Musyawarah Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Kapanewon Turi, Muhammadiyah berkemajuan, Mewujudkan Turi Berkeadaban

Turi,Pdmsleman.Or.id Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Aisyiyah Kapanewon Turi menggelar Musyawarah Cabang untuk memilih Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Aisyiyah Periode 2022-2027pada Ahad 02 Juli 2023 bertempat di Gedung Dakwah PCM Turi dan SMK Muhammadiyah 2 Turi. Sebelum dibuka secara resmi, perhelatan akbar ini diawali dengan lantunan lagu-lagu Islam dengan iringan musik keroncong dan musik Jawa.  Sebuah manivestasi pelestarian budaya Jawa tanpa meninggalkan jiwa Islamnya. Lantunan lagu Ilir-ilir, Ayo Sholat, Wes Wancine, Banyu Wudhu ditembangkan dengan indah oleh anggota Paduan Suara Aisyiyah. Pembukaan Musyawarah Cabang (Musycab) dihadiri oleh 155 peserta dari unsur PDM Kabupaten Sleman, PDA Kabupaten Sleman, Pemerintahan Kapanewon Turi, Pemerintahan Kelurahan Girikerto, Danramil, Polsek, Kementrian Agama, AUM, PRM dan PRA yang berada di wilayah Kapanewon Turi beserta ortomnya. Acara dibuka dengan berdoa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars Aisyiyah. “Sebagai Pimpinan Cabang Muhammadiyah periode yang lama, kami mempersiapkan Musycab untuk memilih Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Aisyiyah Periode 2022-2027 dalam meneruskan perjuangan Muhammadiyah khususnya di Kapanewon Turi,” ucap Drs. Bambang Rahmanto, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi dalam sambutannya. “Dalam kesempatan ini pula kami akan melakukan serah terima sertifikat tanah wakaf dari Kementrian Agama kepada PCM Turi. Tanah tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun gedung dakwah kedua yang sekaligus akan digunakan sebagai Padepokan Tapak Suci Tingkat Kabupaten Sleman,” tambahnya. Musyawarah Cabang mengambil tema “Muhammadiyah berkemajuan, Mewujudkan Turi Berkeadaban” dan dibuka secara resmi oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., MA. “Kita harus menjadi Islam yang berkemajuan. Dalam berkemajuan, kita harus menuntun umat menuju berkeadaban. Berkeadapan itu penuh lemah lembut, sopan santun.Sebagaimana yang disampaikan Ali Bin Abi Tholib, Jadikanlah ilmumu itu seperti garam, dan jadikanlah adabmu seperti tepung. Maksudnya jika kita menyampaikan pengajaran maka kita harus mementingkan adab dulu. Sebagaimana juga kita ketahui bahwa Rasullulloh diutus untuk memperbaiki akhlak manusia, “ucap  H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., MA. dalam sambutannya. Usai acara pembukaan, dilanjutkan acara sidang Musycab. Peserta sidang Musycab Asyiyah tetap menempati Gedung Dakwah Muhammadiyah. Sedangkan peserta sidang Musycab Muhammadiyah menempati ruang Aula SMK Muhammadiyah 2 Turi. Pada akhir sidang, melalui pemungutan suara dan musyawarah, Drs. Bambang Rahmanto terpilih sebagai ketua dan H. Suraya, S.Pd. sebagai sekertaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kapanewon Turi. Sedangkan, Sri Winarti, S.Pd M.Pd terpilih sebagai ketua dan Indira Minarsih, S.Pd sebagai sekertaris Pimpinan Cabang Aisyiyah Kapanewon Turi. Seluruh rangkaian acara mendapatkan dukungan berupa dokumentasi secara apik oleh peserta didik SMK Muhammadiyah 2 Turi dari Kompetensi Keahlian Teknik Audio Video dan juga penampilan produk sabun hasil produksi dari sekolah yang berada di depan pasar Ngablak Bangunkerto ini . Reportase        : Pamuji Subekti, S.Si, KS SMKM 2 Turi, MPI PDM Sleman Editor              : Arief Hartano,  

Loading

Jihadi PCM Godean 2 Juli, Pertaubatan seorang Pendosa

Godean, PDMsleman.or.id Kajian atau pengajian rutin setiap Ahad Pagi atau Jihadi Pimpinan Cabang Muhammadiyah ( PCM ) Godean pada pagi ini Ahad 2 Juli 2023 di Masjid Al Huda Pandean VII Sidoluhur Godean di sebelah utara Perempatan Godean menghadirkan Ustadz Setiawan Tugiyono, BA. M.H.I. Dalam tausyiyahnya bertema Taubat seorang Pendosa menyampaikan berdasar hadist riwayat Bukhori Muslim yang tertuang dalam buku Riyadhus Sholihin dari Imam Nawawi. Nabi Muhammad pernah mengkisahkan kepada sahabat bahwa ada seseorang yang mana pernah berbuat maksiat dan dosa membunuh 99 orang namun berniat untuk taubat sehingga bertanyalah pada seseorang rahib atau yang dianggap alim, ustadz atau kyai namun jawabannya ternyata seseorang yang sudah membunuh sampai 99 orang maka taubatnya tidak diterima maka seorang pendosa itu marah dan emosi sehingga seorang yang dianggap baik, alim, ustadz, ulama dan kyai tersebut dibunuh sehingga genap menjadi 100 orang yang dibunuh. “ Namun pendosa tersebut tetap ingin bertaubat sehingga mencari seorang ulama dan akhirnya bertanya kepada pemuka agama apa bisa saya bertaubat? Jawabnya kamu masih bisa bertaubat tapi kamu harus pindah tempat”. Kisah ini diambil dari kumpulan kisah yang indah dari hadis yang shohih Bukhori Muslim. Hikmah atau pelajaran yang dapat kita ambil adalah bahwa kita semua pasti memiliki dosa maka ada 5 syarat taubat diterima adalah 1. menyesali apa yang dilakukan 2. Segera meninggalkan perbuatan buruk tersebut 3. Bertekad kuat untuk tidak melakukan lagi dimasa yang akan datang 4. Diwaktu yang masih diperbolehkan taubat 5. Syarat ini tidak hanya istigfar tapi yang berhubungan dengan seseorang maka harus minta dihalalkan kepada orang lain tersebut. Selanjutnya ditekankan oleh  ustadz Setiawan yang sedang menyelesaikan studi S3 di Madinah Arab Saudi ini “Barangsiapa memiliki kesalahan terhadap seseorang maka harus segera meminta dihalalkan. Jangan sampai kita termasuk muflis yakni orang yang bangkrut, orang yang di hari kiamat sudah mengumpulkan pahala yang banyak tapi sayangnya sering menghina, mencela, sehingga pahalanya habis dan dosa-dosa orang-orang yang dicela maka ditanggung olehnya”. Dosa ada 2 yakni kepada Allah dan pada seseorang. Jika kpd Allah langsung kepada Allah tapi jika kepada seseorang harus minta dihalalkan. Selengkapnya dapat disimak di channel youtube Jihadi TV https://www.youtube.com/live/Qzh3sy6I3yY?feature=share Jika ada waktu dapat hadir tiap Ahad pagi di Masjid Al Huda Godean. Perempatan Godean ke utara 100 meter. Mulai jam 06.00 – 07.15 WIB. Reportase H. Wahdan Arifudin PCM Godean, MPI PDM Sleman.

Loading

Kunjungan Study Banding KPRI Pemkot Pasuruan ke BTM Surya PDM Sleman

Gamping – Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Surya PDM Sleman menerima kunjungan studi banding dari KPRI Pemerintah Kota Pasuruan. Direktur BTM Surya PDM Sleman, Drs. H. Hadi Supanan menerima langsung kedatangan rombongan KPRI Pemkot Pasuruan di Kantor BTM Surya PDM Sleman Jl. Raya Patukan (depan kantor kapanewon Gamping) Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu (01/07/23). Dalam penerimaan kunjungan ini BTM Surya PDM Sleman berbagi materi, pengalaman mengenai pengelolaan managerial karyawan dan anggotanya yang bertujuan untuk meningkatkan serta mengomptimalkan kemampuan dalam pengelolaan keuangan secara efektif dan mempunyai manfaat yang sangat besar. BTM beda dengan BMT karena di Muhammadiyah mall nya dikelola oleh Lazismu. BTM Surya PDM Sleman Berdiri sejak tahun 2013 sekarang sudah mempunyai aset Rp10,2 M dan mempunyai kantor 2, di masing-masing kantor dikelola 4 orang jumlah keseluruhan pengelola atau karyawan ada 8 orang. “ Karyawan atau pengelola adalah salah satu kunci keberhasilan, dengan mengajak selalu sharing dalam evaluasi hambatan dan kinerja, dengan menempatkan karyawan merasa memiliki usaha tersebut sehingga rasa tanggungjawab ini timbul pada diri mereka”, ungkap Drs. H. Hadi Supanan. Bentuk Penghargaan dari BTM Surya PDM Sleman kepada para karyawan atau pengelolanya bagi yang mempunyai masa kerja 15 tahun akan di berangkatkan Umroh dan dibiayai penuh oleh BTM Surya PDM Sleman. Sementara itu, Ketua KPRI Pemkot Pasuruan H.Mualif Arif, S.Sos., M.M mengungkapkan bahwa “ belum tentu mempunyai banyak anggota kemudian mempunyai aset yang besar, semua tergantung kepada pengelolaan yang baik dan sehat”.  KPRI Pemkot Pasuruan juga mempunyai unit usaha yaitu SPBU yang secara umunya mempunyai profit yang besar tapi belum tentu karena didalam usaha tersebut ada penguapan kalua tidak diatasi dan diatur dengan benar bisa menjadi sebuah kerugian. Semoga dengan study banding ini dapat menjadi semangat dalam meningkatkan pengelolaan dan pengoptimalan kinerja baik untuk BTM Surya PDM Sleman maupun pada KPRI Pemerintah kota Pasuruan untuk lebih bisa mensejahterakan anggota dan masyarakat pada umumnya untuk menerima manfaatnya. Reportase Mas Brata Gamping

Loading

MUHAMMADIYAH_GODEAN BERTAKBIR#8_2023, LSBO PCM, AMM dan NA Kapanewon Godean, Festival Takbir Keliling se kecamatan Godean

Loading