Gamping, Pdpmsleman.Or.Id PDPM ( Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah ) Sleman terus menebar kebahagiaan di bulan Ramadhan 1445 H ini dengan berbagi berkah bersama masyarakat. Pada Sabtu sore 6 April 2024 yang penuh keberkahan, menyelenggarakan acara berbuka puasa bersama Ponpes Al Ghifari Muhammadiyah Gamping. Dalam kegiatan tersebut, PDPM Sleman tidak hanya berbagi hidangan, tetapi juga berbagi kebaikan dengan menyampaikan bantuan dari donatur Steps2 Allah London, bekerja sama dengan Aisyiyah PDA Sleman. “Pada kesempatan sore ini kami menyalurkan bantuan dari donatur Steps2 Allah London bersama Aisyiyah PDA Sleman untuk kebutuhan sehari-hari bersama para santri, ” ujar Prakasa, Ketua PDPM Sleman. Pengurus Panti Asuhan Abu Dzar Al-Ghifari Ustadz Nur Kholis dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kedatangan rombongan PDPM Sleman ke Panti Asuhan Al Ghifari “ Saya mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya segenap pengurus PDPM Sleman dan donator yang menyempatkan waktunya untuk datang serta berbagi kepada adik-adik di Panti Asuhan Abu Dzar Al-Ghifari ini. Semoga mendapat balasan yang lebih oleh Allah SWT. Kegiatan berbagi ini telah menjadi bagian rutin yang dilakukan setiap tahun di Sleman. Ini merupakan wujud sinergi antara Pemuda dan Aisyiyah, yang selalu berupaya untuk membantu masyarakat dengan menyalurkan berbagai bantuan dari berbagai sumber. “Hj. Aminah Masykur selaku perwakilan Steps2Allah London di Yogyakarta selalu memperhatikan dan mensuport kegiatan positif yang dilakukan oleh AMM, dan kami berharap kegiatan seperti ini dapat membangkitkan semangat beribadah dan kreativitas para santri Al Ghifari Muhammadiyah Gamping,” tuturnya kepada Arief Hartanto pada Sabtu sore. PDPM Sleman dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan dan selalu bergerak cepat dan berlomba-lomba dalam kebaikan di berbagai bidang. Dalam bulan suci Ramadhan ini, kegiatan berbagi ini menjadi momentum yang tepat untuk menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Dengan kerja sama antara PDPM Sleman, Steps2 Allah London, dan Aisyiyah PDA Sleman, diharapkan lebih banyak lagi masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari kebaikan yang disebarkan. Reportase Arif Hakim SE Sekretaris PDPM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Tempel,Pdmsleman.Or.Id Menyambut mudik Lebaran Idul Fitri 2024 ini dalam mendukung pelayanan arus mudik aman bagi warga masyarakat maka Posko MudikMU Sleman didirikan. Layanan ini akan berlangsung dari 3 April – 16 April 2024 dengan jam operasional 24 Jam. Syauqi Soeratno, Senator terpilih DPD RI dari Yogyakarta dalam kesempatan peresmian Posko MudikMU di Tempel Sleman pada Jum’at malam 5 April 2024 menyampaikan “ Alhamdulillah hari ini Sleman meresmikan posko MudikMU salah satu diantara tiga posko yang berada di bawah koordinasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman yang merupakan salah satu program yang MudikMU pada Lebaran Syawal 1445 H tahun 2024”. Data Pemerintah memprediksi tahun ini untuk Daerah Istimewa Jogja saja yang akan masuk ke wilayah ini sekitar 11 juta pemudik, PoskoMU siap membantu melayani para pemudik yang membutuhkan bantuan dan pertolongan, jadi jangan sungkan dan jangan ragu-ragu serta kenali titik-titik mudikMU dan datanglah bilamana membutuhkan bantuan. Harapannya semoga di hari Raya Idul Fitri ini sampai selesai tidak ada persoalan yang serius, semua dapat menjalankan ibadah dengan lancar dimudahkan dalam mudik hingga Balik, tandas Syauqi kepada Arief Hartanto pada Jum’at malam. H Nasirun dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman ketika meresmikan posko mudikMU berharap semoga aman mudiknya sampai tujuan dan Muhammadiyah terus memberikan bukti nyata merespon dengan manfaat nyata . “Posko ini siap melayani para pemudik untuk istirahat, cek kesehatan agar tetap bugar aman dan nyaman dalam perjalanan dan juga jadi pusat informasi penting terkait arus mudik,” Koordinator Posko MudikMu PDM Sleman Nurkhoirudin ketika ditemui menyampaikan untuk wilayah Kabupaten Sleman ada 3 titik Posko MudikMU yakni :Masjid Baiturrahman Jl. Magelang No.KM 17 Ngebong Margorejo Tempel Sleman https://maps.app.goo.gl/PbwqPM7kYdCnq8rK9, Gamping Masjid KH Sudja, Bodeh Ambarketawang Gamping Sleman https://maps.app.goo.gl/drJwqdkLFoQdpYQx6?g_st=aw dan Masjid Al Qomar, Candirejo Baru Marangan Bokoharjo Prambanan Sleman https://maps.app.goo.gl/spLWknaKzMB2ko5z8. Dukungan penuh dari PDM Sleman dengan kolaborasi dari LRB MDMC, LAzismu, LLHPB PDA serta menugaskan SMK Muhammadiyah dengan Personil Teknisi Kendaraan, Tim Media (olah data) dan tim Medis dan Pimpinan AUM Kesehatan menyiapkan personal Tim Kesehatan dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gamping, Prambanan dan Tempel sebagai Penanggungjawab Posko Mudik/MU serta melibatkan Ortom dari Pemuda Muhammadiyah, NA, KOKAM dan Tapak Suci dan AmbulanceMU. Reportase Arief HArtanto MPI PDM Sleman
Turi, Pdmsleman.Or.Id Senin tanggal 1 April 2024, Pemuda Muhammadiyah Turi dan Nasyiatul Aisyiyah Turi dalam rangkaian kegiatan menyambut Ramadhan 1445 H menyelenggarakan acara buka bersama di halaman rumah Mastoni Guna di Ganggong, Bangunkerto, Turi, Sleman , seorang bapak muda yang telah aktif lama di AMM maupun KOKAM Turi. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 50 orang dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk pemuda, remaja, dan ibu-ibu yang tergabung dalam Nasyiatul Aisyiyah. Menurut Dyah Kinanthi salah satu dari PCNA Turi menyampaikan “ kegiatan buka bersama ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota serta memperkuat kebersamaan dalam menjalankan ajaran agama”. Acara ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial, di mana para peserta dapat saling berbagi rezeki dengan sesama. Hadir pula Azis Yon Haryono M.Si PCPM Turi, sejumlah KOKAM, Yunda PCNA. Selain berbuka puasa bersama, acara ini juga diisi dengan tausiyah dari ustadz setempat yang membahas tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dalam keberagaman. Sementara Ustadz muda Iqbal M Ridho alumni MBS Prambanan yang juga hafidz Qur’an ini menyampaikan betapa kader Angkatan Muda Muhammadiyah Turi bisa menjadi kader terbaik, kader kebanggaan dan selalu siap sedia dan selalu bergembira. Hal ini sejalan dengan semangat Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam membangun umat yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi sesama. Edy Purwanto, S.Pd dari Majelis MPKSDI PCM Turi yang hadir dalam kesempatan tersebut berharap “ agenda ini dapat menjadi awal yang baik untuk terus meningkatkan kegiatan ber Muhammadiyah memperkuat kembali semangat persaudaraan dan kebersamaan angkatan muda Muhammadiyah serta menjadi ladang amal yang bermanfaat bagi kita semua.” Reportase : Ellien Delinov AMM Turi Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id PDM Sleman menyelenggarakan Pengajian Ramadhan di Rumah Dinas Bupati Sleman, Jum’at 29 MAret 2024 dengan angkat tema “Dakwah Kultural Perkuat Basis Akar Rumput.” . Dimotori Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) dan Majelis Tabligh kegiatan ini berlangsung semarak dan memenuhi Pendopo Rumah Dinas Bupati. H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., Ketua PDM Sleman mengawali sambutannya dengan memaparkan tentang gerakan dakwah kultural sebagai tema kegiatan Pengajian Ramadhan. “Gerakan dakwah kultural yang dimaksud adalah Muhammadiyah jangan ‘alergi’ dengan kebudayaan,” ujarnya. Dengan catatan, tentu kebudayaan-kebudayaan yang berbau syirik atau animisme-dinamisme tetap perlu dihindari. Harjaka menegaskan bahwa Muhammadiyah perlu turut hadir, tetapi dengan misi untuk berdakwah kepada masyarakat meluruskan akidah. Pemateri pertama, Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag. menyampaikan pematerian tentang “Hubungan Agama dan Budaya dalam Kehidupan Masyarakat” dalam rangka mengawali diskusi tentang agama dan budaya. Ia menegaskan bahwa budaya dan masyarakat bukanlah sesuatu yang terpisah, sehingga keterhubungan keduanya tidak perlu dicari karena saling terkait satu sama lain. Ustadi Hamsah menjelaskan tentang ragam budaya antara lain budaya pikir, budaya materi, dan budaya bahasa. “Sekalipun agama dan budaya itu menyatu, Islam membingkainya,” demikian tegas Ustadi Hamsah. Lebih lanjut, ia mengapresiasi implementasi dakwah Muhammadiyah di masyarakat yang ngerampungi, ora mbrebeki—di mana masalah diselesaikan tanpa harus berkoar-koar. Pada akhir pemateriannya, ia berpesan bahwa semangat yang dibawa dalam dakwah kultural Muhammadiyah adalah agar tidak menjauhi target dakwah kita, yaitu masyarakat. Selanjutnya, pemateri kedua, Dr. Moh. Soehadha, M.Hum. memaparkan materi tentang “Pendekatan Dakwah Kultural Masyarakat Kecil, Menengah, dan Atas”. Ia mengawali dengan mengulang kembali Islam profetik yang digagas Kuntowijoyo di mana terdapat nilai-nilai humanisasi ‘dadi uwong’, emansipasi dan liberasi ‘nguwongke wong’, dan transedensi ‘ngumawulo marang Gusti Allah’. Selanjutnya, ia mengajukan metode yang bisa dilakukan dalam dakwah kultural Muhammadiyah, di antaranya kesatuan, rasionalisasi, dan toleransi. Sebagai contoh, kebudayaan jathilan yang dirasionalisasi konsepnya oleh Muhammadiyah menjadi keterampilan bela diri seperti tapak suci. “Kita tidak menolak, tetapi kita mengubah dari dalam,” ujarnya. Apa yang diubah adalah wujud kebudayaan, yaitu system gagasan, nilai, norma, aturan, sistem tindakan, atau hasil karya. Pemateri ketiga, Ahmad Najib Wiyadi, M.H.I. mengawali materi tentang “Dakwah Kultural Muhammadiyah melalui Masyarakat Kecil Menengah” dengan mengajak seluruh peserta untuk berefleksi tentang praksis dakwah yang tengah terjadi. Ia memerinci beberapa modal dakwah yang diperlukan, yaitu memiliki pemahaman Al-Qur’an dan Sunnah yang baik, memahami prioritas dakwah, menguasai manajemen konflik, memahami budaya lokal dengan baik, cakap berkomunikasi, dan memiliki penguasaan soft skills atau skills khusus. Tahapan yang bisa dilakukan di antaranya melakukan observasi, mapping social, assessment, menentukan target, action program, dan evaluasi. Pemateri keempat atau yang terakhir, Bachtiar Dwi Kurniawan, M.P.A. memaparkan materi tentang “Dakwah Kultural Melalui Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah (GJDJ) Memaksimalkan Potensi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sebagai Penggerak.” Ia membagi dakwah kultural ke dalam beberapa level, yaitu level mikro, level meso, dan level makro. Setiap level ini memiliki metode dakwah yang berbeda. Sebagai contoh, dakwah yang dilakukan dalam level mikro memerlukan tindakan yang nyata. “Ketika permasalahannya adalah kelaparan, misalnya, maka mereka punya tujuan untuk kenyang. Sapi lapar, dikasih makan. Nggak bisa kalau kita adzan terus tahu-tahu ia kenyang,” ujarnya. Bupati Sleman Dra.Hj. Kustini Sri Purnomo dalam kesempatan kali itu menyampaikan selamat datang kepada segenap hadirin di Pendopo Rumah Dinas Bupati, semoga ibadah puasa kita, tarawih, zakat kita diterima oleh Allah subhanahu wa taala. “ Perlu adanya kolaborasi semua ortom-ortom dan pimpinan yang ada di Muhammadiyah dan sekaligus harus berani merambah dakwah dan pendidikan era digital, hal ini sejalan adanya program internet padukuhan di Kabupaten Sleman”. Dalam kesempatan itu pula dilakukan launching wakaf gerakan pembangunan kantor PDM Sleman oleh Bupati, Ketua PDM, PDA Sleman. Tanah untuk bangunan sudah disediakan oleh PDM tinggal membangunnya, mumpung bulan Ramadan saat yang tepat untuk berwakaf membangun Gedung Muhammadiyah Sleman. Acara dilanjutkan dengan Buka Bersama dansholat Maghrib berjama’ah segenap peserta. Kegiatan Pengajian Ramadhan ini dihadiri oleh segenap personalia dari ortom dan AUM se-Kabupaten Sleman dengan jumlah kurang lebih dua ratus orang. Kegiatan ini juga disiarkan melalui akun YouTube MUNAS Channel. Disampaikan oleh Hendro Sucipto, S.Th.I., M.Pd., Ketua MPKSDI PDM Sleman, dalam pembukaan kegiatan, harapannya pelaksanaan pengajian dengan tema ini dapat mencerahkan kader dalam setiap ortom untuk menurunkan gerakan praksis di tingkat daerah, cabang, maupun ranting. LInk Dokumentasi bisa dilihat disini : https://drive.google.com/drive/folders/1gzXg92A0t_AfAlsBnDgP1gIxIPFnqR9h?usp=drive_link Penulis: Rasya Swarnasta (MPKSDI PDM Sleman) Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Gamping, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) dan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Gamping menyelenggarakan Kajian Rutin AMM Gamping (KANTEEN AMMGa) pada Ahad (17/3/2024) di Pendopo Kapanewon Gamping. KANTEEN AMMGa kali ini begitu spesial karena bersamaan dengan buka bersama, sholat tawarih berjamaah, dan kunjungan silaturahmi (Kunsiroh) dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Sleman. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi daerah ke cabang, cabang ke ranting dan juga antar ranting di Kapanewon Gamping. Dihadiri oleh kurang lebih 100 orang dari 5 Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) dan Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) se Kapanewon Gamping, PCPM dan PCNA Gamping, serta PDPM dan PDNA Sleman. Acara diawali dengan ceramah dari Ustadz Ahmedio Bagus, S.Pd. dengan tema “Ramadhan Gak Ngidupin Qur’an? Rugi Dong”. “Tidak ada alasan untuk tidak membaca Al Qur’an. Bisa dimulai dari tadarus dulu, menghafal yang mudah mudah, insyaaAllah dalam menjalani tadi, akan muncul pemahaman, pemahaman tidak melulu bersifat kognitif tapi mulai kepekaan dari perasaan kita.” ujar Ustadz Ahmedio. Dilanjutkan dengan buka bersama dan sholat Maghrib berjamaah. Disusul dengan sharing session bersama PDPM dan PDNA Sleman. Dilanjut sholat Isya dan Tarawih berjamaah. Prakasa Radya Sulendra, S.T. Ketua PDPM Sleman, menyampaikan bahwa ini adalah kunsiroh pertama, dibulan ini ada 2 kegiatan yaitu di Gamping dan Kalasan. “Alasan memilih Gamping, harapannya Gamping ini semoga menjadi percontohan, karena pertama kali yang melantik ranting daripada kapanewon yang lain semoga teman-teman bisa beristiqomah dan bisa istiqomah menjalankan amanah.” imbuhnya. “Alhamdulillah kita bisa kumpul dan sharing bersama. Semoga kemudiannya nanti kita juga bisa kunjungan satu-satu ke kapanewon yang lain. Terimakasih atas sambutan yang luar biasa,” ujar Sofi Nuria Melati, S.E., Ketua PDNA Sleman. Harapan adanya kegiatan ini dapat menambah semangat dan istiqomah dalam dakwah Muhamamdiyah. Menjaga kekompokan teman-teman pengurus di Cabang serta menjaga silaturahmi antara Daerah, Cabang maupun Ranting. Penulis: Ika Aprilawati (Anggota Bidang Dakwah PCNA Gamping) Editor: Nur Widayati (Anggota Departemen Pustaka, Informasi, dan Teknologi Digital PCNA Gamping)
Ngaglik, Pdmsleman.Or.Id Ahad, 17 Maret 2024 bertempat di Masjid Aisyiyah Darussalam Ngepas Ngaglik Sleman digelar kajian ramadan oleh Majlis Tabligh dan Tarjih PDA Sleman. Tema “Perbanyak amal Perkaya ilmu Gembirakan hati dengan mengaji” menginspirasi kajian yang dihadiri 170 anggota Aisyiyah se kabupaten Sleman ini semarak dan semangat. Prof.Dr. H. Sukamto, M.Ag dalam kajian putaran pertama hari ini mengantarkan bagaimana seharusnya perempuan berperan dalam dakwah transformasi digital. “ Era digital tak bisa kita hindari, kita ada didalamnya. Handphone dan alat lain tiap hari telah berperan dalam melaksanakan tugas kita. Facebook, youtube, instagram, tiktok, twiter menjadi media strategis untuk berdakwah”. Hanik Rosyada ketua PDA dalam sambutan pengantarnya “mengajak ibu-ibu Aisyiyah untuk semangat berdakwah bersama Aisyiyah, melalui medsos kita optimalkan semampu kita”. Sri Sumiarsi sebagai wakil ketua mengajak Aisyiyah untuk kembali ke HPT amalan kita. Praktis namun luar biasa hikmahnya. Reportase Hj. Hanik Rosyada M.Pd, Ketua PDA Sleman
Moyudan, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Sleman selenggarakan Baitul Arqom Pimpinan, 9-10 Maret 2024 bertempat di SMK Muh 1 Moyudan. Kegiatan diikuti oleh seluruh pimpinan harian, ketua dan anggota majelis lembaga PDA Sleman sebanyak 93 peserta. Menjadi narasumber Baitul Arqom Azhar Bashir, M.Pd, Hj. Zulaikha, Hj. Jamilatus Saudah, SP, Dra. Misma Kasim, MA, dan Achmad Afandi, MSI. Baitul Arqom merupakan program prioritas PDA Sleman dengan tema Menguatkan Sinergitas antar Majelis dan Lembaga. Ketua PDA Sleman, Hanik Rosyada menyampaikan Baitul Arqom PDA Sleman untuk menginspirasi dan memotivasi seluruh anggota pimpinan untuk senantiasa bergerak dalam persyarikatan, sinergi antar majelis dan lembaga sangat penting, utamanya dalam menggerakkan roda organisasi. Sinergi dengan pihak luar juga mengantarkan Aisyiyah Sleman unggul berkemajuan. Kegiatan Baitul Arqom yang dipandu fasilitator dari Majelis Pembinaan kader dan Majelis Tabligh dan Ketarjihan berjalan dengan baik dan lancar dan diikuti peserta dengan semangat dan antusias. Reportase Hj. Hanik Rosyada PDA Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Minggir, Pdmsleman.Or.Id SMP Muhammadiyah 1 Minggir, Sleman, menjadi pusat perhatian dengan terselenggaranya Muhiminggir Cup Competition #2, kejuaraan Pencak Silat Tapak Suci yang berlangsung di Hall Darrusalam Singojayan pada tanggal 23-25 Februari. Acara ini tidak hanya menjadi ajang pencarian bakat olahraga, tetapi juga sebagai wujud nyata pengembangan prestasi siswa dan pengenalan sekolah kepada masyarakat. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, Agung Armawanta, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan ini. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya tentang mencari bibit olahraga, tetapi juga menekankan pentingnya pembentukan karakter siswa. “Jika semuanya disusun dengan ahlak yang baik maka, power, spirit, dan fisik akan menjadi bagus,” ungkapnya. Sementara Ayahanda Eko Sumardiyanto ST selaku pimpinan PDM Sleman dalam sambutannya menyapaikan “ apresiasi terselenggaranya kompetisi ini sebagai ajang peningkatan prestasi dan pencarian bibit-bibit atlet Tapak Suci dan pencak silat sejak dini”. Ketua Panitia, Oktavia Kurnia Astusi, menyatakan bahwa kegiatan ini telah menjadi tradisi dengan terselenggaranya Muhiminggir Cup Competition #2 untuk kedua kalinya. Jumlah peserta yang terus meningkat dari tahun sebelumnya menunjukkan antusiasme yang besar dari masyarakat, dengan melibatkan peserta dari tingkat TK, SD, dan SMP se-DIY. “Tahun lalu jumlah peserta dalam Muhiminggir cup Competition hanya 150 peserta, dan saat ini peseta pencak silat tapak melonjak menjadi 214 peserta, yang diikuti tingkat TK, SD, dan SMP Se-DIY. Di mana kita melibatkan wasit juri dari Pimpinan Wilayah DIY,” tambahnya. Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 1 Minggir, Widayatun, S.Ag, mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta atas partisipasinya, Kami berharap agar peserta dapat menampilkan sikap sportifitas, disiplin, dan mandiri sesuai dengan karakter Pelajar Pancasila, serta dapat lebih mengenal SMP Muhammadiyah 1 Minggir ke depannya”. Reportase Widayatun, S.Ag, & Wahdan Arifudin S.Pd
Gamping, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Sleman bersiap untuk mengawali langkahnya dengan program-program yang menarik. Hal itu ditunjukkan dengan mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu (24/2) malam di Aula Gedung Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gamping. Diikuti seluruh personel PDPM Sleman, Rakerda diadakan untuk membahas dan menyepakati rancangan program-program yang akan dijalankan selama masa 4 tahun ke depan. Di samping juga memberikan masukan dan saran antar personel satu sama lain terkait program yang akan dijalankan. Beberapa program yang disampaikan seperti kajian Kokam, pelatihan digital, petani milenial, database pengusaha muda, mempopulerkan olahraga tradisional Gobak Sodor / Hadang sebagai warisan budaya Olahraga DIY dan program-program lainnya. “Teman-teman PDPM Sleman harus segera menyusun program-programnya dengan matang dan juga harus dilaksanakan,” kata Ketua PDPM Sleman Prakasa Radya Sulendra. Rakerda ini juga dihadiri Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DI Yogyakarta yang ikut memantau jalannya pemaparan program dan diskusi antar personel PDPM Sleman. “PWPM DIY memberikan apresiasi atas rapat kerja daerah PDPM Sleman. Insya Allah PWPM DIY siap selalu bersinergi dengan PDPM sleman dan PDPM se l-DIY berkaitan dengan proker/kegiatan,” kata Sekretaris PWPM DIY Imam Abror. Ia juga menyampaikan kalau di era disrupsi ini tantangan ke depan jauh lebih besar. Indonesia dihadapkan pada visi Indonesia Emas 2045, dan karena itu Pemuda Muhammadiyah harus mengambil peran dan mewarnai dalam era perubahan ini. “Sekaligus menyiapkan adik-adik dan anak-anak kita untuk meningkatkan keilmuan dan produktivitas,” sambung Imam. Sebagai penutup, Imam memberikan satu pelajaran dan pesan dari Ali bin Abi Thalib r.a. sebagai pengingat bagi semua kader Pemuda Muhammadiyah: “Sesungguhnya kita akan kembali ke ke kampung akhirat. Mari niatkan dan luruskan semua aktivitas kita di Pemuda Muhammadiyah, jerih payah dan lelah kita untuk Allah SWT, untuk ridhonya Allah dan untuk meraih surgaNya Allah SWT.”