Prambanan.Pdmsleman.or.Id
![]()
Prambanan.Pdmsleman.or.Id
![]()
Jihadi TV
![]()
Depok. Pdmsleman.Or.Id Keberadaan perguruan Muhammadiyah merupakan bagian ikhtiar persyarikatan dalam mencerdaskan anak bangsa sekaligus mencetak karakter unggul serta akhlakul karimah para peserta didik yang ada. Semenjak diinisiasi langsung oleh KH. Ahmad Dahlan pada 1912, sekolah-sekolah Muhammadiyah memiliki empat fungsi, yakni sebagai sarana pendidikan dan pencerdasan, pelayanan Masyarakat, dakwah amar ma’ruf nahi munkar, serta fungsi kaderisasi. Dalam menjalankan fungsi kaderisasi dan memperkuat nilai ideologi para siswa, SMP Muhammadiyah 3 Depok menyelenggarakan Baitul Arqam Purnasiswa pada Kamis-Jum’at, 15-16 Februari 2024 bertempat di Youth Center DIY yang diikuti oleh 132 siswa kelas IX. Kegiatan ini juga menjadi launching program kerja Baitul Arqam Purnasiswa sebagai program baru unggulan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Sleman yang langsung dibuka sekaligus oleh Ketua PDM Sleman, Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A yang dalam amanatnya memberikan motivasi pada siswa, “ melalui sabda Rasulullah akan perintah untuk menjadi seorang berilmu, penuntut ilmu, penyimak ilmu atau pecinta ilmu”. Hal tersebut senada dengan pesan Sri Maryani, M.Pd. sebagai perwakilan Majelis Dikdasmen PDM Sleman untuk bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan perkaderan selama dua hari satu malam tersebut yang berisi materi keIslaman, ke-Muhammadiyahan, leadership, Achiement Motivation Training (AMT) serta sarasehan bersama pimpinan Angkatan Muda Muhammadiyah di Kecamatan Depok. “BA Purnasiswa ini merupakan edisi perdana serta diharapkan kedepan dapat dilangsungkan pula pada siswa kelas IX SMP/MTs Muhammadiyah maupun kelas XII SMA/MA Muhammadiyah”, pungkas Hendro Sucipto, M.Pd, Ketua MPKSDI PDM Sleman dalam sambutannya. Kontributor Hendro Sucipto, M.Pd, Ketua MPKSDI PDM Sleman Editor Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman
![]()
Sleman, Pdmsleman.or.id Sabtu 10 Februari 2024 tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Pelatihan Penguatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMK Muhammadiyah 2 Sleman yang beralamat di Jl. D. Ronggowarsito No. 2, Medari Jetis, Caturharjo Sleman Kabupaten Sleman. Acara ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas dalam mitigasi kebencanaan, khususnya di lingkungan pendidikan. Sebanyak 50 peserta dari 18 sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA, turut hadir dalam acara tersebut. Tidak hanya itu, perwakilan dari Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Sleman, Majelis Pembinaan Kesehatan Umum Sleman, serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah (PCM dan PCA) Sleman juga ikut serta mendukung acara ini. “Pelatihan ini ditujukan untuk institusi sekolah, di mana tak jarang bencana terjadi saat jam sekolah berlangsung, Kami berharap peserta dapat melakukan rencana tindak lanjut agar seluruh sekolah yang terlibat dapat mengimplementasikan Satuan Pendidikan Aman Bencana dalam kegiatan di sekolah” kata Prof. Zahrul Mufrodi, ketua tim PKM UAD yang juga ketua PCM Sleman ini. Tim PKM UAD yang dipimpinnya, bersama dengan anggota tim Afan Kurniawan, S.T, M.T; Dholina Inang Pambudi, M.Pd; dan Oktomi Wijaya, S.KM, M.Sc, berkomitmen untuk menyelamatkan sesama dan semesta di tengah ancaman bencana melalui kegiatan ini. Selain penguatan kapasitas terkait mitigasi kebencanaan, pada acara tersebut juga disampaikan informasi terkait deteksi dan pencegahan kecelakaan yang memungkinkan terjadi pada saat proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, pelatihan ini bukan hanya sekadar memberikan pengetahuan tentang mitigasi bencana, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan selama kegiatan belajar mengajar. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mempersiapkan sekolah-sekolah untuk menghadapi bencana dengan lebih siap dan terkoordinasi. Dengan kerja sama antar lembaga dan pihak terkait, diharapkan upaya mitigasi bencana di lingkungan pendidikan dapat terus ditingkatkan untuk melindungi siswa, guru, dan masyarakat sekitar. Reportase Arief Hartanto MPI PDM Sleman, Source Mahmudi K.
![]()
Minggir, Pdmsleman.Or.Id Organisasi Aisyiyah, yang dikenal sebagai sebuah wadah perempuan berkemajuan, menegaskan tekadnya untuk menggerakkan organisasi melalui berbagai kegiatan sesuai dengan hasil musyawarah program Rapat kerja. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menggelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk Mewujudkan Risalah Perempuan Berkemajuan pada hari Jumat, 28 Rajab 1445 H, bertepatan dengan 9 Februari 2024, di SMP Muhammadiyah 2 Minggir. Hj. Ras Haryani, dalam laporan panitia, menyatakan bahwa “ acara ini diikuti oleh 52 anggota pimpinan dari cabang dan ranting. Tujuan dari pelatihan ini adalah agar anggota memahami tata aturan yang berlaku dalam organisasi Aisyiyah dan mengimplementasikannya dalam kegiatan organisasi”. Selanjutnya, Hj. Hanik Rosyada M.Pd Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman, memberikan motivasi kepada peserta bahwa anggota pimpinan Aisyiyah memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan melalui laporan. “ Mari kira bersama-sama membangun frekuensi dan persepsi yang sama dalam menjalankan administrasi organisasi sebagai salah satu indikator dari keteraturan organisasi”. Atika Nalattamma, wakil sekretaris Aisyiyah Sleman, menjelaskan secara rinci materi Kesekretariatan, termasuk tata aturan persuratan, logo, stempel, pengkodean, dan pengarsipan. Sementara itu, Dwi Putriyanti, Bendahara Aisyiyah Sleman, memaparkan materi Keuangan dengan cermat, termasuk contoh lembar keuangan dan cara membukukan serta melaporkan keuangan harian, bulanan, dan tahunan. Peserta pelatihan menunjukkan antusiasme yang tinggi, sehingga dialog dan interaksi berlangsung aktif hingga menjelang waktu Dhuhur. Kontributor Hj. Hanik R M.Pd, PDA Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Prambanan, Pdmsleman.Or.Id Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menggelar acara peresmian Gedung SMP Muhammadiyah 2 Prambanan pada Rabu, 7 Februari 2024 yang terletak di Jalan Raya Piyungan Prambanan Sumberharjo Prambanan Sleman ini yang merupakan bantuan pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Dalam sambutannya, Bupati Kustini menyampaikan “ rasa terima kasihnya kepada sekolah-sekolah di bawah Persyarikatan Muhammadiyah yang telah berperan aktif dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Sleman. Dia mengakui kontribusi besar mereka dalam mencerdaskan generasi muda”. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widayana, mengungkapkan harapannya bahwa pembangunan gedung baru ini akan memotivasi guru dan siswa untuk lebih berprestasi dalam mencapai cita-cita pendidikan mereka. Diharapkan semangat baru ini akan memperkuat upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini. Nampak hadir pula segenap jajaran Muspikap Prambanan, Lurah Sumberharjo, PCM PCA Prambanan, tokoh Muhammadiyah setempat, Ketua Dikdasmen PDM Sleman H. Surahmat. Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Prambanan, Dwi Wahyuningsih, menyatakan harapannya bahwa “ gedung baru ini akan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah mereka. Dengan semangat belajar yang ditingkatkan, ia berharap akan lahir generasi muda yang berkualitas, baik dalam aspek spiritual maupun akademis”. Peresmian gedung baru ini merupakan langkah penting dalam investasi pendidikan di Sleman. Melalui upaya bersama antara pemerintah dan lembaga pendidikan, diharapkan akan lahir generasi yang Tangguh dan berakhlak mulia.
![]()
Tempel, Pdmsleman.Or.id Kamis, 8 Februari 2024 yang merupakan puncak acara milad SMK Muhammadiyah 1 Tempel dan bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, diselenggarakan beberapa kegiatan di sekolah. Dihadiri oleh 250 tamu undangan dari berbagai kalangan di sekitar lingkungan SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Acara diawali dengan pengajian Akbar oleh Drh. H Agung Budiyanto MP. Ph. D, Dosen S1 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada. Disampaikan oleh ustad Agung, “kalau ingin menjadi orang sukses, harus punya mimpi, cita-cita, motivasi, serta yang paling penting yaitu doa restu orang tua,” Pada pra acara juga disampaikan pentasyarufan dana bantuan kepada siswa kurang mampu di SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Salah satu program terbaik sekolah yaitu one day one coin, dimana setiap pagi siswa mengumpulkan koin untuk nantinya setiap tahunnya ditasyarufkan kembali kepada siswa. “Jangan sepelekan sedikitnya koin yang dikumpulkan, lama lama akan banyak dan menjadi bantuan untuk mereka yang membutuhkan,” jelas Ahmad Maftuhin, S.H.I, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Selanjutnya diadakan bazar 80 paket sembako murah dengan sasaran wali murid SMK Muhammadiyah 1 Tempel serta warga sekitar. Yang menarik dari kegiatan ini, diadakan juga market day oleh siswa siswi SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Siswa siswi mempraktekkan langsung hasil dari kelas kewirausahaan yang dipelajari setiap hari Jum’at dengan menghasilkan produk untuk dijual kepada seluruh pengunjung acara hari ini. SMK Muhammadiyah 1 Tempel dengan 4 program keahlian (Perkantoran, Akuntansi, Tata Busana, dan Perhotelan) saat ini membuka pendaftaran Peserta Didik Baru dalam Gelombang Istimewa, dimana siswa siswi kelas IX SMP yang mendaftar sampai dengan tanggal 23 Februari 2023 akan mendapatkan potongan biaya sebesar 4.2 juta rupiah. Kontributor : Errista Dewanti, S. Pd. SMK Muhammadiyah 1 Tempel Peserta Pelatihan Jurnaistik MPI PDM Sleman 2024 Editor : Arief Hartanto, MPI PDM Sleman Info PPDB : 1. 0811-2650-222 (admin) 2. link pendaftaran: bit.ly/mutemsa_ppdb2024
![]()
Turi, Pdmsleman.Or.Id ‘Aisyiyah sebagai organisasi wanita dalam Muhammadiyah yang mempunyai maksud dan tujuan yang sama dengan Muhammadiyah. Risalah Perempuan Berkemajuan yang merupakan keputusan Muktamar ke-48 ‘Aisyiyah tahun 2022 menempatkan perempuan memiliki kesempatan luas sekaligus penting sebagai aktor perubahan dalam berbagai bidang kehidupan. Salah satu gerakan ‘Aisyiyah dalam bidang Majelis Hukum dan HAM bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta pemahaman terhadap hal-hal yang berkaitan dengan hukum dan hak asasi manusia. Pemilu merupakan salah satu upaya untuk menjaga nilai-nilai itu dengan cara ‘Aisyiyah menjaga jarak dengan partai politik manapun. Tetap menjaga kedekatan yang sama dengan semua partai politik, dan tidak akan terlibat dalam politik praktis. Namun dalam menerapkan program ternyata mengalami beberapa permasalahan yang dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan ekonomi. Di satu sisi terdapat stereotype bahwa perempuan sangat tidak setara disandingkan dengan laki-laki dalam kegiatan berpolitik, bahkan partisipasi para kaum perempuan dalam politik sangat rendah. Namun di sisi yang lain, anggota Aisyiyah yang mempunyai latar belakang pendidikan dan ekonomi yang cukup, berpandangan bahwa perempun harus ikut berpartisipasi dalam politik untuk menentukan perwakilannya atau pemimpinnya. Partisipasi politik menandakan sikap dan peran masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan politik dan dapat mengubah masyarakat yang semula apatis menjadi aktif. Permasalahan perbedaan persepsi di kalangan anggota Aisyiyah merupakan hal yang serius perlu dilakukan solusinya. Oleh karena itu sangat penting dilakukan sosialisasi dan penyuluhan hukum terkait dengan peran Aisyiyah dalam partisipasi politik di pemilu 2024. Demikian disampaikan oleh Septi Nur Wijynti, SH, MH dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam pembukaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, yang bertujuan untuk meningkat peran Aisyiyah dalam partisipasi politik di pemilu 2024 ibu–ibu ‘Aisyiyah Cabang Turi. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan penyuluhan hukum bertempat di Masjid Darul Falah Kembangarum Turi yang diikuti sekitar 80 orang dari semua Ranting ‘Aisyiyah yang berada di wilayah PCA Turi pada Ahad 4 Februari 2024.. Nara sumber yang juga anggota Tim Pelaksana Yulianta Saputra, S.H.MH. dari UIN Sunan Kalijaga mengatakan partisipasi perempuan dalam politik sangat diharapkan dalam mensukseskan pemilu 2024. Partisipasi perempuan merupakan kegiatan sukarela kaum perempuan yang ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik dengan jalan memilih pemimpin negara secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijaksanaan pemerintah/public policy). Upaya yang dilakukan dengan melalui cara antara lain pertama, Pendidikan politik dari keluarga, kedua, mendorong keterlibatan dalam organisasi, ketiga, advokasi terhadap Perempuan pentingnya Perempuan terlibat dalam dunia politik, dan keempat, mempersiapkan anak Perempuan dari dini untuk mengenal politik. Pada akhir kegiatan, Tim Pelaksana menyerahkan buku pedoman pemilu dan poster persuasi untuk mengajak Masyarakat berpartisipasi dalam Pemilu 2024. PRA Donokerto I Turi menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Tim Pelaksana dari UMY dan UIN Sunan Kalijaga. serta mengharapkan sosialisasi yang telah diperoleh dalam program pengabdian kepada masyarakat ini dapat diterapkan oleh ibu–ibu ‘Aisyiyah sehingga ikut membantu menyukseskan pemilu 2024 dengan menggunakan hak pilihnya secara cerdas.
![]()
Tempel, Pdmsleman.Or.id Bullying atau perundungan telah menjadi fenomena yang berkembang pesat dalam masyarakat. Dalam catatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dari bulan Januari – Agustus 2023, terdapat 2.355 kasus perundungan. Mirisnya adalah, 861 kasus terjadi dalam lingkungan Pendidikan (sekolahan). Jika dibiarkan, baha aksi perundungan akan menjadi gunung es, dan sangat membahayakan bukan saja pada masa depan para remaja, bahkan juga membahayakan jiwa mereka. Menyikapi hal ini, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Tempel, Kabupaten Sleman, berupaya untuk merespon secara lebih aktif. PCA Tempel, bekerjasama dengan Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggelar acara diskusi dan sarasehan yang bertajuk Antisipasi Perundungan di Kalangan Remaja pada Ahad 4 Februari 202. Dalam diskusi yang dipandu oleh Wahyuni Kartikasari (ketua tim), menghadirkan seorang akademisi sekaligus psikolog Ruhyani Zaenuddin S. Psi., M.Si, dengan paparan menarik dan dipenuhi dengan antusiasme para peserta. Para peserta yang umumnya para guru dan pegawai ini beberapa kali menanyakan hal berkait dengan perundungan. Sementara itu, sebagai seorang ahli, Ruhyani Zaenuddin menekankan pada tiga hal penting. Pertama adalah pendeteksian terhadap aksi aksi perundungan yang medianya semakin beragam, termasuk melalui media sosial. Kedua adalah pentingnya pada rehabilitasi dan pendapingan terhadap korban yang harus dilakukan dengan hati-hati. “ Dan yang terpenting adalah menjaga agar diri kita tidak terlibat dalam perundungan itu, karena acap kali kata-kata yang kita ucapkan kepada anak, kepada siswa, justru merupakan bagi dari perundungan”. Ketua PCA Tempel, Banun Rohyatiningsih menyambut gembira kolaborasi ini, “ mengingat pihak yang paling dekat dengan kelompok remaja ini adalah ibu, dan ibu lah yang mempunyai kesempatan paling dekat untuk melalukan deteksi dan pengawasan terhadap tindakan perundungan”. Pihaknya berharap Kerjasama dengan UMY dapat dilanjutkan lagi untuk masa mendatang dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang.
![]()
Turi, Pdmsleman.Or.id Setiap aktivitas manusiadalam kehidupan sehari-hari hampir selalu menghasilkan limbah. Salah satu limbah rumah tangga yang dihasilkan setiap hari adalah used cooking oil (UCO) atau minyak goreng bekas (jelantah), yaitu minyak goreng yang telah dipanaskan berulang kali. Setelah digunakan berkali-kali, minyak jelantah biasanya dibuang ke tanah atau air, yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan manusia. Permasalahan jelantah juga terjadi pada rumah tangga ibu–ibu anggota ‘Aisyiyah yang tergabung dalam Ranting ‘Aisyiyah Donokerto I, pemecahan permasalahana agar minyak jelantah tidak dibuang sembarangan maka perlu dilakukan pengelolaan yang baik. Hal ini mengundang Ir. Agus Nugroho Setiawan, MP sebagai Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk memberikan Solusi akan hal ini. Sebagaiama Nampak pada program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkat pengetahuan dan keterampilan ibu–ibu ‘Aisyiyah Donokerto I, Turi dalam memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi berbagai produk yang bermanfaat yang diikuti 30 orang pada Sabtu 3 Februari 2024. Sementara itu anggota Tim Pelaksana lainnya apt. Perdana Priya Haresmita, M. Pharm. Sci dari Universitas Muhammadiyah Magelang mengatakan “ minyak jelantah apabila dikonsumsi terus menerus dapat membahayakan tubuh karena mengandung asam lemak jenuh yang sangat tinggi sehingga dapat memicu berbagai penyakit”. Penggunaan minyak jelantah dalam waktu tertentu berdampak pada kesehatan akibat deposisi sel lemak yang terjadi di usus halus, pembuluh darah, jantung, dan hepar. Setelah mendapatkan pengetahuan dan wawasan tentang dampak penggunaan minyak jelantah, selanjutnya dilakukan pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin jelantik dan sabun cuci tangan dengan trainer Sherin Nawang Nauroh Nazhifah dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Sherin menyampaikan minyak jelantah dapat diolah menjadi berbagai macam barang yang bermanfaat dan aman bagi manusia, antara lain lilin jelantah aromaterapik (lilin jelantik), sabun cair untuk cuci tangan, sabun mandi batangan, dan sebagainya. Dalam pembuatan lilin jelantik, minyak jelantah dengan bantuan bahan kimia kalium hidroksida (KOH) dapat bercampur dengan air, kemudian ditambahkan dengan esense sesuai kesenangan misalnya bau lavender, melati, kopi, dan sebagainya. Setelah semua bercampur, selanjutnya dituangkan dalam gelas atau mangkok dan diberi sumbu dari benang untuk dipadatkan sampai membentuk lilin aromaterapi. Peserta kegiatan ibu–ibu ‘Aisyiyah dari PRA Donokerto I dan PCA Turi mengikuti dan mencermati teknis pembuatan secara baik sehingga saat melakukan praktik sendiri berhasil membuat lilin jelantik dan sabun cair untuk cuci tangan dari minyak jelantah dengan hasil yang sangat memuaskan. Sherin juga menyampaikan potensi ekonomi dari produk yang dihasilkan tersebut karena dapat dipasarkan kepada Masyarakat umum sehingga dapat memberikan pemasukan bagi ‘Aisyiyah. Pada akhir kegiatan, Ketua PRA Donokerto I Septi Nur Wijayanti menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Tim Pelaksana dari UMY dan Unimma, serta mengharapkan wawasan dan keterampilan yang diperoleh dalam program pengabdian kepada masyarakat ini dapat diterapkan oleh ibu–ibu ‘Aisyiyah sehingga ikut membantu mengurangi kerusakan lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah.
![]()