Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) ajak masyarakat ber-tabayyun dalam menanggapi isu gelombang panas (heatwaves) akibat kenaikan suhu bumi mencapai maksimal yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Melalui webinar “Pencegahan dan Kesiapsiagaan Nasional Hadapi Gelombang Panas di Indonesia” yang dilaksanakan pada siang ini (7/5), MDMC mengundang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan tenaga kesehatan untuk menjawab fenonema heatwaves secara ilmiah. Dr. Siswanto, M.Sc., Sub Koordinator Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, menyebutkan bahwa suhu panas yang terjadi di Indonesia saat ini tidak termasuk dalam fenomena heatwaves, akan tetapi sebagai akibat dari perubahan iklim. Sebagaimana pernyataan resmi yang telah diinfokan oleh BMKG bahwa Indonesia tidak termasuk dalam wilayah gelombang panas karena geografi Indonesia berada pada titik evakuator dan terdiri dari lautan dan kepulauan. Adapun salah satu tanda untuk dapat dikatakan sebagai fenomena gelombang panas adalah terjadinya kenaikan suhu panas yang tidak normal dan terjadi selama 5 hari berturut-turut, sedangkan Indonesia tidak mengalami hal tersebut. Di sisi lain, cuaca ekstrem yang saat ini terjadi tetap harus dikaji penyebab dan dampaknya. Maka dari itu Budi Setiawa, Ketua MDMC menghimbau seluruh wilayah untuk menyiapkan diri hadapi perubahan iklim saat ini. Sebagaimana release yang diterima redaksi petang ini. “Fenomena ini mengajak kita (MDMC) untuk berpikir serta bersiap-siap, tentu kesiapan membutuhkan pemahaman yang serius tentang heatwaves. Jangan sampai kita mengabaikan peringatan dari lembaga resmi” ujarnya Menurut Budi, apapun kondisinya (fenomena iklim) jika berdampak pada keberlangsungan hidup seseorang maka antisipasi adalah kewajiban bagi MDMC dengan memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat. Jika dipandang secara kesehatan, fenomena cuaca ekstrem saat ini memang memiliki dampak cukup serius terutama bagi anak-anak, lansia dan penyandang komorbid. dr. Nurmila Sari, Sp.PD., dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar, menyampaikan bahwa tekanan panas yang berlebih dapat menimbulkan terjadinya penyakit heat stress. Maka dari itu, selain dengan pemahaman mengenai perubahan iklim yang baik, tindakan preventif untuk mengurangi risiko dampak kesehatan perlu dipersiapkan. Seperti pemenuhan kebutuhan air dalam tubuh, menghindari kontak langsung dengan matahari dan penggunaan bahan pakaian yang menyerap keringat.
Sleman , Pdmsleman.Or.Id SMK Muhammadiyah 1 Sleman atau sering disebut SMK Muhammadiyah Panasan (SMK Munas) sukes melaksanakan Pelepasan dan penyerahkan kembali siswa kelas XII Tahun ajaran 2023/2024. Acara Pelepasan dilaksanakan pada hari Sabtu 4 Mei 2024 di Ballroom Merapi Hotel Prima SR Jl. Magelang Km. 11 Dukuh Tridadi Sleman. Acara dihadiri oleh kurang lebih 350 orang yang terdiri dari siswa-siswi kelas XII, orang tua/wali siswa kelas XII, Guru dan Karyawan SMK Munas, dan tamu undangan. Tamu undangan yang hadir antar lain dari Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY, Komite Sekolah, PCM Sleman, Ibu Panewu Selman, Lurah Triharjo, Dukuh Panggeran/Panasan, Kepala SD Panasan, dan SMP Muhammadiyah Sekitar. SMK Munas pada Tahun Ajaran ini melulusan 123 siswa-siswi yang meliputi 35 siswa program keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), 44 siswa-siswi Multimedia (MM), dan 44 siswa Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Rida Alim selaku ketua panaitia dan kesiswaan dalam sambutannya berpesan kepada alumni “Kalian adalah alumni-alumni yang baik. Perlihatkanlah sifat baik dan sopan itu kepada orang-orang di luar sana. Buatlah hal itu menjadi ciri khas bagi alumni sekolah kita. Jagalah nama baik sekolah kita dimana pun kalian berada. Tetapkanlah hati dan pikiran kalian dalam kejujuran dan kebenaran, niscaya kalian akan menjadi orang-orang yang sukses dan berhasil di masa depan. Selamat menempuh ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, memasuki dunia kerja, berwirausaha dan gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Semoga tali silaturahmi ini tetap terjalin dan semoga Allah mempertemukan kita kembali di masa yang akan datang”. Suwarta selaku kepala sekolah dalam sambutannya memberikan motivasi kepada siswa setelah lulus agar menjadi manusia yang bermanfaat, bukan menjadi manusia yang maksiat ataupun bukan menjadi manusia yang sia-sia. Sarjono selaku perwakilan dari Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY mengungkapkan kebanggaannya dengan SMK Muhammadiyah 1 Sleman, dimana 10 tahun terahir ini perkembangan SMK sangat pesat, dimulai dari wajah sekolah yang dulu tidak kelihatan seperti sekolahan, saat ini sudah dibangun megah dan gagah dilanjutkan bangunan-bangunan dan infrastruktur lainnya. “Alhamdulillah SMK Muhammadiyah 1 Sleman saat ini sudah menjadi salah satu sekolah besar dan unggulan di Daerah Sleman. Semoga SMK Muhammadiyah 1 Sleman semakin berkembang dan gedungnya bisa tingkat 10” ujar Sarjono. beliau juga berpesan kepada siswa-siswi agar terus berkembang dan menentukan arah setelah lulus, baik mau kuliah, kerja atau nikah. Agus Nurudin sebagai perwakilan dari PCM Sleman sekaligus komite dan warga sekitar sekolah merasa turut bangga dengan perkembangan SMK Munas, apalagi dengan megahnya gedung sekolah. Ketika ditanya orang alamatnya dimana?, dengan bangga menjawab “Selatan SMK yang bagus itu”. beliau juga berharap agar SMK Munas terus berkembang dan bermanfaat bagi warga sekitar. Reportase M. Afif SMKM 1 Sleman , MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sleman selenggarakan Silaturahmi Idul Fitri 1445 H keluarga besar ‘Aisyiyah Sleman dimana kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada Ahad (5/5/2024). Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sleman, Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo, Wakil Ketua PDM Sleman H. Arief Sulistya, SE, Sekretaris PDM Sleman H. Arif Mahfud, S.Ag, M.S.I., Ketua PDA Sleman Dra. Hj. Hanik Rosyada, M.Ag, Ketua PC Muslimat NU Kab Sleman, jajaran PDA, PCA, dan Ortom se-Kab Sleman. Dalam sambutan pembukaan, Ketua PDA Sleman, Hanik Rosyada menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran PDA Sleman, seluruh Majelis dan Lembaga, jajaran PCA se Kab Sleman. Ia berharap silaturahmi idul fitri ini dapat memperkuat jalinan silaturahmi antar pimpinan. Setelah syawal PDA dan PCA bisa merapatkan barisan untuk melaksanakan program yang telah direncanakan. “Silaturahmi Syawal ini menjadi tangga baru yang kita lalui. Implementasi program kerja hasil raker segera ditindaklanjuti. Seragam baru semangat baru. Warna pink jambu nuansa Aisyah istri Rasulullah yang pipinya sering kemerahan bila disanjung Rasul. Saya berharap semua anggota Aisyiyah Sleman memiliki semangat satu frekuensi memajukan Sleman dengan gerakan di majelis dan lembaga masing-masing,” terangnya. Hanik juga mengingatkan kembali semangat risalah perempuan berkemajuan melalui lirik lagu Risalah Perempuan Berkemajuan yang dinyanyikan bersama dalam pra acara silaturahim ini. Pada silaturahim Idul Fitri ini disampaikan pula tausiyah syawal oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes. Ia berpesan bahwa ‘Aisyiyah hendaknya selalui berfikir maju. Ia mencontohkan kedokteran Islam yang menjadi awal berkembangnya ilmu kedokteran. Ibnu Sina telah membuktikan peran keilmuannya. Ia juga berpesan untuk meningkatkan amal shalih. “Jaga hati, lanjutkan semangat ramadan beramal shalih dengan ilmu yang dikaji. Syawal idul fitri dengan halal bihalal untuk mengurai kesalahan, permohonan maaf lahir dan batin,” ungkapnya. Pada acara ini, juga dikukuhkan Pengurus Koperasi Cahaya Melati PDA Sleman yang baru. Selain itu, acara Silaturahmi ini juga dimeriahkan dengan bazar UMKM binaan Majelis Ekonomi PDA Sleman dan disediakan pemeriksaan kesehatan gratis oleh Rintisan Klinik ‘Aisyiyah Panggeran dan Majelis Kesehatan PDA Sleman. Acara diakhiri dengan doa oleh dr. Agus dan foto bersama. Reportase Hj. Hanik Rosyada S.PdAg, M.Ag Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Turi, Pdmsleman.Or.Id Pengumuman Kelulusan tingkat SMA/K di SMK Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah 2 Turi Ngablak dilaksanakan Senin, 06 Mei 2024. Acara ini sekaligus dirangkai dengan tasyakuran purna siswa tahun ajaran 2023/2024. Pada kesempatan ini Pimpinan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, PCM Turi, Pimpinan Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Turi, PRM Sidorejo dan Perwakilan dari Kapolsek Turi turut hadir membersamai selama acara berlangsung. Nuansa bermuhammadiyah, kesederhanaan, kidmat, dan berbudaya mewarnai acara tasyakuran. Acara diawali dengan tampilan opening dari Tapak Suci. Kemudian siswa yang purna memasuki ruang aula dengan iringan musik trasional Jawa dan dipandu oleh dua anggota Pasukan Paskibra. Nuansa budaya juga terasa dari tarian tradisional Jawa yang dibawakan oleh siswi kelas XI dan XII. Pembawa acara membawakan rangkaian acara dalam bahasa Jawa, Indonesia dan Jepang yang merupakan salah satu program keunggulan di SMK Muhammadiyah 2 Turi. Pimpinan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman sekaligus Pengawas Dikpora DIY, Mujiono, S.Pd.M.Hum. berkenan memberikan hasil belajar siswa dan menyampaikan sambutan. “Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada anak-anak yang telah lulus. Terapkanlah ilmu yang sudah kalian dapatkan dengan baik dan datanglah kembali ke sekolah untuk memberikan praktik baik sebagai contoh untuk adik-adik kelas, “pesan beliau kepada siswa purna diakhir sambutannya. Kepala SMK Muhammadiyah 2 Turi, Pamuji Sri Subekti, S.Si. dalam salam sambutannya juga menyampaikan pesan kepada para lulusan. “Bawalah pelajaran apapun yang baik dari sekolah ini dan lanjutkanlah praktik baik dari sekolah di masyarakat agar membawa kebaikan dunia akhirat kalian. Namun tinggalkanlah apa-apa yang menurut kalian buruk di sini agar kami dapat memperbaikinya,”ucapnya. SMK Muhammadiyah 2 Turi terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mutu lulusan. Terbukti lulusan saat ini beberapa siswa sudah bekerja, contoh lulusan Teknik Audio Video, Hafid yang bekerja di bidang multimedia, Aurelia bekerja dibidang pendidikan sebagai guru honor dan Baqir dinyatakan diterima di AMIKOM. Beberapa siswa Keperawatan di terima di Poltekkes dan beberapa juga sedang berjuang untuk dapat masuk universitas. Nilai terbaik 1, 2, dan 3 Keperawatan mendapat beasiswa melanjutkan di Universitas Permata Indonesia. Bahkan siswa kelas XI Keperawatan tahun 2024 ini, atas nama Erista Pangesti sudah diterima sebagai karyawan di salah satu klinik di swasta Pakem. UNISA juga berkenan memberikan beasiswa pendidikan kepada peserta lomba LKS Keperawatan atas nama Lailatul Hasanah kelas X yang mendapat Juara Harapan 1. Reportase Pamuji Subekti S.Si KS SMKM Muhammadiyah 2 Turi Editor Arief Hartano MPI PDM Sleman
Minggir, Pdmsleman.Or.Id “Nasyiah yang bersimbol padi”“Terdidik tiap hari”“Kemuliaan Islam dicari”“Bekerja digemari”. “Nasyiah yang bersimbol padi”“Simbol kumpulan putri”“Hidup berdiri”“Rahmat Tuhanku memberi”. “Bersatu di dalam Nasyiah”“Dari putri ‘Aisyiyah”“Simbolnya padi berbahagia”“Umat seluruh dunia”.* Tepat jam 09.00. Acara Musycab NA Minggir resmi dibuka. Mas Basyori, selaku Wakil Ketua yang membidangi Majelis Kader dan Sumber Daya Insani, hadir mewakili Ketua PCM MInggir. Dalam sambutannya, Mas Basyori sempat bercerita tentang keadaan di tahun 1990 an.Dimana, era tahun 90 an itu adalah masa keemasan kegiatan NA, pun PM Minggir. Lebih lanjut, ia mengajak untuk melompat ke belakang. Ia mengingatkan kembali kepada keadaan pada era itu. “Pada tahun 90 an itu, sangat terasa. Bagaimana kompakmya gerak dan langkah antara PM dan NA Minggir”, sambungnya. “Semoga acara Musycab NA Minggir ini bisa terlaksana dg baik. Harapannya, nanti bisa memilih Pimpinan NA yang baru. Dan terakhir, semoga periode kepemimpinan yang baru ini nanti bisa momentum, kembalinya masa keemasan NA dan PM”, imbuhnya. Pembukaan Musycab NA Minggir ini juga dihadiri oleh Sofi Nuria Melati, Ketua PDNA Sleman. Dalam sambutannya, Mbak Sofi menerangkan bahwa ada 2 isu penting yang dicanangkan oleh Pimpinan Pusat NA. Kedua isu penting itu adalah : Dalam kesempatan itu, Mbak Sofi lebih menekankan bahwa program kerja NA Minggir diharapkan lebih menjadi wadah yang kondusif bagi seluruh anggota NA. Seluruh kegiatan yang nanti akan dilakukan hendaknya membuat kegiatan yang gembira dan menggembirakan.* Di tengah acara Musycab NA, saya berniatmencari hal hal unik. Sampai hampir satu jam berada di lokasi, saya masih belum menemukan apa yang saya cari. Sampaipun ketika masuk di acara pembukaan, saya masih “blank”. Round down acara terus berjalan. Lagu Indonesia Raya telah selesai dinyanyikan. Dengan sikap tegap, saya lantang ikut bernyanyi. Pun, ketika masuk di Mars Muhammadiyah. Dengan posisi masih tegap berdiri, saya larut dalam kesyahduan. Menyanyikan lirik demi lirik. Bait demi bait. Sampai akhirnya, Sang Dirigent mengajak untuk menyanyikan Mars Nasyiatul Aisyiyah. Tentu, saya sudah bersiap. Maksudnya : saya harus siap berdiam diri. Karena memang saya “babar blas” tidak atau bahkan belum pernah kenal dengan Mars NA itu. Sampai menjelang dimulainya Mars NA, masih tidak ada apa apa. Tapi, beberapa detik kemudian, saya kaget. Yakni, justru ketika baru masuk di bait awal. “Nasyiah yang bersimbol padi”“Terdidik tiap hari”“Kemuliaan Islam dicari”“Bekerja digemari”. Saya terpaku kepada kalimat : “bersimbol padi”. Ternyata, kalimat : “simbol padi” ini diulang sampai tiga kali. Otak liar saya berputar. Saya seperti ingin mencari tahu : “Apa sebab simbol NA itu adalah padi ?”.“Apakah ada kaitannya dengan sawah ?”. Otak liar saya kembali berputar.Tinggi, melayang terbang. Tiba tiba, saya membayangkan. Ada banyak anggota NA itu masuk anggota JATAM. Lalu, gadis gadis NA itu ramai ramai masuk sawah. Ikut nandur pari.(*) Ngloji, Ahad, 5 Mei 2024.Di sela sela pemilihan formatur. Uwik DS.
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Salah satu upaya pemberdayaan ekonomi Muhammadiyah Sleman adalah dengan menggandeng PT.Sang Surya Bersinar (SSB) adalah perusahaan yang bergerak di bidang Distribusi Produk Homecare, Bodycare merupakan Mitra Pemberdayaan Ekonomi Lazismu Daerah Sleman yang berada di Ranting Purwomartani Selatan masuk di bawah Majelis Ekonomi PCM Kalasan, PDM Sleman, DI Yogyakarta. Beberapa produknya mendapatkan apresiasi dari Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Abdul Mu’ti, Bupati Sleman Hj. Kustini Sri Purnomo dan DR. Yayan Suryana PWM DIY ketika mendapatkan bingkisan dari PDM Sleman dalam acara halal bil halal PDM Sleman beberapa waktu lalu. Saat ini PT Sang Surya Bersinar mulai mendistribusikan produk-produk Bodycare seperti BodywashMU, ShampooMU dan PastaMU. BodywashMU adalah Sabun Mandi cair dengan Volume 250 mL dan 1000 mL, merupakan sabun mandi cair yang memiliki tingkat hyangiene yang tinggi ,keharuman Aromatic Tropis yang khas dan memiliki keampuhan yang sangat optimal dalam melindungi kulit dari kuman yang berbahaya dan kemampuanya menutrisi kulit dan memberi kelembaban yang optimal. Produk ini memiliki keunggulan : Kualitas lebih bagus, Melindungi tubuh dari kuman lebih dari 18 Jam, Isi lebih banyak dan harga lebih hemat. ShampooMU merupakan Shampoo dengan volume 250 mL dan 1000 mL merupakan Shampoo untuk semua jenis kulit yang akan menutrisi rambut dan kulit kepala sehingga rambut akan lebih lembut, mengembang dan lebih berkilau. ShampooMU memiliki harga yang sangat kompetitif dengan kemasannya yang 1,000 mL menjadikanya lebih hemat. PastaMU adalah pasta Gigi MU dengan kemasan 225gr dengan harga Rp.30.000 merupakan pasta gigi dengan harga yang kompetitif di kelasnya dengan keunggulan lebih fresh and cool, membuat nafas menjadi lebih segar dan mencegah pertumbuhan kuman penyebab bau mulut. PastaMU juga efektif membersihkan mulut dan gigi sehingga lebih bersih sekaligus membantu perawatan mulut dan gigi. Secara keseluruhan produk-produk MU Series telah memiliki legalitas yang komplit seperti merk terdaftar dalam PDKI, BPOM dan Sertifikat Halal MUI. Dimana untuk mendapatkan Produk MU Series adalah di setiap PCM/PCA yang bermitra dengan PT.Sang Surya Bersinar selanjutnya lewat MEBP ataupun KLL PCM,PCA setempat sebagai agen pendistribusian ke masing-masing jamaah atau warga Muhammadiyah. Dengan demikian MEBP ataupun KLL akan mendapatkan profit share dan PDM akan mendapatkan royalty dari peredaran Produk di Daerahnya. Sehingga ini bisa menjadi tambahan pendapatan untuk mengembangkan dakwah di daerahnya masing-masing mengingat potensi warga jama’ah Muhammadiyah yang besar dan tersebar di berbagai daerah. Jika disetiap PCM/PCA diasumsikan ada penjualan 1000 set BodywashMU, ShampooMU dan PastaMU setiap bulan, maka PCM/PCA lewat MEBP ataupun KLL akan dapat pembagian keuntungan Rp 15.000.000 setiap bulan atau Rp.180,000,000 setahun. PDM akan mendapatkan Rp.1000 untuk setiap produk yang terdistribusi ke Jama’ah atau warga Muhammadiyah dari PT. Sang Surya Bersinar tanpa mengurangi profit di setiap PCM /PCA. Sebagaimana disampaikan Syinta Brata Ketua LAZISMU PDM Sleman kepada Arief Hartanto dari MPI PDM Sleman pada Ahad 6 Mei 2024 bahwa semangat pemberdayaan ekonomi ini dengan Motto “Belanja Sekaligus Beramal” dengan Tagline “ Dari Umat Oleh Umat Untuk Umat” dan spirit “Menjaga Ekonomi Umat”, kami ingin agar jihad ekonomi ini mendapat support atau dukungan dari kalangan Warga Muhammadiyah. Untuk info lebih lanjut bisa kontak : Ustadz Sumadi 08121547943. Reportase Syinta Brata S.SI LAZISMU PDM Sleman Editor Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman
Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA), dan AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) Wonokerto II menggelar acara Syawalan dan Halal Bil Halal pada hari Sabtu, 4 Mei 2024 pada waktu ba’da Isya di Masjid As Sholeh Dusun Garongan Kembang, Wonokerto, Turi, Sleman. Acara tersebut dihadiri H. Muhammad Isnawan, SE., MPH. selaku perwakilan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Yogyakarta. Dihadiri ratusan jama’ah yang berasal dari Mushola Al Hidayah Ledok Garongan Timur, Masjid As Sholeh Pusung, Masjid Al Huda Pojok, dan Mushola Al Hidaya Projayan, acara tersebut berlangsung dengan lancar dan kepanitian kegiatan sangat rapih yang pelaksanaannya dilakukan sepenuhnya oleh seluruh AMM Wonokerto II. Menurut Anton Kurniawan,S.Farm., Apt. selaku Pembina/penggerak AMM dan juga Sekertaris PRM Wonokerto II, “ keterlibatan langsung pemuda-pemudi dalam acara tersebut sangat penting dikarenakan selain mendidik kader muda-mudi Muhammadiyah, masih banyak program-program PRM dan PRA Wonokerto II yang membutuhkan kepiawaian dan kelincahan generasi milenial untuk menunjang operasional maupun menghidupkan semangat muda saat Ramadhan di bulan berikutnya”. Acara tersebut dibuka oleh dua pembawa acara yaitu sdr. Tofa dan Triatmojo yang terlihat piawai di depan publik karena pemuda tersebut saat Ramadhan maupun di hari-hari biasa sudah terbiasa membawakan kultum di mushola maupun masjid. Acara diawali dengan Sambutan oleh Drs. Suwanto selaku perwakilan PRM Muhammadiyah Wonokerto II, dilanjutkan pembacaan tilawah ayat suci Alquran QS. Ali ‘imran 133 dari AMM Wonokerto II pula. H. Muhammad Isnawan, SE., MPH. berpesan kepada jamaah untuk terus menjaga keistiqomahan untuk terus beribadah bukan hanya di bulan Ramadhan saja akan tetapi juga di bulan-bulan berikutnya. “ Menurutnya, Istiqomah dengan bilangan yang sedikit namun stabil itu lebih baik daripada hanya sekali dengen bilangan banyak namun tak nampak lagi atau berhenti” imbuhnya. Pengalamannya sebagai direktur di RS. PKU Yogyakarta berpesan jika kita mengkalkulasikan nikmat kesehatan, tentunya Allah SWT telah berfirman secara berulang-ulang dalam surat Ar Rahman: فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ Artinya: Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan. Ayat ini diulang 31x di dalam surat tersebut dengan maksud sindiran Allah SWT kepada kita untuk bisa bersyukur atas nikmat yang tidak terhitung tersebut. Jika nikmat kesehatan dianalogikan selayaknya pasien yang sakit dan membutuhkan Oksigen (O2) beserta perawatan secara intensif di ICU, maka apabila pasien membutuhkan biaya perawatan rata-rata Rp 500.000 perhari termasuk kebutuhan Oksigen, maka pengeluaran per bulannya sudah mencapai Rp15.000.000. Pertanyaannya berapa nominalnya jika kita diberi hidup selama 60 tahun? Tanya beliau kepada jamaah. Artinya, apabila kita diberikan kesehatan dan nikmat atas gratisnya Oksigen (O2) Allah SWT, cara yang terbaik bagi kita adalah mensyukurinya. Bentuk Syukur itu harus kita wujudkan dengan bentuk amal sholeh diantaranya melakukan ibadah-ibadah wajib dan meningkatkan ibadah sunnah seperti puasa sunnah Syawal 6 hari, Senin dan Kamis, Daud, Ayyamul Bidh, dan Puasa 10 Assyura. Bentuk ibadah lainnya juga harus kita pelihara seperti pentingnya sholat berjamaah dan mengajak kebaikan dimulai dari lingkungan terkecil yaitu lingkungan keluarga. Secara rasional, Ustad H. Muhammad Isnawan menegaskan jika kita sebagai umat Muslim menginginkan surga, maka mulai sekarang harus dipersiapkan. Selain menjelaskan pentingnya ibadah-ibadah tersebut, kita harus cerdas dalam menjalankannya. Artinya, butuh ilmu untuk mengetahui tatacara ataupun Fiqih dalam sholat, berpuasa, dan amalan-amalan lainnya agar ibadah kitab isa optimal dan tidak rugi waktu dan tenaga. Sebagai contoh, bacaan Basmallah sendiri jika dihitung pahalanya berjumlah 180, sangat rugi apabila kita melafalkannya dalam kondisi munfarid (sendiri). Di sinilah pentingnya sholat berjamaah di masjid yang pahalanya lebih banyak daripada sholat sendirian di rumah. Imbuhnya, terlebih lagi apabila surat yang dibaca dalam sholatnya Panjang maka berlipat-lipat pula pahala amalan sholat berjamaah kita. Pengajian tersebut berjalan dengan lancar meskipun jumlah peserta melebihi kapasitas masjid yang sudah disediakan. Panitia mengantisipasinya dengan menyediakan tenda tambahan apabila terjadi luapan peserta atau situasi hujan. Menurut Drs. Suwanto, Masjid ini inshaAllah akan direnovasi secepatnya di bulan ini karena selain dapat menampung jamaah gabungan yang lebih banyak dari Garongan Ledok, Pojok, dan Projayan dalam acara serupa, kita juga berupaya memaksimalkan untuk dapat memfasilitasi bukan hanya jamah kita sendiri saja, namun juga jamaah musafir ataupun kunjungan wisatawan dari Desa Wisata Garongan misalnya yang ingin mengikuti sholat jumat di masjid As Sholeh Garongan atau kajian Minggu Pagi yang dihadiri jamaah se Wonokerto. Syawalan dan halal bil halal yang pada hakikatnya adalah menjalin silaturahmi sesama muslim, sebagai bentuk ibadah “hablu minannas” sudah selayaknya kita harus pula berkomunikasi untuk mentransfer semangat ibadah-ibadah kepada muslim yang lain. Inilah esensi kepengurusan PRM/PRA Wonokerto II beserta Ortomnya untuk berkiprah lebih intensif dalam upaya peningkatan pelayanan jamaah masjid melalui program-programnya. Seluruh pengurus PRM dan PCA, beserta ortomnya saat ini ingin terus melakukan meningkatkan pelayanan terhadap jamaah khususnya di lingkup Wonokerto II bukan hanya sebatas acara seremonial seperti pengajian akbar, namun kita memfasilitasi pula sebagai contoh dalam pelaksanaan qurban, yaitu dengan program Tabungan Qurban. Dengan program tersebut jamaah bisa melakukan perencanaan qurban 1(satu) tahun sebelumnya dengan cara menabung setiap bulannya dengan nominal yang sudah ditetapkan. Hasil Tabungan Qurban tersebut kemudian diakumulasikan dan digabungkan dengan sohibul qurban lainnya untuk memenuhi pembelian hewan Qurban. Menurut Arwan Arifin, selaku pengurus PRM Wonokerto II yang puluhan tahun berkecimpung dalam pelaksanaan program-program PRM dan kegiatan masjid, evaluasi setelah pelaksanaan program itu penting bagi kami sebagai bentuk perbaikan yang terus-menerus untuk menyempurnakan dalam kegiatan berikutnya. Kaderisasi AMM ini juga perlu dilibatkan karena membawa dampak positif yang signifikan atas kelancaran pelaksanaan kegiatan PRM/PRA Wonokerto II. Dengan begitu semangat “fastabiqul qairat” bisa kita tanamkan pada pemuda-pemudi untuk lebih terarah. Reportase H. Ahmad Khaorudin MBA PRA Wonokerto 2, MPI PDM Sleman Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Gadjah Mada (IMM UGM) mengadakan Syawalan dan Family Gathering pada Sabtu (4/5). Kegiatan ini dilaksanakan di Warung Konco Ndeso, Jombor dengan jumlah personalia yang hadir diperkirakan 70 orang. Setelah pembukaan, menyanyikan “Indonesia Raya”, “Mars Muhammadiyah”, dan “Mars IMM”, para peserta saling mengenalkan diri masing-masing dan berbagi tentang kesibukan saat ini. Kegiatan syawalan ini menjadi kesempatan bagi kader aktif dan alumni untuk mengakrabkan diri satu sama lain. Acara inti dalam Syawalan dan Family Gathering IMM UGM adalah Panel Alumni, dengan panelis di antaranya Dr. Eko Muharudin, Dosen UM Purwokerto, alumni Sastra Indonesia FIB UGM angkatan 2001; Arif Nur Kholis, Kepala Kantor PP Muhammadiyah, alumni Geologi UGM angkatan 1998; Luqman Satriya Siambodo, Ex Professional Cargill, Astra, dll sekarang pengusaha, alumni Teknik Industri angkatan 2001; dan dr. Masykur Rahmat, Direktur Pelayanan RS PKU Gamping, alumni Fakultas Kedokteran UGM angkatan 2005. Setiap panelis berbagi tentang kehidupan yang mereka jalani setelah lulus sebagai alumni IMM UGM. Ada yang melanjutkan pendidikan lanjut dan berkiprah sebagai akademisi, dan ada juga yang menekuni karier sesuai dengan bidang yang digelutinya. “Yang terpenting bagi kita sebagai kader IMM adalah, di mana pun kita berada dan berkiprah, hendaknya tetaplah meneruskan cita-cita Muhammadiyah,” tutup Masykur. Ketua Panitia Syawalan dan Family Gathering IMM UGM, Muhammad Zulfi Ifani, menyampaikan tujuan sekaligus harapan atas penyelenggaraan kegiatan ini. Pertama, syawalan ini bertujuan untuk menjadi ajang silaturahmi antarangkatan. Kedua, harapannya senior dapat menjadi role model bagi kader yang saat ini sedang aktif. “Kemudian, ketiga, ini bisa menjadi momen untuk saling menguatkan, terutama di dunia pascakampus. Terakhir, keempat, tentu saja, adalah menjaga kaderisasi Muhammadiyah,” ujar Fani. Penulis: Rasya Swarnasta (Alumni IMM UGM angkatan 2017) Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.id Link Youtube Link Google Drive Foto dan Video oleh SMKM Panasan Sleman Compilasi oleh Arief Hartanto MPI PDM Sleman https://drive.google.com/drive/folders/1Aj3cv7tNLVdd-1dF9AK6zDCfXu7Qxlb-
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Silaturrahmi Syawal merupakan acara puncak silaturahmi syawal warga Muhammadiyah Kabupaten Sleman yang terdiri dari seluruh Anggota Ortom, Majelis, Kader, Cabang, Ranting dan simpatisan diadakan di Masjid Agung Dr. Wahidin Sudirohusodo Rabu, 22 Syawal 1445 H / 1 Mei 2024. Jumlah jamaah yang hadir kami perkirakan sekitar 5000 jamaah dan jauh lebih banyak jadi perkiraan awal kami.Tentunya jumlah itu lebih banyak dari tahun kemarin dan menunjukkan semangat yang semakin baik dari jamaah untuk syiar Islam dan Muhammadiyah. Pupud Purnomo Komandan Kokam Daerah Sleman dalam keterangannya kepada Arief Hartanto dari MPI PDM Sleman pada Kamis 2 Mei 2024 menyampaikan “ Kami sebagai Kokam tentunya sangat bangga dan bersemangat turut serta mensukseskan acara tersebut, Pada intinya kami bertanggung jawab atas keamanan dan kenyamanan jamaah selama berlangsungnya acara baik di dalam maupun di luar area Masjid Agung Sleman”. Jumlah jamaah yang sangat banyak membuat personil kami harus bekerja tanggap dan sigap terutama kantong-kantong parkir yang tersedia tidak cukup untuk menampung kendaraan jama’ah sehingga membuat rekan-rekan KOKAM segera mencari solusi dengan meminta bantuan dan bernegosiasi dengan kantor-kantor di sekitaran Masjid Agung untuk dapat meminjamkan area parkirnya. Alhamdulillah semua bisa teratasi dan tidak menimbulkan kemacetan. KOKAM se Sleman dengan jumlah personil sekitar 80 personil juga menghandle permasalahan keamanan bisa segera diselesaikan dan diatasi sehingga tidak terjadi hal-hal yang menggangu kenyamanan jama’ah. Walaupun tidak semua anggota KOKAM bisa hadir tapi secara keseluruhan kami telah sukses dalam mendukung acara tersebut. Semoga KOKAM Sleman semakin maju,berdaya dan berkembang sehingga bisa selalu mendukung syiar Islam dan gerakan Muhammadiyah.Fastabiqul Khoirot tandas Dadang. Sementara Ndan Ridwan dari KOKAM Tempel menyampaikan “ dari Markas KOKAM Tempel mengirimkan 8 personil bergabung dengan Saudara-saudara dari seluruh daerah Sleman”. Alhamdulillah agenda Syawalan PDM Sleman bersama Profesor Abdul Mu’ti Sekum PP Muhammadiyah terselenggara dengan dengan baik dan alhamdulillah membludak jama’ahnya, namun semua terkendali dan harapannya tetap sukses untuk Muhammadiyah Sleman. Salam dari KOKAM Tempel , KOKAM Jaya KOKAM Jaya Allahu Akbar.