PCM Pakem https://www.youtube.com/watch?v=VgPaCkb5k3o
![]()
PCM Pakem https://www.youtube.com/watch?v=VgPaCkb5k3o
![]()
Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 2) Awalnya, saya babar blas nggak paham. Saya belum pernah sekalipun terlibat dalam urusan kepanitiaan dalam pemilihan umum. Ups, salah ding. Pernah jadi panitia KPPS di TPS 02 di dusun saya, Jetis Depok, Sendangsari, Minggir. Itu sudah lama sekali. Mungkin 10 atau 15 tahun lalu, saya lupa. Sekian tahun kemudian … Bertempat di Masjid Al Umar Parakan Wetan. Ketika itu ada acara Pengukuhan Pengurus dan anggota Majelis PCM Minggir. Selepas acara, bertiga (pak Ngadimin, saya dan Mas Antok), kami ngobrol sambil menunggu selesai totalnya acara. “Ini kita diamanahi pimpinan PDM, untuk segera membentuk TPC (Tim Pemenangan Cabang) DPD Syauqi”, kata pak Ngadimin. “Mangga kita langsung saja pilih dan tentukan”, sambungnya. Akhirnya, langsung ditentukan. TPC Syauqi Minggir, ketuanya : H. Ngadimin, S.Pd. M.Pd. Sekretaris : M. Sugiyanto dan Bendahara : Dwi Sumartono. Maka, dikirimkanlah ketiga nama tersebut ke TPD Sleman. Di atas namakan koordinator TPC SQ Minggir. Belakangan, terjadi pergeseran tugas. Bendahara dipegang Mas Antok. Dan saya, lebih fokus ke administrasi dan kesekretariatan. Beberapa pekan kemudian, TPD meminta perwakilan TPC SQ Minggir untuk mengirim 3 nama sebagai wakil untuk dijadikan saksi SQ. Mas Antok mengirimkan 3 nama : Saya, Fajarudin dan Jemingin. Beberapa hari kemudian, ada undangan dari TPD untuk mengikuti Bimtek Saksi. Bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Sleman. Yang bisa hadir : hanya saya seorang. Fajarudin tidak bisa datang. Bersamaan ada kegiatan. Jemingin juga ada kegiatan. Mantenan. Di undangan dituliskan : sebaiknya saksi membawa laptop. Masalahnya, saya gak punya lap top. Pun, waktu itu HP saya juga rusak. Lengkaplah sudah. Apakah saya mundur ? No way ! Pantang ! Bonek !. Saya pinjam HP nya istri saya. Sampai di lokasi, saya clingak ckinguk. Sama sekali tak ada yang saya kenal. Pas giliran bimtek, semua mulai mengeluarkan bawaannya. Lap top dan HP. Ternyata, HP yang saya bawa memorinya terbatas. Tidak bisa untuk menginstal aplikasi Relawan Syauqi. Akhirnya, ya sudah. Saya hanya duduk manis. Sambil bolak balik menyeruput kopi panas. Habis segelas, tambah lagi. Demikian seterusnya. Sampai selesai acara. Esok harinya, ketika ketemu mas Antok. “Piye hasile bimtek wingi ?”, tanyanya. “Panas tur legi. Mantab”, jawab saya. ” Lhah ! …. Apane sing legi ?”, sergahnya. “Kopine !” “Piye ta ?” “Lha bimteknya pakai HP. Atau lap top. HP ku rusak. HP ne bojoku memorine ora mencukupi. Dadi ya ming meneng wae aku “, jelas saya. Salahe milih aku. Wong jelas aku ora nduwe HP. Malah dikon melu Bimtek”. Ancen bonek tenan arek iku. Minggir, 19 Februari 2024. pukul 12.06 WIB. Bertepatan dg selesainya Rekap Suara di Aula Kecamatan Minggir. (Uwik DS)
![]()
Sleman, PDMSleman.Or.Id Dalam rangka Milad 76 SMP Muhammadiyah 1 Sleman (Musela), mengadakan jalan sehat yang merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang diadakan di sekolah. Acara jalan sehat yang berpusat di lapangan olahraga SMP Muhammadiyah 1 Sleman ini mencetak tiket sebanyak 4.000 dan dihadiri sebanyak 3.500 peserta dengan rute 3 Km pada Ahad 18 Februari 2024. Acara ini dihadiri oleh Bupati Kabupaten Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo sekaligus melakukan pelepasan peserta jalan sehat. Dalam sambutannya menyampaikan “selamat milad ke – 76 untuk SMP Muhammadiyah 1 Sleman, semoga tambah berkemajuan dan senantiasa mencetak lulusan–lulusan yang berprestasi dan bertaqwa dan menghimbau masyarakat umum untuk jangan ragu menitipkan anak di SMP Muhammadiyah 1 Sleman karena terbukti banyak lulusan yang dapat dipertanggungjawabkan keagamaannya”. Kustini juga menghimbau untuk warga Sleman bangga menggunakan produk dalam negeri terutama batik Parijoto. Hadir dalam acara tersebut Panewu Anom Kapanewon Sleman, PCM Sleman, Kepala Dukuh Panggeran, Kepala Sekolah SMK/SMA dan SD/MI mitra sekolah, dan seluruh guru, karyawan, peserta didik, wali murid, serta masyarakat umum. Tampak terbersit kegembiraan dan antusias peserta jalan sehat saat MC Devitri Rahmawati dan Irvan Yanuar Arifin mulai membagikan doorprize mulai dari mesin cuci, televisi, kipas angin, mejikom, dan alat elektronik lainnya serta doorprize utama yaitu sepeda motor Yamaha. Dalam sambutannya kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 Sleman Bapak Amin Darojat, S.Pd.I menyampaikan “ dengan slogan “Musela Langkung Sae“ SMP Muhammadiyah 1 Sleman senantiasa melakukan perubahan – perubahan agar tetap menjadi sekolah yang mumpuni dalam mendidik siswa – siswa. “ Alhamdulillah acara jalan sehat ini dapat dilaksanakan dengan baik dan dimeriahkan oleh Damara de dan Fafa Vadesta. Kontributor : Wahyu Jati P SMP Musela Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Turi, Pdmsleman.Or.Id Pengukuhan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Turi digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi pada Ahad 18 Februari 2024. Acara tersebut dihadiri oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi, Pimpinan Cabang Aisyiyah Turi, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Sleman, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Turi, Mahasiswa UAD serta AUM seKapanewon Turi. Acara pelantikan ini diikuti oleh seluruh calon kepengurusan PCNA Turi yang telah disusun oleh formatur. Perwakilan dari PDNA Sleman yakni Mafrudlatun Nikmah, S.Pd selaku ketua 2 PDNA Sleman dan Meita Fitrianawati, M.Pd. selaku ketua departeman PITD, secara resmi mengukuhkan seluruh anggota Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Turi dengan terlebih dahulu melakukan pembacaan surat keputusan pengukuhan. Dalam hal ini ditetapkan Dyah Harumming Kinanthi S.IP.,M.A. sebagai ketua Umum, Desy Dwi Susanti, S. Pd. Sebagai Sekretaris Umum, Erni Wulandari sebagai Bendahara Umum, dan para ketua departemen beserta jajaran anggotanya sebagai Struktural dalam PCNA Turi periode 2022-2026. “ Terdapat harapan besar seluruh anggota yang terganti dapat mengembangkan kreatifitas dan inovasi untuk kemaslahatan umat khususnya untuk generasi muda di Kapanewon Turi” kata Dyah selaku ketua. Keanggotaan PCNA Turi periode 2022-2026 yang dikukuhkan saat ini terdiri dari berbagai macam disiplin ilmu. Kepengurusan kali ini diharapkan dapat bertumbuh kembang dengan lebih baik, berkolaborasi dengan lebih mesra, menjalin komunikasi yang lebih baik lagi, sehingga dari segala keilmuan yang PCNA Turi saat ini miliki dalam saling bekerjasama dan bertukar informasi, saling bantu membantu, ingat mengingatkan untuk mencapai tujuan bersama. Setelah kegiatan pengukuhan selesai dijalankan dilanjutkan dengan serah Terima jabatan dari pengurus terdahulu. Besar harapan semoga para pengurus PCNA Turi periode 2022-2026 dapat mengemban amanah ini dengan baik dan kedepannya akan mengedepankan persatuan dan kekompakan. Ketua PCNA Turi periode sebelumnya Miftahul Janah, S. Pd. Menyampaikan , “ Alhamdulillah kami telah menyelesaikan amanah dan tugas dengan apik, sebelum kegiatan pengukuhan ini dilaksanakan telahmelakukan Laporan Pertanggung Jawaban selama periode yang diemban”. Acara dilanjutkan dengan pembahasan setiap departemen untuk menyusun program kerja selama periode mendatang baik meliputi proker jangka panjang maupun jangka pendek. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan makan bersama yang disponsori penuh oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi. Reportase Miftahul Janah, S. Pd. Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 1)Seorang saksi TPS tiba-tiba mengangkat tangan. Dia, seorang ibu muda. “Pak Dwi. Dari penjelasan njenengan tadi, berarti kami juga harus ikut kampanye nggih ?, tanyanya. “Ya betul Ibu. Nanti semua saksi Syauqi akan dibekali dengan 1 berkas DPT (Data Pemilih Tetap) sesuai TPS nya masing masing. Dari DPT itu nanti Njenengan bisa membacanya. Memilih dan kemudian memilah. Kira kira mana yang berpotensi untuk memilih Syauqi”, jelas saya. “Golek tiyang pinten niku Pak ?”, tanya seorang Bapak. “Minggir niku angsal target 5.300 suara. Dibagi 117 TPS. Dados rata rata per TPS niku = 45 suara. Dibulatkan 50 suara”, sambung saya. ” Waduh. Abot niku Pak Dwi !”, sergah Bapak tadi. “Lha kok saget abot Pak ?”, tanya saya. “Lha wong kampunge kula niku kathah sing mboten kenal Muhammadiyah je”, jelasnya. “Tenang mawon Pak. Sami nggen kula. Kampunge kula niku 90 % penduduke Katholik. Tapi, kula yakin Insha Allah angsal. Bismillah”, jelas saya. “Tapi Pak, biasanya orang orang itu akan bertanya : ana amplope ora ? Duwite pira ?”, sergah Ibu yang pertama tadi. “Nggih leres niku Pak”, tambah yang lain. Untuk beberapa saat, saya sempat tercekat. Tapi kemudian, “Sampai sejauh ini, kami di TPC SQ Minggir belum bisa menjawab hal tersebut nggih Bu”, jelas saya. Saya lalu mempersilakan Bapak Ketua TPC SQ Minggir untuk memberikan penjelasan. Pak H. Ngadimin dengan lugas lalu berkata : “Ibu bapak, Mbak dan Mas saksi Syauqi semua. Bismillah, kita niatkan semua ini sebagai ibadah karena Allah SWT. Dan ini adalah ikhtiar kita sebagai warga persyarikatan Muhammadiyah. Ini adalah jihad Muhammadiyah”, terangnya. “Kita ini mengajak untuk mencari wakil kita. Wakil dari Muhammadiyah untuk duduk di DPD RI. Dan kita tidak pakai amplop ataupun duit”, jelas pak Ketua. “Bilang saja terus terang. Kalau ada yang tanya : endi amplope ? Atau, pira duite ?. Jawab saja : ora ana amplope. Ora ana duite”, sambungnya. “Saya kembali mengingatkan. Bahwa amplop itu adalah termasuk suap. Dalam ajaran agama kita, yang menyuap dan yang menerima suap nanti sama sama masuk neraka”, pungkasnya. “Begitu nggih Bapak Ibu, Mas Mbak ?” tanya pak ketua. Sejenak ruangan hening. Saya menangkap ada nuansa ragu di antara mereka. “Bapak Ibu, Mas Mbak. Anda semua gak perlu bimbang. Njenengan sedaya pede mawon”, jelas saya. “Kula yakin. Panjenengan sedaya niki rak nggih asline Minggir ta nggih ?. Lahir, alit, ageng, ngantos sak niki rak nggih teng Minggir ta. Dados panjenengan sedaya tamtu sampun kenal kalih tangga kiwa tengene. Njenengan mestine saget metani si A, si B, si C dan seterusnya”, jelas saya. “Lha nanti kalau tidak ada amplopnya, terus senjata kita apa Pak Dwi ?”, tanya seorang pemudi. “Begini. “Pertama”, Anda semua nanti akan kami beri berkas DPT, sesuai TPS masing masing. “Kedua”, Anda akan disangoni Alat Peraga Kampanye (APK). Bentuknya : kalender, stiker, fotonya Pak Syauqi dan ada beberapa yang lain. Nanti APK itu bisa Anda bawa. Lalu kasihkan ke orang orang yang dijadikan target”, jelas saya. “APK itu boleh Anda bawa. Stok APK sangat cukup untuk kebutuhan Anda semua. Jadi Anda tidak usah ragu nggih Bapak Ibu, Mas Mbak ?”, tanya saya. Tiba tiba, seorang Ibu perwakilan dari Aisyiyah mengangkat tangan. ” Insha Allah nanti sekoci Aisyiah juga akan ambil peran Pak Dwi. Dan perlu diketahui dari sekian banyak saksi Syauqi ini beberapa adalah juga Tim Sekoci Aisyiyah. Jadi nanti kita akan bantu untuk kampanye ke jamaah kita”, jelasnya. “Matur nuwun sanget Ibu. Atas bantuan dan dukungannya”, jelas saya.* Itu adalah gambaran suasana sebelum bimtek saksi Syauqi di Wisma Ngloji, sepekan sebelum Pemilu. Alhamdulillah. Di saat saat yang genting, selalu saja ada jalan keluar. Di banyak kesempatan, peran Ibu memang tidak bisa dianggap kecil. Barangkali, perannya tidak nampak. Tapi keberadaanya sungguh dirasakan. Inilah ikhtiar kita bersama. Untuk menunjukkan Marwah Muhammadiyah.(*) Minggir, 18 Februari 2024.Uwik DS.
![]()
Prambanan.Pdmsleman.or.Id
![]()
Jihadi TV
![]()
Depok. Pdmsleman.Or.Id Keberadaan perguruan Muhammadiyah merupakan bagian ikhtiar persyarikatan dalam mencerdaskan anak bangsa sekaligus mencetak karakter unggul serta akhlakul karimah para peserta didik yang ada. Semenjak diinisiasi langsung oleh KH. Ahmad Dahlan pada 1912, sekolah-sekolah Muhammadiyah memiliki empat fungsi, yakni sebagai sarana pendidikan dan pencerdasan, pelayanan Masyarakat, dakwah amar ma’ruf nahi munkar, serta fungsi kaderisasi. Dalam menjalankan fungsi kaderisasi dan memperkuat nilai ideologi para siswa, SMP Muhammadiyah 3 Depok menyelenggarakan Baitul Arqam Purnasiswa pada Kamis-Jum’at, 15-16 Februari 2024 bertempat di Youth Center DIY yang diikuti oleh 132 siswa kelas IX. Kegiatan ini juga menjadi launching program kerja Baitul Arqam Purnasiswa sebagai program baru unggulan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Sleman yang langsung dibuka sekaligus oleh Ketua PDM Sleman, Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A yang dalam amanatnya memberikan motivasi pada siswa, “ melalui sabda Rasulullah akan perintah untuk menjadi seorang berilmu, penuntut ilmu, penyimak ilmu atau pecinta ilmu”. Hal tersebut senada dengan pesan Sri Maryani, M.Pd. sebagai perwakilan Majelis Dikdasmen PDM Sleman untuk bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan perkaderan selama dua hari satu malam tersebut yang berisi materi keIslaman, ke-Muhammadiyahan, leadership, Achiement Motivation Training (AMT) serta sarasehan bersama pimpinan Angkatan Muda Muhammadiyah di Kecamatan Depok. “BA Purnasiswa ini merupakan edisi perdana serta diharapkan kedepan dapat dilangsungkan pula pada siswa kelas IX SMP/MTs Muhammadiyah maupun kelas XII SMA/MA Muhammadiyah”, pungkas Hendro Sucipto, M.Pd, Ketua MPKSDI PDM Sleman dalam sambutannya. Kontributor Hendro Sucipto, M.Pd, Ketua MPKSDI PDM Sleman Editor Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman
![]()
Sleman, Pdmsleman.or.id Sabtu 10 Februari 2024 tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Pelatihan Penguatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMK Muhammadiyah 2 Sleman yang beralamat di Jl. D. Ronggowarsito No. 2, Medari Jetis, Caturharjo Sleman Kabupaten Sleman. Acara ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas dalam mitigasi kebencanaan, khususnya di lingkungan pendidikan. Sebanyak 50 peserta dari 18 sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA, turut hadir dalam acara tersebut. Tidak hanya itu, perwakilan dari Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Sleman, Majelis Pembinaan Kesehatan Umum Sleman, serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah (PCM dan PCA) Sleman juga ikut serta mendukung acara ini. “Pelatihan ini ditujukan untuk institusi sekolah, di mana tak jarang bencana terjadi saat jam sekolah berlangsung, Kami berharap peserta dapat melakukan rencana tindak lanjut agar seluruh sekolah yang terlibat dapat mengimplementasikan Satuan Pendidikan Aman Bencana dalam kegiatan di sekolah” kata Prof. Zahrul Mufrodi, ketua tim PKM UAD yang juga ketua PCM Sleman ini. Tim PKM UAD yang dipimpinnya, bersama dengan anggota tim Afan Kurniawan, S.T, M.T; Dholina Inang Pambudi, M.Pd; dan Oktomi Wijaya, S.KM, M.Sc, berkomitmen untuk menyelamatkan sesama dan semesta di tengah ancaman bencana melalui kegiatan ini. Selain penguatan kapasitas terkait mitigasi kebencanaan, pada acara tersebut juga disampaikan informasi terkait deteksi dan pencegahan kecelakaan yang memungkinkan terjadi pada saat proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, pelatihan ini bukan hanya sekadar memberikan pengetahuan tentang mitigasi bencana, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan selama kegiatan belajar mengajar. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mempersiapkan sekolah-sekolah untuk menghadapi bencana dengan lebih siap dan terkoordinasi. Dengan kerja sama antar lembaga dan pihak terkait, diharapkan upaya mitigasi bencana di lingkungan pendidikan dapat terus ditingkatkan untuk melindungi siswa, guru, dan masyarakat sekitar. Reportase Arief Hartanto MPI PDM Sleman, Source Mahmudi K.
![]()
Minggir, Pdmsleman.Or.Id Organisasi Aisyiyah, yang dikenal sebagai sebuah wadah perempuan berkemajuan, menegaskan tekadnya untuk menggerakkan organisasi melalui berbagai kegiatan sesuai dengan hasil musyawarah program Rapat kerja. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menggelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk Mewujudkan Risalah Perempuan Berkemajuan pada hari Jumat, 28 Rajab 1445 H, bertepatan dengan 9 Februari 2024, di SMP Muhammadiyah 2 Minggir. Hj. Ras Haryani, dalam laporan panitia, menyatakan bahwa “ acara ini diikuti oleh 52 anggota pimpinan dari cabang dan ranting. Tujuan dari pelatihan ini adalah agar anggota memahami tata aturan yang berlaku dalam organisasi Aisyiyah dan mengimplementasikannya dalam kegiatan organisasi”. Selanjutnya, Hj. Hanik Rosyada M.Pd Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman, memberikan motivasi kepada peserta bahwa anggota pimpinan Aisyiyah memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan melalui laporan. “ Mari kira bersama-sama membangun frekuensi dan persepsi yang sama dalam menjalankan administrasi organisasi sebagai salah satu indikator dari keteraturan organisasi”. Atika Nalattamma, wakil sekretaris Aisyiyah Sleman, menjelaskan secara rinci materi Kesekretariatan, termasuk tata aturan persuratan, logo, stempel, pengkodean, dan pengarsipan. Sementara itu, Dwi Putriyanti, Bendahara Aisyiyah Sleman, memaparkan materi Keuangan dengan cermat, termasuk contoh lembar keuangan dan cara membukukan serta melaporkan keuangan harian, bulanan, dan tahunan. Peserta pelatihan menunjukkan antusiasme yang tinggi, sehingga dialog dan interaksi berlangsung aktif hingga menjelang waktu Dhuhur. Kontributor Hj. Hanik R M.Pd, PDA Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()