali-kali sentuh dan segeralah lapor ke kecamatan agar kecamatan lapor ke daerah dan daerah lapor ke pusat. Kontributor: Afifuddin PCM Ngemplak, MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading